• Save
HISTEROTOMI, SALPINGEKTOMI, HISTERORAPI, SEKSIO SESAREA
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

HISTEROTOMI, SALPINGEKTOMI, HISTERORAPI, SEKSIO SESAREA

on

  • 9,336 views

 

Statistics

Views

Total Views
9,336
Views on SlideShare
9,336
Embed Views
0

Actions

Likes
6
Downloads
0
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • “Many people do not realize that when you run a car or truck on gasoline of diesel fuel, you are actually running it on hydrogen. And all we are doing is using the hydrogen from water. And under the National Bureau of Standards figures shows that when you use water, the energy release is roughly two and a half times more powerful then that of gasoline. So water is a very powerful fuel.” Stan Meyers 1992

    Stanley Meyer was one of the most important inventors since Nicola Tesla. He was the first inventor to advance High Efficiency Electrolysis Technology to it’s perfection, including running a car completely on tap water..

    http://online24.edublogs.org/with-hho-generators-save-money/
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    HISTEROTOMI, SALPINGEKTOMI, HISTERORAPI, SEKSIO SESAREA HISTEROTOMI, SALPINGEKTOMI, HISTERORAPI, SEKSIO SESAREA Presentation Transcript

    • HISTEROTOMI, SALPINGEKTOMI, HISTERORAPI, SEKSIO SESAREA Ayu Insafi Mulyantari 130103100028
    • Histerotomi
    • Definisi• Histerotomi adalah pengangkatan janin melalui insisi abdomen menyerupai kelahiran cesarean mini dengan ibu di bawah anestesi regional atau umum. Prosedur ini dilakukan hanya bila tidak ada pilihan lain yang mungkin dilakukan, speerti pada pasein dengan janin terlalu besar dan mengalami kelainan bentuk
    • Insisi transversal• Insisi transversal dari segmen bawah rahim (uterus) (Kerr,1926): insisi jenis ini paling sering dipakai
    • Insisi transversal• Insisi melintang segmen bawah uterus merupakan prosedur pilihan abdomen dibuka dan disingkapkan, lipatan vesika uterina peritoneum yang terlalu dekat sambungan segmen atas dan bawah uterus disayat melintang dilepaskan dari segmen bawah serta ditarik atas tidak menutupi lapangan pandangan.• Biasanya lipatan peritomeum yang agak longgar di atas batas atas kandung kemih dansegmen bawah anterior uterus dipegang dengan forsep di garis tengah dan diinsisi dengan skapel atau gunting (gambar1).
    • Insisi transversal• Gunting dimasukkan diantara serosa dan miometrium segmen bawah uterus dan didorong ke samping dari garis tengah, sementara bilah secara intermiten dibuka, untuk membebaskan serosa selebar 2 cm yang kemudian diinsisi. Sewaktu batas lateral di masing-masing sisi didekatkan, gunting sedikit diarahkan ke kepala (gambar2).
    • Insisi transversal
    • Insisi vertikal (tipe segmen bawah)• Insisi vertikal di korpus uteri (segmen atas uterus) atau insisi klasik (classical incision). Insisi jenis ini jarang dipakai• Insisi vertical pada uterus dimulai dengan skapel dan dilakukan serendah mungkin, tetapi lebih tinggi daripada batas perlekatan kandung kemih. Jika ruang yang terbentuk oleh skapel sudah memadai, maka insisi diperluas kea rah kepala dengan gunting perban sampai cukup panjang untuk melahirkan janin
    • Insisi klasik (classical incision).• Insisi longitudinal di garis tengah dibuat dengan skapal ke dalam dinding anterior uterus dan dilebarkan ke atas serta ke bawah dengan gunting tumpul. Insisi jenis ini jarang dipakai.
    • Aspek Insisi Transversal di Insisi vertikal di Korpus SB Uterus Uteri (Klasik)Jumlah darah yang Lebih sedikit Lebih banyakterbuangJalannya operasi Lebih lambat Lebih cepatJalannya penutupan luka Lebih mudah Lebih sulitoperasiJalannya penutupan luka Lebih jarang Lebih seringoperasiJahitan terbuka (wound Lebih jarang Lebih seringdehiscence)Ruptura uteri pada Lebih jarang Lebih seringkehamilan/persalinanpervaginam berikutnya
    • Alasan memilih insisi klasik• Insisi segmen bawah uterus sulit, misalnya – Vesica urinaria sulit dibebaskan/ ada perlengkatan, khususnya pernah mengalami seksiosesarea – Ada mioma yteri segmen bawah uterus – Servik uteri diinvasikarsinoma servik• Janin besar & letak lintang, degan ketuban sudah pecah dan bahu sudah terjepit dijalan lahir. (Letak Lintang, Kasep)• Plasenta previa dengan implantasi sbr anterior, khususnya plasenta percreta.• Janin sangat kecil & letak sungsang dan segmen bawah uterus tebal• Pasien obese degan lapangan segmen bawah uterus sempit.
    • Salpingektomi
    • Definisi• Salpingektomi adalah bedah pengangkatan tabung falopi.• Salpingektomi, meliputi pengangkatan satu atau kedua saluran telur/tuba falopii.
    • Indikasi• 1) kehamilan ektopik terganggu• 2) pasien tidak menginginkan fertilitas pascaoperatif,• 3) terjadi kegagalan sterilisasi,• 4) telah dilakukan rekonstruksi atau manipulasi tuba sebelumnya,• 5) pasien meminta dilakukan sterilisasi,• 6) perdarahan berlanjut pascasalpingotomi,• 7) kehamilan tuba berulang,• 8) massa gestasi berdiameter lebih dari 5 cm.• 9) pengangkatan massa atau tumor
    • • salpingectomy bilateral (pengangkatan kedua tabung) biasanya dilakukan jika ovarium dan rahim juga akan diangkat. Jika saluran tuba dan ovarium keduanya diangkat pada saat yang sama, ini disebut salpingo-ooforektomi. Salpingo-ooforektomi biasanya dilakukan pada kasus kanker ovarium dan endometrium karena saluran tuba dan ovarium adalah situs yang paling umum untuk kanker yang dapat menyebar.
    • Perawatan Post Operasi• Aftercare sangat bervariasi tergantung pada salpingektomi dilakukan melalui laparoskopi atau laparotomi. Pada laparotomi, sebagian besar wanita dari tempat tidur dan berjalan- jalan dalam waktu tiga hari. Dalam satu atau dua bulan, seorang wanita perlahan-lahan dapat kembali ke aktivitas normal seperti mengemudi, berolahraga, dan bekerja.
    • Risiko• Semua operasi, terutama di bawah anestesi umum, membawa risiko tertentu, seperti risiko bekas luka, pendarahan, infeksi, dan reaksi terhadap anestesi. Operasi panggul juga bisa menyebabkan jaringan parut internal yang yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan tahun sesudahnya
    • Salpingektomi
    • Histerorapi• Histerorapi adalah penjahitan uterus. Insisi uterus ditutup dengan satu atau dua lapisan jahitan kontinu menggunakan benang ukuran 0 atau #1 yang dapat diserap. Biasanya digunakan benang kromik.
    • Seksio Sesaria
    • Pengertian• Persalinan sectio caesaria adalah proses melahirkan janin melalui insisi pada dinding abdomen (laparatomi) dan dinding uterus (histerektomi).(William, 2001)• Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim.• Sectio cesarea adalah suatu tindakan bantuan persalinan di mana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding
    • Jenis – Jenis Operasi Sectio Caesarea• Sectio caesarea transperitonealis• Sectio caesarea ekstra peritonealis• sectio cesarea yang dilanjutkan dengan histerektomi (cesarean hysterectomy)• sectio cesarea transvaginal
    • Sectio caesarea transperitonealis• SC klasik atau corporal : Dengan insisi memanjang pada corpus uteri. Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10 cm. Dilakukan pada keadaan yang tidak memungkinkan insisi di segmen bawah uterus misalnya akibat perlekatan pasca operasi sebelumnya atau pasca infeksi, atau ada tumor di segmen bawah uterus, atau janin besar dalam letak lintang, atau plasenta previa dengan insersi di dinding depan segmen bawah uterus.• SC ismika atau profundal : Low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim. Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm.
    • SC klasik atau corporalKelebihan Kekurangan• Mengeluarkan janin dengan • Infeksi mudah menyebar cepat. secara intra abdominal• Tidak mengakibatkan karena tidak ada komplikasi kandung kemih reperitonealis yang baik. tertarik. • Untuk persalinan yang• Sayatan bisa diperpanjang berikutnya lebih sering proksimal atau distal. terjadi rupture uteri spontan.
    • SC ismika atau profundal • General procedures of a deep- transperitoneal cesarean-section delivery : A. vertical midline incision of the skin between the umbilicus and the pubic symphisis, followed with layer-by-layer separation of the subcutaneous fat, muscle, fascia and peritoneum of the abdominal wall. B. After the gravid uterus is exposed, the peritoneal sheet between the anterior wall of the uterus and the upper / posterior wall of the urinary bladder is identified and cut, and then separated. The lower midline region of the anterior uterine wall is then cut with a small sharp incision. C. Through the small incision, the uterine wall is divided further laterally using the operator’s fingers. The amniotic membrane is then cut to gain access to the uterine cavity. D. Delivery of the baby and the placenta. E & F. Closing repair of the uterine wall, using double / two-layer sutures recommended. The bleeding in the uterine cavity must be controlled first
    • SC ismika atau profundalkelebihan kekurangan• Penjahitan luka lebih mudah. • Luka dapat melebar• Penutupan luka dengan kekiri, kanan, dan bawah reperitonealisasi yang baik.• Tumpang tindih dari peritoneal sehingga dapat flap baik sekali untuk menahan menyebabkan uteri uterine penyebaran isi uterus ke pecah sehingga rongga peritoneum. mengakibatkan perdarahan• Perdarahan tidak begitu banyak. banyak.• Kemungkinan rupture uteri • Keluhan pada kandung spontan berkurang atau lebih kemih post operasi tinggi. kecil
    • Syarat• Uterus dalam keadaan utuh (karena pada sectio cesarea, uterus akan diinsisi). Jika terjadi ruptura uteri, maka operasi yang dilakukan adalah laparotomi, dan tidak disebut sebagai sectio cesarea, meskipun pengeluaran janin juga dilakukan per abdominam.• Berat janin di atas 500 gram.
    • Indikasi• Plasenta previa• Vasa previa• CPD/FPD• Panggul patologik• Presentasi abnormal• Kelainan letak : letak lintang, letak bokong, presentasi dahi, presentasi rangkap• Posterm dengan skor pelvik rendah• 2 kali seksio• Penyembuhan luka operasi yang lalu buruk• Operasi yang lalu kolporal/klasik
    • Medika mentosa• Antibiotik• Analgetik• Ultrotonik
    • RisikoKomplikasi ibu Komplikasi janin• perdarahan banyak, • depresi susunan infeksi, perlekatan saraf pusat janin organ-organ pelvis akibat penggunaan pascaoperasi. obat-obatan anestesia (fetal narcosis).
    • Pre Operatif• Keadaan umum pasien• Hasil laboratorium normal• Hasil photo rontgent normal• Hasl EKG normalTanda vital normal
    • Persiapan Instrumen • Scalp Blade & Handle (1buah) : • 7 handle with 15 blade (deep knife) – digunakan untuk cut deep, delicate tissue. • 3 handle with 10 blade (inside knife) – digunakan untuk superficial tissue. • 4 handle with 20 blade (skin knife) – digunakan untuk memotong kulit
    • Surgical Scissors • Straight Mayo scissors – disebut juga Suture scissors. • Curved Mayo scissors – digunakan untuk menggunting jaringan berat (fascia, otot, uterus, breast). • Metzenbaum scissors – digunakan untuk mendilatasi jaringan.
    • Clamping and Occluding InstrumentsDelicate Hemostatic ForcepsKocher • Hemostat digunakan untuk menjepit pembuluh darah atau jahitan. Rahangnya bisa lurus atau melengkung. Nama lain: Crile, snap atau stat.
    • Klem Mosquito (6 buah) • Digunakan untuk menjepit pembuluh darah kecil. Rahangnya bisa lurus atau melengkung
    • Grasiping and Holding Instruments Polypus and Ovum Forceps 6Dissecting Forcep (3 buah) buah
    • Retracting and Exposing InstrumentsDeaver Retractor (2 buah) • digunakan untuk menarik kembali sayatan dalam perut atau dada
    • Alat penjahitan • Plain Gut : Menyerap dalam 5-10 hari. kegunaan: jahitan subcue, knot amandel • Chromic : Menyerap dalam 14-21 hari; kegunaan: peritoneum, organ internal
    • needle holders
    • Persiapan Pasien• Puasa• Menanggalkan semua perhiasan dan gigi palsu• Personal hygiene• Informet consent• Persiapan psikologi
    • Prosedur• Tim bedah cuci tangan• Tim memakai jas operasi, sarung tangan• Perawat mengatur posisi klien terlentang• Berikan antiseptik untuk desinfeksi• Pasang draping untuk mempersempit area pembedahan• Pasang slang suction, kabel diathermiPerawat siap membacakan identitas, diagnosa tindakan yang akan dilakukan.
    • Prosedur• Berikan handlemess no: 3 dan mess:20 untuk insisi kulit sampai lemak.• Berikan arteri vanpean dan kabel diatermi untu merawat perdarahan.• Berikan handlemess no: 3 dan mess:20 ke operator dan 2 cokker untuk asisten untuk insisi vasia.• Berikan gunting metzenboum pada operator dan pinset cirurrgi, berikan richardson kepada asisten untuk memperluas insisi vasia.• Berikan pinset anatomis ke operator untuk membuka otot secara tumpul• Berikan pinset anatomis dan gunting metzenbourm untuk membuka peritoneum
    • Prosedur• Berikan 4 peritoneum klem untuk memegang atas,bawah, kanan, kiri peritoneum.• Berikan deaver retractor untuk membuka rongga perut.• Berikan kassa besar untuk melindungi usus• Berikan metzenboum dan pinset anatomis pada operator untuk membuka segmen bawah rahim.• Berikan arteri klem vanpean untuk memegang blader flap• Berikan handlemess no:3 dan mess No:20 untuk insisi segmen bawah rahim.(Bayi keluar )
    • Prosedur• Berikan suction untuk menyedot perdarahan• Berikan 2 arteri klem vanpean dan gunting untuk memotong tali pusat.• Berkan 4 ring klem untuk memegang insisi segmen bawah rahim• Berikan bengkok untk tempat plasenta• Berikan kassa besar untuk membersihkan uterus dari sisa- sisa plasenta• Berikan hacting set dengan benang cromic no:2 untuk menjahit sudut kanan dan kiri insisi uterus.• Berikan arteri klem vanpean untuk memegang benang
    • Prosedur• Berikan hacting set dengan benang cromic no:2 atau vicril no:0 untuk menjahit vasia• Berikan hacting set dengan benang plain no:000 atau no:00 untuk menjahit lemak• Berikan hacting set dengan benang zeide no:000 atau no:00 atau prolin no:000 untuk menjahit kulit• Berikan kasa basah kepada asisten untuk membersihkan darah dan sisa antiseptic• Berikan kasa steril dan desinfektan untuk menutup luka operasi.• Operasi selesai
    • Prosedur• Berikan hacting set dengan benang cromic no:2 untuk menjahit endometrium dan myometri.• Berikan hacting set dengan benang plain no:00 untuk menjahit perimetrium.• (Evaluasi perdarahan), jika masih terjadi perdarahan perawat menyiapkan jahitan.• Menghitung dan mengeluarkan kassa besar.• Berikan cairan NaCl 0,9 % (bila perlu) untuk mencuci intra abdoment.• Berikan hacting set dengan benang plain no:1 untuk menjahit peritoneum• Berikan hacting set dengan benang plain no:00 untuk menjahit otot
    • Prosedur
    • Post SC• Dianjurkan jangan hamil selama lebih kurang satu tahun, dengan memakai kontrasepsi.• Kehamilan berikutnya hendaknya diawasi dengan antenatal yang baik.• Yang dianut adalah “once a cesarean not always a cesarean” kecuali pada panggul sempit atau disproporsi sevalo pelviks.• Pada prinsipnya dalam merawat luka dibutuhkan sterilitas mengingat luka sangat rentan terhadap masuknya mikroorganisme dan adanya disintegritas, dalam melakukan perawatan luka.