• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Fase anak anak dan kanak-kanak
 

Fase anak anak dan kanak-kanak

on

  • 18,422 views

 

Statistics

Views

Total Views
18,422
Views on SlideShare
18,372
Embed Views
50

Actions

Likes
2
Downloads
16,078
Comments
2

3 Embeds 50

http://educativelearning.blogspot.com 45
http://www.educativelearning.blogspot.com 4
http://educativelearning.blogspot.com.au 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Fase anak anak dan kanak-kanak Fase anak anak dan kanak-kanak Presentation Transcript

    •  
    •  
    • Anggota Kelompok:
      • Atika
      • Bisma Arya Putra
      • Elisa Irawati
      • Fatmawati
      • Ranietama Dewinta
      Selamat Belajar !
    • Fase Kanak-Kanak Atau Fase Prasekolah (Periode Early Childhood)
      • Fase perkembangan anak usia prasekolah pada usia 2 - 6 thn, ketika anak mulai memiliki kesadaran tentang dirinya sebagai pria atau wanita, dapat mengatur diri dalam buang air* (toilet training) dan mengenal beberapa hal yang dianggap berbahaya (mencelakakan dirinya)
      * Lihat fase Anal pada perkembangan Psikoseksual menurut Freud Klik Disini
    • P e r k e m b a n g a n F i s i k Proporsi tubuh pada fase ini berubah secara dramatis, seperti pada usia 3 tahun, rata-rata tingginya 80-90 cm dan beratnya sekitar 10-13 kg; sedangkan pada usia 5 tahun, tingginya sudah mencapai 100-110 cm. Pertumbuhan tulang-tulangnya semakin besar dan kuat. Pertumbuhan giginya semakin lengkap/komplit sehingga dia sudah menyenangi makanan padat. Pertumbuhan otaknya pada usia 5 tahun sudah mencapai 75% dari ukuran orang dewasa dan 90% pada usia 6 tahun.
    • P e r k e m b a n g a n I n t e l e k t u a l
      • Mampu berpikir menggunakan simbol (symbolic function)
      • Masih dibatasi oleh persepsi dalam berpikir. Mereka meyakini apa yang dilihatnya, dan hanya terfokus kepada satu dimensi terhadap satu objek dalam waktu yang sama. Cara berfikir mereka bersifat memusat (centering)
      • Berfikirnya masih kaku & tidak fleksibel. Cara berfikirnya terfokus pada keadaan awal atau akhir dari suatu transformasi
      • Anak sudah mulai mengerti dasar mengelompokkan sesuatu, seperti atas kesamaan warna, bentuk, dan ukuran.
      KLIK KLIK KLIK DISINI Keterbatasan berpikir melalui simbol
    • Perkembangan Emosional
      • Pada usia 4 tahun, anak sudah mulai menyadari Akunya, bahwa Akunya (dirinya) berbeda dengan bukan Aku (orang lain atau benda). Kesadarannya ini diperoleh dari pengalamannya, bahwa tidak setiap keinginannya dipenuhi oleh orang/ benda lain.
      • Beberapa jenis emosi yang berkembang pada fase ini, yaitu:
      • Takut
      • Cemas
      • Marah
      • Cemburu
      • Kegembiraan, Kesenangan, Kenikmatan
      • Kasih Sayang
      • Phobi*
      • Ingin Tahu
      Phobi* KLIK DISINI
    • Perkembangan Bahasa
      • Perkembangan bahasa anak usia prasekolah, diklasifikasikan kedalam dua tahap, yaitu:
      • Masa ketiga (2 thn- 2,6 thn)
        • Anak sudah mulai bisa menyusun kalimat tunggal yang sempurna
        • Anak sudah mampu memahami tentang perbandingan
        • Anak banyak menanyakan nama dan tempat
        • Anak sudah banyak menggunakan kata-kata yang berawalan dan berakhiran
      • Masa keempat (2,6 thn – 6 thn)
        • Anak sudah dapat menggunakan kalimat majemuk beserta anak kalimatnya
        • Tingkat berpikir anak sudah lebih maju, anak banyak menanyakan soal waktu – sebab akibat melalui pertanyaan: kapan, mengapa dan bagaimana
    • Perkembangan Sosial
      • Pada usia prasekolah,perkembangan sosial anak sudah tampak jelas karena mereka sudah mulai aktf berhubungan dengan teman sebayanya. Tanda-tanda perkembangannya:
      • Anak mulai mengetahui aturan-aturan
      • Sedikit demi sedikit anak sudah mulai tunduk pada peraturan
      • Anak mulai menyadari hak dan kepentingan orang lain
      • Anak mulai dapat bermain bersama anak-anak lain atau teman sebaya ( peer group )
    • Perkembangan Bermain Usia anak prasekolah dapat dikatakan sebagai masa bermain, karena setiap waktunya diisi dengan kegiatan bermain. Yang dimaksud dengan kegiatan bermain disini adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan kebebasan batin untuk memperoleh kesenangan. Terdapat beberapa macam permainan anak (Abu Ahmadi,1977), yaitu sebagai berikut:
      • Permainan Fungsi (Permainan gerak)
      • Seperti meloncat-loncat, naik-turun tangga
      • Permainan Fiksi
      • Seperti menjadikan kursi sebagai kuda
      • Permainan Reseptif (Aspertif)
      • Seperti mendengarkan cerita, melihat gambar
      • Permainan Konstruksi (Membangun)
      • Seperti membuat sesuatu dari tanah liat
      • Permainan Prestasi
      • Seperti sepak bola, tenis meja, bola basket
    • Perkembangan Kepribadian
      • Masa ini lazim disebut masa Trotzalter, periode perlawanan atau masa kritis pertama. Krisis ini terjadi karena ada perubahan hebat dalam dirinya, yakni dia menyadari bahwa dirinya terpisah dari lingkungan atau orang lain. Dia mulai menemukan bahwa tidak setiap keinginan& kepentingannya terpenuhi. Pertentangan antara kemauan diri& tuntutan lingkungannya dapat menyebabkan ketegangan dalam diri anak sehingga tidak jarang anak meresponnya dengan sikap membandel atau membangkang.
    • Perkembangan Penghayatan Keagamaan
      • Mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai agama kepada anak usia dini, Zakiyah Daradjat (1970: 111) mengemukakan bahwa umur taman kanak-kanak adalah umur yang paling subur untuk menanamkan nilai keagamaan kepada anak dan penerapan kebiasaan-kebiasaan yang sesuai dengan ajaran agama.
    • Fase Anak-Anak Atau Fase Anak Sekolah (Periode Middle Childhood)
      • Fase anak sekolah terjadi pada usia sekolah dasar, yakni sekitar usia 6 - 12tahun.
      • Pada fase ini anak sudah dapat mereaksi rangsangan intelektual & melaksanakan tugas-tugas belajar. Kemampuan mengontrol emosi diperoleh anak melalui peniruan dan latihan (pembiasaan).
    • Perkembangan Intelektual Pada masa SD, daya pikiran sudah berkembang ke arah berpikir konkret dan rasional. Piaget menamakannya tahap operasional konkret. Periode ini ditandai oleh tiga kemampuan, yaitu mengelompokkan, menyusun, dan mengasosiasikan (menghitung) angka-angka. Kemampuan tersebut sudah cukup untuk menjadi dasar diberikannya berbagai kecakapan yang dapat mengembangkan pola pikir atau daya nalarnya. Di samping itu, pada akhir masa ini anak sudah memiliki kemampuan memecahkan masalah ( problem solving ) yang sederhana.
    • Perkembangan Bahasa
      • Usia SD merupakan masa berkembang pesatnya kemampuan mengenal dan menguasai perbendaharaan kata. Pada awal masa ini, anak sudah menguasai 2500 kata dan pada masa akhir telah dapat menguasai 50.000 kata.
      • Tingkat berpikir anak sudah lebih maju, mereka banyak menanyakan soal dan sebab akibat.
      KLIK DISINI Untuk mengetahui 2 faktor penting yang mempengaruhi perkembangan bahasa
    • Perkembangan sosial
      • Perkembangan sosial pada anak SD ditandai dengan adanya perluasan hubungan, di samping dengan keluarga, dia juga membentuk ikatan baru dengan teman sebaya (peer group) sehingga ruang gerak hubungan sosialya bertambah luas.
      Anak mulai memiliki kesanggupan menyesuaikan sikap egosentris kepada sikap yang kooperatif (bekerjasama) dan sosiosentris (memperhatikan kepentingan orang lain).
    • Perkembangan Emosi
      • Pada masa ini, anak mulai menyadari bahwa pengungkapan emosi secara kasar tidaklah diterima di masyarakat. Oleh karena itu, dia mulai belajar untuk mengendalikan dan mengontrol ekspresi emosinya. Kemampuan mengontrol emosi diperoleh anak melalui latihan dan pembiasaan. Emosi merupakan faktor yang dominan yang mempengaruhi tingkah laku individu dan perilaku belajar*.
      *Emosi yang positif mempengaruhi individu untuk mengonsentrasikan dirinya terhadap aktivitas belajar *Emosi yang negatif menghambat proses belajar
    • Perkembangan Moral
      • Usaha menanamkan konsep moral sejak sia dini (prasekolah) merupakan hal yang seharusnya karena informasi yang diterima anak mengenai benar-salah atau baik-buruk akan menjadi pedoman pada tingkah lakunya di keudian hari.
      • Pada usia SD, anak sudah dapat mengikuti tuntutan dari orangtua atau lingkungan sosialnya. Pada akhir usia ini, anak sudah dapat memahami alasan yang mendasari suatu peraturan dan dapat menerapkan bentuk perilaku dengan konsep benar-salah atau baik-buruk.
      VS
    • Perkembangan Penghayatan Keagamaan
      • Kualitas keagamaan anak akan sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan atau pendidikan yang diterimanya. Oleh karena itu, pendidikan agama di sekolah dasar harus menjadi perhatian semua pihak yang terlibat dalam pendidikan SD. Apabila semua pihak tersebut memberikan contoh (suri toladan) dalam melaksanakan nilai-nilai agama yang baik, maka pada diri peserta didik akan berkembang sikap yang positif terhadap agamanya dan akan berkembang pula kesadaran beragama pada dirinya.
    • Perkembangan Motorik
      • Pada masa ini ditandai dengan kelebihan gerak atau aktivitas motorik yang lincah. Oleh karena itu, usia ini merupakan masa yang ideal untuk belajar keterampilan yang berkaitan dengan motorik, seperti mengetik komputer dan main bola.
      • Perkembangan fisik yang normal merupakan salah satu faktor penentu kelancaran proses belajar, baik dalam bidang pengetahuan maupun keterampilan .
    •