Tarbiyah islamiyah

4,803 views

Published on

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
4,803
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
176
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tarbiyah islamiyah

  1. 1. TARBIYAH ISLAMIYAH Dauroh Fakultas Pertanian Pondok Bunga, 7 Mei 2006
  2. 2. MAKNA TARBIYAH <ul><li>Bahasa Arab Pendidikan Islam disebut at tarbiyah al Islamiyah . Secara bahasa, tarbiyah memiliki beberapa arti : </li></ul><ul><ul><li>Raba- Yarbu = tumbuh berkembang </li></ul></ul><ul><ul><li>Rabiya - Yarba = tumbuh secara alami </li></ul></ul><ul><ul><li>Rabba - Yarubbu = memperbaiki, meningkatkan </li></ul></ul><ul><ul><li>Berarti proses pendidikan Islam seharusnya menumbuhkan kembangkan secara alami, juga sebagai proses perbaikan peningkatan diri bagi orang yang terlibat di dalamnya. </li></ul></ul><ul><li>Secara istilah makna tarbiyah adalah : </li></ul><ul><li>Menyampaikan sesuatu sampai pada tingkat sempurna sedikit demi sedikit (Al Badhawi) </li></ul><ul><li>Menumbuhkan sesuatu sedikit demi sedikit sampai dengan tahap sempurna (Al Asmahadi) </li></ul>
  3. 3. MENGAPA HARUS TARBIYAH ???
  4. 4. Potret Remaja Kita REMAJA NARKOBA PORNOGRAFI PACARAN SEKS BEBAS TAWURAN SKILL RENDAH PUTUS SEKOLAH KRIMINAL AKADEMIS RENDAH MUSIK
  5. 5. Valentine’s Day & Fenomena Pacaran <ul><ul><li>14 Februari = Hari Kasih Sayang = Hari Pacaran se Dunia. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pada saat itu adalah semacam “hari pacaran sedunia”. Para kekasih menyatakan ulang cintanya. Tidak jarang momen ini dilanjutkan dengan bercinta betulan… </li></ul></ul><ul><ul><li>Meledaknya film “Ada Apa Dengan Cinta” (AADC) yang dibintangi oleh bintang film muda Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo yang mulai ditayangkan bulan Februari 2002 kemarin seakan memberikan justifikasi merebaknya tradisi Valentine di kalangan generasi muda kita. </li></ul></ul><ul><ul><li>Belum genap sebulan diputar di bioskop jaringan 21, film tersebut telah menyedot sekitar 810 ribu penonton. Belum termasuk pemutaran di sejumlah bioskop lain di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan, bandung dan Jogja yang juga amat membludak –sebuah rekor yang fantastis dalam sejarah perfilman nasional selama ini </li></ul></ul><ul><ul><li>Film-film Cinta: Roda-roda cinta, Cinta SMU, Di matamu Ada Cinta, Ketika Cinta Harus Memilih, Cintaku terbagi lima, Cintaku di Rumah Susun, Gita Cinta dari SMA, Eiffel I’m in Love, Tokyo Love Story, From Russia with Love … dsb. </li></ul></ul>
  6. 6. Pornografi <ul><ul><li>Tabloid/majalah bernuansa Seks: TOP, WOW, LIPSTIK, HOT, MAP, BOS , POPULAR, LAJANG, KOSMOPOLITAN, A+, HER WORLD, ME, d sb . VCD, Internet dan buku porno . </li></ul></ul><ul><ul><li>Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Wonosobo melaporkan 1/3 remaja putri telah hamil di luar nikah. </li></ul></ul><ul><ul><li>PKBI cabang Jogjakarta : per bulan ada 30 anak kos yang hamil di luar nikah. </li></ul></ul><ul><ul><li>S urvei Chandi Salmon Conrad di Rumah Gaul binaan Yayasan Pelita Ilmu : 42% remaja menyatakan pernah berhubungan seks dan 52% di antaranya masih aktif menjalaninya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat dari 1.058 kasus yang masuk ke Konseling Kesehatan Remaja, tercatat 22,7 persen atau sekitar 240 remaja melakukan hubungan seks pranikah. </li></ul></ul><ul><ul><li>P K BI Palembang: 20 % mahasiswa melakukan hubungan seks pranikah. </li></ul></ul><ul><ul><li>Mantan Men eg Pemberdayaan Perempuan Dra Hj Khofifah I .P.: A ngka aborsi saat ini mencapai 2,3 juta dan setiap tahun ada trend meningkat. Tetapi peningkatannya bukan karena pemerkosaan melainkan karena suka sama suka atau free sex. B ahkan, di Surabaya ada sekitar 6 dari 10 gadis yang sudah tak perawan lagi . </li></ul></ul><ul><ul><li>Dr. Boyke Dian Nugraha memperkirakan sekitar 20% - 25% remaja Indonesia pernah melakukan hubungan seks pranikah. </li></ul></ul><ul><ul><li>Bahkan berdasarkan data BKKBN, 1,6 juta aborsi di Indonesia, 10%-15% dilakukan oleh kalangan remaja. </li></ul></ul><ul><ul><li>UNICEF tentang situasi anak dunia tahun 2000 diketahui bahwa setiap menit ada 6 remaja tertular HIV/AIDS di dunia. </li></ul></ul>
  7. 7. Narkoba <ul><ul><li>Pada tahun 2000 lalu sekitar 70% dari 4 juta pecandu narkoba (narkotik dan obat-obatan berbahaya) tercatat sebagai anak usia sekolah, antara 14-20 tahun. [1] </li></ul></ul><ul><ul><li>Sementara itu Direktur RS Marzuki Mahdi. dr Amir Hussein Anwar, ada 500 ribu pengguna narkoba jarum suntik di Indonesia terkena HIV positif. Dalam 4 hingga 5 tahun mendatang mereka bakal mengidap pengidap AIDS baru. [2] </li></ul></ul><ul><ul><li>[1] National Drug Abuse Prevention Center (NDPC), Depdiknas </li></ul></ul><ul><ul><li>[2] Republika, 23 Maret 2002 </li></ul></ul>
  8. 8. Tawuran <ul><ul><li>Dalam sehari terjadi berbagai peristiwa tawuran di Jakarta dengan senjata tajam dengan korban tewas dan luka-luka berat. </li></ul></ul><ul><ul><li>Sedikitnya 5 pelajar tewas dalam tawuran selama tiga minggu pertama tahun ajran 1999/2000. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pada penelitian Dr. Winarini Wildan Mansoer, dosen Fakultas Psikologi UI pada tahun 1997 tawuran melibatkan 137 sekolah (10% SLTP), 247 titik rawan di jalanan, dan 11 titik rawan di terminal. [1] </li></ul></ul><ul><ul><li>[1] Kompas 11 Oktober 2000 </li></ul></ul>
  9. 9. SDM - Akademik <ul><ul><li>Survei internasional di 16 negara menunjukkan Indonesia termasuk peringkat paling akhir dalam hal mutu pendidikannya. Misalnya, apabila dibandingkan anak SD/SMP di Filipina, Malaysia, Singapura dan Vietnam, maka anak Indonesia paling bodoh. Sedangkan dari HDI ( Human Development Index ), Indonesia mendapat peringkat 106. [1] </li></ul></ul><ul><ul><li>Survey The Third International Mathematics and Science Study-Repeat (TIMSS-R) yang diselenggarakan oleh lembaga internasional The International Association for Evaluation of Educational Achievement (IEA) pada tahun 1999 yang lalu, kemampuan matematika dan IPA siswa Indonesia –usia 13 tahun- nyaris berada di posisi terbawah dari kemampuan rata-rata anak didik di 38 negara yaitu peringkat 34 untuk bidang matematika dan 32 untuk IPA. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kemampuan anak-anak kita hanya sedikit diatas kemampuan rata-rata siswa di negara-negara urutan terbawah: Turki, Tunisia, Cile, Filipina, Maroko dan Afrika Selatan. Survey ini melibatkan sample sebanyak 18.567 siswa dari 150 sekolah SLTP negeri dan swasta dari seluruh Indonesia. </li></ul></ul><ul><ul><li>[1] Republika, 28 Maret 2002 </li></ul></ul>
  10. 10. Kesimpulan: Remaja-Pelajar yang Lemah <ul><ul><li>Moral-Spiritual </li></ul></ul><ul><ul><li>Fisik/Jasad </li></ul></ul><ul><ul><li>Akal </li></ul></ul><ul><ul><li>“ Kemudian datanglah sesudah mereka, generasi pengganti yang mengabaikan sholat dan mengikuti syahwat, maka mereka akan tersesat.”.(QS Maryam : 59) </li></ul></ul>MADESU Masa Depan Suram
  11. 11. AKANKAH KITA SEPERTI MEREKA ????
  12. 12. KRISIS UMAT ISLAM <ul><li>Umat Islam tidak memahami Islam itu sendiri </li></ul><ul><li>Umat Islam berada dalam kerusakan </li></ul><ul><li>Penyebabnya : </li></ul><ul><ul><li>Kecintaan kepada dunia yang berlebihan dan takut mati </li></ul></ul><ul><ul><li>Saling berpecah-belah </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mengkotak - kotakkan ajara Islam </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Meninggalkan jihad </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Hakikat Jiwa Manusia : </li></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Memiliki kecenderungan untuk berbuat fujur (dosa) </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Terbuka untuk menerima hidayah (petunjuk) </li></ul></ul></ul></ul>
  13. 13. S O L U S I <ul><li>Melihat kondisi umat saat ini serta memperhatikan hakikat jiwa manusia maka dibutuhkan sebuah pendidikan Islam bagi umat Islam. </li></ul><ul><ul><li>Tarbiyah Islamiyah tersebut bersifat : </li></ul></ul><ul><ul><li>Kontinyu ( mustamiroh ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Membentuk Syakhsiyah Islamiyah bukan sekedar transfer ilmu ( Takwiniyah ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Bertahap / terprogram ( mutadarijjah ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Menyeluruh tidak parsial ( Kaaffah ) </li></ul></ul>

×