0
FIQH WARIS FITK UNSIQ WONOSOBO SEMESTER II / 2010 06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
Pengertian dan dasar hukum <ul><li>Ada 3 istilah : Mawaris, Faraidl, dan al-Tirkah </li></ul><ul><li>Mawaris = warisan (si...
Dasar Al-Qur’an ttg waris <ul><li>QS. Al-Nisa’ 7 dan 127 : </li></ul><ul><li>لِّلرِّجَالِ نَصيِبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِد...
Syarat dan Rukun Waris <ul><li>Al-Mawaris : orang yang mewariskan hartanya, syaratnya telah betul-betul mati. Mati : hakik...
Penghalang waris <ul><li>Pembunuhan  : (ijtihadiyah : ulama fiqh berbeda pendapat tentang kriteria pembunuhan yang dapat m...
Sebab-sebab pewarisan <ul><li>Al-Qarabah : hub. Kekerabatan atau ahli waris Nasabiyah </li></ul><ul><li>Al-Musaharah : Hub...
Ahli waris dan macamnya <ul><li>Ahli waris : Nasabiyah dan sababiyah </li></ul><ul><li>Dari bagian yang diterima ahli wari...
Ahli waris nasabiyah 13/8 <ul><li>Anak laki-laki </li></ul><ul><li>Cucu laki-laki dari anak laki-laki </li></ul><ul><li>Ba...
Ahli waris Sababiyah <ul><li>Sebab perkawinan Suami, atau istri </li></ul><ul><li>Sebab wala’ </li></ul><ul><li>Dalam seja...
Nasabiyah menurut tingkat kekerabatan <ul><li>Furu’ al-waris : keturunan atau anak-anak si mati yaitu : anak perempuan, an...
Al-furud al-muqadarah <ul><li>½  (al-nisf) </li></ul><ul><li>1/3 (al-sulus) </li></ul><ul><li>¼  (al-rubu’) </li></ul><ul>...
Daftar ash-habul furudl <ul><li>AW  Bagian  dalam keadaan  mahjub oleh </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH ISTR...
lanjutan 06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH AW BAGIAN DALAM KEADAAN TERHIJAB OLEH IBU 1/3 1/6 1/3 sisa Tdk B+ FW  B + FW...
06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH AW BAGIAN DALAM KEADAAN TERHIJAB OLEH Sdri  kandung 1/2 2/3 Umg Ubg Seorang diri  2 o...
Ahli Waris Asabah <ul><li>Asabah bi nafsih :  </li></ul><ul><li>anak laki-laki </li></ul><ul><li>cucu laki-laki dr anak la...
Asabah  bi al-Gair <ul><li>Anak perempuan bersama-sama dengan anak laki-laki </li></ul><ul><li>Curu Pr dr anak lk, bersama...
Asabah ma al-gair <ul><li>Sdr perempuan sekandung </li></ul><ul><li>Sdr perempuan se ayah. </li></ul>06/03/11 Fiqh waris :...
Dzawil Arham <ul><li>Cucu Lk/Pr dari anak Perempuan </li></ul><ul><li>Anak Lk/Pr dari Cucu Pr </li></ul><ul><li>Kakek dari...
Soal  <ul><li>Seorang meninggal dunia, dengan meninggalkan harta waris : Rp. 192.000.000,-, ahli waris yang ditinggalkan a...
<ul><li>Seorang meninggal dunia, harta warisnya Rp. 60.000.000,- ahli waris yang ditinggalkan terdriri : Istri, ibu, 2 ora...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pwr poin pofiqh waris

2,964

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,964
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
191
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Pwr poin pofiqh waris"

  1. 1. FIQH WARIS FITK UNSIQ WONOSOBO SEMESTER II / 2010 06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  2. 2. Pengertian dan dasar hukum <ul><li>Ada 3 istilah : Mawaris, Faraidl, dan al-Tirkah </li></ul><ul><li>Mawaris = warisan (siapa ahli waris yang berhak menerima warisan, siapa tidak berhak menerima, serta bagian masing-masing ahli waris). </li></ul><ul><li>Faraidl = ketetapan atau ketentuan (bagian ahli waris telah ditetapkan secara pasti oleh nash Al-Qur’an) </li></ul><ul><li>Al-Tirkah = harta peninggalan (semua harta yang ditinggalkan muwaris (orang yang meninggalkan harta waris), termasuk hak-haknya </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  3. 3. Dasar Al-Qur’an ttg waris <ul><li>QS. Al-Nisa’ 7 dan 127 : </li></ul><ul><li>لِّلرِّجَالِ نَصيِبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاء نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيباً مَّفْرُوضاً </li></ul><ul><li>QS. Al-Nisa’ : 11, 12, 33 </li></ul><ul><li>QS. Al-Ahzab : 4, 5 dan 40 </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  4. 4. Syarat dan Rukun Waris <ul><li>Al-Mawaris : orang yang mewariskan hartanya, syaratnya telah betul-betul mati. Mati : hakiki, hukmi dan mati taqdiri </li></ul><ul><li>Al-Waris / Ahli waris : orang yang dinyatakan mempunyai hubungan nasab, perkawinan, syarat ahli waris adalah masih hidup ketika muwaris meninggal. </li></ul><ul><li>Al-Maurus/ al-Miras : harta peninggalan si mati setelah dikurangi hak-hak muwaris. </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  5. 5. Penghalang waris <ul><li>Pembunuhan : (ijtihadiyah : ulama fiqh berbeda pendapat tentang kriteria pembunuhan yang dapat menghalangi ahli waris menerima waris) </li></ul><ul><li>Berlainan agama (QS. al-Nisa’ : 141, QS. Yunus : 32, QS. Al-Maidah : 48) </li></ul><ul><li>Perbudakan ( QS. Al-Nahl : 75) </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  6. 6. Sebab-sebab pewarisan <ul><li>Al-Qarabah : hub. Kekerabatan atau ahli waris Nasabiyah </li></ul><ul><li>Al-Musaharah : Hub. Perkawinan atau ahli waris sababiyah </li></ul><ul><li>Al-Wala’ : hub. Karena pembebasan perbudakan.( ahli waris ini juga digolongkan ahli waris sababiyah) </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  7. 7. Ahli waris dan macamnya <ul><li>Ahli waris : Nasabiyah dan sababiyah </li></ul><ul><li>Dari bagian yang diterima ahli waris dibagi : ashab al-furud, ‘asabah, dan dzawil arham. </li></ul><ul><li>Jauh dekatnya dikelompokkan : hijab, dan mahjub (ahli waris yang terhalang oleh ahli waris yang terdekat) </li></ul>Fiqh waris : M. Junaedi, MH 06/03/11
  8. 8. Ahli waris nasabiyah 13/8 <ul><li>Anak laki-laki </li></ul><ul><li>Cucu laki-laki dari anak laki-laki </li></ul><ul><li>Bapak </li></ul><ul><li>Kakek dari bapak </li></ul><ul><li>Sdr. Laki-laki kandung </li></ul><ul><li>Sdr. Laki-laki seayah </li></ul><ul><li>Sdr. Laki-laki seibu </li></ul><ul><li>Anak sdr laki-laki kandung </li></ul><ul><li>Anak laki-laki dari sdr laki-laki seayah </li></ul><ul><li>Paman sekandung </li></ul><ul><li>Paman seayah </li></ul><ul><li>anak- laki-laki paman sekandung </li></ul><ul><li>Anak laki-laki paman seayah </li></ul><ul><li>Anak perempuan </li></ul><ul><li>Cucu perempuan dari garis lk </li></ul><ul><li>Ibu </li></ul><ul><li>Nenek garis bapak </li></ul><ul><li>Nenek garis ibu </li></ul><ul><li>Sdr perempuan sekandung </li></ul><ul><li>Sdr Perempuan seayah </li></ul><ul><li>Sdr. Perempuan seibu </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  9. 9. Ahli waris Sababiyah <ul><li>Sebab perkawinan Suami, atau istri </li></ul><ul><li>Sebab wala’ </li></ul><ul><li>Dalam sejarah pewarisan sebelum dan awal Islam </li></ul><ul><li>Sebab perjanjian /prasetia </li></ul><ul><li>Pengangkatan anak </li></ul><ul><li>Hijrah </li></ul><ul><li>Al-Muakhah (ikatan persaudaraan) </li></ul><ul><li>(akhirnya di nasakh oleh Al-Qur’an dan Sunnah Nabi) </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  10. 10. Nasabiyah menurut tingkat kekerabatan <ul><li>Furu’ al-waris : keturunan atau anak-anak si mati yaitu : anak perempuan, anak laki-laki, cucu perempuan dari anak laki-laki, dan cucu laki-laki dari anak laki-laki dst…..) </li></ul><ul><li>Usul al-waris : leluhur si mati seperti : Bapak, ibu, kakek garis bapak, nenek garis ibu, nenek garis bapak, dst…. </li></ul><ul><li>Al-hawasyi, ahli waris saudara termasuk paman dst…. </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  11. 11. Al-furud al-muqadarah <ul><li>½ (al-nisf) </li></ul><ul><li>1/3 (al-sulus) </li></ul><ul><li>¼ (al-rubu’) </li></ul><ul><li>1/6 (al-sulus) </li></ul><ul><li>1/8 (al-sumun) </li></ul><ul><li>2/3 (al-sulusan/al-sulusain) </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  12. 12. Daftar ash-habul furudl <ul><li>AW Bagian dalam keadaan mahjub oleh </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH ISTRI <ul><li>¼ </li></ul><ul><li>1/8 </li></ul>Tidak bersama Far’u Waris Bersama dengan Far’u Waris SUAMI <ul><li>½ </li></ul><ul><li>¼ </li></ul>Tdk bersama F. Waris bersama dengan F. Waris Anak perempuan <ul><li>½ </li></ul><ul><li>2/3 </li></ul><ul><li>Ubg </li></ul>Seorang diri tdak brsm mua Dua orang lebih TBM Bersama dg anak laki-laki Cucu Pr Dari anak laki-laki <ul><li>½ </li></ul><ul><li>2/3 </li></ul><ul><li>Ubg </li></ul><ul><li>1/6 – plk 2/3 </li></ul>Bila seorang diri Statusnya sama dg ank Pr Bersama dengan anak pr tunggal dan TBM Anak laki-laki 2 orang
  13. 13. lanjutan 06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH AW BAGIAN DALAM KEADAAN TERHIJAB OLEH IBU 1/3 1/6 1/3 sisa Tdk B+ FW B + FW B + Bpk, suami atau Istri AYAH 1/6 1/6 + u UBn B + FW B + FW Pr Tdk B + FW mutlak Nenek shihahah 1/6 Seorang diri maupun bersama Ibu, nenek yang dekat, ayah bila ibunya ayah, dst Kakek shahih 1/6 1/6 + U Usb Muqosamah Spt keadaan ayah. B + sdr/I kdg atau B + AW perempuan Ayah, Kakek yang lbh dekat
  14. 14. 06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH AW BAGIAN DALAM KEADAAN TERHIJAB OLEH Sdri kandung 1/2 2/3 Umg Ubg Seorang diri 2 orang tidak terhijab B + FW Pr dst B + Sdr kdg tunggal maupun lebh Ayah Anak lk Cucu lk dari anak laki2 Sdri seayah 1/2 2/3 Ubg 1/6 Umg Seorang diri 2 orang atau lebih (tdk bersama FW atau sdri skdg B + dg sdr se-yh Pelngkap 2/3 + Sdrikg B+FW Pr Ayah FW Sdra skdg Sdri skdg 2 sdri skdg Sdr/i seibu 1/6 1/3 Seorang diri lk at Pr 2 org + (lk at Pr) F W Ayah, kkk
  15. 15. Ahli Waris Asabah <ul><li>Asabah bi nafsih : </li></ul><ul><li>anak laki-laki </li></ul><ul><li>cucu laki-laki dr anak laki-laki </li></ul><ul><li>Bapak </li></ul><ul><li>Kakek (dari Bapak) </li></ul><ul><li>Sdr lk kandung </li></ul><ul><li>Sdr lk seayah </li></ul><ul><li>anak laki-laki sdr lk kandung </li></ul><ul><li>anak laki-laki sdr lk seayah </li></ul><ul><li>Paman sekandung </li></ul><ul><li>Paman seayah </li></ul><ul><li>anak laki-laki paman sekandung </li></ul><ul><li>anak laki-laki paman seayah </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  16. 16. Asabah bi al-Gair <ul><li>Anak perempuan bersama-sama dengan anak laki-laki </li></ul><ul><li>Curu Pr dr anak lk, bersama cucu lk dari anak laki-laki </li></ul><ul><li>Sdr. Perempuan sekandung bersama sdr lk skdg </li></ul><ul><li>Sdr. Perempuan seayah bersama dg Sdr lk seayah </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  17. 17. Asabah ma al-gair <ul><li>Sdr perempuan sekandung </li></ul><ul><li>Sdr perempuan se ayah. </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  18. 18. Dzawil Arham <ul><li>Cucu Lk/Pr dari anak Perempuan </li></ul><ul><li>Anak Lk/Pr dari Cucu Pr </li></ul><ul><li>Kakek dari Ibu (bapak dari ibu) </li></ul><ul><li>Nenek dari pihak kakek </li></ul><ul><li>Anak Pr dari Sdr Lk (Kdg, seayah, seibu) </li></ul><ul><li>Anak lk dari sdr seibu </li></ul><ul><li>Anak Lk/Pr Sdr Pr (skd, sayah, seibu) </li></ul><ul><li>Bibi (sdr Pr dari Bapak) + sdr Pr dari Kakek </li></ul><ul><li>Paman seibu dengan Bapak dst. </li></ul><ul><li>Sdr lk dan Sdr Pr dari ibu </li></ul><ul><li>Anak Pr dari Paman </li></ul><ul><li>Bibi pihak ibu (Sdr Pr dari Ibu) </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  19. 19. Soal <ul><li>Seorang meninggal dunia, dengan meninggalkan harta waris : Rp. 192.000.000,-, ahli waris yang ditinggalkan adalah : Suami, Ibu, Anak laki-laki, dan 2 anak perempuan. </li></ul><ul><li>Kerjakan berapa bagian masing-masing ahli waris. </li></ul><ul><li>Harta warisan yang ditinggalkan muwaris Rp. 192.000.000,- ahli waris terdiri : istri, 2 anak perempuan, 1 anak laki-laki, ayah, ibu dan saudara perempuan sekandung. </li></ul><ul><li>Kerjakan berapa bagian masing-masing ahli waris </li></ul><ul><li>Seorang suami meninggal dunia, meninggalkan harta waris 64.800.000, meninggalkan : Istri, 2 anak perempuan, ibu, bapak </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  20. 20. <ul><li>Seorang meninggal dunia, harta warisnya Rp. 60.000.000,- ahli waris yang ditinggalkan terdriri : Istri, ibu, 2 orang sdri kandung, dan 1 orang sdr. Seibu. </li></ul><ul><li>Ahli waris meninggalkan harta waris Rp. 96.000.000,- Ahli warisnya terdiri : anak perempuan, istri, ibu, dan ayah. </li></ul><ul><li>Kerjakan berapa bagian masing-masing ahli waris. </li></ul>06/03/11 Fiqh waris : M. Junaedi, MH
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×