Your SlideShare is downloading. ×
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Mechanical component by heri purnomo
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Mechanical component by heri purnomo

753

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
753
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
116
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. (Sumber Heri Purnomo Photography) 1.1 PENGANTAR Mottor Otto, atau Beau de Roches merupakan mesin pengonversi energi tak langsung,yaitu dari energi bahan bakar menjadi energi panas dan kemudian baru menjadi energi mekanis,energi kimia bahan bakar tidak dikonversi langsung menjadi energi mekanis,bahan bakar standar standar motor bensin adalah iso oktan (C8H18). Sistem siklus kerja motor bensin dibedakan atas motor bensin dua langkah (two stroke) dan empat langkah (four stroke). 1.1.1 Motor bensin dua langkah Adalah motor yang pada dua langkah piston (satu putaran engkol) sempurna akan menghasilkan satu tenaha kerja (satu langkah kerja) 1. Langkah kompresi: yang dimulai dengan penutupan katup/saluran masuk dan keluar dan kemudian menekan isi silinder dan menghisap campuran bahan bakar udara bersih kedalam engkol.bila piston mencapai titik mati atas (TMA/Top Dead Center),pembakaran dimulai
  2. 2. Langkah kerja atau ekspansi: Ketika piston bergerak mencapai titik tertentu sebelum titik mati bawah, pada awalnya saluran buang dan kemudian saluran masuk terbuka,sebagian besar gas yang terbakar keluar silinder dalam proses exhaust blowdown. 1.1.2 Motor Bensin Empat Langkah Motor bensin empat langkah adalah motor yang pada setiap empat langkah torak/piston (dua putaran engkol) sempurna menghasilkan satu tenaga kerja (satu langkah kerja) 1. Langkah pemasukan/Isap: Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju ke Titik Mati Bawah (TMB),kutub isap terbuka,kutub buang tertutup,poros engkol berputar ½ kali putaran pertama 2. Langkah kompresi: Piston bergerak dari Titik Mati Bawah (TMB/Bottom dead center) menuju Titik Mati Atas (TMA),katup isap dan katup buang tertutup poros engkol berputar ½ kali putaran kedua 3. Langkah Kerja/Usaha/Pembakaran: Piston bergerak dari TMA menuju ke TMB,katup isap dan katup buang tertutup,gerakan poros engkol berputar ½ kali putaran ke ketiga 4. Langkah Buang: Piston bergerak dari TMB menuju ke TMA ,katup isap tertutup sementara katup buang terbuka,putaran poros engkol ½ kali putaran keempat Ciri-ciri ,motor 4 Tak: a. Motor menggunakan katup/klep/Valve b. Jenis Valve:In (Isap) dan ex (buang) c. Fungsi valve:mengatur suply bahan bakar pada silinder d. Valve digerakan oleh crank shaft atau poros knock
  3. 1.2 MOTOR DIESEL Pada dasarnya motor diesel dan motor bensin tidak jauh berbeda,keduanya memiliki sistem kerja yang hampir sama begitu juga komponen-komponennya adapun perbedaan diantara keduangnya diantaranya : a. Combussion (pembakaran) pada motor bensin tidaki terlalu rumit (Combussion netral), untuk itu motor bensi disebut motor bertekanan rendah dan sistem pembakarannya disebut sistem Otto.Sedang pada motor diesel sistem pembakaran rumit dan disebut motor bertekanan tinggi dan proses pembakarannya disebut sistem sabathe b. Bahan bakar motor bensin menggunakan bahan bakar bensin dan sejenisnya, sedangkan pada motor diesel berbahan bakar solar/Oil lite, “solar supaya mudah terbakar dirubah menjadi bentuk kabutan”,yang dilakukan oleh pompa injeksi (Injection pump) dan nozle c. Proses pembakarannya, pada motor bensin membutuhkan api listrik untuk membakar gas sedangkan motor diesel membutuhkan suhu yang sangat panas (sekitar 580 C- 600 C), suhu ini didapatkan dari kompresi udara Untuk mencapai tenaga yang maksimal Tune Up (perawatan) yang mungkin harus dilakukan adalah: a. Melancarkan sirkuit bahan bakar dari tangki sampai ke pompa injeksi harus lancar dan rapat (menhindari masuknya angin) b. melancarkan saringan udara sebaik mungkin - Untuk proses pembakaran ada dua cara: 1. Diesel direct injection dengan ciri-ciri : Dapat hidup dengan mudah, Tenaga motor kuat,RPM motor rendah 2. Diesel pembakaran Indirect injection dengan ciri-ciri: -Susah hidup apabila ruang bakar tidak mempergunakan bantuan pemanas -Tenaga motor lebih rendah sedangkan RPM motor rendah
  4. -Pada diesel indirect mempergunakan Ruang bakar bantu, sehingga membutuhkan pemanas ruang bakar bantu (mempergunakan busi pijar/Glowplug) sebab terdiri dari 2 buah ruang bakar (ruang bakar utama dan ruang bakar bantu/chamber) maka RPM motor meningkat Konsep pembakaran pada motor diesel adalah melalui proses penyalaan kompresi udara pada tekanan tinggi. Pembakaran itu dapat terjadi karena udara dikompresi pada ruang dengan perbandingan kompresi jauh lebih besar daripada motor bensi. Akibatnya, udara akan mempunyai tekanan dan temperatur melebihi suhu dan tekanan penyalaan, siatem kerja motor diesel dapat dibedakan atas dua langkah dan empat langkah 1.2.1 Motor Diesel Dua Langkah Dalam diesel,siklus dua langkah kedua katup adalah katup buang. Saluran-saluran pada dinding silinder yang terbuka dan tertutup oleh gerakan pistonmemungkinkan udara mengalir kedalam silinder. Ketika piston berada pada TMB, saluran-saluran masuk terbuka, dan udara mengalir ke dalam silinder dengan tekanan tinggi karena blower. Pada saat yang sama gas buang terbuang keluar melalui katup buang yang terbuka pada bagian atas silinder. Ketika piston naik, saluran-saluran masuk tertutup, katup-katup buang menutup, dan udara dalam silinder tertekan. Bahan bakar diinjeksikan ketika piston berada dekat titik TMA dan terbakar oleh panas yang dihasilkan oleh penekanan udara. Gas berekspansi menakan piston turun menghasilkan tenaga. 1.2.2 Motor Diesel Empat Langkah Sama halnya dengan pada motor bensin, secara skematis prinsip kerja motor diesel empat langkah dapat dijelaskan sebagi berikut: 1. Langkah pemasukan: katup masuk membuka katup buang menutup. Udara mengalir kedalam silinder. 2. Langkah kompresi: kedua katup menutup,piston bergerak dari TMB menuju ke TMA, menekan udara yang ada dalam silinder sesaat sebelum mencapai TMA, bahan bakar diinjeksikan 3. Langkah kerja/ekspansi: Karena injeksi bahan bakar ke dalam silinder yang bertemperatur tinggi, bahan bakar terbakar dan berekspansi menekan piston untuk
  5. melakukan kerja sampai piston mencapai TMB, pada langkah ini kedua katup tertutup 4. Langkah Buang: Ketika piston hampir mencapai TMB, katup buang terbuka, katup masuk tetap tertutup. Ketika piston bergerak menuju TMA gas sisa pembakaran terbuang keluar ruang bakar. Akhir langkah ini adalah ketika piston mencapai TMA. Siklus kemudian berulang lagi MOTOR BENSIN 4 LANGKAH MESIN #Komponen pada mesin di bagi menjadi beberapa bagian : 1. Kepala cylinder (Cylinder Head) 2. Blok silinder/mesin (Cylinder blok) 3. Piston/Torak/Seker (Poros engkol) 4. Poros Hubungan (Cam shaft) 5. Valve/klep ,dll 6. Kelengkapan mesin seperti sistem bahan bakar, sistem pelumasan, sistem pendingin, sistem kelistrikan pengapian. (Susunan blok mesin dan silinder head)
  6. Cylinder Head (Sumber Heri Purnomo Photography) Kepala silinder (Cylinder head) berfingsi sebagai tempat ruang pembakaran dan juga digunakan sebagai tempat untuk mekanik katup,sebagai tempat melekatnya saluran isap (inteks maifold) dan juga saluran keluar (exhaust manifold),bahan penyusun cylinder head terbuat dari besi tuang atau paduan (Allumunium Alloy) ,disamping itu cylinder head berfungsi sebagai penutup dari dari silinder yang nantinya akan dipasang pada blok mesin/silinder dengan pengencangan pada baut Adapun komponen-komponen yang terdapat pada cylinder head diantaranya adalah : -Katup (valve),Saluran masuk (Inteks manifold),saluran buang (exhaust manifold),Rocker arm (penggerak katup yang digerakan oleh cham shaft),pada beberapa silinder head juga sebagai tempat komponen busi pemantik (pada mesin bensin),disamping itu ada komponen yang tidak kalah penting yaitu gasket (Cylinder Head Gasket) yang berfungsi sebagi pencegah terjadinya kebocoran gas kompresi,kebocoran oli pendingin dan kebocoran oli mesin.
  7. Katup/Valve (Sumber Heri Purnomo Photography) Terdapat pada cylinder head berfungsi sebagai pengatur masuk dan keluarnya gas bensindan gas pembuangan, adapun bagian-bagian dari sistem kerja katup/valve: 1. Katup (valve) berfungsi membuka dan menutup saluran isap dab buang ,bahan terbuat dari baja chrome nikel, tahan terhadap panas yang tinggi 2. Dudukan katup (valve seat), sebagi tempat dudukan katup 3. Pegas katup berfungsi untuk mengembalikan katup pada posisi semula, setalah katup membuka 4. Valve lifter, berfungsi untuk memindahkan gerakan hubungan ke rocker arm melalui push rod 5. Push rod,meneruskan gerakan valve lifter ke ujung rocker arm,bahan penyusun terbuat dari baja 6. Rocker arm,menekan batang katup sehingga katup dapat membuka Dalam aturannya setelah Tune up mesin biasanya dilakukan penyetelan toleransi katup dengan manggunakan alat yang dinamakan puller jarak antara rocker arm dengan katup antara 0.02 mm-0.04 mm,penyetelan ini menggunakan aturan fairing Order (FO),misal FO 4
  8. silinder jadi aturannya 1,3,4,2 dengan melihat posisi katup hingga langkah kompresi (awal menutup sampai membuka sampai kemudian menutup lagi) Fairing Order (FO)/Tertib penyalaan: FO 2 silinder aturan 1,2 FO 3 silinder aturan 1,3,2 FO 4 silinder aturan 1,3,4,2 FO 6 silinder aturan 1,5,3,6,2,4 FO 8 silinder 1,7,3,5,8,2,6,4 Bentuk katup/valve Push rod
  9. Rocker Arm (Sumber Heri Purnomo Photography) Inteks Manifold dan Exhaust manifold Inteks manifold (saluran pemasukan) sebagi saluran masuknya gas bahan bakar dari karburator,exhaust manifold (saluran pembuangan) sebagai saluran pembuangan gas sisa pembakaran pada blok silinder (Sumber Heri Purnomo Photography)
  10. Blok Mesin/Blok Cylinder Dipasangkan dibawah cylinder head,adapun komponen-komponen yang terdapat/biasa melekat pada Blok Mesin diantaranya batang piston, poros engkol (crank shaft),poros knock (knock as)/cham shaft),gear penghubung,filter oli,pompa oli,pompa bensin (fuel pump),distributor,generator,water pump,dll (Sumber Heri Purnomo Photography)
  11. Piston (Sumber Heri Purnomo Photography) Berfungsi memindahkan tenaga yang diperoleh dari pembakaran udara dengan gas ke poros engkol melalui batang torak,bahan pembuat dari piston sendiri terbuat dari pada paduan alumunium, berikut bagian-bagian pada piston adalah :Conecting rod penghubung gerakan piston ke poros engkol,pen piston,Ring piston (Ring kompresi dan ring oli) kemudian bantalan/berring menghindari terjadinya keausan,Piston ini nantinya akan menyambung ke poros engkol (crank shaft) yang berada tepat diatas ruang kusus pada blok mesin/silinder,pada umumnya pada motor bensin mobil 4 tak,terdapat 4 piston (misal mobil biasa),sedangkan ada pula yang 6 piston bahkan 8 piston untuk muatan berat misal truck
  12. Kesalahan pada pemasangan piston akan menyebabkan putaran mesin tidak stabil (pemasangan diawali dengan urutan piston 1,piston 3,piston 4 dan piston 2,dan selalu memperhatikan tanda arah pada permukaan atas piston yang menunjuk arah depan mesin),terjadi kebocoran oli (misal kesalahan pada pemasangan Ring piston) Metode pengaturan Ring Piston (Sumber Heri Purnomo Photography)
  13. Crank Shaft/Poros engkol (Sumber Heri Purnomo Photography) Berfungsi untuk merubah gerakan bolak balik piston menjadi gerak putar yang digunakan untuk memutar roda (memutar roda gila berhubungan dengan kampas kopling menggerakan tranmisi yang akhirnya akan menggerakan roda),crank shaft ini akan dipasang pada blok mesin/silinder dan nantinya menggerakan Roda Gila/Fly wheel
  14. Poros nock/ Nocken As /Cham Shaft Poros nock berfungsi sebagai pengerak daripada push rod bisa juga tap pad (bila menggunakan tapped) atau bisa juga langsung ke rocker arm (penggerak daripada katup/valve di bagian cylinder head), nantinya gerakan putaran pada poros nock akan diubungkan oleh conecting chain/belt ke putaran poros engkol/crank shaft Kedudukan antara katup/valve dan knock ass pada motor 4 tak dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu: 1. Sistem OHV (Over head valve) :dimana kedudukan valve berada pada cylinder head sedangkan poros knock berada pada blok mesin/blok silinder 2. Sistem OHC (Over head cham shaft): Posisi valve dan cham shaft berada pada cylindr head (sekarang sudah ada yang menerapkan Single OHC dan bahkan double OHC)
  15. 3. Sitem OBV (Over board valve) :Kedudukan valve berada dalam blok mesin atau blok silinder (Sistem OHV,OHC dan OBV) Gear Penghubung Poros Engkol dan Poros nock Pada pemasangannya diawali dari posisi silinder 1 di posisi TMA kemudian paskan tanda putih gear satu dengan tanda putih gerar yang lain,kemudian untuk menegangkan conector digunakan penegang yang disebut tensioner,agar putaran mesin seimbang
  16. Roda Gila/Roda Penerus/Fly Wheel Berfungsi untuk menerima sebagian tenaga yang diperoleh dari langkah usha dan memberikan tenaga kepada langkah-langkah berikutnya, berfungsi juga meneruskan putaran motor kepada kopling versenelling yang akhirnya menggerakan roda-roda. Kopling Posisi menempel pada Roda gila dan direkatkan oleh baut,sehingga nantinya akan ikut berputar yang berhubungan dengan tranmisi yang nantinya tranmisi akan memutarkan propeler shaft yang berhubungan dengan gardan Roda yang selanjutnya akan berputar. Berfungsi sebagai penghubung gerakan mesin dengan tranmisi Adapun bagian-bagian yang terdapat pada Kampas kopling yaitu plat kopling (plat bagian tengah),Kampas kopling (terbuat dari sejenis karet) ,plandis (penjepit plat kopling yang menyebabkan kopling akan ikut berputar menurut putaran roda gila),plandis bisa bergerak menjepit dan merenggang di sebabkan oleh tekanan dari release berring ketika pedal kopling di injak pork release berring menggerakan release berring yang menekan ke dalam yang menyebabkan plandis merengggang),karena sistem kopling ini bekerja dengan sistem ketika di injak pedal kopling plandis malah membuka,ketika tidak diinjak plandis menutup sehingga dalam dunia bengkel lebih bsering disebut sistem “totok babi”. Terjadinya Selip kopling disebabkan karena : Terjadi kebocoran oli dari sheel tranmisi,kampas aus dan per plandis lemah
  17. (kampas kopling) Sistem Pelumasan Sistem pelumasan digunakan untuk menyalurkan minyak pelumas ke bagian-bagian mesin yang bergerak,misalnya Crank Shaft,Piston,Batang piston,Nocken As,Valve,dll, minyak pelumas ini berfungsi untuk : 1. Mengurangi gesekan dan mencegah keausan 2. Membantu mendinginkan mesin 3. Merapatkan kompresi 4. Melicinkan putaran mesin dan mehilangkan bunyi berisik pada mesin Sistem pelimasan pada mesin Oli dari carter (tempat penampungan oli, berada di bawah blok mesin) dihisap oleh Oil pump menuju oil filter untuk dibersihkan, kemudian oli menuju ke blok silinder dibagi-bagi ke metal-metal duduk,ke as piston,ke metal-metal nocken as,melalui saluran pada metal nocken as oli naik ke kepala silinder/Cylinder Head menuju ke rocker arm dan katup, setelah melumasi katup dan rocker arm oli tersebut turun melalu batang push rod lalu ke push rod kemudian ke nocken as/poros nock dan melumasi nock-nock yang terdapa pada poros nock,
  18. kemudian oli jatuh ke ruang engkol dipercikan oleh as engkol menuju ke piston untuk melumasi piston,sebagian oli ada yang mengalir menuju ke depan yaitu ke roda gigi poros engkol dan roda gigi nocken as lalu dikembalikan lagi ke oli pan (carter) Oil Pump (pompa oli) Oil filter (Filter Oli)
  19. SISTEM PENGAPIAN MESIN 4 TAK Pada sistem pengapian mesin 4 tak pada mobil beberapa komponen yang terkait dengan sistem pengapian diantaranya adalah Coil dan Distributor kemudian motor starter Coil Dan Distributor Bagian-Bagian Coil :berfungsi sebagai meningkatkan arus dari batery Distributor :Menyalurkan tegangan ke masing-masing busi Condensor: Menghaluskan arus Rotor: Penggerak Contact Point/platina :pemutus dan pengubung tegangan
  20. KARBURATOR Berfungsi untuk : *Menyemprotkan bahan bakar *Mengontrol perbandingan campuran bahan bakar dan udara *Mengontrol Tenaga mesin Ruang bensin (bensin masuk ke ruang bensin karena adanya langkah isap), dari ruang bensin masuk ke Nozle melalui sepuyer bertujuan untuk mengubah dari bentuk cair menjadi gas yang selanjutnya bercampur dengan gas, adanya power jet memungkinkan adanya tekanan tembahan untuk bensin masuk ke Nozle (Nozle dibagi menjadi dua bagian Nozle primer/awal,pertengahan mesin dan Nozle sekunder/ketika mesin berjalan cepat),di samping Nozle primer terdapat pompa injector yang berfungsi mengawali gerakan cepat pada mesin,adapun bagian-bagian lainnya seperti :pengontrol stasioner ,mesin,pengontrol besar gas,Throtle valve,lubang menyempit pada Nozel (venturi) dan Float Chamber (menjaga ketinggin bahan bakar agar tetap stabil)
  21. KOMPONEN LAIN GENERATOR/DYNAMO Sebagai penghaisl tenaga listrik dari putaran mesin di samping tenaga listrik dari batery Tranmisi Diputarkan oleh kopling yang nantinya kan memutrkan propeler shaft yang berhubungan dengan gardan Roda,Tranmisi ini yang nantinya berhubungan dengan Versenelling yang berfungsi mengatur gigi-gigi percepatan pada ruang kemudi,adapun bagian dari Tranmisi diantaranya:
  22. In shaft Gigi-gigi pecepatan,gigi singkron dan gigi perpindahan (Hap)
  23. Out shaft (yang akan memutarkan Propeler shaft) Canter Gear Pork dan Pork As (yang nantinya di atur pada kemudi Versenelling pada ruang kemudi) Yang terakhir adalah Gigi pembalik
  24. GARDAN (bagian Roda) Suspensi Belakang : Stick As (As Roda),dari Pinion (gear nanas),korona gear (gear matahari),rumah planet,gigi planet.side gear memutarkan stick as Suspensi Depan : Pirot,Brugh,Ball join,Knuckle Arm,As Arm
  25. SISTEM PENDINGINAN PADA MOBIL Air radiator pada bak atas ,berupa air panas yang datangnya dari mesin,air panas tadi turun ke bawah menuju ke bak bawah melalui pipa-pipa kapiler dan panas dari pipa kapiler diserap oleh kisi-kisi,kemudian pipa-pipa kapiler dan kisi-kisi ditidup oleh kerjanya kipas angin, sehingga air mencapai bak bawah sudah dalam kondisi dingin Siklus Air Pendingin Air pada radiator nak bawah di pompa oleh water pump masuk ek blok silinder (ke rongga air pendingin/water jacket), air panas pada water jacket terdorong oleh air dingin yang barusan masuk ke luar menjadi satu saluran (rumah termostat) di salurkan menuju ke bak raidator atas.
  26. Gangguan pada Kelistrikan 1. Lampu Tidak Menyala Ketika di tes lampu masih baik dan kadang-kadang terjadi penyala’an lampu yang lain mati akibat dari salah satu massa lampu kurang lancar/tidak berhubungan/koyor,apabila lampu mati yang di kontrol lebih dahulu bagianpuse/sikring putus apa tidak,seandainya tidak putus kontrol hubungan lampu bisa terputus atau lampunya yang putus Pengguna’an alat kelistrikan Alat-alat listrik yang digunakan termasuk lampu-lampunya harus mempunyai tegangan yang sama dengan tegangan batery/aki, contoh aki 12 V lampu-lampunya harus 12 Vtermasuk flaser dan rely,gunakanlah jenus switch/saklar yang mempunyai ampere yang besar termasuk kunci kontak Jenis lampu ada 2 : 1. Lampu biasa atau lampu bohlam 2. Lampu khusus yaitu lampu Helogen (dalam instalasinya jangan sekali-kali menggunakan tangan terbuka gunakanlah sarung tangan yang bersih)
  27. SEKILAS TUNE UP MESIN Mesin membutuhkan yang namanya perawatan salah satunya adalah dengan Tune Up atau pengembalian kondisi mesin pada keadaan default/normal adapun beberapa alat yang harus anda siapkan yang digunakan secara umum diantaranya adalah Kunci pas 10,12,13,14.17.19.21,22,24 Kunci Ring 10,12,13,14.17.19.21,22,24 Kunci T 10,12,14,17 Kunci soket dan kunci L,Obeng Plus dan Min,kunci inggris,dll Yang harus dilakukan ketika melakukan Tune Up mesin diantaranya adalah : 1. Memeriksa isi Oli mesin (gunakan Stick gis/indikator oli),oli tranmisi,oli gardan dan minyak rem 2. Memeriksa air radiator 3. Memeriksa filter udara 4. Memeriksa isi bahan bakar 5. Memeriksa ketegangan Fan Belt 6. Membersihkan busi-busi (dengan cara diamplas),dicucu dengan menggunakan air bensin,meberi toleransi busi sekitar 0,7-0,9 mm 7. Memeriksa kondisi distributor (apabila sistem menggunakan distributor bukan CDI) terutama bagian platina dengan sekaligus memberikan toleransi platina sekitar 0.4- 0,45 mm 8. Bila perlu bersihkan karburator 9. Memeriksa tekanan ban 10. Memeriksa fat/gemuk pada bagian suspensi depan maupun belakang 11. Memberi Toleransi pada katup (Valve) dengan menggunakan Puller yaitu dengan menganut sistem FO (fairing order) dimulai dari 1,3,4,2 ,pada piston 1 kondisi kompresi ditandai dengan membukanya katup hingga menutup kembali dan pas kan tanda coek ke posisi 0 begitupun selanjutnya
  28. 12. Benar dalam pemasangan distributor,posisi piston 1 kompresi pas kan tanda coek 5 derajat sebelum 0 dan hadapkan ke busi satu pada tanda yang terdapat pada distributor platina pada kondisi mebuka SEKIAN SEMOGA BERMANFAAT

×