Kelompok IIILia Sumarti, Astari Mayang, DeniSetiawati, Doyo Prasojo, Yuliantini
   Bab I: Pendahuluan           Latar belakang           Ruang lingkup           Tujuan   Bab II: Analisa Situasi pada K...
 Bab III: Upaya penanggulangan HIV/ AIDS            Pembiayaan            Kegiatan/ aktivitas program            kesenjan...
Bab V: Analisa kebijakan        Kebijakan dari masa ke masa        Hubungan dengan IpoleksosbudhankamBab VI: Kesimpulan da...
   Sejarah Virus: pertama kali berhasil diisolasi    tahun 1983 oleh dr. Luc Montagnier, tahun    1986 disepakati dunia I...
   Data kasus sejak 1 Juli 1987 sampai september    2008 total HIV dan AIDS 21.413 orang dengan    angka kematian 3197 ji...
   Analisa kebijakan upaya penanggulangan    HIV/AIDS pada kelompok resiko tinggi    (Pekerja seks komersial & pelanggann...
   Menganalisa situasi upaya penanggulangan    HIV/AIDS di Indonesia saat ini   Menganalisa kebijakan terkait dengan    ...
450040003500300025002000   HIV       AIDS1500       Jumlah/1000   Total       AIDS/ 500   IDU  0
8000700060005000400030002000       AIDS1000  0
Situasi kelompok resiko tinggi: Data tahun 2006 menyebutkan kasus AIDS   sebanyak 8194. Cara penularan kasus AIDS   kumul...
   Sedangkan data terakhir sampai dengan    September 2008 kasus AIDS sebanyak 21413    kasus. dengan cara penularan kasu...
   Sangat tergantung donor   Proporsi pemerintah 30% (2006/2007), BLN    70%   Kebutuhan meningkat dari tahun ke tahun ...
Sumber         2004   2005   2006   2007*Depkes         7,4    7,6    7,8    9,8K/L            1,2    5,3    7,1    7,1APB...
   2008: Rp. 1,55 Trilyun   2009: Rp. 2,13 Trilyun   2010: Rp. 2,68 Trilyun   Terlihat peningkatan alokasi anggaran da...
   Kementrian dan lembaga negara lainnya yang    mulai menganggarkan untuk HIV?AIDS :   Depkokesra   Depnakertrans   D...
  Alokasi anggaran:± 40 % untuk Pencegahan± 25% untuk perawatan dan terapi (CST)±21% untuk manajemen program dan admin± 8...
   1. upaya penanggulangan HIV dan AIDS harus    memperhatikan nilai-nilai agama dan budaya /norma    masyarakat.   2. U...
   6. Upaya pencegahan HIV dan AIDS pada anak sekolah,remaja    dan masyarakat umum diselenggarakan melalui kegiatan    k...
   1. Keputusan Presiden No.36 tahun 1994 tentang Pembentukan Komisi    Penanggulangan HIV dan AIDS.   2.Keputusan Mente...
Sosial Budaya “Budaya ketimuran”, tabu sosial Stigma terhadap penderita Kemunafikan sosial hambat kondomisasi 100% Upa...
Politik Komitmen negara terhadap MDGs, walau  perlu ditingkatkan Lolos pemotongan anggaran th 2008 Kementrian dan lemba...
Ideologi Ketergantungan terhadap BLN adalah titik  lemah bangsa, risiko diatur pihak asing
   Sumber dana: GF Rp. 8,2 juta / bulan   Alokasi: Honor, VCT, Lab, Farmasi   Cakupan kegiatan: IDU, bumil, waria   Me...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Analisa kebijakan dan program penanggulangan hiv

2,981

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,981
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
63
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Analisa kebijakan dan program penanggulangan hiv

  1. 1. Kelompok IIILia Sumarti, Astari Mayang, DeniSetiawati, Doyo Prasojo, Yuliantini
  2. 2.  Bab I: Pendahuluan Latar belakang Ruang lingkup Tujuan Bab II: Analisa Situasi pada Kelompok Risti Data Kebijakan
  3. 3.  Bab III: Upaya penanggulangan HIV/ AIDS Pembiayaan Kegiatan/ aktivitas program kesenjangan antara LSM dan pemerintahBab IV: Tinjauan kasus Implementasi di RS Rujukan Vs RS Non Rujukan
  4. 4. Bab V: Analisa kebijakan Kebijakan dari masa ke masa Hubungan dengan IpoleksosbudhankamBab VI: Kesimpulan dan saran
  5. 5.  Sejarah Virus: pertama kali berhasil diisolasi tahun 1983 oleh dr. Luc Montagnier, tahun 1986 disepakati dunia Internasional bernama Human Immunodeficiency Virus (HIV). Sejarah di Indonesia:1983, berita tidak resmi menyatakan sedikitnya 3 kasus AIDS di Jakarta. 1987, kasus AIDS resmi pertama dilaporkan pada seorang turis asing di Bali.
  6. 6.  Data kasus sejak 1 Juli 1987 sampai september 2008 total HIV dan AIDS 21.413 orang dengan angka kematian 3197 jiwa. (sumber: Depkes) Metode transmisi terbanyak:o Heteroseksual (7053 orang)o Pengguna Napza Suntik /Penasun (6478 orang) Kelompok usia terbanyak: 20-29 tahun (7735 orang) 4251 org adalah Penasun
  7. 7.  Analisa kebijakan upaya penanggulangan HIV/AIDS pada kelompok resiko tinggi (Pekerja seks komersial & pelanggannya dan penasun)
  8. 8.  Menganalisa situasi upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia saat ini Menganalisa kebijakan terkait dengan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia Menganalisa program upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia Menganalisa hubungan kebijakan dengan lingkungan strategisnya (Ipoleksosbudhankam)
  9. 9. 450040003500300025002000 HIV AIDS1500 Jumlah/1000 Total AIDS/ 500 IDU 0
  10. 10. 8000700060005000400030002000 AIDS1000 0
  11. 11. Situasi kelompok resiko tinggi: Data tahun 2006 menyebutkan kasus AIDS sebanyak 8194. Cara penularan kasus AIDS kumulatif yang dilaporkan melalui IDU 50,3%, Heteroseksual 40,3%, dan Homoseksual 4,2%. Pada tahun 2007 Kasus AIDS mencapai : 11,141kasus dengan cara penularan kasus AIDS kumulatif yang dilaporkan melalui IDU 49,9%, Heteroseksual 41,9%, dan Homoseksual 3,9%.
  12. 12.  Sedangkan data terakhir sampai dengan September 2008 kasus AIDS sebanyak 21413 kasus. dengan cara penularan kasus AIDS kumulatif yang dilaporkan melalui IDU 42,8%, Heteroseksual 46.6 dan Homoseksual 3,9%. Jika dilihat dari trend data 3 tahun terakhir dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2008 maka tingginya cara penularan kasus AIDS adalah melalui Hubungan seksual dengan pengguna napza suntik.
  13. 13.  Sangat tergantung donor Proporsi pemerintah 30% (2006/2007), BLN 70% Kebutuhan meningkat dari tahun ke tahun sesuai dengan peningkatan estimasi penderita, kematian, HIV pada bayi dan anak, penggunaan RS dan propinsi khusus seperti Papua
  14. 14. Sumber 2004 2005 2006 2007*Depkes 7,4 7,6 7,8 9,8K/L 1,2 5,3 7,1 7,1APBD 0,8 1,6 2 2,5Domestik 9,6 14,6 17 19,5GF round 1 2,1 2,1 0,9 0,9GF round 4 0 8,1 14,2 18,5Bilateral 13,5 31,8 31,8 31,8Multilateral 6,9 7,6 3,6 7,6NGO intr 0,4 0,5 0,5 0,5Luar Negeri 23 50,1 55 59,2TOTAL 32,5 64,7 72 78,8
  15. 15.  2008: Rp. 1,55 Trilyun 2009: Rp. 2,13 Trilyun 2010: Rp. 2,68 Trilyun Terlihat peningkatan alokasi anggaran dari kementrian dan lembaga negara lainnya (selain depkes) serta dari APBD menunjukkan peningkatan yang drastis dari tahun 2004 sampai 2006
  16. 16.  Kementrian dan lembaga negara lainnya yang mulai menganggarkan untuk HIV?AIDS : Depkokesra Depnakertrans Depdiknas TNI Depdagri BKKBN Dephub Depkumham Dephan
  17. 17.  Alokasi anggaran:± 40 % untuk Pencegahan± 25% untuk perawatan dan terapi (CST)±21% untuk manajemen program dan admin± 8% untuk Honor± 4,27% untuk pemberdayaan masyarakat± 0,2% untuk penelitianSisanya untuk perlindungan dan pelayanan sosial
  18. 18.  1. upaya penanggulangan HIV dan AIDS harus memperhatikan nilai-nilai agama dan budaya /norma masyarakat. 2. Upaya penanggulangan HIV dan AIDS diselenggarakan oleh masyarakat sipil dan pmerintah berdasarkan prinsip kemitraan. 3. Upaya penaggulangan harus didasari pada pengertian bahwa masalah HIV dan AIDS sudah menjadi masalah sosial kemasyarakatan serta masalah nasional. 4. Upaya penanggulangan HIV dan AIDS diutamakan pada sub-populasi berperilaku risiko tinggi tetapi harus pula merperhatikan masyarakat yang rentan. 5. Upaya penangulangan HIV dan AIDS harus menghormati harkat dan martabat manusia serta memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender.
  19. 19.  6. Upaya pencegahan HIV dan AIDS pada anak sekolah,remaja dan masyarakat umum diselenggarakan melalui kegiatan komunikasi,informasi dan edukasi. 7. Upaya pencegahan yang efektif termasuk penggunaan kondom 100% pada setiap hubungan seks berisiko, semata-mata hanya untuk memutus rantai penularan penyakit. 8. Upaya mengurangi infeksi HIV pada pengguna NAFZA suntik mem=lalui kegiatan pengurangan dampak buruk,yang berarti juga mengupayakan penyembuhan dari ketergantungan pada NAPZA. 9. Upaya penanggulangan HIV an AIODS merupakan upaya- upaya terpadu. 10. Setiap pemeriksaan untuk mendiagnosa HIV dan AIDS harus didahului denganpenjelasan yang benar dan memdapat persetujuan yang bersangkutan. (informed consent) 11. Diusahakan agar peraturan perundang-undangan mendukung dan selaras dengan Strategi Nasional Penanngulangan HIV dan AIDS di semua tingkat. 12. Setiap pemberi pelayanan berkewajiban memberikan layanan tanpa diskriminasi kepada ODHA.
  20. 20.  1. Keputusan Presiden No.36 tahun 1994 tentang Pembentukan Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS. 2.Keputusan Menteri Kesejahteraan Rakyat No 9/KEP/1994 tentang Strategi Nasional Penanggulangan AIDS di Indonesia. 3. Keputusan Menteri Kesehatan No 1285/Menkes/SK/X/2002 tentang Pedoman Penanggulangan HIV dan AIDS dan Penyakit Menular Seksual. 4. Keputusan Menteri Kesehatan No 1507/Menkes/SK/X/2005 tentang pedoman Pelayanan Konseling dan testing HIV dan AIDS Secara Sukarela. 5. Peraturan Menteri Kesehatan No 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. 6.Keputuan Menteri Kesehatan No.832/Menkes/SK/X/2006 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan bagi ODHA dan Standar Rumah Sakit Rujukan ODHA dan Satelitnya. 7. Keputusan Menteri Kesehatan No. 760/Menkes/SK/VI/2007 tentang penetapan lanjutan rumah sakit bagi orang dengan HIV dan AIDS (ODHA).
  21. 21. Sosial Budaya “Budaya ketimuran”, tabu sosial Stigma terhadap penderita Kemunafikan sosial hambat kondomisasi 100% Upaya merangkul pemuka adat di Aceh Upaya pembuatan berbagai versi kotbah agama mengenai HIV/AIDS Upaya pembuatan iklan dengan bahasa gaul anak muda Upaya pembuatan leaflet dan buku saku dengan bahasa waria, jalanan dan bahasa daerah
  22. 22. Politik Komitmen negara terhadap MDGs, walau perlu ditingkatkan Lolos pemotongan anggaran th 2008 Kementrian dan lembaga negara lainnya mulai menganggarkan Mendagri menghimbau pemimpin daerah menganggarkan dan jadi program prioritas
  23. 23. Ideologi Ketergantungan terhadap BLN adalah titik lemah bangsa, risiko diatur pihak asing
  24. 24.  Sumber dana: GF Rp. 8,2 juta / bulan Alokasi: Honor, VCT, Lab, Farmasi Cakupan kegiatan: IDU, bumil, waria Mendapat rujukan dari puskesmas sekitar dan RS non rujukan Hambatan: reagen kehabisan, ARV sering terlambat datang, tugas rangkap  pelayanan tidak optimal
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×