Schema Refinement dan Bentuk Normal                     8 Desember 2011
Redundancy Sumber masalah mengapa perlu Schema Refinement Dipecahkan dengan Dekomposisi    Dekomposisi tidak terbebas d...
Redundancy Insertion Anomalies    Penambahan informasi baru menimbulkan     inkonsitensi, kecuali menyertakan informasi ...
Contoh Kasus Nilai Rating 8 berkorespondensi dengan honor per  jam 10    Perulangan informasi, redundant storage Honor ...
Contoh Kasus Penyisipan data baru harus mengetahui honor per jam    Insertion anomalies    Berapa honor per jam untuk R...
DekomposisiSsn           Name             Lot   Rating   housWorked123-22-3666   Attishoo         48    8        40231-31-...
Dekomposisi Seberapa perlu? Jika perlu dilakukan, konsekuensi masalah apa yang  mungkin muncul? Normal Form   Jika sch...
Dekomposisi Lossless-join    Merekonstruksi ulang relasi dari hasil dekomposisi Dependency-preservation    Constraint ...
Kinerja Join dua tabel (atau lebih) hasil dekomposisi mungkin  menurunkan kinerja DBMS    Jika kueri pada relasi awal se...
Functional Dependencies A good DB Designer and DBA should understand FD    Masalah apa yang bisa diatasi dengan dekompos...
Functional Dependencies R sebuah relasi X dan Y himpunan non-empty dari atribut-atribut R XY    X functionally determ...
Functional Dependencies                                         A    B    C     D FD AB  C                              ...
Functional Dependencies Dengan melihat sebuah instance    Kita bisa menyimpulkan apakah sebuah FD tidak     terpenuhi   ...
Primary Key dan FD PK adalah kasus khusus dari FD    Atribut-atribut yang menjadi PK adalah X dalam FD     XY          ...
Primary Key dan FD PK adalah kasus khusus dari FD    Atribut-atribut yang menjadi PK adalah X dalam FD     XY Definisi...
Gagasan Tentang FD Diberikan himpunan FD dari sebuah tabel R, beberapa  FD tambahan dapat diturunkan Contoh relasi: Work...
Gagasan Tentang FD Pada setiap legal instance Workers    jika dua tuple memiliki nilai ssn yang sama     maka kedua tupl...
Closure dari Himpunan FD Closure    Himpunan semua FD yang diturunkan dari himpunan     FD F yang diberikan    Ditulis ...
Closure dari Himpunan FD Aksioma Armstrong    Reflexivity: Jika X ⊇ Y maka X  Y        Trivial FD X  Y        Y hany...
Contoh Penerapan AksiomaArmstrong Relasi ABC dengan FD    AB    BC Aturan Reflexivity    Semua trivial FD Transiti...
Pustaka Ramakhrisnan, Raghu & Johannes Gehrke, "Database  Management Systems", 2nd ed., McGraw-Hill, 2000. Elmasri dan N...
Kamis, 24 November 2011
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

ikd312-08-fd

610 views
562 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
610
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
30
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

ikd312-08-fd

  1. 1. Schema Refinement dan Bentuk Normal 8 Desember 2011
  2. 2. Redundancy Sumber masalah mengapa perlu Schema Refinement Dipecahkan dengan Dekomposisi  Dekomposisi tidak terbebas dari masalah  Harus dilakukan dengan hati-hati Redundant Storage  Perulangan penyimpanan informasi Update Anomalies  Jika satu salinan informasi yang berulang di-update, muncul inkonsistensi Normal Form 2
  3. 3. Redundancy Insertion Anomalies  Penambahan informasi baru menimbulkan inkonsitensi, kecuali menyertakan informasi lain yang tidak berkait Deletion Anomalies  Penghapusan informasi tertentu menimbulkan inkonsistensi kecuali informasi lain (yang tidak berkaitan) juga dihapus Normal Form 3
  4. 4. Contoh Kasus Nilai Rating 8 berkorespondensi dengan honor per jam 10  Perulangan informasi, redundant storage Honor per jam pada baris pertama bisa diupdate tanpa mengupdate baris lainnya  Update anomalies Ssn Name Lot Rating hourlySalary hoursWorked 123-22-3666 Attisho 48 8 10 40 231-31-5368 Smiley 22 8 10 30 131-24-3650 Smethurst 35 5 7 30 434-26-3751 Guldu 35 5 7 32 612-67-4134 Madayan Normal Form 35 8 10 40 4
  5. 5. Contoh Kasus Penyisipan data baru harus mengetahui honor per jam  Insertion anomalies  Berapa honor per jam untuk Rating 7? Menghapus semua baris dengan rating 5 menghilangkan informasi honor per jam 7  Deletion anomalies Ssn Name Lot Rating hourlySalary hoursWorked 123-22-3666 Attisho 48 8 10 40 231-31-5368 Smiley 22 8 10 30 131-24-3650 Smethurst 35 5 7 30 434-26-3751 Guldu 35 5 7 32 612-67-4134 Madayan Normal Form 35 8 10 40 5
  6. 6. DekomposisiSsn Name Lot Rating housWorked123-22-3666 Attishoo 48 8 40231-31-5368 Smiley 22 8 30131-24-3650 Smethurst 35 5 30434-26-3751 Guldu 35 5 32612-67-4134 Madayan 35 8 40 Rating hourlySalary 8 10 5 7 Normal Form 6
  7. 7. Dekomposisi Seberapa perlu? Jika perlu dilakukan, konsekuensi masalah apa yang mungkin muncul? Normal Form  Jika schema berada dalam bentuk NF, tidak perlu dekomposisi Normal Form 7
  8. 8. Dekomposisi Lossless-join  Merekonstruksi ulang relasi dari hasil dekomposisi Dependency-preservation  Constraint enforcement pada hasil dekomposisi dijamin juga berlaku pada relasi awal Normal Form 8
  9. 9. Kinerja Join dua tabel (atau lebih) hasil dekomposisi mungkin menurunkan kinerja DBMS  Jika kueri pada relasi awal sering dilakukan Dekomposisi dikorbankan  Redundancy dan Anomalies  Application-side checks Mungkin meningkatkan kinerja  Update pada tabel hasil dekomposisi Normal Form 9
  10. 10. Functional Dependencies A good DB Designer and DBA should understand FD  Masalah apa yang bisa diatasi dengan dekomposisi FD  Masalah apa yang tidak bisa diatasi  Potensi masalah dalam melakukan dekomposisi Apakah sebuah relasi berada dalam bentuk Normal? Apakah sebuah dekomposisi memenuhi sifat dependency-preserving? Normal Form 10
  11. 11. Functional Dependencies R sebuah relasi X dan Y himpunan non-empty dari atribut-atribut R XY  X functionally determines Y  X menentukan Y  Y tergantung kepada X Sebuah instance r dari relasi R memenuhi X  Y jika memenuhi  Jika dua baris data (tuple) di X nilainya sama, maka nilai di Y harus sama Normal Form 11
  12. 12. Functional Dependencies A B C D FD AB  C a1 b1 c1 d1 AB bukan Key a1 b1 c1 d2  Kenapa? a1 b2 c2 d1 FD adalah bentuk khusus dari a2 b1 c3 d1 Integrity Constraint (IC) a1 b1 c2 d1  Instance yang sah (legal instance) harus memenuhi semua IC (termasuk juga FD) Normal Form 12
  13. 13. Functional Dependencies Dengan melihat sebuah instance  Kita bisa menyimpulkan apakah sebuah FD tidak terpenuhi  Kita tidak bisa menyimpulkan apakah sebuah FD terpenuhi FD dan IC adalah kriteria yang dinyatakan untuk semua kemungkinan legal instance dari sebuah tabel Normal Form 13
  14. 14. Primary Key dan FD PK adalah kasus khusus dari FD  Atribut-atribut yang menjadi PK adalah X dalam FD XY Normal Form 14
  15. 15. Primary Key dan FD PK adalah kasus khusus dari FD  Atribut-atribut yang menjadi PK adalah X dalam FD XY Definisi FD tidak mengharuskan X sebagai himpunan minimal  X bisa berupa kumpulan satu atau lebih atribut Jika FD X  Y berlaku, dengan Y himpunan seluruh atribut dan terdapat proper subset V dari X sehingga V  Y berlaku, maka X disebut sebagai superkey Normal Form 15
  16. 16. Gagasan Tentang FD Diberikan himpunan FD dari sebuah tabel R, beberapa FD tambahan dapat diturunkan Contoh relasi: Workers(ssn, name, lot, did, since) FD ssn  did terpenuhi  Karena ssn adalah primary key FD did  lot diberikan  berdasarkan proses bisnis Normal Form 16
  17. 17. Gagasan Tentang FD Pada setiap legal instance Workers  jika dua tuple memiliki nilai ssn yang sama maka kedua tuple pasti memiliki nilai did yang sama  jika dua tuple memiliki nilai did yang sama maka kedua tuple pasti memiliki nilai lot yang sama FD ssn  lot diturunkan Sebuah FD f diturunkan dari sekumpulan FD F jika f terpenuhi pada setiap instance yang memenuhi semua dependencies di F Normal Form 17
  18. 18. Closure dari Himpunan FD Closure  Himpunan semua FD yang diturunkan dari himpunan FD F yang diberikan  Ditulis F+ Aksioma Armstrong  aturan-aturan untuk menurunkan F+ dari F  X, Y, dan Z mewakili himpunan atribut dari sebuah tabel R Normal Form 18
  19. 19. Closure dari Himpunan FD Aksioma Armstrong  Reflexivity: Jika X ⊇ Y maka X  Y  Trivial FD X  Y  Y hanya terdiri atas atribut-atribut yang juga ada di X  Augmentation: Jika X  Y maka XZ  YZ untuk sembarang Z  Transitivity: Jika X  Y dan Y  Z maka X  Z aturan tambahan  Union: Jika X  Y dan X  Z maka X  YZ  Decomposition: Jika X  YZ maka X  Y dan X  Z Normal Form 19
  20. 20. Contoh Penerapan AksiomaArmstrong Relasi ABC dengan FD  AB  BC Aturan Reflexivity  Semua trivial FD Transitivity  AC Augmentation  AC  BC, AB  AC, AB  CB Normal Form 20
  21. 21. Pustaka Ramakhrisnan, Raghu & Johannes Gehrke, "Database Management Systems", 2nd ed., McGraw-Hill, 2000. Elmasri dan Navathe, "Foundation of Database System" http://tjerdastangkas.blogspot.com/search/label/ikd312 Normal Form 21
  22. 22. Kamis, 24 November 2011

×