ikd312-08-fd

  • 477 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
477
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
26
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Schema Refinement dan Bentuk Normal 8 Desember 2011
  • 2. Redundancy Sumber masalah mengapa perlu Schema Refinement Dipecahkan dengan Dekomposisi  Dekomposisi tidak terbebas dari masalah  Harus dilakukan dengan hati-hati Redundant Storage  Perulangan penyimpanan informasi Update Anomalies  Jika satu salinan informasi yang berulang di-update, muncul inkonsistensi Normal Form 2
  • 3. Redundancy Insertion Anomalies  Penambahan informasi baru menimbulkan inkonsitensi, kecuali menyertakan informasi lain yang tidak berkait Deletion Anomalies  Penghapusan informasi tertentu menimbulkan inkonsistensi kecuali informasi lain (yang tidak berkaitan) juga dihapus Normal Form 3
  • 4. Contoh Kasus Nilai Rating 8 berkorespondensi dengan honor per jam 10  Perulangan informasi, redundant storage Honor per jam pada baris pertama bisa diupdate tanpa mengupdate baris lainnya  Update anomalies Ssn Name Lot Rating hourlySalary hoursWorked 123-22-3666 Attisho 48 8 10 40 231-31-5368 Smiley 22 8 10 30 131-24-3650 Smethurst 35 5 7 30 434-26-3751 Guldu 35 5 7 32 612-67-4134 Madayan Normal Form 35 8 10 40 4
  • 5. Contoh Kasus Penyisipan data baru harus mengetahui honor per jam  Insertion anomalies  Berapa honor per jam untuk Rating 7? Menghapus semua baris dengan rating 5 menghilangkan informasi honor per jam 7  Deletion anomalies Ssn Name Lot Rating hourlySalary hoursWorked 123-22-3666 Attisho 48 8 10 40 231-31-5368 Smiley 22 8 10 30 131-24-3650 Smethurst 35 5 7 30 434-26-3751 Guldu 35 5 7 32 612-67-4134 Madayan Normal Form 35 8 10 40 5
  • 6. DekomposisiSsn Name Lot Rating housWorked123-22-3666 Attishoo 48 8 40231-31-5368 Smiley 22 8 30131-24-3650 Smethurst 35 5 30434-26-3751 Guldu 35 5 32612-67-4134 Madayan 35 8 40 Rating hourlySalary 8 10 5 7 Normal Form 6
  • 7. Dekomposisi Seberapa perlu? Jika perlu dilakukan, konsekuensi masalah apa yang mungkin muncul? Normal Form  Jika schema berada dalam bentuk NF, tidak perlu dekomposisi Normal Form 7
  • 8. Dekomposisi Lossless-join  Merekonstruksi ulang relasi dari hasil dekomposisi Dependency-preservation  Constraint enforcement pada hasil dekomposisi dijamin juga berlaku pada relasi awal Normal Form 8
  • 9. Kinerja Join dua tabel (atau lebih) hasil dekomposisi mungkin menurunkan kinerja DBMS  Jika kueri pada relasi awal sering dilakukan Dekomposisi dikorbankan  Redundancy dan Anomalies  Application-side checks Mungkin meningkatkan kinerja  Update pada tabel hasil dekomposisi Normal Form 9
  • 10. Functional Dependencies A good DB Designer and DBA should understand FD  Masalah apa yang bisa diatasi dengan dekomposisi FD  Masalah apa yang tidak bisa diatasi  Potensi masalah dalam melakukan dekomposisi Apakah sebuah relasi berada dalam bentuk Normal? Apakah sebuah dekomposisi memenuhi sifat dependency-preserving? Normal Form 10
  • 11. Functional Dependencies R sebuah relasi X dan Y himpunan non-empty dari atribut-atribut R XY  X functionally determines Y  X menentukan Y  Y tergantung kepada X Sebuah instance r dari relasi R memenuhi X  Y jika memenuhi  Jika dua baris data (tuple) di X nilainya sama, maka nilai di Y harus sama Normal Form 11
  • 12. Functional Dependencies A B C D FD AB  C a1 b1 c1 d1 AB bukan Key a1 b1 c1 d2  Kenapa? a1 b2 c2 d1 FD adalah bentuk khusus dari a2 b1 c3 d1 Integrity Constraint (IC) a1 b1 c2 d1  Instance yang sah (legal instance) harus memenuhi semua IC (termasuk juga FD) Normal Form 12
  • 13. Functional Dependencies Dengan melihat sebuah instance  Kita bisa menyimpulkan apakah sebuah FD tidak terpenuhi  Kita tidak bisa menyimpulkan apakah sebuah FD terpenuhi FD dan IC adalah kriteria yang dinyatakan untuk semua kemungkinan legal instance dari sebuah tabel Normal Form 13
  • 14. Primary Key dan FD PK adalah kasus khusus dari FD  Atribut-atribut yang menjadi PK adalah X dalam FD XY Normal Form 14
  • 15. Primary Key dan FD PK adalah kasus khusus dari FD  Atribut-atribut yang menjadi PK adalah X dalam FD XY Definisi FD tidak mengharuskan X sebagai himpunan minimal  X bisa berupa kumpulan satu atau lebih atribut Jika FD X  Y berlaku, dengan Y himpunan seluruh atribut dan terdapat proper subset V dari X sehingga V  Y berlaku, maka X disebut sebagai superkey Normal Form 15
  • 16. Gagasan Tentang FD Diberikan himpunan FD dari sebuah tabel R, beberapa FD tambahan dapat diturunkan Contoh relasi: Workers(ssn, name, lot, did, since) FD ssn  did terpenuhi  Karena ssn adalah primary key FD did  lot diberikan  berdasarkan proses bisnis Normal Form 16
  • 17. Gagasan Tentang FD Pada setiap legal instance Workers  jika dua tuple memiliki nilai ssn yang sama maka kedua tuple pasti memiliki nilai did yang sama  jika dua tuple memiliki nilai did yang sama maka kedua tuple pasti memiliki nilai lot yang sama FD ssn  lot diturunkan Sebuah FD f diturunkan dari sekumpulan FD F jika f terpenuhi pada setiap instance yang memenuhi semua dependencies di F Normal Form 17
  • 18. Closure dari Himpunan FD Closure  Himpunan semua FD yang diturunkan dari himpunan FD F yang diberikan  Ditulis F+ Aksioma Armstrong  aturan-aturan untuk menurunkan F+ dari F  X, Y, dan Z mewakili himpunan atribut dari sebuah tabel R Normal Form 18
  • 19. Closure dari Himpunan FD Aksioma Armstrong  Reflexivity: Jika X ⊇ Y maka X  Y  Trivial FD X  Y  Y hanya terdiri atas atribut-atribut yang juga ada di X  Augmentation: Jika X  Y maka XZ  YZ untuk sembarang Z  Transitivity: Jika X  Y dan Y  Z maka X  Z aturan tambahan  Union: Jika X  Y dan X  Z maka X  YZ  Decomposition: Jika X  YZ maka X  Y dan X  Z Normal Form 19
  • 20. Contoh Penerapan AksiomaArmstrong Relasi ABC dengan FD  AB  BC Aturan Reflexivity  Semua trivial FD Transitivity  AC Augmentation  AC  BC, AB  AC, AB  CB Normal Form 20
  • 21. Pustaka Ramakhrisnan, Raghu & Johannes Gehrke, "Database Management Systems", 2nd ed., McGraw-Hill, 2000. Elmasri dan Navathe, "Foundation of Database System" http://tjerdastangkas.blogspot.com/search/label/ikd312 Normal Form 21
  • 22. Kamis, 24 November 2011