Panduan Menulis

1,630 views
1,415 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,630
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
91
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Panduan Menulis

  1. 1. JERNIH MENULISDimulai dari hati dilanjutkan oleh kepala Oleh Bambang Mulyantono g y
  2. 2. Menulis = MEMASAK• Penulis pemula biasanya menghadapi kendala memulai. Ini terjadi karena ia melakukan dua pekerjaan sekaligus yakni sekaligus, menuangkan gagasan dan editing.• Penuangan gagasan dan editing sama dengan pekerjaan BELANJA dan meracik BAHAN & BUMBU dalam proses MEMASAK
  3. 3. BELANJA• Dalam proses BELANJA kita belum bicara kelezatan, yang penting bahan-bahan terhimpun. terhimpun• S Segeralah b l j ! K l k id yang l h belanja! Keluarkan ide ingin dituliskan dari isi kepala, dan tulis apa adanya. d
  4. 4. Praktek 1
  5. 5. Kelompok 1Tadi Ketiduran kT di K tid karena tid l t malam b tidur larut l bangun tanpa bantuan orang itupun masih beruntung karena ada yang membangunkan . Ya malam nanti aku akan tidur lebih awal agar bisa bangun tanpa bantuan orang dan akan menjadi tukang p g j g membangunkan tidur orangKelompok 2 pKeselarasan pemerintah denganpetani agar pemerintah memproduksi beras organik karena lebih amanKelompok 3Ikut pelatihan jurnalistik berkumpul dengan teman, mendapatkan ilmu dan menjadi penulis yang top b t
  6. 6. BAHAN & BUMBU• Setelah kalimat tuntas dituangkan dituangkan, dilakukan editing yang analog dengan kegiatan menakar BAHAN & meracik BUMBU• Praktek 2 : Editing naskah masing- masing i
  7. 7. Praktek 2 :Edit naskah teman masing-masingPrinsip :- Orang lain lebih cepat g p mengetahui kesalahan pada tulisan kita- Sebelum diketahui/dibaca publik, p kesalahan tulisan sebaiknya dikoreksi teman sendiri/editor
  8. 8. Membuat tulisan juga bisa dimulai denganmengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam bingkai ’lima W dan satu H’WHAT• Apa yang terjadi?WHO• Siapa y g terlibat dalam p p yang peristiwa itu?• Siapa yang terkena dampaknya?WHERE• Di mana hal itu terjadi?• Ke mana selanjutnya cerita ini akan menuju?• Bagaimana ini akan berakhir?
  9. 9. WHEN• Kapan hal itu terjadi?• Kapan titik balik dalam berita ini terjadi?WHY• Mengapa hal itu terjadi? Apakah ini sebuah kasus tersendiri atau bagian dari tren?• Mengapa orang bertingkah laku seperti itu? Adakah motif tertentu?• Mengapa hal ini penting? Mengapa pula orang harus membaca, membaca menonton atau mendengarkan?HOW• Bagaimana hal itu terjadi?• Akankah ada perubahan yang terjadi setelah peristiwa itu?• Bagaimana hal itu akan berdampak pada pembaca, penonton, pendengar? M t d ? Masyarakat? k t?
  10. 10. Praktek 3 : Proses Kreatif Kolektif (PKK)• Merenung sejenak anda mau menulis apa? (Bebas)• Simpan gagasan itu di dalam hati• Tulis tiga kata pada secarik kertas• Pindahkan kertas yang sudah anda tulis ke y g teman di samping• Buat cerita dari tiga kata dari kertas yang anda terima tadi• Dari cerita teman di samping, petik tiga tema menarik• Ceritakan ide yang anda simpan dalam hati, yang diperkaya dengan tema dan cerita teman- teman anda• Setelah semua kebagian bercerita, sekarang tuliskan pada kertas masing-masing.
  11. 11. KERANGKA TULISAN• Judul yang mencerminkan tema•L d( Lead (pendahuluan) yang d h l ) memancing minat g• Tubuh yang dinamis• Penutup yang bergaya pamit
  12. 12. Judul• Menarik perhatian M ik h ti• Sesuai tema• Jangan terlalu p j g g panjang• Jangan terlalu ekstremContoh 1 - Judul sesuai tema Sejarah pemberantasan lalat dengan berbagai cara diubah menjadi Perjuangan melawan lalatContoh 2 - Judul tidak sesuai isi karena terlalu ekstrem Hotel Internasional di Teluk Banten Ternyata suaka burung di Pulau Dua yang menjadi tempat istirahat gratis bagi burung-burung migran dari luar negeri. Sama sekali tidak bercerita tentang hotel internasional di Teluk Banten Banten.
  13. 13. Contoh 3 (Judul pendek + sub judul) FIFAS Komunitas baru di Surau SawanganContoh 4 (Buat judul untuk tulisan sendiri)
  14. 14. Lead (Pendahuluan) (P d h l )• mengantar pembaca pada gagasan penulis• berisi hal-hal menarik• Ada 7 bentuk lead/pendahuluan yang dapat dipilih : (1) Ringkasan. (2) Pernyataan menonjol. (3) Pelukisan. (4) Anekdot. A kd t (5) P tPertanyaan. (6) K ti Kutipan orang lain. (7) Amanat langsung
  15. 15. Tubuh• Dinamis• Kalimat beruntun, saling berkaitan• Tidak melelahkan mata pembaca• Tiap alinea tak terlalu panjang dan diberi sub judul• Cepat beralih ke topik berikutnya, jika sudah waktunya beralih• Jangan mengulang kalimat,ungkapan atau kata. kata
  16. 16. Penutup• Bergaya pamit• Selipkan kata “demikian”. demikian “jadi”, “maka”, “akhirnya”.• Atau diselipkan dengan kalimat pertanyaan sebagai ‘penyekat’ penyekat
  17. 17. Sajian Jurnalistik• Berita• Feature• Reportase• Artikel• Kolom• Tajuk• Pojok
  18. 18. BERITA• Pengertian klasik : berita adalah sesuatu hal yang lain dari yang lain. Misalnya "Soeharto mantan presiden RI" (bukan b i ) tetapi id (b k berita), i "Soeharto mati dibunuh" (itu berita).• Pengertian modern : berita adalah laporan tentang kejadian yang aktual dan menarik. Dari pengertian ini ada 3 unsur dalam suatu berita yaitu ; ada peristiwa yang aktual peristiwa aktual, menarik dan ada yang melaporkan.• Bentuknya sederhana, lugas, langsung dan tidak berbunga-bunga. B it disebut sebagia news, b b b Berita di b t b i spot news, straight news, hard news, dan lain- lain.
  19. 19. FEATURE• Disebut juga karangan khas (karkhas), karangan menarik. Ia mengedepankan hal-hal yang menimbulkan sentuhan kemanusiaan (human interest). Kisah tentang anak-anak Kedung Ombo, perjalanan Kusni Kasdut, dan lain-lain• Tetapi, mengingat hampir semua karangan bisa mengandung human interest, maka bisa saja feature mengisahkan teknologi. Contohnya mengintip kesibukan Pratiwi di luar angkasa, atau dibalik gelegar Siguruh kisah kuli yang Siguruh, tewas selama bendungan raksasa dibangun, dan lain –lain.
  20. 20. REPORTASE• Semacam berita biasa, juga semacam feature. Bedanya reportase umumnya berkisah tentang perjalanan. Misalnya sehari berkeliling Kepulauan Seribu, menjelajah Sumatera dengan sepeda, dan lain-lain. Yang diperlukan sebagai sarana pendukung reportase adalah: - Kemampuan p p penulis menghimpun detail-detail g p kejadian - Memiliki kemampuan dramatik. - Sanggup menyusun plot cerita membangun cerita, ketegangan, dan mengunci cerita dengan kalimat mengesankan. - Memiliki kekayaan perbendaharaan kata.
  21. 21. ARTIKEL• Karangan yang menampung gagasan dan opini penulis. Bisa berupa gagasan murni bisa juga memungut dari sumber lain lain, referensi, kepustakaan, pernyataan orang, renungan orang bijaksana dan lain-lain lain lain.• Nama penulisnya di tulis lengkap dan tanggung jawab kebenarannya berada pada penulisnya disamping pada redaksi atau penerbit.
  22. 22. KOLOMBentuknya mirip artikel tetapi lebih ringkasdan padat. Boleh ditulis siapa saja dengangaya apa saja. Bisa serius ataupun kocakkonyol. Kolom merupakan sikap atau unek-unek penulis tentang hal yang sedang hangat.Daya t ikD tariknya ada pada gaya b h d d bahasapenyajiannya yang biasanya kocak namunsatire (pedas) Kolom juga mempunyai (pedas).kecenderungan mengkritik, menyemoni ataumeyerempet. y p
  23. 23. TAJUK• Tajuk atau catatan redaksi merupakan suara dan sikap redaksi terhadap masalah yang sedang terjadi Tajuk memerlukan momen terjadi. tertentu yang sangat dipengaruhi oleh p pemberitaan sehari-hari. Jarang sekali tajuk g j mendadak nyelonong tentang hal yang basi• Tajuk juga menyiratkan filsafat dan pandangan hidup korannya. Sik ini bisa ekplisit bi j hid k Sikap i i bi k li it bisa juga implisit. Tergantung kebolehan penulisnya. Biasanya y g boleh menulis tajuk hanya y yang j y tingkat Redaktur Senior, Redaktur Pelaksana, Wakil Pimred dan Pemred. Namun belakangan cenderung demokrat dan komprimistis komprimistis..
  24. 24. POJOK• Merupakan sentilan lucu dan satire tentang suatu hal yang diberitakan. Permainan kata yang kocak amat mendukung. Tetapi juga diperlukan antisipasi dan luasnya wawasan Pojok wawasan. juga disiapkan oleh wartawan senior.

×