Kemuhammadiyahan i
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Kemuhammadiyahan i

on

  • 733 views

 

Statistics

Views

Total Views
733
Views on SlideShare
733
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
35
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Kemuhammadiyahan i Presentation Transcript

  • 1. 1
  • 2. MUHAMMADIYAH PASAL 4 GERAKAN ISLAM TAJDID AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR MEMBENTUK AMAL USAHA
  • 3. Memahami MUHAMMADIYAH sebagai suatu GERAKAN (movement/harakah) , dapat dilakukan dengan 4 sudut pandang :  Sudut Pandang HISTORIS  Sudut Pandang IDEOLOGIS Sudut Pandang ORGANISATORIS  Sudut Pandang PRAKSIS impirik 3
  • 4. Makna GERAKAN Aksi terorganisasi yang mengandung aspek-aspek keyakinan, pengetahuan, kelembagaan, dan pelaku untuk mencapai tujuan tertentu (menolak atau melakukan perubahan). SIFAT GERAKAN : Dinamisasi, Revitalisasi dan Rekonstruksi. 4
  • 5.  Segi Bahasa : PENGIKUT MUHAMMAD, yaitu Nabi Muhammad SAW., Rasulullah.  Segi Istilah : Organisasi Islam yang didirikan oleh KH.Ahmad Dahlan dengan maksud agar ummat Islam di Indonesia melaksanakan ajaran Islam sesuai dengan yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW.  Menurut AD Muhammadiyah: Gerakan Islam, Dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid, yang bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah, yang didirikan di Kauman Yogyakarta pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H bertepatan dengan 18 Nopember 1912 oleh KHA. Dahlan.  Menurut Kepribadian Muhammadiyah, adalah suatu persyarikatan yang merupakan GERAKAN ISLAM. Maksud GERAKnya ialah : “Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar” yang ditujukan kepada dua bidang perseorangan dan masyarakat. 5
  • 6.  “Agama” : Makna Teknis Terminologis dalam Bahasa Indonesia untuk memaknai kata “AD DIIN”. Agama: Apa yang disyari’atkan Allah dengan perantaraan Nabi-nabi-Nya, berupa perintah- perintah dan larangan-larangan, serta petunjuk- petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat. [HPTM, h.276]. 6
  • 7.  Agama Islam Yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw: Apa yang diturunkan Allah di dalam al-Qur’an dan yang disebut dalam as-Sunnah yang shahih, berupa perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat. [HPT, h.276]. 7
  • 8.  BERSIFATGERAKAN ISLAM [al harokah al Islamiyah]  BERSIFATGERAKAN DAKWAH ISLAM [al harokah al Dakwah al Islamiyah]  BERSIFATGERAKANTAJDID [al harokah al Tajdid] 8
  • 9.  Adalah ORGANISASI atau PERSYARIKATAN, yang mengasaskan segala Hakikat, Tujuan, Visi, misi, program kerja dan amal usahanya kepada AJARAN AGAMA ISLAM yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana termaktub dalam Al QUR’AN dan AS SUNNAH AL MAQBULLAH, untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar- benarnya.  Dasar pengamalan Islam Dalam Muhammadiyah adalah: Al-Qur’an dan as-Sunnah dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam. 9
  • 10.  Muhammadiyah adalah hasil konkret dari telaah dan pendalaman [taddabur] KHA. Dahlan terhadap Al Qur’an Al Karim. [tafsir realitas, tafsir implementatif].  Gerakan Muhammadiyah hendak berusaha untuk menampilkan WAJAH ISLAM dalam wujud yang riil, konkret, dan nyata, yang dapat dihayati, dirasakan, dan dinikmati oleh ummat sebagai “rahmatan lil’alamin.” 10
  • 11.  MUHAMMADIYAH adalah Grand STRATEGI DAKWAH KHA.Dahlan untuk melakukan PERUBAHAN SOSIAL, dengan TAKTIK membangun AMAL USAHA yang riil.  ” Dakwah Bil Khair ada oreintasi DAKWAH ISLAM YANG BERKEMAJUAN, setiap langkah Muhammadiyah diselenggarakan adalah untuk dakwah, namun dakwah Muhammadiyah harus ditafsir ulang juga selain berbentuk tabligh, pendidikan, sosial dan kesehatan.” TAFSIR ULANG dalam konteks: DAKWAH yg MEMBEBASKAN, DAKWAH yg MENCERAHKAN, dan DAKWAH yg MEMBANGUN DAYA [pemberdayaan potensi ummat].  Q.s. Ali Imron 104 yang memuat Dakwah Bil Khair yang dirangkai dengan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar. Perlu kembali membangun konsep Dakwah Bil Khair sebagai dakwah peradaban mengajak kepada kemajuan, pencerdasan dan pencerahan serta pemberdayaan, dan tidak hanya mengedepankan Amar Ma’ruf Nahi Munkar saja. Atau hanya mengedepankan Nahi Munkar saja” [Din Syamsuddin] 11
  • 12.  GERAKAN TAJDID Muhammadiyah adalah BENTUK lain dari TAFSIR PERUBAHAN SOSIAL MUHAMMADIYAH  Tajdid berarti perubahan ke arah yang lebih baik.  Gerakan tajdid merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh segolongan ummat untuk memperbaiki pelbagai bidang kehidupan manusia.  Tajdid bukan berarti merubah yang sudah baku dalam konteks dalil yg qath’iy. Prinsip-prinsip dasar dalam agama Islam tidak boleh ditambah-tambah seperti dalam bidang akidah.  Tajdid juga berarti memperbaharui sesuatu. Ia berarti kita berusaha kembali kepada agama Islam yang sebenar seperti penghayatan yang berlaku pada zaman nabi salallahualaihi wasalam. 12
  • 13.  Sebagai gerakan tajdid (pembaruan), Muhammadiyah mengembangkan semangat ijtihad, serta menjauhi sikap taklid. Istilah tajdid pada dasarnya bermakna pembaruan, inovasi, restorasi, modernisasi dan sebagainya. Tajdid mengandung pengertian bahwa kebangkitan Muhammadiyah adalah dalam usaha memperbarui pemahaman umat Islam tentang agamanya, mencerahkan hati dan pikirannya dengan jalan mengenalkan kembali ajaran Islam sesuai dengan dasar al-Qur'an dan al-Sunnah [A. Syafi'i Ma'arif, 1996].  Sebagai gerakan tajdid, Muhammadiyah dituntut untuk selalu mampu membuat semua langkah yang ditempuhnya tetap segar, kreatif, inovatif, dan responsif mengikuti perkembangan zaman. Muhammadiyah diharapkan dapat selalu berdiri di hadapan sejarah, dalam arti selalu berada di tengah-tengah perkembangan masyarakat. Dengan cara demikian, Muhammadiyah mampu melakukan interpretasi terhadap ajaran Islam secara dinamis dan kontekstual.  Ketika bicara tentang tajdid masa kini, Amien Rais mengajukan lima paket tajdîd atau pembaruan yang saling berkaitan dan harus senantiasa dilakukan Muhammadiyah. Kelima paket tajdîd tersebut adalah: tanzhîf al-aqîdah (purifikasi akidah), tajdîd al- nizhâm (pembaruan sistem, organisasi), taktsîr al-kawâdir (kaderisasi, Memperbanyak kader), tajdîd etos Muhammadiyah, dan tajdîd kepemimpinan. 13
  • 14.  Dalam konsep Tajdid, Muhammadiyah dalam posisi tengah, ada wilayah Tajdid yang berarti reformasi/ purifikasi/ dalam aqidah dan tajdid yang berarti moderinisasi dalam muamalah.  Perlu kehati-hatian dan Kecermatan dalam pelaksanaannya,:  “purifikasi jika memasuki wilayah muamalah, ujungnya jadi Jumud.”  “Bila modernisasi masuk ke wilayah Aqidah, inilah mungkin yang disebut liberal.” [Din Syamsuddin, sm.] 14
  • 15. P R O G R A M K E G I A T A N MENANAM KEYAKINAN – MEMPERDALAM PEMAHAMAN MENINGKATKAN PENGAMALAN – DA’WAH AMAR MA’RUF MEMPERDALAM KAJIAN ISLAM UNTUK MENDAPAT KEMURNIAN DAN KEBENARAN AJARAN ISLAM MENINGKATKAN SEMANGAT IBADAH – JIHAD & AMAL SHOLIH MEMPERBARUHI DAN MEMAJUKAN PENDIDIKAN MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN MENGEMBANGKAN UKHUWAH DAN KERJASAMA DALAM BERBAGAI BIDANG MEMELIHARA KEUTUHAN UMAT MUHAMMADIYAH MEMBINA KUALITAS UMAT MUHAMMADIYAH MENGEMBANGKAN SARANA UNTUK GERAKAN MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA KELUARGA MUHAMMADIYAH
  • 16. KADER Persyarikatan/di AMAL USAHA BER -USWATUN HASANAH Taat & LOYAL TERHADAP PERSYARIKATAN AKTIF di KEGIATAN MUHAMMADIYAH DIMANA IA BERADA DAPAT MENJADI CONTOH MASYARAKAT PIMPINAN/Pimpinan AMAL USAHA MUHAMMADIYAH TAAT DAN LOYAL TERHADAP PERSYARIKATAN MEMILIKI SIFAT AMANAH MENCIPTAKAN KONDISI YANG KONDUSIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH MEMPERTEBAL UKHUWAH DAPAT MENJADI ANUTAN /Uswah SESUAI TUNTUNAN ISLAM Anggota /GURU/ KARYAWAN/PEGAWAI MUHAMMADIYAH
  • 17. MUHAMMADIYAH DIANTARA KERAGAMAN KULTUR MUSLIM MODERAT KULTUR INDONESIA MUHAMMADIYAH ISLAM FUNDAMENTALIS YORDANIA MESIR MODERAT KULTUR NON INDONESIA ARAB YAMAN INDIA PAKISTAN EKSTRIM LIBERAL ISLAM LIBERAL (1970) JIL (2000)
  • 18. TANTANGAN MUHAMMADIYAH SEKULARISME LIBERALISME PLURALISME RADIKALISME FUNDAMENTALISME OBYEKTIF SUBYEKTIF ATHEIS POSITIF NEGATIF
  • 19. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.