Filsafat Ilmu

37,724 views
37,591 views

Published on

Published in: Technology, Business
6 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
37,724
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
151
Actions
Shares
0
Downloads
793
Comments
6
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Filsafat Ilmu

  1. 1. Landasan Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Managemen pendidikan Oleh : JIATI TRI AGUSTINI SRI PURWANINGSIH POPON ROSMAYATI AAN HASANAH LILIYANTO M. AZHARI
  2. 3. <ul><li>Seni atau ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaa, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. </li></ul>ONTOLOGI Managemen pendidikan
  3. 4. <ul><li>Manajemen pendidikan dapat pula didefinisikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien </li></ul>
  4. 5. <ul><li>Sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi enam hal; </li></ul><ul><li>(1) administrasi peserta didik; </li></ul><ul><li>(2) administrasi tenaga pendidik; </li></ul><ul><li>(3) administrasi keuangan; </li></ul><ul><li>(4) administrasi sarana dan prasarana; </li></ul><ul><li>(5) admistrasi hubungan sekolah dengan masyarakat; dan </li></ul><ul><li>(6) administrasi layanan khusus . </li></ul>Sumber Daya Pendidikan
  5. 6. <ul><li>Pertama , terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang Aktif, Inovative, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM); </li></ul><ul><li>Kedua , terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara; </li></ul><ul><li>Ketiga , terpenuhinya salah satu dari 4 kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan (tertunjangnya kompetensi profesional sebagai pendidik dan tenaga kependidikan sebagai manajer); </li></ul><ul><li>Keempat , tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien; </li></ul><ul><li>Kelima , terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan (tertunjangnya profesi sebagai manajer pendidikan atau konsultan manajemen pendidikan); </li></ul><ul><li>Keenam , teratasinya masalah mutu pendidikan.(Husaini, 2006:8) </li></ul>Tujuan Manajemen Pendidikan
  6. 7. <ul><li>Faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan: </li></ul><ul><li>Kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan educational production function atau input-input analisis yang tidak consisten ; </li></ul><ul><li>Penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara birokratik-sentralistik; </li></ul><ul><li>Peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan sangat minim (Husaini Usman, 2002). </li></ul>Temuan (masalah)
  7. 8. EPISTEMOLOGI Managemen pendidikan
  8. 9. <ul><li>Mensosialisasikan konsep dasar manajemen peningkatan MBS kepada masyarakat. </li></ul><ul><li>Memperoleh masukan agar konsep manajemen ini dapat diimplentasikan dengan mudah dan sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia yang memiliki keragaman kultural, sosio-ekonomi masyarakat dan kompleksitas geografisnya. </li></ul><ul><li>Menambah wawasan pengetahuan masyarakat khususnya masyarakat sekolah dan individu yang peduli terhadap pendidikan, khususnya peningkatan mutu pendidikan. </li></ul><ul><li>Memotivasi masyarakat sekolah untuk terlibat dan berpikir mengenai peningkatan mutu pendidikan/pada sekolah masing - masing. </li></ul><ul><li>Menggalang kesadaran masyarakat sekolah untuk ikut serta secara aktif dan dinamis dalam mensukseskan peningkatan mutu pendidikan. </li></ul><ul><li>Memotivasi timbulnya pemikiran-pemikiran baru dalam mensukseskan pembangunan pendidikan dari individu dan masyarakat sekolah yang berada di garis paling depan dalam proses pembangunan tersebut. </li></ul><ul><li>Menggalang kesadaran bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab semua komponen masyarakat, dengan fokus peningkatan mutu yang berkelanjutan (terus menerus) pada tataran sekolah. </li></ul><ul><li>Mempertajam wawasan bahwa mutu pendidikan pada tiap sekolah harus dirumuskan dengan jelas dan dengan target mutu yang harus dicapai setiap tahun. 5 tahun,dst,sehingga tercapai misi sekolah kedepan. </li></ul>Tujuan MBS
  9. 10. <ul><li>Tidak hanya perlu sebagai ilmu yang otonom tetapi juga diperlukan untuk memberikan dasar yang sebaik-baiknya bagi pendidikan sebagai proses pembudayaan manusia secara beradab </li></ul><ul><li>Tidak hanya bersifat intrinsic sebagai ilmu seperti seni untuk seni, melainkan juga nilai ekstrinsik </li></ul>aksiologi Managemen pendidikan
  10. 11. <ul><li>Dari landasan ontologi dan epistemologi menghasilkan empat teknik : </li></ul><ul><li>a) school review , </li></ul><ul><li>b) benchmarking , </li></ul><ul><li>c) quality assurance , dan </li></ul><ul><li>d) quality control . </li></ul>
  11. 12. Terima kasih

×