Bab i
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Bab i

on

  • 621 views

 

Statistics

Views

Total Views
621
Views on SlideShare
611
Embed Views
10

Actions

Likes
0
Downloads
4
Comments
0

2 Embeds 10

http://atilawani.blogspot.com 6
http://www.atilawani.blogspot.com 4

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Bab i Bab i Document Transcript

  • UPAYA PENINGKATAN TERTIB BERIBADAH MELALUI SHOLAT DHUHUR BERJAMAAH PADA SISWA KELAS TINGGI DI SDN BALEREJO 02 PROPOSAL Disusun Oleh: ERNAWATI NPM 09141074 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI MADIUN 2012
  • KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufikserta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini denganjudul “Upaya Peningkatan Tertib Beribadah Melalui Sholat DhuhurBerjamaah Pada Siswa Kelas Tinggi di SDN Balerejo 02” Proposal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis khususnya danmahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar serta pembaca pada umumnyauntuk menanamkan sikap tertib dalam menjalankan ibadah sholat padapeserta didik. Proposal ini dapat terselesaikan karena adanya bantuan dari berbagaipihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang dalam dan tuluskepada semua pihak yang telah membantu khususnya kepada :1. Bapak Drs. Edy Siswanto, M.Pd selaku Dosen mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas IKIP PGRI Madiun2. Ibu Rini Maharti, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN Balerejo 02 Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun.3. Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak membantu dan memberikan dorongan dalam penyusunan proposal ini. Proposal ini tentu masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis sangatmengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaanproposal ini. Akhirnya semoga Allah SWT memberikan rahmat, taufik danhidayah-Nya serta memberikan maaf atas segala kesalahan penulis dansemoga proposal ini ada guna dan manfaatnya bagi penulis khususnya danpembaca umumnya. Amiin Madiun, Desember 2012 Penulis
  • BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Dalam Islam ada tiga ajaran pokok yaitu akidah, ibadah, dan muamalah. Ibadah merupakan kewajiban utama manusia terhadap Allah SWT. Salah satunya adalah ibadah shalat. Shalat merupakan tiang agama, shalat juga adalah amalan pertama yang akan dihisab setelah kita meninggalkan dunia ini dan menuju dunia abadi yaitu akhirat. Shalat yang dilaksanakan dengan baik dan benar dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dengan melaksanakan shalat, seorang muslim juga akan terbiasa disiplin, jujur, dan terhindar dari perbuatan yang tidak disukai oleh sesama makhluk terlebih oleh Allah SWT. Firman Allah SWT dalam surat An-Nissa ayat 103 “Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu (kewajiban) yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. Rasulullah SAW memerintahkan kepada orang tua agar sejak usia anak 7 tahun sudah dimulai diajarkan shalat. Tentunya anak sudah terbiasa melihat orang tua dan seisi rumah rajin mendirikan shalat. Dan jika pada usia 10 tahun anak masih sulit untuk melaksanakan shalat, maka orang tua mulai menjatuhkan hukuman atau sanksi terhadap anak. Mendidik anak yang sudah baligh jauh lebih sulit dibanding mendidik anak yang belum baligh. Oleh karena itu, pendidikan usia dini sangat penting terutama dalam hal agama. Peran sekolah baiknya menanamkan kebiasaan sholat bagi siswanya contohnya sholat dhuhur berjamaah di sekolah karena setelah pulang sekolah belum tentu siswa melaksanakan sholat dhuhur. Program ini sebagai cara mengajarkan awal kedisiplinan ibadah bagi siswa. Berdasarkan uraian di atas, ada beberapa alasan mengapa peneliti melakukan penelitian di SDN Balerejo 02, bahwa berdasarkan pengamatan dan informasi, Sebuah fakta di SDN Balerejo 02 ada mushola sekolah yang
  • tidak pernah dimanfaatkan untuk kegiatan beribadah, baik guru maupun siswa. Kondisi mushola cukup bagus namun tidak pernah dibersihkan. Jika waktu pulang sekolah tidak ada satupun guru maupun siswa yang sholat dhuhur di mushola tersebut. Diharapkan dengan kegiatan tersebut siswa SDN Balerejo 02 terbiasa menjalankan sholat dhuhur berjamaah di sekolah serta menumbuhkan sikap tertib menjalankan ibadah.B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang, fokus penelitian dijabarkan sebagai berikut: Apakah melalui sholat dhuhur berjamaah dapat meningkatkan tertib beribadah pada siswa kelas tinggi di SDN Balerejo 02?C. Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah penelitian yang telah dirumuskan di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui apakah melalui sholat dhuhur berjamaah dapat meningkatkan tertib beribadah pada siswa kelas tinggi di SDN Balerejo 02.D. Hipotesis Penelitian Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan di atas, hipotesis tindakan penelitian ini adalah sebagai berikut: Kegiatan sholat dhuhur berjamaah pada siswa kelas tinggi SDN Balerejo 02 dapat meningkatkan tertib beribadah.E. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Bagi guru, penelitian ini dimungkinkan dapat terus diterapkan kepada para siswa supaya menjadi kebiasaan dalam diri siswa untuk tertib menjalankan sholat. 2. Bagi siswa, hasil PTK ini menjadikan mereka menjadi lebih terbiasa menjalankan sholat dhuhur berjamaah
  • 3. Bagi orang tua siswa, hasil PTK ini menjadi acuan orang tua untuk memberikan pembinaan yang lebih intensif kepada anak untuk tetap membiasakan menjalankan ibadah sholat secara berjamaah.4. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan untuk melakukan penelitian sejenis.
  • BAB II KAJIAN PUSTAKAA. Ibadah Sholat Ahli bahasa mengartikan ibadah dengan (wahhadahu wa khaddamahu wa khadda’a wa dalla wa tha’a lahu) (Ma‟luf, 1986:483) yang memiliki arti mengesakan Allah, patuh kepada-Nya, tunduk kepada-Nya, merasa hina dihadapan-Nya dan menaati perintah-perintah-Nya. Menurut ahli bahasa Indonesia pun mendefinisikan ibadah sebagai perbuatan yang dilakukan berdasarkan rasa bakti dan taat kepada Allah, untuk menjalankan perintah- Nya, serta menjauhi larangan-Nya (Salim, 1991:545). Menurut Syaltut dalam (Rafy Sapuri, 2008:59) salah seorang imam Muslim dan mufassir terkenal, menulis dalam tafsirnya bahwa ibadah berarti tunduk tidak terhingga kepada kebenaran yang tidak terbatas. Dalam bidang ilmu pengetahuan, khususnya para ilmuwan dibidang science mendefinisikan ibadah sebagai tata nilai tertinggi dalam ruang motivasi. Jadi, dalam ibadah tidak terlepas adanya kepatuhan (conformity). Shalat secara bahasa maknanya adalah doa. Dinamakan demikian karena ibadah tersebut mencakup doa-doa didalamnya. Allah telah mewajibkan lima waktu sholat dalam sehari semalam: Shubuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya‟. Waktu sholat Zhuhur ketika matahari condong sampai bayangan seseorang sama dengan tingginya sementara waktu Ashar belum masuk, sedangkan waktu Ashar hingga matahari belum menguning (di ufuk barat), waktu sholat Magrib adalah hingga hilangnya awan merah di ufuk barat, waktu sholat Isya‟ adalah sampai setengah malam yang pertengahan, dan waktu sholat Shubuh adalah dari terbitnya fajar hingga matahari belum terbit (Diriwayatkan dari „Abdullah bin „Amr).
  • Rukun sholat dimulai dari takbiratul ihram, niat, berdiri betul, membaca al-Fatihah, rukuk, iktidal, sujud, duduk diantara 2 sujud, duduk tahiyat akhir, membaca tahiyat akhir, membaca Selawat kepada Rasulullah SAW kemudian salam. Syarat-syarat wajib sholat yaitu Islam (tidak wajib ke atas orang kafir), baligh (tidak wajib ke atas kanak-kanak), berakal (tidak wajib ke atas orang gila), bodoh atau terencat akal, boleh mendengar dan melihat, suci daripada haid dan nifas. Syarat-syarat sahnya sholat yaitu yakin masuk waktu solat, suci badan, pakaian dan tempat daripada najis, suci daripada hadas besar dan hadas kecil, menutup aurat, dan mengadap kiblat. Secara bahasa kata jamaah berarti kumpulan atau bersama-sama. Menurut istilah shalat jamaah adalah sholat yang dilakukan secara bersama oleh dua orang atau lebih, salah satunya menjadi imam sedangkan lainnya menjadi makmum. Hukum sholat berjamaah adalah sunah muakad (sunah yang dikuatkan), artinya sholat secara berjamaah sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw terutama bagi kaum laki-laki dan di lakukan di masjid. Orang yang menjalankan ibadah sholat dhuhur secara berjamaah maka pahalanya akan dilipatkan menjadi 27 kali dibandingkan dengan yang sholat sendiri.B. Mengajarkan Anak Tertib Menjalankan Ibadah Sholat Orang tua adalah contoh yang paling diteladani oleh anak dalam hal apapun termasuk ibadah. Apabila orangtua membiasakan tertib beribadah di rumah maka anak juga akan menirukan kebiasaan tersebut. Apabila anak sulit untuk diajak menjalankan ibadah sholat maka cara yang dapat dilakukan orang tua yaitu: 1. Anak sering diajak untuk melihat langsung sholat yang dikerjakan oleh orang tua, misal di masjid apabila takut membuat gaduh, maka orang tua memberikan contoh sholat berjama‟ah di rumah. Jika anak sudah mulai tertarik untuk mengikuti gerakan sholat yang di contohkan oleh orang tua, selanjutnya orang tua mengajarkan bacaan-bacaan di dalam sholat,
  • membuat suasana yang menyenangkan agar anak tidak bosan dengan bacaan-bacaan yang panjang dan sulit untuk di lafalkan.2. Menghormati waktu-waktu adzan dikumandangkan. Misalnya mematikan televisi, radio atau suara-suara lain agar lantunan adzan terdengar dan memberitahukan kepada anak bahwa waktu sholat telah tiba. Terutama pada sholat magrib dan isya‟, dimana waktu-waktu tersebut merupakan waktu yang banyak dipakai anak untuk menonton acara televisi seperti serial kartun dan acara anak lainnya.3. Membentuk jama‟ah sholat dalam keluarga yang dipimpin oleh Ayah, anak juga perlu diikut sertakan untuk menggelar tikar, sajadah, atau mengumandangkan iqomat. Hal ini memacu anak untuk lebih bersemangat dalam melaksanakan sholat.4. Bimbingan dan nasehat-nasehat orang tua yang baik merupakan sarana untuk menghubungkan keinginan orang tua dan kemauan anak dengan cepat.5. Kisah dan Cerita. Memberikan anak cerita yang menarik tentang pahala dari mengerjakan sholat, tentang siksaan Allah, jika orang tidak mengerjakan sholat. Serta menceritakan kisah para sahabat nabi atau orang yang rajin sholat ketika mereka mendapatkan hikmah dari mengerjakan sholat tersebut. Kisah termasuk sarana pendidikan yang efektif. Sebab ia dapat mempengaruhi perasaan dengan kuat. Apalagi kisah nyata, sangat besar pengaruhnya pada jiwa anak, dapat memperkokoh ingatan anak dan kesadaran berfikirnya. Sebuah pelajaran akan lebih mudah dicerna dan difahami oleh anak bila diberi ilustrasi cerita. Kisah dan cerita juga dapat mempererat hubungan antara orangtua dan anak. Akan menciptakan kehangatan dan keakraban tersendiri, sehingga akan membantu kelancaran komunikasi.6. Metode Pembiasaan yaitu dengan membiasakan anak melakukan kebaikan. Sebab bila anak terbiasa mengerjakannya secara teratur, maka hal itu akan menjadi sebuah kebiasaan. Dengan pembiasaan maka urusan yang banyak akan menjadi mudah. Menanamkan kepada anak kebiasaan
  • melakukan sesuatu yang baik dan membawa keberuntungan baginya dalam urusan dunia maupun agama. Baik itu ibadah, adab, tutur kata, sopan santun, rutinitas keseharian, dan lain sebagainya.7. Memanfaatkan waktu luang ajak anak untuk mengisi waktu luang dengan kebaikan dan sesuatu yang bermanfaat. Memberikan pengarahan yang benar dalam jalur kebaikan. Meluangkan waktu orang tua bersama anak untuk menemani, membimbing, dan beraktivitas bersama mereka. Sehingga anak akan terlepas dari sebab-sebab penyimpangan dan hal-hal yang tidak bermanfaat.8. Membiasakan anak-anak untuk bangun pagi, beri rangsangan kepada mereka dengan sesuatu yang menarik perhatian mereka. Umumnya anak pada waktu pagi hari sangat malas untuk bangun. Maka perlu penanganan khusus bagi orang tua untuk mengajari anak disiplin dengan memberi rangsangan atau motivasi berupa hadiah bagi anak yang paling rajin sholatnya. Orang tua membuat daftar catatan seberapa banyak anak melaksanakan sholat dalam satu bulan. Anak yang memiliki daftar catatan sholat terbanyak itulah yang mendapatkan hadiah lebih spesial dari lainnya.9. Pemberian hukuman metode pemberian sanksi baru digunakan apabila seluruh metode mengalami kegagalan. Dan saat menjatuhkan sanksi, perhatikan waktu yang tepat dan bentuk sanksi yang sesuai dengan kadar kesalahan. Bentuk sanksi ini bisa bervariasi dari yang teringan, misalnya mengurangi jatah harian anak, mengurangi jam bermain atau yang semisalnya. Bisa berbentuk sanksi sosial berupa pengacuhan sampai yang terberat, yaitu hukuman fisik (diunduh http://poltekba.ac.id/nilmi/?p=82 diakses pada tanggal 28 Desember 2012 pukul 18.01 WIB). Mengajarkan anak beribadah memang tanggungjawab orang tuanamun peran guru juga tidak kalah besar dalam membantu orang tua untukmembiasakan anak beribadah sejak dini. Misalnya dengan mengajak anaksholat dhuhur berjamaah sepulang sekolah.
  • C. Penciptaan Suasana Religius di Sekolah Berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Untuk mewujudkan peserta didik yang beriman dan bertaqwa serta berakhlaq mulia sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional seperti tersebut diatas perlu upaya dan wahana yang mampu untuk menciptakan kondisi sehingga peserta didik memungkinkan dirinya dapat berkembang keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Hal itu dapat terwujud manakala peserta didik mendapatkan suatu kondisi lingkungan pendidikan yang islami, karena lingkungan akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Upaya menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia merupakan tugas yang cukup berat karena itu upaya yang harus ditempuh bukan hanya ada pada pemerintah melainkan juga pada orangtua, guru dan masyarakat sekitar dimana peserta didik berada. Untuk menyikapi hal tersebut, Sekolah sebagai salah satu lembaga institusi pendidikan harus dapat mengembangkan program pendidikan yang dapat menuju kearah tersebut antara lain : Mengoptimalkan pendidikan agama tidak hanya teori namun juga praktik misalnya anak diajarkan bacaan sholat maka guru juga harus mempraktikkan dengan mengajak anak sholat berjamaah di sekolah jadi ilmu yang diajarkan benar-benar diterapkan. Menurut Muhaimin (2001:303) penciptaan suasana religious di Sekolah melalui berbagai jenis kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara terprogram dengan baik. Pemimpin sekolah berperan penting dalam
  • menciptakan suasana religious di sekolah dengan menggunakan pendekatanpersonal pada peserta didik. Mushola (tempat ibadah) dipakai sebagai salahsatu wahana untuk menciptakan suasana religious di sekolah. Penciptaanlingkungan religious dilakukan dengan keterlibatan antara guru agamamaupun guru lain. Kegiatan keagamaan dilaksanakan diluar jam sekolah.Kegiatan-kegiatan keagamaan dan praktik keagamaan yang di laksanakansecara terprogram dan rutin (istiqomah) dapat mentransformasikan danmenginternalisasikan nilai-nilai agama yang baik sehingga menjadi pegangandalam bersikap dan berperilaku.
  • BAB III METODE PENELITIANA. Rancangan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2002:3) adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan berperilaku yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan individu secara holistik (utuh). Menggunakan Pendekatan kualitatif karena analisis data akan diuraikan secara verbal yang menggambarkan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil tindakan pada siklus I dan II yang bertujuan untuk meningkatkan tertib beribadah melalui sholat dhuhur berjamaah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah. Menurut Mulyasa (2009:09) Penelitian Tindakan Kelas adalah upaya untuk meningkatkan kinerja sistem pendidikan, dan mengembangkan manajemen sekolah agar menjadi lebih produktif, efektif dan efisien. Menurut Kurt Lewin dalam (Sudarwan Danim, 2010:101) konsep pokok penelitian tindakan ada empat yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Perencanaan meliputi penetapan waktu penelitian dengan menyusun jadwal kegiatan, membuat buku catatan ibadah siswa serta absensi siswa. Tindakan meliputi proses kegiatan sholat dhuhur berjamaah di sekolah. Observasi yaitu mengamati dampak atas tindakan yang dilakukan, observasi di lakukan setiap 1 bulan sekali oleh peneliti. Refleksi meliputi kegiatan menganalisis kegiatan sekaligus menyusun perbaikan pada siklus berikutnya.
  • Siklus yang direncanakan: Peneliti menyusun jadwal sholat dhuhur berjamaah pada siswa kelas 4, 5 dan 6 serta jadwal untuk guru, serta peneliti Perencanaan memberikan siswa buku catatan ibadah yang mana setiap selesai sholat dhuhur harus ditandatangani imam. Penerapan “Sholat dhuhur berjamaah” rutin dikerjakan pada hari selasa kelas Siklus 1 Pelaksanaan 4, hari rabu kelas 5 dan hari kamis kelas 6. peneliti mengamati pelaksanaan “sholat Observasi dhuhur berjamaah” dan melakukan dokumentasi. Peneliti melihat apakah hasil penelitian Refleksi menunjukkan adanya peningkatan tertib beribadah siswa atau tidak. Peneliti mengitensifkan sholat dhuhur Perencanaan berjamaah pada siswa kelas 4, 5 dan 6 dengan penggabungan kelas. Penerapan “Sholat dhuhur berjamaah” Pelaksanaan tidak dilaksanakan 2 hari namun di beri tambahan 1 hari menjadi 3 hari Siklus 1I peneliti mengamati pelaksanaan “sholat Observasi dhuhur berjamaah” dan melakukan dokumentasi. Peneliti melihat kembali apakah hasil Refleksi penelitian menunjukkan adanya peningkatan tertib beribadah siswa/tidak
  • B. Lokasi , Waktu Penelitian, dan Subjek Penelitian Objek penelitian yang dipilih untuk melaksanakan penelitian ini adalah di SDN Balerejo 02 kecamatan Kebonsari Madiun. Situasi lingkungan sekolah sangat memungkinkan melakukan penelitian ini karena sekolah dekat dengan masjid besar di daerah desa Balerejo Kebonsari. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan (mulai tanggal 3 September-26 Desember 2012). Subjek Penelitian adalah kelas IV, V dan VI. Masing-masing jumlah siswa kelas IV sebanyak 14 siswa, kelas V sebanyak 15 siswa dan kelas VI sebanyak 18 siswa. Masing-masing kelas melaksanakan sholat dhuhur 1 minggu 1 kali di sekolah. Nama-nama siswa yang terlibat penelitian disajikan pada lampiran.C. Indikator Keberhasilan Indikator Keberhasilan Siklus 1 Aspek Pencapaian Siklus 1 Cara Mengukur Respon siswa menjalankan Dilihat dari absensi ibadah sholat dhuhur 70% siswa kelas IV, V dan berjamaah VI Mengikuti sholat dhuhur Diamati melalui jumlah sesuai jadwal yang telah tanda tangan imam, di 85% ditetapkan cocokkan tanda tangan imam untuk satu kelas. Keberhasilan kegiatan Dibuat grafik setiap 1 sholat dhuhur berjamaah 90% bulan sekali kemudian selama 3 bulan di analisis.
  • Indikator Keberhasilan Siklus II Aspek Pencapaian Siklus 1 Pencapaian Siklus II Respon siswa menjalankan ibadah sholat dhuhur 70% 90% berjamaah Mengikuti sholat dhuhur sesuai jadwal yang telah 85% 95% ditetapkan Keberhasilan kegiatan sholat dhuhur berjamaah 90% 95% selama 3 bulanD. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Jadwal sholat dhuhur (kelas IV, V, dan VI) serta jadwal untuk guru pendamping, Buku catatan ibadah siswa, dan daftar absensi siswa. Jadwal sholat digunakan untuk membagi siswa kelas IV, V dan VI dalam menjalankan ibadah sholat dhuhur di sekolah. Buku catatan ibadah digunakan peneliti untuk mengetahui siswa ikut menjalankan sholat dhuhur berjamaah atau tidak. Jadwal, buku catatan ibadah serta absensi disajikan pada lampiran.E. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan observasi. Teknik dokumentasi dilakukan untuk mengetahui siswa tertib menjalankan ibadah sholat dhuhur atau tidak sesuai jadwal yang dibuat, hasilnya bisa dilihat pada absensi dan jumlah tanda tangan iman pada buku catatan ibadah siswa. Tekinik Observasi digunakan untuk mengetahui apakah pemanfaatan mushola sekolah selama ini sudah benar-benar dimanfaatkan apa belum, serta untuk mengetahui apakah sekolah dahulu sudah pernah menjalankan program sholat dhuhur secara berjamaah di sekolah atau belum
  • F. Teknik Analisis Data Data yang telah terkumpul akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data berupa catatan hasil observasi, tanda tangan imam di buku catatan ibadah siswa serta absensi siswa kemudian dianalisa untuk mendapatkan kesimpulan.
  • DAFTAR PUSTAKAAbu Malik Kamal Bin As-Sayyid Salim. 2007. Ensiklopedi Fiqih Wanita jilid 1. Bogor: Pustaka Ibnub KatsirMGMP PAI SMK KAB MADIUN. 2012. Buku Kegiatan Bulan Ramadhan. Madiun: Utama Inti MediaMoleong, L. J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Muhaimin. 2001. Paradigma Pendidikan Islam. Malang: RosdaMulyasa. 2009. Penelitian Tindakan Sekolah. Bandung: PT Remaja RosdakaryaRafy, Sapuri. 2008. Psikologi Islam.Cilegon: Rajawali PersSudarwan, Danim. 2010. Karya Tulis Inovatif. Bandung: RosdaFarid, Kundori. 2012. Buletin Nurul Ilmi (dalam http://poltekba.ac.id/nilmi/?p=82lam. diunduh 28 Desember 2012 pukul 18.01 WIB)
  • Lampiran 1 Jadwal Sholat Dhuhur Berjamaah SDN Balerejo 02 Hari Kelas IV Kelas V Kelas VI Guru PendampingSelasa v - Fauzi, S.PdI - Rini Maharti, S.PdRabu v - Sujarwo, S.PdI - Siti Romlah, S.Pd.IKamis v - Djudjud N, S.Pd - Sugiarti, S.Pd
  • Lampiran 2 Absensi Kehadiran Siswa Kelas IV Tanggal dan BulanNo Nama Siswa Sep 2012 Okt 2012 Des 2012 4 11 18 25 2 9 16 23 30 6 13 20 271. Hanafi2. Argo3. Chelsia4. Delia5. Dewi6. Fadilatul7. Ikhsan8. Imroatul9. Lilik10. Nur Aini11. Rizki12. Sholihatul13. Salma14. Nadia
  • Lampiran 3 Absensi Kehadiran Siswa Kelas V Bulan dan TanggalNo Nama Siswa Sep 2012 Okt 2012 Des 2012 5 12 19 26 3 10 17 24 31 7 14 21 281. Fredy Saputra2. Ardiansyah M3. Beviana4. Ingma Nur5. Lutfian dian6. Lailun Nada7. Muhamad8. Neha Melani N9. Putri Rahayu10. Selvira11. Syamuis Kurnia12. Triaprilia13. Ryan Aditya S14. Ryan Aditya S15. Mali Mustofa
  • Lampiran 4 Absensi Kehadiran Siswa Kelas VI Tanggal dan BulanNo Nama Siswa Sep 2012 Okt 2012 Des 2012 6 13 20 27 4 11 18 25 1 8 221. Ryan Taufik2. Amelia Indah S3. Aditya Wahyu P4. Azizah K5. Awang Rocky K6. Arum Putri M7. Afrida Wardani8. Anita9. Desy P10. Dwi Ayu11. Fandy Bagus12. Luqman F13. Muhimatul14. Ninda Berliana15. Rizki Ari A16. Sundary Dyah17. Zacky Wahyu A18. Ike Yuni W
  • Lampiran 5Format Buku Catatan Ibadah Siswa Nama Siswa : Kelas : No Absen : No Hari/tanggal Nama Imam Tanda Tangan Imam 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.