13. larangan makan harta orang lain secara batil

  • 9,560 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • asslamualaikum,,,,saya mendapat amanah dari marhum nenek saya 28 tahun yg lalu,,,dia mempunyai warisan marhum bapak nya,,dgn atas nama mrhum nnk saya,,,lalu sawa itu di garap oleh adik sepupu nya 40 thn yang,lalu setelah di akui itu sawa milik orang tua nya dia udah jls sawa itun atas nm bederiya bint muahamad ismail,,sedangkan namanya dia saruji jau bengah ismail,,,sawa itu di kuwasai nga mau mengembalikan kepada nenek saya,,lalu nnk sy me amanat ke sy katnnya saya sama bpk km perna minta namun tidak berhasil ,,nanti bila kamu sdh besar kamu yg minta,, sampai sekarang saya berumur 36 thn g perna sy pinta ke mereka ,,saya sllu mendorong orang tua sy nmn orang tua sy melarang kan saya s,,katanya saya perna minta tp nga ngasi,,,,sy jawab saya tau kata bpk,,kita bkn pengemis,ya akhir nya sy diam ,,,tak mau bertanya lg,,,, mohon apa seharus nya sy laku,,,mhn saran dari com,,,,,semuahnya,,,terimakasi,,,
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
9,560
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
35
Comments
1
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Materi Kuliah Tafsir AhkamOleh : H. Asnin Syafiuddn, Lc. MA
  • 2.
  • 3.  29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. 30. dan Barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, Maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. 31. jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa- dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).
  • 4.  ( ) : janganlah kamu saling memakan/mengambil ( ) : dengan jalan yang batil (haram) ( ) : kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. ( ) : Dan janganlah kamu membunuh dirimu/jangan saling membunuh di antara kamu. ( ) : sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu (dalam larangan itu) ( ) : dengan melanggar hak (orang lain dengan sengaja) ( ) : mudah.
  • 5.  ( ) : kamu menjauhi ( ) : dosa besar ( ) : niscaya Kami hapus ( ) : kesalahan-kesalahanmu (dosa- dosamu yang kecil) ( ) : tempat yang mulia (surga).
  • 6.  Pada beberapa ayat yang lalu Allah menjelaskan hukum sebagian mu’amalah , yaitu mu’amalah dalam hal harta anak yatim, pembagian harta warisan, memberikan sebagian harta warisan kepada kerabat yang tidak mendapatkan warisan jika mereka menghadiri pembagian harta, dan wajib memberikan maskawin. Pada ayat 29 dan 30 ini, Allah menyebutkan kaidah transaksi umum dalam hal harta. Sebabnya jelas bahwa harta merupakan teman jiwa. Pelanggaran terhadap harta akan menyebabkan permusuhan, bahkan akan membawa pada tindakan kriminal. Oleh karena itu Allah mewajibkan dalam perpindahan narta hendaknya dengan cara suka sama suka, bukan dengan cara kezaliman dan pelanggaran. Kemuadian pada ayat 30 Allah melarang setiap dosa besar secara umum, dan menjanjikan surga bagi orang yang taat.
  • 7.  ( /Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu).
  • 8.  Allah swt melarang setiap mukmin dari makan harta orang lain dan harta dirinya dengan cara yang batil (yang tidak benar). Sebab firman Allah ( ) mencakup harta dirinya dan harta orang lain. Memakan harta diri sendiri dengan cara yang batil yaitu membelanjakannya dalam maksiat. Sedangkan memakan harta orang lain dengan cara batil adalah dengan berbagai usaha yang tidak dibenarkan menurut syari’at seperti riba, judi, merampas dan mengurangi. Yang dimaksud dengan batil adalah setiap yang menyalahi syari’at. Menurut Ibnu Abbas dan Hasan al-Bashri : memakan harta tanpa imbalan. Jadi cara yang batil adalah setiap yang diambil tanpa imbalan
  • 9.  Memakan harta dengan cara batil meliputi harta yang diambil dengan tukaran tetapi dengan akad yang tidak sah, seperti menjual harta yang bukan menjadi hak milik, harga makanan yang sudah rusak yang tidak bisa dimanfaatkan seperti telur yang sudah busuk, harga dari sesuatu yang tidak ada nilainya dan tidak bisa dimanfaatkan seperti lalat, bangkai, khamer, upah meratap, dsb. Orang yang melakukan jual beli secara tidak sah dan ia mengambil harganya, maka harganya itu adalah haram.
  • 10.  Jika tidak boleh memakan harta dengan cara yang batil, yaitu yang tidak disyari’atkan, atau yang diambil dari benda atau sesuatu yang bermanfaat dengan cara zalim tanpa imbalan, maka boleh mengambil harta itu secara suka sama suka yang dibenarkan syari’at. Oleh karena itu Allah berfirman ( / kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu), yakni : akan tetapi makanlah harta itu dengan perniagaan yang didasarisuka sama suka sesuai ketentuan syari’at. Tijarah (perniagaan) mencakup akad tukar menukar dengan maksud mendapatkan keuntungan. Perniagaan disebutkan secara khusus di antara sebab kepemilikan karena perniagaan lebih banyak terjadi dalam dunia usaha, dan karena perniagaan merupakan usaha yang paling baik dan mulia. Sesuai dengan hadits bahwa Rasulullah saw ditanya tentang usaha apa yang paling baik? Beliau menjawab : ( /Usha seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang baik. [HR.Ahmad])
  • 11.  Tidak setiap transaksi yang dilakukan secara suka sama suka itu diakui menurut syara’. Karena transaksi yang dilakukan sama suka itu harus sesuai dengan ketentuan syari’at. Oleh karena itu riba walaupun dilakukan secara suka sama suka tetap saja haram, karena tidak sesuai dengan ketentuan syari’at, di mana riba diambil dari jual belia yang ada lebihnya atau diambil dari hutang yang mendapatkan keuntungan.
  • 12.  ( /Dan janganlah kamu membunuh dirimu). Dalam potongan ayat ini Allah melarang membunuh diri. Menurut bunyi ayat, yang dilarang dalam ayat ini ialah membunuh diri sendiri, tetapi yang dimaksud ialah membunuh diri sendiri dan membunuh orang lain. Membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, sebab setiap orang yang membunuh akan dibunuh, sesuai dengan hukum qishash. Dilarang membunuh diri sendiri karena perbuatan itu termasuk perbuatan putus asa, dan orang yang melakukannya adalah orang yang tidak percaya kepada rahmat Allah. Sebab disebutkannya potongan ayat ini di sini dalam pembicaraan transaksi harta adalah ketika harta itu temannya ruh (nyawa) dari segi harta itu dapat menegakkan nyawa, maka ada baiknya mengumpulkan dua perintah. Yaitu perintah menjaga harta, dan perintah menjaga jiwa.
  • 13.  ( /sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu). Ayat 29 ini diakhiri dengan penjelasan; bahwa Allah melarang orang-orang yang beriman memakan harta yang batil dan membunuh orang lain atau membunuh diri sendiri itu adalah karena kasih sayang Allah kepada hamba Nya demi kebahagiaan hidup mereka di dunia dan di akhirat.
  • 14.  ( /Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah). Pada ayat ini Allah mengancam orang-orang yang melanggar hak dan menganiaya orang lain, akan memasukkannya kelak ke dalam api neraka. Untuk melaksanakan hal yang demikian itu sangat mudah bagi Allah, karena tidak ada sesuatu yang dapat membantah, merintangi atau menghalang-halangi Nya. Dikaitkannya ancaman ini dengan / melanggar hak dan /aniaya adalah agar mengeluarkan tindakan yang dilakukan karena lupa atau kesalahan.
  • 15.  [ / Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)]. Pada ayat ini Allah memerintahkan supaya orang- orang yang beriman menjauhi dan meninggalkan semua dosa-dosa besar yang dilarang Allah melaksanakannya. Meninggalkan dosa besar itu bukan saja sekadar menghindarkan diri dan siksa Nya, tetapi juga merupakan suatu amal kebajikan yang dapat menghapuskan dosa-dosa kecil yang telah diperbuat. Di samping itu, Allah menjanjikan akan memberikan kelak tempat yang mulia yaitu surga, bagi orang-orang yang menjauhi (meninggalkan) dosa-dosa besar itu.
  • 16.  Mengenai dosa besar dan berapa jumlahnya para ulama mempunyai pendapat yang berbeda-beda karena adanya beberapa hadis, di antaranya sabda Rasulullah saw : "Jauhilah olehmu tujuh macam perbuatan yang membahayakan. Para sahabat yang mendengar bertanya: "Apakah itu ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Mempersekutukan Allah, menggunakan sihir, membunuh diri seseorang yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan peperangan di waktu pertempuran dan menuduh perempuan-perempuan mukmin yang terhormat berzina" (H.R. Bukhari dan Muslim)
  • 17.  Dan sabda Rasulullah saw : "Apakah aku kabarkan kepadamu tentang dosa-dosa yang paling besar?" Kami menjawab: "Benar ya Rasulullah". Lalu Rasulullah berkata: "Mempersekutukan Allah; durhaka kepada ibu bapak ketika itu Rasulullah sedang bertelekan, kemudian ia duduk lalu berkata-ketahuilah, juga berkata bohong, dan saksi palsu, ketahuilah, juga berkata bohong, dan saksi palsu. Beliau senantiasa mengulang-ulang perkataannya itu sehingga kami mengatakan: "Kiranya Rasulullah saw. diam" . (H.R. Bukhari dan Muslim)
  • 18.  Ibnu Abbas sewaktu ditanya: "Apakah dosa-dosa besar itu hanya 7 macam saja?" Beliau menjawab dengan ringkas: "Hampir tujuh puluh macam banyaknya. Bila dosa-dosa kecil bila terus menerus dikerjakan dia akan menjadi dosa besar dan dosa-dosa besar akan hapus bila yang mengerjakannya tobat dan minta ampun. Menurut keterangan Syaikhul Islam Al Barizi yang dinukil oleh Al Alusi, dia mengatakan: "Bahwa dosa besar itu ialah setiap dosa yang disertai dengan ancaman hukuman had (hukuman siksa di dunia) atau disertai dengan laknat yang dinyatakan dengan jelas di dalam Alquran atau Hadis. Itulah secara singkat tentang pengertian tentang dosa- dosa besar dan macam-macamnya. Selain dari itu adalah dosa-dosa kecil.
  • 19.  Menjauhi dosa besar dapat menghapuskan dosa-dosa kecil dengan 2 syarat :  Menjauhi dosa besar itu dalam keadaan mampu dan ada kehendak untuk melakukannya, seperti orang yang tidak mau menggauli seorang wanita yang mengajaknya karena takut kepada Allah, bukan karena yang lain.  Melaksanakan kewajiban-kewajiban. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw : [ /Shalat lima waktu, shalat jum’at ke shalat jum’at berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya dapat menghapuskan (dosa kecil) yang dilakukan di antara semua itu apabila dosa-dosa besar ditinggalkan. (HR. Musliam)].
  • 20.  Haram makan harta dengan cara batil atau dengan cara tidak benar, yaitu setiap yang menyalahi syari’at atau yang diambil tanpa imbalan. Digunakannya kata () adalah isyarat bahwa harta individu adalah harta umat dengan menghargai kepemilikan pribadi dan dibolehkannya kebebasan bertransaksi selama tidak menimbulkan bahaya bagi umat atau kemaslahatan umum. Bolehnya semua bentuk perniagaan (yaitu akad tukar menukar denga tujuan mendapatkan keuntungan) dengan syarat suka sama suka antara dua pihak yang melakukan transaksi.
  • 21.  Ayat di atas membolehkan dan memberikan dorongan terhadap perniagaan karena manusia sangat membutuhkannya. Dengan dalil bahwa standar kehalalannya adalah suka sama suka antara orang yang melakukan transaksi. Adapun kecurangan, kebohongan, dan penipuan diharamkan. Haram melakukan bunuh diri dan membunuh orang lain.
  • 22.  Hukuman bagi orang yang melakukan pembunuhan dan makan harta dengan batil. Ayat ( ) menunjukkan haram membunuh jiwa, karena itu yang lebih dekat. Dan bisa juga menunjukkan haramnya yang telah disebutkan, yaitu makan harta dengan batil dan membunuh jiwa, karena larangan keduanya disebutkan setelahnya. Ayat 30 menunjukkan bahwa dosa terbagi kepada dua : dosa besar dan dosa kecil. Dan juga menunjukkan bahwa Allah mengampuni dosa-dosa kecil seperti memandang dan persentuhan laki-laki dan perempuan dengan menjauhi dosa besar serta melakukan kewajiban-kewajiban.