Bahasa indonesia

17,217 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
17,217
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
346
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bahasa indonesia

  1. 1. BAHASA INDONESIABY .HETTY HERAWATI,S.Pd
  2. 2. PERKEMBANGAN BAHASAINDONESIASejarah Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia yang kini dipakai sebagai bahasa resmi di Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Hal ini ditandaskan dalam Kongres Bahasa Indonesia di Medan 1954. Pada hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, diresmikan suatu bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia. Nama baru ini bersifat politis, sejalan dengan nama negara yang diidam-idamkan. Perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia tidak terjadi dalam waktu yang singkat, tetapi mengalami proses pertumbuhan secara perlahan dengan perjuangan yang sangat keras.
  3. 3.  Beberapa faktor yang memungkinkan diangkatnya bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan menurut Prof. Dr. Slamet Mulyana adalah sebagai berikut : 1. Sejarah telah membantu penyebaran bahasa Melayu. Bahasa Melayu merupakan lingua franca (bahasa perhubungan / perdagangan) di Indonesia. Malaka pada masa jayanya menjadi pusat perdagangan dan pengembangan agama Islam. Dengan bantuan para pedagang, bahasa Melayu disebarkan ke seluruh pantai Nusantara terutama di kota-kota pelabuhan. Bahasa Melayu menjadi bahasa perhubungan antar individu. Karena bahasa Melayu itu sudah tersebar dan boleh dikatakan sudah menjadi bahasa sebagian penduduk, Gubernur Jenderal Rochusen kemudian menetapkan bahwa bahasa Melayu dijadikan bahasa pengantar di sekolah untuk mendidik calon pegawai negeri bangsa bumi putera.
  4. 4. 2. Bahasa Melayu mempunyai sistem yangsangat sederhana ditinjau dari segi fonologi,morfologi, dan sintaksis. Karena sistemnya yangsederhana itu, bahasa Melayu mudah dipelajari.Dalam bahasa ini tidak dikenal gradasi (tingkatan)bahasa seperti dalam bahasa Jawa atau bahasaSunda dan Bali, atau pemakaian bahasa kasardan bahasa halus. 3. Faktor psikologi, yaitu bahwa suku Jawadan Sunda telah dengan sukarela menerimabahasa Melayu sebagai bahasa nasional,sematamata karena didasarkan kepada keinsafanakan manfaatnya segera ditetapkan bahasanasional untuk seluruh kepulauan Indonesia. 4. Bahasa Melayu mempunyaikesanggupan untuk dipakai sebagai bahasakebudayaan dalam arti luas.
  5. 5. Pertumbuhan BahasaIndonesiaA. Sebelum Masa KolonialBahasa Melayu dipakai oleh kerajaan Sriwijayapada abad VII. Hal ini terbukti dengan adanyaempat buah batu bertulis peninggalankerajaan Sriwijaya. Keempat batu bersurat ituditemukan di Kedukan Bukit (680), di Talang Tuwo(dekat Palembang) (684), di Kota Kapur(Bangka Barat) (686), di Karang Berahi (Jambi)(688).Bukti lain ditemukan di Pulau Jawa yaitu di Kedu.Di situ ditemukan sebuah prasasti yang terkenalbernama inskripsi Gandasuli (832)Berdasarkan penyelidikan Dr. J.G. De Casparisdinyatakan bahwa bahasanya adalah bahasaMelayu kuno dengan adanya dialek MelayuAmbon, Timor, Manado, dsb.
  6. 6. B. Masa Kolonial Ketika orang-orang barat sampai di Indonesia pada abad XVII, mereka menghadapi suatu kenyataan bahwa bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi dalam pergaulan dan bahasa perantara dalam perdagangan. Ketika bangsa Portugis maupun bangsa Belanda mendirikan sekolah-sekolah, mereka terbentur dalam soal bahasa pengantar. Usaha menerapkan bahasa Portugis dan Belanda sebagai bahasa pengantar mengalami kegagalan. Demikian pengakuan Belanda Dancerta tahun 1631. Ia mengatakan bahwa kebanyakan sekolah di Maluku memakai bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar.C. Masa Pergerakan Kebangsaan Pada waktu timbulnya pergerakan kebangsaan terasa perlu adanya suatu bahasa nasional, untuk mengikat bermacam-macam suku bangsa di Indonesia. Suatu pergerakan yang besar dan hebat hanya dapat berhasil kalau semua rakyat diikutsertakan. Untuk itu, mereka mencari bahasa yang dapat dipahami dan dipakai oleh semua orang.
  7. 7. Pada mulanya agak sulit untuk menentukan bahasa mana yang akan menjadi bahasa persatuan., tetapi mengingat kesulitan-kesulitan untuk mempersatukan berbagai suku bangsa akhirnya pada 1926 Yong Java mengakui dan memilih bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Dengan adanya bermacam-macam faktor seperti tersebut di atas, akhirnya pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu saat berlangsungnya Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta dihasilkan ikrar bersama, “Ikrar Sumpah Pemuda”. 1. Kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu – Tanah air Indonesia. 2. Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia. 3. Kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.
  8. 8. D. Masa Jepang dan Zaman KemerdekaanSetelah Perang Dunia II, ketika tentara JepangmemasukiIndonesia, bahasa Indonesia telah mendudukitempat yang penting dalam perkembanganbahasa Indonesia. Usaha Jepang untukmenggunakan bahasa Jepang sebagai penggantibahasa Belanda tidak terlaksana. BahasaIndonesia juga dipakai sebagai bahasa pengantardi lembaga-lembaga pendidikan dan untukkeperluan ilmu pengetahuan.
  9. 9. FUNGSI DANKEDUDUKAN BAHASAINDONESIABahasa Indonesia mempunyai kedudukan yangsangat penting, antara lain, bersumber pada ikrarketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi:Kami putra dan putri Indonesiamenjunjungbahasapersatuan,bahasa Indonesia. Ini berarti bahwa bahasaIndonesia sebagai bahasa nasional,kedudukannya berada di atas bahasa-bahasadaerah. Selainitu , di dalam Undang-UndangDasar 1945 tercantum pasal khusus (Bab XV,Pasal 36) mengenai kedudukan bahasaIndonesia yang menyatakan bahwa bahasanegara ialah bahasa Indonesia. Dengan demikianada dua macam kedudukan bahasa Indonesia.Pertama, bahasa Indonesia berkedudukansebagai bahasa nasional, sesuai denganSumpah Pemuda1928, dan kedua bahasa Indonesiaberkedudukan sebagai bahasa negara,sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.
  10. 10. Fungsi Bahasa Indonesiasebagai Bahasa Nasional1. Lambang kebanggaan kebangsaan2. Lambang identitas nasional3. Alat perhubungan antarwarga, antardaerah,dan antarbudaya.4. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagaisuku bangsa dengan latar belakang sosial ,budaya , dan bahasanya masing –masing . kedalam kesatuan kebangsaan Indonesia.
  11. 11. Lambang kebanggaankebangsaanSebagai lambang kebanggaan kebangsaan,bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosialbudaya yang mendasari rasa kebangsaan kita.Atas dasar kebangsaan ini, bahasa Indonesia kitapelihara dan kitakembangkan, dan rasa kebanggaan memakainyasenantiasa kita binaLambang Identitas NasionalSebagai lambang identitas nasional, bahasaIndonesia kita junjung , di samping bendera danlambang negara kita. Bahasa Indonesia dapatmemiliki identitasnya hanya apabila masyarakatpemakainya membina dan mengembangkannyasehingga terhindar dari unsur-unsur bahasa lainyang tidak diperlukan.
  12. 12. Alat perhubunganantarwarga, antardaerah,dan antarbudaya.Sebagai alat perhubungan antarwarga,antardaerah, dan antar sukubangsa, bahasa Indonesia dipakai untukberhubungan antar suku bangsadi Indonesia sehingga kesalahpahamansebagai akibat perbedaan latarbelakang sosial, budaya, dan bahasa tidakperlu terjadi.
  13. 13. Di samping ketiga fungsi di atas, bahasa Indonesia juga berfungsi sebagai alat yang memungkinkan terlaksananya penyatuan berbagai suku bangsa yang memiliki latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda ke dalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat. Di dalam hubungan ini, bahasa Indonesia memungkinkan berbagai-bagai suku bangsa itu mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu tanpa meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai-nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan. Dengan bahasa nasional, kita dapat meletakkan kepentingan nasional di atas kepentingan daerah atau golongan.
  14. 14. Fungsi Bahasa IndonesiaSebagai Bahasa Negara1. Bahasa resmi kenegaraan2. Bahasa pengantar di dalam duniapendidikan3. Alat perhubungan pada tingkat nasionaluntuk kepentinganperencanaan dan pelaksanaanpembangunan4. Alat pengembangan kebudayaan, ilmupengetahuan, danteknologi.
  15. 15. Sebagai Bahasa ResmiKenegaraanSebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasaIndonesia dipakai antara lain: di dalam segalaupacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan,dokumen-dokumen dan keputusan-keputusanserta surat-surat yang dikeluarkan olehpemerintah.
  16. 16. Sebagai Bahasa NegaraSebagai bahasa negara, bahasa Indonesiadipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai taman kanak-kanaksampai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.Alat PengembanganKebudayaan, IlmuPengetahuan, danTeknologiSebagai alat pengembangan kebudayaannasional, ilmu pengetahuan, dan teknologi,bahasa Indonesia dipakai sebagai alat yangmemungkinkan kita membina danmengembangkan kebudayaan nasional
  17. 17. sehingga ia memiliki cir-iciri dan identitasnyasendiri , yang membedakannya darikebudayaan daerah.RAGAM BAHASABerdasarkan pemakaiannya, bahasa memilikibermacam-macam ragam sesuai denganfungsi, kedudukan, serta lingkungannya.Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atasragam lisan dan ragam tulis. Ragam lisanterdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisantakbaku; ragam tulis terdiri atas ragam tulisbaku dan ragam tulis takbaku. BahasaIndonesia baku dipakai dalam (1) Karang-mengarang, (2) pembicaraan pada situasiformal, (3) pembicaraan di depan umum, dan(4) pembicaraan di depan orang yangdihormati; bahasa Indonesia tidak baku dipakaidalam situasi santai. Kedua ragam bahasa itudapat hidup berdampingan.
  18. 18. Sifat Ragam Bahasa BakuRagam bahasa baku memiliki tiga sifat sebagai berikut.1. Kemantapan dinamis: di samping memiliki kaidah dan aturan, relati luwes atau terbuka untuk perubahan sejalan perubahan masyarakat.2. Kecendekiawan: sanggup mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di berbagai ilmu dan teknologi.3. Seragam: pada hakikatnya, proses pembakuan bahasa ialah proses penyeragaman bahasa. Dengan kata lain, pembakuan bahasa adalah pencarian titik-titik keseragaman
  19. 19. Macam-Macam EjaanSebelum tahun 1900 setiap peneliti bahasaIndonesia (pada waktu itu bahasa Melayu)membuat sistem ejaannya sendiri-sendiri,sehingga tidak terdapat kesatuan dalam ejaan.Pada tahun 1900, Ch. van Ophuysen mendapatperintah untuk menyusun ejaan Melayu denganmempergunakan aksara Latin. Dalam usahanyaitu ia sekedar mempersatukan bermacam-macam sistem ejaan yang sudah ada, denganbertolak dari sistem ejaaan bahasa Belandasebagai landasan pokok. Dengan bantuanEngku Nawawi gelar Soetan Mamoer danMoehammad Taib Soetan Ibrahim, akhirnyaditetapkanlah ejaan itu dalam bukunya KitabLogat Melajoe, yang terkenal dengan namaEjaan van Ophuysen atau ada juga yangmenyebutnya Ejaan Balai Pustaka, pada tahun1901. Ejaan tersebut tidak sekali jadi tapi tatapmengalami perbaikan dari tahun ke tahun danbaru pada tahun 1926 mendapat bentuk yangtetap.
  20. 20. Selama Kongres Bahasa Indonesia tahun 1938telah disarankan agar ejaan itu lebih banyakdiinternasionalisasikan. Dan memang dalamperkembangan selanjutnya terutama sesudahIndonesia merdeka dirasakan bahwa adabeberapa hal yang kurang praktis yang harusdisempurnakan. Sebenarnya perubahan ejaanitu telah dirancangkan waktu pendudukanJepang. Pada tanggal 19 Maret 1947dikeluarkan penetapan baru oleh MenteriPengajaran, Pendidikan dan KebudayaanSuwandi (SK No. 264/Bag.A/47) tentangperubahan ejaan bahasa Indonesia; sebab ituejaan ini kemudian terkenal dengan nama EjaanSuwandi. Sebagai dampak dalam keputusan di atas,bunyi oe tidak semuanya diganti dengan u. Baru padatahun 1949, menurut surat edaran DepartemenPendidikan dan Kebudayaan tanda oe mulai 1 Januari1949 diganti dengan u.
  21. 21. Ejaan van Ophuijsen Pada tahun 1901 ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin, yang disebut Ejaan van Ophuijsen, ditetapkan. Ejaan tersebut dirancang oleh van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Mamoer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah sebagai berikut : 1.Huruf j untuk menuliskan kata-katajang, pajah, sajang. 2.Huruf oe untuk menuliskan kata-katagoeroe, itoe, oemoer. 3.Tanda diakritik, seperti koma ain dantanda trema, untuk menuliskan kata-katamamoer, akal, ta, pa, dinamai.
  22. 22. Ejaan Soewandi Pada tanggal 19 Maret 1947 ejaan Soewandi diresmikan menggantikan ejaan van Ophuijsen. Ejaan baru itu oleh masyarakat diberi julukan ejaan Republik. Hal-hal yang perlu diketahui sehubungan dengan pergantian ejaan itu adalah sebagai berikut : 1.Huruf oe diganti dengan u, seperti padaguru, itu, umur. 2.Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulisdengan k, seperti pada kata-kata tak, pak,maklum, rakjat. 3.Kata ulang boleh ditulis dengan angka2, seperti anak2, ber-jalan2, ke-barat2-an. 4.Awalan di- dan kata depan di kedua- duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, seperti kata depan di pada dirumah, dikebun, disamakan dengan imbuhan di- pada ditulis, dikarang.
  23. 23. Ejaan MelindoPada akhir 1959 sidang perutusan Indonesiadan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir binIsmail, Ketua) menghasilkan konsep ejaanbersama yang kemudian dikenal dengan namaEjaan Melindo (Melayu-Indonesia).Perkembangan politik selama tahun-tahunberikutnya mengurungkan peresmian ejaan itu.Ejaan Bahasa Indonesiayang DisempurnakanPada tanggal 16 Agustus 1972 PresidenRepublik Indonesia meresmikan pemakaianEjaan Bahasa Indonesia.
  24. 24. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan PutusanPresiden No. 57, Tahun 1972. DepartemenPendidikan dan Kebudayaan menyebarkan bukukecil yang berjudul Pedoman Ejaan BahasaIndonesia yang Disempurnakan, sebagaipatokan pemakaian ejaan itu.Karena penuntun itu perlu dilengkapi, PanitiaPengembangan Bahasa Indonesia, DepartemenPendidikan dan Kebudayaan, yang dibentuk olehMenteri Pendidikan dan Kebudayaan dengansurat putusannya tanggal 12 Oktober 1972, No.156/P/1972 (Amran Halim, Ketua), menyusunbuku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesiayang Disempurnakan yang berupa pemaparankaidah ejaan yang lebih luas. Setelah itu, MenteriPendidikan dan Kebudayaan dengan suratputusannya No. 0196/1975 memberlakukanPedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yangDisempurnakan dan Pedoman UmumPembentukan Istilah.Pada tahun 1987 kedua pedoman tersebutdirevisi. Edisi revisi dikuatkan dengan suratPutusan Menteri Pendidikan dan KebudayaanNo. 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987.
  25. 25. Beberapa hal yang perlu dikemukakansehubungan dengan Ejaan Bahasa Indonesiayang Disempurnakan adalah sebagai berikut. 1. Perubahan Huruf ejaan Soewandi Ejaan yang Disempurnakan dj= djalan, djauh j jalan, jauh j= pajung, laju y payung, layu nj= njonja, bunji ny nyonya, bunyi sj= isjarat, masjarakat sy isyarat, masyarakat tj= tjukup, tjutji c cukup, cuci ch =tarich, achir kh tarikh, akhir 2. Huruf-huruf di bawah ini, yang sebelumnya sudah terdapat dalam Ejaan Soewandi sebagai unsur pinjaman abjad asing, diresmikan pemakaiannya. F= maaf, fakir v =valuta, universitas z =zeni, lezat
  26. 26. 3. Huruf-huruf q dan x yang lazimdigunakan dalam ilmu eksakta tetapdipakaia:b=p:qSinar-X4. Penulisan di- atau ke- sebagai awalandan di atau ke sebagai kata depandibedakan, yaitu di- atau ke- sebagaiawalan ditulis serangkai dengan katayang mengikutinya, sedangkan di atauke sebagai kata depan ditulis terpisahdengan kata yang mengikutinya.di- (awalan) di (kata depan)ditulis di kampusdibakar di rumahdilempar di jalandipikirkan di siniketua ke kampuskekasih ke luar negerikehendak ke atas
  27. 27. 5. Kata ulang ditulis penuh dengan huruf, tidak boleh digunakan angka 2. anak-anak, berjalan-jalan, meloncat-loncatTATA KALIMATPENGERTIAN KALIMATKalimat ialah suatu bagian ujaran yang berdirisendiri danbermakna dan diakhiri oleh intonasiakhir. Sebuah kalimat sekurangkurangnyamemiliki subjek dan predikat.Banyak hal yangdapat kita persoalkan mengenai kalimat bahasaIndonesia. Beberapa hal yang patutmemperoleh perhatian kitasehubungan denganupaya kita untuk memahami struktur kalimatadalah :(1) alat uji kalimat, (2) ciri-ciri unsur kalimat, (3)pola kalimat, (4) kalimat majemuk.
  28. 28. ALAT UJI KALIMATApakah sebuah tuturan, baik lisan maupun tulis,merupakan sebuah kalimat atau barumerupakan sebuah gabungan kata (frasa)?Untuk menghasilkan kalimat-kalimat yangbenar, kita perlu memperhatikan syarat-syaratpenyusunan kalimat. Set iap kalimat sekurang-kurangnya memiliki predikat. Suatu kata ataukelompok kata dapat berfungsi sebagai predikatjika dapat disertai kata benda atau kelompokkata benda yang mempunyai relasi predikat.
  29. 29. CIRI-CIRI UNSUR KALIMAT Apakah tuturan yang kita hasilkan memenuhi syarat sebagai kalimat? Salah satu syaratnya adalah kelengkapan unsur kalimat, yaitu subjek, predikat, objek, keterangan, pelengkap. 1. Subjek: Subjek dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan siapa atau apa predikat. Contoh: Mahasiswa mengerjakan tugas makalah. 2. Predikat: Predikat dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan bagaimana atau mengapa subjek. Contoh: Mahasiswa menyusun skripsi.
  30. 30. 3. Objek: Objek dapat menjadi subjekdalam kalimat pasif. Objek hanyaterdapat pada kalimat yang predikatnyaberupa kata kerja transitif.Contoh: Mahasiswa itu mengemukakanmasalahnya.Masalahnya dikemukakan oleh mahasiswaitu.4. Pelengkap: Pelengkap tidak dapatmenjadi subjek sebab tidak dapatdipasifkan.Contoh: Mereka belajar matematikadengan sungguh-sungguh.5. Keterangan: Posisi keterangan dapatberpindah-pindah di depan,tengah, atau akhir kalimat.Contoh: Mereka belajar di perpustakaan.
  31. 31. POLA DASAR KALIMAT(1.a) Kalimat Dasar Berpola S-P (P1 KK) Mereka pulang. Semua peserta datang.(1.b) Kalimat Dasar Berpola S-P (P2 KB) Dia mahasiswa. Ayahnya pengusaha.(1.c) Kalimat Dasar Berpola S-P (P3 KS) Mahasiswa di sini pandai-pandai Gedungnya tinggi-tinggi.
  32. 32. (2) Kalimat Dasar Berpola S-P-K•Presiden berasal dari JawaTengah.•Kalung itu terbuat dari emas.(3) Kalimat Dasar Berpola S-P-Pel.•Negara RI berdasarkanPancasila.•Kantor kami kemasukan pencuri
  33. 33. (4.a) Kalimat Dasar Berpola S-P-O(P1 KK transitif)Mahasiswa membuat makalah.Wartawan mencari berita.(4.b) Kalimat Dasar Berpola S-P-O-Pel (P1 KK dwitransitif)Ayah mengirimi saya uang.Presiden menganugerahi parapahlawan tanda jasa.(5) Kalimat Dasar Berpola S-P-O-KMereka mengadakan penelitian diluar kota.Para mahasiswa mengikuti KKN didaerah .
  34. 34. Jenis Kalimat Menurut Fungsinya Menurut fungsinya, kalimat dapat terbagi menjadi empat macam, yaitu kalimat pernyataan, kalimat pertanyaa, kalimat perintah dan kalimat seruan. Kalimat- kalimat tersebut dapat berbentuk positif ataupun negatif.1. Kalimat Pernyataan (Deklaratif) Bentuk kalimat ini dipakai jika seseorang ingin menyatakan sesuatu dengan lengkap kepada lawan bicaranya saat ia ingin menyampaikan informasi
  35. 35. 2. Kalimat pertanyaan (Interogatif) Kalimat ini digunakan jika seseorang ingin memperoleh informasi atau mencari tahu sesuatu. Kalimat ini sering menggunakan kata tanya, misalnya apa, bagaimana, di mana, mengapa dan kapan,3. Kalimat Perintah dan Permintaan (Imperatif) Kalimat ini digunakan untuk memberikan suatu perintah (menyuruh) atau melarang seseorang untuk berbuat sesuatu.4. Kalimat Seruan Kalimat ini digunakan untuk mengungkapkan perasaan yang mendadak
  36. 36. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang mempunyai kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pembaca atau pendengar seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis. Kalimat efektif mempunyai ciri-ciri kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan dan kelogisan bahasa.
  37. 37. KesepadananKesepadanan merupakan keseimbanganantara pikiran (gagasan) dan strukturbahasa yang dipakai. Kalimat yangsepadan adalah kalimat yang memilikikekompakan pikiran dan bahasanyaKeparalelanKeparalelan adalah kesamaan bentuk katayang digunakan dalam kalimat itu.Misalnya kalimat bentuk pertamamenggunakan verba, maka kalimat bentukkedua juga harus menggunakan verba.KetegasanKetegasan atau penekanan adalahsesuatu hal yang ditekankan pad aidepokok kalimat.
  38. 38. KehematanKehematan merupakan penggunaan kata, frase ataubentuk lain yang tidak berlebihan. Maksud daripenghematan tidaklah harus menghilangkan kata-katayang dapat menambah kejelasan kalimat, tetapipenghematan terhadap kata yang memang sebenarnyatidak diperlukan dalam kalimat tersebut.KecermatanSuatu kalimat tidak diperbolehkan memiliki arti gandaatau ambigu dan harus tepat dalam pemilihan katanya.Hal inilah yang disebut dengan kecermatanKepaduanKepaduan adalah kepaduan pernyataan dalam kalimatitu, sehingga informasi yag disampaikannya tidakterpecah-pecah, maka perlu dihindari kalimat yangpanjang dan bertele-tele.KelogisanKelogisan merupakan ide kalimat yang dapat diterimaoleh akal dan penulisannya sesuai dengan EYD.
  39. 39. PARAGRAF DEFINISI PARAGRAF : Menuangkan buah pikiran secara teratur dan terorganisasi kedalam sebuah tulisan sehingga pembaca dapat mengikuti dan memahami jalan pikiran seseorang, tidaklah mudah. Banyak orang fasih berbicara, namun kurang mampu menuangkan gagasannya secara tertulis. Kalaupun ahli- ahli bicara itu mampu menuliskan gagasannya dengan baik, biasanya hal ini terjadi sesudah melalui latihan yang intensif, baik secara formal maupun nonformal. Hal ini wajar karena kemampuan menulis merupakan hasil proses belajar dan ketekunan.
  40. 40. Paragraf merupakan inti penuangan buahpikiran dalam sebuah karangan. Dalamparagrap terkandung satu unit buah pikiranyang didukung oleh semua kalimat dalamparagraf tersebu mulai kalimat pengenal,kalimat utama atau kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup.Himpunan kalimat ini saling bertalian dalamsuatu rangkaian untuk membentuk sebuahgagasan.
  41. 41. SYARAT PARAGRAF Paragraf merupakan satu kesatuan pikiran yang dibangun dengan serangkaian kalimat. Satu kesatuan pikiran merupakan komponen isi dan satu rangkaian kalimat merupakan komponen bentuk paragraf. Satu kesatuan pikiran dan satu kesatuan bentuk merupakan tuntutan yang harus dipenuhi sebuah paragraf. Dalam sebuah paragraf harus memenuhi tuntutan koherensi dalam isi (coherencein meaning) dan kohesi (hubungan yang erat) dalam bentuk (cohesion in form)
  42. 42. Syarat KoherensiYang dimaksud dengan koherensi ialahkesatuan isi ataukepaduan maksud; koherensi paragraf ialahkepaduan isi paragraf.Paragraf yang tidak menunjukkan adanyakepaduan isi disebut paragrafyang tidak koheren.Demi terpenuhinya tuntutan koherensiparagraf, ada dua halpokok yang harus diperhatikan. Kedua halyang dimaksud ialah (1)kokohnya kalimat penjelas dalammenjelaskan ide pokok dan (2)logisnya urutan peristiwa, waktu, ruang atautempat, dan proses.
  43. 43. Syarat KohesiKohesi mengandung arti hubungan yangerat; perpaduan yang kokoh dan kohesifberarti padu. Jadi, paragraf yang baikdituntut untuk mempunyai hubunganantarkalimat yang erat, perpaduanantarkalimat yangkokoh.Untukmemperoleh :(a)Konjungsi,(b)Pronomina,(kata yang dipakai mengganti kt orang/benda = aku,engkau, dia)(c) Repetisi (latihan)(d) Sinonim (persamaan kata)(e) Hiponim (hub.antara spesifik dan maknagenerik)(f) Paralelisme (kemiripan)(g) Elipsasi
  44. 44. JENIS PARAGRAF Berdasarkan jenisnya, paragraf dapat dibedakan : (1) berdasarkan nalar atau letak kalimat topik,(2) berdasarkan teknik pengembangan, dan(3) berdasarkan fungsinya.
  45. 45. Paragraf BerdasarkanNalar Nalar atau logika secara singkat dapat diartikan jalan pikiran yang sesuai dengan akal; bernalar sama dengan berpikir logis. Penalaran sama dengan proses menggunakan nalar atau proses menggunakanpikiran secara logis. Secara umum dikenal paragraf deduktif, induktif, deduktif –induktif, dan dekriptif – naratif.
  46. 46. Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf mencakup dua hal:  Kemampuan memerinci secara maksimal gagasan utama alinea ke dalam gagasan-gagasan bawahan;  Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur.
  47. 47. KARANGAN Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.
  48. 48. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah :1. Narasi2. deskripsi3. eksposisi4. argumentasi5. persuasi.
  49. 49.  Karangan dapat dibedakan atas beberapa macam penggolongan (klasifikasi). Dapat dibedakan atas kararangan prosa dan karangan puisi. Dapat dibedakan atas karangan ilmiah dan non ilmiah. Dapat pula dibedakan atas karangan fiksi dan non fiksi. Dan masih bisa dibedakan atas penggolongan lain lagi; sesuai dengan kebutuhan pengarangnya.
  50. 50. Karangan Narasi Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan seseorang atau beberapa orang dengan beberapa kejadian atau peristiwa. Rangkaian kejadian atau peristiwa tersebut biasanya disusun berdasarkan urutan waktu (secara kronologi).
  51. 51. Isi karangan narasi dapat berupa faktaatau peristiwa yang dialami seseorangyang benar-benar terjadi juga dapatberupa khayalan juga rekaan.Berdasarkan hal tersebut karangannarasi dibagi menjadi dua bagian,yaitunarasi fiksi dan narasi nonfiksi. Narasifiksi meliputidongeng,hikayat,cerpen,roman ataunovel, sedangkan narasi nonfiksi meliputibiografi dan otobiografi.
  52. 52.  Meliahat uraian diatas dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa yang disebut adalah karangan yang menceritakan kehidupan seseorang atau beberapa orang dengan ciri-ciri karangannya sebagai berikut : a. harus ada tokoh b. harus ada dialog c. harus ada konflik.
  53. 53. Karangan Deskripsi Karangan deskripsi disebut karangan lukisan atau gambaran tentang sesuatu hal. Hal yang digambarkannya itu dapat berupa sifat, tingkah laku,keadaan tempat, keadaan perasaan seseorang dan lain-lain.
  54. 54.  Lukisan dalam deskripsi harus diusahakan sedemikian rupa agar pembaca seolah-olah melihat sendiri apa yang kita lukiskan tersebut. Berdasarkan hal tersebut diatas, deskripsi adalah sebuah karangan yang menggambarkan sesuatu hal berdasarkan pengalaman indera seseorang (pengalaman penglihatan,pendengaran,penciuman,per asaan). Dengan pengalaman inderanya tersebut seorang penulis akan dengan mudah menuangkan hal yang dilihat,didengar,dicium,dan dirasanya kedalam kalimat demi kalimat.
  55. 55. Karangan Eksposisi Karangan eksposisi adalah karangan yang berusaha menerangkan suatu hal , karangan eksposisi adalah karangan yang menjelaskan suatu prosesKarangan eksposisi disebut juga karangan paparan
  56. 56.  Berdasakan hal tersebut, yang ternasuk kedalam eksposisi yaitu : menguraikan taktik gerilya bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaa; menjelaskan tujuan didirikannya sebuah panti asuhan; menguraikan perkembangan dan peradilan manusia; memberikan petunjuk bagaimana cara membuat tahu dan lain-lain.
  57. 57. Karangan Argumentasi Karangan argumentasi disebut juga karangan alasan , untuk membuat karangan ini, penulis terlebih dahulu harus mengamati berbagai persoalan yang terjadi :
  58. 58.  Setelah pengamatan dilakukan timbulah sebuah opini atau pernyataan atas pengamatannya tersebut. Opini yang dimunculkan tersebut harus berlandaskan pada alasan-alasan yang logis dan rasional bahkan lengkapnya dengan pembuktian
  59. 59. Karangan Persuasi Karangan persuasi disebut juga karangan ajakan atau himbauan. Karangan ini oleh banyak orang digolongkan kedalam karangan argumentasi. Mengapa demikian? karena karangan persuasi memiliki cirri yang sama dengan argumentasi yaitu didahului oleh sebuah opini yang membedakannya dengan argumentasi yaitu pada bagian akhir ada sebuah kalimat ajakan atau himbauan, sedangkan argumentasi tidak demikian.
  60. 60. Tema,Topik,Judul Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan. Tema berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarmya yang akan ditulis atau diuraikan oleh penulis.
  61. 61. Syarat Tema yang Baik :1. Tema menarik perhatian penulis.Dapat membuat seorang penulis berusaha terus-menerusuntuk membuat tulisan atau karangan yang berkaitandengan tema tersebut.2. Tema dikenal/diketahui dengan baik.Maksudnya pengetahuan umum yang berhubungan dengantema tersebut sudah dimilki oleh penulis supaya lebihmudah dalam penulisan tulisan/karangan.3. Bahan-bahannya dapat diperoleh.Sebuh tema yang baik harus dapat dipikirkan apakahbahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bilacukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapatmemperolehnya kemudian mempelajari dan menguasaisepenuhnya.4. Tema dibatasi ruang lingkupnya.Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin belumcukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebihbijaksana kalau dibatasi ruang lingkupnya.
  62. 62. tema dapat dikesan melalui: 1. Perwatakan watak-watak dalam sesebuah cerita. 2. Peristiwa,kisah,suasana dan unsur lain seperti nilai- nilai kemanusian dan kemasyarakatan yang terdapat dalam cerita. 3. Persoalan-persoalan yang disungguhkan dan kemudian mendapatkan pokok persoalannya secara keseluruhan. 4. Plot cerita.
  63. 63. Topik Pengertian Topik: Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
  64. 64.  Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan mempergunakan cara sebagai berikut: 1.Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral. 2.Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi. 3.Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih. 4.Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak. Topik karangan merupakan jawaban atas pertanyaan “Masalah apa yang akan ditulis? dan hendak menulis tentang apa?” Ciri topik → permasalahannya yang bersifat umum dan belum terurai
  65. 65. Judul Pengertian Judul : Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan
  66. 66.  Syarat-syarat pembuatan judul : 1. Harus relevan, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut. 2. Harus provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan. 3. Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangklaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata.
  67. 67.  Judul terbagi menjadi dua,yaitu : 1.Judul langsung : Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas. 2.Judul tak langsung : Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.
  68. 68.  Fungsi Judul 1. Merupakan identitas/cermin dari jiwa seluruh karya tulis 2. Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membacanya atau untuk mempelajari isinya. 3. Merupakan gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya. 4. Relevan dengan isi seluruh naskah, masalah maksud,dan tujunnya

×