Your SlideShare is downloading. ×
0
MATA KULIAH LOGIKA DOSEN : Rosdiana, SH.,MH      UNIBA@2012
Teknik eduksi ada 4macam yaitu:1. Konversi2. Obversi3. Kontraposisi4. Inversi
1. KONVERSI         Konversi adalah cara mengungkapkan kembali suatu proposisi   kepada proposisi lain yang semakna dengan...
Agar didapat konverse yang benar perlu diperhatikan patokan berikut: Pernyataan bentuk A harus dikonversikan menjadi I   ...
Pernyataan O tidak dapat dikonversikan.     Konvertend : Sebagian binatang bukan gajah     Konversi       : Sebagian gaja...
Pernyataan bentuk singular konversinya diperlakukansebagaimana bentuk universal. Manakala proposisinya positifdiperlakukan...
2. OBVERSI Observasi adalah cara mengungkapkan kembali suatu proposisi kepada proposisi lain yang semakna dengan mengubah ...
Bentuk I menjadi O Obvertend : Sebagian dokter mata keranjang Observe    : Sebagian dokter bukan tak- mata keranjang.  Ob...
3. KONTRAPOSISI        Kontraposisi adalah cara mengungkapkan kembali suatu   proposisi kepada proposisi lain yang semakna...
Bentuk I Kontraponend         : Sebagian cendikiawan pemarah Obverse     : Sebagian cendikiawan bukan non-pemarah Konver...
Contoh proposisi kontrapositif secaralangsung:o Kontraponend : Semua patroit adalah   pemberani   Kontrapositif : Semua ya...
4.   INVERSI     Inversi adalah cara mengungkapkan kembali suatu     proposisi kepada proposisi lain yang semakna dengan  ...
Contoh:Invertend: Semua dokter adalah cerdasInverse : Sebagian yang non-dokter          adalah non-cerdasIntervend: Semua ...
SEKIAN DAN TERIMA KASIH 
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Tehnik tehnik eduksi

1,648

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,648
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
39
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Tehnik tehnik eduksi"

  1. 1. MATA KULIAH LOGIKA DOSEN : Rosdiana, SH.,MH UNIBA@2012
  2. 2. Teknik eduksi ada 4macam yaitu:1. Konversi2. Obversi3. Kontraposisi4. Inversi
  3. 3. 1. KONVERSI Konversi adalah cara mengungkapkan kembali suatu proposisi kepada proposisi lain yang semakna dengan menukar kedudukan subyek dan predikat pernyataan aslinya. Subyek pernyataan pertama menjadi predikat dan predikatnya menjadi subyek pada proposisi yang baru. Jadi kita beralih dari pernyataan tipe S P kepada tipe P S. Contoh: Tidak satu pun mahasiswa adalah buta huruf. Tidak satu pun yang buta huruf adalah mahasiswa. Selain itu, tidak selamanya dengan pembalikan begitu saja akan diduga proposisi baru yang benar, seperti: Semua kuda adalah binatang Semua binatang adalah kuda (salah). Pernyataan asli disebut Kontervend, sedangkan pernyataan baruyang dihasilkan disebut Konverse.
  4. 4. Agar didapat konverse yang benar perlu diperhatikan patokan berikut: Pernyataan bentuk A harus dikonversikan menjadi I Konvertend : Semua kuda adalah binatang Konverse : Sebagian binatang adalah kuda. Konvertend : Semua mahasiswa terdidik Konverse : Sebagian yang terdidik adalah mahasiswa. Pernyataan bentuk I konversinya bentuk I juga Konvertend : Sebagian cendikiawan boros Konverse : Sebagian yang boros adalah cendikiawan. Pernyataan E konversinya bentuk E juga Konvertend : Semua yang saleh bukan pencuri Konverse : Semua pencuri bukan orang yang saleh. Konvertend : Tida satu pun orang yang sukses adalah malas Konverse : Tidak satu pun orang yang malas adalah sukses
  5. 5. Pernyataan O tidak dapat dikonversikan. Konvertend : Sebagian binatang bukan gajah Konversi : Sebagian gajah bukan binatang (Salah) Konvertend : Sebagian manusia bukan guru Konversi : Sebagian guru bukan manusia (Salah). Catatan: Dalam proses konversi kita tidak terikat semata-mata dengan kata-kata pada pernyataan aslinya, tetapi boleh saja menambah untuk menjaga agar makna proposisi semula tidak berubah. Contoh: Konvertend : Sebagian anjing berkutu Konversi : Sebagian binatang yang berkutu adalah anjing.
  6. 6. Pernyataan bentuk singular konversinya diperlakukansebagaimana bentuk universal. Manakala proposisinya positifdiperlakukan sebagaimana bentuk A dan apabila negatifdiperlakukan sebagaimana bentuk E, seperti:Konvertend : Hasan adalah lelaki yang sabarKonverse : Sebagian lelaki yang sabar adalah HasanKonvertend : Fatimah adalah bukan gadis yang cerobohKonverse : Semua gadis yang ceroboh adalah bukanFatimahKesimpulan:Bentuk A, dibalik dan diubah menjadi IBentuk I, tinggal dibalik sajaBentuk E, tinggal dibalik sajaBentuk O, tidak bisa dikonversikan.
  7. 7. 2. OBVERSI Observasi adalah cara mengungkapkan kembali suatu proposisi kepada proposisi lain yang semakna dengan mengubah kualitas peryataan aslinya. Jika pernyataan semua positif, maka permasalahan yang dihasilkan negatif, begitu sebaliknya. Pernyataan Tipe S P menjadi Tipe S tak P Atau Pernyataan Tipe S tak P menjadi Tipe S P Pernyatan yang asli disebut obvertend dan pernyataan yang dihasilkan disebut obverse. Obverse dari keempat bentuk proposisi adalah:  Bentuk A menjadi E Obvertend : Semua makhluk adalah fana Observe :Semua makhluk adalah bukan non-fana Obvertend : Apa dapat membakar Observe : Api bukan tak-dapat membakar
  8. 8. Bentuk I menjadi O Obvertend : Sebagian dokter mata keranjang Observe : Sebagian dokter bukan tak- mata keranjang. Obvertend : Sebagian mahasiswa curang Observe : Sebagian mahasiswa bukan non-curang. Bentuk E menjadi A Obvertend : Semua cendikiawan tidak buta huruf Observe : Semua cendikiawan buta huruf Obvertend : Semua harimau bukan pemakan rumput Obverse : Semua harimau pemakan rumput. Bentuk O menjadi I Obvertend : Sebagian manusia tidak suka merokok. Obverse : Sebagian manusia non-suka merokok. Obvertend : Sebagian cendekiawan tak pandai bicara. Obverse : Sebagian cendekiawan non-pandai bicara.
  9. 9. 3. KONTRAPOSISI Kontraposisi adalah cara mengungkapkan kembali suatu proposisi kepada proposisi lain yang semakna, dan menukar kedudukan subyek dan predikat pernyataan asli dan mengontradiksikan masing-masingnya. Permasalahan tipe S P kepada permasalahan tipe: tak-P tak-S Pernyataan aslinya disebut kontraponend dan pernyataan yang dihasilkan disebut kontrapositif.Secara bertahap proses penyimpulan kontrapositif dari semua bentuksebagai berikut:Bentuk A, menjadi A Kontraponend : Semua binatang adalah fana Obverse : Semua binatang adalah bukan tak-fana Konverse : Semua yang tak-fana adalah bukan binatang Obverse : Semua yang tak-fana adalah non-binatang. (Proposisi Kontrapositif)
  10. 10. Bentuk I Kontraponend : Sebagian cendikiawan pemarah Obverse : Sebagian cendikiawan bukan non-pemarah Konverse : ……. (Tidak bisa dikonversikan)Bentuk E, menjadi O Kontraponend : Semua emas bukan benda gas Obverse : Semua emas adalah non-benda gas Konverse : Sebagian yang non-benda gas adalah emas Obverse : Sebagian yang non-benda gas adalah bukan non-emas (Proposisi kontrapositif)Bentuk O, menjadi O Kontraponend : Sebagian pegawai tidak jujur Obverse : Sebagian pegawai non-jujur Konverse : Sebagian yang non-jujur adalah pegawai Obverse : Sebagian yang non-jujur adalah bukan non-pegawai (Prosisi kontrapositif).
  11. 11. Contoh proposisi kontrapositif secaralangsung:o Kontraponend : Semua patroit adalah pemberani Kontrapositif : Semua yang non- pemberani adalah non-patriot.oKontraponend : Semua perjudian tidak diizinkan Kontrapositif : Sebagian yang non- diizinkan adalah bukan non-perjudian.
  12. 12. 4. INVERSI Inversi adalah cara mengungkapkan kembali suatu proposisi kepada proposisi lain yang semakna dengan pengontradiksikan subyek dan predikat pernyataan aslinya. Permasalahan tipe S P menjadi tipe tak-S tak-P Dalam proses penyimpulan inversi hanya bisa diterapkan untuk permasalahan A dan E saja. Selain itu patokan lain yang perlu diperhatikan adalah: Bila pernyataan aslinya bentuk A maka proposisi yang dihasilkan I dan bila E yang dihasilkan adalah O. Pernyataan asli disebut Invertend dan pernyataan yang dihasilkan disebut Inverse.
  13. 13. Contoh:Invertend: Semua dokter adalah cerdasInverse : Sebagian yang non-dokter adalah non-cerdasIntervend: Semua pendengki tidak bahagiaInverse : Sebagian yang non- pendengki bukan tak bahagia.
  14. 14. SEKIAN DAN TERIMA KASIH 
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×