Cara budidaya belut dalam tong

34,352 views
34,032 views

Published on

1 Comment
4 Likes
Statistics
Notes
  • Kami hanya ingin memberi informasi.
    Kami bergerak dibidang budidaya belut di daerah lampung.
    Jika anda berminat ingin MEMBELI BELUT ataupun anda ingin MEMASOK BELUT ke kami, kami siap menerimanya. Berapapun jumlahnya.

    Kami juga sedang membuka
    PELATIHAN BUDIDAYA BELUT
    Tanggal 11-12 Januari 2014

    Untuk info lebih lanjut Kunjungi atau hubungi alamat kami di :

    CV. SUMBER REZEKI
    Jl. Garuda No.36 RT/RW.29/07 Rejomulyo
    Metro Selatan - Kota Metro
    Lampung 34111
    (Belakang Polsek Metro Selatan)
    0858 4088 0024 atau 0878 9898 8145
    Email : belutlampung@gmail.com
    Website : www.belutlampung.com

    Kami tunggu kedatangan dan telpon dari anda.
    Terima Kasih
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
34,352
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
72
Actions
Shares
0
Downloads
250
Comments
1
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Cara budidaya belut dalam tong

  1. 1. Cara Budidaya Belut Dalam TongBagaimana cara budidaya belut ini secara lengkapnya, maka berikut bisa teman-teman ketahuisecara detail yang disajikan oleh blog Karo Cyber untuk Anda.1. PerlengkapanHal yang paling utama dan pertama sekali yang harus dipersiapkan dalam budidaya belutdidalam tong adalah peralatan-peralatan sebagai berikut: • Tong atau Drum, disarankan yang terbuat dari bahan plastik agar tidak berkarat. • Paralon • Kawat Kasa • Tandon sebagai penampung air • Ember, cangkul, baskom dan juga jerigen.2. Persiapan dan Teknik Budidaya BelutPersiapan dan teknik budidaya belut perlu diketahui agar kelak mendapatkan hasil yangmaksimal. Disini hal yang perlu diperhatikan adalah media pemeliharaan sebagai tempatberkembang biak atau media tempat membesarkan belut. Dalam hal ini yang perlu diperhatikanadalah sebagai berikut:A. Drum atau TongDrum yang digunakan untuk budidaya belut harus yang tidak bocor dan juga tidak berkarat. Biladrum yang digunakan terbuat dari besi atau kaleng, maka sebaliknya drum tersebut sebaiknyadibersihkan terlebih dahulu dari karat dan lakukan pengecetan ulang dan diamkan sampai keringhingga tidak berbau cat lagi.Cara mempersiapkan drum atau tong sebagai media budidaya belut dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut ini: • Letakkanlah tong pada posisi tanah yang datar. Hal ini dilakukan agar media menjadi lebih luas. • Buka bagian tengan drum dan sisakan 5 cm pada bagian sisi kiri dan kanan. • Pasang alat sebagai penganjal agar drum tidak menggelinding dan bergerak. • Buat saluran pembuangan dibawah tong. Letak saluran pembuangan ini dapat disesuaikan dengan penampungan limbah pembuangan. • Buah peneduh tong, sehingga intensitas panas matahari tidak terlalu tinggi dan mengenai langsung ke permukaan drum. Bahan ini dapat dibuat dengan net atau waring dan bisa juga dibuat dengan bahan-bahan yang lebih sederhana lainnya.
  2. 2. B. Media TanahMedia tanah yang digunakan adalah tanah yang tidak berpasir dan juga tanah yang tidak terlaluliat dan memiliki kandungan hara yang cukup. Dalam hal ini disarankan untuk menggunakanmedia tanah yang diambil dari sawah. Pematangan media tanah dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: • Masukkan tanah kedalam tong hingga ketinggian 30-40 cm • Masukkan air hingga tanah becek namun tidak menggenang. • Masukkan EM 4 sebanyak 4 botol kedalam tong. • Aduk tanah sebanyak 2 kali sehari hingga tanah menjadi lembut dan gembur.Perlu diketahui bahwa perlakuan diatas tidak berlaku untuk bahan baku tanah yang diambil darisawah.C. Media Instan BokashiMedia ini dibuat diluar tong yang merupakan campuran dari bahan utama dan bahan campuran.Penggunaan 100 kilo bahan akan menghasilkan 90 kilo media instan bokashi. Untuk setiap tongukuran 200 liter membutuhkan 40 kilo bokashi. Dalam pembuatan bokashi dibutuhkan bahan-bahan utama sebagai berikut: • Jerami padi (40 persen) • Pupuk Kandang (30 persen) • Bekatul (20 persen) • Potongan batang pisang (10 persen)Bahan dan campurannya terdiri atas • EM4 • Air Sumur • Larutan 250 gram gula pasir untuk menghasilkan 1 liter larutan molases.Cara pembuatan media instan bokashi dilakukan sebagai berikut: • Cacah jerami dan potongan batang pisang dan kemudian dikeringkan terlebih dahulu. Tanda bahan yang sudah kering adalah hancur ketika digenggam. • Campurkan bahan cacahan diatas dengan bahan pokok lainnya dan aduk hingga merata. • Campurkanlah bahan ini sedikit demi sedikit tetapi jangan terlalu basah. • Tutup media dengan karung goni atau terpal selama 4-7 hari. Bolak balik campuran agar tidak membusuk.D. Mencampur Media Tanah dan Media Bokashi
  3. 3. Untuk mencapur media tanah dan media bokashi dapat dilakukan dengan tahapan-tahapansebagai berikut: • Masukkan media Bokashi kedalam tong dan aduk hingga merata. • Masukkan air kedalam tong hingga ketinggian 5 cm dan diamkanlah hingga terdapat plankton atau cacing (sekitar 1 minggu) selama proses ini berlangsung tong tidak perlu ditutup. • Keluarkan air dari tong dan ganti dengan air baru dengan ketinggian yang sama. • Masukkkan tumbuhan air yang tidak terlalu besar sebanyak 3/4 bagian dan ikan-ikan kecil. • Masukkan vetsin secukupnya sebagai perangsang nafsu makan belut dan diamkan selama 2 hari.Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah ketinggian seluruh media, kecuali media tumbuhanair tidak lebih dari 50 cm.E. Masukkan bibit belutSetelah seluruh media budidaya diatas dipersiapkan, maka tahapan selanjutnya adalahmenebarkan bibit belut. Bibit yang ditebar sebaiknya sebanyak 2 kg atau dengan jumlah bibitsebanyak 160-200 ekor.3. PerawatanPerawatan belut yang dibudidayakan didalam tong relatif lebih mudah karena pemantauanbudidaya juga relatif kecil. Tetapi demikian perawatan harus tetapi diperhatikan, diantaranyaadalah:a. Pemberian PakanSebenarnya tidak ada aturan baku tentang volume pemberian pakan. Tetapi sebaiknya pakandiberikan 5 persen dari jumlah bibit yang ditebarkan. Pakan yang diberikan sebaiknya terdiri daricacing, kecebong, ikan-ikan kecil, dan cacahan keong mas atau bekicot. Pemberian pakandiberikan pada hari ke-3 setelah bibit ditebar didalam tong. Pemberian pakan sebaiknyadilakukan pada sore hari seperti kebiasaan belut makan dialam bebas, yaitu sore dan malah hari.b. Pengaturan AirPengaturan air sangat diperlukan untuk membuang sisa makanan agar tidak menumpuk danmenimbulkan penyakit bagi belut. Pengaturan air ini dapat dilakukan dengan cara mengalirkanair bersih kedalam tong. Sebaiknya air yang masuk berupa percikan air, dan hal ini sangat cocokdilakukan dengan menggunakan pipa paralon sebagai media aliran. Sementara untuk saluranpembuangan dapat dilakukan dengan membuat lobang pada tong di ketinggian 8 cm dari
  4. 4. genangan air pada media. Selain itu untuk mengatur pembuangan sisa kotoran percikan air jugasangat bermanfaat untuk menambah oksigen.c. Perawatan Tanaman AirTanaman air ini juga digunakan sebagai penjaga kelembaban tempat budidaya dan juga menjagabelut dari kepanasan.d. Pemberian EM4EM4 berfungsi untuk menetralisir sisa-sisa pakan. Selain itu juga berfungsi untuk mengurangibau. EM4 diberikan 2-3 kali sehari dengan dosis 1/2 sendok makan yang terlebih dilarutkandalam 1 liter air.e. Perawatan Disekitar LokasiPerawatan di sekitar lokasi ini dilakukan untuk menjaga tong dari tanaman liar, lumut, dan hamamaupun predator pemangsa seperti ayam.4. PemanenanPemanenan belut sudah dapat dilakukan setelah 3–4 bulan masa budidaya dilakukan atau sesuaidengan keinginan kita dan keinginan (permintaan) pasar. Pemanenan untuk media drum / tongtentunya lebih mudah , dan belut hasil budidaya siap dipasarkan.

×