COD dan City Morgue

  • 520 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
520
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. MENUJU JAKARTA’S MORGUE
  • 2. JAKARTA SAAT INI• 1071 Jiwa melayang Kecelakaan Lalulintas (2009)  jenazah di temukan di tempat umum• Kepadatan penduduk >70 ribu jiwa/m2 (JDA 2009)  jenazah tunawan• Lebih dari 100 jiwa melayang karena bencana Situ gintung, bom teroris dan kebakaran th 2009  jenazah korban bencana• Flu Burung, HIV/AIDS, dll  jenazah butuh penanganan khusus• Kasus terkait hukum: pembunuhan, penelantaran dll  jenazah untuk pembuktian hukum
  • 3. JENAZAH BUKANDI TEMPAT TEMPAT PUBLIK PUBLIK RS RUMAH RS LANGSUNG KAMARPUSKESMAS RS KUBUR JENAZAH RS UU no. 44 th 2009 Ps 4 &5
  • 4. ANALISA KEBUTUHAN CITY MORGUE DI DKI JAKARTA (tesis)• NORMATIVE NEEDS Peraturan perundangan sudah ada, aktual <• INDICATIVE NEEDS nilai, norma dan budaya masyarakat jakarta mendukung JM• COMPARATIVE NEEDS Jakarta tertinggal dari pada twin citiesnya untuk keberadaan CM (Bangkok dan Manila)• ANTICIPATIVE NEEDS Risiko bencana demografi, ekonomi, sosial di tahun 2020  jenazah terlantar Bradshaw (1972) dalam Burton (1985), Pemerintah Bendmere, Queensland, Australia
  • 5. Pendataan Facts Norms periodik, tepat waktu & diagnosis, terpenuhi syarat adm, pemda Under penanggung biaya reporting, diagnosa Penyedia?, biaya masy atau RS (pemda), pengumpul data (dinkes), pemberi (polisi, RS, Puskesmas ), penerima (masy), otopsi & verbal otopsi, diagnosis Pemda &Dinkes COD, operasional kegunder, RS & Puskesmas Kewajiban pemda thd over jenazah miskin, tunawan, penelusuran sebab mati, otopsi forensik
  • 6. Out of pocket payment, multidestination, kualitas & akses informasi kematian (manual, capil, crash) Tidak perlu city’s morgue Perlu city’s morguePeningkatan keamanan Diluar tujuan kegiatan& kenyamanan angkutan yankes, biaya tidak umum, akses teknologi terkompensasi, informasi, Gakin penyediaan fasilitas & sdm pendukung, risiko bagi kegiatan utama Pend. Penyandang masalah sosial, 10 % saja visum yg kemiskinan, ledakan digunakan polisi, > jml kend. bermotor, hanya PL KLL, kejahatan dg kekerasan, peny. menular Relijius, asimilasiEmpati menipis, individualistis upacara2 penghormatan thd kematian,
  • 7. PARIS MANILA JAKARTABANGKOK •Budhist culture domination •Catholic, Spain & American •European culture, fascinating •Mixculture, Javanese •Pluralistic influence death •Continental/ civil law •Body snacthers •Common law •Continental / civil law •Pasif morgue •Budget: Community donation + •Coroner system •Pasive morgue •Budget: government •Budget: district police, national •Budget: local/ district police depkes, pemda, swadana, masy, P •City’s morgue and Central Forensic police, NBI, etc •1st city’s morgue abad 18, sekarang olisi Science Institute •City’s morgue (since menjadi The Medico Legal Institute •Hospital morgue act as semi-city •Hospital morgue and city morgue 1920’s), sekarang ada pula milik (crime lab) morgue (RSCM) jelas perannya Polisi nasional Filipina di Camp •Hospital & city morgue jelas crane perannya •Hospital & city morgue jelas dan ada pathologhist swasta
  • 8. Kontaminasi lingkungan (kuman Terhadap jenazah carier), risiko infeksi nosokomial manusia, khususnya tunawan meningkat, tanah pemakaman penuh & miskin, Di tempat publik, hospital Bencana morgue penuh, HAMpembusukan tetap berjalan, Kegawatan identifikasi tdk berjalan, kesmas, fisik & health planning meleset Penelantaran lingkungan kota jenazah, pencatatan kematian rudimen Kegawatan sosial, moral dan deadlock kemacetan, & budaya KLL, individualistis Kegawatan ekstrim, hilang kemanusiaan demografi dan ekonomi Jumlah penduduk, kemiskinan
  • 9. JAKARTA’S MORGUE• TUJUAN: Menyediakan pelayanan jenazah dan informasi kematian yang akurat serta terpadu di DKI JAKARTA (service, data, education)
  • 10. JAKARTA’S MORGUE• PERAN:1. Perwujudan keberadaban pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta sebagai penghormatan thd hak asasi manusia2. Perwujudan pelaksanaan undang-undang3. Bagian dari public service pemda DKI Jakarta (pemeriksaan dan pemulasaraan jenazah)4. Penjaga kualitas penentuan sebab kematian di wilayah kab/ kota5. Pengumpul data penyebab kematian di DKI Jakarta6. Sumber data penyebab kematian di DKI Jakarta bagi institusi lain7. Bagian dari rangkaian SIK dan SIAK
  • 11. JAKARTA’S MORGUE• FUNGSI:1. Penanganan jenazah tidak dikenal (tanpa identitas maupun dengan identitas namun tanpa keluarga)2. Penanganan jenazah terkait kasus hukum (mati tak wajar)3. Penanganan jenazah dari fasilitas non kesehatan (panti sosial, lembaga pemasyarakatan, dll)4. Penanganan kasus rujukan penentuan sebab kematian dari fasilitas kesehatan lain5. Menjadi bagian dari basis data orang hilang dan tunawan (Missing person center)6. Mengumpulkan data penyebab kematian dari seluruh fasilitas kesehatan di DKI Jakarta7. Pusat pelayanan medikolegal8. Berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan dan penelitian kedokteran
  • 12. JAKARTA’S MORGUE• TAHAP PERSIAPAN:- Pembuatan payung hukum- Sosialisasi• TAHAP TRANSISI  Pseudo Jakarta Morgue- Inisiasi- Pembelajaran- Mandiri• TAHAP PELAKSANAAN  Jakarta Morgue- Eskalasi (upgrading)- Pre operasional- Operasional
  • 13. Jakarta’s Morgue• Usulan:Bentuk: Lembaga teknis daerah setara dengan rumah sakit daerahKomponen: manajemen, profesional dan representatif (institusi di luar kesehatan yang terkait cth: BPS, BPBD, Dinsos, dll) Perlu kajian lebih lanjut
  • 14. JAKARTA’S MORGUE• Saat ini:• Tahap persiapan:- Draft Permenkes mengenai Sistem Registrasi Penyebab Kematian- Kajian hukum lainnya?- Sosialisasi mulai dilakukan- RSCM sudah berfungsi sebagai pseudo Jakarta morgue  tinggal dilengkapi
  • 15. Jakarta’s Morgue• Peran Pemda DKI Jakarta yang diharapkan saat ini:1. Menggodok bentuk JM yang paling sesuai dengan karakteristik ibukota (duduk bersama pemda, profesional, pemerhati, stake holder lainnya)1. Membuat payung hukum tingkat daerah2. Sumber daya untuk menjalankan Pseudo Jakarta Morgue di RSCM3. Mengeksplorasi pendirian city morgue
  • 16. TERIMA KASIH