FESTIVAL            FORUM KAWASAN TIMUR                INDONESIA VI              Palu - Sulawesi Tengah, 24-25 September 2...
DIREKTUR EKSEKUTIF   KETUA POKJA FORUM KTI                                                                       YAYASAN B...
bagi pelaku pembangunan dari                       meningkatkan hasil yang dicapai di                                     ...
daerah akan menguraikan keber-hasilan mereka dalam menjawabtantangan pembangunan. Akan adajuga diskusi kelompok yang apres...
Pertemuan                                    Pertemuan                                                                    ...
PertemuanForum KTI IMakassar 7 September 2004      Pertemuan pertama ini adalah cikal bakallahirnya Forum Kawasan Timur In...
DEWAN PEMBINA                                                                    ANGGOTAYAYASAN BaKTI                     ...
KOORDINATORWILAYAHFORUM KTIMichael Siahaya                Jonni MarwaAmbon, Maluku                  Manokwari, Papua Barat...
Kriteria Praktik Cerdas                                           BaKTI mulai mengundang                        Ketujuh Pr...
alam itu, waktu terasa sangat      menjadi sangat bergantung pada        lambat merangkak. Suara pria       musim dan peru...
dan beberapa petugas kesehatan                     dengan peserta Tim District Team                   pada pendekatan buda...
dimana pada tahun-tahun sebelumnya          operasional yang mesti dikeluarkan         Lokasi:kematian ibu saat persalinan...
Aku terpakuPada selembar kain tenun ikatYang sangat kusukaiSebagaimana aku mencintai pemberinya:MamaEl TalokPuisi Selembar...
Banyak ibu yang bergabung karena            Selain bekerja di kebun kelompok,     pangan dan pangan lokal melalui Desa    ...
Mbatakapidu jadi termotivasi dan          Yayasan Padang Manjoru. ”Suntikan          Statistik:mulai mencontoh kegiatan me...
erletak 258 kilometer dari Palu,             yang sering memukul”, kisah Jeni,        ibukota Sulawesi Tengah,            ...
penghargaan terhadap alam dan nilai-      Mengobati trauma,                                  pendidikan harmoni Yang perta...
semua guru mereka akrab, begitu pula               Yulianus. ”Saat ini Wahana Visi                        Lokasi:kami deng...
Kita semua terikat dengan laut. Dan saat kita kembali ke laut,apakah itu untuk berlayar atau sekedar melihat -kita akan ke...
KKLD diatur dalam Undang-Undang                  Pengawas (Pokmaswas) bentukan                        memperkenalkan mata ...
arang kelapa dan minyak kelapa. Tak       Lokasi:      Dengan alat tangkap baru, nelayan          hanya di Desa Parak, seb...
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Festival Forum KTI VI - 2012
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Festival Forum KTI VI - 2012

2,878 views
2,749 views

Published on

Buku pengantar acara Festival Forum KTI VI - 2012. Berisi informasi seputar Forum KTI, Profil Praktik Cerdas dan Inspirator yang tampil, agenda, informasi kegiatan dalam Festival tersebut dan sebagainya. Berbentuk sebagai buku agenda dan dibagikan ke seluruh peserta Forum KTI VI - 2012 di Palu, Sulawesi Tengah.

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,878
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
299
Actions
Shares
0
Downloads
77
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Festival Forum KTI VI - 2012

  1. 1. FESTIVAL FORUM KAWASAN TIMUR INDONESIA VI Palu - Sulawesi Tengah, 24-25 September 2012 DILAKSANAKAN ATAS KERJASAMA SULAWESI TENGAH FORUM KTISegenap keluarga besar Forum Kawasan Timur Indonesia dan Yayasan BaKTI mengucapkan terimakasih kepada para pendukung Festival Forum KTI 2012.
  2. 2. DIREKTUR EKSEKUTIF KETUA POKJA FORUM KTI YAYASAN BaKTI Prof. Dr.Ir.Hj.Winarni Monoarfa, MS Caroline Alberthine Tupamahu Selamat datang kepada para Inovator dipublikasikan secara luas oleh berbagai Publik dan Pembaharu Sosial! media yang ada.Para Inovator Publik dan Pembaharu masyarakat yang berhasil menjawabSosial yang saya hormati, tantangan pembangunan dengan Bursa Pengetahuan Kawasan Praktik cerdas yang ditampilkan memanfaatkan aset yang ada di sekitar Timur Indonesia (Yayasan BaKTI) dalam Festival Forum KTI tahun ini telah Selamat datang pada Festival mereka. Sayangnya, banyak dari upaya- resmi beroperasi sebagai Yayasan melalui proses pemilihan yang ketat. Forum Kawasan Timur Indonesia upaya ini belum mengemuka dan dikenal pada tahun 2010. Selain Sejak awal tahun lalu kami telah VI! oleh khalayak luas. Dalam sepuluh tahun memfasilitasi pertukaran pengetahuan mengumpulkan 150 praktik cerdas Selamat datang pada perayaan terakhir sejak Pertemuan Forum KTI tentang pembangunan di KTI, salah satu melalui berbagai media kami. Setelahkeberhasilan masyarakat KTI dalam pertama diadakan, kita telah bertemu fungsi utama Yayasan BaKTI adalah ditampilkan dalam Festival Forum KTI,menjawab tantangan pembangunan banyak tokoh, baik pada skala lokal menjadi sekretariat Forum Kawasan kami akan mendorong proses adopsi dandengan menggunakan aset lokal. maupun nasional bahkan internasional Timur Indonesia. replikasi Praktik Cerdas tersebut agar yang saat ini berhasil dan terus bekerja lebih banyak daerah dapat menjawab Forum KTI telah melaksanakan lima memotivasi masyarakat agar terus Sebagai sekretariat Forum KTI, salah tantangan pembangunan dari contoh-kali pertemuan sejak tahun 2004. Tahun memajukan Indonesia. satu tugas Yayasan BaKTI adalah untuk contoh yang sudah berhasil ini.ini, pada Festival Forum KTI VI, secara memfasilitasi pelaksanaan pertemuankhusus kami menyambut Anda, para Kami ucapkan terimakasih kepada Forum KTI. Pertemuan Forum KTI bagi Kami mengucapkan terima kasihinovator publik dan pembaharu sosial, Yayasan BaKTI yang telah bekerja luar kami adalah sebuah media bertukar kepada semua pihak yang telah membantuuntuk bergabung bersama selama dua hari biasa sebagai Sekretariat Forum KTI, pengetahuan, tukar solusi. Oleh kami dalam pelaksanaan Festival Forumbertukar solusi dalam memanfaatkan aset begitu pula kepada Pemerintah Provinsi karenanya kami selalu menyajikannya KTI VI. Terimakasih kami ucapkanlokal untuk kemajuan masyarakat. Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kota sepositif dan sekreatif mungkin sehingga terutama kepada Pemerintah Provinsi Palu yang memberikan dukungan dan selalu berbeda dan lebih menarik dari Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kota Tahun ini, Pertemuan Forum KTI kerjasama yang apik, serta seluruh pertemuan sebelumnya. Palu atas dukungan yang luar biasa dandikemas dalam bentuk Festival dimana sponsor pendukung penyelenggaraan kerjasama yang apik sejak awal tahun lalu.seluruh pesertanya hadir sebagai inovator Festival Forum KTI tahun 2012. Sejak Pertemuan Forum KTI yang ke-publik untuk mengkontribusikan ide, empat pada tahun 2009 di Makassar, Yayasan BaKTI percaya bahwamimpi dan kepakaran demi kemajuan Inilah persembahan inspirasi dari kami menampilkan berbagai Praktik pertukaran pengetahuan dapat membuatKawasan Timur Indonesia. Dengan rasa Kawasan Timur Indonesia; potensi dan Cerdas yang ada di Kawasan Timur pembangunan di Indonesia menjadi lebihbangga, Forum KTI menjembatani aset lokal yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Ide besarnya adalah untuk efektif. Oleh karenanya kami mendorongberbagai inisiatif mikro dari Kawasan KTI menjadi penopang dan pusat mengubah cara pandang kita terhadap partisipasi aktif dari Ibu / Bapak InovatorTimur Indonesia dengan kebutuhan makro p e r ge ra ka n u n t u k p e m b a n g u n a n Kawasan Timur Indonesia. Sudah Publik dan Pembaharu sosial dalam acarapembangunan Indonesia. berkelanjutan bangsa Indonesia. waktunya mengubah pandangan lama ini. Mudah-mudahan Festival Forum KTI bahwa KTI terbelakang dan miskin, karena VI di Palu ini dapat menjadi ajang pem- Kami percaya, Anda telah dalam perjalanan kami bekerja, kami belajaran maupun ajang tukar solusi bagiberkontribusi pada kemajuan yang terjadi Salam Hormat, menemukan banyak sekali inovasi dan para pelaku pembangunan untukdi sekitar Anda. Dalam perjalanan Forum Prof. Dr.Ir.Hj.Winarni Monoarfa, MS praktik cerdas dari masyarakat KTI yang kemajuan KTI.KTI sebagai sebuah forum tukar solusi, pantang menyerah. Hanya saja inovasikami menemukan banyak sekali upaya dan praktik cerdas ini belum banyak Salam Hormat, didokumentasikan, diketahui, dan Caroline Alberthine Tupamahu
  3. 3. bagi pelaku pembangunan dari meningkatkan hasil yang dicapai di berbagai sektor dan daerah bidang yang sedang dijalani; tercipta berkumpul untuk saling belajar dan hubungan yang baik antar pemerintah berdiskusi tentang isu dan solusi daerah, pemerintah pusat, lembaga untuk pembangunan di kawasan swadaya masyarakat, akademisi, timur Indonesia. sektor swasta, media, dan mitra pembangunan internasional dalam Pertemuan Forum Kawasan proses pembangunan; terangkatnya Timur Indonesia berkembang dari berbagai praktik cerdas tingkat lokal tahun ke tahun. Tahun ini adalah ke tingkat nasional untuk mendorong pertemuan keenam dan dikemas terjadinya replikasi dan/atau adopsi dalam bentuk festival. Kami kembali praktik cerdas oleh para pelaku akan menyajikan sesuatu yang pembangunan pada tingkatan yang berbeda dan menghantarkan lebih lebih luas; dan meningkatnya banyak peluang untuk saling belajar, kreativitas masyarakat Kawasan berjejaring dan membuat perubahan. Timur Indonesia untuk menjawab tantangan pembangunan yang Festival Forum KTI tahun ini dihadapi. b e r t e m a ”M e r a j u t I n s p i r a s i , Persembahan dari Timur untuk Rangkaian kegiatan dalam FESTIVAL Indonesia”. Tujuannya adalah berbagi Festival Forum KTI VI ini akan FORUM KAWASAN TIMUR INDONESIA VI praktik cerdas, pengalaman, dan mencakup presentasi praktik cerdas pembelajaran dari berbagai program- dan curah ide serta pengalaman program pembangunan dari tingkat kreatif para pelaku pembangunan. lokal untuk meningkatkan rasa Ada tiga komponen utama acara kepemilikan, mengharmonisasi, serta Festival Forum KTI VI sebagai berikut. meningkatkan pengelolaan program PERSEMBAHAN DARI TIMUR UNTUK INDONESIA ke arah keberhasilan pembangunan Panggung Inspirasi nasional. Menampilkan Praktik-Praktik Dalam pertemuan ini peserta Cerdas yang menginspirasi dari orum Kawasan Timur mengatasi tantangan-tantangan dapat belajar dan menyerap praktik berbagai daerah di kawasan timur Indonesia kembali merayakan pembangunan yang kerap dihadapi baru sehingga memungkinkan Indonesia. Para praktisi Praktik kemajuan pembangunan di masyarakat Kawasan Timur mereka untuk bekerja lebih efektif dan Cerdas dari berbagai kalangan danKawasan Timur Indonesia tanggal 24- Indonesia.25 September, 2012 di Palu, SulawesiTengah. Acara ini merayakan Forum KTI adalah sebuahkeberhasilan para individu dan jaringan para pelaku kuncikomunitas dalam menjawab pembangunan KTI yang setiap duatantangan pembangunan dengan tahun mengadakan pertemuan untukmeng-gunakan aset lokal dan yang menampilkan berbagai praktik cerdastelah membawa perubahan besar di tingkat lokal dan memberi ruangdaerahnya. Para pembicara dan untuk berbagai jenis interaksi antarseluruh peserta, termasuk Anda, pelaku pembangunan KTI. Pertemuansaling menunjukkan solusi dan saling ini menjadi satu-satunya kesempatanbelajar bagaimana kiat sukses
  4. 4. daerah akan menguraikan keber-hasilan mereka dalam menjawabtantangan pembangunan. Akan adajuga diskusi kelompok yang apresiatifdalam ruang inovasi yang bertujuanmenggali lebih dalam potensi, ide dansolusi dari setiap peserta.Galeri Informasi Galeri informasi adalah ruanguntuk menampilkan berbagai kisahsukses hasil kerja badan pemerintah,mitra pembangunan internasional,LSM lokal, nasional, dan inter-nasional, CSR sektor swasta, dankelompok masyarakat. Selainmempromosikan kegiatan danbertukar pengetahuan, peluang-peluang kerjasama antar berbagaipihak dapat dimulai dari sini Pesta Rakyat aKTI adalah sekretariat Forum Kawasan Timur Indonesia (Foum KTI) dan pelaksana Pertemuan Pesta Rakyat akan diadakan pada Forum KTI. Dalam bekerja, BaKTI mengumpulkan sore hingga malam hari di hari terakhir Praktik Cerdas melalui berbagai cara dan media yang Ferstival Forum KTI. Pesta Rakyat dimiliki, mengadakan seleksi dan verifikasi, kemudian akan menyajikan berbagai kuliner menampilkannya dalam pertemuan Forum KTI. Tidak lokal dan menjadi pementasan berhenti sampai di situ, selepas Pertemuan Forum KTI, budaya dari berbagai daerah di BaKTI aktif mempromosikan melalui berbagai media, kawasan timur Indonesia, terutama termasuk media cetak dan televisi nasional. BaKTI juga daerah Sulawesi Tengah. Tujuan dari mendorong replikasi Praktik Cerdas kepada stakeholder Pesta Rakyat adalah agar masyarakat yang berdasarkan hasil identifikasi BaKTI, memiliki kota Palu khususnya dapat menjadi tantangan pembangunan yang telah dijawab oleh bagian dari proses interaksi regional masyarakat pelaku Praktik Cerdas. yang terjadi di Forum KTI sehingga terbangun kebanggaan dan semangat untuk terus berkarya membangun daerah.
  5. 5. Pertemuan Pertemuan Forum KTI III Forum KTI II Mataram, 27-28 Agustus 2007 Makassar 21-22 November 2005 Dihadiri oleh lebih dari 150 Dihadiri oleh sekitar 90 tokoh peserta termasuk 10 observer dari pelaku pembangunan dari 12 provinsi berbagai lembaga internasional serta di KTI. Pertemuan dibuka oleh sekitar 50 perwakilan Donor/INGO. Menteri PDT Syaifullah Yusuf Salah satu bagian penting dari sekaligus membawakan presentasi Pertemuan Forum KTI III adalah dan berdiskusi dengan peserta. hadirnya duabelas perwakilan kepala Pertemuan ini merumuskan visi danPertemuan Pertemuan pemerintahan dari 12 provinsi yang misi Forum KTI dan membentukForum KTI V Forum KTI IV melalui kesempatan ini berdiskusi Kelompok Kerja Forum KTI yang Makassar, 4-5 Agustus 2009 dengan perwakilan Donor dan pihak beranggotakan 12 tokoh perwakilan Dilaksanakan di Swiss-belhotel Swasta dalam Pertemuan Forum dari 12 provinsi di KTI yang diketuaiAmbon, tanggal 1-2 November 2010 Ini merupakan pertemuan Kepala Daerah. Forum inilah yang o l e h M a r w a h D a u d I b ra h i m .dan dibuka secara resmi oleh pertama yang dilaksanakan dengan menjadi cikal bakal terbentuknya Sebanyak12 Koordinator Forum KTIGubernur Maluku, Karel Albert format dan pendekatan baru, yaitu Forum Kepala Bappeda Provinsi se Wilayah untuk setiap provinsi di KTIRalahalu. Pertemuan ini didukung menampilkan 12 praktik cerdas KTI. Pertemuan Forum KTI III dipilih dalam pertemuan ini. Pertamaoleh 16 institusi termasuk Pemerintah dengan visualisasi film dan seni menghasilkan Deklarasi Mataram kalinya dilaksanakan Pameran yangProvinsi Maluku dan Pemerintah kota teatrikal sehingga presentasi menjadi yang memuat antara lain komitmen dirangkaikan dengan AcaraAmbon sebagai mitra dan sponsor jauh lebih menarik, lebih hidup, dan para pelaku pembangunan di KTI pertemuan Forum dan diikuti oleh 20pelaksana. Tak kurang dari 250 membangkitkan antusiasme peserta. untuk mendukung dan ikut peserta.peserta dari berbagai kalangan dan Dilaksanakan di Hotel Clarion mensukseskan Program Nasionaldaerah hadir dalam acara ini. Makassar, tanggal 4-5 Agustus 2009 Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).Sebanyak 14 pembicara, yang terdiri dan dihadiri oleh sekitar 150 peserta. Pada pertemuan ini juga diumumkandari enam pelaku Praktik Cerdas dan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul lima pemenang Kompetisi Inovasidelapan inspirator berbagi kisah Ya s i n L i m p o y a n g m e m b u k a KTI. Sebanyak duabelas finalismenggugah dan inspiratif bagi para pertemuan Forum KTI IV 2009. terpilih melalui proses seleksi tigapeserta. Konsep acara bernuansa Terpilih 12 orang anggota Kelompok bulan sebelumnya. Limapetualangan mencari harta karun Kerja Forum KTI yang baru dan l e m b a g a /p r o y e k p e m e n a n gmembawa semangat yang berbeda Winarni Monoarfa dipilih sebagai mendapatkan penghargaan berupabagi seluruh peserta dan presenter Ketua Kelompok Kerja Forum KTI bantuan dana pelaksanaan kegiatansehingga acara menjadi lebih hidup, menggantikan Marwah Daud inovatif.berkesan, dan menyenangkan. Hal ini Ibrahim.terungkap dari tanggapan pesertadan juga dari talkshow yang meng-hadirkan beberapa wakil MitraInternasional. Pertemuan ditutupoleh Wakil Menteri Perindustrian RI,Alex Retraubun, yang menyatakanbahwa Kementrian Perindustriansangat terbuka bagi kehadiran ForumKTI untuk bersama-sama memajukanKawasan Timur Indonesia.
  6. 6. PertemuanForum KTI IMakassar 7 September 2004 Pertemuan pertama ini adalah cikal bakallahirnya Forum Kawasan Timur Indonesia. Sebanyak26 tokoh hadir dalam pertemuan antara lain Willi Fo r u m K awa s a n Ti m u r M a k a s s a r. B a K T I a d a l a h p u s a tToisuta, Barnabas Suebu, La Ode Ida, Mansyur Ramli, Indonesia adalah sebuah pengetahuan dan pertukaran informasiAnhar Gonggong, dan Lies Marantika. Rekomendasi jaringan independen dari para pembangunan di Kawasan Timur pemangku kepentingan kunci yang aktif Indonesia, yang mencakup Papua,yang dihasilkan pertemuan ini antara lain adalah mendorong dan mengembangkan Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.membentuk fasilitas Eastern Indonesia Knowledge kemitraan multi-stakeholder dan inovasi BaKTI mendukung kerja para stakeholderExchange yang kemudian dikenal sebagai BaKTI, sosial untuk mengatasi berbagai pembangunan agar lebih efektif.mendesain Program Papua PEACH yang hingga saat tantangan pembangunan di Kawasan BaKTI adalah sekretariat Forumini telah direplikasi Timur Indonesia. Anggota Forum adalah Kawasan Timur Indonesia dan para pembaharu dari pemerintah daerah, memfasilitasi aktivitas pertukaran pemerintah pusat, anggota legislatif, pengetahuan seperti Pertemuan Forum akademisi, LSM, sektor swasta, mitra Kawasan Timur Indonesia, Diskusi pembangunan internasional, dan anggota Regional, dan sub-jaringan di bawah kelompok masyarakat lainnya. Forum ini Forum Kawasan Timur Indonesia. memiliki dua sub forum: Forum Kepala BAPPEDA Provinsi se-Kawasan Timur Sebagai sekretariat Forum KTI, Indonesia, yang berfokus meningkatkan BaKTI mengumpulkan praktik cerdas, keterhubungan antara perencanaan di melakukan proses seleksi dan verifikasi , tingkat provinsi dan nasional, dan Jaringan dan menampilkannya dalam Pertemuan Peneliti Kawasan Timur Indonesia (JiKTI), Forum KTI. Setelah Pertemuan Forum KTI, yang berfokus meningkatkan BaKTI secara aktif terus mempromosikan pemanfaatan penelitian lokal bagi para Praktik Cerdas terpilih ke jaringan pengambil kebijakan. nasional, lokal, dan media BaKTI. BaKTI juga mendorong replikasi Praktik Cerdas BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan kepada para stakeholder yang Timur Indonesia) adalah sebuah menghadapi situasi dan tantangan yang organisasi independen berkedudukan di serupa.
  7. 7. DEWAN PEMBINA ANGGOTAYAYASAN BaKTI POKJA FORUM KTIDr. Ir. Alex SW Retraubun, Msc Ir. Jan Pieter Karafir, M.Ec Prof. Dr. Ir. Rene Charles Kepel, DEAWakil Menteri Perindustrian Republik Mantan Rektor Universitas Negeri Universitas Sam Ratulangi Drs. Samuel J. Renyaan, M.ScIndonesia pada Kabinet Bersatu II, Papua (UNIPA), Manokwari, Papua Manado, Sulawesi Utara Universitas Cendrawasih Papuasebelumnya Dirjen Kelautan, Pesisir Barat, Dekan Fakultas Ekonomi UNIP Jayapura, Papuadan Pulau-Pulau Kecil pada dan Bupati Kabupaten Jayapura Prof. DR. Hj. Winarni Monoarfa, MSKementerian Kelautan dan Perikanan (1999-2001) Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo dr. Hesina Johana HuliselanRepublik Indonesia Kota Gorontalo, Gorontalo Kepala Rumah Sakit Sumber Hidup Ambon, Maluku Prof. DR. Ir. Hj. Winarni Monoarfa, MS H. M. Husni Muadz, PhDErna Witoelar Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Pusat Penelitian Bahasa dan Rusdi MasturaMantan Menteri Permukiman dan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Forum Kebudayaan Universitas Mataram, Walikota PaluPrasarana Wilayah periode Kawasan Timur Indonesia, Koordinator Mataram, Nusa Tenggara Barat Palu, Sulawesi Tengah1999 - 2001 dan Mantan Duta Besar Forum Kepala BAPPEDA se-KTI, Guru hmuadz@yahoo.comKhusus PBB untuk MDGs di Asia Besar pada Fakultas Perikanan dan IlmuPasifik (2003-2007) Kelautan, Universitas Hasanuddin Prof. DR. Mien Ratoe Oedjoe, M.Pd K.H.Syibli Sahabuddin Pusat Penelitian UNDANA DPD RI Kupang, Nusa Tenggara Timur Mamuju, Sulawesi BaratDr. Marwah Daud IbrahimDirektur Komunikasi Habibie Centre, Willi Toisuta, Ph.D. Dr. Ivan A. HadarMantan Sekretaris Umum Ikatan Tokoh Pendidikan, Penasihat Forum Direktur Pusat DIAHI Maluku Utara Ir. H. La Sara, Msi, PhDCendekiawan Muslim Indonesia Asosiasi Sekolah Tinggi dan Universitas Jakarta Kendari, Sulawesi Tenggara(ICMI) Kristen Ekumenis Internasional (1996- 2000), Wakil Ketua Komisi Lembaga Dr. Suriel Mofu, M.Phil Madjid Sallatu, MA Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Negeri Papua Makassar, Sulawesi SelatanDrs. M.J. Papilaja, MS Salatiga, Jawa Tengah. Manokwari, Papua BaratMantan Walikota Ambon, Mantan .Ketua DPRD Kota Ambon periode1999-2001, Dosen Fakultas Ekonomi,Universitas Pattimura, AmbonFary Djemy FrancisAnggota DPR RI periode 2009 - 2014,dan Direktur INCREASE
  8. 8. KOORDINATORWILAYAHFORUM KTIMichael Siahaya Jonni MarwaAmbon, Maluku Manokwari, Papua Baratmichaelsiahaya@yahoo.com marwa_jonni@yahoo.comDrs. Diagusta B. Randa, Msi Muhammad FadjarMakassar, Sulawesi Selatan Kendari, Sulawesi Tenggaraagusta_randa@yahoo.com sorume80@yahoo.co.idAbdul Aziz Marsaoly Jhon Julius BoekorsjomTernate, Maluku Utara Jayapura Papuapusatdiahi@gmail.com jboekorsjom@yahoo.comazizmarsaoly@gmail.com Ir. Aryanto Husain, MPMaharani Kota Gorontalo, GorontaloMataram, Nusa Tenggara Barat ariie04@yahoo.commaha_prof80@yahoo.co.id Darma Gunawan/ AldisyarJohannes Melky Subani Palu, Sulawesi TengahKupang, Nusa Tenggara Timur aldisyar.14@gmail.comjohnsekber@yahoo.com aldisyar@live.comjs.kupang@gmail.comjmelky_subani@plasa.com Saifuddin, M.AgVivi George Polewali Mandar, Sulawesi Barat raktik Cerdas (Smart Practices) semakin mendapat tempatManado Sulawesi Utara puddin.saifuddin@yahoo.co.id sebagai model pembangunan sosial yang memberigeorge_vivi@hotmail.com dampak kuat dalam membangkitkan antusiasmeviviteskri_g@yahoo.co.uk masyarakat untuk menularkan gagasan-gagasan inovatif mereka. Menawarkan solusi cerdas dipandang sebagai langkah efektif yang strategis ketimbang menghadirkan sejumlah teori dan rencana pembangunan yang rumit dan sulit diterapkan. Oleh karena itu BaKTI mengidentifikasi, mendokumentasi dan mempromosikan untuk mendorong replikasi dan adopsi dari keduabelas praktik cerdas yang terpilih di KTI (meliputi 12 provinsi di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua).
  9. 9. Kriteria Praktik Cerdas BaKTI mulai mengundang Ketujuh Praktik Cerdas mewakili berbagai pihak untuk mengajukan solusi atas beberapa isu yang palingInovatif. Merupakan inisiatif yang baru atau bisa juga praktik cerdas pada awal tahun ini dan banyak dihadapi di Kawasan Timurmerupakan hasil replikasi dari daerah lain tetapi telah kami menerima banyak sekali Indonesia saat ini. Praktik-praktikdisesuaikan dengan kondisi setempat. nominasi yang kami seleksi melalui Cerdas tersebut adalah Nonggup tiga tahap termasuk verifikasi. Kami Solusi Ekonomi Mandiri dari BovenPartisipatif. Setidaknya melibatkan dua pemangku kemudian mengunjungi ketujuh Digoel, Papua; Rumah Tunggu,kepentingan tingkat lokal dan berdasarkan kebutuhan finalis di lokasi masing-masing untuk Kehamilan dan Kelahiran yang Lebihmasyarakat. bertemu dengan para stakeholder Aman dari Maluku Tenggara Barat; dan menyaksikan kerja luar biasa Pendidikan Harmoni, MenyebarkanBerlanjut. Kegiatan telah dilakukan setidaknya dua tahun mereka. Terimakasih kepada seluruh Perdamaian Dari Sekolah ke Sekolahdan masih berlangsung saat ini disertai rencana untuk nominator Praktik Cerdas – proses dari Sulawesi Tengah; Menenundilanjutkan di waktu yang akan datang. Kegiatan juga bisa seleksi (sebagaimana biasanya) Pe l e s t a r i a n L i n g k u n g a n d a ndapat terus berjalan dengan pendanaan mandiri dari sangat sulit, namun kami berharap Penguatan Perempuan dari Sumba,masyarakat. Praktik Cerdas 2012 menginspirasi NTT; Wilayah Konservasi Laut Desa, dan bahkan memberi percikan ide Membatasi Daerah PenangkapanAkuntabel. Kegiatan bersifat akuntabel dan transparan bagi Anda untuk melakukan hal luar Ikan dari Kepulauan Selayar, Sulawesibagi seluruh pihak, termasuk masyarakat, tanpa biasa bagi komunitas Anda. Selatan; Data Membuka Mata danterkecuali. Hati Pembangunan Efektif dari Terimakasih juga pada seluruh Polewali, Mandar, Sulawesi Barat;Berpihak pada rakyat miskin dan berkeadilan gender. praktisi Praktik Cerdas 2012 yang dan Transfer Pengetahuan Dari GengKegiatan dapat memberi manfaat kepada masyarakat te l a h m e n e r i m a d e n ga n b a i k Motor Anak Muda ke Masyarakatmiskin serta berdampak dan dikerjakan dengan prinsip- kehadiran kami dan menjawab NTT, NTT.prinsip kesetaraan gender. seluruh pertanyaan kami tentang kehidupan dan kegiatan mereka!.
  10. 10. alam itu, waktu terasa sangat menjadi sangat bergantung pada lambat merangkak. Suara pria musim dan perubahannya. Akibatnya, dari telepon genggamnya pada musim-musim tertentu, sebagian terdengar panik, ”Ibu, katong besar masyarakat akan terisolir totalmau datang secepatnya seperti apa? atau harus membayar biayaOmbak sebesar ini mau menyeberang transportasi yang sangat mahal untuklaut! Kita juga takut mati, ibu!” Suzana dapat bepergian. Tidak sedikit korbanPattiasina merasa tangannya gemetar. yang timbul akibat kapal tenggelam”Kondisinya bagaimana pak?”, tanya atau terkatung-katung di laut hingga keSuzana ”Ketuban sudah pecah, ibu. perairan Australia dan Selandia Baru.Bayinya seperti sudah mau keluar”,suara Bapak di seberang jaringan Dilema layanan kesehatantelepon berusaha tenang. Larat, desa di pulau keciltempat Suzana bertugas sebagai KepalaPuskesmas berjarak satu jam dengan Sebagai seorang bidan yangperahu dari desa itu. Tapi dengan bertugas di pulau kecil sepertikondisi laut yang sedang bergelora, Yamdena, Suzana merasakan betulhampir mustahil ibu yang sedang bagaimana faktor cuaca dan keter-mempertaruhkan nyawa ini bisa segera isolasian geografis mempengaruhiia tolong. ”Memang luar biasa jauh pelayanan kesehatan yang ia lakukan. Iaperbedaan antara proses persalinan di teringat pengalaman rekan kerjanya,kota besar dengan daerah kami yang S a r l i n a , s a a t p e ra h u ya n g d i -terpencil ini”, bisiknya dalam hati. t u m p a n g i nya te n g ge l a m d a l a m perjalanan tugas dari Seira ke Saumlaki. Sebagai sebuah provinsi ”Sarlina sangat trauma karena saatkepulauan, 90 persen wilayah Maluku tenggelam ia sudah tidak bisa melihatadalah lautan dan 559 kepulauan. siapa pun yang bisa menolong. SayaDengan kondisi geografis seperti ini, sangat bersyukur sampai saat ini rekanmasyarakat di kepulauan Maluku ia masih diizinkan untuk tetap hidup”,sangat mengandalkan transportasi laut kenang Suzana.sebagai penghubung utama dan bahkansatu-satunya bagi ke-banyakan pulau Apa yang dialami Bidan Suzanakecil di sana. Ditambah kondisi cuaca dan Bidan Sarlina juga dirasakan olehyang tidak menentu, akses untuk Kepala Puskesmas Seira, Walowahanimemenuhi pelayanan dasar publik, Adriaan. ”Sering kali kami harustermasuk pelayanan kesehatan, menempuh perjalanan laut dalammenjadi tantangan tersendiri. cuaca buruk, atau sebaliknya pasien rujukan harus mengambil resiko Kabupaten Maluku Tenggara Barat berlipat ganda melawan badai di laut(MTB), tempat Bidan Suzana bertugas, demi menyelamatka nyawa. Inilahmemiliki luas 53.521 kilometer persegi dilema kami bertugas di daerahdengan 88 persen wilayah laut. kepulauan”, ungkap Walowahani.Kabupaten MTB berada di antara LautBanda dan Laut Arafura membuat Tidak hanya terjadi di laut, kendalatransportasi laut bagi sekitar 105 ribu transportasi darat pun sama beratnya.masyarakat yang hidup 57 pulau Suzana mengenang pengalaman saat ia
  11. 11. dan beberapa petugas kesehatan dengan peserta Tim District Team pada pendekatan budaya, kekeluargaan prosedur yang tepat. Pedoman Rumahmenempuh perjalanan darat ke sebuah Problem Solving (DTPS) Kabupaten dan agama”, jelas Dr. Juliana. “Dalam Tunggu juga mengatur masa waktudesa yang berjarak 60 kilometer. Di MTB, Kepala Puskesmas, dan Camat budaya masyarakat di Yamdena, dikenal untuk menggunakan Rumah Tunggu,tengah jalan, ban mobil ambulans yang untuk menetapkan Kecamatan Selaru konsep Duan Lolat, yaitu masyarakat yakni sekitar satu hingga dua minggu.ditumpangi pecah. Perjalanan pun s e b a g a i m o d e l R u m a h Tu n g g u merasa lebih nyaman untuk tinggal di Prioritas juga diberikan kepada ibudilanjutkan dengan berjalan kaki pertama. rumah kerabat atau rumah saudaranya hamil yang berdomisili di daerahmelewati hutan belantara. ”Walaupun atau bahkan di rumah orang yang dengan akses transportasi terbatas.hujan turun sangat deras, kami tetap Dua tahun pasca penerapan memiliki satu bahasa. Demikianlahb e r j a l a n , ka re n a s u d a h j a d wa l pendekatan gugus pulau, lahirlah ide Rumah Tunggu yang digunakan adalah Perubahan pascakunjungan petugas kesehatan”, tutur Rumah Tunggu untuk menangani ibu milik anggota masyarakat agar ibu hadirnya Rumah TungguSuzanna sambil tersenyum. Senyum hamil beresiko di pulau-pulau kecil hamil dapat merasa lebih betah,” lanjutramah tak pernah lepas dari wajahnya, dalam wilayah Kabupaten MTB. Dr. Juliana. Rumah Tunggu pertama kaliwalau tempat tugasnya berjarak 120 Rumah Tunggu adalah rumah yang didirikan di Kecamatan Selaru. Saat itukilometer dari Saumlaki, ibukota disediakan oleh masyarakat bagi ibu Konsep Duan Lolat, dimana daerah ini mengalami angka kematianKabupaten Maluku Tenggara Barat, hamil beresiko untuk menjadi tempat keluarga atau kerabat membiayai biaya ibu dan bayi yang cukup tinggi.yang memiliki fasilitas kesehatan lebih menunggu persalinan. Layanan yang pernikahan salah seorang anggota Sebanyak 5 ibu dan 27 bayi meninggalbaik. disediakan di Rumah Tunggu meliputi keluarga, juga dimanfaatkan untuk dari tahun 2005 hingga 2007 saja. layanan persalinan, pemeriksaan pengembangan biaya operasional Sejak kehadiran Rumah Tunggu di Karena akses kesehatan yang laboratorium, imunisasi ibu dan bayi Rumah Tunggu. ”Sekarang masyarakat Selaru, angkat kematian bayi menuruncukup memadai di Pulau Yamdena baru lahir, pemeriksaan ibu dan anak diajak menggunakan Duan Lolat untuk hingga setengahnya di tahun 2009.berada di ibukota kabupaten, Saumlaki, pasca melahirkan, serta pemeriksaan membiayai keluarga mereka yangpasien dengan komplikasi termasuk ibu antenatal. Rumah Tunggu juga sedang dirawat di Rumah Tunggu”, Kehadiran Rumah Tunggu terbuktihamil beresiko harus melakukan dilengkapi fasilitas ambulans dan tutur Dr. Juliana. Penerapan budaya membantu dalam menolong ibu yangperjalanan jauh. Lima tahun lalu, angka akomodasi serta jasa konsumsi, setempat dalam mengelola program beresiko tinggi melakukan persalinankematian ibu hamil masih terbilang p e r l e n g ka p a n m a n d i , d a n p e r - Rumah Tunggu ini turut meringakan dengan selamat. Angka kematian ibutinggi di Kabupaten MTB. Tahun 2007 lengkapan mencuci bagi satu orang beban pemerintah. ”Dana yang menurun demikian pula denganjumlah Angka Kematian Ibu (AKI) penunggu. dilaokasikan Pemerintah Kabupaten kematian bayi yang baru dilahirkan.mencapai 21 per 10.000 kelahiran kemudian lebih difokuskan pada biayahidup. Dengan penduduk di pulau rata- ”Rumah Tunggu dibuat untuk operasional Rumah Tunggu selama ”Melihat keberhasilan ini, padarata 10.000 maka rasio angka kematian mengatasi persoalan Tiga Terlambat digunakan oleh ibu hamil. Masyarakat November 2011, kami mendirikan satuibu ini menjadi cukup tinggi. yaitu terlambat untuk mengetahui berkontribusi pada biaya peme- Rumah Tunggu lagi di Seira dan pada persoalan, terlambat merujuk dan liharaannya”, jelas Dr. Juliana. awal 2012 kami mendirikan di Larat”,Melawan badai dengan terlambat penanganan. Tiga Terlambat jelas Dr. Juliana yang juga telahRumah Tunggu inilah yang paling banyak menyebabkan Untuk mengoptimalkan mereplikasi Kemitraan Bidan dan ibu hamil meninggal dunia,” ujar Dr. pengelolaan Rumah Tunggu dan agar Dukun, sebuah Praktik Cerdas dari Pada November 2007 pemerintah Juliana Ratuanak, Kepala Dinas praktik ini dapat lebih mudah direplikasi Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.Kabupaten MTB bersama UNICEF Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara di daerah lain, sebuah Pedoman Rumah Dalam Kemitraan Bidan dan Dukun,mengembangkan program pelayanan Barat. Tunggu dibuat pada tahun 2007. sebuah persalinan ditangani secarakesehatan mandiri dengan pola Pedoman Rumah Tunggu ini memuat medis oleh Bidan dan dukungan psikispendekatan gugus pulau. Dengan Karena rumah yang menjadi i n f o r m a s i t e n t a n g p e r s ya ra t a n dan spiritual diberikan oleh seorangpendekatan ini, Kabupaten MTB R u m a h Tu n g g u a d a l a h m i l i k penetapan rumah tunggu, kriteria ibu dukun.membagi wilayah pelayanannya ke masyarakat, tentu saja partisipasi aktif hamil beresiko dan alokasi biayadalam dua gugus besar yaitu Gugus masyarakat menjadi kunci utama operasional. Kriteria ibu hamil beresiko Hingga pertengahan tahun 2012,Tanimbar Selatan dan Tanimbar Utara. pelayanan yang diberikan pun disusun agar sang ibu tidak ada lagi ibu yang meninggal dalamSetahun kemudian diadakan kerja RumahTunggu. ”Kekuatan sosialisasi mendapatkan prioritas pertolongan proses persalinan di Selaru. Di Seira,kelompok Gugus Pulau di Saumlaki dan mobilisasi Rumah Tunggu adalah perama di Rumah Tunggu dengan terjadi satu kali kejadian ibu meninggal
  12. 12. dimana pada tahun-tahun sebelumnya operasional yang mesti dikeluarkan Lokasi:kematian ibu saat persalinan dalam selama ibu hamil menginap di Rumah Rumah Tunggu beroperasi di Negeri Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, dan Negerisetahun rata-rata 3 bahkan 4 jiwa. Tunggu termasuk salah satu di antaranya. Seira serta Negeri Batu Putih, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Maluku TenggaraRumah Tunggu di Larat yang baru ”Butuh kerjasama yang apik antara Barat, Provinsi Malukuberoperasi 8 bulan telah melayani pemerintah dan masyarakat sendiri”,persalinan dari 14 ibu hamil dengan tutur Suzana yang melihat perubahan Kontak person:resiko tinggi. Semua proses persalinan yang terjadi dan merasakan dampak Dr. Juliana Ratuanakdi Rumah Tunggu di Larat dapat positif kehadiran Rumah Tunggu. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Maluku Tenggara Baratditangani dengan baik. HP 082197695596 Bidan Suzana, Bidan Sarlina, · Suzana Pattiasina Terjadi penurunan angka kejadian Walowahani Adriaan, dan Dr. Juliana Kepala Puskesmas Larat, Kec. Tanimbar Utaraibu meninggal saat melahirkan di bisa lebih berlega hati sekarang walau HP 081382781901Kabupaten Maluku Tenggara Barat menyadari perjuangan mereka belum · Nel Pulaleanmulai dari tahun 2007 hingga 2011 dari 21 selesai. Sebagai tenaga kesehatan yang Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kab. Maluku Tenggaraorang menjadi 10 orang. Demikian pula ditempatkan di daerah terpencil dan Barat HP 082199653626dengan kematian bayi yang pada tahun daerah yang kurang diminati, mereka2007 mencapai 74 kasus menurun tahu bahwa mereka tetap harus Jumlah yang terkena dampak:menjadi 27 kasus di tahun 2012. mempertaruhkan nyawa mereka setiap 105.394 jiwa di 57 pulau dalam wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat kali pergi bertugas. Salah satu perubahan yang baik Statistik:pasca kehadiran Rumah Tunggu adalah “Ini adalah panggilan saya dan · Angka kematian bayi di Indonesia per tahun 2010 adalah 34 per 1.000meningkatnya kesadaran masyarakat sudah menjadi konsekuensi jika harus kelahiran hidup. Target Pembangunan Millenium pada tahun 2015untuk menggunakan fasilitas mengabdi ke daerah terpencil”, ucap Dr. mengharapkan angka ini dapat diturunkan menjadi 32 per 1.000kesehatan. ”Konsep pendekatan Juliana. ”Namun kebahagiaan yang ada kelahiran hidupbudaya dan agama memang sangat di hati saya adalah bukan karena sayamengena di masyarakat. Saat ini mendapatkan sesuatu, tapi karena telah · Angka kematian ibu di Indonesia per tahun 2010 adalah 228semakin banyak ibu hamil yang ingin memberi sesuatu, terutama bagi per 1.000 kelahiran hidup. Target Pembangunanmelahirkan datang ke Rumah Tunggu mereka yang sulit. Senyuman mereka Millenium adalah 102 per 1.000 kelahiran hidup.atau Puskesmas, terutama ibu-ibu yang sudah mem-bahagiakan hati saya,”tidak memiliki biaya untuk per- imbuh Dr. Juliana sambil tersenyum. · Hingga Juni 2011, terdapat 9.113 Puskesmas untuksalinannya”, jelas Suzana. Perjuangannya bersama petugas melayani 237.641.326 penduduk Indonesia. Ini berarti kesehatan dan ibu-ibu di Yamdena kini hanya terdapat 4 Puskesmas bagi 100.000 penduduk. Menyikapi meningkatnya jumlah semakin bermakna. Semoga tidak adaibu yang rutin memeriksakan kehamilan lagi ibu hamil yang terlambat ditolong, · Hingga akhir 2010 sebanyak 25.333 Dokter dan 96.551dan siring dengan perluasan layanan karena telah secercah harapan yang Bidan melayani di 76.613 Desa dan Kelurahan diRumah Tunggu ke tiga lokasi di menunggu mereka di Rumah Tunggu. Indonesia. Jumlah ini tidak merata di seluruh wilayahYamdena, kini Rumah Tunggu memiliki Indonesia. (Sumber: Kondisi Data dan Derajat Kesehatandua pusat rujukan. Untuk gugus Indonesia tahun 2010 – Kementerian Kesehatan RepublikTanimbar Selatan pusat rujukan adalah Indonesia)RSUD PP Margreti, sedangkan gugusTanimbar Utara di Puskesmas Larat. · Walaupun dengan kondisi seperti ini, tingkat kematian ibu melahirkan berhasil dikurangi sebanyak 58 persenRumah Tunggu periode 1990-2007, sementara tingkat kematian bayiuntuk Masa Depan berkurang sekitar 50 persen pada periode yang sama (Laporan Menteri Kesehatan pada Badan Kesehatan Keberhasilan Rumah Tunggu masih PBB, WHO tahun 2010).diselimuti tantangan. Besarnya biaya
  13. 13. Aku terpakuPada selembar kain tenun ikatYang sangat kusukaiSebagaimana aku mencintai pemberinya:MamaEl TalokPuisi Selembar Kain Tenun Ikat Mama idak hanya menjadi busana yang jarang dilakukan seiring dengan melindungi tubuh, kain tenun langkanya pohon kambu dan wora. ikat bagi masyarakat NTT Marlina Rambu Meha mulai kuatir. adalah pelengkap ritual adat Sebagai seorang pendatang diyang berkaitan dengan daur hidup Mbatakapidu, ia menangkap potensimanusia, mulai dari lahir, menikah, luar biasa ibu Konda Ngguna. Di sisi lain,hingga meninggal. Kain tenun juga ibu-ibu lain di desa itu lebih banyakmenggambarkan mitos dan lambang menyibukkan diri di rumah dan kebunsuku yang diagungkan masyarakat NTT masing-masing, tidak lagi menenun. Awal tahun 2000 Konda Ngguna ”Saya langsung tertarik untukmungkin satu-satunya ibu yang dapat mengajak ibu Konda Nggunamenggambar pola motif tenun ikat membentuk kelompok tenun. Berkali-Sumba di kampungnya, Mbatakapidu, ka li s aya d a n s u am i be ru s ah aKecamatan Kota Waingapu, Kabupaten meyakinkan ibu Konda dan suaminyaSumba Timur. Keterampilan yang agar mau berbagi ilmu menenun denganterbilang langka ini pun adalah warisan ibu-ibu lain sampai akhirnya mendapatpenting dari ibu dan nenek Konda. restu”, ungkap Marlina. Pada awal berdiri duabelas tahun lalu, Kelompok Bagi Konda Ngguna, menenun Wanita Tani (KWT) Tapawala Badiadalah cinta. Cinta pada Sang Pencipta, hanya beranggotakan empat orang. Duacinta pada Sumba, dan cinta untuk tahun kelompok ini belajar menenunkeluarga dan kerabat yang akan sampai akhirnya menarik perhatian ibu-memakai kain-kain tenun buah ibu lain untuk bergabung.tangannya. Mungkin seperti itu pulamenenun bagi para wanita Sumba yang ”Dulu saya hanya sering singgah dimengakrabi benang, kabokul rumah kelompok sepulang menjemput( m e n g g u l u n g b e n a n g) , w a n g g i anak sekolah. Satu waktu saya tergerak(pembentang), daun wora (pohon nila), untuk membantu mencatat hasildan akar pohon kambu (mengkudu) p e r t e m u a n ” , ke n a n g N u r A i n i ,untuk memberi warna biru dan merah. Bendahara KWT Tapawala Badi. Ia mengaku tertarik bergabung dengan Sayang sekali, belakangan ini kelompok ini karena bisa menerapkandengan semakin banyaknya pilihan ilmu yang diperolehnya dari bangkutekstil dari pabrik dengan beragam sekolah. Awalnya, jumlah anggota KWTcorak dan warna yang menarik, Tapawala Badi bertambah sedikit demiketerampilan menenun semakin jarang sedikit hingga mencapai 26 orang didiminati. Menenun menjadi semakin akhir tahun 2011.
  14. 14. Banyak ibu yang bergabung karena Selain bekerja di kebun kelompok, pangan dan pangan lokal melalui Desa sudah tamat SMA”, jelas Nur Aini yangtergiur dengan banyaknya bantuan dari mereka juga bekerja bersama di kebun- Mandiri Pangan Desa Sejahtera. Tujuan bangga bisa membuka jalan bagiberbagai program yang disalurkan kebun pribadi milik anggota. Dengan program ini adalah mewujudkan anaknya untuk melanjutkan sekolah kemelalui kelompok. ”Anggota baru wajib demikian beban untuk mengurus kebun kedaulatan pangan melalui diversifikasi perguruan tinggi. Sebagai perluasan,mengikuti kegiatan belajar bersama masing-masing pun dipikul bersama. pangan dan perubahan kebijakan. sejak awal 2012, program tabungandulu selama satu tahun baru setelah itu ”Kami tertarik belajar pertanian karena pendidikan yang digagas KWTbisa terima bantuan dari program ada pengetahuan baru yang bisa kami Menabung untuk Tapawala Badi juga bisa diikuti olehpemerintah yang disalurkan lewat pakai untuk meningkatkan hasil kebun”, pendidikan anak orang lain yang bukan anggota.kelompok”, jelas Marlina. Peraturan ini ungkap Konda.diterapkan agar semangat untuk belajar Menabung mungkin hal yang terdengar Selain tabungan untuk pendidikan,tetap menjadi motivasi utama dan Jadilah kelompok ini memperluas biasa. Namun kebiasaan menabung di kelompok ini juga menyisihkan untukperekat nomor satu bagi ibu-ibu dalam fokus belajar dan kerja mereka dari bank sesungguhnya adalah hal yang a s u ra n s i ke s e h a t a n . A s u ra n s ikelompok. ”Apalagi nama kelompok ini menenun ke kegiatan pertanian. ”Sejak baru bagi ibu-ibu di Mbatakapidu. kesehatan yang dimaksudkan adalahadalah Tapawala Badi yang artinya menjadi penyuluh yang mendampingi ”Untuk memenuhi biaya keperluan di biaya yang dikumpulkan kolektif secaramelihat dan sadar. Kita harus jadikan itu kelompok ini, saya melihat masa depan, biasanya kami memelihara reguler untuk diberikan kepada anggotadasar supaya terus mau belajar”, imbuh perkembangan KWT yang awalnya ternak. Jika nanti diperlukan, misalnya yang sakit dan dirawat di rumah sakit.Marlina penuh semangat. belajar menenun kini telah menambah untuk bayar sekolah anak, barulah kami ”Sekarang kami tidak lagi meminjam keterampilan dan pengetahuan dalam jual ternak itu”, tutur Nur Aini yang uang di rentenir jika butuh biayaDari menenun bertani, khususnya tanaman pangan mengaku dahulu banyak ibu yang berobat di rumah sakit”, jelas Nur Aini.ke melestarikan lokal”, jelas Semuel Muni, Petugas Balai berutang pada rentenir karena hasil Penyuluhan Pertanian Perikanan dan penjualan ternak tidak mencukupi Perubahan menuju Seiring berjalannya waktu, hasil Kehutanan (BP3K) Kecamatan Kota kebutuhan biaya pendidikan anak. kemandiriantenun KWT Tapawala Badi mulai Waingapu yang telah bertugasdikenal warga desa sekitar mendampingi KWT Tapawala Badi ”Pada mulanya, setelah men- Ada kebanggan tersendiri bagiMbatakapidu dan Kota Waingapu. sejak tahun 2007. dapatkan sedikit dana dari menenun Kalekit Daimarewa, suami Dai MbatiPesanan kain mulai berdatangan, dan kegiatan lainnya, saya ajak ibu-ibu yang bergabung dengan KWT Tapawalanamun sulitnya mencari sumber ”Kami tertarik menanam tanaman untuk mulai menyisihkan sedikit dari Badi pada tahun 2009. ”Sejakpewarna alami mulai merisaukan pangan lokal karena katanya tanaman pendapatan itu dan menyimpannya di bergabung dengan kelompok ini, isterikelompok ini. ”Daripada susah mencari ini lebih mudah tumbuh dan tahan kas kelompok. Lama kelamaan, dana saya semakin pandai menenun, pandaidi kebun dan hutan, kami coba tanam kekeringan”, jelas Daruga sambil yang disimpan di kas kelompok semakin berkebun, dan bisa membantumengkudu, kunyit, dadap, landu kaka, menunjukkan benih sorgum yang besar. Akhirnya kami memilih untuk menambah pendapatan. Kami bahkandan kemiri di pekarangan. Ternyata tergantung di atap balai pertemuan membuka tabungan pendidikan di sudah punya tabungan untuk masatanaman itu tidak susah tumbuh, kelompok. ”Bulan Januari lalu kami b a n k ” , ke n a n g M a r l i n a s e ra ya depan anak kami yang masih kecil-asalkan rajin dipelihara”, jelas Daruga tanam sorgum, ubi mukibat, dan menunjukkan buku tabungan Bank NTT. kecil”, ungkap Kalekit yang tidak seganLila, Sekretaris Kelompok. ganyung. Sayangnya hanya sedikit Rekening dalam buku tabungan itu atas menggantikan isterinya yang sedang sorgum yang berhasil tumbuh karena nama anak dari anggota KWT Tapawala hamil tua mengikuti kegiatan berkebun. KWT Tapawala Badi tidak hanya hujan tidak sering turun. Musim tanam Badi. Saldo awal 250 ribu rupiah diberupaya melestarikan tanaman berikut akan kami coba tanam lagi bulan Juni 2011 telah bertambah Perubahan yang terjadi dalam keluargapewarna alami, mereka juga menanam supaya nanti benihnya bisa kami menjadi satu juta rupiah setahun Kalekit juga dirasakan oleh Kepalabeberapa jenis tanaman pangan lokal bagikan ke ibu-ibu yang lain” imbuh kemudian. Desa Mbatakapidu, Jacob Tanda.yang mulai langka ditemui. ”Kelompok Daruga. ”Dahulu desa ini sering sekalikami punya kebun yang dipelihara ”Sekarang setiap anggota KWT mengalami kekurangan bahan panganbersama. Hasilnya untuk menambah Pelestarian tanaman pangan lokal Tapawala Badi wajib menyisihkan hasil terutama pada musim kemarau. Namunpenghasilan bagi kelompok sekaligus yang dilakukan KWT Tapawala Badi usaha mereka setiap bulan ke tabungan setelah melihat KWT Tapawala Baditempat kami belajar”, tutur Konda adalah bagian dari upaya Pemerintah pendidikan anak. Tabungan ini baru yang terus semangat bekerja danNgguna. Provinsi NTT mendorong diversifikasi boleh kami ambil jika nanti anak-anak membuat perubahan, warga
  15. 15. Mbatakapidu jadi termotivasi dan Yayasan Padang Manjoru. ”Suntikan Statistik:mulai mencontoh kegiatan mereka”, dana pinjaman yang mereka dapatkan · Tenun Sumba tengah menjalani verifikasi dari UNESCO untuk mendapattutur Jacob. ”Karena kelompok lain dari berbagai macam program bantuan pengakuan sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage)mencontoh semangat KWT Tapawala dengan disiplin dikembalikan bahkan dari Indonesia. Proses verifikasi memakan waktu sekitar satu tahun untukBadi, program-program desa pun sebelum batas waktu yang ditentukan”, mendapatkan pengakuan dari UNESCO untuk tenun Sumba sebagai sebagaidapat berjalan dengan sangat baik. imbuh Yohanis yang mengakui kunci warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) di tahun 2013.Lumbung pangan di desa kami selalu keberhasilan KWT ini adalahterisi dan kami tidak lagi kuatir kebersamaan, saling percaya, dan · Sebanyak 17% dari total pencari nafkah tunggal keluarga di Indonesia adalahkelaparan saat musim kemarau panjang pembagian peran yang jelas dalam perempuan dan di beberapa daerah di Indonesia persentase keluarga yangtiba karena pangan lokal selalu kelompok. bergantung pada penghasilan perempuan meningkat menjadi 50-70% karenatersedia”, jelas Jacob seraya tersenyum migrasi musiman, keluarga berantakan, kematian, atau menjadi migranbangga. Hingga akhir 2011, dana kas permanen. kelompok KWT Tapawala Badi ”Ibu-ibu anggota KWT Tapawala berjumlah tak kurang dari 22 juta rupiah · Perempuan memegang peranan penting dalam penyelamatanBadi ini pandai dalam mengelola dan Sisa Hasil Usaha berkisar 8 juta keanekaragaman hayati, karena perempuan yang menentukan pemilihanbantuan. Jika bantuan dalam bentuk rupiah. ”Di masa depan, jika semua aset ragam pangan dalam skala rumah tangga.dana pinjaman, mereka sisihkan hasil kami sudah bisa menghasilkan, kamipinjaman untuk membeli aset tidak perlu lagi bergantung pada · Laporan Bank Dunia (World Bank) dan Badan Pangan Dunia (Food andkelompok seperti ternak dan peralatan datangnya bantuan. Dana bantuan itu Agricultural Organization) menyatakan bahwa harga pangan dunia tiga tahunmenenun”, ungkap Yohanis Pati bisa dialihkan pada kelompok lain yang terakhir mencapai kenaikan 83%; dan 45% meningkat dalam indeks panganNdamung, pendamping kelompok dan membutuhkan”, ujar Nur Aini sambil dunia. Hampir dapat dikatakan, menurut laporan ini, harga pangan dunia kiniKordinator Bidang Usaha Mikro tersenyum lepas. naik rata-rata menjadi 130%. Angka ini konkritnya dapat dilihat dari ratusan juta penduduk dunia di banyak negara ada dalam kelaparan yang ekstrim. · NTT mengalami kekurangan pangan di penghujung tahun 2011 dimana 95,937 jiwa di 21 Kabupaten dan Kota mengalami kekurangan pangan akibat kekeringan.Lokasi:Desa Mbatakapidu, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NusaTenggara timurKontak person:· Konda Ngguna Ketua Kelompok Wanita Tani Tapawala Badi HP 085238211996· Yohanis Pati Ndamung Kordinator Bidang Usaha Mikro Yayasan Padan Manjoru HP 081337540468Jumlah yang terkena dampak:Populasi Desa Mbatakapidu 1.515 jiwa
  16. 16. erletak 258 kilometer dari Palu, yang sering memukul”, kisah Jeni, ibukota Sulawesi Tengah, Siswa SD GKST 3 Tentena. Ia Tentena adalah kota kecil yang mengaku, perkelahian antara anak indah dengan pemandangan Pamona dengan pendatang duluDanau Poso nan hijau. Teduhnya kota merupakan hal yang biasa. ”KalauTentena membuat sulit membayangkan dulu kami biasa saling menghina,kondisi masyarakatnya saat konflik sekarang kita semua sudah akrab danbernuansa SARA pecah lebih dari guru-guru sudah tidak kasar lagi”,sepuluh tahun silam. Memang, sejak lanjut Jeni.konflik di Tentena dan Poso, masyarakatmerasakan trauma, ketakutan, dan Pe n d i d i k a n H a r m o n i p a d aterutama kecurigaan. awalnya memang diterapkan sebagai sebuah program pemulihan pasca Pagi itu rumput basah karena konflik kemanusiaan bagi anak-anakhujan semalam. Kabut tipis usia sekolah di Tentena, Poso dan Palu.menggantung di atas Danau Poso saat Seiring dengan berjalannya waktu,murid-murid SD GKST 3 Tentena mulai dalam dua tahun terakhir ini, Pendidikanberdatangan. Sebagian sibuk Harmoni bertransformasi sebagaimembersihkan kelas, menyiram p e n d e ka t a n u n t u k m e m b a n g u ntanaman, dan membuang sampah. karakter anak bangsa.Bel sekolah memecah keheningan pagi. Membangun karakter anakAnak-anak SD GKST 3 (Gereja Kristen melalui pendekatan harmoniSulawesi Tengah) Tentena salingberlomba masuk ke dalam kelas. Hasil penelitian awal WVI di PaluPerlengkapan belajar berwarna-warni dan Poso tahun 2009 ditemukan bahwaterletak rapih di atas rak. Absensi kelas pemahaman akan perbedaan suku danberupa kotak replika jam dinding agama yang ada di masyarakat masihmasing-masing murid terpampang di lemah. Di Palu, 35 persen anakdepan kelas. Sesaat setelah tiba di menyatakan tidak mau bertemankelas, mereka mengatur jarum panjang dengan mereka yang berbeda agamadan pendek replika jam tersebut sesuai dan 14,2 persen tidak tahu. Di Poso, 10,8dengan kedatangan mereka. Di dalam persen anak tidak mau berteman dan 15kotak replika jam tersimpan hasil tes persen tidak tahu.murid. Di dinding kelas tertempel puisi,lukisan, bahkan cerpen karya beberapa Pendidikan Harmoni kemudianmurid. dipilih untuk menjadi pendidikan kontekstual dengan tujuan membangun Murid-murid tampak siap dan mengembangkan nilai-nilaib e l a j a r. S e s e k a l i s e n d a g u r a u spiritual, moral, dan sosial yangmewarnai aktivitas yang penuh diintegrasikan dengan nilai-nilai budayasemangat memulai hari. ”Dulu dan kearifan lokal untuk memunculkansebelum ada pendidikan harmoni, lingkungan pembelajaran yang ramahguru-guru suka murung dan suka agar anak dapat bertumbuh danmemaki kalau marah. Ada juga guru berkembang dengan baik dalam
  17. 17. penghargaan terhadap alam dan nilai- Mengobati trauma, pendidikan harmoni Yang pertama Dukungan membangunnilai lokal sambil tetap berpikir dalam menjalin kebersamaan pengembangan kebijakan, kapasitas perubahanskala nasional. ”Pendidikan harmoni organisi, kemitraan, media informasi,lahir dari semangat apresiasi dalam Tidak mudah mengubah pola pikir dan pengembangan sekolah model”, D u ku n ga n b a g i Pe n d i d i ka nkeberagaman”, jelas Frida Siregar yang dan model pembelajaran yang telah jelas Fery Yulianus School of Harmony Harmoni tidak hanya datang daribertugas sebagai Education Officer bertahun-tahun diterapkan. Awalnya Facilitator untuk Area Development pemerhati pendidikan atau DinasRegion Sulawesi pada Wahana Visi Pendidikan Harmoni diterapkan pada Program Palu. Pendidikan saja. Wahana Visi IndonesiaIndonesia. dua sekolah model yakni SD GKST 3 merangkul Yayasan Pendidikan Kristen Tentena dan SD 3 Muhammadiyah Palu. Peran kepala sekolah dan guru Sulawesi Tengah, Muhammadiyah Terdapat tiga pilar utama yang Di masa awal diterapkannya Pendidikan menjadi sangat penting dalam Sulawesi Tengah, FBO-Alkhairaat, danditekankan dalam Pendidikan Harmoni, Harmoni, Wahana Visi Indonesia menerapkan Pendidikan Harmoni. U n i v e r s i t a s Ta d u l a k o u n t u kyakni harmoni diri dalam kesadaran melakukan pendampingan, pelatihan, Kepala sekolah menentukan kebijakan menyatukan berbagai pandangan dansebagai makhluk ciptaan Sang Ilahi, dan menekankan pemahaman bahwa di sekolah dan guru terlibat langsung menentukan pengem-banganharmoni sesama, dan harmoni alam. anak adalah subyek pendidikan bukan dalam proses belajar mengajar. Ini kerjasama strategis di masa depan.Nilai-nilai harmoni yang dikembangkan sebagai obyek. Anak-anak perlu berada karena kegiatan Pendidikan Harmoni Ke m i t r a a n b e r b a g a i p i h a k i n idalam harmoni diri adalah tanggung dalam situasi yang menyenangkan menjadi sebuah wadah bagi guru untuk sesungguhnya adalah aset terbesarjawab, keyakinan pada ajaran agama, untuk bisa menerima pendidikan yang saling belajar mengenai metode dalam pengembangan Pendidikankepercayaan. Pada harmoni sesama baik. pendekatan yang paling sesuai untuk Harmoni, dimana Pendidikan Harmoninilai-nilai yang dikembangkan adalah pendidikan karakter bagi anak-anak. telah terintegrasi ke dalam sistempenghargaan, kejujuran, kepedulian, Para guru diminta untuk ”Kami harus pintar-pintar memilih pendidikan di Sulawesi Tengah.dan pada harmoni alam adalah ramah merefleksikan kembali esensi panggilan metode, karena Pendidikan Harmonilingkungan, melindungi, ke- m e re k a s e b a g a i g u r u . M e re k a memercayakan setiap murid untuk Tak hanya dukungan pemerintahwarganegara-an. ”Pendidikan harmoni diingatkan bahwa menjadi guru adalah memberi penilaian dan peringatan bagi dan mitra yang terlibat, peran orang tuasejatinya adalah pada pendidikan sebuah panggilan yang luar biasa mulia murid lainnya. Salah satu cara, kami juga menjadi penentu dampakdamai. Pendekatan ini ingin karena merekalah penentu wajah sediakan papan tulis bagi murid untuk Pendidikan Harmoni yang diberikan dimemastikan nilai-nilai perdamaian, bangsa ini di sepuluh bahkan duapuluh menuliskan nilai harmoni teman- sekolah. Komite sekolah bekerja samamultikulturalisme, kemanusiaan, tahun ke depan. Dari masa perenungan temannya”, jelas Ani Tumakaka, Guru erat dengan para orang tua untukperlindungan anak, dan hak asasi ini, muncullah guru-guru sejati dalam SDN Sangira, Tentena. memberi pemahaman tentangmanusia terintegrasi dalam kurikulum jiwa mereka. Inilah yang kelak menjadi pentingnya Pendidikan Harmoni bagiSD,” imbuh Frida. model perubahan perilaku bagi para ”Kreativitas guru adalah salah satu karakter anak di masa depan. ”Terbukti, murid: guru-guru kreatif menggali faktor kunci dalam Pendidikan Harmoni. setelah orang tua memiliki pemahaman Pendidikan Harmoni berbasis kebudayaan lokal dan menjadi contoh Kami berupaya sedapat mungkin agar yang sama, proses pembelajaran dipenghargaan pada multikulturalisme perdamaian. Pribadi guru sejati ini anak-anak kami dapat melakukan sekolah menjadi lebih mudah. Bahkanyang berlandaskan Pancasila dan yang kemudian membentuk karakter kegiatan positif”, ungkap Ani Tumakaka. bersama dengan orang tua, guru-gurudikembang-kan dengan peng- anak didik sehingga mampu Setelah berdiskusi dengan teman- mempersiapkan materi dan metodearusutamaan nilai-nilai perdamaian dan menghargai perbedaan dengan teman guru, di kelasnya kini tersedia pembelajaran”, ungkap Ani Dako.perlindungan anak yang terintegrasi mengimplementasi-kan nilai-nilai sudut pasar, sudut baca, botoldalam kurikulum dan terimplementasi h a r m o n i d a l a m p ro s e s b e l a j a r tabungan, dan bahan peraga di dalam Murid-murid yang dulunya tidakdalam proses belajar mengajar. ”Hal ini mengajar. kelasnya agar murid-muridnya bisa nyaman bergaul dengan teman yangsebenarnya sangat bergantung pada tetap melakukan kegiatan positif pada berbeda agama, perlahan mulaikita, sebagai orang dewasa yang Berbagai dialog dan workshop jam bermain. ”Bangku-bangku juga berbaur. ”Murid-murid sekarang lebihsemestinya tidak mewariskan yang dilakukan di masa awal kami atur sedemikian rupa agar murid berani mengeluarkan pendapat dankepahitan dari konflik kemanusiaan itu. melahirkan beberapa rencana strategis dapat duduk berkelompok dan mereka mereka juga mulai menghargaiBiarlah anak-anak kita itu hidup di era pengem-bangan Pendidikan Harmoni. jadi bisa banyak berdiskusi dan perbedaan di antara mereka”, jelas Anibaru,” ujar Ani Dako, Kepala Sekolah ” Te r d a p a t l i m a s t r a t e g i y a n g berpartisipasi di dalam kelas”, imbuh Dako. ”Interaksi dengan guru jugaSDN 7 Poso. digunakannya untuk mengembangkan Ani Tumakaka. menjadi lebih baik. Sekarang sama
  18. 18. semua guru mereka akrab, begitu pula Yulianus. ”Saat ini Wahana Visi Lokasi:kami dengan semua murid”, imbu Ani Indonesia mulai mempersiapkan Pendidikan Harmoni diterapkan pada tiga lokasi di Sulawesi Tengah, yaitu Kota Palu,Dako yang merasa sangat senang pembentukan sekolah model pada Kabupaten Poso, dan Kabupaten Tentena.melihat murid-muridnya kini tingkat SLTP”, imbuh Fery.bersemangat ke sekolah karenamenganggap sekolahnya tempat yang Dukungan juga datang dari Kontak person:menyenangkan untuk belajar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah · Drs. H. Syamsuddin H. Chalid, M.Pd y a n g m e n g e l u a r k a n Pe r a t u r a n Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah dan Walaupun telah menunjukkan Gubernur No. 39/2011 tentang Ketua Majelis Ulama Sulawesi Tengahperubahan yang menggembirakan, Pendidikan Karakter Kebangsaan HP 082193235555pemantauan dan evaluasi tetap B e r b a s i s M u l t i k u l t u ra l . D a l a m · Posumahdilakukan oleh lembaga keagamaan peraturan ini disebutkan Pendidikan Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Kristen Sulawesi Tengah di Tentenayang menaungi sekolah dan korodinasi Harmoni sebagai bentuk pendidikan HP 081341262027aktif antar guru. Perangkat monitoring karakter di Sulawesi Tengah. ”Peraturan · Ani Dakkodan evaluasi seperti baseline research yang menjadi payung hukum Kepala Sekolah SDN 7 Posodan mid term assessment terus perlindungan dan kesejahteraan anak HP 085241155402dilakukan untuk menilai program ini ini juga dapat sangat membantu proses · Ani Tomakakatermasuk mendorong replikasinya ke replikasi ke seluruh daerah di Sulawesi Guru kelas 4 SD Sangirawilayah yang lebih luas. Tengah”, jelas Frida Siregar yang HP 081341465784 berharap komitmen Pemerintah ini Peran guru dan yayasan dapat segera diimplementasikan. ”Saat Jumlah yang terkena dampak:pendidikan yang menaungi sekolah ini Pendidikan Harmoni telah direplikasi Pendidikan Harmoni diterapkan pada 26 sekolah dan tak kurang dari 3.261 murid.model menjadi luas dalam di Maluku Utara tepatnya di Ternate danmengembangkan Pendidikan Harmoni. Halmahera Utara”, tutur Frida sambilSemakin banyak guru yang menghadiri tersenyum bangga. Statistik:pertemuan Kelompok Kerja Guru · Hasil baseline dan action research tentang pengembangan perdamaian dan(KKG) yang rutin dilaksanakan setiap “Dari pengalaman kami perlindungan anak melalui pendidikan yang dilakukan Wahana Visi IndoensiaSabtu di sekolah-sekolah model yang membangun dan mengembangkan di Sulteng tahun 2009 mengungkapkan sebagian besar anak masih belum taut e l a h m e n e r a p k a n Pe n d i d i k a n Pendidikan Harmoni di Sulawesi apa yang harus dilakukan jika terjadi konflik (41,7 persen dari 120 anak di PaluHarmoni. Forum ini menjadi media Tengah, kami belajar bahwa banyak dan ada 50 persen dari 120).saling belajar sekaligus mengimbaskan harapan yang bisa dicapai bilapendekatan Pendidikan Harmoni ke dikerjakan bersama-sama”, ungkap Ani · Konflik Poso menyisakan tidak hanya trauma bagi anak-anak dan orang dewasab e b e ra p a s e ko l a h ya n g b e l u m Dako. ”Yang penting kita jangan namun juga masalah kemiskinan dan pengangguran. Hingga kini masih banyakmenerapkannya. ”Dari pertemuan menyerah, berhenti berpikiran negatif, warga pengungsi yang hidup di tanah pinjaman, berpenghasilan lima riburutin ini, dalam waktu tiga tahun, telah dan terus berkarya. Mulai dari yang sampai sepuluh ribu rupiah perhari dari menjadi buruh tani atau buruhada tujuh sekolah model di Palu, kecil, mulai dari menyemangati orang, bangunan.empatbelas di Poso, dan duapuluh pelan-pelan hasilnya akan luar biasa”,enam sekolah imbas”, tutur Fery pungkas Ani Dako.
  19. 19. Kita semua terikat dengan laut. Dan saat kita kembali ke laut,apakah itu untuk berlayar atau sekedar melihat -kita akan kembali ke tempat di mana kita berasal.John F. Kennedy aut adalah kehidupan. Tidak destruktif mereka. Memang, mayoritas hanya bagi mereka yang tinggal nelayan Selayar adalah nelayan di pesisir namun juga yang hidup t ra d i s i o n a l . “ D u l u ka m i s e r i n g di dataran dan pegunungan. mengambil karang di laut untukBegitu pula dengan desa-desa di dijadikan bahan membangun rumah.Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Kami tidak menyangka itu bisaSelatan. Layaknya Kabupaten mempengeruhi jumlah ikan di perairanKepulauan lain di Kawasan Timur kami,” kisah Andi Eti, seorang ibu diIndonesia, sebesar 92 persen dari Desa Bontolebang.22.885,35 kilometer persegi wilayahSelayar adalah laut. Tidak Praktik penangkapan ikan yangmengherankan bila hampir seluruh merusak dan aktivitas pengambilanwarga di 52 desa pesisir di Kabupaten karang memang sempat meningkatkanKepulauan Selayar menggantungkan pendapatan nelayan di Selayar. Namunhidupnya dari sumber-daya laut. berbagai persoalan mulai muncul belakangan. Setidaknya dalam satu Seiring dengan berjalannya waktu, dasawarsa terakhir, masyarakat Selayarkebutuhan akan sumberdaya perikanan mulai menghadapi penurunanlaut pun meningkat. Tingginya ketersediaan stok ikan dan rusaknyakebutuhan ini mendorong masyarakat terumbu karang yang menjadi rumahnelayan di Selayar dan sekitarnya untuk bagi banyak jenis ikan.mencoba cara-cara cepat mendapatkanikan yang banyak namun tidak ramahlingkungan. “Mengebom atau membius Mulai melindungimemang memberi hasil tangkapan yang wilayah laut desalebih banyak dalam waktu singkat”, akuDaeng Matalli, nelayan dari Desa Barat Menyadari bahwa tugas menjagaLambongan. “Kalau pakai pancing dan dan melestarikan keanekaragamanjala, sedikit yang bisa kami dapat, h aya t i a d a l a h t a n g g u n g j awa bpadahal ikan sangat banyak”, imbuhnya. bersama Pemerintah dan masyarakat, s e j a k t a h u n 2 0 0 8 Pe m e r i n t a h Sumberdaya laut di Selayar pernah Kabupaten Selayar melalui Dinasmengalami masa eksploitasi yang Kelautan dan Perikanan menerapkanberlebihan. Hal ini terutama didorong Program Kawasan Konservasi Lautdari minimnya pengetahuan nelayan di Daerah (KKLD). Oleh Dinas Kelautansana akan dampak dari aktivitas dan Perikanan Kabupaten Selayar,
  20. 20. KKLD diatur dalam Undang-Undang Pengawas (Pokmaswas) bentukan memperkenalkan mata pencaharian Pe l a n - p e l a n m a s y a ra k a t m u l a iNomor 20 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah Desa. Melalui Pokmas alternatif bagi masyarakat pesisir yang meninggalkan kegiatan lama merekaPemerintah No. 60 Tahun 2007 Konservasi bentukan Program, desa selama ini hanya menggantungkan hidup mengebom dan membius ikan.tentang konservasi wilayah perairan. mendapatkan bantuan berupa kapal dari menangkap ikan. “Kami sadar betul, Mappalewa, mantan pelaku utamaTujuan utama program ini adalah pengawas. Hampir seluruh anggota tanpa partisipasi masyarakat, laut ini pemboman dan pembiusan ikanmenyediakan daerah perlindungan Pokmaswas adalah anggota Pokmas pasti susah kita jaga. Satu kiat menegaskan, “Ternyata tidak adakhusus untuk menjaga kelestarian K o n s e r v a s i s e h i n g g a ke g i a t a n memberhentikan perilaku menangkap gunanya melakukan pengeboman ikan.hayati laut dan mencegah kerusakan pengawasan dapat bersinergi dan ikan dengan cara merusak adalah dengan Lima tahun saya mengebom, ikan yangterumbu karang. menggunakan dua sumber dana. memperkenalkan mata pencaharian ditangkap tidak bertambah banyak. alternatif,” jelas Marjani Sultan, Kepala Malah akhirnya anak saya putus sekolah Sebelum ditetapkan menjadi Selain menetapkan DPL dan zonasi Dinas Kelautan dan Perikanan, karena saya tidak punya uang untukProgram Kawasan Konservasi Laut untuk membedakan wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar. bayar sekolah lagi”, imbuh MappalewaDaerah, masyarakat diperkenalkan pada penangkapan dan wilayah per- yang kini menjabat sebagai Ketuakonsep Daerah Perlindungan Laut (DPL). lindungan, Program KKLD juga Upaya memperkenalkan mata Pokmas Kosnervasi Desa Bontolebang.Awalnya mereka menganggap adanya melaksanakan kegiatan untuk pencaharian alternatif pun dimulai Setelah memiliki keramba tancap,DPL akan mengurangi hasil karena mencegah kegiatan yang berpotensi dengan mengidentifikasi jenis mata pendapatan Mappalewa meningkat danmempersempit wilayah tangkapan merusak terumbu karang dengan pencaharian yang kira-kira paling sesuai ia mampu membiayai sekolah anaknyamereka. Apalagi saat itu mereka belum menggunakan pendekatan budaya dengan budaya masyarakat Selayar. yang kini duduk di bangku SMA.sadar bahwa perilaku yang merusak laut setempat. Pendekatan ini diterapkan di Andi Penrang, Koordinator CBM Dinas Dalam waktu kurang dari duadapat berdampak negatif di masa depan. Desa Parak, lima kilometer di utara kota Kelautan Perikanan mengatakan, “Kami tahun, kini sebanyak 94 kerambaZul Janwar, seorang staf DKP yang Benteng, ibukota Kabupaten Selayar. melakukan pendekatan untuk tancap berjajar rapih di wilayah perairanbertugas mengawal pembentukan KKLD mengidentifikasi potensi mata Desa Bontolebang. Keramba inim e n g - a t a k a n ,” S a a t i t u k a m i Di Desa Parak, telah dikenal adat pencaharian alternatif di setiap desa. dipenuhi ikan kerapu dan hasilnyamemperkenalkan DPL sebagai bank ikan. istiadat untuk menjaga kelestarian Salah satu potensi mata pencaharian sangat membanggakan masyarakatDengan adanya zona inti DPL yang wilayah laut. Penduduk Desa ini telah alternatif yang teridentifikasi adalah Desa Bontolebang. Dukungandilindungi akan menjamin sehatnya memiliki kesadaran akan pentingnya keramba tancap”. masyarakat bagi program KKLD di Desaterumbu karang yang juga berpengaruh menjaga laut mereka. Menurut Andi Bontolebang pun meningkat. Merekapada bertambah banyaknya ikan di zona Nawir, tokoh Desa yang kemudian Budidaya ikan dengan meng- mulai mengerti bahwa menjaga DPLpemanfaatan, zona dimana masyarakat diangkat menjadi Ketua Kelompok gunakan keramba tancap banyak dapat menjamin ketersediaan bibitboleh melakukan aktivitas perikanan Masyarakat (Pokmas) Konservasi, dilakukan oleh masyarakat nelayan di alam agar stok ikan di laut dapatyang ramah lingkungan.” “Jauh sebelum adanya program Kepulauan Seribu. Sebuah studi meningkat, disamping bibitnya dapat konservasi laut daerah, Desa Parak banding pun diadakan untuk memberi mereka gunakan untuk budidaya ikan di Pada setiap desa dibentuk sudah melakukan pengawasan dan kesempatan masyarakat Selayar belajar keramba. Mereka pun sadar bahwakelompok masyarakat yang bertugas sudah berlaku hukum adat yang mem-budidayakan ikan dalam keramba menjaga terumbu karang di zona intimengawasi setiap DPL di desa masing- mengatur perlindungan laut.” tancap. ”Tahun 2010, sepulang dari DPL di desa mereka akan menghasilkanmasing. Pengawasan Daerah Jakarta, saya mulai membentuk ketersediaan ikan yang melimpah diPerlindugnan Laut dilakukan sebagai kelompok dengan anggota 12 orang dan zona pemanfaatan mereka.usaha kolaboratif dengan meman- Menemukan pengganti mendapat bantuan dari bupati untukfaatkan bantuan dana dari program bom ikan memelihara ikan kerapu dalam L a i n ce r i t a d i D e s a B a ra tpemerintah. keramba tancap. Hanya beberapa bulan Lambongan. Di desa ini program Oleh karena tujuan akhir dari kemudian kami sudah memanen konservasi menitikberatkan pada Pemerintah setempat meng- setiap program pelestarian adalah hasilnya,” tutur Pak Arsyad, Kepala bantuan permodalan. Modal inigunakan Dana alokasi Desa sebesar 20- menjaga ketersedian stok ikan agar Desa Bontolebang. digunakan nelayan untuk mem-30 juta per tahun untuk penang- mata pencaharian nelayan tetap perbaharui alat tangkap mereka dengangulangan destructive fishing yang terjamin, Program KKLD pun memberi Kegiatan budidaya ikan di keramba alat yang lebih modern dan ramahdisalurkan lewat Kelompok Masyarakat perhatian besar pada upaya-upaya tancap ini membuahkan hasil yang baik. lingkungan.
  21. 21. arang kelapa dan minyak kelapa. Tak Lokasi: Dengan alat tangkap baru, nelayan hanya di Desa Parak, sebuah kelompok Desa Bontolebang, Pulau Gusung, Kecamatan Bontoharu, Desa Parak, Kecamatanmampu menangkap ikan lebih banyak perempuan di Desa Bontolebang mulai Bontomanai, Desa Bontolempangan, Kecamatan Buki, Desa Barat Lambongan,tanpa harus menggunakan bom atau bius. memproduksi abon ikan. “Dengan Kecamatan Bonto Matene, Kabupaten Kepulauan Selayar“Dua hari lalu saya menggunakan jaring modal 250 ribu kami bisa menjualbaru dan mengangkat lebih dari seribu abon senilai 600 ribu dan Kontak person:ekor banjar, belum pernah saya dapat ikan keuntungannya dibagi langsung ke · Dr. Ir. Marjani Sultan, Msi.sebanyak ini”, kisah Daeng Matalli. anggota kelompok”, kata Rosminak Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Selayar Ketua Kelompok Perempuan HP 0853 95110000 Setelah dua tahun menetapkan Pengolahan Hasil Perikanan Kembang · Drs. Andi Penrangdan menjaga DPLnya, masyarakat Desa Dahlia. Tak hanya memproduksi, Staf Dinas Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Kepulauan SelayarBarat Lambongan mulai melihat kondisi kelompok ini juga aktif memberi HP 0813 55364360laut yang membaik dan ikan semakin pelatihan pembuatan abon ikan · Muh. Arsyadmudah didapatkan. “Saya sering ke kepada kelompok-kelompok Kepala Desa Bontolebangwilayah DPL dan melihat sendiri perempuan lainnya. HP 0821 97114209terumbu karang sudah mulai baguskembali. Mulai banyak jenis ikan di sana. Semakin bertambahnya kesadaran Jumlah yang terkena dampak:Bahkan ikan napoleon yang dulu akan pentingnya memiliki DPL di tiap Penduduk di 52 desa pesisir di Kabupaten Kepulauan Selayar, khususnya Rumahmenghilang, sekarang sudah mulai desa, memudahkan perluasan upaya Tangga Perikanan (RTP) yang di tahun 2011 berjumlah 6.505 Kepala Keluargabanyak lagi,” lanjut Daeng. Matalli yang konservasi di Kabupaten Pulau Selayar.sebelumnya menangkap ikan dengan Tahun 2012 ini, Dinas Kelautan dan Statistik:cara menyelam. Sekarang Daeng Perikanan telah membentuk 57 DPL · Kabupaten Kepluauan Selayar termasuk dalam 120 gugusan pulau SpermondeMatalli masih sering menyelam untuk pada 52 desa di pesisir Kabuaten Ke- yang terletak di bagian barat Sulawesi Selatan, membentang dari Kabupatenmengawasi DPL Perlindungan Laut di pulauan Selayar. Membentuk DPL Pangkajene Kepulauan arah utara hingga Kabupaten Selayar di selatan.desanya, bukan untuk menangkap ikan. sebagai daerah perlindungan khusus terhadap kawasan yang bernilai ekologis · Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki kawasan terumbu karang seluas Selain untuk revitalisasi alat tangkap, tinggi adalah kunci keberhasilan 51.596 hektar dengan 236 jenis karang keras, 31 genera karang lunak, dan 21masyarakat Desa Barat Lambongan juga penetapan wilayah konservasi laut genera sponge.digunakan untuk memulai usaha lain. Ibu daerah di Kabupaten ini.Niuji, Bendahara LKM Desa Barat · Perairan Selayar adalah rumah bagi 9 jenis lamun, 38 jenis biota yangLambongan mengatakan, “Setidaknya Agar efektif, pembentukan DPL berasosiasi dengan padang lamun, 576 jenis ikan dan biota lainnya termasukterdapat lima usaha yang berhasil juga ditunjang oleh Peraturan Desa penyu, lumba-lumba, pari manta, dan paus.meningkatkan pendapatan masyarakat (Perdes). Perdes ini lah yang menjadidengan menggunakan bantuan modal landasan pemberian sanksi bagi · Penelitian Destructive Fishing Watch Indonesia di Kepulauan Spermondeini”. Niuji menambahkan, hingga bulan Juli siapapun yang melanggar peraturan mengungkapkan 64,88 persen nelayan adalah pelaku penangkapan ikan tidak2012 sebanyak 131 nasabah telah me- pemanfaatan sumberdaya terumbu ramah lingkungan (PITRaL). Dari pelaku PITRaL tersebut 68 persennerima bantuan modal dan dana yang karang dan ekosistem didalamnya. menggunakan bom ikan, 27 persen menggunakan obat bius dan 5 persentersalurkan adalah sebesar 197 juta rupiah.” “Dengan keberadaan KKLD di menggunakan keduanya. Kabupaten Selayar, target untuk Kisah menarik lainnya datang dari menjadi kabupaten konservasi di · Intensitas pengeboman cenderung meningkat pada musim barat (Oktober-Desa Parak. Menurunnya aktivitas tahun 2014 dapat tercapai,” pungkas Maret) sementara intensitas pembiusan relatif tinggi di semua musim.pengeboman ikan justru memotivasi Marjani Sultan.masyarakat untuk melakukan · Faktor-faktor pemicu PITRaL adalah desakan ekonomi, tingkat pendidikan dandiversifikasi pekerjaan. Di desa ini, hasil kesadaran yang rendah, lemahnya penegakan hukum, permintaan pasar yangperkebunan kelapa yang melimpah tinggi, dan mudahnya memperoleh bahan baku bom dan bius.dimanfaatkan menjadi kopra kelapa,

×