Cara yang benar dalam menganalisis masalah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Cara yang benar dalam menganalisis masalah

on

  • 17,357 views

 

Statistics

Views

Total Views
17,357
Views on SlideShare
17,357
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
106
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Cara yang benar dalam menganalisis masalah Cara yang benar dalam menganalisis masalah Document Transcript

  • Cara yang Benar dalam Menganalisis MasalahApakah segala sesuatu mengalami perubahan ?Tanpa ada perkecualian segala sesuatu berubah dan akan terus berubah. Kita tidak dapat berpikirtentang sesuatu yang telah mutlak selesai dan lengkap dan tidak akan barubah lagi. Apabilamemperhatikan sekeliling kita, alam dan masyarakat manusia, kita dapat menyaksikan segala sesuatu --bahkan manusia — terus berubah. Kita bisa melihat berbagai macam hal tumbuh berkembang danberubah. Perubahan dapat tarjadi secara perlahan-lahan atau tiba-tiba dan mendadak. Segala sesuatumempunyai permulaan dan akhir.Bila segala sesuatu berubah, maka pemahaman manusia mengenai sesuatu hal dan pengetahuannyaberubah dan berkembang pula. Analisa yang akurat terhadap sebab-sebab dan cara-cara bagaimanasesuatu benda dan peristiwa berubah merupakan lompatan jauh ke depan dan dapat memicu kemajuanpengetahuan manusia. Dan melalui kemajuan pengetahuan manusia sanggup secara aktif dan efektifmangubah sesuatu untuk keuntungannya sendiri. Oleh karena kita mengetahui dan menyadari segalasesuatu terus berubah, maka kita tidak akan mundur atau menyerah pada saat menghadapi setiapmasalah dan situasi sulit. Akan tetapi sabaliknya kita akan secara aktif mencoba mengatasi masalahuntuk memajukan kepentingan demokrasi nasional rakyat .Apakah sebab-sebab segala sesuatu berubah ?Sebab-sebab terjadinya perubahan: sabab internal, sebab dari dalam. Fakta utama yang menentukantarjadinya perubahan sesuatu hal — benda atau paristiwa– dan gerakannya, adalah kontradiksi didalamnya, kontradiksi adalah kasatuan dan perjuangan dari sisi-sisi atau aspek-aspek yangbertentangan didalam satu hal.Contoh mengapa masyarakat Indonesia berubah dan berkembang? Apakah disebabkan oleh nasib ataukah oleh bantuan negara lain? Apa yang menyebabkan masyarakat bergerak adalah kontradiksi didalamnya. Kontradiksi di antara kelas-kelas yang ada. Perjuangan dan pertentangan di antara kelas-kelasmasyarakat. Di satu pihak ada-kelas penguasa yang menindas dan menekan perkembangan tanah airnegeri Indonesia. Di pihak lain, ada kelas pekerja yang diperas yang bekerja untuk pembangunankebebasan dan demokrasi.Kondisi eksternal, kondisi diluar dipihak lain mempengaruhi terjadinya perubahan. Tiada sesuatu yangterpisah dari lingkungannya. Dalam perkembangan dan pergerakannya, sesuatu hal beraksi bergerakdan menerima reaksi dari segala sesuatu di sekelilingnya. Ini adalah kondisi eksternal yang memparcepatatau memperlambat sebagai faktor cocok atau tidak-cocok terjadinya perubahan suatu obyek.Contoh, bahwa faktor yang menentukan perkembangan yang kontinyu dari kawan-kawan dalamperjuangan adalah gagasan-gagasan yang benar dan salah dalam pikirannya, sokongannya terhadapkepentingan demokrasi-nasional-rakyat melawan siapa saja dan apa saja yang bertentangan dengan ini.Sekarang, semuanya tergantung pada kawan tersebut untuk memutuskan apakah ia akan terus berjuanguntuk revolusi atau mundur dan menyerah. Tetapi kemudian faktor-faktor eksternal di sekeliling dia juga
  • memiliki pengaruh penting dalam keputusannya. Misalnya, kolektifnya. kawan-kawan yang menjadi“political officer” di unitnya, keluarganya, kekasihnya, massa dan orang-orang terdekat lain.Apakah artinya membagi satu menjadi dua ?Membagi satu menjadi dua tidak berbeda dari studi kontradiksi. Hal ini akan menjadi inti pembahasandari usaha mempelajari ciri-ciri dan perjuangan dari hal-hal yang saling bertentangan.Analisa membagi satu menjadi dua adalah cara yang benar dalam menganalisa. Melalui cara ini, kitamengetahui mengapa dan bagaimana perubahan suatu obyek atau peristiwa terjadi. Kita menangkapesensi suatu obyek dan kita membenturkan pergetahuan kita dengan kondisi obyektif yang melekatpada suatu obyek.Ketika kita mengnalisa sesuatu, kita harus selalu memusatkan diri pada mempelajari esensi, mempelajariaspek-aspek, sisi-sisi, ciri-ciri, dan kekuatan-kekuatan yang saling bertentangan yang menggerakkanobyek tersebut. Di dalam diri seorang kawan atau di dalam suatu unit kerja misalnya, kita menganalisapertentangan gagagasan-gagasan, ciri-ciri negatif dan positif, benar atau salah, revolusioner atau tidak.Di dalam desa-desa kita, kita menganalisa kontradiksi antara pihak revolusioner dan kontra-revolusionerantara kelas penguasa yang pemeras dan penindas di satu pihak, dengan massa yang diperintah ditindasdan diparas dipihak lain.Bagaimana kita menggunakan perbandingan dan perbedaan dalam analisa kita ?Perbandingan dan perbedaan atau kontras adalah dua metode yang kita gunakan dalam menganalisa.Bila kita menganalisa kontradiksi yang membuat suatu obyek bergerak, maka kita akan dapatmengetahuinya dengan lebih baik dengan cara membandingkan dan memperbedakan, membuatkontras dengan kontradisi yang lain. Misalnya, kontradiksi di satu desa kita bandingkan dan kontraskadengan desa yang lain.Dengan perbandingan, kita menganalisa ciri-ciri umum yang malekat di dalam kontradiksi yang dipelajaridan kita menemukan ciri-ciri tersebut pada kontradiksi yang lain. Perbandingan membantu kita dalammamusatkan analisa pada esensi obyek dan mambimbing kita dalam mempelajari kontradiksi.Contoh, bila kita manganalisa masalah seorang kawan, kita mengetahui segera bahwa sebagai seorangkawan, ia mengangkat kepentingan demokrasi-nasional rakyat –suatu ciri umum semua kawan-kawan.Ini membimbing kita manganalisa dan mangatasi masalahnya. Contoh lain adalah kita mengetahuibahwa kontradiksi di desa kita adalah sama dengan kontradiksi yang ada di semua desa-desa diIndonesia. Itulah sebabnya mengapa revolusi agraria bisa diterapkan dan harus dilaksanakan di desakita. Bahkan summing-up terhadap pengalaman-pengalaman protes dan pemberontakan petani baikyang telah terjadi dalam sejarah maupun selama tiga puluh tahun terakhir di bawah rejim boneka fasisSoeharto, memberikan ide pada kita mengenai bagaimana perlunya dan cara melaksanakan revolusiagraria di desa yang kita gerakkan.Akan tetapi, pasti tidak mungkin satu kontradiksi sama secara komplit dengan kontradiksi lain. Setiapkontradiksi memiliki ciri-ciri tertentu yang secara khusus melekat pada tiap kontradiksi, suatu ciri
  • inheren dari suatu kontradiksi. Itulah sebabnya, tidak pada tempatnya membandingkan bulat-bulatsama satu masalah dengan masalah yang lain, dan menjiplak jalan keluarnya.Bersamaan dengan perbandingan, perlu juga dilakukan pembedaan atau kontras, agar mengetahui ciri-ciri khusus, partikular, dari kontradiksi yang dipelejari. Dengan membuat kontras, kita merumuskanpemahaman kita terhadap suatu obyek. Pambedaan perlu untuk merumuskan solusi atau metodeperjuangan yang tepat dan cocok.Contoh, adalah tidak mungkin menjiplak tiap tahap yang dijalankan oleh satu desa dalam pengurangansewa tanah. Sebab, mungkin sekali bentuk korupsi tuan tanah berbeda-beda. Mungkin juga watak dankekuasaan tuan tanah, mandornya, tukang-pukulnya, BABINSA dan HANSIP di desa tersebut sedikitbarbeda. Dan mungkin juga kekuatan dan kesiapan massa, organisasi massa patani di desa dankepemimpinannya, dan seterusnya, juga berbeda. Jadi, dalam merumuskan sebuah rencana aksipengurangan sewa tanah, perlu dipelajari situasi-situasi dan kebutuhan-kabutuhan, khusus danistimewa yang khas desa tersebut.Mengapa perlu mengaitkan analisa umum dan analisa khusus ?Setiap obyek yang kita analisa merupakan bagian dari obyek yang lebih luas dan besar. Untukmenghindari analisa sepihak atau mata kuda, kita harus memperhitungkan relasi obyek yang kita analisadengan keseluruhan bagiannya. Kita harus mencatat bagaimana relasi tersabut mempengaruhi danmencerminkan perkembangan dari hal yang lebih besar terhadap satu obyek. Dengan kata lain, ketikakita menganalisa suatu obyek, kita mengetahui bahwa obyek tersebut merupakan bagian khusus darikeseluruhan hal yang umum. Dengan cara seperti itu, kita akan dapat memahami sebab-sebab danperkembangan obyek tersebut secara lebih baik lagi.Contoh, desa yang sedang kita organisir dan kita gerakan, merupakan bagian dari satu kecamatan,kabupaten dan propinsi. Lingkungan di kota kecamatan dan kabupaten, misalnya tardapat baberapakompi tentara, KODIM, KORAMIL, KAPOLRES, BABINSA, HANSIP dan seterusnya, merupakan titik beratreaksi militer, yang sudah jelas kekuatannya di desa. Musuh bisa malancarkan operasi militer secaralangsung, atau sekadar mangerahkan formasi BABINSA dan HANSIP harus menjadi perhitungan kita.Dengan manghubungkan analisa di desa dan relasinya dengan lingkungan di kota, kita dapat memahamibagaimana dan mengapa reaksi militer musuh terjadi. Kita tidak boleh menganggap bahwa hal ini hanyamarupakan reaksi biasa atas satu insiden yang terjadi di desa, misalnya.Contoh lain, komite desa kita tidak bergerak terpisah dari gerakan. Sebab, rencana-rencana kitamemang tidak mamberikan tugas tersebut pada tingkat seksi dan kabupaten. Di dalam assessment, kitajuga memperhatikan dampak dan pengaruh dan pedoman dari atas dan gerakan secara umum dalamskope kota atau seksi.Analisa kita terhadap suatu obyek harus memperhatikan telah bagian-bagian yang membentukkebulatan suatu obyek. Dengan cara demikian pemahaman kita mengenai suatu hal akan menjadi lebihlengkap, penuh dan mendalam. Kita mengulail kesimpulan-kesimpulan akhir dan menolak kesimpulan-kesimpulan awal.
  • Di dalam assesment kita, misalnya, bukanlah untuk mengatakan bahwa secara umum jalannyaperjuangan adalah baik. akan tetapi kita harus mencatat perjuangan dari berbagai macam kelompok danpelaksanaan berbagai macam tugas-tugas, di dalam paindidikan, organizing dan pengerahan massa.Hanya dengan cara analisa inilah implementasi program dan rancana kita akan menjadi jelas, penuh danbenar.Bagaimana suatu obyek berubah ?Pada awalnya, satu aspek dari kontradiksi lebih kuat dan superior dari aspek lain yang lemah. Aspekyang dominan menentukan ciri dasar atau esensi suatu obyek. Masyarakat Indonesia, sebagai contoh,setengah-jajahan dan setengah-feodal karena diperintah dan didominasi oleh imperialisme Amerika,feodalisme dan kapitalisme birokrat.Akan tetapi situasi ini tidaklah stagnan, mandeg. Perjuangan dari dua aspek tidaklah berhenti. Bantukdan kekuatan dari masing-masing aspek terus barubah. Kita menyebut hal ini sebagai perubahankuantitatif. Satu tingkat nampak seakan-akan obyek tidak berubah. Apa yang dapat kita perhatikan bilaterjadi perubahan hanyalah bentuk luar atau penampilan luar obyek.Di dalam masyarakat Indonesia, pertentangan kelas kelihatan menyolok dalam bermacam-macamperubahan dalam bentuk seperti: meningkatnya jumlah pengangguran, protes-protes massal petani,peemberontakan bersenjata petani, perang di pedesaan Aceh dan Timor-timur, buruh-buruh mogok,dan berbagai macam perjuangan massa, termasuk gerakan mahasiswa yang patriotik dan nasionalis.Akan tetapi, belum terjadi perubahan terhadap relasi mendasar kelas-kelas di negeri ini. Inilahsebabnya mengapa esensi setengah-feodal dan setengah-jajahan masyarakat Indoneesia masih tetap didalam.Dengan terus memperkuat aspek fundamental dan memperlemah aspek pokok, maka saatnya akan tibaketika aspek fundamental yang menjadi aspek yang memajukan, akan menjadi aspek pokok yang akanmandominasi kini. Perubahan ini kita sebut perubahan kualitatif. Perubahan posisi dominasi dari aspek-aspek yang saling berlawanan akan disertai lompatan-jauh ke depan yang akan merubah esensi sebuahobyek.Perubahan kualitatif dalam masyarakat Indonesia dewasa ini akan datang pada saat revolusi-demokrasinasional berhasil: Kelas penguasa yang semula menindas dan memeras, akan diperintah, dan kelas yangditindas dan diperas akan men,jadi kelas yang memerintah. Akan terjadi perubahan esensi masyarakatIndonesia, perubahan aspek dasar kehidupan ekonomi, politik, dan kebudayaan di negeri ini.Adalah penting untuk membedakan analisa antara perubahan kuantitatif dan kualitatif terhadap suatuhal. Dengan cara ini, kita tidak bakal diperdayakan oleh perubahan-perubahan atas penampilan danesensi. Terdapat perbedaan misalnya, antara reformasi dan revolusi. Tambahan pula, cara inimemberikan kejernihan pada kita, mengenai apa kebutuhan-kebutuhan dan syarat-syarat supayaperubahan signifikan atas suatu benda dan peristiwa dapat terjadi.7. Bagaimana suatu kontradiksi bisa diatasi dan suatu obyek dapat berakhir ?
  • Kontradiksi berakhir pada saat persatuan dan perjuangan dari aspek-aspek yang bertentangan lenyap,ketika dasar-dasar salah satu aspek yang menentang telah lenyap –aspek yang sudah matangterkebelakang, runtuh, bobrok dan reaksioner. Maka, persatuan diantara aspek-aspek yangbertentangan hancur dan kontradiksi diatasi. Dan bila ini terjadi, suatu obyek akan berakhir. Kontradiksiyang baru akan mulai dalam obyek yang baru.Contoh, sepanjang hubungan feodal yang mendasar tetap berlangsung di pedesaan, maka dasar-dasarbagi Imperialisme Amerika dan kapitalisme birokrat untuk menduduki kekuasaan tetap mungkin. Akantetapi, di dalam kemenangan revolusi damokrasi nasional rakyat, perubahan posisi dari dua kubu yangsaling bartentangan, dari kelas-kelas yang bertarung di dalam masyarakat Indonesia dewasa ini akanterjadi. Dan untuk mengatasi kontradiksi ini dan mengakhiri watak setengah-jajahan dan setengah-feodal masyarakat Indonesia, maka perlu dimplementasikan revolusi agraria dan secara sistematismenghancurkan sisa-sisa aturan politik reaksioner di seluruh Pojok negeri. Hanya dengan carademikianlah foodalisme dan kapitalisme birokrat akan lenyap. Dominasi ampuh imperialisme Amerikaakan diganyang habis, dan dari puing-paing masyarakat kuno itu, kebebasan sejati demokrasi danIndonsia yang maju akan didirikan.Dengan mengetahui bagaimana kontradiksi diatasi dan bagaimana sebuah obyek barakhir, kini menjadijelas dalam analisa kita tanggungjawab-tanggungjawab apa yang diperlukan dan dalam situasi apa kitadapat menyingkirkan dasar-dasar dari hal-hal yang saling berlawanan. Jelas bagi kita untukmenyempurnakan solusi masalah-masalah yang kita hadapi dan dan hal-hal lain yang perlu kita penuhiuntuk mencapai solusi akhir.Adalah tanggung-jawab analisa kita untuk mengetahui tidak hanya bagaimana mangatasi kontradiksi,tetapi juga bagaimana mamenamgkan perjuangan demi kepentingan rakyat. Ada dua jenis pertarungan;pertarungan yang antagonistik, yang ditandai dangan kekerasan, dan pertarungan yang non-antagonistikatau moderat. Pertarungan antara kelas penguasa dan kelas yang dihisap dan ditindas marupakanpartarungan yang antaganistik karena kontradiksi yang terjadi tidak akan dapat diatasi tanpa metodekekerasan seperti revolusi. Sedangkan pertarungan ide-ide yang benar dan salah di dalam tubuh gerakanmerupakan perjuangan yang non-antagonistik. Hal ini dapat diatasi melalui cara-cara moderat sepertidiskusi dan kritik yang demokratis, dan tidak dengan sikap kekerasan.Dengan menganalisa jenis-jenis pertarungan dari sebuah kontradiksi akan memperjelas kita mengenaimetode yang perlu dalam manangani pertentangan. Penanganan dengan kekerasan terhadapkontradiksi yang non-antagonistik akan menghancurkan tujuan dan kepentingan rakyat. Akan tetapisebaliknya, jika kita menganggap bahwa pertarungan antara kelas penindas dan penghisap dan kelasyang dihisap dan ditindas, maka kita melorot pada reformisme, yang akan menghalangi dan merugikangerakan kita, dan hanya menguntungkan musuh.Saya, Abied, dari sebuah tempat paling indah di dunia.Salam …Regards,
  • Ditulis pada 31 December 2009