10 kontemporer
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

10 kontemporer

on

  • 1,875 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,875
Views on SlideShare
1,875
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
101
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    10 kontemporer 10 kontemporer Document Transcript

    • Ahmad sarwat, lc FIQIHkontemporer DU CENTER
    • Judul BukuFiqih Kontemporer Penulis Ahmad Sarwat Penerbit DU CENTER Cetakan Pertama Kedua Ketiga Keempat
    • Pengantar
    • Daftar IsiPengantar..........................................................................5Daftar Isi...........................................................................7Bab I : Fiqih Kedokteran................................................9Bab II : Fiqih Seni dan Hiburan...................................71Bab III : Fiqih Hubungan Antar Agama...................103 7
    • Bab I : Fiqih Kedokteran  Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi  Pengguguran Kandungan  Klonning Manusia  Transplantasi organ Manusia  Bayi Tabung  Euthanasia  Rekayasa Genetika  Penentuan Jenis Kelamin Janin  AIDS  Pemanfaatan Janin Aborsi Untuk Penelitian 9
    • Pertemuan Pertama Mencegah Kehamilan Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memilikiketurunan untuk dididik dengan baik sehingga mengisi alamsemesta ini dengan manusia yang shalih dan beriman. Sejak dari memilih calon istri, Rasulullah SAWmengisyaratkan untuk mendapatkan istri yang punya potensiuntuk memiliki anak.Nikahilah wanita yang banyak anaknya karena aku (Rasulullah SAW) berlombadengan umat lainnya dalam banyaknya umat pada hari qiyamat (HR. Ahmad danIbnu Hibban). Namun perintah memilih wanita yang subur sebandingdengan perintah untuk memilih wanita yang shalihah dan baikkeislamannya.Dunia itu adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan adalah wanita yangshalihah. Dalam hadits lain disebutkan : 11
    • Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena agamanya, nasabnya, hartanya dankecantikannya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. Dalam pandangan Islam, anak merupakan karunia danrezeki sekaligus yang harus disyukuri dan disiapkan dengansebaik-baiknya. Namun hal itu tidak berarti kerja orang tua hanya sekedarmemproduksi anak saja. Masih ada kewajiban lainnya terhadapantara lain mendidiknya dan membekalinya dengan beragamilmu dan hikmah.Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkandibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah merekamengucapkan perkataan yang benar. QS. An-Nisa : 9) Selain menganjurkan memperbanyak anak, Islam jugamemerintahkan untuk memperhatikan kualitas pendidikan anakitu sendiri. Dan diantara metode untuk mengotimalkan pendidikan anakadalah dengan mengatur jarak kelahiran anak. Hal ini pentingmengingat bila setiap tahun melahirkan anak, akan membuatsang ibu tidak punya kesempatan untuk memberikan perhatiankepada anaknya. Bahkan bukan perhatian yang berkurang,nutrisi dalam bentuk ASI yang sangat dibutuhkan pun akanberkurang. Padahal secara alamiyah, seorang bayi idealnyamenyusu kepada ibunya selama dua tahun meski bukan sebuahkewajiban.Dan Kami perintahkan kepada manusia kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telahmengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnyadalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu,hanya kepada-Kulah kembalimu.(QS. Lukman : 14) Inilah motivasi yang paling bisa diterima oleh syariatberkaitan dengan pencegahan sementara atas kehamilan. 12
    • Sedangkan pencegahan kehamilan karena motivasi karena takutmiskin atau takut tidak mendapatkan rezeki akibat persainganhidup yang semakin ketat, tidak bisa diterima oleh Islam. Karena ketakutan itu sama sekali tidak berdasar dan hanyahembusan dan syetan atau oang-orang kafir yang tidak punyaiman di dalam dada. Karena jauh sebelum bumi ini dihuni oleh manusia, Allahsudah menyiapkan semua sarana penunjang kehidupan. Hewandan tumbuhan sudah disiapkan untuk menjadi rezeki bagimanusia. Allah sudah menjamin ketersediaan makanan danminuman serta semua sarana penunjang kehidupan lainnya dibumi ini.Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberirezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempatpenyimpanannya . Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (QS. Huud : 6).Dan berapa banyak binatang yang tidak membawa rezkinya sendiri. Allah-lahyang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi MahaMengetahui.(QS. Al-Ankabut : 60) Sehingga membunuh anak karena motivasi takut lapar dantidak mendapat rizki adalah perkara yang diharamkan olehIslam.Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kamiakan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka(QS. Al-An`am : 151)Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilahyang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnyamembunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.(QS. Al-Isra : 31) Secara umum pencegahan kehamilan itu hukum dibolehkan,asal memenuhi dua persyaratan utama :1. Motiv Motivasi yang melatar-belakanginya bukan karena takut tidakmendapat rezeki. Yang dibenarkan adalah mencegah sementarakehamilan untuk mengatur jarak kelahiran itu sendiri. Atau karena pertimbangan medis berdasarkan penelitian ahlimedis berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia bila harusmengandung anak. Dalam kasus tertentu, seorangwanita bila 13
    • hamil bisa membahayakan nyawanya sendiri atau nyawa anakyang dikandungnya. Dengan demikian maka dharar itu harusditolak.2. Metode atau alat pencegah kehamilan Metode pencegah kehamilan serta alat-alat yang digunakanharuslah yang sejalan dengan syariat Islam. Ada metode yangsecara langsung pernah dicontohkan langsung oleh RasulullahSAW dan para shahabat dan ada juga yang memang diserahkankepada dunia medis dengan syarat tidak melanggar norma danetika serta prinsip umum ketentuan Islam. Contoh metode pencegah kehamilan yang pernah dilakukandi zaman Rasulullah SAW adalah Azl. ُ ِ َْ ُ ْ ُ ْ َ َ َّ َ ِ ََْ ّ ‫عن جابر قال كنا نعزل على عهد النبي صلى الله عليه وسلم والقرآن ينزل‬ َّ ّ ِّ ِ ْ َ ََ ُ ِ ْ َ ُّ َ َ ٍ ِ َ ْ َDari Jabir berkata:” Kami melakukan ‘azl di masa Nabi saw sedang Al-Qur’anturun: (HR Bukhari dan Muslim)َ َََ َ َّ َ ِ ََْ ّ ‫عن جابر قال كنا نعزل على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فبلغ‬ َّ ِ ّ ِ ُ َ ِ ْ َ ََ ُ ِ ْ َ ُّ َ َ ٍ ِ َ ْ َ * ‫ذلك نبي الله صلى الله عليه وسلم فلم ينهنا‬ ََ َْ ْ ََ َ َّ َ ِ ََْ ّ َّ ِ ّ ّ َِ َ َِDari Jabir berkata: ”Kami melakukan ’azl di masa Rasulullah saw, dan Rasulmendengarnya tetapi tidak melarangnya” (HR muslim). Sedangkan metode di zaman ini yang tentunya belum pernahdilakukan di zaman Rasulullah SAW membutuhkan kajian yangmendalam dan melibat para ahli medis dalam menentukankebolehan atau keharamannya.Alat-alat Kontrasepsi dan hukumnya Sebenarnya di masa ini banyak sekali jenis dan metode darialat kontrasepsi ini dalam dunia kedokteran. Sehingga agak sulitbagi kami untuk membahas semuanya satu persatu. Disinihanya kami bahas beberapa saja dan sekalian kami lengkapidengan kesimpulan hukumnya menurut syariat Islam. 14
    • 1. Pantang Berkalaa. Mekanisme kerja Menentukan masa subur istri ada tiga patokan yangdiperhitungkan pertama:ovulasi terjadi 14+2 hari sesudah atau14-2 hari sebelum haid yang akan datang; kedua : sperma dapathidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi; ketiga:ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi. Jadi, jika konsepsi ingin dicegah, koitus harus dihindarisekurang-kurangnya selama 3 hari (72 jam), yaitu 48 jamsebelum ovulasi dan 24 jam setelah ovulasi terjadi. Dalam praktek, sukar untuk menetukan saat ovulasi dengantepat. Hanya sedikit wanita yang mempunyai daur haid teratur;lagi pula dapat terjadi variasi, lebih-lebih sesudah persalinan,dan pada tahun-tahun menjelang menopause. Namun metode ini dalam beberapa kasus memiliki efekpsikologis yaitu bahwa pantang yang terlampau lama dapatmenimbulkan frustasi. Selain itu kegagalan metode ini sangatbesar kemungkinannya karena sulit untuk menerapkan disiplinkalender ini. Selain juga tidak semua pasangan suami istrimengetahui dengan pasti cara menghitungnya.b. Hukum Metode ini jelas dibolehkan dalam Islam asal niatnya benar.Misalnya untuk mengatur jarak kelahiran dan menjaga kondisiibu.2. Spermatisida. Mekanisme kerja: Preparat spermatisid terdiri atas 2 komponen yaitu bahankimia yang mematikan sperma (biasanya nonilfenoksi 15
    • polietanol), dan medium yang dipakai berupa tablet, krim atauagar. Tablet busa atau agar diletakkan dalam vagina, dekatserviks. Gerakan-gerakan senggama akan menyebarkan busameliputi serviks, sehingga secara mekanis akan menutupiostium uteri eksternum dan mencegah masuknya sperma kedalam kanalis servikalis. Sering terjadi kesalahan dalam pemakaiannya di antaranyakrim atau agar yang dipakai tidak cukup banyak, pembilasanvagina dalam 6-8 jam setelah senggama yang menyebabkan dayaguna kontrasepsi ini berkurang. Efek sampingan yang bisa ditimbulakn adalah meskipunjarang bisa terjadi reaksi alergi. Juga rasa tidak enak dalampemaiakannya.b. Hukum Bila ditilik dari segi proses pencegahannya, salah satumetodenya adalah dengan mematikan sperma selain mencegahmasuknya. Ketika metode yang digunakan sekedar mencegahmasuknya sperma agar tidak bertemu dengan ovum, para ulamamasih membolehkan. Namun bila pil tersebut berfungsi jugauntuk mematikan atau membunuh sperma, maka umumnyapara ulama tidak membolehkannya. Meski masih dalam bentuksperma, namun tetap saja disebut pembunuhan. Sebagian ulamaada yang berpendapat bahwa sperma itu tetap harus dihormatidengan tidak membunuhnya. Sebagian ulama lainnyamengatakan bila sprema telah membuahi ovum dan menjadijanin, barulah diharamkan untuk membunuhnya.3. Kondoma. Mekanisme kerja Menghalangi masuknya sperma ke dalam vagina. Padadasarnya ada 2 jenis kondom, kondom kulit dan kondom karet.Kondom kulit dibuat dari usus domba. Kondom karet lebihelastis, murah, sehingga lebih banyak dipakai. 16
    • Secara teoritis kegagalan kondom terjadi ketika kondomtersebut robek oleh karena kurang hati-hati, pelumas kurangatau karena tekanan pada waktu ejakulasi. Hal lain yangberpengaruh pemakaian tidak teratur, motivasi, umur, paritas,status sosio-ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Namun keuntungan kondom adalah murah, mudah didapat(tidak perlu resep dokter), tidak memerlukan pengawasan,mengurangi kemungkinan penularan penyakit kelamin. Efek samping yangsering ditimbulkan antara lain adalahreaksi alergi terhadap kondom karet meski insidensnya kecil.Selain itu juga ada kontra Indikasi: alergi terhadap kondomkaretb. Hukum Sebagaimana disebutkan di atas, maka kondom tidaktermasuk membunuh sperma tetapi sekedar menghalangi agartidak masuk dan bertemu dengan ovum sehingga tidak terjadipembuahan.4. IUD / Spirala. Mekanisme Kerja Alat ini istilahnya adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim(AKDR) dan sering juga disebut IUD, singkatan dari IntraUterine Device. AKDR biasa dianggap tubuh sebagai bendaasing menimbulkan reaksi radang setempat, dengan sebukanleukosit yang dapat melarutkan blastosis atau sperma. AKDRyang dililiti kawat tembaga, tembaga dalam konsentrasi kecilyang dikeluarkan dalam rongga uterus selain menimbulkanreaksi radang seperti pada IUD biasa, juga menghambat khasiatanhidrase karbon dan fosfatase alkali. IUD yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lendirserviks sehingga menghalangi pasase sperma. 17
    • Secara teknik Insersi IUD hanya bisa dilakukan oleh tenagamedis dan paramedis karena harus dipasang di bagian dalamkemaluan wanita. Efek samping: nyeri pada waktu pemasangan(kalau sakitsekali, lakukan anestesi paraservikal), kejang rahim, terutamapada bulan-bulan pertama ( diberi spasmolitikum atau gantiIUD dengan yang ukurannya lebih kecil), nyeri pelvik (atasidengan spasmolitikum), refleks bradikardia dan vasovagal padapasien dengan predisposisi untuk keadaan ini (diberiatrofinsulfas sebelum pemasangan), perdarahan di luar haidatau spotting, darah haid lebih banyak ( menorrhagia ), sekretvagina lebih banyak dan lain-lain.b. Hukum Dari segi pemasangan, IUD harus melibatkan orang yangpada dasarnya tidak boleh melihat kemaluan wanita meskipundokternya wanita. Karena satu-satunya orang yang berhakuntuk melihatnya adalah suaminya dalam keadaan normal.Sedangkan pemasangan IUD sebenarnya bukanlah hal daruratyang membolehkan orang lain melihat kemaluan wanita meskisesama wanita. Selain itu salah satu fungsi IUD adalah membunuh spremayang masuh selain berfungsi menghalagi masuknya sprema ituke dalam rahim. Beberapa produk IUD saat ini terbuat daribahan yang tidak kondusif bagi zygote sehingga bisamembunuhnya dan proses kehamilan tidak terjadi. Dengandemikian, maka sebagian metode IUD itu telah menyalahiajaran syariah Islam karena melakukan pembunuhan atas zygoteyang terbentuk dengan menciptakan ruang yang tidak kondusifkepadanya.5. Tubektomi /Vasektomia. Mekanisme Kerja Tubektomi pada wanita atau vasektomi pada pria ialah setiaptindakan ( pengikatan atau pemotongan) pada kedua saluran 18
    • telur(tuba fallopii) wanita atau saluran vas deferens pria yangmengakibatkan orang/ pasangan bersangkutan tidak akanmendapat keturunan lagi. Kontrasepsi itu hanya dipakai untuk jangka panjang,walaupun kadang-kadang masih dapat dipulihkankembali/reversibel. Perkumpulan kontrasepsi mantap Indonesia menganjurkan 3syarat untuk menjadi akseptor kontrasepsi ini yaitu syarat :sukarela, bahagia dan sehat. Syarat sukarela meliputi antara lainpengetahuan pasangan tentang cara-cara kontrasepsi, risiko dankeuntungan kontrasepsi mantap dan pengetahuan tentang sifatpermanennya cara kontrasepsi ini. Bahagia dilihat dari ikatan perkawinan yang syah danharmonis, umur istri sekurang-kurangnya 25 tahun dengansekurang-kurangnya 2 orang anak hidup dan anak terkecilberumur lebih dari 2 tahun.b. Hukum Para ulama sepakat mengharamkannya karena selama iniyang terjadi adalah pemandulan, meski ada keterangan medisbahwa penggunanya masih bisa dipulihkan. Namun kenyataanlapangan menunjukkan bahwa para penggunanya memang tidakbisa lagi memiliki keturunan selamanya. Pada titik inilah paraulama mengahramkannya.6. Morning-after pilla. Mekanisme kerja Morning-after pill atau kontrasepsi darurat adalah alatkontrasepsi pil yang mengandung levonogestrel dosis tinggi,digunakan maksimal 72 jam setelah senggama. Keamanan pil inisebenarnya belum pernah diuji pada wanita, namun FDA (Foodand Drug Administration) telah mengijinkan penggunaannya. Cara kerja kontrasepsi darurat ini adalah menghambatovulasi, artinya sel telur tidak akan dihasilkan. Selain itu dia 19
    • merubah siklus menstruasi, memundurkan ovulasi. Dan jugamelakukan proses mengiritasi dinding uterus, sehingga jika duametode di atas tidak berhasil dan telah terjadi ovulasi, makazigot akan mati sebelum zigot tersebut menempel di dindinguterus. Pada kasus ini pil ini disebut juga “chemical abortion”. Efek samping kontrasepsi darurat antara lain adalah Mual,muntah, infertil (mandul), nyeri di payudara, kehamilan ektopikyang dapat mengancam nyawa, terjadi pembekuan darah. Khasiat pil ini dalam mencegah kehamilan yang tidakdiinginkan mencapai 85%. Di AS kehamilan yang dicegahmelalui pil ini mencapai 1,7 juta pertahunnya. Di AS pil inidapat dijumpai di apotek-apotek bahkan di toilet sekolah di AS.Sedangkan di Indonesia tampaknya belum begitu populerdengan pil ini. Bahkan dokter pun sangat jarangmerekomendasikan pil ini. Morning-after pill ini pun bisa dengan mudah disalah-gunakan oleh pasangan tidak resmi karena cara penggunaannyasetelah persetubuhan terjadi. Dimana pasangan tidak syah bila“kecelakaan” bisa saja mengkonsumsinya dan kehamilan puntidak terjadi.b. Hukum Dalam metodenya ada unsur mematikan zygote apabilapenghambatan ovulasi dan perubahan siklus menstruasi tidakberhasil. Dan sebagaimana telah dibahas sebelumnya,pembunuhan zygote adalah dilarang. Sebenarnya masih banyak lagi alat-alat kontrasepsi lainnyayang belum sempat terbahas disini dan juga maish dalam kajiankami berkaitan dengan hukumnya. Insya pada kesempatan lainakan kami sempurnakan. 20
    • Pertemuan Kedua Pengguguran Kandungan Bahwa kehidupan janin (anak dalam kandungan) menurut pandangansyariat Islam merupakan kehidupan yang harus dihormati, denganmenganggapnya sebagai suatu wujud yang hidup yang wajib dijaga, sehinggasyariat memperbolehkan wanita hamil untuk berbuka puasa (tidak berpuasa)pada bulan Ramadhan, bahkan kadang-kadang diwajibkan berbuka jika iakhawatir akan keselamatan kandungannya. Karena itu syariat Islam mengharamkan tindakan melampaui batasterhadapnya, meskipun yang melakukan ayah atau ibunya sendiri yang telahmengandungnya dengan susah payah. Bahkan terhadap kehamilan yangharam --yang dilakukan dengan jalan perzinaan—janinnya tetap tidak bolehdigugurkan, karena ia merupakan manusia hidup yang tidak berdosa: "... Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain ..."(al-Isra: 15) Selain itu, kita juga mengetahui bahwa syara mewajibkan penundaanpelaksanaan hukum qishash terhadap wanita hamil yang dijatuhi jenishukuman ini demi menjaga janinnya, sebagaimana kisah wanita al-Ghamidiyah yang diriwayatkan dalam kitab sahih. Dalam hal ini syaramemberi jalan kepada waliyul-amri (pihak pemerintah) untuk menghukumwanita tersebut, tetapi tidak memberi jalan untuk menghukum janin yangada di dalam kandungannya. 21
    • Seperti kita lihat juga bahwa syara mewajibkan membayar diat (denda)secara sempurna kepada seseorang yang memukul perut wanita yang hamil,lalu dia melahirkan anaknya dalam keadaan hidup, namun akhirnya matikarena akibat pukulan tadi. Ibnul Mundzir mengutip kesepakatan ahli ilmu mengenai masalah ini :Sedangkan jika bayi itu lahir dalam keadaan mati, maka dia tetap dikenakandenda karena kelengahannya (ghirrah), sebesar seperdua puluh diat. Kita juga melihat bahwa syara mewajibkan si pemukul membayar kafarat-disamping diat dan ghirrah- yaitu memerdekakan seorang budak yangberiman, jika tidak dapat maka ia harus berpuasa dua bulan berturut-turut.Bahkan hal itu diwajibkan atasnya, baik janin itu hidup atau mati. Ibnu Qudamah berkata, "Inilah pendapat kebanyakan ahli ilmu, danpendapat ini juga diriwayatkan dari Umar r.a.. Mereka berdalil dengan firmanAllah: "... dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (tidaksengaja) hendaklah ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang berimanserta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu),kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) darikaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah sipembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Dan jika ia (siterbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara merekadengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yangdiserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hambasahaya yangmukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, makahendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai caratobat kepada Allah; dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi MahaBijaksana." (an-Nisa: 92) Mereka berkata, "Apabila wanita hamil meminum obat untukmenggugurkan kandungannya, maka ia wajib membayar denda, tidak bolehmewarisi sesuatu daripadanya (sebab orang yang membunuh tidak bolehmewarisi sesuatu dari yang dibunuh), dan wajib memerdekakan seorangbudak. Denda tersebut hendaklah diberikan kepada ahli waris si janin. Semua sanksi itu dikenakan padanya karena ia telah melakukanperbuatan jahat yaitu menggugurkan janin. Sedangkan memerdekakan budakmerupakan kafarat bagi tindak kejahatannya. Demikian pula jika yangmenggugurkan janin itu ayahnya maka si ayah harus membayar denda, tidakboleh mewarisi sesuatu daripadanya, dan harus memerdekakan budak. Jika tidak mendapatkan budak (atau tidak mampu memerdekakanbudak), maka ia harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut, sebagaicara tobat kepada Allah SWT. Lebih dari itu adalah perkataan Ibnu Hazm dalam al-Muhalla mengenaipembunuhan janin setelah ditiupkannya ruh, yakni setelah kandungan 22
    • berusia seratus dua puluh hari, sebagaimana disebutkan dalam hadits sahih.Ibnu Hazm menganggap tindakan ini sebagai tindak kejahatan pembunuhandengan sengaja yang mewajibkan pelakunya menanggung segala risiko,seperti hukum qishash dan lain-lainnya. Beliau berkata: "Jika ada orang bertanya, Bagaimana pendapat Andamengenai seorang perempuan yang sengaja membunuh janinnya setelahkandungannya berusia seratus dua puluh hari, atau orang lain yangmembunuhnya dengan memukul (atau tindakan apa pun) terhadap perut siperempuan itu untuk membunuh si janin? Kami jawab bahwa sebagai hukumannya wajib dikenakan hukumqishash, tidak boleh tidak, dan ia tidak berkewajiban membayar denda.Kecuali jika dimaafkan, maka dia wajib membayar ghirrah atau denda sajakarena itu merupakan diat, tetapi tidak wajib membayar kafarat karena halitu merupakan pembunuhan dengan sengaja. Dia dikenakan hukumanqishash karena telah membunuh suatu jiwa (manusia) yang beriman dengansengaja, maka menghilangkan (membunuh) jiwa harus dibalas dengandibunuh pula. Meski demikian, keluarga si terbunuh mempunyai duaalternatif, menuntut hukum qishash atau diat, sebagaimana hukum yangditetapkan Rasulullah saw. terhadap orang yang membunuh orang mukmin.Wa billahit taufiq." Mengenai wanita yang meminum obat untuk menggugurkankandungannya, Ibnu Hazm berkata: "Jika anak itu belum ditiupkan ruhpadanya, maka dia (ibu tersebut) harus membayar ghirrah. Tetapi jika sudahditiupkan ruh padanya --bila wanita itu tidak sengaja membunuhnya-- makadia terkena ghirrah dan kafarat. Sedangkan jika dia sengaja membunuhnya,maka dia dijatuhi hukum qishash atau membayar tebusan dengan hartanyasendiri." Janin yang telah ditiupkan ruh padanya, oleh Ibnu Hazm dianggapsebagai sosok manusia, sehingga beliau mewajibkan mengeluarkan zakatfitrah untuknya. Sedangkan golongan Hanabilah hanya memandangnyamustahab, bukan wajib. Semua itu menunjukkan kepada kita betapa perhatian syariat terhadapjanin, dan betapa ia menekankan penghormatan kepadanya, khususnyasetelah sampai pada tahap yang oleh hadits disebut sebagai tahapan an-nafkhu fir-ruh (peniupan ruh). Dan ini merupakan perkara gaib yang haruskita terima begitu saja, asalkan riwayatnya sah, dan tidak usah kitamemperpanjang pembicaraan tentang hakikatnya, Allah berfirman: "... dantidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit." (al-Isra: 85) Saya kira, hal itu bukan semata-mata kehidupan yang dikenal seperti kitaini, meskipun para pensyarah dan fuqaha memahaminya demikian. Hakikatyang ditetapkan oleh ilmu pengetahuan sekarang secara meyakinkan ialahbahwa kehidupan telah terjadi sebelum itu, hanya saja bukan kehidupan 23
    • manusia yang diistilahkan oleh hadits dengan "peniupan ruh." Hal iniditunjuki oleh isyarat Al- Quran: "Kemudian Dia menyempurnakan danmeniupkan ke dalam (tubuh)-nya ruh (ciptaan)-Nya ..." (as-Sajdah: 9) Tetapi diantara hadits-hadits sahih terdapat hadits yang tampaknyabertentangan dengan hadits Ibnu Masud yang menyebutkan diutusnyamalaikat untuk meniup ruh setelah usia kandungan melampaui masa tiga kaliempat puluh hari (120 hari). Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari hadits Hudzaifah binUsaid, ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Apabilanutfah telah berusia empat puluh dua malam, maka Allah mengutusmalaikat, lalu dibuatkan bentuknya, diciptakan pendengarannya,penglihatannya, kulitnya, dagingnya, dan tulangnya. Kemudian malaikatbertanya, ra Rabbi, laki-laki ataukah perempuan? Lalu Rabb-mumenentukan sesuai dengan kehendak-Nya, dan malaikat menulisnya,kemudian dia (malaikat) bertanya, Ya Rabbi, bagaimana ajalnya? Lalu Rabb-mu menetapkan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, dan malaikatmenulisnya. Kemudian ia bertanya, Ya Rabbi, bagaimana rezekinya? LaluRabb-mu menentukan sesuai dengan yang dikehendaki-Nya, dan malaikatmenulisnya. Kemudian malaikat itu keluar dengan membawa lembarancatatannya, maka ia tidak menambah dan tidak mengurangi apa yangdiperintahkan itu." Hadits ini menjelaskan diutusnya malaikat dan dibuatnya bentuk baginutfah setelah berusia enam minggu (empat puluh dua hari)6 bukan setelahberusia seratus dua puluh hari sebagaimana disebutkan dalam hadits IbnuMasud yang terkenal itu. Sebagian ulama mengompromikan kedua haditstersebut dengan mengatakan bahwa malaikat itu diutus beberapa kali,pertama pada waktu nutfah berusia empat puluh hari, dan kali lain padawaktu berusia empat puluh kali tiga hari (120 hari) untuk meniupkan ruh. Karena itu para fuqaha telah sepakat akan haramnya menggugurkankandungan setelah ditiupkannya ruh padanya. Tidak ada seorang pun yangmenentang ketetapan ini, baik dari kalangan salaf maupun khalaf. Adapunpada tahap sebelum ditiupkannya ruh, maka diantara fuqaha ada yangmemperbolehkan menggugurkan kandungan sebelum ditiupkannya ruh itu,sebagian saudara kita yang ahli kedokteran dan anatomi mengatakan,"Sesungguhnya hukum yang ditetapkan para ulama yang terhormat itudidasarkan atas pengetahuan mereka pada waktu itu. Andaikata merekamengetahui apa yang kita ketahui sekarang mengenai wujud hidup yangmembawa ciri-ciri keturunan (gen) kedua orang tuanya dan keluarganya sertajenisnya, niscaya mereka akan mengubah hukum dan fatwa mereka karenamengikuti perubahan illat (sebab hukum), karena hukum itu berputarmenurut illat-nya, pada waktu ada dan tidak adanya illat. 24
    • Diantara kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya ialah bahwa dikalangan ahli kandungan dan anatomi sendiri terdapat perbedaan pendapat--sebagaimana halnya para fuqaha-- di dalam menetapkan kehidupan janinpada tahap pertama: sebelum berusia 42 hari dan sebelum 120 hari.Perbedaan diantara mereka ini juga memperkokoh perbedaan pendapat parafuqaha mengenai janin sebelum berusia 40 hari dan sebelum 120 hari. Barangkali ini merupakan rahmat Allah kepada manusia agar udzur dandarurat itu mempunyai tempat. Maka tidak apalah apabila saya sebutkansebagian dari perkataan fuqaha mengenai persoalan ini: Syekhul Islam al-Hafizh Ibnu Hajar didalam Fathul-Bari menyinggungmengenai pengguguran kandungan setelah membicarakan secara panjanglebar mengenai masalah azl mencabut zakar untuk menumpahkan sperma diluar vagina pada waktu ejakulasi) serta perbedaan pendapat ulama tentangboleh dan tidaknya melakukan hal itu, yang pada akhirnya beliau cenderungmemperbolehkannya karena tidak kuatnya dalil pihak yang melarangnya. Beliau berkata: "Dan terlepas dari hukum azl ialah hukum wanitamenggunakan obat untuk menggugurkan (merusak) nutfah (embrio)sebelum ditiupkannya ruh. Barangsiapa yang mengatakan hal ini terlarang,maka itulah yang lebih layak; dan orang yang memperbolehkannya, maka halitu dapat disamakan dengan azl. Tetapi kedua kasus ini dapat jugadibedakan, bahwa tindakan perusakan nutfah itu lebih berat, karena azl itudilakukan sebelum terjadinya sebab (kehidupan), sedangkan perusakannutfah itu dilakukan setelah terjadinya sebab kehidupan (anak). Sementara itu, diantara fuqaha ada yang membedakan antara kehamilanyang berusia kurang dari empat puluh hari dan yang berusia lebih dari empatpuluh hari. Lalu mereka memperbolehkan menggugurkannya bila belumberusia empat puluh hari, dan melarangnya bila usianya telah lebih dariempat puluh hari. Barangkali yang menjadi pangkal perbedaan pendapatmereka adalah hadits Muslim yang saya sebutkan di atas. Didalam kitab Nihayah al-Muhtaj, yang termasuk kitab mazhab Syafii,disebutkan dua macam pendapat para ahli ilmu mengenai nutfah sebelumgenap empat puluh hari: "Ada yang mengatakan bahwa hal itu tidak dapat dihukumi sebagaipengguguran dan pembunuhan. Ada pula yang mengatakan bahwa nutfahharus dihormati, tidak boleh dirusak, dan tidak boleh melakukan upayauntuk mengeluarkannya setelah ia menetap di dalam rahim (uterus). Diantarafuqaha ada pula yang membedakan antara tahap sebelum penciptaan janindan tahap sesudah penciptaan (pembentukan). Lalu merekamemperbolehkan aborsi(pengguguran) sebelum pembentukan danmelarangnya setelah pembentukan. 25
    • Didalam an-Nawadir, dari kitab mazhab Hanafi, disebutkan, "Seorangwanita yang menelan obat untuk menggugurkan kandungannya, tidaklahberdosa asalkan belum jelas bentuknya.” Didalam kitab-kitab mereka juga mereka ajukan pertanyaan: bolehkahmenggugurkan kandungan setelah terjadinya kehamilan? Mereka menjawab:Boleh, asalkan belum berbentuk. Kemudian di tempat lain mereka berkata,"Tidaklah terjadi pembentukan (penciptaan) melainkan setelah kandunganitu berusia seratus dua puluh hari. " Banyak di antara ulama mereka yang membolehkan pengguguran sepertiitu bila alasannya adalah kemashlahatan yang lebih besar, bukan karena maluhamil di luar nikah. Menurut pendapat ulama Hanafi, kemashlahatan anak bayi yang telahdilahirkan adalah lebih besar, karena bayi itu masih sangat membutuhkanperawatan dan pemeliharaan secara intensif oleh ibunya. Bila si ibu harushamil lagi, maka hak-hak bayi itu menjadi hilang. Atau dalam kasus dimanakehamilan itu membahayakan nyawa si ibu seperti bila kelahiran sebelumnyadengan car pembedahan yang tidak memungkinkan seorang wanita segerahamil lagi setelah itu. Atau karena masalah penyakit yang bakal diidap oleh bayi karenapenyakit genetis dan seterusnya, maka pendapat yang membolehkan itumemang ada. Dalilnya lebih banyak menggunakan menggunakan kaidah : mengambilresiko yang paling ringan (Akhaffudh-dhararain). Muhaqqiq (ulama ahlimenetapkan hukum) mazhab Hanafi, al-Kamal bin al-Hammam, berkata,"Ini berarti bahwa yang mereka maksud dengan penciptaan ataupembentukan itu ialah ditiupkannya ruh, sebab jika tidak demikian berartikeliru, karena pembentukan itu telah dapat disaksikan sebelum waktu itu. Perkataan al-Allamah (al-Kamal) ini adalah benar, diakui oleh ilmupengetahuan sekarang. Sedangkan pernyataan mereka yang mutlak itu memberi pengertianbahwa kebolehan menggugurkan kandungan itu tidak bergantung pada izinsuami. Hal ini dinyatakan di dalam kitab ad-Durrul Mukhtar: "Merekaberkata, Diperbolehkan menggugurkan kandungan sebelum berusia empatbulan, meskipun tanpa izin suami." Namun demikian, diantara ulama Hanafiyah ada yang menolak hukumyang memperbolehkan pengguguran secara mutlak itu, mereka berkata,"Saya tidak mengatakan halal, karena orang yang sedang ihram saja apabilamemecahkan telur buruan itu harus menggantinya, karena itulah hukum asalmengenai pembunuhan. Kalau orang yang melakukan ihram saja dikenakanhukuman pembalasan, maka tidak kurang dosanya bagi orang yangmenggugurkan kandungan tanpa udzur." 26
    • Diantara mereka ada pula yang mengatakan makruh, karena air sperma)setelah masuk ke rahim belumlah hidup tapi mempunyai hukum sebagaimanusia hidup, seperti halnya telur binatang buruan pada waktu ihram.Karena itu ahli tahqiq mereka berkata, "Maka kebolehan menggugurkankandungan itu harus diartikan karena dalam keadaan udzur, atau denganpengertian bahwa ia tidak berdosa seperti dosanya membunuh. Akan tetapi,kebanyakan ulama menentang pendapat ini dan tidak memperbolehkanpengguguran, meskipun sebelum ditiupkannya ruh. Hal ini disebabkan adanya segolongan ulama yang melarang azl danmereka anggap hal ini sebagai "pembunuhan terselubung" sebagaimanadisebutkan dalam beberapa hadits. Mereka beralasan bahwa azl berartimenghalangi sebab-sebab kehidupan untuk menuju realitas atauperwujudannya. Karena itu mereka melarang menggugurkan kandungan danmengharamkannya dengan jalan qiyas aulawi (maksudnya, kalau azl sajaterlarang, maka pengguguran lebih terlarang lagi), karena sebab-sebabkehidupan disini telah terjadi dengan bertemunya sperma laki-laki dengan seltelur perempuan dan terjadinya pembuahan yang menimbulkan wujudmakhluk baru yang membawa sifat-sifat keturunan yang hanya Allah yangmengetahuinya. Tetapi ada juga ulama-ulama yang memperbolehkan azl karena alasan-alasan yang berhubungan dengan ibu atau anaknya (yang baru dilahirkan),atau bisa juga karena pertimbangan keluarga untuk kebaikan pendidikananak-anak, atau lainnya. Namun demikian, mereka tidak memperbolehkanaborsi (pengguguran) dan menyamakannya dengan pembunuhanterselubung, meskipun tingkat kejahatannya berbeda. Diantara yangberpendapat begitu ialah Imam al-Ghazali. Saya lihat beliau --meskipunbeliau memperbolehkan azl dengan alasan-alasan yang akurat menurutbeliau-- membedakan dengan jelas antara menghalangi kehamilan denganazl dan menggugurkan kandungan setelah terwujud, dengan mengatakan: "Hal ini --mencegah kehamilan dengan azl-- tidak sama denganpengguguran dan pembunuhan terselubung; sebab yang demikian(pengguguran dan pembunuhan terselubung) merupakan tindak kejahatanterhadap suatu wujud yang telah ada, dan wujud itu mempunyai beberapatingkatan. Tingkatan yang pertama ialah masuknya nutfah (sperma) ke dalamrahim, dan bercampur dengan air (mani) perempuan (ovum), serta siapuntuk menerima kehidupan. Merusak keadaan ini merupakan suatu tindakkejahatan. Jika telah menjadi segumpal darah atau daging, maka kejahatanterhadapnya lebih buruk lagi tingkatannya. Jika telah ditiupkan ruh padanyadan telah sempurna kejadiannya, maka tingkat kejahatannya bertambahtinggi pula. Dan sebagai puncak kejahatan terhadapnya ialah membunuhnyasetelah ia lahir dalam keadaan hidup. Perlu diperhatikan, bahwa Imam al-Ghazali rahimahullah menganggap pengguguran sebagai tindak kejahatan 27
    • terhadap wujud manusia yang telah ada, tetapi beliau juga menganggappertemuan sperma dengan ovum sebagai "siap menerima kehidupan. Nah, bagaimanakah persepsi beliau seandainya beliau tahu apa yang kitaketahui sekarang bahwa kehidupan telah terjadi semenjak bertemunya selsperma laki-laki dengan sel telur wanita? Karena itu saya katakan, "Padadasarnya hukum aborsi adalah haram, meskipun keharamannya bertingkat-tingkat sesuai dengan perkembangan kehidupan janin." Pada usia empat puluh hari pertama tingkat keharamannya paling ringan,bahkan kadang-kadang boleh digugurkan karena udzur yang muktabar(akurat); dan setelah kandungan berusia diatas empat puluh hari makakeharaman menggugurkannya semakin kuat, karena itu tidak bolehdigugurkan kecuali karena udzur yang lebih kuat lagi menurut ukuran yangditetapkan ahli fiqih. Keharaman itu bertambah kuat dan berlipat ganda setelah kehamilanberusia seratus dua puluh hari, yang oleh hadits diistilahkan telah memasukitahap peniupan ruh. Dalam hal ini tidak diperbolehkan menggugurkannya kecuali dalamkeadaan benar-benar sangat darurat, dengan syarat kedaruratan yang pasti,bukan sekadar persangkaan. Maka jika sudah pasti, sesuatu yangdiperbolehkan karena darurat itu harus diukur dengan kadar kedaruratannya. Menurut pendapat saya, kedaruratan disini hanya tampak dalam satubentuk saja, yaitu keberadaan janin apabila dibiarkan akan mengancamkehidupan si ibu, karena ibu merupakan pangkal/asal kehidupan janin,sedangkan janin sebagai fara cabang). Maka tidak boleh mengorbankan yangasal (pokok) demi kepentingan cabang. Logika ini disamping sesuai dengansyara juga cocok dengan akhlak etika kedokteran, dan undang-undang. Tetapi ada juga diantara fuqaha yang menolak pendapat itu dan tidakmemperbolehkan tindak kejahatan (pengguguran) terhadap janin yang hidupdengan alasan apa pun. Didalam kitab-kitab mazhab Hanafi disebutkan: "Bagi wanita hamil yang posisi anak didalam perutnya melintang dantidak mungkin dikeluarkan kecuali dengan memotong-motongnya, yangapabila tidak dilakukan tindakan seperti ini dikhawatirkan akanmenyebabkan kematian si ibu ... mereka berpendapat, Jika anak itu sudahdalam keadaan meninggal, maka tidak terlarang memotongnya; tetapi jikamasih hidup maka tidak boleh memotongnya karena menghidupkan suatujiwa dengan membunuh jiwa lain tidak ada keterangannya dalam syara. Meskipun demikian, dalam hal ini sebenarnya terdapat peraturan syara,yaitu memberlakukan mana yang lebih ringan mudaratnya dan lebih kecilmafsadatnya. Sementara itu, sebagian ulama masa kini membuat gambaran lain darikasus di atas, yaitu: Adanya ketetapan secara ilmiah yang menegaskan bahwajanin --sesuai dengan sunnah Allah Taala-- akan menghadapi kondisi yang 28
    • buruk dan membahayakan, yang akan menjadikan tersiksanya kehidupannyadan keluarganya, sesuai dengan kaidah: "Bahaya itu ditolak sedapatmungkin." Tetapi hendaknya hal ini ditetapkan oleh beberapa orang dokter, bukancuma seorang. Pendapat yang kuat menyebutkan bahwa janin setelah genap berusiaempat bulan adalah manusia hidup yang sempurna. Maka melakukan tindakkejahatan terhadapnya sama dengan melakukan tindak kejahatan terhadapanak yang sudah dilahirkan. Adalah merupakan kasih sayang Allah bahwa janin yang mengalamikondisi yang sangat buruk dan membahayakan biasanya tidak bertahanhidup setelah dilahirkan, sebagaimana sering kita saksikan, dan sebagaimanadinyatakan oleh para spesialisnya sendiri. Hanya saja para dokter sering tidak tepat dalam menentukannya. Saya kemukakan disini suatu peristiwa yang saya terlibat didalamnya,yang terjadi beberapa tahun silam. Yaitu ada seorang teman yang berdomisilidi salah satu negara Barat meminta fatwa kepada saya sehubungan paradokter telah menetapkan bahwa janin yang dikandung istrinya --yang berusialima bulan-- akan lahir dalam kondisi yang amat buruk. Ia menjelaskanbahwa pendapat dokter-dokter itu hanya melalui dugaan yang kuat, tidakditetapkan secara meyakinkan. Maka jawaban saya kepadanya, hendaklah ia bertawakal kepada Allahdan menyerahkan ketentuan urusan itu kepadaNya, barangkali dugaandokter itu tidak tepat. Tidak terasa beberapa bulan berikutnya sayamenerima sehelai kartu dari Eropa yang berisi foto seorang anak yang molekyang disertai komentar oleh ayahnya yang berbunyi demikian: "Pamanda yang terhormat, Saya berterima kasih kepadamu sesudahbersyukur kepada Allah Taala, bahwa engkau telah menyelamatkanku(keluargaku) dari pisau para dokter bedah. Fatwamu telah menjadi sebabkehidupanku, karena itu saya tidak akan melupakan kebaikanmu ini selamasaya masih hidup." Kemajuan ilmu kedokteran sekarang telah mampumendeteksi kerusakan (cacat) janin sebelum berusia empat bulan sebelummencapai tahap ditiupkannya ruh. Namun demikian, tidaklah dipandangakurat jika dokter membuat dugaan bahwa setelah lahir nanti si janin (anak)akan mengalami cacat --seperti buta, tuli, bisu-- dianggap sebagai sebab yangmemperbolehkan digugurkannya kandungan. Sebab cacat-cacat seperti itumerupakan penyakit yang sudah dikenal di masyarakat luas sepanjangkehidupan manusia dan disandang banyak orang, lagi pula tidak menghalangimereka untuk bersamasama orang lain memikul beban kehidupan ini.Bahkan manusia banyak yang mengenal (melihat) kelebihan parapenyandang cacat ini, yang nama-nama mereka terukir dalam sejarah. 29
    • Selain itu, kita tidak boleh mempunyai keyakinan bahwa ilmupengetahuan manusia dengan segala kemampuan dan peralatannya akandapat mengubah tabiat kehidupan manusia yang diberlakukan Allah sebagaiujian dan cobaan: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan setetes mani yangbercampur yang Kami hendak mengujinya ..." (al-Insan: 2) "SesungguhnyaKami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (al-Balad: 4) Sesungguhnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman kitasekarang ini telah turut andil dalam memberikan pelajaran kepada orang-orang cacat untuk meraih keberuntungan, sebagaimana keduanya telah turutandil untuk memudahkan kehidupan mereka. Dan banyak diantara mereka(orang-orang cacat) yang turut menempuh dan memikul beban kehidupanseperti orang-orang yang normal. Lebih-lebih dengan sunnah-Nya Allahmengganti mereka dengan beberapa karunia dan kemampuan lain yang luarbiasa. Allah berfirman dengan kebenaran, dan Dia-lah yang memberi petunjukke jalan yang lurus. Wallahu a`lam bisshawab 30
    • Pertemuan Ketiga Klonning Manusia Majma` Buhus Islamiyah Al-Azhar di Cairo Mesir telahmengeluarkan fatwa yang berisi bahwa "kloning manusia ituharam dan harus diperangi serta dihalangi dengan berbagaicara". Naskah fatwa yang dikeluarkan lembaga itu juga menguatkanbahwa kloning manusia itu telah menjadikan manusia yang telahdimuliakan Allah menjadi objek penelitian dan percobaan sertamelahirkan beragam masalah pelik lainnya. Fatwa itu menegaskan bahwa Islam tidak menentang ilmupengetahuan yang bermanfaat, bahkan sebaliknya, Islam justrumensupport bahkan memuliakan para ilmuwan. Namun bilailmu pengetahuan itu membahayakan serta tidak mengandungmanfaat atau lebih besar mudharatnya ketimbang manfaat, 31
    • maka Islam mengharamkannya demi melindungi manusia daribahaya itu. Karena dalam qaidah fiqhiyah dalam Islamdijelaskan bahwa menolak mafsadah (kerusakan) lebihdidahulukan daripada mengambil mashlahat. Namun fatwa ini mengharuskan untuk membedakan antarakloning dengan teknologi rekayasa genetika pada wanita danhewan untuk menghasilkan keturunan yang baik danbermanfaat atau untuk pengobatan medis. Seperti kloningorgan tubuh yang rusak dan harus didapat gantinya yang sesuai.Ini mungkin didapat dengan cara kloning organ itu. Bilamotivasinya demikian, memang dibolehkan karena asas manfaatyang lebih besar daripada mudharatnya. Fatwa ini telah dikeluarkan sebelum adanya pengumumandari ilmuwan Perancis dan para teamnya tentang telah lahirnyabayi kloning pertama dan diberi nama Eve atau Hawa. Sesungguhnya yang monlak dibolehkannya kloning manusiaini bukan hanya kalangan ulama Islam, Vatican pun menentanglahirnya bayi hasil kolning ini. Bahkan PBB pun menentangnya. Bagaimana sesungguhnya proses kloning itu ? Kloningadalah upaya untuk menduplikasi genetik yang sama dari suatuorganisme dengan menggantikan inti sel dari sel telur denganinti sel organisme lain. Kloning pada manusia dilakukan denganmempersiapkan sel telur yang sudah diambil intinya laludisatukan dengan sel dewasa dari suatu organ tubuh. Hasilnyaditanam ke rahim seperti halnya embrio bayi tabung. Praktik dan prosedur pelaksanaan kloning dapatdiidentifikasi beberapa macam. Pertama kloning dimaksudkanuntuk "memproduksi" seorang anak dan yang lainnyamengkloning organ-organ tertentu dari anggota badan untukkeperluan tertentu. Yang pertama mempunyai dua tujuan.Untuk mengupayakan keturunan bagi pasangan yang manduldengan cara mengkloning DNA dari suaminya yang sah. Sertauntuk kepentingan sains dan teknologi semata. Sedang kloningterhadap anggota badan untuk mengganti jaringan sel yangrusak di dalam tubuh. Adapun mafsadat dan bahaya yang akan 32
    • timbul dari proses kloning ini terdiri dari beberapa sisi, antaralain :1. Masalah Hukum Syariah Dalam hal ini terutama masalah nasab dan hubungan familiIslam sangat memperhatikan hubungan nasab dan famili,karena berkait dengan urusan yang lebih jauh. Seperti masalah hukum mahram tidaknya seseorang denganlawan jenisnya. Masalah apakah seseorang mewarisi harta dariseseorang?. Siapa yang harus menjadi wali nikah bagi seorangwanita dari hasil koloning ?. Bagaimana konsep saudarasepersusuan terhadap dirinya?. Lalu siapa yang bertanggungjawab terhadap nafkah dan kehidupannya? Berikutnya siapa pandan laqab anak itu? Hukum-hukum yang hidup di dalam masyarakat juga akanmenimbulkan masalah. Latar belakang keluarga dari garisketurunan ibu dan bapak masih tetap menjadi unsur penting didalam berbagai pertimbangan hukum. Jika seseorang tidakmempunyai ayah atau ibu konvensional belum ada contohpemecahannya dalam hukum atau fikih Islam. Berbeda kalauseseorang kehilangan ayah atau ibu karena meninggal dunia atauhilang, dapat segera diselesaikan oleh pengadilan. Dengan proses kelahiran yang tidak wajar ini maka akantimbul kekacauan hukum yang serius. Misalnya, seseorang bisamemesan sel telur pada sebuah bank sel telur yang mungkinsudah dilengkapi dengan penyedia jasa rahim sewaan. Atauseseorang bisa saja punya anak tanpa istri atau suami.2. Masalah hubungan psikologis Islam juga sangat memperhatikan hubungan psikologis yangterjalin antara anak dan orangtua. Bila seorang anak lahir darihasil kloning, maka akan timbul kesulitan untuk memastikansiapakah sosok ayah atau sosok ibu yang akan dijadikan tempatperlidungan psikologisnya ? Karena tidak jelas lagi hubunganapa yang dihasilkan dari proses yang tidak wajar itu. 33
    • 3. Masalah Pretimbangan moral Kloning terhadap manusia tidak pernah ditemukan ayat danhadisnya secara khusus, baik yang melarang maupun yangmembolehkannya. Namun, semangat umum ayat-ayat Al Quran dan hadisberorientasi kepada peningkatan kualitas hidup dan martabatkemanusiaan. Jika kloning manusia terbukti akan melahirkanmanusia yang tidak produktif, terutama dalam mengembanamanah beratnya sebagai khalifah di Bumi, apalagi jika terbuktimenurunkan martabat kemanusiaan, maka kloning dapat ditolakdengan pertimbangan moral.4. Masalah Keamanan dan Keselamatan Mengkloning manusia bukan tanoa resiko, bahkan sangattinggi sresikonya. Dengan tingginya frekuensi mutasi pada genproduk kloning, efeknya nanti akan terlihat pada beberapawaktu kemudian. Resiko cacat dan tidak normal pasti selalumenghantui bayi-bayi hasil kloning ini. Bila nanti bayi itu mati,maka siapakah yang bertanggung-jawab secara moral atas‘program pembunuhan massal’ bayi-bayi tak berdosa ? Dan bilabayi itu tetap hidup dengan memiliki cacat fatal, kepadasiapakah insan-insan itu harus mengadukan halnya ? Apa dosamereka sehingga harus lahir dengan kondisi cacat ? Dimanakahmoral dan nurani para ilmuwan saat itu ? Apakah lalu manusiakloning itu harus ‘dimusnahkan’ ?5 .Masalah niat dan motivasi Sementara kalangan yag mendukung kloning manusiamengatakan bahwa teknologi ini demi kepantingan umatmanusia. Tapi kenyataannya, dari segi pembiayaan saja sudahpasti kloning manusia memerlukan biaya teramat besar. Sebagai perbandingan, Dolly konon memerlukan 272 kalieksperimen dengan biaya yang luar biasa. Konon seorang kaya 34
    • Amerika harus menghabiskan 2,3 juta dollar AS untukmengklon anjing kesayangannya yang telah mati. Bayangkan, sementara kita harus kehilangan biaya yangbegitu besar untuk memperjuangkan satu kandidat "manusia",sementara ribuan "manusia-manusia formal" meninggal setiaphari karena kekurangan gizi. Jadi, jika maksud dan tujuan(maqashid) kloning manusia untuk kemanusiaan, maka akankontraproduktif. Lebih baik dana sebesar itu diberikan kepadafakir miskin! Lain halnya kloning sel organ tubuh tertentu untukkeperluan pengobatan. Hal ini memerlukan pembahasan lebihmikro. Mungkin hal ini bisa dihubungkan denganpencangkokan organ tubuh yang sudah ada hukumnya di dalammasyarakat. 35
    • Pertemuan Keempat Transplantasi organ Manusia Sebenarnya, kajian yang membahas hukum syariah tentangpraktek transplantasi jaringan maupun organ dalam khazanahintelektual dan keilmuan fikih Islam klasik relatif jarang danhampir tidak pernah dikupas oleh para fukaha secara mendetaildan jelas yang mungkin karena faktor barunya masalah ini dandimensi terkaitnya yang komplek yang meliputi kasustransplantasi. Oleh karena itu tidak heran jika hasil ijtihad dan penjelasansyar’i tentang masalah ini banyak berasal dari pemikiran paraahli fikih kontemporer, keputusan lembaga dan institusi Islamserta simposium nasional maupun internasional Mengingattransplantasi organ merupakan suatu tuntutan, kebutuhan danalternatif medis modern, pada dasarnya secara global tidak adaperselisihan dalam hal bolehnya transplantasi organ. Dalamsimposium Nasional II mengenai masalah “TransplantasiOrgan” yang telah diselenggarakan oleh Yayasan Ginjal 37
    • Nasional pada tangal 8 September 1995 di arena PRJKemayoran, telah ditandatangani sebuah persetujuan antara lainwakil dari PB NU, PP Muhammadiyah, MUI disetujui pula olehwakil-wakil lain dari berbagai kelompok agama di Indonesia. Bolehnya transplantasi organ tersebut juga ditegaskan olehDR. Quraisy Syihab bahwa; “Prinsipnya, maslahat orang yanghidup lebih didahulukan.” selain itu KH. Ali Yafie jugamenguatkan bahwa ada kaedah ushul fiqh yang dapat dijadikanpenguat pembolehan transplantasi yaitu “hurmatul hayyia’dhamu min hurmatil mayyiti” (kehormatan orang hidup lebihbesar keharusan pemeliharaannya daripada yang mati.)Meskipun demikian sangat perlu dan harus ada penjelasanhukum syariah yang lebih detail dan tegas dalam masalah inidan tidak boleh ta’mim (generalisasi) hukum terlepas dari batasdan ketentuan serta syarat-syarat lebih lanjut agar tidak keluardari hikmah kemanusiaan dan norma agama serta moral samawisehingga menjadi praktek netralitas etis yang tidak sesuaidengan budaya manusiawi dan keagamaan. Masalahtransplantasi dalam kajian hukum syariah Islam diuraikanmenjadi dua bagian besar pembahasan yaitu sebagai berikut :Pertama : Penanaman jaringan/organ tubuh yang diambil dari tubuh yang sama.Kedua : Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu lain yaitu sbb:A. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu orang lain.a.1. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu orang hidup.a.2. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu orang mati. B. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu binatang.b.1. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari binatang tidak najis/halal.b.2. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari binatang najis/haram. 38
    • Masalah Pertama : Penanaman organ/jaringan yang diambil dari tubuh kedaerah lain pada tubuh tersebut. Seperti, praktek transplantasikulit dari suatu bagian tubuh ke bagian lain dari tubuhnya yangterbakar atau dalam kasus transplantasi penyumbatan danpenyempitan pembuluh darah jantung dengan mengambilpembuluh darah pada bagian kaki. Masalah ini hukumnyaadalah boleh berdasarkan analogi (qiyas) diperbolehkannyaseseorang untuk memotong bagian tubuhnya yangmembahayakan keselamatan jiwanya karena suatu sebab. ( lihat,Dr. Al-Ghossal, Naql wa Zar’ul A’dha (Transplantasi Organ) :16-20, Dr. As-Shofi, Gharsul A’dha:126).Masalah Kedua : Penanaman jaringan/organ yang diambil dari individu lain.A. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari orang lain.A.1. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari orang lain yang masih hidup. Kasus Pertama : Penanaman jaringan/organ tunggal yang dapat mengakibatkan kematian donaturnya bila diambil. Seperti, jantung, hati dan otak. Maka hukumnya adalah tidak boleh.At+as dasar firman Allah: ‫وأ َنفقوا في سبيل الله ول تلقوا بأيديكم إ ِلى التهلكة وأ َحسنوا إ ِن الله‬ َ ّ ّ ُِ ْ َ ِ َ ُْ ّ َ ْ ُ ِ َِْ ُ ُْ َ َ ِ ّ ِ َِ ِ ُ ِ ْ َ195)‫)يحب المحسنين‬ َ ِِ ْ ُ ْ ّ ِ ُArtinya :"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamumenjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karenasesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. " (QS AlBaqarah:195.) ‫ول تقتلوا أ َنفسكم إ ِن الله كان بكم رحيما‬ ً ِ َ ْ ُ ِ َ َ َ ّ ّ ْ ُ َ ُ ْ ُُْ َ َ َArtinya:"Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah adalahMaha Penyayang kepadamu" (QS An-Nisa 29) ِ َ ْ ُ ْ َ ِ ْ ْ ‫وتعاونوا على البر والتقوى ول تعاونوا على الِثم والعدوان‬ ََ َُ َ َ َ َ َ ْ ّ َ ّ ِْ ََ َُ َ ََ 39
    • Artinya:"Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangantolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran ..." (QS Al-Maa-idah 2). Kasus kedua : Penanaman jaringan/organ yang diambil dariorang lain yang masih hidup yang tidak mengakibatkankematiannya seperti, organ tubuh ganda diantaranya ginjal ataukulit atau dapat juga dikategorikan disini praktek donor darah.Pada dasarnya masalah ini diperbolehkan hanya harusmemenuhi syarat-syarat berikut dalam prakteknya yaitu :1. Tidak akan membahayakan kelangsungan hidup yang wajar bagi donatur jaringan/organ. Karena kaidah hukum islam menyatakan bahwa suatu bahaya tidak boleh dihilangkan dengan resiko mendatangkan bahaya serupa/sebanding.2. Hal itu harus dilakukan oleh donatur dengan sukarela tanpa paksaan dan tidak boleh diperjual belikan.3. Boleh dilakukan bila memang benar-benar transplantasi sebagai alternatif peluang satu-satunya bagi penyembuhan penyakit pasien dan benar-benar darurat.4. Boleh dilakukan bila kemumgkinan keberhasilan transplantasi tersebut peluangnya optimis sangat besar. (Lihat hasil mudzakarah lembaga fiqh islam dari Liga Dunia Islam/Rabithah Alam Islami, edisi Januari 1985 M.) Namun demikian, ada pengecualian dari semua kasustransplantasi yang diperbolehkan yaitu tidak dibolehkantransplantasi buah zakar meskipun organ ini ganda karenabeberapa alasan sbb. :1. Merusak citra dan penampilan lahir ciptaan manusia .2. Mengakibatkan terputusnya keturunan bagi donatur yang masih hidup.3. Dalam hal ini transplantasi tidak dinilai darurat dan kebutuhannya tidak mendesak.4. Dapat mengacaukan garis keturunan. Sebab menurut ahli kedokteran, organ ini punya pengaruh dalam menitiskan sifat keturunan.(Ensiklopedi kedokteran modern edisi 40
    • bahasa arab vol. III hal. 583, Dr. Albairum, Ensiklopedi Kedokteran Arab, hal 134.) A.2. Penanaman jaringan/organ tubuh yang diambil dariorang mati. Dalam kasus ini penanaman jaringan/organ tubuhdiambil dari orang yang kondisinya benar-benar telah mati(kematian otak dan jantungnya sekaligus). Organ/jaringan yangakan ditransfer tersebut dirawat dan disimpan dengan carakhusus agar dapat difungsikan. ( Kajilah QS. 18:9-12, kaedah-kaedah hukum Islam al.: " Suatu hal yang telah yakin tidakdapat dihilangkan dengan suatu keraguan/tidak yakin ", " Dasarpengambilan hukum adalah tetap berlangsungnya suatu kondisiyang lama sampai ada indikasi pasti perubahannya." ) Sesungguhnya telah banyak fatwa dan konsensus mufakatpara ulama dari berbagai muktamar, lembaga, organisasi daninstitusi internasional yang membolehkan praktek transplantasiini diantaranya adalah sbb. : Konperensi OKI ( di Malaysia, April 1969 M ). denganketentuan kondisinya darurat dan tidak boleh diperjualbelikan. Lembaga Fikih Islam dari Liga Dunia Islam ( dalamkeputusan mudzakarohnya di Mekkah, Januari 1985 M.) Majlis Ulama Arab Saudi ( dalam keputusannya no. 99 tgl.6/11/1402 H.) Panitia Tetap Fawa Ulama dari negara-negara Islamdiantaranya seperti : * Kerajaan Yordania dengan ketentuan( syarat-syarat ) sbb. : 1. Harus dengan persetujuan orang tua mayit / walinya atau wasiat mayit. 2. Hanya bila dirasa benar-benar memerlukan dan darurat. 3. Bila tidak darurat dan keperluannya tidak urgen atau mendesak, maka harus memberikan imbalan pantas kepada ahli waris donatur ( tanpa transaksi dan kontrak jual-beli ). 41
    • Negara Kuwait ( oleh Dirjen Fatwa Dept. Wakaf danUrusan Islam keputusan no.97 tahun 1405 H. ) denganketentuan seperti di atas. * Rep. Mesir. ( dengan keputusanPanitia Tetap fatwa Al-Azhar no. 491 ) * Rep. Al-Jazair ( Keputusan Panitia Tetap Fatwa LembagaTinggi Islam Aljazair, 20/4/1972) Disamping itu banyak fatwa dari kalangan ulama bertarafinternasional yang membolehkan praktek tersebut diantaranyaadalah :1. Abdurrahman bin Sadi ( 1307-1367H.),2. Ibrahim Alyakubi ( dalam bukunya Syifa Alqobarih ),3. Jadal Haq ( mufti Mesir dalam majalah Al-Azhar vol. 7 edisi Romadhon 1403),4. DR. Yusuf Qordhowi ( dalam Fatawa Muashiroh II/530)5. DR. Ahmad Syarofuddin ( hal. 128 ),6. DR. Rouf Syalabi ( harian Syarq Ausath, edisi 3725, Rabu 8/2/1989 ),7. DR. Abd. Jalil Syalabi (harian Syarq Ausath edisi 3725, 8/2/1989M.),8. DR. Mahmud As-Sarthowi ( dalam bukunya Zarul Adho, Yordania),9. DR. Hasyim Jamil ( majalah Risalah Islamiyah, edisi 212 hal. 69). Secara umum dan pada prinsipnya mereka membolehkannyadengan alasan dan dalil sebagai berikut:a. Ayat-ayat tentang dibolehkannya mengkonsumsi barang- barang haram dalam kondisi benar-benar darurat. al. QS. 2:173, 5:3, 6:119,145.b. Firman Allah swt. yang artinya :" ...dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya." QS. Al-Maidah (5): 32.c. ayat-ayat tentang keringanan dan kemudahan dalam Islam al.QS. 2:185, 4:28, 5:6, 22:78 42
    • d. Hal itu sebagai amal jariyah bagi donatur yang telah mati dan sangat berguna bagi kemanusiaan.e. Allah sangat menghargai dan memuji orang-orang yang berlaku itsaar tanpa pamrih dan dengan tidak sengaja membahayakan dirinya atau membinasakannya.QS. 95:9f. Kaedah-kaedah umum hukum Islam yang mengharuskan dihilangkannya segala bahaya. Sebenarnya hampir semua ulama mendukung praktek ini asalkan mengikuti ketentuan- ketentuan kaedah syariah kecuali sebagian kecil dari mereka yang keberatan dan tidak memperbolehkannya seperti : Syeikh As-Syarowi ( harian Alliwa edisi 226, 27/6/1407), Al-Ghomari ( dalam bukunya ttg. haramnya transplantasi ), Assumbuhli ( Qodhoya fiqhiyyah muashiroh, hal.27), Hasan Assegaf ( dalam bukunya ttg transplantasi) dan DR. Abd. Salam Asssakri ( dalam bukunya ttg transplantasi) dan lainnya. Alasan mereka secara umum adalah keberatan merekaterhadap praktek transplantasi karena dapat berakibat danmenjurus kepada tindakan merubah dan merusak kehormatanjasad manusia yang telah dimulyakan Allah. Semuanya itusebenarnya dapat ditangkal dan diatasi atau ditanggulangidengan mengikuti ketentuan-ketentuan medis dan syarieh yangberlaku dengan penuh kehati-hatian dan amanah. ( lihat, QS.17:70, 4:29. )B. Penanaman jaringan/organ yang diambil dari tubuh binatang.B1. Kasus Pertama: Binatang tersebut tidak najis/halal, sepertibinatang ternak (sapi, kerbau, kambing ). Dalam hal ini tidakada larangan bahkan diperbolehkan dan termasuk dalamkategori obat yang mana kita diperintahkan Nabi untukmencarinya bagi yang sakit. b.2. Kasus Kedua : Binatangtersebut najis/ haram seperti, babi atau bangkai binatangdikarenakan mati tanpa disembelih secara islami terlebih 43
    • dahulu. Dalam hal ini tidak dibolehkan kecuali dalam kondisiyang benar-benar gawat darurat dan tidak ada pilihan (alternatiforgan) lain. (lihat; QS Al Baqarah:173, Al Maidah:3, MajmaAnnahr : II/535, An-Nawawi dalam Al-Majmu : III/138).PENUTUP (CATATAN): Mengingat kondisi darurat, kebutuhan dan kompleksitasdimensi masalah serta keterbasan jaringan/organ transplan yanglayak, maka menurut hemat saya semua kasus yangdiperbolehkan di ataspun dalam prakteknya harus dilakukandengan ketentuan skala prioritas sebagai berikut :I. Segi Resipien atau Reseptor harus diperhatikan hal-hal berikut untuk didahulukan antara lain:1. Keyakinan agamanya (QS. Al Hujurat: 1, Ali Imran: 28, Al Mumtahanah: 8).2. Peranan, Jasa atau kiprahnya dalam kehidupan umat. (QS. Shaad: 28)3. Kesholehan, ketaatan dan pengetahuannya ttg ajaran Islam. (Al Mujadalah: 11)4. Hubungan kekerabatan dan tali silatur rahmi ( QS. Al Ahzab: 6)5. Tingkatan kebutuhan dan kondisi gawat daruratnya dengan melihat persediaan. II. Segi Donor juga harus diperhatikan ketentuan berikutdalam prioritas pengambilan: Menanam jaringan/organ imitasi buatan bila memungkinkan secara medis. Mengambil jaringan/organ dari tubuh orang yang sama selama memungkinkan karena dapat tumbuh kembali seperti, kulit dan lainnya. Mengambil dari organ/jaringan binatang yang halal, adapun binatang lainnya dalam kondisi gawat darurat dan tidak ditemukan yang halal. Dalam sebuah riwayat atsar 44
    • disebutkan: “Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, namun janganlah berobat dengan barang haram.” Tetapi dalam kondisi ‘darurat syar’i’ sebagaimana dalam kaedah fiqh disebutkan “Adh Dharurat Tubihul Mahdhuraat” (darurat membolehkan pemanfaatan hal yang haram) atau kaedah “Adh Dhararu Yuzaal” (Bahaya harus dihilangkan) yang mengacu pada ayar dharurat seperti surat Al Maidah: 3 maka boleh memanfaatkan barang haram dengan sekedar kebutuhan dan tidak boleh berlebihan dan jadi kebiasaan sebab dalam kaedah fiqh dijelaskan “Adh Dharurat Tuqaddar Biqadarihaa” (Peertimbangan Kondisi Darurat Harus Dibatasi Sekedarnya) sebagaimana mengacu pada batasan dalam ayat darurat tersebut diatas; fii makhmashah ghaira mutajanifin lill itsmi (karena kondisi ‘kelaparan’ tanpa sengaja berbuat dosa) atau dalam surat Al Baqarah: 173 dibatasi; famanidh dhuturra ghaira baaghin walaa ‘aadin falaa itsma ‘alaih (Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa/darurat sedang ia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya). 4. Mengambil dari tubuh orang yang mati dengan ketentuanseperti penjelasan di atas. 5. Mengambil dari tubuh orang yang masih hidup dengan ketentuanseperti diatas disamping orang tersebut adalah mukallaf ( baligh danberakal ) dengan kesadaran, pengertian, suka rela atau tanpa paksaan.Wallahu Alam Bissawab 000000000000000000 Majelis Majma` Al-Fiqh Al-Islami dalam qorornya no. 1pada Muktamar ke empat tanggal 6-11 Pebruari 1988 di Jeddahmenyatakan bahwa donor organ tubuh manusia itu terbagimenjadi beberapa bentuk. Dari masing-masing bentuk itu adahukumnya sendiri-sendiri sesuai dengan pembahasan paraulama dalam muktamar itu. 45
    • Secara umum bisa disimpulkan antara lain : 1. Boleh memindahkan organ / bagian manusia hidup kejasad manusia hidup lainnya. Bila organ /bagian itu bisadiperbaharui secara otomatis seperti donor darah dantransplantasi kulit. 2. Diharamkan mendonorkan bagian organ tubuh yang vital(menentukan hidup mati) bagi nyawa dimana pendonor ituadalah manusia yang masih hidup. Seperti donor hati, jantungdan lainnya. 3. Begitu juga diharamkan mendonorkan bagian organ tubuhyang akan mengurangi peran pokok kehidupan pendonorsedangkan dia masih hidup. Meski tidak langusng berkaitandengan nyawa pendonor. Seperti kornea kedua mata. 4. Sedangkan donor organ dari tubuh manusia yang telahmati kepada manusia hidup yang nyawanya sangat tergantungdari cangkok itu atau pun yang menambah kemampuan pokokmanusia dibolehkan. Dengan syarat bahwa hal itu harus seizinmayat itu sejak masih hidup atau seizin dari para ahli warisnyaatau izin dari wali muslimin bila mayat itu tidak dikenal identitasdan ahli warisnya. Perlu ditegaskan bahwa semua bentuk donor organ yangdisebutkan di atas tersebut harus bukan merupakan jual-beli,karena jual beli organ itu diharamkan. Namun pengeluaran jumlah tertentu dari penerima donordemi ungkapan rasa terma kasih dan syukur kepada pihakdonor, masih menjadi bahan perbedaan dan ijtihad para ulama. Demikian Majma` Al-Fiqh Al-Islami dalam qorornya. Sedangkan Dr Yusuf Al-Qaradhawi menuliskan dalam fatwakontemporernya : BOLEHKAH ORANG MUSLIMMENDERMAKAN ORGAN TUBUHNYA KETIKA DIAMASIH HIDUP? Ada yang mengatakan bahwa diperbolehkannya seseorangmendermakan atau mendonorkan sesuatu ialah apabila itumiliknya. Maka, apakah seseorang itu memiliki tubuhnya sendirisehingga ia dapat mempergunakannya sekehendak hatinya, 46
    • misalnya dengan mendonorkannya atau lainnya? Atau, apakahtubuh itu merupakan titipan dari Allah yang tidak boleh iapergunakan kecuali dengan izin-Nya? Sebagaimana seseorangtidak boleh memperlakukan tubuhnya dengan semau sendiripada waktu dia hidup dengan melenyapkannya danmembunuhnya (bunuh diri), maka dia juga tidak bolehmempergunakan sebagian tubuhnya jika sekiranyamenimbulkan mudarat buat dirinya. Namun demikian, perlu diperhatikan disini bahwa meskipuntubuh merupakan titipan dari Allah, tetapi manusia diberiwewenang untuk memanfaatkan dan mempergunakannya,sebagaimana harta. Harta pada hakikatnya milik Allahsebagaimana diisyaratkan oleh Al-Quran, misalnya dalamfirman Allah: "... dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allahyang dikaruniakan-Nya kepadamu ..." (an-Nur: 33) Akan tetapi, Allah memberi wewenang kepada manusiauntuk memilikinya dan membelanjakan harta itu. Sebagaimana manusia boleh mendermakan sebagianhartanya untuk kepentingan orang lain yang membutuhkannya,maka diperkenankan juga seseorang mendermakan sebagiantubuhnya untuk orang lain yang memerlukannya. Hanya perbedaannya adalah bahwa manusia adakalanyaboleh mendermakan atau membelanjakan seluruh hartanya,tetapi dia tidak boleh mendermakan seluruh anggota badannya.Bahkan ia tidak boleh mendermakan dirinya (mengorbankandirinya) untuk menyelamatkan orang sakit dari kematian, daripenderitaan yang sangat, atau dari kehidupan yang sengsara. Apabila seorang muslim dibenarkan menceburkan dirinya kelaut untuk menyelamatkan orang yang tenggelam, atau masukke tengah-tengah jilatan api untuk memadamkan kebakaran,maka mengapakah tidak diperbolehkan seorang muslimmempertaruhkan sebagian wujud materiilnya (organ tubuhnya)untuk kemaslahatan orang lain yang membutuhkannya? 47
    • Pada zaman sekarang kita melihat adanya donor darah, yangmerupakan bagian dari tubuh manusia, telah merata di negara-negara kaum muslim tanpa ada seorang ulama pun yangmengingkarinya, bahkan mereka menganjurkannya atau ikutserta menjadi donor. Maka ijma sukuti (kesepakatan ulamasecara diam-diam) ini --menurut sebagian fatwa yang munculmengenai masalah ini-- menunjukkan bahwa donor darah dapatditerima syara. Didalam kaidah syariyah ditetapkan bahwa mudarat ituharus dihilangkan sedapat mungkin. Karena itulah kitadisyariatkan untuk menolong orang yang dalam keadaantertekan/terpaksa, menolong orang yang terluka, memberimakan orang yang kelaparan, melepaskan tawanan, mengobatiorang yang sakit, dan menyelamatkan orang yang menghadapibahaya, baik mengenai jiwanya maupun lainnya. Maka tidak diperkenankan seorang muslim yang melihatsuatu dharar (bencana, bahaya) yang menimpa seseorang atausekelompok orang, tetapi dia tidak berusaha menghilangkanbahaya itu padahal dia mampu menghilangkannya, atau tidakberusaha menghilangkannya menurut kemampuannya. Karena itu saya katakan bahwa berusaha menghilangkanpenderitaan seorang muslim yang menderita gagal ginjalmisalnya, dengan mendonorkan salah satu ginjalnya yang sehat,maka tindakan demikian diperkenankan syara, bahkan terpujidan berpahala bagi orang yang melakukannya. Karena dengandemikian berarti dia menyayangi orang yang di bumi, sehinggadia berhak mendapatkan kasih sayang dari yang di langit. Islam tidak membatasi sedekah pada harta semata-mata,bahkan Islam menganggap semua kebaikan (al-maruf) sebagaisedekah. Maka mendermakan sebagian organ tubuh termasukkebaikan (sedekah). Bahkan tidak diragukan lagi, hal initermasuk jenis sedekah yang paling tinggi dan paling utama,karena tubuh (anggota tubuh) itu lebih utama daripada harta,sedangkan seseorang mungkin saja menggunakan seluruh hartakekayaannya untuk menyelamatkan (mengobati) sebagian 48
    • anggota tubuhnya. Karena itu, mendermakan sebagian organtubuh karena Allah Taala merupakan qurbah (pendekatan dirikepada Allah) yang paling utama dan sedekah yang palingmulia. Kalau kita katakan orang hidup boleh mendonorkansebagian organ tubuhnya, maka apakah kebolehan itu bersifatmutlak atau ada persyaratan tertentu? Jawabannya, bahwa kebolehannya itu bersifat muqayyad(bersyarat). Maka seseorang tidak boleh mendonorkan sebagianorgan tubuhnya yang justru akan menimbulkan dharar,kemelaratan, dan kesengsaraan bagi dirinya atau bagi seseorangyang punya hak tetap atas dirinya. Oleh sebab itu, tidak diperkenankan seseorangmendonorkan organ tubuh yang cuma satu-satunya dalamtubuhnya, misalnya hati atau jantung, karena dia tidak mungkindapat hidup tanpa adanya organ tersebut; dan tidakdiperkenankan menghilangkan dharar dari orang lain denganmenimbulkan dharar pada dirinya. Maka kaidah syariyah yangberbunyi: "Dharar (bahaya, kemelaratan, kesengsaraan, nestapa)itu harus dihilangkan," dibatasi oleh kaidah lain yang berbunyi:"Dharar itu tidak boleh dihilangkan dengan menimbulkandharar pula." Para ulama ushul menafsirkan kaidah tersebut denganpengertian: tidak boleh menghilangkan dharar denganmenimbulkan dharar yang sama atau yang lebih besardaripadanya. Karena itu tidak boleh mendermakan organ tubuh bagianluar, seperti mata, tangan, dan kaki. Karena yang demikian ituadalah menghilangkan dharar orang lain dengan menimbulkandharar pada diri sendiri yang lebih besar, sebab dengan begitudia mengabaikan kegunaan organ itu bagi dirinya danmenjadikan buruk rupanya. Begitu pula halnya organ tubuh bagian dalam yangberpasangan tetapi salah satu dari pasangan itu tidak berfungsiatau sakit, maka organ ini dianggap seperti satu organ. 49
    • Hal itu merupakan contoh bagi yang dharar-nya menimpasalah seorang yang mempunyai hak tetap terhadap penderma(donor), seperti hak istri, anak, suami, atau orang yangberpiutang (mengutangkan sesuatu kepadanya). Pada suatu hari pernah ada seorang wanita bertanya kepadasaya bahwa dia ingin mendonorkan salah satu ginjalnya kepadasaudara perempuannya, tetapi suaminya tidakmemperbolehkannya, apakah memang ini termasuk haksuaminya? Saya jawab bahwa suami punya hak atas istrinya. Apabila ia(si istri) mendermakan salah satu ginjalnya, sudah barang tentuia harus dioperasi dan masuk rumah sakit, serta memerlukanperawatan khusus. Semua itu dapat menghalangi sebagian haksuami terhadap istri, belum lagi ditambah dengan beban-bebanlainnya. Oleh karena itu, seharusnya hal itu dilakukan denganizin dan kerelaan suami. Disamping itu, mendonorkan organ tubuh hanya bolehdilakukan oleh orang dewasa dan berakal sehat. Dengandemikian, tidak diperbolehkan anak kecil mendonorkan organtubuhnya, sebab ia tidak tahu persis kepentingan dirinya,demikian pula halnya orang gila. Begitu juga seorang wali, ia tidak boleh mendonorkan organtubuh anak kecil dan orang gila yang dibawah perwaliannya,disebabkan keduanya tidak mengerti. Terhadap harta merekasaja wali tidak boleh mendermakannya, lebih-lebih jika iamendermakan sesuatu yang lebih tinggi dan lebih muliadaripada harta, semisal organ tubuh.MEMBERIKAN DONOR KEPADA ORANG NON-MUSLIM Mendonorkan organ tubuh itu seperti menyedekahkan harta.Hal ini boleh dilakukan terhadap orang muslim dan nonmuslim,tetapi tidak boleh diberikan kepada orang kafir harbi yangmemerangi kaum muslim. Misalnya, menurut pendapat saya, 50
    • orang kafir yang memerangi kaum muslim lewat perang pikirandan yang berusaha merusak Islam. Demikian pula tidak diperbolehkan mendonorkan organtubuh kepada orang murtad yang keluar dari Islam secaraterang-terangan. Karena menurut pandangan Islam, orangmurtad berarti telah mengkhianati agama dan umatnya sehinggaia berhak dihukum bunuh. Maka bagaimana kita akanmenolong orang seperti ini untuk hidup? Apabila ada dua orang yang membutuhkan bantuan donor,yang satu muslim dan satunya lagi nonmuslim, maka yangmuslim itulah yang harus diutamakan. Allah berfirman: "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagianyanglain ..." (atTaubah: 71) Bahkan seorang muslim yang saleh dan komitmen terhadapagamanya lebih utama untuk diberi donor daripada orang fasikyang mengabaikan kewajiban-kewajibannya kepada Allah.Karena dengan hidup dan sehatnya muslim yang saleh ituberarti si pemberi donor telah membantunya melakukanketaatan kepada Allah dan memberikan manfaat kepada sesamamakhluk-Nya. Hal ini berbeda dengan ahli maksiat yangmempergunakan nikmat-nikmat Allah hanya untuk bermaksiatkepada-Nya dan menimbulkan mudarat kepada orang lain. Apabila si muslim itu kerabat atau tetangga si donor, makadia lebih utama daripada yang lain, karena tetangga punya hakyang kuat dan kerabat punya hak yang lebih kuat lagi,sebagaimana firman Allah: "... Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itusebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yangbukan kerabat) di dalam kitab Allah ..." (al-Anfal: 75) Juga diperbolehkan seorang muslim mendonorkan organtubuhnya kepada orang tertentu, sebagaimana ia juga bolehmendermakannya kepada suatu yayasan seperti bank yangkhusus menangani masalah ini (seperti bank mata dansebagiannya; Penj.), yang merawat dan memelihara organ 51
    • tersebut dengan caranya sendiri, sehingga sewaktu-waktu dapatdipergunakan apabila diperlukan.TIDAK DIPERBOLEHKAN MENJUAL ORGAN TUBUH Perlu saya ingatkan disini bahwa pendapat yangmemperbolehkan donor organ tubuh itu tidak berartimemperbolehkan memperjualbelikannya. Karena jual beli itu--sebagaimana ditarifkan fuqaha-- adalah tukar-menukar hartasecara suka rela, sedangkan tubuh manusia itu bukan harta yangdapat dipertukarkan dan ditawar-menawarkan sehingga organtubuh manusia menjadi objek perdagangan dan jual beli. Suatuperistiwa yang sangat disesalkan terjadi di beberapa daerahmiskin, di sana terdapat pasar yang mirip dengan pasar budak.Di situ diperjualbelikan organ tubuh orang-orang miskin danorang-orang lemah --untuk konsumsi orang-orang kaya-- yangtidak lepas dari campur tangan "mafia baru" yang bersaingdengan mafia dalam masalah minum-minuman keras, ganja,morfin, dan sebagainya. Tetapi, apabila orang yang memanfaatkan organ itu memberisejumlah uang kepada donor --tanpa persyaratan dan tidakditentukan sebelumnya, semata-mata hibah, hadiah, danpertolongan-- maka yang demikian itu hukumnya jaiz (boleh),bahkan terpuji dan termasuk akhlak yang mulia. Hal ini samadengan pemberian orang yang berutang ketika mengembalikanpinjaman dengan memberikan tambahan yang tidakdipersyaratkan sebelumnya. Hal ini diperkenankan syara danterpuji, bahkan Rasulullah saw. pernah melakukannya ketikabeliau mengembalikan pinjaman (utang) dengan sesuatu yanglebih baik daripada yang dipinjamnya seraya bersabda: "Sesungguhnya sebaik-baik orang diantara kamu ialah yanglebih baik pembayaran utangnya." (HR Ahmad, Bukhari, Nasai,dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah) 52
    • BOLEHKAH MEWASIATKAN ORGAN TUBUHSETELAH MENINGGAL DUNIA? Apabila seorang muslim diperbolehkan mendonorkansebagian organ tubuhnya yang bermanfaat untuk orang lainserta tidak menimbulkan mudarat pada dirinya sendiri, makabolehkah dia berwasiat untuk mendonorkan sebagian organtubuhnya itu setelah dia meninggal dunia nanti? Menurut pandangan saya, apabila seorang muslimdiperbolehkan mendonorkan organ tubuhnya pada waktuhidup, yang dalam hal ini mungkin saja akan mendatangkankemelaratan --meskipun kemungkinan itu kecil-- maka tidaklahterlarang dia mewasiatkannya setelah meninggal dunia nanti.Sebab yang demikian itu akan memberikan manfaat yang utuhkepada orang lain tanpa menimbulkan mudarat (kemelaratan/kesengsaraan) sedikit pun kepada dirinya, karena organ-organtubuh orang yang meninggal akan lepas berantakan dandimakan tanah beberapa hari setelah dikubur. Apabila iaberwasiat untuk mendermakan organ tubuhnya itu dengan niatmendekatkan diri dan mencari keridhaan Allah, maka ia akanmendapatkan pahala sesuai dengan niat dan amalnya. Dalam halini tidak ada satu pun dalil syara yang mengharamkannya,sedangkan hukum asal segala sesuatu adalah mubah, kecuali jikaada dalil yang sahih dan sharih (jelas) yang melarangnya. Dalamkasus ini dalil tersebut tidak dijumpai. Umar r.a. pernah berkata kepada sebagian sahabat mengenaibeberapa masalah, "Itu adalah sesuatu yang bermanfaat bagisaudaramu dan tidak memberikan mudarat kepada dirimu,mengapa engkau hendak melarangnya?" Demikianlah kiranyayang dapat dikatakan kepada orang yang melarang masalahmewasiatkan organ tubuh ini. Ada yang mengatakan bahwa hal ini menghilangkankehormatan mayit yang sangat dipelihara oleh syariat Islam,yang Rasulullah saw. sendiri pernah bersabda: "Mematahkan tulang mayit itu seperti mematahkan tulangorang yang hidup."1 53
    • Saya tekankan disini bahwa mengambil sebagian organ daritubuh mayit tidaklah bertentangan dengan ketetapan syara yangmenyuruh menghormatinya. Sebab yang dimaksud denganmenghormati tubuh itu ialah menjaganya dan tidak merusaknya,sedangkan mengoperasinya (mengambil organ yangdibutuhkan) itu dilakukan seperti mengoperasi orang yanghidup dengan penuh perhatian dan penghormatan, bukandengan merusak kehormatan tubuhnya. Sementara itu, hadits tersebut hanya membicarakan masalahmematahkan tulang mayit, padahal pengambilan organ ini tidakmengenai tulang. Sesungguhnya yang dimaksud hadits itu ialahlarangan memotong-motong tubuh mayit, merusaknya, danmengabaikannya sebagaimana yang dilakukan kaum jahiliahdalam peperangan-peperangan --bahkan sebagian dari merekamasih terus melakukannya hingga sekarang. Itulah yangdiingkari dan tidak diridhai oleh Islam. Selain itu, janganlah seseorang menolak dengan alasan ulamasalaf tidak pernah melakukannya, sedangkan kebaikan itu ialahdengan mengikuti jejak langkah mereka. Memang benar,andaikata mereka memerlukan hal itu dan mampumelakukannya, lantas mereka tidak mau melakukannya. Tetapibanyak sekali perkara yang kita lakukan sekarang ternyata belumpernah dilakukan oleh ulama salaf karena memang belum adapada zaman mereka. Sedangkan fatwa itu sendiri dapat berubahsesuai dengan perubahan zaman, tempat, tradisi, dan kondisi,sebagaimana ditetapkan oleh para muhaqqiq. Meskipundemikian, dalam hal ini terdapat ketentuan yang harus dipenuhiyaitu tidak boleh mendermakan atau mendonorkan seluruhtubuh atau sebagian banyak anggota tubuh, sehinggameniadakan hukum-hukum mayit bagi yang bersangkutan,seperti tentang kewajiban memandikannya, mengafaninya,menshalatinya, menguburnya di pekuburan kaum muslim, dansebagainya. Mendonorkan sebagian organ tubuh sama sekali tidakmenghilangkan semua itu secara meyakinkan. 54
    • BOLEHKAH WALI DAN AHLI WARISMENDONORKAN SEBAGIAN ORGAN TUBUH MAYIT? Apabila seseorang sebelum meninggal diperkenankanberwasiat untuk mendonorkan sebagian organ tubuhnya, makajika ia (si mayit) tidak berwasiat sebelumnya bolehkah bagi ahliwaris dan walinya mendonorkan sebagian organ tubuhnya? Ada yang mengatakan bahwa tubuh si mayit adalah milik simayit itu sendiri, sehingga wali atau ahli warisnya tidakdiperbolehkan mempergunakan atau mendonorkannya. Namun begitu, sebenarnya seseorang apabila telahmeninggal dunia maka dia tidak dianggap layak memilikisesuatu. Sebagaimana kepemilikan hartanya yang jugaberpindah kepada ahli warisnya, maka mungkin dapat dikatakanbahwa tubuh si mayit menjadi hak wali atau ahli warisnya. Danboleh jadi syara melarang mematahkan tulang mayit ataumerusak tubuhnya itu karena hendak memelihara hak orangyang hidup melebihi hak orang yang telah mati. Disamping itu, Pembuat Syariat telah memberikan hakkepada wali untuk menuntut hukum qishash atau memaafkan sipembunuh ketika terjadi pembunuhan dengan sengaja,sebagaimana difirmankan oleh Allah: "... Dan barangsiapa dibunuh secara zhalim, makasesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahliwarisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalammembunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapatpertolongan." (al-Isra: 33) Sebagaimana halnya ahli waris mempunyai hak melakukanhukum qishash jika mereka menghendaki, atau melakukanperdamaian dengan menuntut pembayaran diat, sedikit ataubanyak. Atau memaafkannya secara mutlak karena Allah,pemaafan yang bersifat menyeluruh atau sebagian, seperti yangdisinyalir oleh Allah dalam firmanNya: "... Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan darisaudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengancara yang baik, dan hendaklah (yang dlben maaf) membayar 55
    • (diat) kepada yang memben maaf dengan cara yang baik(pula) ..." (al-Baqarah: 178) Maka tidak menutup kemungkinan bahwa merekamempunyai hak mempergunakan sebagian organ tubuhnya,yang sekiranya dapat memberi manfaat kepada orang lain dantidak memberi mudarat kepada si mayit. Bahkan mungkin diamendapat pahala darinya, sesuai kadar manfaat yang diperolehorang sakit yang membutuhkannya meskipun si mayit tidakberniat, sebagaimana seseorang yang hidup itu mendapat pahalakarena tanamannya dimakan oleh orang lain, burung, ataubinatang lain, atau karena ditimpa musibah, kesedihan, atauterkena gangguan, hingga terkena duri sekalipun ... Seperti jugahalnya ia memperoleh manfaat --setelah meninggal dunia-- daridoa anaknya khususnya dan doa kaum muslim umumnya, sertadengan sedekah mereka untuknya. Dan telah saya sebutkanbahwa sedekah dengan sebagian anggota tubuh itu lebih besarpahalanya daripada sedekah dengan harta. Oleh karena itu, saya berpendapat tidak terlarang bagi ahliwaris mendonorkan sebagian organ tubuh mayit yangdibutuhkan oleh orang-orang sakit untuk mengobati mereka,seperti ginjal, jantung, dan sebagainya, dengan niat sebagaisedekah dari si mayit, suatu sedekah yang berkesinambunganpahalanya selama si sakit masih memanfaatkan organ yangdidonorkan itu. Sebagian saudara di Qatar menanyakan kepada saya tentangmendermakan sebagian organ tubuh anak-anak mereka yangdilahirkan dengan menyandang suatu penyakit sehingga merekatidak dapat bertahan hidup. Proses itu terjadi pada waktumereka di rumah sakit, ketika anak-anak itu meninggal dunia.Sedangkan beberapa anak lain membutuhkan sebagian organtubuh mereka yang sehat --misalnya ginjal-- untuk melanjutkankehidupan mereka. Saya jawab bahwa yang demikian itu diperbolehkan, bahkanmustahab, dan mereka akan mendapatkan pahala, insya Allah.Karena yang demikian itu menjadi sebab terselamatkannya 56
    • kehidupan beberapa orang anak dalam beberapa haridisebabkan kemauan para orang tua untuk melakukan kebaikanyang akan mendapatkan pahala dari Allah. Mudah-mudahanAllah akan mengganti untuk mereka -- karena musibah yangmenimpa itu-- melalui anak-anak mereka. Hanya saja, para ahli waris tidak boleh mendonorkan organtubuh si mayit jika si mayit sewaktu hidupnya berpesan agarorgan tubuhnya tidak didonorkan, karena yang demikian itumerupakan haknya, dan wasiat atau pesannya itu wajibdilaksanakan selama bukan berisi maksiat.BATAS HAK NEGARA MENGENAI PENGAMBILANORGAN TUBUH Apabila kita memperbolehkan ahli waris dan para wali untukmendonorkan sebagian organ tubuh si mayit untuk kepentingandan pengobatan orang yang masih hidup, maka bolehkahnegara membuat undang-undang yang memperbolehkanmengambil sebagian organ tubuh orang mati yang tidakdiketahui identitasnya, dan tidak diketahui ahli waris danwalinya, untuk dimanfaatkan guna menyelamatkan orang lain,yang sakit dan yang terkena musibah? Tidak jauh kemungkinannya, bahwa yang demikian itudiperbolehkan dalam batas-batas darurat, atau karena suatukebutuhan yang tergolong dalam kategori darurat, berdasarkandugaan kuat bahwa si mayit tidak mempunyai wali. Apabila diamempunyai wali, maka wajib meminta izin kepadanya.Disamping itu, juga tidak didapati indikasi bahwa sewaktuhidupnya dulu si mayit berwasiat agar organ tubuhnya tidakdidonorkan.MENCANGKOKKAN ORGAN TUBUH ORANG KAFIRKEPADA ORANG MUSLIM 57
    • Adapun mencangkokkan organ tubuh orang nonmuslimkepada orang muslim tidak terlarang, karena organ tubuhmanusia tidak diidentifikasi sebagai Islam atau kafir, ia hanyamerupakan alat bagi manusia yang dipergunakannya sesuaidengan akidah dan pandangan hidupnya. Apabila suatu organtubuh dipindahkan dari orang kafir kepada orang muslim, makaia menjadi bagian dari wujud si muslim itu dan menjadi alatbaginya untuk menjalankan misi hidupnya, sebagaimana yangdiperintahkan Allah Taala. Hal ini sama dengan orang muslimyang mengambil senjata orang kafir dan mempergunakannyauntuk berperang fi sabilillah. Bahkan kami katakan bahwa organ-organ di dalam tubuhorang kafir itu adalah muslim (tunduk dan menyerah kepadaAllah), selalu bertasbih dan bersujud kepada Allah SWT, sesuaidengan pemahaman yang ditangkap dari Al-Quran bahwasegala sesuatu yang ada di langit dan di bumi itu bersujudmenyucikan Allah Taala, hanya saja kita tidak mengerti caramereka bertasbih. Kalau begitu, maka yang benar adalah bahwa kekafiran ataukeislaman seseorang tidak berpengaruh terhadap organtubuhnya termasuk terhadap hatinya (organnya) sendiri, yangoleh Al-Quran ada yang diklasifikasikan sehat dan sakit, imandan ragu, mati dan hidup. Padahal yang dimaksud disinibukanlah organ yang dapat diraba (ditangkap dengan indra)yang termasuk bidang garap dokter spesialis dan ahli anatomi,sebab yang demikian itu tidak berbeda antara yang beriman danyang kafir, serta antara yang taat dan yang bermaksiat. Tetapiyang dimaksud dengannya adalah makna ruhiyahnya yangdengannyalah manusia merasa, berpikir, dan memahamisesuatu, sebagaimana firman Allah: "... lalu mereka mempunysi hati yang dengan itu merekadapat memahami ..." (al-Hajj: 46) "... mereka mempunyai hati,tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)..." (al-Araf: 179) Dan firman Allah: 58
    • "... sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis ..." (at-Taubah: 28) Kata najis dalam ayat tersebut bukanlah dimaksudkan untuknajis indrawi yang berhubungan dengan badan, melainkan najismaknawi yang berhubungan dengan hati dan akal (pikiran). Karena itu tidak terdapat larangan syara bagi orang muslimuntuk memanfaatkan organ tubuh orang nonmuslim.PENCANGKOKAN ORGAN BINATANG YANG NAJISKE TUBUH ORANG MUSLIM Adapun pencangkokan organ binatang yang dihukumi najisseperti babi misalnya, ke dalam tubuh orang muslim, maka padadasarnya hal itu tidak perlu dilakukan kecuali dalam kondisidarurat. Sedangkan darurat itu bermacam-macam kondisi danhukumnya dengan harus mematuhi kaidah bahwa "segalasesuatu yang diperbolehkan karena darurat itu harus diukurmenurut kadar kedaruratannya," dan pemanfaatannya harusmelalui ketetapan dokter-dokter muslim yang tepercaya. Mungkin juga ada yang mengatakan disini bahwa yangdiharamkan dari babi hanyalah memakan dagingnya,sebagaimana disebutkan Al-Quran dalam empat ayat,sedangkan mencangkokkan sebagian organnya ke dalam tubuhmanusia bukan berarti memakannya, melainkan hanyamemanfaatkannya. Selain itu, Nabi saw. memperbolehkanmemanfaatkan sebagian bangkai --yaitu kulitnya-- padahalbangkai itu diharamkan bersama-sama dengan pengharamandaging babi dalam Al-Quran. Maka apabila syaramemperkenankan memanfaatkan bangkai asal tidak dimakan,maka arah pembicaraan ini ialah diperbolehkannyamemanfaatkan babi asalkan tidak dimakan. Diriwayatkan dalam kitab sahih bahwa Rasulullah saw.pernah melewati bangkai seekor kambing, lalu para sahabatberkata, "Sesungguhnya itu bangkai kambing milik bekas budakMaimunah." Lalu beliau bersabda: 59
    • "Mengapa tidak kamu ambil kulitnya lalu kamu samak, lantaskamu manfaatkan?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya ituadalah bangkai." Beliau bersabda, "Sesungguhnya yangdiharamkan itu hanyalah memakannya."2 Permasalahannya sekarang, sesungguhnya babi itu najis,maka bagaimana akan diperbolehkan memasukkan benda najiske dalam tubuh orang muslim? Dalam hal ini saya akan menjawab: bahwa yang dilarangsyara ialah mengenakan benda najis dari tubuh bagian luar,adapun yang didalam tubuh maka tidak terdapat dalil yangmelarangnya. Sebab bagian dalam tubuh manusia itu justrumerupakan tempat benda-benda najis, seperti darah, kencing,tinja, dan semua kotoran; dan manusia tetap melakukan shalat,membaca Al-Quran, thawaf di Baitul Haram, meskipun benda-benda najis itu ada di dalam perutnya dan tidakmembatalkannya sedikit pun, sebab tidak ada hubungan antarahukum najis dengan apa yang ada didalam tubuh.TIDAK BOLEH MENDONORKAN BUAH PELIR Akhirnya pembahasan ini merembet kepada pembicaraanseputar masalah pencangkokan buah pelir seseorang kepadaorang lain. Apakah hal itu diperbolehkan, denganmengqiyaskannya kepada organ tubuh yang lain? Ataukahkhusus untuk buah pelir ini tidak diperkenankanmemindahkannya dari seseorang kepada orang lain? Menurut pendapat saya, memindahkan buah pelir tidakdiperbolehkan. Para ahli telah menetapkan bahwa buah pelirmerupakan perbendaharaan yang memindahkan karakterkhusus seseorang kepada keturunannya, dan pencangkokanpelir ke dalam tubuh seseorang, yakni anak keturunan --lewatreproduksi-- akan mewariskan sifat-sifat orang yang mempunyaibuah pelir itu, baik warna kulitnya, postur tubuhnya, tingkatinteligensinya, atau sifat jasmaniah, pemikiran, dan mental yanglain. 60
    • Hal ini dianggap semacam percampuran nasab yang dilarangoleh syara dengan jalan apa pun. Karena itu diharamkannyaperzinaan, adopsi dan pengakuan kepada orang lain sebagaibapaknya, dan lainnya, yang menyebabkan terjadinyapercampuran keluarga atau kaum yang tidak termasuk bagiandari mereka. Maka tidaklah dapat diterima pendapat yangmengatakan bahwa buah pelir bila dipindahkan kepada oranglain berarti telah menjadi bagian dari badan orang tersebut danmempunyai hukum seperti hukumnya dalam segala hal. Demikian pula jika otak seseorang dapat dipindahkankepada orang lain, maka hal itu tidak diperbolehkan, karenaakan menimbulkan percampuran dan kerusakan yang besar. 61
    • Pertemuan Kelima Euthanasia Euthanasia adalah sebuah istilah kedokteran. Istilah lain yanghampir semakna dengan itu dalam bahasa arab adalah qatl ar-rahmah (pembunuhan dengan kasih sayang) atau taisir al-maut(memudahkan kematian). Euthanasia sendiri sering diartikan sebagai tindakanmemudahkan kematian seseorang dengan sengaja tanpamerasakan sakit, karena kasih sayang, dengan tujuanmeringankan penderitaan si sakit, baik dengan cara positifmaupun negatif. Sedangkan yang dimaksud ‘taisir al-maut al-faal’ (eutanasiapositif) ialah tindakan memudahkan kematian si sakit --karenakasih sayang-- yang dilakukan oleh dokter denganmempergunakan instrumen (alat). Beberapa contoh diantaranya: 1. Seseorang menderita kanker ganas dengan rasa sakit yangluar biasa hingga penderita sering pingsan. Dalam hal ini dokteryakin bahwa yang bersangkutan akan meninggal dunia.Kemudian dokter memberinya obat dengan takaran tinggi 63
    • (overdosis) yang sekiranya dapat menghilangkan rasa sakitnya,tetapi menghentikan pernapasannya sekaligus. 2. Orang yangmengalami keadaan koma yang sangat lama, misalnya karenabagian otaknya terserang penyakit atau bagian kepalanyamengalami benturan yang sangat keras. Dalam keadaandemikian ia hanya mungkin dapat hidup denganmempergunakan alat pernapasan, sedangkan dokterberkeyakinan bahwa penderita tidak akan dapat disembuhkan.Alat pernapasan itulah yang memompa udara ke dalam paru-parunya dan menjadikannya dapat bernapas secara otomatis.Jika alat pernapasan tersebut dihentikan, si penderita tidakmungkin dapat melanjutkan pernapasannya. Maka satu-satunyacara yang mungkin dapat dilakukan adalah membiarkan si sakititu hidup dengan mempergunakan alat pernapasan buatanuntuk melanjutkan gerak kehidupannya. Namun, ada yangmenganggap bahwa orang sakit seperti ini sebagai "orang mati"yang tidak mampu melakukan aktivitas. Maka memberhentikanalat pernapasan itu sebagai cara yang positif untukmemudahkan proses kematiannya. Hal ini berbeda dengan eutanasia negatif (taisir al- maut al-munfail) Pada eutanasia negatif tidak dipergunakan alat-alatatau langkah-langkah aktif untuk mengakhiri kehidupan si sakit,tetapi ia hanya dibiarkan tanpa diberi pengobatan untukmemperpanjang hayatnya. Contohnya seperti berikut: 1. Penderita kanker yang sudah kritis, orang sakit yang sudahdalam keadaan koma, disebabkan benturan pada bagiankepalanya atau terkena semacam penyakit pada otak yang tidakada harapan untuk sembuh. Atau orang yang terkena seranganpenyakit paru-paru yang jika tidak diobati --padahal masih adakemungkinan untuk diobati-- akan dapat mematikan penderita.Dalam hal ini, jika pengobatan terhadapnya dihentikan akandapat mempercepat kematiannya. 2. Seorang anak yangkondisinya sangat buruk karena menderita tashallub al-Asyram(kelumpuhan tulang belakang) atau syalal almukhkhi(kelumpuhan otak). Dalam keadaan demikian ia dapat saja 64
    • dibiarkan --tanpa diberi pengobatan-- apabila terserang penyakitparu-paru atau sejenis penyakit otak, yang mungkin akan dapatmembawa kematian anak tersebut. At-tashallub al-asyram atau asy-syaukah al-masyquqah ialahkelainan pada tulang belakang yang bisa menyebabkankelumpuhan pada kedua kaki dan kehilangankemampuan/kontrol pada kandung kencing dan usus besar.Anak yang menderita penyakit ini senantiasa dalam kondisilumpuh dan selalu membutuhkan bantuan khusus selamahidupnya. Sedangkan asy-syalal al-mukhkhi (kelumpuhan otak) ialahsuatu keadaan yang menimpa saraf otak sejak anak dilahirkanyang menyebabkan keterbelakangan pikiran dan kelumpuhanbadannya dengan tingkatan yang berbeda-beda. Anak yangmenderita penyakit ini akan lumpuh badan dan pikirannya sertaselalu memerlukan bantuan khusus selama hidupnya. Dalam contoh tersebut, "penghentian pengobatan"merupakan salah satu bentuk eutanasia negatif. Menurutgambaran umum, anak-anak yang menderita penyakit seperti itutidak berumur panjang, maka menghentikan pengobatan danmempermudah kematian secara pasif (eutanasia negatif) itumencegah perpanjangan penderitaan si anak yang sakit ataukedua orang tuanya. Memudahkan proses kematian secara aktif (eutanasia positif)seperti pada contoh nomor satu tidak diperkenankan olehsyara. Sebab yang demikian itu berarti dokter melakukantindakan aktif dengan tujuan membunuh si sakit danmempercepat kematiannya melalui pemberian obat secaraoverdosis. Maka dalam hal ini, dokter telah melakukanpembunuhan, baik dengan cara seperti tersebut dalam contoh,dengan pemberian racun yang keras, dengan penyengatanlistrik, ataupun dengan menggunakan senjata tajam. Semua itutermasuk pembunuhan yang haram hukumnya, bahkantermasuk dosa besar yang membinasakan. 65
    • Perbuatan demikian itu tidak dapat lepas dari kategoripembunuhan meskipun yang mendorongnya itu rasa kasihankepada si sakit dan untuk meringankan penderitaannya. Karenabagaimanapun si dokter tidaklah lebih pengasih dan penyayangdaripada Dzat Yang Menciptakannya. Karena itu serahkanlahurusan tersebut kepada Allah Taala, karena Dia-lah yangmemberi kehidupan kepada manusia dan yang mencabutnyaapabila telah tiba ajal yang telah ditetapkan-Nya. Adapun contoh kedua dari eutanasia positif ini kita tundadahulu pembahasannya setelah kita bicarakan eutanasia negatif.EUTANASIA NEGATIF (MENGHENTIKAN/TIDAKMEMBERIKAN PENGOBATAN) Adapun memudahkan proses kematian dengan cara pasif(eutanasia negatif) sebagaimana dikemukakan dalam pertanyaan,maka semua itu --baik dalam contoh nomor satu maupunnomor dua-- berkisar pada "menghentikan pengobatan" atautidak memberikan pengobatan. Hal ini didasarkan padakeyakinan dokter bahwa pengobatan yang dilakukan itu tidakada gunanya dan tidak memberikan harapan kepada si sakit,sesuai dengan sunnatullah (hukum Allah terhadap alamsemesta) dan hukum sebab-akibat. Diantara masalah yang sudah terkenal di kalangan ulamasyara ialah bahwa mengobati atau berobat dari penyakit tidakwajib hukumnya menurut jumhur fuqaha dan imam-imammazhab. Bahkan menurut mereka, mengobati atau berobat inihanya berkisar pada hukum mubah. Dalam hal ini hanyasegolongan kecil yang mewajibkannya seperti yang dikatakanoleh sahabat-sahabat Imam Syafii dan Imam Ahmadsebagaimana dikemukakan oleh Syekhul Islam Ibnu Taimiyahdan sebagian ulama lagi menganggapnya mustahab (sunnah). Para ulama bahkan berbeda pendapat mengenai mana yanglebih utama: berobat ataukah bersabar? Diantara mereka adayang berpendapat bahwa bersabar (tidak berobat) itu lebih 66
    • utama, berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan dalamkitab sahih dari seorang wanita yang ditimpa penyakit epilepsi.Wanita itu meminta kepada Nabi saw. agar mendoakannya, lalubeliau menjawab: "Jika engkau mau bersabar (maka bersabarlah), engkau akanmendapatkan surga; dan jika engkau mau, akan saya doakankepada Allah agar Dia menyembuhkanmu. Wanita itumenjawab, aku akan bersabar. Sebenarnya saya tadi ingindihilangkan penyakit saya. Oleh karena itu doakanlah kepadaAllah agar saya tidak minta dihilangkan penyakit saya. LaluNabi mendoakan orang itu agar tidak meminta dihilangkanpenyakitnya." Disamping itu, juga disebabkan banyak dari kalangansahabat dan tabiin yang tidak berobat ketika mereka sakit,bahkan diantara mereka ada yang memilih sakit, seperti Ubaibin Kaab dan Abu Dzar radhiyallahuanhuma. Namundemikian, tidak ada yang mengingkari mereka yang tidak mauberobat itu. Dalam kaitan ini, Imam Abu Hamid al-Ghazali telahmenyusun satu bab tersendiri dalam "Kitab at-Tawakkul" dariIhya Ulumuddin, untuk menyanggah orang yang berpendapatbahwa tidak berobat itu lebih utama dalam keadaan apa pun. Demikian pendapat para fuqaha mengenai masalah berobatatau pengobatan bagi orang sakit. Sebagian besar diantaramereka berpendapat mubah, sebagian kecil menganggapnyamustahab (sunnah), dan sebagian kecil lagi --lebih sedikit darigolongan kedua-- berpendapat wajib. Dalam hal ini kami sependapat dengan golongan yangmewajibkannya apabila sakitnya parah, obatnya berpengaruh,dan ada harapan untuk sembuh sesuai dengan sunnah AllahTaala. Inilah yang sesuai dengan petunjuk Nabi saw. yang biasaberobat dan menyuruh sahabat-sahabatnya berobat,sebagaimana yang dikemukakan oleh Imam Ibnul Qayyim di 67
    • dalam kitabnya Zadul-Maad. Dan paling tidak, petunjuk Nabisaw. itu menunjukkan hukum sunnah atau mustahab. Oleh karena itu, pengobatan atau berobat hukumnyamustahab atau wajib apabila penderita dapat diharapkankesembuhannya. Sedangkan jika sudah tidak ada harapansembuh, sesuai dengan sunnah Allah dalam hukum sebab-akibat yang diketahui dan dimengerti oleh para ahlinya --yaitupara dokter-- maka tidak ada seorang pun yang mengatakanmustahab berobat, apalagi wajib. Apabila penderita sakit diberi berbagai macam carapengobatan --dengan cara meminum obat, suntikan, diberimakan glukose dan sebagainya, atau menggunakan alatpernapasan buatan dan lainnya sesuai dengan penemuan ilmukedokteran modern-- dalam waktu yang cukup lama, tetapipenyakitnya tetap saja tidak ada perubahan, maka melanjutkanpengobatannya itu tidak wajib dan tidak mustahab, bahkanmungkin kebalikannya (yakni tidak mengobatinya) itulah yangwajib atau mustahab. Maka memudahkan proses kematian (taisir al-maut) --kalauboleh diistilahkan demikian-- semacam ini tidak seyogyanyadiembel-embeli dengan istilah qatl ar-rahmah (membunuhkarena kasih sayang), karena dalam kasus ini tidak didapatitindakan aktif dari dokter. Tetapi dokter hanya meninggalkansesuatu yang tidak wajib dan tidak sunnah, sehingga tidakdikenai sanksi. Jika demikian, tindakan pasif ini adalah jaiz dan dibenarkansyara --bila keluarga penderita mengizinkannya-- dan dokterdiperbolehkan melakukannya untuk meringankan si sakit dankeluarganya, insya Allah.MEMUDAHKAN KEMATIAN DENGANMENGHENTIKAN PENGGUNAAN ALAT BANTUPERNAPASAN 68
    • Sekarang kami akan menjawab contoh kedua dari eutanasiapositif menurut pertanyaan tersebut --bukan negatif-- yaitumenghentikan alat pernapasan buatan dari si sakit, yangmenurut pandangan dokter dia dianggap sudah "mati" atau"dihukumi telah mati" karena jaringan otak atau sumsum yangdengannya seseorang dapat hidup dan merasakan sesuatu telahrusak. Kalau yang dilakukan dokter itu semata-mata menghentikanalat pengobatan, hal ini sama dengan tidak memberikanpengobatan. Dengan demikian, keadaannya seperti keadaan lainyang diistilahkan dengan ath-thuruq al-munfailah (jalan-jalanpasif/eutanasia negatif). Karena itu, kami berpendapat bahwa eutanasia seperti iniberada di luar daerah "memudahkan kematian dengan caraaktif" (eutanasia positif), tetapi masuk ke dalam jenis lain (yaitueutanasia negatif) Dengan demikian, tindakan tersebut dibenarkan syara, tidakterlarang. Lebih-lebih peralatan-peralatan tersebut hanyadipergunakan penderita sekadar untuk kehidupan yang lahir--yang tampak dalam pernapasan dan peredaran darah/denyutnadi saja-- padahal dilihat dari segi aktivitas maka si sakit itusudah seperti orang mati, tidak responsif, tidak dapat mengertisesuatu dan tidak dapat merasakan apa-apa, karena jaringanotak dan sarafnya sebagai sumber semua itu telah rusak. Membiarkan si sakit dalam kondisi seperti itu hanya akanmenghabiskan dana yang banyak bahkan tidak terbatas. Selainitu juga menghalangi penggunaan alat-alat tersebut bagi oranglain yang membutuhkannya dan masih dapat memperolehmanfaat dari alat tersebut. Di sisi lain, penderita yang sudahtidak dapat merasakan apa-apa itu hanya menjadikan sanakkeluarganya selalu dalam keadaan sedih dan menderita, yangmungkin sampai puluhan tahun lamanya. Dr. Yusuf Al-Qaradhawi telah mengemukakan pendapatseperti ini sejak beberapa tahun lalu di hadapan sejumlahfuqaha dan dokter dalam suatu seminar berkala yang 69
    • diselenggarakan oleh Yayasan Islam untuk ilmu-ilmuKedokteran di Kuwait. Para peserta seminar dari kalangan ahlifiqih dan dokter itu menerima pendapat tersebut. Segala puji kepunyaan Allah yang telah memberi petunjukkepada kita ke jalan Islam ini, dan tidaklah kita akan mendapatpetunjuk kalau bukan Allah yang menunjukkan kita. Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Wr. Wb. Rujukan utama : Dr. Yusuf Al-Qaradhawi (FiqihKontemporer) 70
    • Bab II : Fiqih Seni dan Hiburan  Film  Seni musik  Seni drama  Seni rupa  Suporter olahraga 71
    • Televisi Televisi sebenarnya adalah bagian dari kemajuan teknologiyang memiliki kemampuan lebih. Karena televisi bisamenyiarkan sebuah program ke banyak orang dalam waktu yangsangat cepat dan merata. Media televisi terdiri dari suara dangambar yang bergerak. Sehingga memenuhi dua indera sekaliguyaitu penglihatan dan pendengaran. Dibandingkan dengan media cetak seperti koran danmajalah, televisi memiliki kelebihan. Karena bersuara dan jugabergambar dengan gerakan. Bahkan dibandingkan radio, televisimemiliki kelebihan dari segi gambar. Menurut para ahlijurnalistik, satu buah gambar akan lebih bercerita daripadaseribu kata-kata. Apalagi gambar itu hidup dan bergerak sertabersuara. Selain itu televisi adalah media yang murah karena begituseseorang memiliki televisi, praktis tidak ada pengeluaran rutinlagi. Kecuali bila berlangganan TV kabel atau parabola 73
    • berlangganan. Bila dibandingkan dengan koran atau majalahyang harus dibeli dahulu baru bisa dinikmati, maka televisitergolong media yang murah bahkan tanpa biaya. Sedemikian efektifnya televisi dalam menyampaikan pesansehingga seorang Hitler sekalipun merasa perlu untukmemanfaatkan televisi dalam rangka menyebarkan pahamnya.Konon, siaran televisi secara resmi pertama kali mengudaraadalah siara langsung pidato Hitler di depan massanya. Namun dibalik manfaatnya, membangun sebuah stasiuntelevisi lengkap dengan programnya bukan harga yang murah.Diperlukan investasi ratusan milyar untuk bisa mengudarasecara nasional. Selain membutuhkan perizinan khusus,tekonologi yang mahal, juga diperlukan banyak sekali sumberdaya manusia mulai dari programer, kameraman, penyiar hinggapara wartawan televisi pencari berita. Ini belum termasuk paraseniman dan pekerja di rumah-rumah produksi yangmemproduksi paket-paket tayangan khusus televisi. Sehinggaperusahaan yang berinvestasi di bidang pertelevisian haruslahperusahaan yang kuat terutama dari segi pendanaan. Dan bilasudah sampai titik itu, maka yang ada dalam pemikiran parapengusaha tidak lain adalah bagaimana memilirkan uangnyakembali, kalau bisa menguntungkan. Namun masalah ini tentu saja tidak mudah. Karenapemasukan sebuah statsiun televisi hanya mengandalkan danadari iklan. Sehingga bisa dikatakan bahwa perusahaan yangmengiklankan produknya di televisi adalah ‘pemilik’ televisitersebut. Mereka-lah yang menentukan apakah sebuah tayanganitu punya nilai jual atau tidak. Bila punya nilai jual maka merekabaru mau beriklan di spot itu dan bila tidak, maka jangan haraptayangan itu akan muncul di layar kaca. Sayangnya sampai hari ini insan pertelevisian dan juga parapengiklan masih belum memiliki tolok ukur yang baku danakurat tentang nilai jual tersebut. Sehingga mereka hanyaberpegang pada SRI (Survey Rating Indonesia). Data dari SRIinilah yang sekarang ini dijadikan patokan oleh mereka dalam 74
    • menentukan nilai sebuah tayangan. Ukurannya terlalusederhana, yaitu jumlah penonton yang menonton sebuahtayangan. Tanpa bisa membedakan detail para penonton itubaik dari segi usia, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal danlainnya. Padahal dalam dunia periklanan, menentukan sasarancalon konsumen sangat penting dan menentukan. Sehingga berangkat dari sekedar sebuah asumsi sederhanaitu, jadilah nilai rating suatu tayangan menentukan harga jualslot iklannya. Para pengusaha televisi saat ini hanya berpikirbagaimana iklan masuk sebanyak-banyaknya untuk membiayaitayangan yang kalau bisa diproduksi dengan biaya semurah-murahnya. Selisih dari kedua harga itu adalah keuntungannya. Jadi sekarang tititk masalahnya ada pada bagaimanamembuat tayangan dengan biaya semurah mungkin tapimemiliki rating setinggi mungkin. Akibat mudah diduga,kualitas tayangan itu sudah tidak menjadi tujuan utama lagi.Dan dalam pola kehidupan yang permisif, logika ini menggiringmereka untuk memproduksi apa saja walau pun harusbertabrakan dengan kualitas tayangan itu sendiri baik dari sisimoral, etika, seni, estetika bahkan kalau perlu agama. Maka bertaburanlah tayangan-tayangan yang tidak mendidikseperti telenovela impor atau sinetron lokal yang ceritanyaberputar-putar njelimet dan dipenuhi dengan tokoh jahat, ceritaperselingkuhan, suami atau istri main serong hinggapersekongkolan jahat. Sayangnya, semua itu pun tidak ditunjangdengan seni peran yang baik, sehingga sangat terasa dangkal,ditambah dengan pengambilan gambar yang terkesan asal jadidan asal kejar tayang, akting yang tidak jelas dan sekian banyakkeluhan lainnya dari para seniman film sejati. Kekonyolan tayangan televisi pun diperkuat denganmembeludaknya kuis-kuis yang hampir seragam, eksploitasiseksual yang semakin beragam dan merata hampir di semuatelevisi. Bahkan yang sekarang semakin menjamur di hampir semuatelevisi nasional adalah tayangan dari dunia hitam dan 75
    • kriminalitas, dunia paranormal hingga berbagai macam bentukpengobatan alternatif. Belum lagi ekploitasi tubuh wanita dan acara yang berbaupornografi yang juga mejadi menu hampir di semua televisi. Sayangnya langkah seperti ini kelihatan seragam di semuastasiun televisi nasional bahkan di manca negara. Lalau masalahhak pemirsa untuk mendapatkan program tayangan yangberkualitas menjadi terabaikan. Pemirsa televisi dianggap pasienyang pasrah menerima apa saja dan tidak akan pernah protes. Memang pada jam tertentu, ada juga tayangan yang berbauagama, seperti pada dini hari dimana masih ada slot waktu buatpara tokoh agama untuk tampil sekitar setengah jam.Sayangnya, slot waktu itu bukanlah waktu yang banyak ditontonorang, karena terlalu pagi dan masih banyak yang asyik lelap ditempat tidur. Kalau pun ada yang nonton, maka hanya orang-orang ‘shaleh’ saja yang masih sempat bangun pagi. Sedangkanslot waktu lainnya apalagi prime time jelas tidak menyisakansatu kesempatan pun untuk tayangan agamis. Memang benar di bulan Ramadhan hampir semua stasiuntelevisi kompak menampilkan syiar Islam, tapi bukan berartitanpa kritik. Karena tokoh-tokoh yang tampil tidak lain itu-itujuga. Para artis yang setiap hari tampil membuka aurat tiba-tibaberkerudung dan pakai baju muslim. Habis lewatRamadhannya, buka-bukaannya balik lagi. Wah …Hukum Menonton Acara Televisi Para ulama masa kini berbeda pendapat atas hukummenonton televisi ini. Penyebabnya adalah penilaian merekaterhadapt nilai-nilai negatif yang ada dalam tayangan itu sesuaidengan kondisi negara masing-masing. Mereka yang agak ketat menjaga dampak negatif ituumumnya melarang menonton acara televisi, paling tidak iniberlaku di beberapa pesantren yang memang tidakmembolehkan para santri menonton televisi. Meski bukan 76
    • merupakan bentuk pelarangan secara mutlak, namun umumnyapesantren itu melarang santrinya menonton televisi kecuali padaacara tertentu. Sebagian ulama lainnya membolehkan dengan syarat bahwatayangan itu memang bisa dipilih yang benar-benar bermanfaatdan bermutu. 77
    • Seni musik Suatu masalah yang menimpa mayoritas umat manusiatermasuk umat Islam adalah masalah nyanyian dan musik.Terlepas dari hukum nyanyian dan musik tersebut, mayoritasumat manusia dan juga umat Islam menyukai sesuatu yangindah dan merdu didengar. Secara fitrah manusia menyenangisuara gemercik air yang turun ke bawah, kicau burung dan suarabinatang-binatang di alam bebas, senandung suara yang merdudan suara alam lainnya. Nyanyian dan musik merupakan bagiandari seni yang menimbulkan keindahan, terutama bagipendengaran. Allah SWT. menghalalkan bagi manusia untukmenikmati keindahan alam, mendengar suara-suara yang merdudan indah, karena memang itu semua itu diciptakan untukmanusia. Disisi lain Allah SWT. telah mengharamkan sesuatu dansemuanya telah disebutkan dalam Al-Qur’an maupun haditsRasulullah saw. Allah SWT. menghalalkan yang baik dan 79
    • mengharamkan yang buruk. Halal dan haram telah jelas.Rasulullah saw. bersabda:َ ِ ٌ َِ ّ ُ ُ َْ ‫"إن الحلل بين وإن الحرام بين، وبينهما مشتبهات ل يَعلمهن كثير من‬ ٌ َِْ ُ ُ َََْ ٌ َّ َ َ َ ّ َ ٌ َّ َ َ ّ ِ ُّ ‫الناس، فمن اتقى الشبهات استبرأ لدينه وعرضه، ومن وقع في الشبهات‬ َ َ َ ْ َ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ِ ِ َْ ِ ُّ َ ّ ِ َ َ ِ ّ ،‫وقع في الحرام‬ ِ َ َ َ َ َArtinya: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Diantarakeduanya ada yang syubhat, manusia tidak banyak mengetahui. Siapa yang menjagadari syubhat, maka selamatlah agama dan kehormatannya. Dan siapa yang jatuh padasyubhat, maka jatuh pada yang haram” (HR Bukhari dan Muslim). Sehingga jelaslah semua urusan bagi umat Islam. Allah SWT.tidak membiarkan umat manusia hidup dalam kebingungan,semuanya telah diatur dalam Syariah Islam yang sangat jelassebagaimana jelasnya matahari di siang hari. Oleh karena itusemua manusia harus komitmen pada Syari’ah Islam yangmerupakan pedoman hidup mereka. Bagaimana Islam berbicara tentang nyanyian dan musik ?Istilah yang biasa dipakai dalam madzhab Hanafi pada masalahnyanyian dan musik sudah masuk dalam ruang lingkup maata’ummu bihi balwa (sesuatu yang menimpa orang banyak).Sehingga pembahasan tentang dua masalah ini harus tuntas.Dan dalam memutuskan hukum pada dua masalah tersebut,apakah halal atau haram, harus benar-benar berlandaskan dalilyang shahih (benar) dan sharih (jelas). Dan tajarud, yakni hanyatunduk dan mengikuti sumber landasan Islam saja yaitu Al-Qur’an, Sunnah yang shahih dan Ijma. Tidak terpengaruh olehwatak atau kecenderungan perorangan dan adat-istiadat ataubudaya suatu masyarakat. Sebelum membahas pendapat para ulama tentang duamasalah tersebut dan pembahasan dalilnya. Kita perlumendudukkan dua masalah tersebut. Nyanyian dan musikdalam Fiqh Islam termasuk pada kategori muamalah atauurusan dunia dan bukan ibadah. Sehingga terikat dengan kaidah: ‫الصل الشياء في الباحة‬Hukum dasar pada sesuatu (muamalah) adalah halal (mubah). Hal ini sesuai firman Allah SWT. : 80
    • ‫هو الذي خلق لكم ما في ال َرض جميعا‬ ً ِ َ ِ ْ ْ ِ َ ْ ُ َ َ ََ ِ ّ َ ُArtinya:” Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” (QSAl-Baqarah 29). Sehingga untuk memutuskan hukum haram pada masalahmuamalah termasuk nyanyian dan musik harus didukung olehlandasan dalil yang shahih dan sharih. Rasulullah saw. bersabda:‫"إن الله عز وجل فَرض فرائض فل تضيعوها، وَحد حدودا فل‬ َ ُ ُ ّ َ ُ َّ ُ َ َ ِ َ َ َ َ ّ َ َ ّ َ َ ّ َّ َْ ْ ُ َ ً َ ْ َ َ ْ ْ َ َ َ َ َ ‫تعتدوها، وحرم أشياء فل تنتهكوها، وسكت عن أشياء رحمة لكم غير‬ ُ ِ ََْ َ َ ْ َ ّ َ َ ُ َْ َ "‫نسيان فل تبحثوا عنها‬ َْ َُ َْ َ ٍ ْ ِArtinya:”Sesungguhnya Allah ‘Aza wa Jalla telah menetapkan kewajiban, janganlahengkau lalaikan, menetapkan hudud, jangan engkau langgar, mengharamkan sesuatujangan engkau lakukan. Dan diam atas sesuatu, sebagai rahmat untukmu dan tidakkarena lupa, maka jangan engkau cari-cari (hukumnya) “ (HR Ad-Daruqutni).‫الحل َل ما أحل ا في كتابه. والحرام ما حرم ا في كتابه، وما سكت‬َ َ َ َ َ ِ ِ َِ َ ّ َ ُ َ َ ْ ِ ِ َِ ّ َ ُ َ ْ ُ ‫عنه فهو مما عفى عنه‬ ّ ِ َ ُ َ ُ َْArtinya: “Halal adalah sesuatu yang Allah halalkan dalam kitab-Nya. Dan haramadalah sesuatu yang Allah haramkan dalam kitab-Nya. Sedangkan yang Allahdiamkan maka itu adalah sesuatu yang dima’afkan” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majahdan al-Hakim ) Pada hukum nyanyian dan musik ada yang disepakati danada yang diperselisihkan. Ulama sepakat mengharamkannyanyian yang berisi syair-syair kotor, jorok dan cabul.Sebagaimana perkataan lain, secara umum yang kotor dan jorokdiharamkan dalam Islam. Ulama juga sepakat membolehkannyanyian yang baik, menggugah semangat kerja dan tidak kotor,jorok dan mengundang syahwat, tidak dinyanyikan oleh wanitaasing dan tanpa alat musik. Adapaun selain itu para ulamaberbeda pendapat, sbb: Jumhur ulama menghalalkan mendengar nyanyian, tetapiberubah menjadi haram dalam kondisi berikut:1. Jika disertai kemungkaran, seperti sambil minum khomr, berjudi dll.2. Jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah seperti menyebabkan timbul cinta birahi pada wanita atau sebaliknya. 81
    • 3. Jika menyebabkan lalai dan meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan shalat atau menunda-nundanya dll. Madzhab Maliki, asy-Syafi’i dan sebagian Hambaliberpendapat bahwa mendengar nyanyian adalah makruh. Jikamendengarnya dari wanita asing maka semakin makruh.Menurut Maliki bahwa mendengar nyanyian merusak muru’ah.Adapun menurut asy-Syafi’i karena mengandung lahwu. DanAhmad mengomentari dengan ungkapannya:” Saya tidakmenyukai nyanyian karena melahirkan kemunafikan dalamhati”. Adapun ulama yang menghalalkan nyanyian, diantaranya:Abdullah bin Ja’far, Abdullah bin Zubair, Al-Mughirah binSyu’bah, Usamah bin Zaid, Umran bin Hushain, Muawiyah binAbi Sufyan, Atha bin Abi Ribah, Abu Bakar Al-Khallal, AbuBakar Abdul Aziz, Al-Gazali dll. Sehingga secara umum dapatdisimpulkan bahwa para ulama menghalalkan bagi umat Islammendengarkan nyanyian yang baik-baik jika terbebas dari segalamacam yang diharamkan sebagaimana disebutkan diatas. Sedangkan hukum yang terkait dengan menggunakan alatmusik dan mendengarkannya, para ulama juga berbedapendapat. Jumhur ulama mengharamkan alat musik. Sesuaidengan beberapa hadits diantaranya, sbb: ‫1- ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمروالمعازف‬Artinya:”Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang menghalalkan zina, sutera,khamr dan alat-alat yang melalaikan". (HR Bukhari)‫2 - عن نافع "أن ابن عمر سمع صوت زمارة راع فوضع اصبعيه في‬‫أذنيه وعدل راحلته عن الطريق وهو يقول يا نافع أتسمع فأقوله نعم‬‫فيمضي حتى قلت ل فرفع يده وعدل راحلته إلى الطريق وقال رأيت‬ ."‫رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم سمع زمارة راع فصنع مثل هذا‬ ّ ّArtinya:” Dari Nafi bahwa Ibnu Umar mendengar suara seruling gembala, maka iamenutupi telingannya dengan dua jarinya dan mengalihkan kendaraannya dari jalantersebut. Ia berkata:”Wahai Nafi’ apakah engkau dengar?”. Saya menjawab:”Ya”.Kemudian melanjutkan berjalanannya sampai saya berkata :”Tidak”. Kemudian IbnuUmar mengangkat tangannya, dan mengalihkan kendaraannya ke jalan lain danberkata: Saya melihat Rasulullah saw. mendengar seruling gembala kemudianmelakukan seperti ini” (HR Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah). 82
    • ‫3 - عن عمر أن بن حصين "أن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم‬ ّ ّ‫قال في هذه المة خسف ومسخ وقذف فقال رجل من المسلمين يا‬ ."‫رسول الله ومتى ذلك قال إذا ظهرت القيان والمعازف وشربت الخمور‬ ّArtinya: Dari Umar bin Hushain, bahwa Rasulullah saw. berkata tentang umat ini:”Gerhana, gempa dan fitnah. Berkata seseorang dari kaum muslimin:”WahaiRasulullah kapan itu terjadi?” Rasul menjawab:” Jika biduanita, musik dan minumankeras dominan” (HR At-Tirmidzi). Para ulama membicarakan dan memperselisihkan hadits-hadits tentang haramnya nyanyian dan musik. Hadits pertamadiriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, dari AbiMalik Al Asyari ra. Hadits ini walaupun terdapat dalam haditsshahih Bukhori, tetapi para ulama memperselisihkannya.Banyak diantara mereka yang mengatakan bahwa hadits iniadalah mualaq (sanadnya terputus), diantaranya dikatakan olehIbnu Hazm. Disamping itu diantara para ulama menyatakanbahwa matan dan sanad hadits ini tidak selamat darikegoncangan (idtirab). Katakanlah, bahwa hadits ini shohih,karena terdapat dalam hadits shohih Bukhori, tetapi nash dalamhadits ini masih bersifat umum, tidak menunjuk alat-alattertentu dengan namanya. Batasan yang ada adalah bila iamelalaikan. Hadits kedua dikatakan oleh Abu Dawud sebagai haditsmungkar. Kalaupun hadits ini shohih, maka Rasulullah saw.tidak jelas mengharamkannya. Bahkan Rasulullah sawmendengarkannya sebagaimana juga yang dilakukan oleh IbnuUmar. Sedangkan hadits ketiga adalah hadits ghorib. Danhadits-hadits lain yang terkait dengan hukum musik, jika ditelititernyata tidak ada yang shohih. Adapun ulama yang menghalalkan musik sebagaimanadiantaranya diungkapkan oleh Imam Asy-Syaukani dalamkitabnya, Nailul Authar adalah sbb: Ulama Madinah danlainnya, seperti ulama Dzahiri dan jama’ah ahlu Sufimemberikan kemudahan pada nyanyian walaupun dengan gitardan biola”. Juga diriwayatkan oleh Abu Manshur Al-BagdadiAs-Syafi’i dalam kitabnya bahwa Abdullah bin Ja’far 83
    • menganggap bahwa nyanyi tidak apa-apa, bahkanmembolehkan budak-budak wanita untuk menyanyi dan beliausendiri mendengarkan alunan suaranya. Dan hal itu terjadi dimasa khilafah Amirul Mukminin Ali ra. Begitu juga AbuManshur meriwayatkan hal serupa pada Qodhi Syuraikh, Saidbin Al Musayyib, Atho bin abi Ribah, Az-Zuhri dan Asy-Sya’bi. Imam Al-Haramain dalam kitabnya, An-Nihayah dan IbnuAbi Ad-Dunya yang menukil dari Al-Itsbaat Al-Muarikhiin;bahwa Abdullah bin Zubair memiliki budak-budak wanita dangitar. Dan Ibnu Umar pernah kerumahnya ternyatadisampingnya ada gitar , Ibnu Umar berkata:” Apa ini wahaisahabat Rasulullah saw. kemudian Ibnu Zubair mengambilkanuntuknya, Ibnu Umar merenungi kemudian berkata:” Ini mizanSyami( alat musik) dari Syam?”. Berkata Ibnu Zubair:” Denganini akal seseorang bisa seimbang”. Dan diriwayatkan dari Ar-Rowayani dari Al-Qofaal bahwa madzhab Malik bin Anasmembolehkan nyanyian dengan alat musik. Demikianlah pendapat ulama tentang mendengarkan alatmusik. Dan jika diteliti dengan cermat, maka ulamamuta’akhirin yang mengharamkan alat musik karena merekamengambil sikap waro’(hati-hati). Mereka melihat kerusakanyang timbul dimasanya. Sedangkan ulama salaf dari kalangansahabat dan tabi’in menghalalkan alat musik karena merekamelihat memang tidak ada dalil baik dari Al-Qur’an maupunhadits yang jelas mengharamkannya. Sehingga dikembalikanpada hukum asalnya yaitu mubah. Oleh karena itu bagi umat Islam yang mendengarkannyanyian dan musik harus memperhatikan faktor-faktor berikut:Pertama: Lirik Lagu yang Dilantunkan. Hukum yang berkaitan dengan lirik ini adalah seperti hukumyang diberikan pada setiap ucapan dan ungkapan lainnya.Artinya, bila muatannya baik menurut syara, maka hukumnyadibolehkan. Dan bila muatanya buruk menurut syara, makadilarang. 84
    • Kedua: Alat Musik yang Digunakan. Sebagaimana telah diungkapkan di muka bahwa, hukumdasar yang berlaku dalam Islam adalah bahwa segala sesuatupada dasarnya dibolehkan kecuali ada larangan yang jelas.Dengan ketentuan ini, maka alat-alat musik yang digunakanuntuk mengiringi lirik nyanyian yang baik pada dasarnyadibolehkan. Sedangkan alat musik yang disepakati bolehnyaoleh jumhur ulama adalah ad-dhuf (alat musik yang dipukul).Adapun alat musik yang diharamkan untuk mendengarkannya,para ulama berbeda pendapat satu sama lain. Satu hal yangdisepakati ialah semua alat itu diharamkan jika melalaikan.Ketiga: Cara Penampilan. Harus dijaga cara penampilannya tetap terjaga dari hal-halyang dilarang syara seperti pengeksposan cinta birahi, seks,pornografi dan ikhtilath.Keempat: Akibat yang Ditimbulkan. Walaupun sesuatu itu mubah, namun bila diduga kuatmengakibatkan hal-hal yang diharamkan seperti melalaikanshalat, munculnya ulah penonton yang tidak Islami sebagirespon langsung dan sejenisnya, maka sesuatu tersebut menjaditerlarang pula. Sesuai dengan kaidah Saddu Adz dzaroi(menutup pintu kemaksiatan) .Kelima: Aspek Tasyabuh. Perangkat khusus, cara penyajian dan model khusus yangtelah menjadi ciri kelompok pemusik tertentu yang jelas-jelasmenyimpang dari garis Islam, harus dihindari agar tidakterperangkap dalam tasyabbuh dengan suatu kaum yang tidakdibenarkan. Rasulullah saw. bersabda: ْ ُ ِْ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ ‫من تشبه بقوم فهو منهم‬Artinya:”Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk mereka” (HRAhmad dan Abu Dawud) 85
    • Keenam: Orang yang menyanyikan. Haram bagi kaum muslimin yang sengaja mendengarkannyanyian dari wanita yang bukan muhrimnya. Sebagaimanafirman Allah SWT.:ِ ْ َ ْ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ّ َُْ ّ ِ ِ َ ّ َ ِ ٍ َ ََ ّ ُْ َ ّ ِّ َ َ ِ َ ‫يانساء النبي لستن كأحد من النساء إ ِن اتقيتن فل تخضعن بالقول‬ (32)‫فيطمع الذي في قلبه مرض وقلن قول معروفا‬ ً ُ ْ َ ً ْ َ َ ُْ َ ٌ َ َ ِ َِْ ِ ِ ّ َ َ ْ ََArtinya:”Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jikakamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehinggaberkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataanyang baik”(QS Al-Ahzaab 32) Demikian kesimpulan tentang hukum nyanyian dan musikdalam Islam semoga bermanfaat bagi kaum muslimin danmenjadi panduan dalam kehidupan mereka. Amiin. 86
    • Seni rupaGambar yang Terhina adalah Halal Setiap perubahan dalam masalah gambar yang tidakmungkin diagung-agungkan sampai kepada yang paling hina,dapat pindah dari lingkungan makruh kepada lingkungan halal.Dalam hal ini ada sebuah hadis yang menerangkan, bahwa Jibrila.s. pernah minta izin kepada Nabi untuk masuk rumahnya,kemudian kata Nabi kepada Jibril:"Masuklah! Tetapi Jibril menjawab: Bagaimana saya masuk, sedang di dalamrumahmu itu ada korden yang penuh gambar! Tetapi kalau kamu tetap akanmemakainya, maka putuskanlah kepalanya atau potonglah untuk dibuat bantal ataubuatlah tikar." (Riwayat Nasai Ban Ibnu Hibban) 87
    • Oleh karena itulah ketika Aisyah melihat ada tandakemarahan dalam wajah Nabi karena ada korden yang banyakgambarnya itu, maka korden tersebut dipotong dan dipakai duasandaran, karena gambar tersebut sudah terhina dan jauhdaripada menyamai gambar-gambar yang diagung-agungkan. Beberapa ulama salaf pun ada yang memakai gambar yangterhina itu, dan mereka menganggap bukan suatu dosa.Misalnya Urwah, dia bersandar pada sandaran yang adagambarnya, di antaranya gambar burung dan orang lakilaki.Kemudian Ikrimah berkata: Mereka itu memakruhkan gambaryang didirikan (patung) sedang yang diinjak kaki, misalnya dilantai, bantal dan sebagainya, mereka menganggap tidak apa-apa.Photografi Satu hal yang tidak diragukan lagi, bahwa semua persoalangambar dan menggambar, yang dimaksud ialah gambar-gambaryang dipahat atau dilukis, seperti yang telah kami sebutkan dialas. Adapun masalah gambar yang diambil dengan menggunakansinar matahari atau yang kini dikenal dengan nama fotografi,maka ini adalah masalah baru yang belum pernah terjadi dizaman Rasulullah s.a.w. dan ulama-ulama salaf. Oleh karena ituapakah hal ini dapat dipersamakan dangan hadis-hadis yangmembicarakan masalah melukis dan pelukisnya seperti tersebutdi atas? Orang-orang yang berpendirian, bahwa haramnya gambaritu terbatas pada yang berjasad (patung), maka foto bagi merekabukan apa-apa, lebih-lebih kalau tidak sebadan penuh. Tetapibagi orang yang berpendapat lain, apakah foto semacam inidapat dikiaskan dengan gambar yang dilukis denganmenggunakan kuasa? Atau apakah barangkali illat (alasan) yangtelah ditegaskan dalam hadis masalah pelukis, yaitudiharamkannya melukis lantaran menandingi ciptaan Allah--tidak dapat diterapkan pada fotografi ini? Sedang menurut 88
    • ahli-ahli usul-fiqih kalau illatnya itu tidak ada, yang dihukumpun (malulnya) tidak ada. Jelasnya persoalan ini adalah seperti apa yang pernahdifatwakan oleh Syekh Muhammad Bakhit, Mufti Mesir:"Bahwa fotografi itu adalah merupakan penahanan bayangandengan suatu alat yang telah dikenal oleh ahli-ahli teknik(tustel). Cara semacam ini sedikitpun tidak ada larangannya. Karena larangan menggambar, yaitu mengadakan gambaryang semula tidak ada dan belum dibuat sebelumnya yang bisamenandingi (makhluk) ciptaan Allah. Sedang pengertiansemacam ini tidak terdapat pada gambar yang diambil denganalat (tustel)." Sekalipun ada sementara orang yang ketat sekali dalampersoalan gambar dengan segala macam bentuknya, danmenganggap makruh sampai pun terhadap fotografi, tetapi satuhal yang tidak diragukan lagi, bahwa mereka pun akanmemberikan rukhshah terhadap hal-hal yang bersifat daruratkarena sangat dibutuhkannya, atau karena suatu maslahat yangmengharuskan, misalnya kartu pendliduk, paspor, foto-fotoyang dipakai alat penerangan yang di situ sedikitpun tidak adatanda-tanda pengagungan. atau hal yang bersifat merusakaqidah. Foto dalam persoalan ini lebih dibutuhkan daripadamelukis dalam pakaian-pakaian yang oleh Rasulullah sendirisudah dikecualikannya.Subjek Gambar Yang sudah pasti, bahwa subjek gambar mempunyaipengaruh soal haram dan halalnya. Misalnya gambar yangsubjeknya itu menyalahi aqidah dan syariat serta tata kesopananagama, semua orang Islam mengharamkannya. Oleh karena itu gambar-gambar perempuan telanjang,setengah telanjang, ditampakkannya bagian-bagian anggota khaswanita dan tempat-tempat yang membawa fitnah, dan digambardalam tempat-tempat yang cukup membangkitkan syahwat danmenggairahkan kehidupan duniawi sebagaimana yang kita lihat 89
    • di majalah-majalah, surat-surat khabar dan bioskop, semuanyaitu tidak diragukan lagi tentang haramnya baik yangmenggambar, yang menyiarkan ataupun yang memasangnya dirumah-rumah, kantor-kantor, toko-toko dan digantung didinding-dinding. Termasuk juga haramnya kesengajaan untukmemperhatikan gambar-gambar tersebut. Termasuk yang sama dengan ini ialah gambar-gambar orangkafir, orang zalim dan orang-orang fasik yang oleh orang Islamharus diberantas dan dibenci dengan semata-mata mencarikeridhaan Allah. Setiap muslim tidak halal melukis ataumenggambar pemimpin-pemimpin yang anti Tuhan, ataupemimpin yang menyekutukan Allah dengan sapi, api ataulainnya, misalnya orang-orang Yahudi, Nasrani yang ingkarakan kenabian Muhammad, atau pemimpin yang beragamaIslam tetapi tidak mau berhukum dengan hukum Allah; atauorang-orang yang gemar menyiarkan kecabulan dan kerusakandalam masyarakat seperti bintang-bintang film dan biduan-biduan. Termasuk haram juga ialah gambar-gambar yang dapatdinilai sebagai menyekutukan Allah atau lambang-lambangsementara agama yang samasekali tidak diterima oleh Islam,gambar berhala, salib dan sebagainya. Barangkali seperai dan bantal-bantal di zaman Nabi banyakyang memuat gambar-gambar semacam ini. Oleh karena itudalam riwayat Bukhari diterangkan; bahwa Nabi tidakmembiarkan salib di rumahnya, kecuali dipatahkan. Ibnu Abbas meriwayatkan: "Sesungguhnya Rasulullah s.a. w. pada waktu tahun penaklukan Makkah melihatpalung-patung di dalam Baitullah, maka ia tidak mau masuk sehingga ia menyuruh,kemudian dihancurkan." (Riwayat Bukhari). Tidak diragukan lagi, bahwa patung-patung yang dimaksudadalah patung yang dapat dinilai sebagai berhala orang-orangmusyrik Makkah dan lambang kesesatan mereka di zaman-zaman dahulu. 90
    • Ali bin Abu Talib juga berkata: "Rasulullah s.a.w. dalam (melawat) suatu jenazah ia bersabda: Siapakah dikalangan kamu yang akan pergi ke Madinah, maka jangan biarkan di sana satupunberhala kecuali harus kamu hancurkan, dan jangan ada satupun kubur (yangbercungkup) melainkan harus kamu ratakan dia, dan jangan ada satupun gambarkecuali harus kamu hapus dia? Kemudian ada seorang laki-laki berkata: Saya! Ya,Rasulullah! Lantas ia memanggil penduduk Madinah, dan pergilah si laki-lakitersebut. Kemudian ia kembali dan berkata: Saya tidak akan membiarkan satupunberhala kecuali saya hancurkan dia, dan tidak akan ada satupun kuburan (yangbercungkup) kecuali saya ratakan dia dan tidak ada satupun gambar kecuali sayahapus dia. Kemudian Rasulullah bersabda: Barangsiapa kembali kepada salah satudari yang tersebut maka sungguh ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepadaMuhammad s.a.w." (Riwayat Ahmad; dan berkata Munziri: Isya Allah sanadnyabaik) Barangkali tidak lain gambar-gambar/patung-patung yangdiperintahkan Rasulullah s.a.w. untuk dihancurkan itu,melainkan karena patung-patung tersebut adalah lambangkemusyrikan jahiliah yang oleh Rasulullah sangat dihajatkankota Madinah supaya bersih dari pengaruh-pengaruhnya. Justruitulah, kembali kepada hal-hal di atas berarti dinyatakan kufurterhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad.Kesimpulan Hukum Gambar dan Yang Menggambar Dapat kami simpulkan hukum masalah gambar dan yangmenggambar sebagai berikut:1. Macam-macam gambar yang sangat diharamkan ialah gambar-gambar yang disembah selain Allah, seperti Isa al- Masih dalam agama Kristen. Gambar seperti ini dapat membawa pelukisnya menjadi kufur, kalau dia lakukan hal itu dengan pengetahuan dan kesengajaan. Begitu juga pemahat-pemahat patung, dosanya akan sangat besar apabila dimaksudkan untuk diagung-agungkan dengan cara apapun. Termasuk juga terlibat dalam dosa, orang- orang yang bersekutu dalam hal tersebut.2. Termasuk dosa juga, orang-orang yang melukis sesuatu yang tidak disembah, tetapi bertujuan untuk menandingi ciptaan Allah. Yakni dia beranggapan, bahwa dia dapat 91
    • mencipta jenis baru dan membuat seperti pembuatan Allah. Kalau begitu keadaannya dia bisa menjadi kufur. Dan ini tergantung kepada niat si pelukisnya itu sendiri.3. Di bawah lagi patung-patung yang tidak disembah, tetapi termasuk yang diagung-agungkan, seperti patung raja-raja, kepala negara, para pemimpin dan sebagainya yang dianggap keabadian mereka itu dengan didirikan monumen- monumen yang dibangun di lapangan-lapangan dan sebagainya. Dosanya sama saja, baik patung itu satu badan penuh atau setengah badan.4. Di bawahnya lagi ialah patung-patung binatang dengan tidak ada maksud untuk disucikan atau diagung-agungkan, dikecualikan patung mainan anak-anak dan yang tersebut dari bahan makanan seperti manisan dan sebagainya.5. Selanjutnya ialah gambar-gambar di pagan yang oleh pelukisnya atau pemiliknya sengaja diagung-agungkan seperti gambar para penguasa dan pemimpin, lebih-lebih kalau gambar-gambar itu dipancangkan dan digantung. Lebih kuat lagi haramnya apabila yang digambar itu orang- orang zalim, ahli-ahli fasik dan golongan anti Tuhan. Mengagungkan mereka ini berarti telah meruntuhkan Islam.6. Di bawah itu ialah gambar binatang-binatang dengan tidak ada maksud diagung-agungkan, tetapi dianggap suatu manifestasi pemborosan. Misalnya gambar gambar di dinding dan sebagainya. Ini hanya masuk yang dimakruhkan.7. Adapun gambar-gambar pemandangan, misalnya pohon- pohonan, korma, lautan, perahu, gunung dan sebagainya, maka ini tidak dosa samasekali baik si pelukisnya ataupun yang menyimpannya, selama gambar-gambar tersebut tidak melupakan ibadah dan tidak sampai kepada pemborosan. Kalau sampai demikian, hukumnya makruh.8. Adapun fotografi, pada prinsipnya mubah, selama tidak mengandung objek yang diharamkan, seperti disucikan oleh pemiliknya secara keagamaan atau disanjung-sanjung secara 92
    • keduniaan. Lebih-lebih kalau yang disanjung-sanjung itu justru orang-orang kafir dan ahli-ahli fasik, misalnya golongan penyembah berhala, komunis dan seniman- seniman yang telah menyimpang.9. Terakhir, apabila patung dan gambar yang diharamkan itu bentuknya diuubah atau direndahkan (dalam bentuk gambar), maka dapat pindah dari lingkungan haram menjadi halal. Seperti gambar-gambar di lantai yang biasa diinjak oleh kaki dan sandal. 93
    • Main Catur Para ulama jauh sebelum kita ini sudah membicarakanhukum main caturnya saja. Dan sebagaimana biasa pendapatmereka tidak sama. Secara lebih jauh bisa kita sebutkanbeberapa pendapat mereka.1. Pendapat Pertama : Mereka yang mengharamkan main catur. Mereka adalah jumhur ulama dari kalangan Al-Hanafiyah,Al-Hanabilah dan sebagian riwayat pendapat Imam Malik ra. Ulama Al-Hanafiyah menetapkan bahwa permainan catur ituhukumnya makruh baik main dadu atau catur. Sedangkan bilapermainan itu bercampur dengan unsur judi, atau dilakukansecara rutin atau bahkan sampai meninggalkan pekerjaan yangwajib, maka hukumnya menjadi haram secara ijma`. Sedangkan Al-Malikiyah mengatakan bahwa permainantersebut tidak ada kebaikan di dalamnya, hingga sampai pada 95
    • titik dimana orang yang bermain catur tidak bisa diterimakesaksiannya. Al-Hanabilah mengatakan bahwa permainan catur ituhukumnya haram secara mutlak.2. Pendapat Kedua : Mereka yang mengatakan makruh Pendapat ini didukung oleh para ulama Asy-Syafi`iyyah danpara pengikutnya. Hanya saja Imam Al-Ghazali mengatakanbahwa hal-hal tersebut menjadi makruh bila dilakukan secararutin.3. Pendapat Ketiga : Mereka yang mengatakan boleh. Ini adalah pendapat para tabiin besar seperti dan juga riwayatdari Abi Yusuf dari Al-Hanafiyah dan mereka memberikanalasan jika permainan itu dimaksudkan untuk melatih otak. Al-Hafiz Ibnul-Bar berkata bahwa pendapat jumhur fuqohatentang catur adalah bahwa orang yang memainkannya tanpaada unsur judi dan dilakukan secara tertutup bersama keluargasekali dalam sebulan atau setahun dan juga tidak diketahui olehorang lain maka hukumnya dimaafkan dan tidak haram atautidak makruh. Tapi jika dia melakukannya secara terang-terangan makamuru`ah dan A`dalahnya jatuh sehinggga mengakibatkankesaksiannya tidak diterima. (Lihat At-Tamhid : 13/183 dan Al-Qurtubi : 8/338. Diantara orang yang memberikan rukhshah untuk bermaincatur selama tidak ada unsur judi adalah : Said bin Musayyab,Said bin Jubair, Muhammad bin Sirin, Urwah bin Zubair, As-Sya`bi, Al-Hasan Al-Bashri, Ali bin Hasan bin Ali bin AbiThalib, Ibnu Syihab, Rabi`ah dan Atho` (Lihat At-Tamhid :13/181). Pendapat ini juga disepakati oleh Dr. Yusuf Al-Qordhawidalam kitab Halal dan Haram dengan tiga syarat yaitu :a. Tidak boleh menyebabkan tertundanya shalat 96
    • b. Tidak boleh bercampur dengan unsur judic. Bisa menjaga lisannya ketika sedang bermain untuk tidakbicara kotor atau membicarakan orang dan yang sejenisnya. Dengan ketatnya pendapat ulama tentang masalah maincatur ini, apalagi para ulama dahulu sering mengaitkannyadengan muruah dan `adalah seseorang, yaitu kehormatan /nama baik dan keadilan. Sehingga bisa menggugurkan levelkebolehannya untuk bisa diterima kesaksiannya di depan sidangpengadilan. Sehingga main catur di masjid jelas merusak kehormatanmasjid itu sendiri dan sebaiknya dihindari. Wallahu A`lam Bish-Showab, 97
    • Salon Muslimah Agama Islam pun menganjurkan bagi ummatnya untukselalu tampakIndah dengan cara sederhana dan layak, yang tidak berlebih-lebihan. Bahkan Islam menganjurkan di saat hendakmengerjakan ibadat, supaya berhias diri disamping menjagakebersihan dan kesucian tempat maupun pakaian. Allah swt. Berfirman: "... Pakailah pakaianmu yang indah pada setiap memasuki)masjid ..." (Q.s.Al-A‘raaf: 31) Bila Islam sudah menetapkan hal-hal yang indah, baik bagilaki-laki maupun wanita, maka terhadap wanita, Islam lebihmemberi perhatian dan kelonggaran, karena fitrahnya,sebagaimana dibolehkannya memakai kain sutera dan perhiasanemas, dimana hal itu diharamkan bagi kaum laki-laki. Salon adalah salah satu bentuk jasa yang tujuannya adalahmemperbagus dan mempercantik penampilan pisik seseorang.Dan bila salon khusus wanita, tentunya para pekerjanya adalahwanita dan begitu juga dengan konsumennya. Sehingga tidakada masalah dalam melihat aurat atau memegang rambut dankepala. Sedangkan yang perlu diperhatikan dalam mengelola salonadalah hal-hal yang dilarang oleh Rasulullah SAW untuk 99
    • melakukannya. Karena bila memang termasuk praktek yangdilarang, maka bentuk usaha itupun juga tidak halal danberpengaruh juga pada kehalalan uang yang dihasilkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain adala: 1. Pewarna Rambut (hitam) Rasulullah SAW melarang untuk mewarnai rambut denganwarna hitam. Sedangkan bila warnanya bukan hitam maka tidakada larangan. Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW: “Orang Yahudi dan Nashara tidak menyemir rambut, makakamu berbedalah dengan mereka” (HR Bukhari)“Sesungguhnya sebaik-baik alat yang kamu pergunakan untukmengubah warna ubanmu adalah hinna‘ dan katam” (HR at-Tirmidzi dan Ashabus Sunnan) Hinna‘ adalah pewarna rambut berwarna merah sedangkankatam adalah pohon Yaman yang mengeluarkan zat pewarnahitam kemerah-merahan. Namun demikian, untuk tujuan tertentu dibolehkan untukmengecat rambut putih dengan warna hitam, meski para ulamaberbeda pendapat dalam rinciannya:A. Ulama Hanabilah, Malikiyah dan Hanafiyah menyatakanbahwasanya mengecat dengan warna hitam dimakruhkankecuali bagi orang yang akan pergi berperang karena ada ijmayang menyatakan kebolehannya.B. Abu yusuf dari ulama Hanafiyah berpendapat bahwasanyamengecat rambut dengan warna hitam dibolehkan. Hal ini 100
    • berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya sebaik-baiknya warna untuk mengecat rambut adalah warna hitam ini,karena akan lebih menarik untuk istri-istri kalian dan lebihberwibawa di hadapan musuh-musuh kalian” (TuhfatulAhwadzi 5/436)C. Ulama Madzhab syafi’I berpendapat bahwasanya mengecatrambut dengan warna hitam diharamkan kecuali bagi orang-orang yang akan berperang. Hal ini didasrkan kepada sabdaRasulullah SAW: “Akan ada pada akhir jama orang-orang yangakan mengecat rambut mereka dengan warna hitam, merekatidak akan mencium bau surga” (HR. Abu Daud, An-Nasa’I,Ibnu Hibban dan Al-Hakim) 2. Memakai rambut palsu atau menyambung rambut Dari riwayat Said bin Musayyab, salah seorang sahabat Nabisaw. ketika Muawiyah berada di Madinah setelah beliauberpidato, tiba-tiba mengeluarkan segenggam rambut danmengatakan, "Inilah rambut yang dinamakan Nabi saw. Azzuryang artinya atwashilah (penyambung), yang dipakai oleh wanitauntuk menyambung rambutnya, hal itulah yang dilarang olehRasulullah saw. Dan tentu hal itu adalah perbuatan orang-orangYahudi. Bagaimana dengan Anda, wahai para ulama, apakahkalian tidak melarang hal itu? Padahal aku telah mendengarsabda Nabi saw. yang artinya, ‘Sesungguhnya terbinasanyaorang-orang Israel itu karena para wanitanya memakai itu(rambut palsu) terus-menerus‘." (H.r. Bukhari).3. Merias dengan riasan yang bertentangan dengan batasanIslam. 101
    • Seperti bedak tebal dan gincu merah menyala yangmembangkitkan syahwat laki-laki. Begitu juga dengan pakaianyang tidak menutup aurat dan baju yang ketat mencetak bentuktubuh. 4. Membuat tahi lalat palsu, memangkur gigi dan memotongalis Dari Ibnu Mas‘ud ra. Bahwa Rasulullah SAWbersabda,"Alah telah melaknat wanita yang membuat tahi lalatpalsu dan yang minta dibuatkan, dan yang memotong alisnya,memangkur giginya serta yang membuat-buat kecantikandengan merubah ciptaan Allah... (HR Bukhari dan Muslim). 102
    • Bab III : Fiqih Hubungan Antar Agama  Hukum menghadiri natal dan mengucapkan selamat  Sembelihan Ahli Kitab  Menikahi Wanita Ahli Kitab  Menyekolahkan anak di sekolah non Islam  Boikot Produk Yahudi  Bom Syahid (bunuh diri ?)  Merayakan Valentine Day 103
    • Masuk Gereja Tempat Ibadah Agama Lain Para fuqoha berbeda pendapat tentang hukum seorangmuslim memasuki gereja. Fuqoha Hanafiyah menyatakanbahwa makruh hukumnya seorang muslim memasuki gerejaatau tempat ibadah orang kafir karena tempat tersebutmerupakan tempat berkumpulnya syetan bukan karena seorangmuslim tidak punya hak untuk memasukinya. (Hasyiyah Ibnu‘Abidin 5/248) Sedangkan Fuqoha Malikiyah dan Hanabilah dan sebagianulama Syafi’iyah berpendapat bahwa seorang muslimdiperbolehkan memasuki gereja atau tempat ibadah orang kafirlainnya. Sedangkan sebahagian yang lainnya mensaratkan harusada idzin dari mereka yang menggunakan tempat tersebut.(Kasyful Qana’ 1/294, Hasyiyatul jamal 3/572) 105
    • Oleh karena itu, memasuki gereja selain untuk sholat, sepertihalnya untuk menghadiri perkawinan atau mengucapkan belasungkawa bukanlah sesuatu yang diharamkan selama orangmuslim tersebut tidak melaksankan hal-hal yang bertentangandengan aturan-aturan agama. Meskipun demikian, sebaiknya diatidak melakukannya kecuali jika dianggap perlu dan mendesak. Yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana hukumseorang muslim melaksankan sholat di dalam gereja dansebaginya?. Para fuqoha berbeda pendapat tentang hukummemasuki gereja untuk melaksanakan sholat di dalamnya. Sebahagian dari mereka ada yang menyatakan bahwaseorang muslim diperbolehkan melaksanakn sholat didalamnya. Pendapat ini dikemukakan oleh Asy-Sya’by, IbnuSirin dan Atho yang merupakan fuqoha generasi Tabi’in.Bahkan ada sejumlah sahabat yang melaksankan sholat di dalamgereja di antaranya Abu Musa Al-Asy’ary. Imam Bukhori menyatakan bahwa Ibnu Abas berpendapatbahwa melaksanakan sholat di gereja dan lain sebaginyadiperbolehkan, kecuali jika di dalamnya terdapat patung atauarca. Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa Umar pernahmendapatkan surat dari penduduk Najran perihal hukum sholatdi gereja, karena mereka tidak mendapatkan tempat yang lebihbersih dan lebih baik darinya. Maka Umar berkata:“Bersihkanlah ia dengan air dan daun gaharu dan sholatlah didalamnya”. Namun demikian Sejumlah fuqoha Hafiyah dan Syafi’yahmenyatakan bahwa melaksanakan sholat di dalam gerejahukumnya makruh. Baik gereja tersebut dipenuhi oleh patungataupun tidak. Sedangkan hukum memasuki tempat ibadah orang kafirpada saat mereka sedang merayakan hari agama mereka adalahharam. Umar Ra berkata: “janganlah kalian memasuki tempatibadah orang kafir pada saat mereka sedang merayakan hariaagama mereka, karena kemarahan Alloh akan turun kepadamereka” (Al-Adab Asy-Syar’iyyah 3/442). 106
    • Hukum Shalat Dalam Gereja Dan Tempat Ibadah AgamaLain Shalat bagi umat Islam adalah ibadah yang paling utama danamal yang akan ditanya pertama kali nanti di hari qiyamat.Rasulullah SAW bersabda : Yang pertama kali akan ditanyakan nanti pada hari qiyamatdari seorang hamba adalah masalah shalat. Bila shalatnya itubaik maka baiklah semua amalnya dan bila shalatnya itu rusak,maka rusaklah semua amalnya. Berbeda dengan syariat shalat umat terdahulu, shalat dalamIslam boleh dilakukan dimana saja di atas bumi Allah ini.Sedangkan umat terdahulu hanya dibenarkan bila shalat didalam tempat ibadah khusus mereka saja, seperti shouma`ah,gereja atau biara. Bagi seorang muslim, bila suatu saat diamendengar azan atau sudah masuk waktu shalat, maka dia bisamelakukan shalat dimana saja. Asal bukan di tempat yangmemang terlarang seperti tempat yang najis (WC), tempatsampah dan sejenisnya. Dari Jabir ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Akudiberikan kelebihan yang tidak diberikan kepada umat-umatsebelumku”. Dan salah satunya adalah,”Dijadikan bumi/tanahini masjid dan suci (untuk tayammum). Maka siapa saja dariumatku mendapatkan waktu shalat maka shalatlah”. HR.Bukhari dan Muslim Sedangkan hukum shalat di dalam tempat ibadah agama lain,tidak ada keterangan tentang larangannnya dari RasulullahSAW. Sehingga pada masa lalu, Umar bin al-Khattab pun akanmelakukan shalat di dalam gereja di Baitul Maqdis. Hanya sajakarena pertimbangan politis dan menjaga perasaan hati umatKristiani yang saat itu baru saja dikalahkan dan tentunya masihterluka, Umar pun mengurungkan niatnya shalat di dalamgereja. Lalu dibuatlah masjid di luar gereja itu dan jadilah masjidUmar. 107
    • Namun pertimbangannya saat bukan karena larangan shalatdi dalam gereja, tetapi pertimbangan politis semata. 108
    • Menghadiri natal dan mengucapkan selamat Mengucapkan selamat natal itu sebenarnya punya maknayang mendalam dari sekedar basa-basi antar agama. Karena tiapupacara dan perayaan tiap agama memiliki nilai sakral danberkaitan dengan kepercayaan dan akidah masing-masing. Karena itu masalah mengucapkan selamat kepada penganutagama lain tidak sesedarhana yang dibayangkan. Sama tidaksederhananya bila seorang mengucapkan dua kalimat syahadat.Syahadatian itu punya makna yang sangat mendalam dankonsekuensi hukum yang tidak sederhana. Termasuk hinggamasalah warisan, hubungan suami istri, status anak danseterusnya. Padahal cuma dua penggal kalimat yang siapa punmudah mengucapkannya. 109
    • Nah, dalam hal ini pengucapan tahni`ah (ucapan selamat)natal kepada nashrani juga memiliki implikasi hukum yang tidaksederhana. Benar bahwa muslimin menghormati danmenghargai kepercayaan agama lain bahkan melindungi bilamereka zimmi. Namun perlu diberi garis tengah yang jelas.Manakah batasan hormat dan ridha disini. Hormat adalah suatuhal dan ridha adalah yang lain. Kita hormati nasrani karena memang itu kewajiban. Hak-hakmereka kita penuhi karena itu kewajiban. Tapi memberi ucapanselamat, ini mempunyai makna ridha, artinya kita rela danmengakui apa yang mereka yakini. Ini sudah jelas masukmasalah akidah. Dan inilah yang menjadi batas tegas disini. Jangan sampai ada perasaan takut di hati para tokoh agamakita bila belum mengucapkan selamat natal, maka kita kurangtoleran, kurang ramah dan kurang menghargai agama lain. Inipenyakit kejiwaan yang hingga dalam lubuk sanubarikebanyakan kita. Sehingga terkadang menjelma menjadi sikapyang kurang tepat. Bila kita tidak mengucapkan selamat natal bukan berarti kitatidak ingin adanya persaudaraan dan perdamaian antarpenganut agama. Bahkan sebenarnya tidak perlu lagi umat Islamini diajari tentang toleransi dan kerukunan. Adanya orangnasrani di Republik ini dan bisa beribadah dengan tenangselama ratusan tahun adalah bukti kongkrit bahwa umat Islammenghormati mereka. Toh mereka bisa hidup tenang tanpakesulitan. Bandingkan dengan negeri dimana umat Islamminoritas, bagaimana mereka diteror, dipaksa, dipersulit, dibuattidak betah, diganggu dan dianiyaya. Dan fakta-fakta itu bukanisapan jempol. Hal itu terjadi dimana pun dimana ada umatIslam yang minoritas baik eropa, amerika, australia dansebagainya. Jadi tidak mengucapkan selamat natal itu justru toleransi dansaling menghormati akidah masing-masing. Dan sebaliknya,saling memberi ucapan selamat justru menginjak-injak akidah 110
    • masing-masing karena secara sadar kita melecehkan akidah yangkita anut. Wallahu a`lam bis-shawab. 111
    • Sembelihan Ahli Kitab Kita tahu bagaimana Islam memperkeras persoalanpenyembelihan dan menganggap penting persoalan ini. Hal iniadalah justru karena orang-orang musyrik Arab dan pengikut-pengikut agama lain telah menjadikan penyembelihan termasukpersoalan ibadah, bahkan masuk persoalan keyakinan danpokok kepercayaan agama. Oleh karena itu menyembelih,mereka jadikan sebagai sesuatu cara untuk berbakti kepadatuhannya, maka disembelihnya binatang untuk berhala ataudengan menyebut nama tuhannya. Kemudian datanglah Islammenghapus cara-cara ini dan mewajibkan untuk tidak menyebutkecuali asma Allah, serta mengharamkan binatang yangdisembelih untuk berhala dan dengan menyebut nama berhala. Kemudian setelah ahli kitab yang semula adalah bertauhiditu telah banyak dipengaruhi oleh perasaan-perasaan syirik dan 113
    • samasekali tidak melepaskan dari kesyirikanriya yang dulu-dulu,sehingga sementara orang Islam menganggap, bahwa merekatidak bisa lagi bergaul dan bertemu dengan mereka sebagaimanahalnya terhadap orang-orang musyrik lainnya, maka Allahmemberikan perkenan (rukhsah) kepada mereka untuk makanmakanan ahli kitab sebagaimana halnya dalam persoalan-persoalan perkawinan. Hal ini ditegaskan Allah dalamfirmanNya yang merupakan ayat terakhir, yaitu:"Hari ini dihalalkan yang baik-baik buat kamu dan begitu juga makanan orang-orangyang pernah diberi kitab (ahli kitab) adalah halal buat kamu, dan sebaliknyamakananmu halal buat mereka." (al-Maidah: 5) Maksud ayat di atas secara ringkas: bahwa hari ini semuayang baik, halal buat kamu, karena itu tidak ada lagi apa yangdisebut: Bahirah, saibah, washilah dan ham. Dan makanan ahlikitab pun halal buat kamu sesuai dengan hukum asal dimanasamasekali Allah tidak mengharamkannya, dan sebaliknyamakananmu pun halal buat mereka. Jadi kamu boleh makanbinatang yang disembelih dan diburu oleh ahli kitab, dansebaliknya kamu boleh memberi makan ahli kitab denganbinatang yang kamu sembelih atau yang kamu buru. Islam bersifat keras terhadap orang musyrik tetapi terhadapahli kitab sangat lunak dan mempermudah, karena mereka inilebih dekat kepada orang mumin, sebab sama-sama mengakuiwahyu Allah, mengakui kenabian dan pokok-pokok agamasecara global. Justru itu pula kita dianjurkan untuk menaruhmawaddah terhadap mereka, boleh makan makanan mereka,boleh kawin dengan perempuan-perempuan mereka danbergaul dengan baik bersama mereka. Sebab kalau mereka itusudah bergaul dengan kita dan memeluk Islam dengan penuhkeyakinan dan kesadaran, mereka pun akan tahu bahwa agamakita itu justru agama mereka juga dalam pengertian yang lebihtinggi, lebih sempurna bentuk-bentuknya dan lebih bersihlembaran-lembarannya dari segala macam bidah, kebatilan danpersekutuan. 114
    • Perkataan makanan ahli kitab adalah suatu ungkapan yangbersifat umum, meliputi seluruh macam makanan:sembelihannya, biji-bijiannya dan sebagainya. Semua ini halalbuat kita, selama barang-barang tersebut tidak termasukkategori haram, karena zatnya seperti darah, bangkai dan dagingbabi. Semua ini tidak boleh kita makan dengan ijma ulama, baikbarang-barang tersebut makanan ahli kitab ataupun milik orangmuslim. Sampai di sini selesailah pembicaraan kita tentang masalahbinatang yang halal dan haram. Sekarang tinggal yang perluuntuk diterangkan kepada orang-orang Islam beberapa masalahyang sangat urgen, yaitu: Binatang yang Disembelih Untuk Gereja dan Hari-HariBesar 1. Masalah pertama: Apabila tidak terdengar suara dari ahlikitab itu sebutan nama selain Allah, misalnya: Nama al-Masihdan Uzair ketika menyembelih, maka makanannya tersebuttetap halal buat orang Islam. Tetapi kalau sampai terdengarsuara penyebutan nama selain Allah, maka dari kalangan ahlifiqih ada yang mengharamkannya karena termasuk apa yangdisebut uhilla lighairillah (yang disembelih bukan karena Allah).Tetapi sementara ada juga yang berpendapat halal. Abu Darda pernah ditanya tentang kambing yangdisembelih untuk suatu gereja yang disebut jurjas, binatang itumereka hadiahkan buat gereja tersebut, apakah boleh kitamakan? Maka jawab Abu Darda: "Boleh." Sebab mereka ituadalah ahli kitab yang makanannya sudah jelas halal buat kita,dan sebaliknya makanan kita pun halal buat mereka. Kemudiandia suruh memakannya. Imam Malik pernah ditanya tentang sembelihan ahli kitabuntuk hari-hari besar dan gereja mereka, maka kata ImamMalik: Aku memakruhkannya dan aku tidak menganggapnyaharam. Imam Malik memakruhkannya, karena termasuk dalamkategori wara (berhati-hati supaya tidak jatuh ke dalam maksiat) 115
    • karena kawatir kalau-kalau dia itu termasuk ke dalam apa yangdisebut binatang yang disembelih bukan karena Allah. Dan iatidak mengharamkan, karena arti dan maksud apa yangdisembelih bukan karena Allah itu menurut pendapatnya,sepanjang yang dinisbatkan kepada ahli kitab, yaitu yangdisembelih untuk bertaqarrub kepada Tuhan sedang mereka(ahli kitab) itu sendiri tidak memakannya. Dan apa yangdisembelih dan dimakan adalah termasuk makanan mereka,sedang dalam hal ini Allah telah menegaskan: "Bahwa makananahli kitab itu halal buat kamu." Sembelihan yang Dilakukan Oleh Ahli Kitab dengan TenagaListrik dan Sebagainya 2. Masalah kedua: Apakah penyembelihan mereka itudipersyaratkan seperti penyembelihan kita juga, yaitu denganpisau yang tajam dan dilakukan pada leher binatang? Kebanyakan para ulama berpendapat demikian. Tetapimenurut fatwa pengikut-pengikut madzhab Imam Malik, bahwayang demikian itu tidak termasuk persyaratan. Al-Qadhi Ibnu Arabi berkata ketika menafsiri ayat 5 surahal-Maidah itu sebagai berikut: Ini suatu dalil yang tegas, bahwabinatang buruan dan makanan ahli kitab itu adalah termasukmakan yang baik-baik (thayyibaat) yang telah dihalalkan Allahdengan mutlak. Allah mengulang-ulanginya itu hanyalahbermaksud untuk menghilangkan keragu-raguan pertentangan-pertentangan yang timbul dari perasaan-perasaan yang salah,yang memang sering menimbulkan suatu pertentangan danmemperpanjang omongan. Saya pernah ditanya tentang seorang Kristen yang membelitleher ayam kemudian dimasaknya, apakah itu boleh dimakanatau diambil sebagian daripadanya sebagai makanan? Makajawab saya: Boleh dimakan, karena dia itu termasukmakanannya dan makanan pendeta dan pastor, sekalipun inimenurut kita tidak termasuk penyembelihan, namun Allah telahmenghalalkan makanan mereka itu secara mutlak. Makanan 116
    • apapun yang dibenarkan oleh agama mereka berarti halal buatkita, kecuali yang memang oleh Allah telah didustakan. Ulama-ulama kita pernah berkata: Mereka telahmenyerahkan perempuan-perempuan mereka kepada kita untukdikawin dan halal kita setubuhi, mengapa penyembelihannyatidak boleh kita makan, sedang makan tidak sama dengansetubuh, halal dan haramnya. Demikian pendapat Ibnul-Arabi. Kemudian di tempat lain ia berkata lagi: Mereka tidak makanyang bukan karena disembelih, misalnya dengan dicekik dandipukul kepalanya (dengan tidak bermaksud menyembelih,karena itu binatang tersebut termasuk bangkai yang haram). Kedua pendapat beliau ini tidak bertentangan, sebab yangdimaksud ialah: Apa yang mereka anggap sebagaipenyembelihan, berarti halal buat kita sekalipun menurut kitasembelihannya itu tidak benar. Dan apa yang mereka anggap itubukan sembelihan, tidaklah halal buat kita. Dengan demikian, menurut mafhum musytarak apa yangdisebut penyembelihan, yaitu bermaksud menyabung nyawabinatang dengan niat untuk halalnya memakan binatangtersebut. Ini adalah pendapat ulama-ulama Malikiyah. Dengan bercermin kepada apa yang telah kami sebutkan diatas, maka kita dapat mengetahui hukumnya daging-daging yangdiimport dari negara-negara yang penduduknya majoritas ahlikitab, seperti ayam, corned sapi, yang semua itu kadang-kadangdisembelih dengan menggunakan tenaga elektronik dansebagainya. Selama binatang-binatang tersebut oleh merekadianggapnya sebagai sembelihan, maka jelas halal buat kita,sesuai dengan umumnya ayat. Adapun daging-daging yang diimport dari negara-negaraKomunis, tidak boleh kita makan. Sebab mereka itu bukan ahlikitab, bahkan mereka adalah kufur dan anti kepada semuaagama dan menentang Allah serta seluruh risalahnya. Penyembelihan Orang Majusi dan Sebagainya 117
    • Para ulama berbeda pendapat tentang penyembelihan orangMajusi. Kebanyakan mereka berpendapat tidak bolehmemakannya karena mereka termasuk orang musyrik. Sedang yang lain berpendapat halal karena Nabi s.a.w.pernah bersabda:"Perlakukanlah mereka itu seperti perlakuan terhadap ahli kitab." (Riwayat Malikdan Syafii)Dan Nabi sendiri pernah menerima upeti dari Majusi Hajar. (Riwayat Bukhari). Oleh karena itu, Ibnu Hazim berkata di bab penyembelihandalam kitabnya Muhalla: "Mereka itu adalah ahli kitab, olehkarena itu mereka dihukumi seperti hukum yang berlaku untukahli kitab dalam segala hal." (Lihat juz 7: 456).7 Dan shabiun (penyembah binatang) oleh Abu Hanifahdianggap sebagai ahli kitab juga.8Kaidah: "Apa Yang Ghaib Bagi Kita, Jangan Kita Tanyakan" Tidak menjadi kewajiban seorang muslim untukmenanyakan hal-hal yang tidak disaksikan, misalnya: Bagaimanacara penyembelihannya? Terpenuhi syaratnya atau tidak?Disebut asma Allah atau tidak? Bahkan apapun yang tidak kitasaksikan sendiri tentang penyembelihannya baik dilakukan olehseorang muslim, walaupun dia bodoh dan fasik, ataupun olehahli kitab, semuanya adalah halal buat kita. Sebab, seperti apa yang telah kita sebutkan di atas, yaitu adasuatu kaum yang bertanya kepada Nabi: "Bahwa ada satu kaumyang memberinya daging, tetapi kita tidak tahu apakah disebutasma Allah atau tidak. Maka jawab Nabi: Sebutlah asma Allahatasnya dan makanlah," (Riwayat Bukhari). Berdasar hadis ini para ulama berpendapat, bahwa semuaperbuatan dan pengeluaran selalu dihukumi sah dan baik,kecuali ada dalil (bukti) yang menunjukkan rusakan batalnyaperbuatan tersebut. 118
    • Menikahi Wanita Ahli Kitab Perempuan ahli kitab baik dari kalangan Yahudi maupunNasrani, oleh al-Quran telah diizinkan kawin dengan merekaitu, untuk mengadakan pergaulan dengan mereka. Dan merekaini masih dinilai sebagai orang yang beragama samawi sekalipunagama itu telah diubah dan diganti. Untuk itulah, makanannya boleh kita makan danperempuan-perempuannya boleh kita kawin. Seperti firmanAllah:"Makanan-makanan ahli kitab adalah halal buat kamu begitu juga makananmu halalbuat mereka. Perempuan-perempuan muminah yang baik (halal buat kamu) begitujuga perempuan-perempuan yang baik-baik dari orang-orang yang pernah diberi kitabsebelum kamu, apabila mereka itu kamu beri maskawin, sedang kamu kawini mereka(dengan cara yang baik) bukan berzina dan bukan kamu jadikan gundik." (al-Maidah: 5) Ini adalah salah satu bentuk toleransi dalam Islam yang amatjarang sekali dijumpai taranya dalam agama-agama lain.Betapapun ahli kitab itu dinilai sebagai kufur dan sesat, namuntokh seorang muslim masih diperkenankan, bahwa isterinya, 119
    • pengurus rumahtangganya, ketenteraman hatinya, menyerahkanrahasianya dan ibu anak-anaknya itu dari ahli kitab dan diamasih tetap berpegang pada agamanya juga. Kita katakan boleh menyerahkan rahasianya kepada isterinyadari ahli kitab itu, karena Allah berfirman sendiri tentangmasalah perkawinan dan rahasianya sebagai berikut:"Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah Dia menjadikan untuk kamu daridiri-diri kamu sendiri jodoh-jodohnya supaya kamu dapat tenang dengan jodoh itu; danDia telah menjadikan di antara kamu cinta dan kasih-sayang." (ar-Rum: 21) Di sini ada suatu peringatan yang harus kita ketengahkan,yaitu: Bahwa seorang muslimah yang fanatik kepada agamanyaakan lebih baik daripada yang hanya menerima warisan darinenek-moyangnya. Karena itu Rasulullah s.a.w. mengajarkankepada kita tentang memilih jodoh dengan kata-kata sebagaiberikut:"Pilihlah perempuan yang beragama, sebab kalau tidak, celakalah dirimu." (RiwayatBukhari) Dengan demikian, maka setiap muslimah betapapunkeadaannya adalah lebih baik bagi seorang muslim, daripadaperempuan ahli kitab. Kemudian kalau seorang muslim mengkawatirkan pengaruhkepercayaan isterinya ini akan menular kepada anak-anaknyatermasuk juga pendidikannya, maka dia harus melepaskandirinya --dari perempuan ahli kitab tersebut-- demi menjagaagama dan menjauhkan diri dari marabahaya. Dan kalau jumlahkaum muslimin di suatu negara termasuk minoritas, maka yanglebih baik dan menurut pendapat yang kuat, laki-laki muslimtidak boleh kawin dengan perempuan yang bukan muslimah.Sebab dengan dibolehkannya mengawini perempuan-perempuan lain dalam situasi seperti ini di mana perempuan-perempuan muslimah tidak dibolehkan kawin dengan laki-lakilain, akan mematikan puteri-puteri Islam atau tidak sedikit darikalangan mereka itu yang akan terlantar. Untuk itu, maka jelasbahayanya bagi masyarakat Islam. Dan bahaya ini baru mungkindapat diatasi, yaitu dengan mempersempit dan membatasi 120
    • masalah perkawinan yang mubah ini sampai kepada suatukeadaan yang mungkin.PerempuanMuslimah Kawin dengan Laki-Laki Lain Perempuan muslimah tidak boleh kawin dengan laki-lakilain, baik dia itu ahli kitab ataupun lainnya dalam situasi dankeadaan apapun. Seperti firman Allah:"Jangan kamu kawinkan anak-anak perempuanmu dengan laki-laki musyrik sehinggamereka itu masuk Islam." (al-Baqarah: 221) Dan firman Allah tentang perempuan-perempuan muminahyang turut hijrah ke Madinah:"Kalau sudah yakin mereka itu perempuan-perempuan muminah, maka janganlahdikembalikan kepada orang-orany kafir, sebab mereka itu tidak halal bayi kafir danorang kafir pun tidak halal buat mereka (muslimah)." (al-Mumtahinah: 10) Dalam ayat ini tidak ada pengecualian untuk ahli kitab. Olehkarena itu hukumnya berlaku secara umum. Yang boleh, ialah laki-laki muslim kawin dengan perempuanYahudi atau Nasrani. Bukan sebaliknya, sebab laki-laki adalahkepala rumahtangga dan mengurus serta yang bertanggungjawab terhadap perempuan. Sedang Islam tetap memberikankebebasan kepada perempuan ahli kitab untuk tetap berpegangpada agamanya sekalipun berada di bawah kekuasaan laki-lakimuslim di mana suami muslim itu harus melmdungi hak-hakdan kehormatan isterinya menurut syariatnya (Islam). Tetapiagama lain, misalnya Yahudi dan Nasrani, tidak memberikankebebasan terhadap isterinya yang berlainan agama dan tidakmemberikan perlindungan terhadap hak-hak isterinya yangberbeda agama itu. Oleh karena itu bagaimana mungkin Islammenghancurkan masa depan puteri-puterinya dan melemparkanmereka ini di bawah kekuasaan orang-orang yang tidak maumengawasi agama si isteri baik secara kekerabatan maupunsecara perjanjian? Prinsip ini adalah justru suami berkewajiban menghormatiaqidah isterinya supaya dapat bergaul dengan baik antarakeduanya. Sedang seorang mumin juga beriman kepada prinsip 121
    • agama Yahudi dan Nasrani sebagai agama samawi --terlepasdari persoalan perubahan-perubahan yang terdapat di dalamkedua agama tersebut-- dia juga beriman kepada Taurat danInjil sebagai kitab yang diturunkan Allah. Dia pun berimankepada Musa dan Isa sebagai utusan yang dikirim Allah,keduanya adalah tergolong ulul azmi (yang berkedudukantinggi). Justru itu seorang perempuan ahli kitab yang berada dibawah kekuasaan suami muslim yang selalu menghargai prinsipagamanya, Nabinya dan kitabnya. Bahkan tidak akan sempurnaiman si suami yang muslim itu melainkan dengan bersikapdemikian. Tetapi sebaliknya, bahwa laki-laki Yahudi danNasrani tidak akan mengakui terhadap Islam, kitab Islam danNabinya orang Islam. Untuk itu, bagaimana mungkin seorangmuslimah dapat hidup di bawah naungan laki-laki lain, di manaagama si isteri muslimah itu menuntut dia untuk menampakkansyiar-syiar, ibadah-ibadah dan kewajiban-kewajiban sertamenetapkan beberapa peraturan tentang halal dan haram?Bukankah suatu hal yang mustahil, bahwa seorang muslimahakan mendapat penghormatan terhadap aqidahnya danagamanya tetap dilindung, sedang suaminya itu amat benciterhadap aqidah si isteri? Justru itu, logislah kalau Islam mengharamkan seorang laki-laki muslim kawin dengan perempuan animist dimana Islam ituantipati terhadap apa yang disebut syirik dan animisme. Olehkarena itu bagaimana mungkin akan dapat diwujudkanketenteraman dan kasih-sayang dalam rumahtangga antarasuami-isteri itu? Mempertemukan antara dua insan dalam situasi seperti itu,sama dengan apa yang dikatakan oleh penyair Arab zamandahulu, yaitu sebagai berikut: Hai orang yang mengawinkan Tsuraya dengan Suhail Semoga Allah panjangkan umurmu! Bagaimana mereka akan dapat bertemu? Tsuraya seorang Syam tidak dapat bebas Sedang Suhail seorang Yaman yang bebas!!! 122
    • Menyekolahkan anak di sekolah non Islam Ini adalah dilemma para orang tua yang sadar akan kualitaspendidikan buat putra puteri mereka. Sekaligus juga tantanganbagi para pendidik muslim untuk meningkatkan kualitaspendidikan Islam. Sejatinya, kualitas pendidikan Islam harus lebih tinggi darisekolah lainnya. Karena Islam sendiri sangat memberikanperhatian penuh pada masalah pendidikan. Bahkan bila kita hitung-hitung, di masa Nabi masih hidup,bayaran yang diberikan kepada para pengajar terbilang tinggi.Ketika perang Badar berakhir, ada banyak tawanan perang daripihak Quraisy. Kepada mereka ini bila ingin bebas dariperbudakan, wajib mengajarkan 10 orang muslim sekedar bisamembaca dan menulis. Padahal harga budak cukup besar, barangkali bila dikurs dizaman ini bisa mencapai harga puluhan dan ratusan juta. Tetapi 123
    • harga yang tinggi itu oleh Rasulullah SAW sebanding denganjasa mengajarkan baca tulis 10 orang saja. Jadi ini adalah tantangan bagi dunia pendidikan Islam.Apakah akan terus begini atau akan bangkit dan menjadi yangterbaik. Sementara di sisi lain, lembaga pendidikan non-Islamtelah jauh mendahului. Dan kita semua tahu bahwa lembagapendidikan dan sekolah adalah salah satu sarana paling efektifdalam menyebarkan seuatu ajaran. Itulah yang selalu dikerjakanoleh para penjajah dimana pun, yaitu membangun sekolah danlembaga pendidikan. Sekolah-sekolah seperti ini sudah sangat berjasa dalammenyebarkan agama nasrani baik langsung atau tidak langsung.Artinya tidak harus semuanya masuk kristen, tetapi apa yangdiajarkan dan disampaikan tidak akan jauh dari misi itu. Inisesuatu yang wajar sekali terjadi di negeri ini. Namun alhamdulillah, satu dua lembaga pendidikan dinegeri ini sudah mampu mengejar ketertinggalan mereka danmeski belum mengungguli, paling tidak bisa menyamai prestasimereka. Jadi tinggal anda memilih saja antara keduanya. Yang satujelas milik nasrani dan telah punya peranan besar dalammenyebarkan paham mereka sedikti atau banyak, yang lainmeski barangkali kualitasnya tidak setenar yang pertama, bukanberarti tidak baik, iya kan ? Kualitas pendidikan bukan ditentukan semata-mata olehlembaganya saja, tetapi lebih dari itu juga kemampuan anakdidiknya juga. Wallahu a`lam bishshowab 124
    • Boikot Produk Yahudi Tindak kebiadaban Imperialis Israel di bumi Palestina telahmendapatkan berbagai respons dari kalangan umat Islam,termasuk ulama-ulama Islam. Tokoh-tokoh Islam, sepertiSyaikh Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi, Syaikhul Azhar, yangselama ini terkesan lentur dalam setiap pernyataannya, kini lebihtegas lagi akan kemestian memerangi musuh-musuh Islam,"Apabila kamu tidak mampu memerangi mereka (musuh-musuh Islam, Israel dan Amerika Serikat) dengan senjata, makaminimal lawanlah dengan memboikot barang-barang danproduk-produk mereka." Banyak tokoh Islam dunia yang mendukung kemestianpemboikotan barang-barang dan produk-produk Israel danAmerika, bahkan mengeluarkan fatwa untuk merespon tindak 125
    • kejahatan yang mereka lakukan di bumi Palestina. Merekaadalah Dr. Yusuf Qardhawi, Dr. Abdul Satar Fathullah Said(Dosen Syariah Universitas Al Azhar), Dr. Naser Farid Wasil(mantan Mufti Mesir), Dr. Muhammad Imarah (PemikirMuslim Dunia), Dr. Abdul Hamid Ghazali (pakar ekonomi danpolitik Islam) dan lain-lain. Berikut ini fatwa yang ditandatangani tidak kurang dari 70 ulama Sudan dan negara-negaraIslam lainnya, seputar wajibnya memboikot barang-barang danproduk-produk Imperialis Israel dan Amerika Serikat. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan(perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan merekadan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orangyang beriman, (Qs. At Taubah, 9: 14). Wahai kaum muslimin, tak tersembunyi dari kalian apa yangmenimpa umat kita belakangan ini. Konspirasi negara dzalimAmerika dangan rezim Imperialis Yahudi-Israel telah merampastanah suci kita, membantai anak-anak kita di bumi Palestina,mengepung rakyatnya dan memaklumatkan perang kepadamereka di semua media visual ataupun audio lewat legalitasinternasional yang mereka klaim. Oleh karena itu, wajib bagi umat Islam tampil berperanutnuk menghadapi persoalan umat ini dengan menggunakanberbagai sarana yang mungkin, terutama aksi pemboikotanbarang-barang dan produk-produk Amerika dan Israel. Haldemikian itu didasarkan pada: Pertama, firman Allah SWT., ِ ِّ ‫إ ِنم ا ينه اكم هللاا عان الاذين قا اتلكوكم فا ي الادين‬ ‫مَّ ي اَ ي اَ َهْ ي اَ ا ُ ا ُ ا ُ ي اَ ِ مَّ ِ ي اَ ي اَا ي اَ ا ُ ا ُ َهْ ِا‬‫وأ ي اَخرجكوكم من دي اركم وظ اهروا عي اَل ى إ ِخراجكم أ ن‬ َ‫َهْ ي اَ ِ ا ُ َهْ ي ا‬ َ‫ي ا‬ ُ ‫ي اَ َهْ ي اَ ا ُ ا ُ ِّ ِ ي اَ ِ ا ُ َهْ ي اَ ي اَ ي اَ ا‬َ‫ي اَ ي اَ مَّ َهْ ا ُ َهْ ي اَ ي اَ ي اَ ي اَ ي اَ مَّ ا ُ َهْ ي اَ ا ُ َهْ ي اَ ِ ي اَ ا ُ ا ُ مَّ ِ ا ُ ي ا‬ ‫تكولكوهم ومن يتكولهم فأولئك هم الظ المكو ن‬ 126
    • Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagaikawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama danmengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untukmengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan,maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Qs. Al Mumtahanah,60: 9) Kedua, persetujuan Rasulullah SAW. pada Tsumamahketika dia berkata kepada orang-orang Quraisy, ‫و هللا ل ت أ ت ي كا ُ م ح ب ة ح ن ط ة ح ت ى ي أ ذ ن ف ي ه ا‬ َ‫ي اَ َهْ ي اَ ي اَ ِ َهْ ي ا‬ َّ‫ي اَ َهْ ِ َهْ َهْ ي اَ مَّ ا ُ ِ َهْ ي اَ ٍ ي اَ م‬ ِ َ‫ي ا‬‫لم‬Demi Allah, tidak akan ‫هللا ص‬kepada‫ ر س‬sebiji gandum pun َّ‫ ي اَ ل ى هللا ع ل ي ه و س م‬sampai ‫ ا ُ كو ل‬kalian َ‫ا ُ ي اَ ي اَ َهْ ِ ي اَ ي ا‬ َّ‫م‬ ُ ‫ي اَ َهْ ا‬sehingga Rasulullah SAW. mengizinkannya Ketiga, Allah SWT. berfirman, "Dan (bagi) orang-orang yangapabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. (Qs.Asy Syura, 42: 39). Kita semua tahu bahwa Amerika telahbanyak berbuat kedzaliman dan mengembargo negeri-negeriIslam dan kaum muslimin, teriakan dan tangisan anak-anak,rintihan orang-orang sakit, ratapan para wanita dan ribuanmayat yang tewas tidak bisa mengetuk nuraninya. Keempat, konsensus para ulama yang mengharamkanpemberian manfaat buat orang-orang kafir harbi (yangmemerangi umat Islam). Menyatakan, haram hukumnya bagi setiap Muslim membelibarang-barang dan produk-produk Amerika Serikat dan Israel,baik berupa produk-produk minuman, gas bumi dan sejenisnya,produk-produk makanan, pakaian, elektronik dan sebagainya.Barang siapa yang melakukan transaksi berarti membela danmenolong orang-orang kafir, membantu mereka mendzalimisaudara-saudaranya kaum muslimin; dia telah melakukankesalahan dan dosa besar. Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan alhamdulillah,shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita,Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya. Yang menandatangani fatwa ini adalah: 127
    • 1. Syaikh Muhammad Fadhil Al Taqlawi, mantan Ketua Jamaah Anshar As Sunnah Al Muhamadiyah, Sudan.2. Syaikh Ahmad Muhammad Ali Al Thuraifi, Ketua Dewan Fatwa dan Kajian di Universitas Al Quranul Karim3. Syaikh Ahmad Dr. Muhammad Utsman Shalih, Direktur Universitas Islam Umdarman dan Sekjen Majlis Ulama Sudan.4. Syaikh Prof. Dr. Ahmad Ali Al Arzaq, Wakil Direktur Universitas Islam Umdarman Sudan.5. Syaikh Ash Shadiq Abdullah Abdul Majid, Muraqib Am Al Ikhwan Al Muslimin, Sudan.6. Syaikh Dr. Ismail Al Beliy, Ketua Majlis Ulama Sudan.7. Syaikh Prof. Dr. Al Khadhar Abdul Rahim, Dekan Fakultas Ushuludin Universitas Islam Umdarman.8. Syaikh Prof. Hasan Hamid, Wakil Ketua Dewan Fatwa dan Kajian Universitas Al Quranul Karim9. Syaikh Dr. Al Hibr Yusuf Nur Al Daim, Ketua Dewan Pengajaran Majlis Nasional Sudan.10. Syaikh Jalaludin Al Murad, Ketua Malis Tinggi Dakwah, Haji dan Wakaf Sudan11. Syaikh Kamal Utsman Rizq, Khatib Masjid Jami Agung Qurthum.12. Mr. Muhammad Ibrahim Muhammad, Wakil Sekjen Majlis Ulama Sudan.13. Syaikh Prof. Dr. Abbas Mahjub, Direktur Pusat Universitas Al Quranul Karim untuk Cabang Puteri.14. Syaikh Al Amin Al Haj Muhammad, Dosen Universitas Internasional Afrika.15. Dr. Suad Al Fatih, Anggota Majlis Nasional Sudan16. Syaikh Abdul Rahim Abul Ghaits, Direktur Institut Al Quranul Karim di Umdarman.17. Syaikh Dr. Al Qurasyi Abdul Rahim, mantan Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim. 128
    • 18. Syaikh Sulaiman Utsman Abu Naro, Amir Jamaah Al Ikhwan Al Muslimin, Sudan.19. Syaikh Abdul Khalil Al Nadzir Al Karuri, Ketua Jamiyah Al Ishlah wal Musawah Sudan.20. Dr. Fathimah Abdul Rahman, Dosen Universitas Al Quranul Karim.21. Syaikh Dr. Kamal Abid, Direktur Islamic Center Afrika22. Syaikh Dr. Ismail Hanaafi, Dekan Fakultas Syariah Universitas Internasional Afrika23. Syaikh Husain Asyisy, Khathib masjid Al Firdaus di Umdarman24. Syaikh Muhammad Al Amin Ismail, Khathib Masjid Al Fath di Shafahah25. Syaikh Dr. Abdullah Az Zubair, Dosen Universitas Al Quranul Karim26. Syaikh Dr. Mubarak Rahmah, mantan Dekan Fakultas Ushuludin Universitas Islam Umdarman27. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Abdul Ghafar, Dosen Universitas Qurthum28. Syaikh Dr. Saad Ahmad Saad, Sekjen Badan Penyantun Penerapan Syariat Islam, Sudan.29. Syaikh Muhammad Hasan Thanun, Ketua Dewan Pengurus Jamiyah Anshar30. Dr. Umar Yusuf Hamzah, Dosen Universitas Islam Umdarman31. Syaikh Hamad Al Fadini, Ketua Urusan Aqidah dan Dakwah32. Syaikh Muhammad Abdul Karim, Khathib Masjid Majma Islami di Jerif Barat33. Syaikh Musaidentivikasi Basyir Ali, Khathib Masjid Agung Umdaum34. Syaikh Dr. Alauddin Az Zuki, Dosen Universitas Qurthum35. Syaikh Dr. Abdullah Abdul Hay, Ketua Urusan Kemahasiswaan Universitas Al Quranul Karim 129
    • 36. Syaikh Dr. Abdul Hay Yusuf, Ketua Jurusan Peradaban Islam Universitas Qurthum37. Syaikh Dr. Umar Abdul Maruf Ali, Universitas Islam Umdarman38. Syaikh Dr. Al Abid Muadz, Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim39. Syaikh Mudatsir Ahmad Ismail, Khathib Masjid Al Arqam di Al Haj Yusuf40. Syaikh Dr. Yusuf Al Kudah, Dosen Universitas El Nilain41. Syaikh Dr. Shalih Al Taum, Dosen Universitas Qurthum42. Syaikh Al Abid Abdul Wahab, Dosen Universitas Qurthum43. Syaikh Ibrahim Al Dharir, Anggota Dewan Fatwa dan Kajian Universitas Al Quranul Karim44. Syaikh Dr. Ali Ulwan, Dekan Fakultas Syariah Universitas Nasional Al Ribath45. Syaikh Ahmad Hasan Muhammad, Ketua Jurusan Komunikasi Universitas Internasional Afrika46. Syaikh Dr. Mahmud Sulaiman Jadin, Dosen Universitas Al Quranul Karim47. Syaikh Fadhlullah Ibrahim Thaha, Dosen Universitas Al Quranul Karim48. Syaikh Akin Mawil, Anggota Majlis Ulama Sudan49. Syaikh Dr. Adil Thahir, Universitas Islam Umdarman50. Syaikh Amad Bakri Abu Hiras, Dai51. Syaikh Nazar Muhammad Utsman, Ketua Dewan Penasehat52. Syaikh Dr. Izzuddin Ibrahim, Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim Cabang Juba53. Syaikh Utsman Abdul Razaq, Perintis Majlis Ulama Sudan54. Syaikh Ibrahim Al Arzaq, Universitas Islam Umdarman55. Syaikh Dr. Ahmad Shadiq Basyir, Dosen Universitas Al Quranul Karim 130
    • 56. Syaikh Jamal Thahir Hasan, Khathib Masjid Banet Timur57. Syaikh Athiyah Muhammad Hasan, Anggota Majlis Ulama Sudan58. Syaikh Khalid Ramadhan, Khathib Masjid Al Mustaghfirin59. Syaikh Umar Abdul Qadir, Televisi Qurthum60. Syaikh Dafullah Muhammad Hasan, Imam dan Khathib Masjid Al Dzakirin di Riyadh61. Syaikh Yahya Abdullah, Imam dan Khathib Masjid Al Mansyiyah62. Syaikh Muhammad Sayid Haj, Imam dan Khathib Masjid ats Tsaurah63. Syaikh Dr. Ibrahim Ali Muhammad, Universitas Islam Umdarman64. Syaikh Bakri Mikyal, Khathib Masjid Mikyal65. Syaikh Abdul Ilah Muhammad Ahmad Namr, Dai66. Syaikh Asad Abdul Karim, Imam dan Khathib Masjid Majma Al Furqan67. Syaikh Dr. Adil Aliyullah, Universitas Islam Umdarman68. Syaikh Taj Thalab, Imam dan Khathib Masjid Boretzudan69. Syaikh Dr. utsman Ali Hasan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Katar70. Syaikh Ali Aba Shalih, Imam dan Khathib Masjid Muraba Wahid di Haj Yusuf Pembokotan produk Yahudi adalah upaya perlawanan terhadap kekuatanzionis Internasional yang cengkraman kukunya telah menguasai dunia Islam. Upaya ini bila benar-benar dilaksakan oleh seluruh elemen umat Islam,akan bisa menggoyahkan sendi-sendi perekonomian mereka. Dalampeperangan modern, upaya untuk menyerang bukan lagi sekedar denganbedil dan mesiu, tetapi dengan semua sisi dan upaya termasuk perluasanpasar industri ke negara lain. Jadi hakikatnya, ketika produk suatu negaraberhasil menguasai pasar suatu negara lain, maka secara ekonomi, ini adalah 131
    • serangan ekonomi yang berhasil. Dan untuk itu, upaya untuk menahan‘serangan’ itu dengan memboikot atau menahan import dari Tidak ada yang salah ketika umat Islam kompak, serempak dan sepakattidak membeli produk mereka. Secara hukum hal itu dibolehkan. Karenamembeli sebuah produk bukan kewajiban tetapi merupakan hak. Sebagaikonsumen, kita berhak menentukan pilihan, apakah membeli atau tidak. Sementara itu, produk milik umat Islam pun juga tersedia di pasar. Makaalangkah bagusnya bila umat Islam ini bertekad bersama-sama menguatkansendi perekonomian mereka sendiri dan mengurangi atau sama sekali tidakmembeli produk orang lain, apalagi produk kelompok yang memusuhi danmemerangi Islam. Dalam sistem prekonomian modern, cara seperti ini sah-sah saja karenakita tidak merugikan orang lain ketika kita berusaha memperkuat basisperekonomian sendiri yang dengan bangga menggunakan produk dalamnegeri. Karena itulah para ulama terutama di timur tengah umumnya sepakatuntuk menyatukan langkah memboikot produk yahudi. Dan nampak usahamereka disana cukup efektif karena kondisi dakwah dan sosial disana sangatmenunjang. Yaitu masyarakat umumnya sangat mematuhi arahan sertapetunjuk para ulama. Bila ulama sudah mengatakan tidak, maka sambutanakan bergaung ke seluruh pelosok negeri tanpa ada yang berani bilang tidak. Kondisi seperti ini memang kurang menunjang di Indonesia, dimanaperan dan kedudukan ulama umumnya masih kurang, sementara masyarkatpun kurang apresiatif terhadap fatwa ulama. Dan memang boleh kita akuidengan jujur bahwa kapasitas dan level para ulama di Indonesia belumseperti di Timur Tengah sana. Sehingga gaung pemboikotan produk Yahudikurang terasa efektifitasnya disini. Fatwa para ulama ketika mengharamkan produk itu tentu bukanmemfatwakan keharaman zatnya seperti haramnya babi. Tetapi lebih kepadaproses pembelian dan alokasi sekian besar dana dari umat Islam ke dalamkantong yahudi. Ionilah hakikat pengharaman itu. Menghindari produk mereka adalah usaha baik untuk menyokongkekuatan Islam. Namun bila pada kondisi tertentu anda tidak bisa mengelakdari hal itu, maka Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kadarkemampuannya. Wallahu a`lam bis-shawab. 132
    • Bom Syahid atau Bunuh Diri Bagaimana menurut ustadz tentang hukum bom bunuh diri, baik darisegi fenomena di Palestina dan Indonesia? Jawaban ini untuk bahan disertasisaya.jawaban Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Istilah bom bunuh diri kalau dikaitkan dengan perlawanan bangsaPaletina melawan jagal Israel tentu sangat tidak tepat. Bahkan penggunaanistilah itu sendiri adalah bagian dari propaganda Israel dalammenghancurkan mentalitas saudara kita di sana. Yang mereka lakukan bukan operasi bunuh diri, melainkan perang sucimembela agama, nusa dan bangsa serta hak-hak hidup paling asasi di mukabumi. Tidak ada bedanya apa yang mereka lakukan dengan yang dilakukan oleharek-arek Suroboyo di tahun 1945, ketika mereka menyongsong meriamBelanda hanya berbekal bambu runcing. Dilihat dari hitung-hitungan biasa,meriam Belanda itu pasti akan membunuh mereka semua. Lalu apalahartinya bambu runcing menghadapi meriam-meriam itu? Tetapi semua kita tahu bahwa mereka adalah pahlawan yang tiap tahunkita peringati jasanya pada hari pahlawan. Tidak ada seorang pun di antarakita yang menyebut tindakan mereka sebagai bunuh diri. Padahal apa yangmereka lakukan lebih dahsyat dari sekedar apa yang dikerjakan olehmujahidin Palestina sekarang. 133
    • Maka di luar medan perang, sebenarnya masih ada peperangan lainnyayang tidak kalah dahsyat. Yaitu perang urat syaraf, perang opini dan perangmedia. Kalau sebagai muslim kita sampai hati menyebut perjuangan bangsaPalestina itu sebagai bom bunuh diri, maka pada hakikatnya kita adalahkorban perang. Sebab kita sudah termakan perang opini yang mereka buat,karena sudah berhasil membuat kita berhenti dari mendukung perjuanganbangsa terjajah itu. Sebagai muslim, kita tahu bahwa apa yang mereka lakukan denganmeledakkan bom di tengah kerumunan Yahudi bukanlah bunuh diri. Sebaborang yang bunuh diri itu adalah orang yang tidak punya harapan lagi.Mereka kecewa dan mengakhiri hidup dengan menghilangkan nyawa dirisendiri. Sedangkan pejuang muslim Palestina itu tidak putus asa, melainkanmereka sedang menjalankan perintah Allah SWT. Mereka tidak takut matiasalkan demi mempertahankan agama Allah. Mereka telah berkorban hartadan jiwa, janganlah kita zalimi dengan berbagai tuduhan versi orang-orangkafir. Janganlah kita termakan dengan propaganda asing yang inginmemecah belah persatuan umat Islam sedunia. Mereka yang mati dalam rangka mempertahankan negeri dari penjajahkafir, tentu saja akan mati bahagia. Bahkan mereka tidak mati, melainkantetap hidup. Kalau orang bunuh diri pasti mati. Tetapi orang yang terbunuhdi jalan Allah, tidak mati melainkan tetap hidup di sisi Allah dan tetapmendapat rizki. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah,mati; bahkan mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS Al-Baqarah:154) Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati;bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (QS Ali Imran:169)Bom yang diledakkan di luar wilayah peperangan yang syari tidak bisadikatakan jihad, melainkan pembunuhan massal. Pelakunya harus ditangkapdan dihukum sesuai syariat Islam. 134
    • Senjata pembunuh hanya dihalalkan untuk digunakan membunuh orangdalam batas-batas yang dibenarkan syariah Islam. Salah satunya adalahmedan tempur. Selain itu senjata yang digunakan untuk membela diri dariancaman langsung. Juga senjata para eksekutor yang menjalankan keputusanpengadilan untuk mengeksekusi para terhukum.Sedangakan meledakkan bom di tempat umum yang mengorbankan banyaknyawa tak bersalah, baik nyawa itu milik seorang muslim atau pun milikseorang non muslim, hukumnya dosa besar serta termasuk kriminal. Tidakada kaitannya dengan jihad.Jihad pisik dengan senjata punya aturan main tersendiri. Untuk itulah parafuqaha menyusun bab khusus dalam banyak kitab fiqih mereka, yaitu babAl-Jihad. Sebuah bab yang secara khusus membahas semua hukum fiqihtentang jihad dan peperangan.Selain harus memenuhi semua hukum fiqih, pelaksanaan jihad pisik jugaharus ditetapkan berdasarkan syura (musyawarah) dari para pemimpin umatIslam. Kalau ada negara Islam, maka pemimpin negeri itulah yang punya hakuntuk menetapkan perang. Kalau tidak ada pemimpin umat yang formal,maka harus ada majelis permusyawaratan para pemimpin mujahidin. Sepertiyang dahulu pernah terjadi di masa perang pembebasan Afghanistan daricengkraman Uni Soviet.Bila tidak ada syura dan masing-masing kelompok jalan sendiri-sendiri sertamementingkan urusannya sendiri, apalagi ditambah dengan tidak adasupport secara hukum fiqih, maka jihad itu adalah jihad yang keliru. Sulituntuk mendapatkan kemenangan. Bahkan sekedar legitimasi dan dukungandari umat Islam sekali pun juga sulit.Khusus kasus peledakan bom di JW Mariot dan Bali, banyak pihak yangyakin 100% bahwa pelaku di belakang layarnya tidak lain adalah pihak-pihakyang ingin memojokkan umat Islam. Banyak fakta yang tidak bisa dipungkiri.Kalau pun pelakunya beragama Islam, satu pun tidak ada yang pahamdengan hukum syariah, khusus bab fiqih jihad.Dan aroma intervensi asing dengan Datasemen 88 adalah fakta yang telaluterbuka untuk mengungkat betapa di balik semua bom itu, ada kepentinganasing. 135
    • Wallahu alam bishshawab, wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Ahmad Sarwat, Lc.136
    • Ramalan CuacaSudah kita ketahui bahwa mendatangi peramal danmempercayainya adalah perbuatan syirik. Nah,bagaimana hukumnya jika kita percaya terhadap sebuahramalan (atau prakiraan) yang disimpulkan melaluisebuah proses keilmuan dan ditunjang dengan data-datayang akurat seperti ramalan cuaca?Apakah itu termasuk syirik? Adakah pernyataan yangmendasarinya?jawabanAssalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Islam telah mengharamkan ramalan atas nasib, masalahjodoh, rejeki, hoki dan juga ramalan bindang. Parapenyihir telah menggunakan konstalasi bintang-bintang dilangit sebagai dasar atas kebohongannya.Dari Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma bahwa RasulullahSAW bersabda, "Siapa yang mempelajari ilmu daribintang-bintang, berarti telah mempelajari salah satucabang dari ilmu sihir. Semakin bertambah ilmunya,semakin dalam ia mempelajari sihir tersebut." (QS. AbuDawud)Demikian juga riwayat Al-Bazzar dengan sanad yangbagus dari Imran bin Hushain, dari Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: 137