Your SlideShare is downloading. ×
0
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
SITUASI KASUS HIV DAN AIDS  DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

SITUASI KASUS HIV DAN AIDS DI PROVINSI RIAU SD. DESEMBER 2012

1,326

Published on

Published in: Education
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • terimakasih pak...datanya sangat bermanfaat...
    Pak...boleh nanya kan..., pada 'data kasus hiv/aids berdasarkan pekerjaan', bisa ga dibuat data ttg tenaga kesehatan (spt dokter, perawat, dll) vs non tenaga kesehatan. Pada hal. 8 ada point PNS, apakah disini jg termasuk tenaga kesehatan yg PNS? Karena ini ada hubungannya dg infeksi HIV paska pajanan. klu ada datanya kan kita bisa lihat seberapa byk kasus infek hiv paska pajanan tsb. Terimakasih .
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,326
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
38
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. KOMISI PENANGGULANGAN AIDS PROVINSI RIAU Disampaikan oleh : Dr. H. MURSAL AMIR Sekretaris KPA Provinsi Riau Pada Acara Diskusi : Peran Jaringan Masyarakat Sipil untuk UPPHA di Riau 14 Maret 2012WORO KPA PROPINSI RIAU 1
  • 2. WORO KPA PROPINSI RIAU 2
  • 3. WORO KPA PROPINSI RIAU 3
  • 4. WORO KPA PROPINSI RIAU 4
  • 5. WORO KPA PROPINSI RIAU 5
  • 6. WORO KPA PROPINSI RIAU 6
  • 7. WORO KPA PROPINSI RIAU 7
  • 8. WORO KPA PROPINSI RIAU 8
  • 9. WORO KPA PROPINSI RIAU 9
  • 10. PERAN MASYARAKAT SIPIL/CIVIL SOCIETY DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS TERCANTUM PADA :WORO KPA PROPINSI RIAU 10
  • 11. DEFINISI MASYARAKAT SIPIL MENURUT SRAN Perhimpunan warga (selain keluarga, teman & rekan kerja) yang bergabung secara sukarela untuk menyalurkan minat, gagasan dan keyakinan mereka. Istilah ini tidak termasuk usaha mencari untung (sektor swasta) atau sektor pemerintah. Dalam hal ini yang dimaksud oleh PBB adalah organisasi massa (seperti organisasi-organisasi petani, wanita atau pensiunan), organisasi pekerja, perhimpunan profesi, gerakan sosial, organisasi pribumi, organisasi keagamaan dan kepercayaan serta akademisi dan LSM, orang-orang dan kelompok masyarakat yang penting untuk berperan aktif dalam penanggulangan HIV dan AIDS.WORO KPA PROPINSI RIAU 11
  • 12. TUJUAN UMUM SRAN • Mencegah penularan HIV baru • Meningkatkan kualitas hidup ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) • Mengurangi dampak sosial ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat KPA PROPINSI RIAU 12WORO 12
  • 13. TUJUAN KHUSUS SRAN 1. Meningkatkan upaya pencegahan HIV dan AIDS pada semua populasi kunci. 2. Menyediakan dan meningkatkan pelayanan perawatan, dukungan dan pengobatan yang bermutu, terjangkau dan bersahabat bagi ODHA. 3. Meningkatan akses dan dukungan sosial ekonomi bagi anak dan keluarga terdampak, serta ODHA yang miskin. 4. Menciptakan dan memperluas lingkungan kondusif yang memberdayakan masyarakat sipil untuk berperan secara bermakna, sehingga stigma dan diskriminasi terhadap populasi kunci, ODHA dan orang-orang yang terdampak oleh HIV dan AIDS berkurang.WORO KPA PROPINSI RIAU 13
  • 14. AREA SRAN AREA 1 PENCEGAHAN PENULARAN HIV • Pencegahan penularan HIV melalui transmisi seksual, dalam kerangka intervensi struktural dengan meningkatkan penggunaan kondom pada setiap hubungan seks berisiko • Pencegahan penularan melalui alat suntik dengan menerapkan pengurangan dampak buruk napza melalui penguatan intervensi struktural, dilaksanakan di masyarakat dan rumah tahanan, termasuk perawatan untuk pemulihan adiksi • Pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi.WORO KPA PROPINSI RIAU 14
  • 15. AREA 2 PERAWATAN, DUKUNGAN DAN PENGOBATAN • Penguatan & pengembangan yankes serta koordinasi antar layanan • Pencegahan & pengobatan IO, ko-infeksi & pengobatan ARV serta dukungan pemeriksaan berkala • Perawatan berbasis masy & dukungan bagi ODHA, termasuk dukungan psikologis & sosial • Pendidikan & pelatihan mengenai pengobatan untuk memberdayakan ODHA untuk menangani kesehatan mereka. • Peningkatan kepatuhan berobat secara teratur. • Peningkatan pencegahan penularan dari ODHAWORO KPA PROPINSI RIAU 15
  • 16. AREA 3 PROGRAM MITIGASI DAMPAK c. Penyediaan kesempatan pendidikan e. Pelayanan kesehatan gizi g. Akses pada bantuan ekonomiWORO KPA PROPINSI RIAU 16
  • 17. AREA 4 PROGRAM PENINGKATAN LINGKUNGAN KONDUSIF Dalam rangka memimpin dan mengkoordinasikan respons penanggulangan HIV dan AIDS di 33 provinsi secara lebih efektif, perlu dipastikan adanya kelembagaan dan manajemen yang kuat, serta koordinasi yang baik di seluruh tingkatan. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi dan Kabupaten dan Kota harus berfungsi dan memiliki kemampuan mengkoordinasikan penanggulangan HIV dan AIDS di antara seluruh pemangku kepentingan, baik dari sektor pemerintah, swasta maupun masyarakat sipilWORO KPA PROPINSI RIAU 17
  • 18. PENYELENGGARA SRAN 1. Lembaga-lembaga Pemerintah Di tingkat pusat, lembaga2 pemerintah yang terlibat adalah kementerian teknis, kementerian negara, TNI dan POLRI serta lembaga non kementerian. Penyelenggaraan rencana aksi dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing yang dipimpin dan dikoordinasikan oleh KPA Nasional. Di tingkat daerah, lembaga-lembaga eksekutif yang dimaksud adalah SKPD provinsi terkait, kantor wilayah dari instansi pusat di provinsi, komando TNI dan POLRI di provinsi di mana upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS dikoordinasi oleh KPA Provinsi. Demikian juga di tingkat kabupaten/kota.WORO KPA PROPINSI RIAU 18
  • 19. 2. Masayarkat Sipil Dalam konteks HIV dan AIDS, masyarakat sipil berperan dan mendukung pemerintah dalam upaya penanggulangan AIDS. Antara lain : •Orang yang terinfeksi HIV dan populasi kunci •Lembaga Swadaya Masyarakat, •Lembaga Kemasyarakatan •Tenaga Profesional •Organisasi Profesi •Lembaga Pendidikan Tinggi. Mereka dapat menjadi penggerak utama dan berperan aktif dalam upaya penanggulangan AIDS di Indonesia, dalam proses perumusan kebijakan, perencanaan dan implementasi setiap program yang dilakukan, serta monitoring dan evaluasi.WORO KPA PROPINSI RIAU 19
  • 20. 3. Dunia Usaha dan Sektor Swasta Merujuk pada rentannya transmisi HIV di lingkungan kerja, telah membuat dunia kerja dan sektor swasta untuk berperan langsung dengan mengembangkan program penanggulangan AIDS untuk menyehatkan masyarakat pekerja. Implementasi kegiatan program dimaksud didukung dengan prinsip Organisasi Perburuhan Internasional (ILO ). Sumbangan dunia usaha dan sektor usaha dalam penanggulangan AIDS menjadi sebuah kegiatan inti di bidang ini.WORO KPA PROPINSI RIAU 20
  • 21. 4. Mitra Pembangunan Internasional Mitra pembangungan internasional baik yang bersifat bilateral maupun multilateral, Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional (International NGOs) dan berbagai yayasan internasional lainnya berkontribusi dalam memberikan dukungan secara finansial dan teknis dalam program penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.WORO KPA PROPINSI RIAU 21
  • 22. PENUTUP • Civil society merupakan mitra kerja yang penting dalam upaya PP HIV dan AIDS. LSM dan Organisasi Non-Pemerintah lainnya seperti KDS telah memberikan kontribusi yang bermakna karena mampu menjangkau sub-populasi berperilaku berisiko dan menjadi pendamping dalam proses perawatan dan pengobatan ODHA. • Civil Society berperan dalam penyuluhan, pelatihan, pendampingan ODHA, pemberian dukungan dan konseling. • KPA di semua tingkat menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga civil society dapat menjalankan perannya dengan tenang dan aman.WORO KPA PROPINSI RIAU 22
  • 23. TERIMA KASIHWORO KPA PROPINSI RIAU 23

×