0
SEMESTER II
1
Senin, 18 Juni 2012
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM LABUHANBATU
PERKULIAHAN...
2
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan dapat :
1. Pengertian wewenang, kekuasaan dan p...
3
DESKRIPSI SINGKAT
• Dalam perkuliahan ini, anda akan mempelajari tentang
pengertian wewenang, kekuasaan dan pengaruh. Se...
4
BAHAN BACAAN
Buku Wajib :
1. Winardi, 1979, Asas-Asas Manajemen, Alumni, Bandung.
2. Hani Handoko, 2003, Manajemen, BPFE...
5
PERTANYAAN KUNCI
1. Apa arti wewenang, kekuasaan dan pengaruh bagi anda?
Jelaskan
2. Sebutkan dan jelaskan perbedaan per...
6
Wewenang, kekuasaan dan pengaruh
Wewenang
• Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu
atau memerintah oran...
7
Perbedaan kedua pandangan dapat digambarkan ;
Kekuasaan
• Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi individu,
kelomp...
8
• Kekuasaan paksaan (coercive power), berasal dari perkiraan
yang dirasakan orang bahwa hukuman (dipecat, ditegur dan
se...
Gambar 8.2. Sumber-Sumber Kekuasaan Manajerial
Kekuasaan paksaan Kekuasaan balas-jasa
Kekuasaan ahli
Kekuasaan sah
Kekuasa...
10
David McClelland
• Kekuasaan sisi positif, pengunaan kekuasaan secara tepat
mendorong anggota kelompok untuk mengembang...
11
Lingkup wewenang dan kekuasaan manajerial semakin luas pada
manajemen puncak suatu organisasi dan semakin menyempit pad...
12
Tanggung jawab dan akuntabilitas
• Tanggung jawab adalah kewajiban untuk melakukan sesuatu
yang timbul bila seorang baw...
13
Struktur lini dan staf
Organisasi Lini
• Individu-individu dalam departemen-departemen yang
melaksanakan kegiatan utama...
Direktur
Manajer
Produksi
Manajer
Pemasaran
Manajer
Keuangan
Organisasi Lini
Direktur
Staf
Penelitan dan
pengembangan
Staf...
15
Wewenang lini, staf dan fungsional
Wewenang Lini
• Wewenang perintah dan secara langsung tercermin sebagai
rantai perin...
Departementalisasi Produk
Spesialis
Keamanan
Scheduling
Produksi
Departemen
Perencanaan dan
peleburan
+ Memungkinkan spesi...
17
Sumber Konflik Lini-staf
• Perbedaan umur dan pendidikan, biasanya staf yang lebih
muda dan lebih berpendidikan sering ...
18
Delegasi wewenang
• Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada
orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertent...
19
Alasan-alasan Pendelegasian
• Delegasi dibutuhkan karena manajer tidak selalu mempunyai
pengetahuan yang dibutuhkan unt...
20
2. Prinsip kesatuan perintah, bawahan dalam organisasi
seharusnya melapor hanya kepada seorang atasan.
3. Tanggung jawa...
21
Hambatan-hambatan Delegasi
KATEGORI MANAJER BAWAHAN
Keputusan • Mempertahankan hak
pembuatan keputusan
• Kurang percaya...
22
Louis Allen (Teknik Khusus Untuk Mendelegasikan)
• Penetapan tujuan, bawahan harus diberitahu maksud dan
pentingnya tug...
23
Sentralisasi vs desentralisasi
Sentralisasi
• Pemusatan kekuasaan dan wewenang pada tingkatan atas
suatu organisasi.
De...
24
3. Strategi dan lingkungan organisasi, akan mempengaruhi tipe
pasar, lingkungan teknologi, dan persaingan yang harus
di...
25
• Faktor-faktor yang mempengaruhi sentralisasi dan
desentralisasi dalam suatu organsiasi, mungkin berbeda
dengan divisi...
26
Terima kasih, Semoga Bermanfaat
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kuliah 9 wewenang, delegasi dan sentralisasi

2,738

Published on

Published in: Education
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,738
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
74
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Kuliah 9 wewenang, delegasi dan sentralisasi"

  1. 1. SEMESTER II 1 Senin, 18 Juni 2012 FAKULTAS PERTANIAN PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM LABUHANBATU PERKULIAHAN-9 DASAR-DASar manajemen Wewenang, Delegasi dan Sentralisasi
  2. 2. 2 TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan dapat : 1. Pengertian wewenang, kekuasaan dan pengaruh 2. Struktur lini dan staf 3. Wewenang lini, staf dan fungsional 4. Delegasi wewenang 5. Sentralisasi VS desentralisasi
  3. 3. 3 DESKRIPSI SINGKAT • Dalam perkuliahan ini, anda akan mempelajari tentang pengertian wewenang, kekuasaan dan pengaruh. Serta struktur lini dan staf • Bagian selanjutnya, akan membahas tentang wewenang lini, staf dan fungsional serta delegasi wewenang. • Bagian akhir perkuliahan akan membahas tentang perbedaan sentralisasi dan desentralisasi.
  4. 4. 4 BAHAN BACAAN Buku Wajib : 1. Winardi, 1979, Asas-Asas Manajemen, Alumni, Bandung. 2. Hani Handoko, 2003, Manajemen, BPFE, Yogyakarta. Buku Pelengkap : 1. Louis A. Allen, 1963, Karya Manajemen, PT. Pembangunan, Jakarta. 2. Richard L. Daft, 2007, Manajemen-Management, PT. Salemba Empat, Jakarta. 3. Stephen P Robbins dan Mary Coulter, 2007, Manajemen, PT. Indeks, Jakarta.
  5. 5. 5 PERTANYAAN KUNCI 1. Apa arti wewenang, kekuasaan dan pengaruh bagi anda? Jelaskan 2. Sebutkan dan jelaskan perbedaan perspektif teori formal dan teori penerimaan ? 3. Sebutkan dan kemukakan paling sedikit 3 hambatan- hambatan dalam pendelegasian wewenang ?
  6. 6. 6 Wewenang, kekuasaan dan pengaruh Wewenang • Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Dengan kata lain, wewenang ini merupakan hasil delegasi atau pelimpahan wewenang dari posisi atasan ke bawahan dalam organisasi. Ada 2 (dua) pandangan tentang wewenang : • Pandangan klasik (teori formal) Wewenang dianugerahkan dari tingkat masyarakat yang lebih tinggi dan kemudian secara hukum diturunkan dari tingkat ke tingkat. • Pandangan modern (teori penerimaan) Wewenang seseorang timbul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan.
  7. 7. 7 Perbedaan kedua pandangan dapat digambarkan ; Kekuasaan • Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan atau kejadian. Wewenang tanpa kekuasaan akan menyebabkan konflik dalam organisasi. Ada 6 sumber kekuasaan : • Kekuasaan balas-jasa (reward power), berasal dari sejumlah balas-jasa positif (uang, perlindungan, perkembangan karier dan sebagainya) yang diberikan kepada pihak penerima untuk melaksanakan perintah atau persyaratan lainnya. SUPERVISOR KARYAWAN Pandangan formal tentang wewenang yang menekankan peranan supervisor Pandangan penerima tentang wewenang yang menekankan peranan karyawan Gambar 8.1. Perbedaan Pandangan Wewenang
  8. 8. 8 • Kekuasaan paksaan (coercive power), berasal dari perkiraan yang dirasakan orang bahwa hukuman (dipecat, ditegur dan sebagainya) akan diterimanya bila mereka tidak melaksanakan perintah pimpinan. • Kekuasaan sah (legitimate power), berkembang dari nilai-nilai intern yang mengemukakan bahwa seseorang pimpinan mempunyai hak sah untuk mempengaruhi bawahan berdasarkan hukum yang berlaku. • Kekuasaan pengendalian informasi (control of information power), berasal dari pengetahuan dimana orang lain tidak mempunyainya. • Kekuasaan panutan (referent power), didasarkan atas identifikasi orang-orang dengan seorang pimpinan dan menjadikan pemimpin itu sebagai panutan atau simbol. • Kekuasaan ahli (expert power), merupakan hasil dari keahlian atau pengetahuan seseorang pimpinan dalam bidangnya di mana pimpinan tersebut ingin mempengaruhi orang lain.
  9. 9. Gambar 8.2. Sumber-Sumber Kekuasaan Manajerial Kekuasaan paksaan Kekuasaan balas-jasa Kekuasaan ahli Kekuasaan sah Kekuasaan informasi Manajer Kekuasaan panutan
  10. 10. 10 David McClelland • Kekuasaan sisi positif, pengunaan kekuasaan secara tepat mendorong anggota kelompok untuk mengembangkan kekuatan dan kecakapan yang mereka butuhkan untuk meraih sukses sebagai perseorangan atau anggota suatu organisasi (motivator). • Kekuasaan sisi negatif, kekuasaan memperlakukan orang sebagai “bidak” yang digunakan atau dikorankan bila perlu. Keleluasaan wewenang dan kekuasaan mempunyai peraturan, kode etik, atau batasan-batasan tertentu, seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut : INTERNAL EKSTERNAL • AD dan ART • Anggaran (budget) • Kebijakan, peraturan dan prosedur • Deskripsi jabatan • UU dan PP • Perjanjian kerja kolektif • Perjanjian dengan dealer, suplier dan pelanggan
  11. 11. 11 Lingkup wewenang dan kekuasaan manajerial semakin luas pada manajemen puncak suatu organisasi dan semakin menyempit pada tingkatan yang lebih rendah dari rantai komando. Keleluasaan wewenang dan kekuasaan cenderung berkurang sesuai dengan aliran rantai perintah dari posisi atasan ke bawahan dalam suatu organisasi Peraturandanbatasan Peraturandanbatasan Direktur Wakil Direktur Manajer Divisi Manajer Departemen Kepala Penyelia Penyelia Karyawan Gambar 8.3. Batasan-Batasan Wewenang dan Kekuasaan
  12. 12. 12 Tanggung jawab dan akuntabilitas • Tanggung jawab adalah kewajiban untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang manajer untuk mendelegasikan tugas atau fungsi tertentu. Sedangkan akuntabilitas aalah berkenaan dengan kenyataan bahwa bawahan akan selalu diminta pertanggung jawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya. • Persamaan wewenang dan tanggung jawab adalah individu- individu diberi wewenang untuk melaksanakan tanggung jawabnya. Seperti diberi kebebasan secukupnya untuk membuat keputusan yang dapat mempengaruhi produksi. Perbedaannya wewenang untuk dilaksanakan jangka pendek, sedangkan tanggung jawab dilakukan jangka panjang. Pengaruh • Suatu transaksi sosial di mana seseorang atau kelompok dibujuk oleh seseorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi.
  13. 13. 13 Struktur lini dan staf Organisasi Lini • Individu-individu dalam departemen-departemen yang melaksanakan kegiatan utama perusahaan produksi, pemasaran dan keuangan. Setiap orang mempunyai hubungan pelaporan hanya dengan satu atasan (kesatuan perintah). Organisasi Lini dan Staf • Staf merupakan individu atau kelompok yang terdiri dari para ahli dalam struktur organisasi yang fungsi utamanya memberikan saran dan pelayanan kepada fungsi lini. Seperti staf teknis dan pemeliharaan. Ada 2 tipe staf ; • Staf pribadi (asisten), dibentuk untuk memberikan saran, bantuan dan jasa kepada seorang manajer (individual). • Staf spesialis, dibentuk untuk memberikan saran, konsultasi, bantuan dan melayani seluruh lini dan unsur organisasi.
  14. 14. Direktur Manajer Produksi Manajer Pemasaran Manajer Keuangan Organisasi Lini Direktur Staf Penelitan dan pengembangan Staf pembelian Staf Hukum Organisasi Lini Dan Staf Staf Personalia Manajer Keuangan Manajer Produksi Staf Teknis Staf pemeliharaan Manajer Pemasaran Gambar 8.4. Organsasi Lini dan Organisasi Staf
  15. 15. 15 Wewenang lini, staf dan fungsional Wewenang Lini • Wewenang perintah dan secara langsung tercermin sebagai rantai perintah serta diturunkan kebawah melalui tingkatan organisasi. Wewenang Staf • Hak yang dimiliki oleh satuan-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan, memberikan rekomendasi dan konsultasi kepada personalia lini. Bukan berarti memberikan wewenang kepada anggota staf untuk memerintah lini mengerjakan kegiatan tertentu. Wewenang Staf Fungsional • Hubungan kuat yang dimiliki staf dengan satuan-satuan lini. Staf spesialis mempunyai hak untuk memerintah satuan lini sesuai kegiatan fungsional.
  16. 16. Departementalisasi Produk Spesialis Keamanan Scheduling Produksi Departemen Perencanaan dan peleburan + Memungkinkan spesialisasi dalam produk + Melayani kebutuhan pasar geografis yang unik dengan lebih baik - Fungsi rangkap - Dapat merasa terisolasi dari wilayah organisasi lainnya Departemen Pemotongan Departemen Perakitan Departemen Pencelupan dan pengosokan Manajer Pabrik Departemen Finishing Departemen Pengawasan dan pengiriman Gambar 8.5. Bagan Organsasi Dengan Wewenang Fungsional Staf
  17. 17. 17 Sumber Konflik Lini-staf • Perbedaan umur dan pendidikan, biasanya staf yang lebih muda dan lebih berpendidikan sering menimbulkan “generation gap”. • Perbedaan tugas, dimana orang lini lebih teknis dan generalis, sedangkan staf spesialis. • Perbedaan sikap; a) staf cenderung memperluas wewenangnya dan memberikan perintah kepada orang lini untuk memberikan eksistensinya. b) staf merasa paling berjasa untuk gagasan yang diimplementasikan oleh lini, sedangkan lini tidak menghargai peran staf dalam membantu memecahkan masalah-masalahnya. dan c) staf merasa di bawah perintah lini, sebaliknya lini selalu curiga bahwa staf ingin memperluas kekuasaannya. • Perbedaan posisi; manajemen puncak tidak mengkomunikasikan secara jelas wewenang staf dalam hubungannya dengan lini. Karena posisi staf dekat manajemen puncak, sehingga lini cenderung tidak senang dengan hal tersebut.
  18. 18. 18 Delegasi wewenang • Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu.  Delegasi wewenang, yaitu proses dimana para manajer mengalokasikan wewenang ke bawah kepada orang-orang yang melapor kepadanya. Ada 4 (empat) kegiatan delegasi : 1. Menetapkan dan memberikan tujuan dan tugas kepada bawahan 2. Pelimpahan wewenang yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau tugas. 3. Penerima delegasi, baik implisit atau eksplisit, menimbulkan kewajiban dan tanggung jawab. 4. Pendelegasi menerima pertanggung jawaban bawahan untuk hasil-hasil yang dicapai.
  19. 19. 19 Alasan-alasan Pendelegasian • Delegasi dibutuhkan karena manajer tidak selalu mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan. Mereka menguasai “the big picture” tetapi tidak cukup mengerti masalah lebih terperinci. Sehingga organisasi menggunakan sumber daya yang lebih efisien untuk pelaksanaan tugas tertentu didelegasikan kepada tingkatan organisasi yang serendah mungkin dimana terdapat cukup kemampuan dan informasi untuk menyelesaikannya. James Stoner (Delegasi Yang Efektif) -> prinsip klasik 1. Garis wewenang, membuat lebih jelas dan mudah bagi setiap anggota organisasi untuk mengetahui ; a) kepada siapa dia dapat mendelegasikan, b) dari siapa dia akan menerima delegasi dan c) kepada siapa dia harus memberikan pertanggung jawaban. Dalam proses pembuatan garis wewenang dibutuhkan delegasi penuh untuk menghindari terjadinya ; a) gaps, yaitu tugas yang tidak ada penanggung jawabnya, b) overlaps, yaitu tanggung jawab atas tugas yang sama diberikan kepada lebih dari satu orang individu, dan c) splits, yaitu tanggung jawab atas tugas yang sama diberikan lebih dari satu satuan organisasi.
  20. 20. 20 2. Prinsip kesatuan perintah, bawahan dalam organisasi seharusnya melapor hanya kepada seorang atasan. 3. Tanggung jawab, wewenang dan akuntabilitas, seperti yang telah dibahas sebelumnya, prinsip ini menyatakan bahwa a) organisasi dapat menggunakan sumber daya-sumber daya dengan lebih efisien dengan memberikan tanggung jawab untuk tugas-tugas tertentu kepada tingkatan organisasi yang paling cukup kemampuan dan informasi untuk menyelesaikannya. b) konsekuensi peranan tersebut adalah setiap individu dalam organisasi untuk melaksanakan tugas dengan efektif dan diberi wewenang secukupnya dan c) bagian penting adalah akuntabilitas artinya individu setuju untuk menerima tuntutan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas dan mempertanggung jawabkan tugas-tugas yang dilaksanakan bawahannya.
  21. 21. 21 Hambatan-hambatan Delegasi KATEGORI MANAJER BAWAHAN Keputusan • Mempertahankan hak pembuatan keputusan • Kurang percaya diri dan merasa tertekan untuk pembuatan keputusan yang lebih besar. Tanggung jawab • Tidak mempercayai bawahan karena takut salah dan gagal sehingga terancam posisinya • Belum siap menerima tambahan tanggung jawab dan akuntabilitas Kemampuan manajerial • Tidak mempunyai kemampuan manajerial • Mempunyai cukup kemampuan dan informasi untuk menyelesaikannya, namun kurang dipercaya.
  22. 22. 22 Louis Allen (Teknik Khusus Untuk Mendelegasikan) • Penetapan tujuan, bawahan harus diberitahu maksud dan pentingnya tugas-tugas yang didelegasikan kepada mereka. • Penegasan tanggung jawab dan wewenang, bawahan harus diberikan informasi yang jelas tentang apa yang harus mereka pertanggung jawabkan dan bagian dari sumber daya- sumber daya organisasi mana saja yang ditempatkan di bawah wewenangnya. • Memberikan motivasi kepada bawahan, manajer mendorong bawahan melalui perhatian kepada kebutuhan dan tujuan mereka yang sensitif. • Meminta penyelesaian kerja, manajer memberikan pedoman dan informasi kepada bawahan untuk melaksanakan pekerjaan yang telah didelegasikan. • Memberikan latihan, manajer perlu mengarahkan bawahan untuk mengembangkan pelaksanaan kerjanya. • Mengadakan pengawasan yang memadai, sistem pengawasan yang terpercaya (laporan mingguan) dibuat agar manajer tidak perlu menghabiskan waktunya dengan memeriksa pekerjaan bawahan terus-menerus.
  23. 23. 23 Sentralisasi vs desentralisasi Sentralisasi • Pemusatan kekuasaan dan wewenang pada tingkatan atas suatu organisasi. Desentralisasi • Pelimpahan secara meluas kekuasaan dan pembuatan keputusan ke tingkatan-tingkatan organisasi yang lebih rendah. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Desentralisasi 1. Filsafat manajemen, manajer puncak biasanya otoriter dan menginginkan pengawasan pusat yang kuat. Hal ini akan mempengaruhi kesediaan manajemen untuk mendelegasikan wewenangnya. 2. Ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi, suatu organisasi yang tumbuh semakin besar dan kompleks cenderung memaksa manajemen untuk meningkatkan delegasi wewenangnya.
  24. 24. 24 3. Strategi dan lingkungan organisasi, akan mempengaruhi tipe pasar, lingkungan teknologi, dan persaingan yang harus dihadapi. 4. Penyebaran geografis organisasi, suatu organisasi cenderung melakukan desentralisasi, karena pembuatan keputusan akan lebih sesuai dengan kondisi lokal masing-masing. 5. Tersedianya peralatan pengawasan yang efektif, suatu organisasi cenderung melakukan sentralisasi bila manajemen tidak dapat dengan mudah memonitor pelaksanaan kerja bawahannya. 6. Kualitas manajer, desentralisasi memerlukan lebih banyak manajer-manajer yang berkualitas, karena mereka harus membuat keputusan sendiri. 7. Keanekaragaman produk dan jasa, organsasi cenderung melakukan desentralisasi karena keanekaragaman produk atau jasa yang ditawarkan. 8. Karakteristik-karakteristik organisasi lainnya, seperti biaya resiko yang berhubungan dengan pembuatan keputusan, sejarah pertumbuhan organisasi, kemampuan manajemen bawah dan sebagainya.
  25. 25. 25 • Faktor-faktor yang mempengaruhi sentralisasi dan desentralisasi dalam suatu organsiasi, mungkin berbeda dengan divisi/departemen/organisasi/perubahan lingkungan eksternal dan internal. Jadi pendekatan digunakan organisasi adalah mengamati segala kemungkinan yang terjadi (pendekatan situasional).
  26. 26. 26 Terima kasih, Semoga Bermanfaat
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×