Your SlideShare is downloading. ×
0
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Ergonomi kesehatan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Ergonomi kesehatan

2,120

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,120
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
101
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ERGONOMIERGONOMI KESEHATANKESEHATAN RITA KARTIKA SARI, SKM MKes.RITA KARTIKA SARI, SKM MKes.
  • 2.  Ergonomi berasal dari kata-kata dalamErgonomi berasal dari kata-kata dalam bahasa Yunani yaitu Ergos yang berartibahasa Yunani yaitu Ergos yang berarti kerja dan Nomos yang berarti ilmu,kerja dan Nomos yang berarti ilmu, sehingga secara harfiah dapat diartikansehingga secara harfiah dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajarisebagai suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia denganhubungan antara manusia dengan pekerjaannya.pekerjaannya.
  • 3. Definisi ErgonomiDefinisi Ergonomi  Penerapan ilmu biologi manusia sejalanPenerapan ilmu biologi manusia sejalan dengan ilmu rekayasa untuk mencapaidengan ilmu rekayasa untuk mencapai penyesuaian bersama antara pekerja danpenyesuaian bersama antara pekerja dan manusia secara optimum, dengan tujuanmanusia secara optimum, dengan tujuan agar bermanfaat demi efisiensi danagar bermanfaat demi efisiensi dan kesejahteraan.kesejahteraan.
  • 4. Tujuan ErgonomiTujuan Ergonomi  Menghindari terjadinya kecelakaan kerjaMenghindari terjadinya kecelakaan kerja  Dalam rangka efisiensi kerjaDalam rangka efisiensi kerja  Untuk kepentingan kesejahteraanUntuk kepentingan kesejahteraan  Pembebanan rendah-hasil besarPembebanan rendah-hasil besar  Penyesuaian alat dan lingkungan kerjaPenyesuaian alat dan lingkungan kerja  Pencegahan sakit dan kecelakaan kerjaPencegahan sakit dan kecelakaan kerja
  • 5. Disiplin Ilmu yg terkait :Disiplin Ilmu yg terkait :  FisiologiFisiologi  AnatomiAnatomi  Kesehatan kerjaKesehatan kerja  Higiene perusahaanHigiene perusahaan  ArsitekArsitek  PsykologiPsykologi  TeknikTeknik  BiometriBiometri  Dan lain-lain.Dan lain-lain.
  • 6. Tenaga Kerja :Tenaga Kerja :  Sektor ModernSektor Modern  Sektor TradisionalSektor Tradisional  Sektor InformalSektor Informal
  • 7. Daftar Periksa ErgonomiDaftar Periksa Ergonomi  Penyimpanan dan penanganan barang /Penyimpanan dan penanganan barang / materialmaterial  Alat-alat / perkakasAlat-alat / perkakas  Faktor keamanan pada mesin produksiFaktor keamanan pada mesin produksi  Penyempurnaan rancangan meja kerjaPenyempurnaan rancangan meja kerja  Pencahayaan di tempat kerjaPencahayaan di tempat kerja  Bangunan dan lingkungan kerjaBangunan dan lingkungan kerja  Bahaya-bahaya lingkungan kerjaBahaya-bahaya lingkungan kerja  Fasilitas umumFasilitas umum  Peralatan pelindung diriPeralatan pelindung diri  Pengaturan pekerjaanPengaturan pekerjaan
  • 8. Berkaitan dengan bidang penyelidikan yang dilakukan,Berkaitan dengan bidang penyelidikan yang dilakukan, ergonomi dikelompokkan atas empat bidang penyelidikan,ergonomi dikelompokkan atas empat bidang penyelidikan, yaitu:yaitu: 1. Penyelidikan tentang Display.1. Penyelidikan tentang Display. Display adalah suatu perangkat antara (interface) yang menyajikanDisplay adalah suatu perangkat antara (interface) yang menyajikan informasi tentang keadaan lingkungan dan mengkomunikasikannyainformasi tentang keadaan lingkungan dan mengkomunikasikannya kepada manusia dalam bentuk angka-angka, tanda-tanda, lambangkepada manusia dalam bentuk angka-angka, tanda-tanda, lambang dan sebagainya. Informasi ini dapat disajikan dalam bentuk statis,dan sebagainya. Informasi ini dapat disajikan dalam bentuk statis, misalnya peta suatu kota dan dapat pula dalam bentuk dinamismisalnya peta suatu kota dan dapat pula dalam bentuk dinamis yang menggambarkan perubahan variabel menurut waktu, misalnyayang menggambarkan perubahan variabel menurut waktu, misalnya speedometer.speedometer. 2. Penyelidikan tentang Kekuatan Fisik Manusia.2. Penyelidikan tentang Kekuatan Fisik Manusia. Dalam hal ini penyelidikan dilakukan terhadap aktivitas-aktivitasDalam hal ini penyelidikan dilakukan terhadap aktivitas-aktivitas manusia pada saat bekerja dan kemudian dipelajari cara mengukurmanusia pada saat bekerja dan kemudian dipelajari cara mengukur aktivitas-aktivitas tersebut. Penyelidikan ini juga mempelajariaktivitas-aktivitas tersebut. Penyelidikan ini juga mempelajari perancangan obyek serta peralatan yang disesuaikan denganperancangan obyek serta peralatan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik manusia pada saat melakukan aktivitasnya.kemampuan fisik manusia pada saat melakukan aktivitasnya.
  • 9. 3. Penyelidikan tentang Ukuran Tempat3. Penyelidikan tentang Ukuran Tempat Kerja.Kerja. Penyelidikan ini bertujuan untuk mendapatkanPenyelidikan ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan tempat kerja yang sesuai denganrancangan tempat kerja yang sesuai dengan dimensi tubuh manusia agar diperoleh tempatdimensi tubuh manusia agar diperoleh tempat kerja yang baik sesuai dengan kemampuan dankerja yang baik sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan manusia.keterbatasan manusia. 4. Penyelidikan tentang Lingkungan Kerja.4. Penyelidikan tentang Lingkungan Kerja. Penyelidikan ini meliputi kondisi lingkungan fisikPenyelidikan ini meliputi kondisi lingkungan fisik tempat kerja dan fasilitas, seperti pengaturantempat kerja dan fasilitas, seperti pengaturan cahaya, kebisingan suara, temperatur, getarancahaya, kebisingan suara, temperatur, getaran dan lain-lain yang dianggap mempengaruhidan lain-lain yang dianggap mempengaruhi tingkah laku manusia.tingkah laku manusia.
  • 10. Pengelompokkan bidang kajian ergonomi yangPengelompokkan bidang kajian ergonomi yang secara lengkap dikelompokkan oleh Dr. Ir.secara lengkap dikelompokkan oleh Dr. Ir. Iftikar Z. Sutalaksana (1979) sebagai berikut:Iftikar Z. Sutalaksana (1979) sebagai berikut: 1. Faal Kerja, yaitu bidang kajian ergonomi yang1. Faal Kerja, yaitu bidang kajian ergonomi yang meneliti energi manusia yang dikeluarkan dalammeneliti energi manusia yang dikeluarkan dalam suatu pekerjaan. Tujuan dan bidang kajian inisuatu pekerjaan. Tujuan dan bidang kajian ini adalah untuk perancangan sistem kerja yangadalah untuk perancangan sistem kerja yang dapat meminimasi konsumsi energi yangdapat meminimasi konsumsi energi yang dikeluarkan saat bekerja.dikeluarkan saat bekerja. 2. Antropometri, yaitu bidang kajian ergonomi yang2. Antropometri, yaitu bidang kajian ergonomi yang berhubungan dengan pengukuran dimensi tubuhberhubungan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia untuk digunakan dalam perancanganmanusia untuk digunakan dalam perancangan peralatan dan fasilitas sehingga sesuai denganperalatan dan fasilitas sehingga sesuai dengan pemakainya.pemakainya.
  • 11. 3. Biomekanika yaitu bidang kajian ergonomi yang3. Biomekanika yaitu bidang kajian ergonomi yang berhubungan dengan mekanisme tubuh dalamberhubungan dengan mekanisme tubuh dalam melakukan suatu pekerjaan, misalnya keterlibatan ototmelakukan suatu pekerjaan, misalnya keterlibatan otot manusia dalam bekerja dan sebagainyamanusia dalam bekerja dan sebagainya 4. Penginderaan, yaitu bidang kajian ergonomi yang erat4. Penginderaan, yaitu bidang kajian ergonomi yang erat kaitannya dengan masalah penginderaan manusia, baikkaitannya dengan masalah penginderaan manusia, baik indera penglihatan, penciuman, perasa dan sebagainya.indera penglihatan, penciuman, perasa dan sebagainya. 5. Psikologi kerja, yaitu bidang kajian ergonomi yang5. Psikologi kerja, yaitu bidang kajian ergonomi yang berkaitan dengan efek psikologis dan suatu pekerjaanberkaitan dengan efek psikologis dan suatu pekerjaan terhadap pekerjanya, misalnya terjadinya stres dan lainterhadap pekerjanya, misalnya terjadinya stres dan lain sebagainya.sebagainya.
  • 12. Asuransi Tenaga KerjaAsuransi Tenaga Kerja  Membicarakan aspek hukum tentangMembicarakan aspek hukum tentang kesehatan kerja pada masa kini haruskesehatan kerja pada masa kini harus diketahui pula tentang program Asuransidiketahui pula tentang program Asuransi Tenaga Kerja (Astek).Tenaga Kerja (Astek).  Program ini sangat penting untuk tenagaProgram ini sangat penting untuk tenaga kerja yang bukan pegawai negeri sipil dankerja yang bukan pegawai negeri sipil dan anggota ABRI.anggota ABRI.
  • 13.  Program ini dilaksanakan berdasarkanProgram ini dilaksanakan berdasarkan pengalaman banyaknya korban yang terjadipengalaman banyaknya korban yang terjadi akibat kecelakaan kerja yang mendatangkanakibat kecelakaan kerja yang mendatangkan kerugian baik jasmani maupun rohani. Karenakerugian baik jasmani maupun rohani. Karena itu, pemerintah membuat satu jaminan sosialitu, pemerintah membuat satu jaminan sosial bagi pekerja yang dapat kecelakaan pada waktubagi pekerja yang dapat kecelakaan pada waktu melakukan pckcrjaan di suatu perusahaan.melakukan pckcrjaan di suatu perusahaan.  Jaminan sosial ini bertujuan memberikanJaminan sosial ini bertujuan memberikan perlindungan terhadap risiko sosial ekonomiperlindungan terhadap risiko sosial ekonomi yang menimpa peketja.yang menimpa peketja.  Ketentuan pokok mengenai jaminan sosial iniKetentuan pokok mengenai jaminan sosial ini diatur dalam Undang-undang Nο. 14 tahundiatur dalam Undang-undang Nο. 14 tahun 1969.1969.
  • 14.  Salah satu dari jaminan ini adalah program Astek.Salah satu dari jaminan ini adalah program Astek. Menunit Peraturan Pemerintah RI Nο. 33 tahun 1977Menunit Peraturan Pemerintah RI Nο. 33 tahun 1977 tentang Astek.tentang Astek.  programnya adalah berupa Asuransi Kecelakaan Kerja,programnya adalah berupa Asuransi Kecelakaan Kerja, Asuransi Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kematian.Asuransi Tabungan Hari Tua dan Asuransi Kematian. Dalam pasal 3 ayat 1 Peraturan Pemerintah iniDalam pasal 3 ayat 1 Peraturan Pemerintah ini dijelaskan bahwa setiap perusahaan wajibdijelaskan bahwa setiap perusahaan wajib menyelenggarakan program Astek. Dengan demikian,menyelenggarakan program Astek. Dengan demikian, program ini akan memberikan jaminan terhadapprogram ini akan memberikan jaminan terhadap kecelakaan, penyakit atau kematian yang timbul dankecelakaan, penyakit atau kematian yang timbul dan dengan hubungan kerja.dengan hubungan kerja.
  • 15.  Undang-undang kesehatan kerja telah menjadiUndang-undang kesehatan kerja telah menjadi perhatian pemerintah sejak berdirinya negaraperhatian pemerintah sejak berdirinya negara Republik Indonesia. Pemerintah merasa perluRepublik Indonesia. Pemerintah merasa perlu merumuskan suatu kebijakan umum yangmerumuskan suatu kebijakan umum yang mengatur kesejahteraan pekerja denganmengatur kesejahteraan pekerja dengan mengeluarkan perundang-undangan yangmengeluarkan perundang-undangan yang mengatur dan melindungi kesejaliteraan pekerja.mengatur dan melindungi kesejaliteraan pekerja.  Di antara beberapa undang-undang yangDi antara beberapa undang-undang yang pernah dibuat adalah:pernah dibuat adalah: A.Undang-undang Kerja (1948-1951)A.Undang-undang Kerja (1948-1951) Peraturan Pemerintah Nο. 1 tahun 1951Peraturan Pemerintah Nο. 1 tahun 1951 mengatur tentang jam kerja, cuti tahunan, cutimengatur tentang jam kerja, cuti tahunan, cuti melahirkan, cuti haid bagi pekerja wanita,melahirkan, cuti haid bagi pekerja wanita, peraturan tentang kerja bagi anak. orang muda,peraturan tentang kerja bagi anak. orang muda, wanita, persyaratan tempat kerja, dan lain-lain.wanita, persyaratan tempat kerja, dan lain-lain.
  • 16. B. Undang-undang Kecelakaan diumumkanB. Undang-undang Kecelakaan diumumkan tahun 1947tahun 1947 DinyatakanDinyatakan berlaku tahun 1951. Undang-undang kecelakaan iniberlaku tahun 1951. Undang-undang kecelakaan ini disebut juga Undang-undang Kompensasi Pekerja (Workmendisebut juga Undang-undang Kompensasi Pekerja (Workmen Compensation Law) mengatur tentang penggantian kerugianCompensation Law) mengatur tentang penggantian kerugian kepada buruh yang mendapat kecelakaan atau penyakit akibatkepada buruh yang mendapat kecelakaan atau penyakit akibat kerja.kerja.  Beberapa pasal yang patut diketahuiBeberapa pasal yang patut diketahui antara lain adalah:antara lain adalah: 1. Di perusahaan yang diwajibkan memberi tunjangan, majikan1. Di perusahaan yang diwajibkan memberi tunjangan, majikan berkewajiban membayar ganti rugi kepada buruh yang mendapatberkewajiban membayar ganti rugi kepada buruh yang mendapat kecelakaan berhubungan dengan hubungan kerja pada perusahaankecelakaan berhubungan dengan hubungan kerja pada perusahaan itu.itu. 2. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja dipandang sebagai2. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja dipandang sebagai kecelakaan.kecelakaan. 3. Jikalau buruh meninggal dunia akibat kecelakaan yang demikian3. Jikalau buruh meninggal dunia akibat kecelakaan yang demikian itu, kewajiban membayar kerugian itu berlaku terhadap keluargaitu, kewajiban membayar kerugian itu berlaku terhadap keluarga yang ditinggalkannya.yang ditinggalkannya. 4. Dan seterusnya.4. Dan seterusnya.
  • 17. C. Undang-undang KeselamatanC. Undang-undang Keselamatan Kerja tahun 1970.Kerja tahun 1970. Undang-undang iniUndang-undang ini berisi ketentuan umumberisi ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengantentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat,industrialisasi,perkembangan masyarakat,industrialisasi, teknik, dan teknologi dalam rangka pembinaanteknik, dan teknologi dalam rangka pembinaan norma keselamatan kerja.norma keselamatan kerja.  Dalam Undang-undang Keselamatan kerja iniDalam Undang-undang Keselamatan kerja ini diatur tentang keselamatan kerja di segaladiatur tentang keselamatan kerja di segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, ditempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun di udarapermukaan air, di dalam air, maupun di udara dalam wilayah hukum Indonesia.dalam wilayah hukum Indonesia.
  • 18.  Dalam Undang-undangDalam Undang-undang Keselamatan Kerja ini jugaKeselamatan Kerja ini juga dicantumkan hak dan kewajibandicantumkan hak dan kewajiban tenaga kerja, yaitu:tenaga kerja, yaitu: 1. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh1. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau ahli keselamatan kerja.pegawai pengawas dan atau ahli keselamatan kerja. 2. Memakai alat perlindungan dirinya yang diwajibkan.2. Memakai alat perlindungan dirinya yang diwajibkan. 3. Memenuhi dan menaati semua syarat keselamatan3. Memenuhi dan menaati semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.dan kesehatan kerja yang diwajibkan. 4. Meminta kepada Pengurus agar dilaksanakan semua4. Meminta kepada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yangsyarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.diwajibkan. 5. Menyatakan keberatan kerja pada keadaan dengan5. Menyatakan keberatan kerja pada keadaan dengan syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alatsyarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat perlindungan yang diwajibkan diragukan olehnya kecualiperlindungan yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawaidalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapatpengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggungjawabkan.dipertanggungjawabkan.
  • 19. D. Ketentuan hukum mengenai kesehatan kerjaD. Ketentuan hukum mengenai kesehatan kerja juga terdapat dalam UU Kesehatan. Pasal 23juga terdapat dalam UU Kesehatan. Pasal 23 Undang-undang Kesehatan ini menyatakan:Undang-undang Kesehatan ini menyatakan: 1. Kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan1. Kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas kerja yang optimal.produktivitas kerja yang optimal. 2. Kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja,2. Kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat kerja, dan syarat kesehatan kerja.pencegahan penyakit akibat kerja, dan syarat kesehatan kerja. 3. Setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja3. Setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja 4. Ketentuan mengenai kesehatan kerja sebagaimana dimaksud4. Ketentuan mengenai kesehatan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan (3) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.dalam ayat (2) dan (3) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.  Pada pasal ini diatur agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehatPada pasal ini diatur agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnyatanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal. Diingatkanuntuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal. Diingatkan dalam pasal ini bahwa kesehatan kerja meliputi pelayanandalam pasal ini bahwa kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja,pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat-syaratkesehatan kerja,pencegahan penyakit akibat kerja dan syarat-syarat kesehatan. Dengan demikian,upaya kesehatan kerja padakesehatan. Dengan demikian,upaya kesehatan kerja pada hakikatnya merupakan penyerasian kapasitas kerja,beban kerja danhakikatnya merupakan penyerasian kapasitas kerja,beban kerja dan lingkungan kerja. Pelayanan kesehatan kerja adalah pelayananlingkungan kerja. Pelayanan kesehatan kerja adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pekerja sesuai dengan jaminankesehatan yang diberikan kepada pekerja sesuai dengan jaminan sosial tenaga kerja dan mencakup upaya peningkatansosial tenaga kerja dan mencakup upaya peningkatan kesehatan,pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit,dankesehatan,pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit,dan pemulihan kesehatan.pemulihan kesehatan.
  • 20.  Syarat kesehatan kerja meliputi persyaratan kesehatanSyarat kesehatan kerja meliputi persyaratan kesehatan pekerja baik fisik maupun psikis sesuai dengan jenispekerja baik fisik maupun psikis sesuai dengan jenis pekerjaannya, persyaratan bahan baku,peralatan, danpekerjaannya, persyaratan bahan baku,peralatan, dan proses kerja serta persyaratan tempat atau lingkunganproses kerja serta persyaratan tempat atau lingkungan kerja.kerja.  Yang dimaksud dengan tempat kerja di sini adalahYang dimaksud dengan tempat kerja di sini adalah tempat kerja yang terbuka atau tertutup, bergerak atautempat kerja yang terbuka atau tertutup, bergerak atau tidak bergerak yang dipergunakan untuk memproduksitidak bergerak yang dipergunakan untuk memproduksi barang atau jasa oleh satu atau beberapa orang pekerja.barang atau jasa oleh satu atau beberapa orang pekerja. Dalam pasal ini ditegaskan bahwa yang wajibDalam pasal ini ditegaskan bahwa yang wajib menyelenggarakan kesehatan kerja adalah tempat yangmenyelenggarakan kesehatan kerja adalah tempat yang mempunyai risiko bahaya kesehatan atau mudahmempunyai risiko bahaya kesehatan atau mudah terjangkit penyakit atau yang mempunyai karyawan lebihterjangkit penyakit atau yang mempunyai karyawan lebih dari 10 orang.dari 10 orang.
  • 21.  Sanksi hukum bagi yang melanggar ketentuanSanksi hukum bagi yang melanggar ketentuan tentang kesehatan kerja, diatur dalam pasaltentang kesehatan kerja, diatur dalam pasal yang sama dengan sanksi hukum padayang sama dengan sanksi hukum pada pelanggaran kesehatan lingkungan. Untukpelanggaran kesehatan lingkungan. Untuk Kesehatan pasal 94 berbunyi:Kesehatan pasal 94 berbunyi:  ““Barang siapa yang menyelenggarakan tempatBarang siapa yang menyelenggarakan tempat kerja yang tidak memenuhi ketentuan dipidanakerja yang tidak memenuhi ketentuan dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahundengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan atau pidana denda paling banyak lima belasdan atau pidana denda paling banyak lima belas juta”.juta”.
  • 22. Kelelahan Kerja / OccupationalKelelahan Kerja / Occupational FatiqueFatique  Kelelahan adalah suatu mekanismeKelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindarperlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehinggadari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Istilahterjadi pemulihan setelah istirahat. Istilah kelelahan biasanya menunjukkan kondisikelelahan biasanya menunjukkan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu,yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara kepadatetapi semuanya bermuara kepada kehilangan efisiensi dan penurunankehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh.kapasitas kerja serta ketahanan tubuh.
  • 23.  Terdapat dua jenis kelelahan, yaitu kelelahanTerdapat dua jenis kelelahan, yaitu kelelahan otot dan kelelahan umum.otot dan kelelahan umum.  Kelelahan otot merupakan tremor pada otot atauKelelahan otot merupakan tremor pada otot atau perasaan nyeri pada otot.perasaan nyeri pada otot.  kelelahan umum ditandai dengan berkurangnyakelelahan umum ditandai dengan berkurangnya kemauan untuk bekerja yang disebabkan olehkemauan untuk bekerja yang disebabkan oleh monotoni (pekerjaan yang sifatnya monoton),monotoni (pekerjaan yang sifatnya monoton), intensitas dan lamanya kerja fisik, keadaanintensitas dan lamanya kerja fisik, keadaan lingkungan, kondisi mental dan psikologis, statuslingkungan, kondisi mental dan psikologis, status kesehatan, dan gizi.kesehatan, dan gizi.
  • 24.  Pengaruh-pengaruh tersebut terakumulasi diPengaruh-pengaruh tersebut terakumulasi di dalam tubuh manusia dan menimbulkandalam tubuh manusia dan menimbulkan perasaan lelah yang dapat menyebabkanperasaan lelah yang dapat menyebabkan seseorang berhenti bekerja (beraktivitas).seseorang berhenti bekerja (beraktivitas).  Kelelahan dapat diatasi dengan beristirahatKelelahan dapat diatasi dengan beristirahat untuk menyegarkan tubuh. Apabila kelelahanuntuk menyegarkan tubuh. Apabila kelelahan tidak segera diatasi dan pekerja dipakasa untuktidak segera diatasi dan pekerja dipakasa untuk terus bekerja, maka kelelahan akan semakinterus bekerja, maka kelelahan akan semakin parah dan dapat mengurangi produktivitasparah dan dapat mengurangi produktivitas pekerja. Kelelahan sama halnya denganpekerja. Kelelahan sama halnya dengan keadaan lapar dan haus sebagai suatukeadaan lapar dan haus sebagai suatu mekanisme untuk mendukung kehidupan.mekanisme untuk mendukung kehidupan.
  • 25.  Di samping kelelahan otot dan kelelahan umum,Di samping kelelahan otot dan kelelahan umum, Grandjean (1988) juga mengklasifikasikan kelelahan keGrandjean (1988) juga mengklasifikasikan kelelahan ke dalam 7 bagian yaitu:dalam 7 bagian yaitu:  Kelelahan visual, yaitu meningkatnya kelelahan mataKelelahan visual, yaitu meningkatnya kelelahan mata  Kelelahan tubuh secara umum, yaitu kelelahan akibat bebanKelelahan tubuh secara umum, yaitu kelelahan akibat beban fisik yang berlebihanfisik yang berlebihan  Kelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan olehKelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh pekerjaan mental atau intelektualpekerjaan mental atau intelektual  Kelelahan syaraf, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh tekananKelelahan syaraf, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh tekanan berlebihan pada salah satu bagian sistem psikomotor, sepertiberlebihan pada salah satu bagian sistem psikomotor, seperti pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilanpada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan  Pekerjaan yang bersifat monotonPekerjaan yang bersifat monoton  Kelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek jangkaKelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek jangka panjangpanjang  Kelelahan sirkadian, yaitu bagian dari ritme siang-malam, danKelelahan sirkadian, yaitu bagian dari ritme siang-malam, dan memulai periode tidur yang barumemulai periode tidur yang baru
  • 26.  Sampai saat ini masih berlaku dua teori tentangSampai saat ini masih berlaku dua teori tentang kelelahan otot, yaitukelelahan otot, yaitu  Teori kimia dan teori syaraf pusat.Teori kimia dan teori syaraf pusat. 1.Teori kimia menjelaskan bahwa terjadinya kelelahan1.Teori kimia menjelaskan bahwa terjadinya kelelahan adalah akibat berkurangnya cadangan energy danadalah akibat berkurangnya cadangan energy dan meningkatnya sisa metabolism sebagai penyebabmeningkatnya sisa metabolism sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot.hilangnya efisiensi otot.  Suma’mur menyatakan bahwa produktivitas mulaiSuma’mur menyatakan bahwa produktivitas mulai menurun setelah empat jam bekerja terus menerusmenurun setelah empat jam bekerja terus menerus (apapun jenis pekerjaannya) yang disebabkan oleh(apapun jenis pekerjaannya) yang disebabkan oleh menurunnya kadar gula di dalam darah. Itulah sebabnyamenurunnya kadar gula di dalam darah. Itulah sebabnya istirahat sangat diperlukan minimal setengah jam setelahistirahat sangat diperlukan minimal setengah jam setelah empat jam bekerja terus menerus agar pekerjaempat jam bekerja terus menerus agar pekerja memperoleh kesempatan untuk makan dan menambahmemperoleh kesempatan untuk makan dan menambah energy yang diperlukan tubuh untuk bekerja.energy yang diperlukan tubuh untuk bekerja.
  • 27. 2.Teori syaraf pusat menjelaskan bahwa bahwa perubahan2.Teori syaraf pusat menjelaskan bahwa bahwa perubahan kimia hanya merupakan penunjang proses. Perubahankimia hanya merupakan penunjang proses. Perubahan kimia yang terjadi menyebabkan dihantarkannyakimia yang terjadi menyebabkan dihantarkannya rangsangan syaraf melalui syaraf sensoris ke otak yangrangsangan syaraf melalui syaraf sensoris ke otak yang disadari sebagai kelelahan otot. Rangsangan aferen inidisadari sebagai kelelahan otot. Rangsangan aferen ini menghambat pusat-pusat otak dalam mengendalikanmenghambat pusat-pusat otak dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial kegiatan pada selgerakan sehingga frekuensi potensial kegiatan pada sel syaraf menjadi berkurang dan menyebabkansyaraf menjadi berkurang dan menyebabkan menurunnya kekuatan dan kecepatan kontraksi ototmenurunnya kekuatan dan kecepatan kontraksi otot serta gerakan atas perintah menjadi lambat. Sehinggaserta gerakan atas perintah menjadi lambat. Sehingga semakin lambat gerakan seseorang menunjukkansemakin lambat gerakan seseorang menunjukkan semakin lelah kondisi seseorang.semakin lelah kondisi seseorang.
  • 28.  Pengukuran KelelahanPengukuran Kelelahan Sampai saat ini belum ada cara untuk mengukurSampai saat ini belum ada cara untuk mengukur tingkat kelelahan secara langsung. Pengukuran-tingkat kelelahan secara langsung. Pengukuran- pengukuran yang dilakukan oleh penelitipengukuran yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya hanya berupa indikator yangsebelumnya hanya berupa indikator yang menunjukkan terjadinya kelelahan akibat kerja.menunjukkan terjadinya kelelahan akibat kerja. Grandjean (1993) dalam Tarwaka et al (2004)Grandjean (1993) dalam Tarwaka et al (2004) mengelompokkan metode pengukuran kelelahanmengelompokkan metode pengukuran kelelahan dalam beberapa kelompok, yaitu:dalam beberapa kelompok, yaitu:  Kualitas dan kuantitas kerja yang dilakukanKualitas dan kuantitas kerja yang dilakukan  Uji psikomotorUji psikomotor  Uji hilangnya kelipan (Uji hilangnya kelipan (flicker-fusion testflicker-fusion test))  Perasaan kelelahan secara subjektifPerasaan kelelahan secara subjektif  Uji mentalUji mental
  • 29. TERIMA KASIHTERIMA KASIH

×