Alat reproduksi reftil, mamalia dan aves
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Alat reproduksi reftil, mamalia dan aves

on

  • 1,333 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,333
Views on SlideShare
1,333
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
17
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Alat reproduksi reftil, mamalia dan aves Alat reproduksi reftil, mamalia dan aves Document Transcript

  • LAPORAN PRAKTIKUM REPRODUKSI DAN PERKEMBANGAN HEWANALAT REPRODUKSI REPTIL, MAMALIA DAN AVES Nama : Elya Agustina NIM : 1210702021 Kelompok : 2 (Dua) Tanggal Praktikum : Rabu, 17 Oktober 2012 Tanggal Pengumpulan : Rabu, 31 Oktober 2012 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2012
  • ALAT REPRODUKSI REPTIL, MAMALIA DAN AVESPraktikum Ke - 3Hari/Tanggal : Rabu, 17 Oktober 2012Jam : 13.00 – 14.30 WIBTempat : Laboratorium Biologi Fakultas Sains & Teknologi1. Tujuan - Membedakan organ-organ reproduksi pada reptil, mamalia dan aves - Mengetahui fungsi dan cara kerja organ-organ reproduksi pada aves, mamalia dan aves2. Landasan Teori Reproduksi merupakan salah satu kemampuan hewan yang sangat penting. Tanpa kemampuan tersebut suatu jenis hewan akan segera punah. Oleh karena itu perlu dihasilkan sejumlah pembentukan individu baru yang akan mempertahankan jenis suatu hewan. Proses pembentukan hewan baru inilah yang disebut reproduksi (Isnaeni, 2005). Reptil melakukan perkembangbiakan secara generative dengan didahului fertilisasi internal. Pada umumnya hewan yang melakukan fertilisasi internal memiliki alat perkawinan untuk memindahkan sel sperma ke dalam tubuh hewan betina. Jika telur sudah dibuahi oleh sperma, terbentuklah zigot yang kemusian akan tumbuh dan berkembang enjadi embrio. Alat reprosuksi jantan terdiri atas: 1) testis (sepasang), berfungsi sebagai penghasil sperma, 2) sepasang vas deferens, berfungsi sebagai tempat keluarnya sperma dari testis, 3) kloaka adalah muara dari ginjal, saliran pencernaan, saluran kelamin yang berfungsi sebagai tempat keluarnya spermatozoa, 4) sepasang hemipenis yang berfunsi untuk memasangkan spermatozoa ke dalam tubuh betina. Sedangkan alat reproduksi reptil betina terdiri atas: 1) sepasang ovarium sebagai penghasil ovum (sel tlur), 2) sepasang Oviduk sebagai tempat terjasinya fertilisasi, 3) kloaka adalah muara dari saluran ginjal, saluran pencernaan dan saluran kelamin yang berfunsi sebagai tempat pengeluaran sel telur dari ovarium (Anonim, 2011). Sistem reproduksi reptil dapat dibedakan antara sistem genitalis femine (betina) dan sistem genitalis masculine (jantan). Sistem genitalis femine terdiri atas sepasang ovarium yang berbentuk ovoid pada datarannya terdapat benjolan retroperitonal. Oviduk merupakan saluran yang berdinding tipis, mulai dari cranial sebagai corong ostium abdominalis. Oviduk memiliki kelenjar dindingnya yang memberi kuliit keras pada ovum yang sudah dibuahi.
  • Oviduk bermuara di kloaka yang dinding dorsal agak ke muka daripada muara ureter.Saluran genitalia masculine terdiri atas sepasang testis yang berbentuk oval kecil yangberwarna keputih-putihan. Didekatnya terdapat saluran epididimis kemudian dilanjutkanoleh vas diferensia. Pada bagian caudalnya bersatu dahulu dengan ureter baru basuk kloaka.Disamping itu semua terdapat alat kopulasi yang disebut hemipenis yang terjadi antara duaorgan yang terjadi karena tonjolan dinding kloaka. Pada waktu istirahat melipat masukdengan dinding otot sebelahnya. Pada waktu kopulasi hemopenis ditonjolkan keluarsedangkan otot daging masuk. Semua bagian alat-alat genitalis itu digantung oleh alatpenggantung yang masing-masing ialah mesovarium untuk ovarium, ligamentus untukoviduk dan mesorchium untuk penis (Brotowidjoyo, 1996). Pada mamalia dapat dibedakan sistem reproduksi betina dan jantan yang dilengkapioleh organ kelamin luar (vulva) dan kelenjar susu (Tanzer, 2003). Sistem genitalia jantanmemiliki testis berjumlah sepasang, bentuknya bulat telur dan terletak di dalam skrotum,dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa, tunika albugenia. Ukuran testis tergantung padahewannya. Jika testis tidak turun ke skrotum disebut crytochydism yang menyebabkansteritas. Lintasan abdomen antar rongga abdomen dan rongga skrotum disebut inguinal.Saluran reproduksinya terdiri dari: tubulus mesonefrus berkembang menjadi duktus eferenkemudian akan menuju epididimis. Epididimis terletak disebelah testis , epididimis anterior(kaput epididimis) lalu kea rah posteriorkorpus dan caudus yang berbatasan dengan duktuseferen. Duktus wolf menjadi epididimis, duktus eferen dan vesikula seminalis. Sistemgenitalia betina terdiri dari ovariu berjumlah sepasang merupakan organ yang kompak danterletak didalam rongga pelvis. Pada menotrema oviduk hanya sebelah sisi yang berasal dariduktus Muller. Oviduk bagian posteriornya berdilatasi membentuk uterus yangmengsekresikan bungkus telur. Oviduk enuju ke sinis urogenital dan bermuara di kloaka.Pada mamalia yang lain duktus muller membentuk infudilum yang terbuka kea rah ronggaselom (Radiopoetro, 1998). Pada sistem reproduksi aves, hewan jantan memiliki sepasang testis yang bulatberwarna putih, melekat disebelah anterior ren dengan suatu alat penggantung. Testissebelah kanan lebih kecil daripada yang kiri. Dari masing-masing testis terjulur saluran vasadeferensia sejajar dengan ureter yang berasal dari ren. Pada sebagian besar aves memilikivascular seminalis yang merupakan gelembung kecil berdifat kelenjar sebagai tempatpenampung sementarasperma sebelum dituangkan melalui papilla yang terletak pada kloaka.Didalam kloaka pada beberapa spesies memiliki penis sebagai alat untunk menuangkansperma ke kloaka hewan betina. Pada hewan betina terdapat sepasang ovary hanya yangdextum mengalami otrophis (mengecil dan tidak bekerja lagi). Dari ovary menjulur oviduk
  • panjang berkelok-kelok, berlubang pada bagian caudal dengansuatu bentuk corong. Lubang oviduk itu disebut ostium obdominalis. Dinding oviduk selanjutnya tersusun atas musculus dan epithelium yang bersifat glandular yang member sekresi yang kelak membungkus telur, yakni albumen dan cangkok yang bebahan zat kapur yang tebuat oleh kelenjar disebelah caudal, uterus sebenarnya belum ada (Jasin, 1987).3. Alat dan bahan Alat Bahan Alat bedah Mencit, merpati, iguana Baki bedah Kloroform Kapas NaCl Fisiologis Sarung tangan Masker Objek glass Cover glass Lumpang alu Cawan petri Mikroskop Alat tulis Kamera4. Prosedur Kerja diambil masing-masing spesimen diamati bagian-bagian pengamatan kemudian dibedah organ reproduksi pada dimasukan kedalam wadah yang bagian masing-masing berisi kloroform, didiamkan perutnya spesimen jantan dan hingga spesimen mati betina diambil testis masing-masing digambar lengkap dan cacahan testis diberi keterangan dicampurkan dengan spesimen kemudian dibandingkan larutan NaCl fisiologis kemudian dicacah dengan gambar literatur halus diambil campuran tersebut dengan pipet tetes diamati di dicari fungsi dan kemudian letakan diatas bawah mekanisme kerja organ objek glass dan tutup mikroskoop reproduksinya dengan cover glass
  • 5. Hasil Gambar Hasil Pengamatan lambung Usus Testis Ovarium Telur Papilla urogenitalia Kloaka Iguana jantan Iguana betiana Gambar: Alat Reproduksi Pada Iguana Gambar Literatur ( Gambar: Reproduksi Pada Reptil a) jantan b) betina (Sumber : Lugtyastyo, 2012)
  • Gambar Hasil Pengamatan hati Jantung Usus Lambun g uretra Ovarium Testis oviduk Penis vaginaMencit jantan Mencit Betina Gambar: Alat Reproduksi Pada Mamalia Gambar Literatur Gambar: Reproduksi Pada Mencit a) jantan b) betina (Sumber : Lugtyastyo, 2012)
  • Gambar Hasil Pengamatan Jantung Hati Uretra Paru-paru ovarium Oviduk Testis Ginjal UterusDuktus aferens Kloaka Uretra Merpati jantan Merpati betina Gambar: Alat Reproduksi Pada Aves Gambar Literatur Gambar: Reproduksi Pada Aves a) jantan, b) betina (Sumber : Lugtyastyo, 2012 Gambar: Struktur Spermatozoa (Sumber : Lugtyastyo, 2012)
  • 6. Pembahasan Untuk dapat membedakan organ-organ reproduksi pada reptil, mamalia dan aves, maka pada kegiatan praktikum ini digunakan 3 jenis hewan dari berbagai kelas yang diwakili dari kelas tersebut. Hewan reptil yang digunakan pada pengamatan adalah iguana, dan pada mamalia digunakan spesimen amatan yaitu mencit, sedangkan pada kelas aves spesimen amatan diwakili oleh burung merpati. Pengamatan organ-organ reproduksi internal dari spesimen tersebut dilakukan dengan metode sectio yaitu metode untuk mengamati anatomi internal dari burung merpati melalui proses pembedahan. Sebelum melakukan pembedahan, spesimen tersebut dimatikan terlebih dahulu. Spesimen selanjutnya diletakkan pada papan bedah untuk dilakukannya pembedahan. Hal ini dilakukan agar praktikan dapat melihat, mengamati, dan memahami tentang struktur anatomi internal dari spesimen. Pembedahan dilakukan pada bagian ventral. Setelah anatomi internal pada spesimen terlihat, maka selanjutnya diamati dan kemudian digambarkan serta sicari fungsi dan cara kerja organ-organ reproduksi pada reptil, mamalia dan aves. Pengamatan selanjutnya yaitu mengamati bentuk sperma dari iguana, mencit dan merpati. Testis jantan yang diambil kemudian dicacah dengan halus dan dicampurkan dengan NaCl fisiologis. Penggunaan NaCl fisiologis ini bertujuan untuk mempertahankan umur spermatozoa supaya bisa bertahan lebih lama, spermatozoa hanya mampu bertahan hidup 2 -3 menit tanpa NaCl fisiologis. Menurut Rustidja (1985), penggunaan larutan fisiologis yang mengandung NaCl dan Urea dapat mempertahankan daya hidup spermatozoa antara 20 – 25 menit, larutan fisiologis lebih kecil dari NaCl 0,9 %. Dari hasil pengamatan sperma tidak ditemukan sperma pada masing-masing spesimen jantan. Hal ini kemungkinan dikarenakan beberapa faktor, antara lain: spesimen amatan belum mengalami pematangan gonad sehingga tidak menghasilkan spermatozoa, pada saat pencacahan testis tidak dilakukan dengan segera. a. Reptil Klasifikasi Iguana Iguana Antilles menurut Radiopoetra (1998) adalah sebagai berikut: Kingdom : Animalia Filum : Chordata Class : Sauropsida Ordo : Squamata Sub ordo : Iguania
  • Family : IguanidaeGenus : IguanaSpecies : Iguana Antilles Iguana merupakan salah satu jenis kadal (lizard), iguana banyak ditemukan dikawasan tropis Amerika selatan, amerika tengah dan karibia. Iguana mempunyai keunikansendiri dibandingkan jenis kadal lainya yaitu salah satu jenis kadal herbifora atau dikenaldengan memakan tumbuh-tumbuhan (Sujadi, 2004).Deskripsi Iguana Menurut Sujadi (2004), iguana juga memiliki postur tubuh yang menarik diantaranyawarna dan bentuk badan unik. lipatan kulit di bawah rahang, sekumpulan kulit yangmengeras yang berderet di punggungnya hingga ekor, Mereka sering kali sulit untukdiketahui keberadaannya karena kemampuan mereka untuk menyatu dengan lingkungannya.Kulit salah satu jenis ini tidak dapat berubah warna seperti yang dilakukan bunglon dalamupayanya menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hanya ada bagian kulit tertentu saja yangbila terkena sinar matahari langsung akan berubah warna menjadi lebih gelap. Kakidepannya didekapkan sepanjang badan, sedangkan ekornya yang panjang dan kuatdigerakkan kiri kanan seperti pendayung. Kakinya pendek, tetapi kokoh. Kukunya kuat dantajam sebagai alat penggali dan pemanjat. Di lehernya terdapat gelambir kulit yang lebar.Gelambir ini berfungsi sebagai alat pengatur suhu tubuh. Iguana juga memiliki jengger yangsangat nyata dan kuat berbentuk seperti duri dari garis tengah leher bagian belakangmemanjang ke punggung. Iguana merupakan kadal yang pandai berenang dan memanjat, kebiasaannya tersebutdigunakan untuk melindungi diri dari predator yang akan memangsa mereka. Memiliki"mata ketiga" di kepalanya. Mata ini disebut sebagai mata parietal, yang mirip sepertitonggak di atas kepalanya. Di belakang lehernya ada sisik kecil yang menyerupai pakupanjang, dan disebut tuberculate scale. Iguana juga memiliki sisik besar bundar di pipinyayang disebut sebagai selubung subtimpani (Sukiya, 2005). Dari hasil pengamtan morfologi luar tubuh iguana, antara iguana jantan dan betinamemiliki perbedaan dengan jelas yaitu pada leher, pada masing-masing iguana jantan danbetina memiliki jengger akan tetapi jengger pada iguana jantan lebih panjang. Selain itudilihat dari postur tubuhnya, iguana betina lebih sintal bagian perutnya karena terdapat teluryang mengisi ovarium. Hal tersebut dikemukakan pula oleh Jasin (1992), perbedaan Iguanajantan dan Iguana betina. Iguana jantan memiliki jengger lebih panjang, tubuh lebih besar,wama kulit lebih terang, kepala lebih besar, terdapat jakun. Sedangkan Iguana betinamemiliki jengger lebih pendek, tubuh lebih kecil dan Kepalanya lebih kecil. Iguana jantan
  • maupun hetina mempunyai sederetan lubang sangat nyata yang herjajar di sebelah bawahkedua sisi pinggulnya. Deretan lubang ini sebenarnya merupakan kelenjar yangmengeluarkan semacam bahan lilin lembek (wax). Kelenjar ini dipergunakan untukmenandakan wilayah sebagai pengenal dan tanda komunikasi antara iguana. Deretan lubangpada iguana jantan dewasa berkembang lebih menonjol ke luar dibanding betina.Perkembangan tonjolan ini dipergunakan untuk mempererat pelukan jantan pada betina saatkopulasi. Dari hasil pengamatan alat reproduksi iguana dapat antara jantan dan betina setelahdilakukan pembedahan. Pada alat reproduksi betina terdapat sepasang ovarium, oviduk, dankloaka. Pada bagian ovarium terdapat telur dalam jumlah banyak yang sudah dibuahi.Iguana merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasiinternal) dan perkembangbiakan bersifat ovovivipar, sehingga telur-telur tersebut nantinyaakan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Menurut Sujadi (2004), ovum iguana betinayang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk, ovum yangtelah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini akan mengatasipersoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Pada kebanyakan jenis reptil,telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Dalam telurterdapat persediaan kuning telur yang berlimpah. Ovum kemudian bergerak di sepanjangoviduk menuju kloaka. Menurut Brotowidjoyo (1996) oviduk merupakan saluran yangberdinding tipis, mulai dari cranial sebagai corong ostium abdominalis. Oviduk memilikikelenjar dindingnya yang memberi kuliit keras pada ovum yang sudah dibuahi. Ovidukbermuara di kloaka yang dinding dorsal agak ke muka daripada muara ureter. Pada pengamatan alat reproduksi iguana jantan terlihat sepasang testis yangberbentuk oval kecil yang berwarna keputih-putihan, papilla urogenital, dan kloaka, Didekattestis terdapat saluran epididimis kemudian dilanjutkan oleh vas diferensia. Pada bagiancaudalnya bersatu dahulu dengan ureter baru masuk kloaka. Menurut Brotowidjoyo (1996),disamping itu semua terdapat alat kopulasi yang disebut hemipenis yang terjadi antara duaorgan yang terjadi karena tonjolan dinding kloaka. Pada waktu istirahat melipat masukdengan dinding otot sebelahnya. Pada waktu kopulasi hemopenis ditonjolkan keluarsedangkan otot daging masuk. Semua bagian alat-alat genitalis itu digantung oleh alatpenggantung yang masing-masing ialah mesovarium untuk ovarium, ligamentus untukoviduk dan mesorchium untuk penis. Menurut Sujadi (2004), iguana jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Spermabergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis.Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis
  • merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik sepertijari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan iguana mengadakan kopulasi,hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina. Sistem Integument Integument adalah jaringan penutup permukaan, seperti kulit dan mukosa yang tidak mengandung kelenjar keringat. Lapisan terluar dari integument yang menanduk tidak mengandung sel-sel saraf dan pembuluh darah. Bagian ini mati, dan lama-lama akan mengelupas. Permukaan lapisan epidermal mengalami keratinisasi. Lapisan ini akan ikut hilang apabila hewan berganti kulit. Perubahan warna ini dikarenakan adanya granulea pigment dalam dermis yang terkumpul atau menyebar karena pengaruh yang bermacam- macam. Sisik iguana dikelompokkan kedalam sisik granual,sikloid,quadrangular atau mucromate dan sisiknya halus dan kasar (Jasin, 1992). Sistem Respirasi Mempunyai trachea yang panjang dimana dindingnya disokong oleh sejumlah cincin cartilago.Larinx terletak di ujung anterior trachea. Dinding larinx ini disokong oleh cartilago cricoida dan cartilago anytenoidea. Kearah posterior trachea membentuk percabangan (bifurcatio) menjadi bronchus kanan dan bronchus kiri, yang masing- masing menuju ke pulmo kanan dan pulmo kiri. Pulmo lacertilia dan ophidia ialah relatif sederhana. Pada beberapa bentuk, bagian internal pulma terbagi tidak sempurna menjadi 2 bagian, ialah bagian anterior berdinding saccuter sedang bagian posterior berdinding licin, tidak vasculer dan berfungsi terutama untuk reservoir (Jasin, 1992). Sistem Indra Iguana memiliki penglihatan yang baik dan bisa melihat bentuk, bayangan, warna, dan gerakan dengan jarak yang jauh. Iguana menggunakan matanya untuk mengenali lingkungan dan makanannya. Mereka juga menggunakan matanya untuk berkomunikasi dengan anggota spesies yang sama. Mereka merespon rangsangan visual berupa warna seperti jingga, kuning, merah muda, dan biru yang terdapat pada substansi makanan mereka. Untuk mengenali makannya iguana juga menggunakan lidahnya sebelum mereka memakannya. Iguana termasuk hewan territorial dan cara mereka berkomunikasi dengan yang lain adalah menggunaka mata dan gerakan kepalanya. Telinga iguana disebut timpanum, yang merupakan gendang telinga iguana dan terdapat di kanan atas selubung subtimpani dan di belakang mata. Ini adalah bagian tubuh iguana yang amat tipis dan lembut, dan amat penting untuk pendengarannya (Jasin, 1992).
  • Sistem Pencernaan (Digestorium)Sistem pencernaannya antara lain : 1) Tractus Digesntivum terdiri dari cavum oris,pharynx, esophagus, vetriculus, intestinum tenve, cecum, intestinum crassum dan cloaca.Didalam cavum oris terdapat dentes yang berbentuk canus. Dentes ini berbentukpleurodont, artinya menempel pada sisi samping gingiva, sedikit melengkung ke arahmedial cavum oris. Pada mabouya tidak kita jumpai dentes palatini. Selain itu dalamcavum oris terdapat lingua yang berpangkal pada Os hyldeum di sebelah caudal cavumoris, ujungnya bersifat befida. 2) Ventriculus pada mabouya ini berdinding musular yangtebal dari bentuk cylindris. Intestinum crassum berfungsi sebagai rectum. Cecummerupakan batas antara instestinum tenve dan intestinum crassum. 3) Glanduladigestaria, terdiri dari hepar dan pancreas, empedu yang dihasilkan oleh heparditampung kantong yang disebut vesica fellea. Hepar terdiri atas 2 lobi, yaitu sinister dandekter dan berwarna coklat kemerahan. Vesica fellea terletak pada tapi coudal lobusdexter hepatis. Pancreas terletak dalam suatu lengkung antara ventriculus danduodenum. Ductus cysticus dari vesica fellea menuju jaringan pancreas bergabungdengan ductulli pancreatici, kemudian keluar menjadi satu ductus yang besar disebuthepato-pancreaticus atau ductus choledochus yang bermuara pada duodenum.Ventriculus terikat pada dinding tubuh dengan perantaraan suatu alat penggantung yangdisebut mesogastrium. Kemudian alat penggantung instestinum tenue disebutmesenterium, alat penggantung intestinum crassum (rectum) disebut mesorectum.Antara permukaan dorsal hepar dan ventriculus terdapat suatu lipatan tipis yaituomentum gastrohepaticum. Omentum ini melanjutkan diri ke caudal disebut omentumduodeno-hepaticum yang menghabungkan hepar dengan duodenum (Jasin, 1992).Sistem SirkulasiCor terletak di medial, di bagian cranioventral rongga thorax. Ia terdiri dari 2 atria, yaituatrium dextrum dan sinistrum, 2 ventriculus yaitu ventriculus dexter serta ventriculussinister, dan sinus venosus. Atrium dextrum dipisah dengan atrium sinistrum olehseptum atriarum. Antara atrium dan ventriculus ada sekat yang disebut aperturaatriovenricularis dengan katup valvula atrioventricularis.Ventriculus dexter dipisah dariventriculus sinister oleh septum ventriculorum ialah tidak sempurna sehingga darah diventriculus dexter dan sinister untuk sebagian masih tercampur. Dari ventriculus dexterkeluar areus aortae sinister yang membelok ke kiri, dan arteria pulmanalis yangbercabang dua masing-masing ke pulmo. Dari ventruculus sinister keluar arcus aortaedexter yang membelok ke kanan dan mempercabangkan sebuah arteria yang berjalan kearah cranial yaitu arteria carotis communis. Arteria carotis communis ini akan bercabang
  • dua menjadi arteria carotis communis dexter dan sinister yang masing-masing baik dexter maupun sinister akan bercabang lagi menjadi arteria carotis externa dan interna.Arteria carotis communis interna kiri akan membuat suatu hubungan dengan arcus aortae sinister. Arcus aortae dexter dan sinister, masing-masing berjalan ke caudal dan keduanya bertemu di medial untuk menjadi satu pembuluh yang besar disebut aorta dorsalis. Sebelum kedua arcus aortae ini bertemu, arcus aortae dexter terlebih dulu mempercabangkan arteria esophagus yang menuju ke esophagus, kemudian juga mempercabangkan arteria subelavia dexta dan sinistra yang menuju ke extremitas anterior. Sinus venosus menerima darah dari vanae besar, ialah vena cova superior dexta dan sinistra, dan vena cava inferior yang datang dari bagian caudal tubuh setelah menerima vena hepatica terlebih dulu. Dari sinus venosus darah kemudian menuju ke atrium dextrum. Yang masuk ke atrium sinistrum ialah vanae pulmonalis yang berisi darah arterial dari pulmo (Jasin, 1992). Sistem Ekskresi Sistem ekskresi berupa ginjal, paru-paru,kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu- satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme.mengekuarjan sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih (Jasin, 1992).b. Mamalia Klasifikasi Mencit (Mus muculus ) sebagai berikut : Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Class : Mammalia Order : Rodentia Family : Muridae Subfamily : Murinae Genus : Mus Species : Mus musculus Berdasarkan hasil pengamatan alat reproduksi pada mencit dapat dibedakan antarajantan dan betina. Dari pengamatan morfologi eksternalnya mencit ini memiliki alat kelaminluar, pada mencit jantan terlihat hemipenis yang menonjol letaknya berdekatan dengan anus,sedangkan pada mencit betina terdapat organ ovula. Mencit (Mus musculus) termasuk kedalam hewan vivipar (beranak). Hal ini sesuai dengan pendapat Kimball (2000) yang
  • menyatakan, bahwa hewan vivipar adalah hewan yang melahirkan anaknya dan menyusui.Embrio berkembang di dalam tubuh induknya dan mendapatkan makanan dari induknyadengan perantara plasenta (ari-ari). Dari hasil pembedahan, alat reproduksi jantan terdiri sepasang testis, penis, terdiriatas ginjal, ureter, testis, penis, vas deferens. Testis berkembang pada ujung dorsal ronggaperitoneum dan tersuspensi dalam skrotum. Testis sebagai penghasil sperma, penis sebagaialat memasukkan sperma ke tubuh mencit betina. Menurut Partodiharjo (1992) Di dalamtestis mencit terdiri dari tubulus seminiferus dan jaringan stroma. Lapisan dalam sel epiteltubulus seminiferus terdapat sel germinatif dan sel sertoli, sedangkan pada jeringan stromaterdapat pembuluh darah, limfe, sel saraf, sel makrofag dan sel leydig. Menurut Yatim (1996) saluran reproduksi jantan terdiri dari: ductuli efferens,epididimis, vas deverens, ductus ejakulatoris dan uretra. Terdapat dua macam sel epitel yangmelapisi ductuli efferens yaitu sel epitel yang bersilia dan bermikrofili. Epididimismerupakan tempat pematangan dan penyimpan spermatozoa, di dalam epididimis terdapatlapisan epitel yang membentuk cairan lingkungan yang cocok bagi pematanganspermatozoa. Saluran vas deferens berlumen lebih besar dan berdinding lebih tebal darisaluran sebelumnya, lapisan terdalam disebut lapisan mukosa yang membentuk lipatanlongitudinal. Menurut Turner (1985) duktus ejakulatoris memiliki otot-otot yang kuat danberperan selama ejakulasi. Saluran ini bermuara pada uretra. Uretra tersusun atassekelompok sel epitel transisional, jaringan ikat longgar, banyak terdapat pembuluh darahdan dibungkus lapisan otot lurik yang tebal. Ganong (1983) menjelaskan bahwa testisdibentuk dari lengkung-lengkung tubulus seminiferus convolutus disepanjang dindingnya,yang merupakan tempat pembentukan sperma dengan suatu proses yang biasa disebutdengan spermatogenesis. Kedua ujung tiap-tiap lengkung bermuara ke dalam jala-jalasaluran epididimis. Dari sini spermatozoa masuk ke dalam saluran vas deverens. Kemudianspermatozoa masuk melalui ductus ejakulatoris ke dalam uretra dalam corpus prostat padasaat ejakulasi. Kelenjar seks asesoris secara umum memiliki fungsi memproduksi semen sebagaimedia transport sperma. Semen menyediakan nutrisi untuk sperma, juga mengaktifkanbuffer dan kadar asam pada alat reproduksi jantan. Kelenjar seks asesoris terdisi dari:ampula, vesikula seminalis, kelenjar prostate dan kelenjar bulbouretra. Kelenjar ampulabermuara pada ductuli efferens serta memiliki fungsi untuk menambah volume dari semen.Vesikula seminalis merupakan sepasang kelenjar dengan lipatan-lipatan mukosa danbercabang banyak. Kelenjar ini berasal dari evaginasi vas deverens, karena itu strukturnyasama (Fradson et al. 2003).
  • Pada alat reproduksi luar mencit betina terdapat vulva, sedangkan pada organreproduksi internal terdiri atas ginjal, ovarium, oviduk, ureter, vagina. Ovarium sebagaipenghasil telur. Oviduk adalah organ berbentuk tubuler tergantung pada kedua sisi ovariumke uterus. Oviduk sebagai lumen menghubungkan rongga peritoneum dengan rongga uterusyang digantungkan pada mesentrium. Sepasang ovarium terletak di dalam rongga pelvis.Hal ini sesuai dengan pendapat Menurut Radiopoetro (1998), oviduk bagian posteriornyaberdilatasi membentuk uterus yang mengsekresikan bungkus telur. Oviduk menuju ke sinisurogenital dan bermuara di kloaka. Duktus muller membentuk oviduk, uterus, dan vagina.Bagian anterior oviduk (tuba falopi) membentuk infundibulum yang terbuka kearah ronggaselom. Pada mencit betina ini memiliki empat macam tipe uterus, yaitu dupleks, bipartil,bikomuat dan simpleks. Pada mamalia memiliki kelenjar susu yang merupakan modifikasidari kelenjar keringat. Perkembangannya dikontrol oleh hormon estrogen dan progesteron.c. Aves Klasifikasi dari Columbia livia yaitu (Radiopoetra, 1996) :Kingdom : AnimaliaFilum : CarinataeKelas : NeomithesOrdo : ColumbiformesFamili : ColumbidaeGenus : ColumbiaSpesies : Columbia livia Columbia livia adalah salah satu anggota dari vertebrata yang mempuyaikemampuan untuk terbang. Habitat dari hewan ini adalah diudara dan di daratan. Burungmerpati diklasifikasikan sebagai berikut: kelas Aves; sub kelas Neornithes; super ordoNeognathae; ordo Columbiformes; sub ordo Columbiae; famili Columbidae; genusColumba; spesies Columba livia Dari hasil pengamatan alat reproduksi merpati betina terdiri atas ovarium, ovidukdan uterus. Merpati merupakan hewan ovipar yaitu hewan yang berkembang biak denganbertelur. Perkawinan pada merpati dilakukan dengan cara kopulasi. Setelah sperma danovum bertemu dan terjadi fertilisasi maka tahap selanjutnya adalah akan terbentuk teluryang terjadi di oviduk. Fertilisasi pada merpati betina merupakan reproduksi internal artinyabahwa reproduksi terletak didalam tubuh. Menurut Jasin (1987) ovari hanya yang dextrummengalami otrophis (mengecil dan tidak bekerja lagi). Dari ovari menjulur oviduct panjangberkelok-kelok, berlubang pada bagian cranial dengan suatu bentuk corong. Lubang oviduct
  • itu disebut ostium opdominalis. Dinding oviduct selanjutnya tersusun atas muskulus danepithelium yang bersifat glandulair, yang memberi sekresi yang kelak membungkus telur,yaqkni albumen sebagai putih telur, membran tipis disebelah luar albumen dan cangkokyang berbahan zat kapur yang dibuat oleh kelenjar di sebelah caudal. Uterus yangsebenarnya belum ada. Ovarium yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak di bagian dorsal ronggaabdomen. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter.Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujungoviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Oviduk yang berkembanghanya yang sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh olehmesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian; bagian anterior adalah infundibulumyangpunya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang dikelilingi olehfimbre-fimbre. Di posteriornya adalah magnum yang akan mensekresikan albumin,selanjutnya istmus yang mensekresikan membrane sel telur dalam dan luar. Uterus atau shellgland untuk menghasilkan cangkang kapur. Pada alat reproduksi jantan terdapat testis berjumlah sepasang, berbentuk oval ataubulat, berwarna putih, bagian permukannya licin, terletak di sebelah ventral lobus penisbagian paling kranial. Alat penggantung testes adalah mesorchium. Testis ini berfungsiuntuk menyimpan spermatozoa. Menurut Jasin (1987), pada sistem reproduksinya, hewanjantan memiliki sepasang testis yang bulat, berwarna putih, melekat disebelah anterior dariren dengan suatu alat penggantung. Testis sebelah kanan lebih kecil daripada yang kiri. Darimasing-masing testis terjulur saluran vasa deferensia sejajar dengan ureter yang berasal dariren. Pada sebagian besar aves memiliki vesicular seminalis yang merupakan gelembungkecil bersifat kelenjar sebagai tempat menampung sementara sperma sebelum dituangkanmelalui papil yang terletak pada kloaka. Di dalam kloaka pada beberapa species memilikipennis sebagai alat untuk menuangkan sperma ke kloaka hewan betina. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolfbergelung dan membentuk duktus deferen. Duktus deferen bagian distal yang sangatpanjang membentuk sebuah gelendong yang disebut glomere. Dekat glomere bagianposterior dari duktus aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang bermuara di kloakasebagai duktus ejakulatori.duktus eferen berhubungan dengan epididimis yang kecilkemudian menuju duktud deferen. Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureterketika masuk kloaka. Epididimis berjumlah sepasang, berukuran kecil terletak pada sisidorsal testis, epididimis ini adalah berupa saluran yang di lewati sperma dan menuju keductus deferens. Ductus deferens berjumlah sepasang berfungsi sebagai saluran
  • spermatozoa dari testis ke penis. Pada burung muda tampak halus, sedang pada burung tuanampak berkelok-kelok berjalan ke caudal menyilangi ureter kemudian bermuara padaurodaeum. Vesicula seminalis yang merupakan gelembung kecil bersifat kelenjar sebagaitempat penampungan sementara sperma sebelum dituangkan melalui papil yang terletakpada cloaka pada beberapa spesies memiliki penis sebagai alat untuk menuangkan spermake kloaka hewan betina. Sistem Integumen Pada merpati, terdapat bulu-bulu lebat yang menutupi hampir di seluruh tubuhnya. Bulu-bulu tersebut terdiri atas beberapa tipe.Bulu pada ekstrimitas anterior dari Columbia livia terdri dari dua bagian yaitu bagian bulu yang besar dan panjang yang disebut dengan pulmae dan bagian yang lebih dalam yang tersusun dari banyak bulu yang lebih kecil dan halus yang disebut remiges. Setiap bulu terdri dari bagian-bagian yang terdiri dari pangkal tangkai bulu (umbilicus inferior), tangkai bulu (calamus), tangkai bulu temapt melekatnya bulu (umbilicus superior), tulang bulu (rachis) dan bulu yang disebut vexillum. Bulu merupakan struktur beban yang ringan dengan kekerasan dan kekuatan daya rentang yang hebat. Pada umunya bulu burung merupakan tipe bulu yang bergaris luar, bulu-bulu pada rusuk yang berfungsi untuk menutupi tubuh dan membuat tubuh menjadi lebih lurus dan ramping. Bulu tipe ini terdiri dari bulu yang cekung (calamus), muncul dari folikel kulit dan tangkai atau rachis yang merupakan kelanjutan dari bulu dan melahirkan banyak barb (Hickman, 2003). Sistem Pencernaan Menurut Hickman (2003), pada sistema digestivum, tractus digestivirus terdiri dari cavum oris. Didalamnya terdapat lingua kecil runcing yang dibungkus oleh lapisan zat tanduk sebagai lanjutannya adalah faring yang pendek. Kemudia oesophagus yang panjang dan pada beberapa burung terjadi perluasan yang disebut ”crop”, sebagai tempat penimbunan bahan makanan sementara dan pelunakan dari crop masuk dalam yang dapat dibedakan atas proventriculus dan ventriculus yang disebut ”gizard”, proventriculus menghasilkan cairan lambung, sedang ventriculus berdinding tebal berlapis jaringan epitel keras sebelah dalam yang menghasilkan sekresi. Di dalam gizard sering terdapat kerikil yang berfungsi membantu penggilingan bahan makanan. Pada beberapa Aves, memiliki vesica fellea sebagai penampung billus. Sistem Pernapasan Sistem pernapasan pada Columbia livia terdiri atas cavum oris, trachea, dan pulmo. Menurut Jasin (1987), alat respirasi pada Aves terdiri dari nostril yang terletak pada
  • paruh, cavum nasalis, cavum oris, larynk yang tersusun atas tulang rawan, terhubung dengan cavum oris dan rima glottis. Pada bagian caudal, terdapat suatu tulang rawan yang melintang dari dorsal ke caudal yang disebut pessulus. Bagian ini menyokong suatu lipatan yang berasal dari selaput lender dan lipatan ini disebut membrane semilunaris. Sistem Sirkulasi Sistem sirkulasi pada Columbia livia terdiri atas jantung (cor), dan pembuluh darah. Menurut Kardong (2002), sistem sirkulasi pada Columbia livia yang menjadi sentral adalah cor, yang terletak di linea mediana, berbentuk kerucut, dilapisi oleh lapisan pericardium. Terbagi atas 4 ruang: atrium sinistrum dan atrium dextrum, yang dipisahkan oleh septum atrium, ventriculum sinistrum, dan ventriculum dextrum yang terpisah oleh septum ventriculum. Pada Aves tidak terdapat lagi sinus venosus. Sistem Ekskresi Sistem ekskresi pada Columbia livia terdiri atas ginjal (ren), ureter, dan uretra. Menurut Jasin (1987), sistem ekskresi pada Aves berupa ren yang relative besar, berwarna merah coklat, tertutup oleh peritoneum. Tiap-tiap ren terbagi atas empat lobi. Dari datatarn ren sebelah ventral keluar ureter yang sempit menuju ke caudal dan berakhir pada kloaka. Darah yang berasal dari arteri renalis akan disaring secara filtrates. Zat zat yang tidak berguna dalam darah terutama berupa ureum akan dibuang dalam proses filtrasi ini. Sistem Saraf Sistem saraf pada Columbia livia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat pada merpati terdiri dari otak dimana pada bagian cerebrumya berkembang dengan baik. Menurut Jasin (1987), pada sistem nervosum, encephalon (otak) secara relatif lebih besar bila dibandingkan dengan reptilia.7. Kesimpulan Pada organ reprodusi iguana betina terdapat sepasang ovarium, oviduk, dan kloaka.Sedangkan organ reproduksi iguana jantan terlihat sepasang testis, epididimis, papillaurogenital, dan kloaka. Didekat testis terdapat saluran epididimis kemudian dilanjutkan olehvas diferensia. Pada bagian caudalnya bersatu dahulu dengan ureter baru masuk kloaka. Organreproduksi eksternal dapat diamati pada mencit (Mus musculus) , pada betina yaitu vagina danjantan yaitu penis. Organ reproduksi mencit jantan terdiri dari testis, penis, vas deferens,kelenjar bulbourethal. Sedangkan pada mencit betina terdiri dari ovarium, oviduk, dan vagina.Organ reproduksi merpati jantan terdiri dari testis, vas deferens, kloaka. Sedangkan merpatibetina teridiri dari ovarium,ostium tuba, uterus, dan kloaka. Organ reproduksi katak jantan
  • terdiri dari testis, vas deferens, kloaka. Sedangkan katak betina teridiri dari ovarium,ostiumtuba, uterus, dan kloaka. Daftar Pustaka Anonym. 2012. Perkembangbiakan Pada Reptil. Http://id. Shvoong.com/exact.science/biology/2311623-perkembangbiakan-pada-reptil [diakses pada 15 Oktober 2012] Fradson, BS, DVM, MS, dkk. 2003. Anatomy and Physiology of Farm Animal. Australia: Blackwel publishing. Ganong, MD, Wiliam F. 1983. Fisiologi Kedokteran. Terjemahan Adji Dharma. Jakarta: EGC Penerbit Buku Kedoteran. Hickman, C.P., L. S. Roberts dan A. Larson. 2003. Animal Diversity. North America: McGraw-Hill Companies, Inc. Isnaeni, Wiwi. 2005. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: Kanisius Jasin, Maskoeri. 1987. Zoologi Vertebrata. Surabaya. Penerbit Sinar Wijaya Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Vertebrata. Surabaya. Penerbit Sinar Wijaya Kardong, K.V. 2002. Vertebrates Comparative Anatomy, Function, Evolution. North America: McGraw-Hill. Companies, Inc. Kimball, W. John. 2000. Biologi Jilid 2 Edisi ke-5. Jakarta: Erlangga Lugtyastyo. 2012 http://biologiklaten.files.wordpress.com [Diakses Pada 15 Oktober 2012] Partodiharjo, Soebadi. 1992. Ilmu Reproduksi Hewan. Jakarta: Mutiara Sumber Widya. Radiopoetro, 1996. Zoologi. Jakarta : Penerbit Erlangga. Radiopoetro, 1998. Zoologi. Jakarta : Penerbit Erlangga. Rustidja dan Richter, C. J J. 1985. Pengantar Ilmu Produksi Ikan. Malang: NUFFIC/Unibraw Luw/Fish Sujadi, Bogod. 2004. Biology of Science. Bogor: Trunobio. Sukiya. 2005. Biologi Vertebrata. Malang : UM Press Tanzer. 2003. Bahan Ajar: Struktur Hewan II. Malang: Universitas Malang Turner, Donnel dan Bagnara, joseph. 1988. Endokrinologi Umum. Surabaya: Airlangga University Press. Yatim, Wildan. 1996. Reproduksi & Embriologi. Bandung: Penerbit Tarsito.