Your SlideShare is downloading. ×
Penerapan Manajemen Risiko
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Penerapan Manajemen Risiko

3,979
views

Published on

Published in: Technology, Business

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,979
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
133
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PADA PROSES BISNIS RUMAH SAKIT
    Dalam kondisi politik dan tata aturan perundangan suatu negara yang sudah baik, ditambah lagi pelaksanaan aturan dilakukan dengan kesadaran tinggi penerapan manajemen risiko dalam proses bisnis suatu insitusi akan berjalan mulus.
    Manajemen risiko yang diterapkan langsung dalam proses bisnis akan merupakan tindakan pencegahan yang menyeluruh, istilahnya “jemput bola”. Dalam setiap segi dan langkah proses bisnis ada risiko yang mengintai, bila hanya bersikap pasif seperti kondisi yang ada sekarang ini, akan banyak risiko yang terjadi. Walaupun belum tentu hal ini ditemukan dan menjadi masalah. Maka diperlukan alat bantu untuk memudahkan penerapan manajemen risiko secara menyeluruh, yaitu sistem informasi baik dan sesuai.
    Namun penerapan kegiatan memanajemenkan risiko dalam seluruh proses bisnis tidak bisa begitu saja terjadi, harus ada upaya-upaya pendahuluan, diantaranya dengan modeling. Modeling proses organisasi atau bisnis rumah sakit dilakukan untuk membantu mengidentifikasi risiko yang ada, lalu melakukan modeling penatalaksanaannya. Sehingga dapat diketahui hambatan dan tantangan yang akan dihadapi saat menatalaksana suatu risiko dalam proses bisnis.
    Ketika sebuah organisasi melakukan modeling membutuhkan 2 macam proses. Yang informal, tetapi berupa model yang mudah dibuat dan dipahami seluruh bagian organisasi dan yang formal serta mendetail dalam konstruksi yang rigid dan kompleks. 1
    Dengan adanya proses modeling akan memudahkan dalam menganalisa setiap transaksi bisnis yang terkait dalam proses bisnis institusi kesehatan, verifikasi secara formal, implementasi sistem control dan mendesain arsitektur audit yang memastikan audifikasi konstan terhadap sistem informasi. 1
    Dalam melakukan modeling bisa menggunakan metode atau sistem apapun yang dianggap sesuai dengan kondisi dan budaya yang berlaku. Tetapi ada hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat berbagai skenario model: 1
    Dalam proses penerimaan pasien, resepsionis harus menerima dan mengidentifikasi pasien yang datang dengan baik
    Dalam proses sortir pasien, harus dievaluasi keseriusan kejadian yang dialami pasien dan identifikasi harus diarahkan ke unit mana
    Dalam memberikan layanan kesehatan, harus diperhatikan dalam kondisi gawat darurat umum atau gawat darurat yang membutuhkan penanganan spesialisasi tertentu, kegawat daruratan perifer, dan lain-lain
    Modeling ini bertumpu pada sistem informasi yang dimiliki sebuah organisasi, dimana ada dua sudut pandang yang harus diperhitungkan; HYPERLINK " http://www.inesc-id.pt/ficheiros/publicacoes/2545.pdf" 1
    Dari sudut pandang secara statis memungkinkan evaluasi hubungan hierarki antara komponen aktivitas dan verifikasi efektivitas implementasi hierarki tersebut. Konsep ini juga memudahkan proses komunikasi antara pembuat model dengan actor yang melaksanakan model ini. Sehingga diperoleh pemahaman mengglobal.
    Yang kedua adalah sudut pandang dinamis yang melihat deskripsi perilaku dari berbagai objek proses bisnis yang menjadi pusat perhatian.
    Langkah selanjutnya setelah membuat sebuah modeling dan melakukan analisa terhadap model adalah memilih cara penerapan manajemen risiko dalam proses bisnis. Enterprise Risk Management (ERM) adalah salah satu cara yang kini sedang menjadi pertimbangan luas dalam institusi kesehatan. 2
    Beberapa keunggulan ERM yang sering disebutkan adalah; 2
    ERM akan memfasilitasi kemampuan organisasi kesehatan dalam mencapai target performa sekaligus keuntungan dengan mencegah kerugian dari sumber daya
    ERM menjamin kepatuhan terhadap aturan dan hukum
    ERM mencegah jatuhnya reputasi dan mengidentifikasi area mana yang memerlukan perhatian utama untuk di evaluasi sesering mungkin
    ERM membantu mencapai tujuan dan objektif organisasi dengan melihat risiko yang mungkin terjadi dari sudut pandang yang lebih luas dibanding manajemen risiko yang tradisional.
    ERM memiliki prinsip bahwa setiap unit atau organisasi ada untuk memberikan nilai (value) kepada pemangku kepentingannya. Pemangku kepentingan untuk organisasi yang tidak sepenuhnya mencari keuntungan seperti rumah sakit menyadari nilai yang mereka terima bila ada keuntungan sosialnya.
    ERM memungkinkan tanggung jawab organisasi lebih luas terhadap masyarakat untuk mencapai keuntungan sosial
    ERM memberikan kunci untuk bertahan dengan mengidentifikasi dan mengatur risiko dari keseluruhan organisasi (enterprise) bukan menyempitkan sudut pandang dengan melihat area-area tertentu saja seperti manajemen risiko tradisional.
    Sistem informasi yang sangat baik dibutuhkan dalam melakukan manajemen risiko yang terintegrasi dalam proses bisnis. IBM sebagai salah satu pemain utama dalam pembuatan sistem infromasi menyebutkan bahwa perangkat lunak yang tepat dalam sistem informasi akan membantu memelihara kontinuitas proses bisnis dan mendukung layanan pasien dan outcome yang hendak dicapai dengan cara; 3
    Membantu memperrkuat keamanan data, privasi pasien dan memfasilitasi akses para klinis secara realtime terhadap berbagai informasi tanpa gangguan
    Membantu dalam membuat pengaturan dan kepatuhan memberikan atau menahan rekam medis
    Mengantisipasi kejadian dan membantu memeperbaiki manajemen krisis dan keberlangsungan bisnis
    Dengan adanya sistem informasi yang memadai juga dapat membantu organisasi beradaptasi alam berbagai kondisi yang berubah-ubah dalam tatakelola layanan kesehatan. Dengan melakukan manajemen risiko yang terintegrasi menggunakan teknologi memudahkan identifikasi operasional dan meresponnya. 3
    Sehingga pada akhirnya dalam upaya penerapan manajemen risiko dalam proses bisnis diperlukan beberapa faktor:
    Sudut pandang yang lebih luas akan kemungkinan risiko yang terjadi, dengan melihat keseluruhan organisasi dan proses bisnisnya. Tidak hanya terpaku pada “area-area” berisiko saja
    Membuat model untuk identifikasi dan penatalaksanaan risiko bagi seluruh komponen unit layanan
    Didukung sistem informasi yang sangat baik dan memadai untuk kepastian diperolehnya informasi real time, sehingga dapat dilihat risiko yang terjadi dengan realtime pula