1
PENERAPAN METODE DISKUSI BERKOLABORASI MUSIK UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MAPEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
(Studi P...
A. Pendahuluan
Abad ke-21 adalah abad yang dilandasi oleh konsep Universal Giftedness. Dikatakan demikian,
karena abad ini...
berenang, si kelinci ini pun tak pernah lagi dapat berlari secepat sebelumnya padahal itu karakter
kelinci sebagai ahli be...
psikologi menyebutkan bahwa istilah kecerdasan juga menyangkut kemampuan untuk memecahkan
masalah secara relatif lebih cep...
dibuat senyaman mungkin agar siswa tidak cepat bosan dengan situasi diskusi yang mungkin dapat
berjalan monoton. Diharapka...
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran diskusi kelompok kecil adalah
pembelajaran yang dilakuk...
b. Pengelompokan para siswa dalam pengajaran beregu senantiasa bersifat fleksibel dengan
mempertimbangkan faktor besarnya ...
kerja sama antar anggota kelompok dengan cara menangani dengan suatu proyek (Praktek mengajar
di rekam oleh vidio).
Kelebi...
d. Proses dan prestasi belajar yang diperoleh dari diskusi kelompok lebih kaya dan komprehensif.
Siswa memperoleh kesempat...
produktif dan yang kurang produktif dengan memberikan dorongan pada kelompok yang kurang
produktif.
e. Laporan setiap kelo...
Dalam banyak hal, pembahasan sering menyimpang dari pokok permasalahan, apalagi bila ada siswa
yang mementingkan pendapatn...
d. Musik meningkatkan metabolisme tubuh
e. Musik mengurangi stress dan rasa sakit
f. Musik meningkatkan kecepatan penyembu...
1. Flight of the bumble bee Nicholas rimsky korsakof.
2. Theme tune from mission imposible
3. Everyday is a winding road S...
4. The four seasons anthonio vivaldi
5. Water musik george friedrich handel
f. Musik untuk membantu dan mengarahkan visual...
i. Musik untuk konser aktif
Konser aktif adalah satu aplikasi khusus musik dalam membantu proses pembelajaran dalam metode...
Memang kadang-kadang anak seringkali dihadapkan kepada kenyataan yang kurang adil. Si A selalu
belajar dengan tekun tiap h...
Sesuai dengan tuntunan agama Islam, setiap berusaha hendaklah jangan lupa memohon kepada allah
swt. Begitu juga ketika bel...
tentu rasa ingin tentu rasa ingin tahu itu harus dibatasi kepada masalah-masalah. Yang positif dan ada
kaitanya dengan kep...
bertanya pada gurunya. Padahal sikap yang demikian perlu dibuang jauh-jauh dari diri anak.
11. Meningkatkan Rasa Percaya D...
3. Kecerdasan Spasial
Kemampuan mempersepsi dunia spasial-visual secara akurat dan mentransformasikan persepsi dunia
spasi...
Kemampuan untuk memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut.
Kecerdasan ini meliputi kemampuan diri...
2) Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Authentic Assesment.
d. Peningakatan prestasi belajar dengan metode diskusi...
kelemahan di dalamnya, tetapi minimal, metode ini perlu juga diujicobakan oleh setiap guru. Bisa
jadi metode ini sangat se...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

1

423 views
301 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
423
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

1

  1. 1. 1 PENERAPAN METODE DISKUSI BERKOLABORASI MUSIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MAPEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Pengembangan Mata Diklat Model-model Pembelajaran pada Diklat Guru PAI Madrasah Tsanawiyah di Balai Diklat Keagamaan Surabaya) Oleh : Drs. Badarman, MA (Widyaiswara Madya BDK Surabaya) ABSTRAK Kecerdasan bukanlah merupakan bakat atau sengaja dilahirkan. Kecerdasan ternyata dapat ditumbuhkembangkan melalui banyak cara. Salah satunya adalah dengan proses pembelajaran yang dibantu dengan dengan musik. Dalam konteks ini bukan musiknya yang membuat kecerdasan seseorang bertambah, melainkan musik dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang membantu seseorang meningkatkan kecerdasannya. Di sisi lain, semakin banyak siswa menggunakan waktu latihan dalam belajar Agama Islam, diprediksi akan semakin mampu memahami soal-soal dan cara penyelesaian yang tepat, sebaliknya ketiadaan waktu yang cukup akan menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah atau soal-soal Pendidikan Agama Islam yang dihadapai. Pemecahan masalah ini dapat dilakukan melalui penerapan metode diskusi kelompok yang dilakukan dengan kolaborasi musik di dalamnya. Secara konseptual, metode pembelajaran diskusi ini memiliki relevansi dengan karakteristik bidang studi Pendidikan Agama Islam yang lebih menekankan pada ketrampilan memecahkan masalah baik secara individual maupun kolaboratif. Suasanan diskusi dibuat senyaman mungkin agar siswa tidak cepat bosan dengan situasi diskusi yang mungkin dapat berjalan monoton. Diharapkan metode diskusi yang berkolaborasi dengan musik ini dapat menghindarkan siswa didik dari kebosanan. Hal ini semakin menunjukkan adanya keterkaitan yang erat antara musik dengan pembelajaran. Kata Kunci: Metode Diskusi, Kolaborasi Musik 2
  2. 2. A. Pendahuluan Abad ke-21 adalah abad yang dilandasi oleh konsep Universal Giftedness. Dikatakan demikian, karena abad ini mempunyai kemungkinan menciptakan peradaban yang dihuni oleh masyarakat terdiri dari individu-individu yang memiliki Unlimited Capasity dalam mencapai perwujudan sifat yang baik maupun kecerdasan dan ketekunan mengatasi masalah. Perubahan di era global bukan terjadi di hitungan hari tetapi sudah terjadi pada hitungan jam atau detik. Untuk menghadapi era ketidakpastian, diperlukan orang-orang yang cerdas dan dapat menggunakan kecerdasannya dengan cara mengoptimalkan potensi dan kapasitas otaknya untuk mencerna dan membuat preventif action plan agar dapat merubah lingkungan masing-masing menuju kepribadian yang paripurna, dengan memanfaatkan segala jenis kecerdasan. (Hernowo, 2004: 20) Teori pendidikan terus berkembang dan tampaknya semakin cenderung menghadapi anak apa adanya dan mempercayai bahwa anak lahir bersama potensi dirinya. Ketika pada tahun 1900 Alfred Binet psikologi asal Prancis- mengembangkan sebuah tes standar penilaian kecerdasan intelektual yang kemudian dikenal dengan tes IQ, dunia mengakuinya sebagai satu-satunya tes kecerdasar yang obyektif. Ada sebuah cerita yang mungkin akan membuat kita lebih mudah memahami teori multiple intelligences (MI), dahulu kala terbitlah sebuah kabar yang menggegerkan langit dan bumi. Kabar itu berasal dari dunia binatang, menurut cerita para binatang besar ingin membuat sekolah untuk para binatang kecil. Mereka, para binatang besar itu memutuskan untuk membuat sekolah memanjat, terbang, berlari, berenang dan menggali. Anehnya mereka tidak dapat mengambil kata sepakat tentang subyek mana yang paling penting. Mereka akhirnya memutuskan agar semua murid mengikuti kurikulum yang sama. Jadi setiap murid harus ikut mata pelajaran memanjat, terbang, berlari, berenang maupun menggali. Masalah mulai timbul ketika seekor kelinci mulai tenggelam saat mengikuti kelas berenang, dan pengalaman mengikuti kelas berenang itu ternyata mengguncang batinnya. Lama kelamaan karena sibuk mengurusi pelajaran 3
  3. 3. berenang, si kelinci ini pun tak pernah lagi dapat berlari secepat sebelumnya padahal itu karakter kelinci sebagai ahli berlari. (Hernowo, 2004: 21) Ilustrasi diatas memberikan suatu bukti empirik bahwa tidak mudah bagi anak untuk bisa menonjol dalam semua cabang ilmu pengetahuan yang ia pelajari. Tetapi sangat mudah bagi anak untuk menonjolkan dalam mata pelajaran yang disenanginya. Sedang mata pelajaran yang tidak disukai, maka kemungkinan untuk dikuasai sangatlah kecil. Dengan demikian, studi yang menjadi kecenderungannya akan sesuai dengan minatnya, sesuai dengan kecenderungan, pembawaan dan pandangannya. Dari cerita di atas, penulis ingin memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi dalam kehidupan seorang anak yang memiliki cara belajar unik dan complecated. Gambaran ini diperlukan agar sekolah tidak menjadi terdakwa bagi kasus-kasus keterputusan anak didik dengan potensi yang sesungguhnya dimiliki. Sekolah dapat dikatakan sebagai pemisah seseorang dengan potensi sejati mereka, apabila tidak memperhatikan secara serius keunikan cara belajar anak didiknya. Selama ini, masyarakat masih beranggapan bahwa kecerdasan itu dapat diukur secara obyektif dan dapat dinyatakan dalam satu angka atau Intelegensia Quession (IQ). Selama ini IQ dipercaya dapat menentukan kesuksesan seorang. Hal ini karena IQ dianggap sebagai ukuran standar kecerdasan seseorang. Menurut Howard (2003: 22) kecerdasan berkaitan dengan kapasitas untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang kondusif dan alamiah. Sehingga orang cerdas dapat didefinisikan sebagai seseorang yang mempunyai kapasitas untuk memahami informasi, menyimpulkan fakta dan menyampaikan pengetahuan Ketika ada anak sekolah yang mendapat rangking satu di sekolahnya maka orang tua, guru, dan masyarakat menganggap bahwa si anak itu disebut dengan anak yang cerdas. Begitu sebaliknya, anak yang mendapat rangking dari belakang di sebut anak yang bodoh. Fenomena ini sudah terlanjur melembaga dalam masyarakat kita. Itulah sebabnya, masyarakat begitu bangga untuk memperlihatkan hasil prestasi anaknya yang menduduki rangking atas, tetapi akan mudah memvonis anak lainnya yang mendapatkan rangking rendah. Persoalan ini secara psikologis jelas mengganggu perkembangan kejiwaan anak. Padahal kecerdasan tidak hanya berkaitan dengan rangking dikelas, melainkan juga hal lain. Banyak penelitian 4
  4. 4. psikologi menyebutkan bahwa istilah kecerdasan juga menyangkut kemampuan untuk memecahkan masalah secara relatif lebih cepat dibandingkan usia biologisnya (Yunanto, 2004: 12). Menurut Gardner (2003: 36) kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk dapat menyelesaikan masalah dan menciptakan produk. Menurutnya, ada delapan jenis kecerdasan, yakni; 1) kecerdasan linguistic, 2) kecerdasan logika-matematika, 3) kecerdasan spasial visual, 40 kecerdasan musik, 5) kecerdasan gerakan badan, 6) kecerdasan interpersonal, 7) kecerdasan intrapersonal, dan 8) kecerdasan naturalis. Secara empirik, kecerdasan bukanlah merupakan bakat atau sengaja dilahirkan. Kecerdasan ternyata dapat ditumbuhkembangkan melalui banyak cara. Salah satunya adalah dengan proses pembelajaran yang dibantu dengan dengan musik. Dalam konteks ini bukan musiknya yang membuat kecerdasan seseorang bertambah, melainkan musik dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang membantu seseorang meningkatkan kecerdasannya. Mengapa harus dengan musik? Musik dapat berfungsi untuk; 1) meningkatkan energi otot; 2) meningkatkan energi sel tubuh; 3) memengaruhi detak jantung; 4) meningkatkan metabolisme tubuh; 5) mengurangi stress dan rasa sakit; 6) meningkatkan kecepatan penyembuhan dan pemulihan pasien operasi; 7) mengurangi rasa lelah dan mengantuk; 8) membantu meningkatkan kondisi emosi kearah yang lebih baik; dan 9) merangsang kreativitas, kepekaan dan kemampuan berpikir Berdasarkan fungsi musik sebagaimana disebutkan di atas, maka pemanfaatan musik untuk menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran. Di sisi lain, semakin banyak siswa menggunakan waktu latihan dalam belajar Agama Islam, diprediksi akan semakin mampu memahami soal-soal dan cara penyelesaian yang tepat, sebaliknya ketiadaan waktu yang cukup akan menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah atau soal-soal Pendidikan Agama Islam yang dihadapai. Pemecahan masalah ini dapat dilakukan melalui penerapan metode diskusi kelompok yang dilakukan dengan kolaborasi musik di dalamnya. Secara konseptual, metode pembelajaran diskusi ini memiliki relevansi dengan karakteristik bidang studi Pendidikan Agama Islam yang lebih menekankan pada ketrampilan memecahkan masalah baik secara individual maupun kolaboratif. Hal ini dimaksudkan agar suasana diskusi dapat berjalan dengan baik, rileks, dan memunculkan semangat untuk bersama memecahkan masalah. Suasanan diskusi 5
  5. 5. dibuat senyaman mungkin agar siswa tidak cepat bosan dengan situasi diskusi yang mungkin dapat berjalan monoton. Diharapkan metode diskusi yang berkolaborasi dengan musik ini dapat menghindarkan siswa didik dari kebosanan Dua hal dia atas, semakin menunjukkan adanya keterkaitan yang erat antara musik dengan pembelajaran. B. Kajian dan Pembahasan 1. Metode diskusi Metode diskusi merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk mengaktifkan siswa. Metode diskusi ini biasanya berjalan dalam jumlah kelompok kecil agar setiap siswa dapat berkonsentrasi terhadap materi yang didiskusikan. Secara bersama, setiap siswa berusaha memecahkan persoalan yang diberikan oleh guru. Model mengajar kelompok lebih menekankan aktivitas belajar siswa secara bersama-sama dalam kelompok, sehingga mengembangkan hubungan sosial dalam pemecahan masalah belajar. Tumpuan kegiatan belajar ada pada metode diskusi, kerja kelompok dengan metode penunjangnya ceramah dan tugas. Menurut Robert (dalam Roestiyah, 2001: 15) pembelajaran diskusi kelompok kecil adalah pembelajaran yang dilakukan kelompok siswa yang berjumlah kecil yang diorganisir untuk kepentingan belajar. Keberhasilan diskusi kelompok kecil menuntut kegiatan kooperatif dari beberapa individu tersebut. Penggunaan teknik kerja kelompok untuk mengajar mempunyai tujuan agar siswa mampu belajar seperti teman yang lain dalam mencapai tujuan bersama. Roestiyah (2001: 15) berpendapat bahwa pembelajaran diskusi kelompok kecil adalah pembelajaran terhadap siswa secara berkelompok terdiri dari 5 (lima) sampai 7 (tujuh) siswa. Mereka bekerjasama dalam memecahkan masalah, atau melaksanakan tugas tertentu, dan berusaha mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan oleh guru. Johnson dan Johnson dalam Jamaludin (2001 : 48) mengaplikasikan dalam konteks belajar bersama (Peer Group) mengantar siswa menuju prestasi yang lebih baik, hubungan antar murid dan sekolah lebih baik, kondisi psikologis yang lebih positif dan lingkungan belajar dengan sekolah yang lebih konstruktif. 6
  6. 6. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran diskusi kelompok kecil adalah pembelajaran yang dilakukan terhadap siswa dibagi dalam beberapa kelompok dari satu kelas agar dapat bekerjasama dan memecahkan suatu masalah. Pada tataran praktek, pembelajaran diskusi kelompok kecil dapat dilaksanakan didalam maupun diluar kelas. Secara teknis, jumlah siswa dalam satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan setiap kelompok dberi suatu permasalahan yang telah ditetapkan oleh guru. Selanjutnya siswa mengorganisasikan sendiri kerja didalam kelompoknya. Setiap individu menerima peran dan tugas masing-masing, sekretaris (penulis) dan anggota kelompok, bahkan ada kalanya tugas yang diberikan guru dibagi lagi kedalam tugas-tugas khusus keseluruh anggota kelompok. Mereka mendiskusikan materi pembelajaran. Sebagai persiapan presentasi di kelas secara umum. Penampilan dari setiap kelompok dievaluasi oleh kelompok yang lain dan guru, kemudian menarik kesimpulan bersama-sama (guru dan siswa). Diskusi adalah suatu percakapan ilmiah oleh beberapa yang tergabung dalam satu kelompok untuk saling bertukar pendapat tentang sesuatu masalah atau bersama-sama mencari pemecahan untuk mendapatkan jawaban dan kebenaran atas suatu masalah. Metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan pembicaraan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau penyusun berbagai alternatif pemecahan atas sesuatu masalah (Suryosubroto, 1997: 179). 2. Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Diskusi kelompok Dalam penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode diskusi kelompok kecil ini, terjadi interaksi sosial antar siswa dan antar kelompok, oleh sebab itu dengan model pembelajaran ini kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Pengelompokan siswa dibuat atas dasar pertimbangan tertentu. Selain otonomi individu kebebasan dan tanggung jawab belajar, pola interaksi antar subyek dalam pembelajaran diskusi kelompok kecil berlangsung secara intensif, hal ini dijelaskan oleh Hamalik (2001 ; 108) menjelaskan bahwa proses pengajaran beregu meliputi beberapa kegiatan antara lain : a. Pengambilan keputusan oleh kelompok sangat penting, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun untuk mengatasi konflik didalam kelompok itu; 7
  7. 7. b. Pengelompokan para siswa dalam pengajaran beregu senantiasa bersifat fleksibel dengan mempertimbangkan faktor besarnya kelompok dan faktor diversitas dalam kelompok. Struktur pengelompokan terdiri dari tiga jenjang, yakni kelompok besar, kelompok medium dan diskusi kelompok kecil. Diskusi kelompok kecil sangat perlu bila pelajaran membutuhkan interaksi siswa. c. Pengawasan terhadap siswa sangat diperlukan karena para siswa melakukan bermacam-macam kegiatan instruksional dan sering timbul konflik di antara mereka. Hal yang sama juga dijelaskan oleh Derek Rowntree dan Sudjarwo (1989: 157) tentang pentingnya pola interaksi multiarah dalam pembelajaran diskusi kelompok kecil. Secara teoritik peran guru dalam pembelajaran diskusi kelompok kecil adalah sebagai, (1) Organisator kegiatan belajar mengajar, (2) Sumber informasi bagi siswa, (3) Pendorong bagi siswa, (4) Penyediaan materi dan kesempatan bagi siswa, (5) Orang yang mendiaknosa kesulitan siswa dan memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya, (6) Beserta kegiatan yang mempuyai hak dan kewajiban yang sama dengan siswa yang lainnya, yang berarti guru ikut serta menyumbangkan pendapatnya untuk memecahkan masalah. Berdasar pada berbagai pandangan di atas, dapat dikatakan bahwa pembelajaran diskusi kelompok kecil adalah suatu teknik pembelajaran dimana siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok belajar. Setiap kelompok kemudian diberikan masalah untuk mendiskusikan dan mencari solusi pemecahan secara bersama-sama dan kemudian hasilnya dilaporkan seluruh anggota. Sudjarwo (1989 : 158) mengemukakan tentang teknik dan sumber belajar yang digunakan dalam diskusi kelompok kecil adalah (1) Buzz) Sesion (Diskusi singkat) adalah kesempatan yang di peroleh siswa untuk diskusi singkat sambil pelajaran berjalan, sedangkan sumber belajar adalah materi pelajaran yang dikemukakan sebelumnya, (2) Controlled discussion ( Diskusi dibawah kontrol guru ) adalah pertayaan dan komentar yang relevan dengan topik bahasan, sumber belajar adalah: bab dari suatu buku, materi dari program audio visual, atau masalah praktek laboratorium (3) Tutorial adalah belajar dengan guru pembimbing, sumber belajarnya adalah masalah yang di temui dalam belajar harian, sedangkan sumber belajarnya bisa dari bab suatu buku, (4) Team Project (tim proyek) suatu pendekatan 8
  8. 8. kerja sama antar anggota kelompok dengan cara menangani dengan suatu proyek (Praktek mengajar di rekam oleh vidio). Kelebihan dalam belajar diskusi kelompok kecil menurut Sudjarwo (2001: 159) adalah membina, (meningkatkan kemampuan kerja sama ), sangat cocok untuk belajar aspek kognitif tingkat tinggi, meningkatkan ketrampilan berpikir secara kreatif, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan dapat mengembangkan aspek efektif. Sedangkan kelemahan belajar diskusi kelompok kecil adalah sulit dalam mengatur organisasinya, banyak timbul karena para anggota yang belum menguasai atau belum mempelajari sumber belajar yang tersedia, maka proses belajarnya akan tersendat-sendat, dan dalam penggolongan tidak efektif, mengakibatkan efesien dalam penggunaan waktu. Dalam konteks ini, Sudjana (1996; 86) mengatakan bahwa model mengajar kelompok lebih menekankan aktivitas belajar secara bersama dalam kelompok sehingga mengembangkan hubungan sosial dalam pemecahan masalah belajar. Tumpuan kegiatan belajar ada pada metode diskusi, kerja kelompok dengan metode penunjangnya ceramah dan tugas. Interaksi sosial siswa terjadi dalam kelompoknya dan antar kelompok. Oleh sebab itu dalam model mengajar ini kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Pengelompokan siswa dibuat atas dasar pertimbangan-pertimbangan tertentu yang antara lain : a. Siswa sebagai individu memiliki kemampuan yang berbeda satu sama lain. Perbedaan ini harus diupayakan agar tidak menimbulkan efek psikologis bagi siswa yang prestasinya rendah. Melalui belajar kelompok diharapkan perbedaan kemampuan dan prestasi yang dicapainya bisa ditingkatkan sebab dapat memperoleh informasi dari kelompoknya. Ia bisa belajar dari teman sekelompoknya b. Siswa sebagai makhluk sosial memiliki dorongan yang kuat untuk menampilkan keakuannya didepan orang lain, dan memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Melalui diskusi kelompok, keakuan dan kebutuhan tersebut dapat disalurkan bahkan diarahkan kepada kreatifitas belajar sesuai dengan kapasitasnya. c. Tidak semua masalah belajar dapat dipecahkan sendiri, sehingga dibutuhkan bantuan dan pendapat orang lain. Pemecahan masalah oleh banyak orang akan lebih tepat dan akurat dibandingkan dengan pendapat sendiri. 9
  9. 9. d. Proses dan prestasi belajar yang diperoleh dari diskusi kelompok lebih kaya dan komprehensif. Siswa memperoleh kesempatan untuk belajar berbicara mengemukakan pendapatnya, belajar menghargai pendapat orang lain, toleransi sosial, keberanian berbicara menanggapi pendapat orang lain dan belajar dasar-dasar berorganisasi. e. Penggunaan diskusi kelompok dapat dilakukan didalam kelas atau diluar kelas untuk mengerjakan tugas sekolah. Dengan demikian bisa membantu para siswa menyelesaikan tugas dan tuntutan belajarnya. 3. Langkah Penerapam Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Diskusi kelompok Menurut Sudjana (2001 : 87) memberikan langkah dan prosedur yang ditempuh dalam model mengajar interaksi kelompok : a. Berdasarkan tujuan dan bahan yang telah dipersiapkan sebelumnya, guru menjelaskan pokokpokok bahan pengajaran secara umum sampai selesai disertai kesempatan tanya jawab dan mencatat bahan tersebut. b. Dari bahan yang telah dijelaskan diangkat beberapa permasalahan dalam bentuk pertanyaan problematis yakni pertanyaan yang memungkinkan adanya jawaban lebih dari satu. Misalnya pertanyaan mengapa, bagaimana, dan pertanyaan lain yang sejenis. Tentukan dan jelaskan garis besar jawaban yang diminta dan disediakan sumber yang harus digunakan dalam menjawab pertanyaan, misalnya : buku pelajaran, majalah atau klipping, model-model dan alat peraga yang relefan, grafik, bagan dan data lain yang diperlukan. c. Bentuk kelompok siswa sesuai dengan jumlah masalah yang ditemukan pada langkah kedua, dengan menentukan ketua kelompok, penulis, dan kalau perlu juru bicara dan dijelaskan tugas kelompok dalam suatu tugas belajar untuk memecahkan masalah. d. Siswa melakukan kerja kelompok sesuai dengan masalahnya dan guru memantau kegiatan belajar kelompok dengan memberikan bantuan dan bimbingan kepada setiap kelompok secara bergiliran agar kegiatan belajar lebih terarah dan lebih produktif. Dengan mencatat kejadian dalam setiap kelompok dan membahas didepan sebagai perbaikan belajar selanjutnya. Guru hendaknya mengevaluasi kegiatan kelompok agar menemukan kelompok yang mana yang 10
  10. 10. produktif dan yang kurang produktif dengan memberikan dorongan pada kelompok yang kurang produktif. e. Laporan setiap kelompok dan tanya jawab antar kelompok dan antar siswa. Sebelum kelompok melaporkan guru menjelaskan tata tertib diskusi kelas. Setiap siswa diminta memperhatikan penjelasan kelompok yang dilaporkan oleh setiap kelompok. Dan kelompok lain menanggapi secara bergiliran. f. Setelah selesai laporan kelompok setiap kelompok memperbaiki dan menyempurnakan hasil kerjanya berdasarkan saran dan tanggapan dari kelompok lain, selaigus mencatat hasil kelompoknya maupun hasil kelompok lain. g. Guru menarik kesimpulan dari hasil kerja kelompok, sekaligus merangkum jawaban masalah yang telah dibahas oleh semua kelompok. para siswa diberi kesempatan bertanya dan mencatat kesimpulan guru. h. Akhiri pelajaran dengan memberikan pekerjaan rumah berkenaan dengan bahan yang telah dibahas dan didiskusikan oleh siswa. Ginnis (1991 ; 147) mengemukakan bahwa kelompok yang berhasil itu menjalankan karyanya atas suatu fakta secara mendasar. Setiap siswa dalam kelompok diskusi merupakan kumpulan kepribadian yang saling melengkapi. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa keberhasilan model mengajar diskusi kelompok kecil sangat bergantung pada masalah yang diangkat oleh guru untuk didiskusikan oleh siswa. Masalah harus bersumber dari bahan pengajaran agar relevan dengan tujuan instruksional sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Faktor lain yang menentukan adalah pengendalian waktu untuk setiap tahap kegiatan belajar. guru harus cermat dalam menetapkan waktu untuk melaksanakan kegiatan belajar siswa. Disamping itu keberhasilan diskusi kelompok kecil tergantung pada aktivitas siswa dalam belajar. Sebagaimana ini diungkapkan oleh Sardiman (2001; 93) bahwa pada prinsipnya belajar adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas, itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asas dalam inetraksi belajar mengajar. Kelemahan yang sering terjadi dalam diskusi kelompok adalah tidak semua siswa turut serta menyumbangkan pendapatnya. 11
  11. 11. Dalam banyak hal, pembahasan sering menyimpang dari pokok permasalahan, apalagi bila ada siswa yang mementingkan pendapatnya, kekurangan waktu, siswa kurang memperhatikan manakala kelompok sedang memberikan laporan atau penjelasan hasil diskusinya, kelompok kurang menanggapi hasil kerja kelompok lain karena lebih memusatkan perhatian kepada tugas kelompoknya. Kalaupun bertanya sekedar memenuhi atau mengisi kekosongan diskusi. 4. Pengaruh Musik pada Pikiran dan Tubuh Sejarah musik dalam peradaban manusia sudah sangat tua, setua usia peradaban itu sendiri. Musik merupakan satu aspek penting dalam hidup manusia dan respons kita terhadap musik, tampaknya sudah terukir dalam otak kita sejak lahir. Dalam buku Music, Mind and Brain, Manfred Clynes (dalam Gunawan, 2003: 254) menjelaskan bagaimana musik dapat mempengaruhi seluruh aktivitas otak. Struktur musik yang harmanis, kualitas interval, timbre, pola nada dan tempo diproses di otak kanan kita. Sedangkan perubahan yang cepat seperti pada perubahan volume suara, penataan nada suara yang akurat dan lirik, diproses oleh otak kiri kita. Pengaruh musik juga dapat kita rasakan pada detak jantung kita. Saat kita mendengarkan musik, saat otak memproses apa yang kita dengar, detak jantung kita cenderung mengikuti atau sinkron dengan kecepatan musik itu (bit per menit). Hal ini menjelaskan mengapa saat kita mendengarkan musik dengan tempo yang tinggi, detak jantung kita meningkat, kita menjadi semangat. Saat kita mendengar musik dengan tempo (bit per menit) yang rendah, misalnya sekitar 55-70 bpm, detak jantung akan melambat dan kita akan menjadi rileks. Perspektif lain dikemukakan oleh Jean Houston (dalam Gunawan, 2003) bahwa tubuh pada level molekul, bergetar pada panjang gelombang yang tetap dan stabil. Musik mempunyai getaran atau frekuensi. Saat kita mendengarkan musik, frekuensi musik ini bisa beresonasi atau bertentangan dengan frekuensi tubuh kita. Saat terjadi kesamaan frekuensi, kita akan merasa nyaman, kita dapat belajar dengan baik dan kita berada pada keadaan rileks tapi tetap waspada. Pengaruh yang dapat ditimbulkan musik adalah: a. Musik meningkatkan energi otot b. Musik meningkatkan energi sel tubuh c. Musik mempengaruhi detak jantung 12
  12. 12. d. Musik meningkatkan metabolisme tubuh e. Musik mengurangi stress dan rasa sakit f. Musik meningkatkan kecepatan penyembuhan dan pemulihan pasien operasi g. Musik mengurangi rasa lelah dan mengantuk h. Musik membantu meningkatkan kondisi emosi kearah yang lebih baik i. Musik merangsang kreativitas, kepekaan dan kemampuan berpikir Pembelajaran dengan menggunakan musik dapat dilakukan dengan memanfaatkan musik dalam berbagai bentuk. Misalnya, a) Musik sebagai pembukaan belajar, b) Musik sebagai pembatas waktu, c) Musik untuk memperbaiki dan meningkatkan mood, d) Musik untuk relaksasi, e) Musik untuk membantu dan mengarahkan visualisasi, f) Musik untuk membantu diskusi, g) Musik untuk memperkuat tema, h) Musik untuk konser aktif, i) Musik untuk konser pasif, j) Mu-sik untuk konser kombinasi, k) Musik menemani kegiatan fisik untuk membantu sinkronisasi otak, dan l) Musik untuk penutup. 5. Manfaat musik dalam proses pembelajaran. Manfaat musik sebenarnya sangat bergantung pada cara kita menggunakanya. Kapan dan jenis musiknya. Berikut adalah l0 cara anda bisa menggunakan musik, dalam hubunganya dengan proses pembelajaran. a. Musik sebagai pembukaan Musik yang tepat bila digunakan pada waktu yang sesuai akan sangat membantu mempengaruhi mood dan atmosfir belajar. Contoh musik : 1. Sonata For Two Pianos In D wolfgang Amadeus Mozart 2. Paganini for two nicolo paganini (performers :saham and sollschers) 3. The universal (The Great Escape) blur b. Musik Sebagai Pembatas Anda dapat menggunakan musik untuk mentapkan waktu, bagi murid anda, misalnya anda memberikan tugas dan berkata kepada murid anda, kalian hanya punya waktu sepanjang musik ini. Sambil berpasangan dengan teman kalian, coba pikirkan sebanyak mungkin hal yang berhubungan dengan materi yang kita pelajari minggu lalu. Musik ini panjangnya tiga menit. Begitu musik ini selesai, kalian sudah harus menyelesaikan tugas yang diberikan” Contoh musik: 13
  13. 13. 1. Flight of the bumble bee Nicholas rimsky korsakof. 2. Theme tune from mission imposible 3. Everyday is a winding road Sheryl crow c. Musik untuk memperbaiki dan meningkatkan mood Musik dapat anda gunakan untuk membuat perubahan mood dan suasana dikelas merayakan suatu keberhasilan, maka yang terjadi adalah perasaan, emosi, sukses, kegembiraan, mood dan atmosfir positif yang saat itu sedang berlangsung dikelas dijangkarkan pada musik. Contoh musik: 1. The hallelujah chorus (messiah) george friedrich handel 2. Tubthumping chumbawamba 3. Greatest hist gipsy kings d. Musik untuk membangkitkan semangat dan energi. Saat anda melihat suasana kelas yang agak menurun, murid sudah mulai terlihat mangantuk, bosan atau letih, mainkan musik dengan tempo yang tinggi sambil melakukan gerak badan atau brain gym. Lakukan ini selama 1-2 menit saja. Yang penting selain musiknya semangat, murid juga diminta untuk bergerak dengan semangat dan anthusias. Ini akan memperlancar sirkulasi darah ke otak sehingga badan akan terasa lebih segar. 1. Sonata in C major (K. 338) wolgang amadeus Mozart (whistle while you work) 2. Walking in the sun usura/datura (heart attack 5) 3. The final count down Europe e. Musik Untuk Relaksasi Bila anda ingin murid rileks setelah selesai mengerjakan tugas yang membutuhkan pemikiran yang dalam dan barat, atau sebelum anda meberikan tugas kepada kelas untuk mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan kreativitas, mainkan musik yang temponya lambat. Anda bisa memainkan musik dengan tempo sekitar 40-55 bit per menit, atau 55-70 bit permenit. Contoh musik : 1. Nocturne in E flat major Frederic chopin 2. Pachelbels canon in d (from the motion picture) 3. Symphony no 6 ludwig van Beethoven 14
  14. 14. 4. The four seasons anthonio vivaldi 5. Water musik george friedrich handel f. Musik untuk membantu dan mengarahkan visualisasi Musik yang tepat dapat sangat membantu melakukan visualisasi seperti yang saya ulas pada bab terdahulu. Musik ini akan menjadi musik latar belakang untuk membantu proses relaksasi dan membantu anak dalam melakukan visualisasi. Contoh musik : 1. Air (Suite for orchestra no 3) johan Sebastian bach 2. Symphonies no 94, 100 dan 101 franz joseph haydin 3. Clarinet quintet in A wolfgang Amadeus mozart g. Musik untuk membantu diskusi Saat melakukan diskusi, mainkan musik sebagai latar belakang. Peran musik disini adalah untuk menciptakan atmosfir yang mendukung proses diskusi itu. Saat diskusi baru dimulai, mainkan musik dengan volume yang agak keras hal ini memaksa peserta diskusi untuk berbicara dengan suara keras. Ini akan sangat berguna untuk menyiasati mereka yang pemalu dan tidak berani berbicara dengan suara keras. Setelah diskusi berlangsung pada level suara yang anda inginkan, turunkan volume musik. Contoh musik : 1. Galaxie gypsy kings 2. Allegria gypsy kings 3. Life Is Rollercoaster Ronan Keating h. Musik untuk memperkuat tema Bila materi pembelajaran dikemas dalam suatu tema, musik dengan tema yang sama atau serupa akan sangat membantu meperkuat tema tersebut. Yang paling mudah digunakan adalah musik yang berasal dari tema film. Contoh musik : 1. The whole new world theme songs from alladin 2. We are the champion queen 3. We are the world 4. What a wonderful world 15
  15. 15. i. Musik untuk konser aktif Konser aktif adalah satu aplikasi khusus musik dalam membantu proses pembelajaran dalam metode accelerated learning. Dalam teknik ini, guru membacakan informasi kepada murid dengan cara yang dramatis dan penuh emosi sambil memainkan musik yang aktif. Saat membacakan materi tersebut guru mengikuti irama musik, cepat atau lambat, keras atau lembut, nada tinggi atau rendah. Saat yang paling baik menggunakan konser aktif adalah saat anda telah memberikan gambaran besar dan menetapkan tujuan pembelajaran. Setelah anda melakukan konser aktif, anda masuk ke proses selanjutnya dari lingkaran sukses genius learning . j. Musik untuk konser pasif. Konser pasif adalah salah satu teknik yang sangat ampuh dalam membantu memasukkan informasi ke dalam memori jangka panjang. Konser pasif yang digunakan bersama dengan konser aktif akan memberikan hasil yang sangat bagus. Berbeda dengan konser aktif, dimana guru membacakan informasi mengikuti musik yang aktif, pada konser pasif sebelum guru membacakan informasi, murid harus berada dalam kondisi rileks namun waspada atau kondisi alfa. Pada saat melakukan konser pasif, murid diminta untuk mencurahkan konsentrasi dan focus mereka pada musik yang dimainkan, bukan pada informasi yang dibacakan. Konser pasif dilakukan saat akhir sesi, pada saat guru melakukan pengulangan dan menjangkarkan informasi yang telah dipelajari. 6. Musik Membangkitkan Semangat Belajar Keberhasilan seseorang utamanya prestasi belajar siswa seringkali tergantung dari seberapa besar kemampuan dia untuk berusaha dan belajar. Rajin pangkal pandai, peribahasa ini memberikan pengingatan bahwa kepandaian siswa dapat diperoleh melalui upaya sungguh-sungguh untuk rajin belajar. Bila dikaitkan dengan anak sekolah, maka berbunyi, rajin belajar pangkal pandai. Sebaliknya, siapa yang malas belajar tentu akan bodoh. Peribahasa ini sebenarnya cenderung merupakan dorongan usaha kepada anak. Melalui usaha itu, harapan maupun cita-cita sang anak kelak bisa diwujudkan dengn mudah. Sama halnya dengan orang yang pergi ke suatu tempat. Maka harus menggerakkan kakinya. 16
  16. 16. Memang kadang-kadang anak seringkali dihadapkan kepada kenyataan yang kurang adil. Si A selalu belajar dengan tekun tiap hari, tapi kenapa nilai raportnya jelek sehingga dia tidak naik kelas? Sedangkan Si B yang jarang sekali buka buku, justru. memperoleh nilai bagus, sehingga naik kelas. Tentu saja si A lalu berpikir, betulkah peribahasa, rajin belajar pangkal pandai, malas pangkal bodoh? Atau mungkin dia ngawur. Mendapat bingkisan dari orang tuanya, dan masih banyak lagi pikiran-pikiran nyeleneh. Yang ada dibenak anak-anak yang perlu menjawab atau mangatasi masalah anak seperti ini, tentunya pak guru atau orang tua murid sendiri. Harus ada orang lain yang menjabarkan arti bahasa tersebut. Anak yang rajin belajar, bukan merupakan jaminan mutlak pasti anak akan pandai. Sedangkan yang malas, pasti bodoh. Hal itu bisa kembalikan kepada ungkapan, misalnya. Siapa makan-nya sedikit akan menjadi kurus. Namun toh pada kenyataanya tidaklah semua anak yang makannya banyak itu benar-benar menjadi anak yang gemuk. Begitu pula sebaliknya. Sebab kalau yang dimakan itu tidak mengandung gizi. Atau banyak mendatangkan penyakit justru. Membuat anak mudah sakit-sakitan. Dengan demikian dia tidak akan jadi gemuk, tetapi malah menjadi kurus. Sebaliknya, anak yang makannya sedikit tetapi jika makanannya teratur dan banyak mendung gizi serta memenuhi unsur-unsur kesehatan, maka badanya akan jadi gemuk dan sehat. Begitu pula masalah belajar. Rajin belajar tentu ada aturanya. Setidak-tidaknya dia mengerti apa yang dimaksud belajar itu sendiri. Rajin belajar tanpa mengenal waktu. Kesehatan dan kemampuan, mungkin hasilnya tidak begitu bisa diharapkan. Apa yang telah dipelajarinya pada waktu malam, mungkin esok harinya banyak yang lupa. Sedangkan ank yang nampak malas. Tetapi ternyata nilai raportnya baik, mungkin memang ia memiliki ingatan yang kuat. Dan itu jarang terjadi. Karena itu, guru atau orang tua perlu tetap memberikan keyakinan, bahwa siapa yang rajin belajar akan Pandai, dan yang malas akn bodoh. Namun di samping itu perlu diberi pengertian bagaimana cara belajar yang sebenarnya, sehingga semangat belajarnya tidak sia-sia. Untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin selebihnya semangat belajar anak dapat dikembangkan dengan cara-cara sebagi berikut: 1. Diiringi dengan do’a. 17
  17. 17. Sesuai dengan tuntunan agama Islam, setiap berusaha hendaklah jangan lupa memohon kepada allah swt. Begitu juga ketika belajar, hendaklah didahului setidak-tidaknya dengn membaca basmalah dan diakhiri dengn ucapan hamdalah. Melalui kebiasaan yang demikian, insya allah dalam diri anak akan tertanam nilai-nilai yang positif. 2. Memberi penjelasan kepada anak perlu dijelaskan apa tujuan sekolah itu. Sekolah tidak hanya untuk mencari nilai, tetapi yang benar adalah mencari ilmu. Jika yang dicari hanya nilai raport, mungkin bisa ditempuh dengan cara lain. Misalnya dengan cara lain. Misalnya dengan cara ujian dengan cara lain. Misalnya dengan cara mencontek tiap ujian. Tetapi hal itu jelas bukan cara yang terpuji. 3. Belajar itu suatu kebutuhan Harus diperhatikan, sekolah dan belajar merupakan rangakaian kegiatan rutin yang dihadapi anak tiap hari. Jika anak belajar merasa terpaksa, apalagi, apalagi mendapat tekanan orangtua, maka belajar bagi anak akan merupakan kegiatan yang membosankan . namun bila anak sudah merasakan belajar itu merupakan suatu kebutuhan, insya allah dengan sendirinya ia tanpa diperintah sudah menekuni pelajarannya. Ia akan merasakan belajar itu sendiri tanpa diperintah sudah menekuni pelajaranya. Ia akan merasakan belajar itu suatu kesenangan 4. Belajar yang tetap dan teratur Orang tua perlu memberikan contoh atau pedoman bagaimana belajar dengan teratur 5. Tumbuhkan rasa senang semua pelajaran Memang bobot mata pelajaran yang diterima anak di sekolah. Tidaklah selalu sama. Pada umumnya anak senang dengan pelajaran menggambar, membaca atau mendengarkan cerita. Sebaliknya tidak sedikit anak yang merasa mengeluh saat menerima pelajaran matematika. 6. Perlu Rasa Ingin Tahu Jika hobi belajar sudah tertanam pada diri anak, maka berarti akan tertanam juga gemar membaca. Dengan gemar membaca itu, berarti anak akan benyak memperoleh pengetahuan baru, baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Ia merasa haus jika tidak membaca. Ia selalu merasa ingin tahu setiap ada buku atau pengetahuan baru. Sudah barang tentu rasa ingin 18
  18. 18. tentu rasa ingin tentu rasa ingin tahu itu harus dibatasi kepada masalah-masalah. Yang positif dan ada kaitanya dengan kepentingan anak itu sendiri. Sebab jika tidak, akan dapat merusak kepribadian anak. 7. Tumbuhkan rasa bersaing yang positif Bersaing dalam hal yang positif diperlukan untuk memberikan motivasi anak. Misalnya berlomba menjadi murid teladan, juara kelas, paling taat disiplin dan sebagianya. Sebaliknya tidak dibenarkan jika anak bersaing dalam hal pakaian, uang saku, perhiasan atau tas sekolah,’mencari muka’ kepada guru serta sejenis lainnya. Bila perlu sesekali guru mengadakan lomba ketangkasan, semacam caerdas cermat, baik antar murid sekelas maupun antar sekolah. Begitu juga dalam kegiatan ketrampilan, kepramukaan, pendidikan agama dan lain-lainnya.Hanya saja dalam bersaing itu jangan sampai dibarengi dengan rasa takabbur, dengki maupun dendam dan sebagainya. 8. Baca Kembali di Rumah Pelajaran yang baru diterima di sekola, hendaknya segera dibaca dan di pelajari kembali pada waktu belajar di rumah. Baik yang sudah dipahami maupun yang di rasakan masih sukar. Jangan menunda waktu atau merasa sudah paham, sehingga tidak perlu membuka pelajaran. Terutama untuk pelajaran yang sukar, ulangilah berkali-kali. Tanyakan kepada orang tua atau orang lain yang bisa menjelaskan bila menemui kesulitan dalam memahami pelajaran. Dengan demikian, insya Allah akan bertambah kuat daya ingat tentang pelajaran yang diperoleh. 9. Perhatikan Ulangan yang salah. Apabila ada pekerjaan atau ulangan yang salah, maka jangan dibiarkan tanpa mengerti dimana letak kesalahannya. Anak perlu segera mempelajari dan membetulkan pelajaran yang salah. Sehingga dengan cara demikian, kesan pekerjaan yang salah tersebut akan cepat terhapus dengan jawaban yang benar.dan apabila pada suatu saat ada ulangan yang serupa, anak sudah tahu jawaban yang sebenarnya. 10. Jangan Malu Bertanya. Peribahasa mengatakan, malu bertanya sesat di jalan. Peribasa ini akan mudah dimengerti oleh anak. Namun pada kenyataanya masih banyak anak yang malu 19
  19. 19. bertanya pada gurunya. Padahal sikap yang demikian perlu dibuang jauh-jauh dari diri anak. 11. Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak harus mempunyai rasa percaya diri dalam menghadapi sesuatu. Terutama dalam ‘dunianya sendiri’ , yakni dunia pelajar. Anak dapat digambarkan seperti orang yang sedang berjalan di padang pasir. Dia punya cita-cita, tapi kadang-kadang cita-cita itu hanya menjadi fatamorgana karena kurang mantabnya kepercayaan akan kemampuan dirinya. Disinilah pentingnya peranan guru atau orang tua untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Dengan demikian, jika anak menghadapi hambatan dan rintangan, tidak mudah cepat putus asa. Sebaliknya ia akan tekun dan berusaha keras sampai citacitanya tercapai. 7. Pengaruh musik terhadap kecerdasan Menurut Howard (2003: 24) mengemukakan bahwa ada 8 jenis kecerdasan yang ada pada diri manusia, meliputi: 1. Kecerdasan Linguistic Kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan maupun tertulis. Kecerdasan ini meliputi manipulasi tata bahasa atau struktur bahasa, fonologi atau bunyi bahasa, semantik atau makna bahasa , dimensi pragmatic atau penggunaan praktis bahasa. Penggunaan bahasa ini antara lain mencakup retorika (penggunaan bahasa untuk mempengaruhi orang lain melakukan tindakan tertentu), mnemonik atau hafalan (penggunaan bahasa untuk mengingat informasi) eksplanasi (penggunaan bahasa untuk memberi informasi), dan meta bahasa (penggunaan bahasa untuk membahas bahasa itu sendiri.Lewin (2005: 102) 2. Kecerdasan Matematis-Logis Kecerdasan matematis-logis merupakan kemampuan menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran dengan benar. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada pola dan hubungan logis, pernyataan dan dalil, fungsi logis dan abstraksi-abstraksi lain. Proses yang digunakan dalam kecerdasan matematis-logis ini antara lain: kategorisasi, klasifikasi, pengambilan kesimpulan, generalisasi, perhitungan dan pengujian hipotesis. Profesi orang-orang dengan kecerdasan matematislogis adalah ahli matematika, ilmuwan, filusuf, akuntan publik, atau pemrogram computer (Lewin 2005: 43). 20
  20. 20. 3. Kecerdasan Spasial Kemampuan mempersepsi dunia spasial-visual secara akurat dan mentransformasikan persepsi dunia spasial-visual tersebut. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada warna, garis, bentuk, ruang dan hubungan antar unsur tersebut. Kecerdasan ini meliputi kemampuan membayangkan, mempresentasikan ide secara visual atau spasial dan mengorientasikan diri secara tepat (Gunawan, 2003: 234). 4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani Keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide, perasaan dan ketrampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu. Kecerdasan itu meliputi kemampuan-kemampuan fisik yang spesifik seperti koordinasi, keseimbangan, ketrampilan, kekuatan, kelenturan dan kecepatan maupun kemampuan menerima rangsangan dan hal yang berkaitan dengan sentuhan. Di masa lalu, banyak dari pembelajaran kecerdasan fisik diperoleh secara alami oleh anak-anak karena banyak masa kecil di lalui dengan banyak aktivitas diluar rumah, seperti lari keliling kampong, memanjat pohon, menerbangkan laying-layang, berenang di sungai, dimana ketrampilan fisik diperoleh bahkan tanpa pelatihan terkendali. (Lewin, 2005: 168) 5. Kecerdasan musical Kemampuan menangani bentuk-bentuk musical dengan cara mempersepsi, membedakan, mengubah dan mengekspresikan. Kecerdasan ini meliputi pada irama, pola titik nada atau melodi, memiliki pemahaman musik figural atau atas-bawah (global, intuitif), pemahaman formal atau bawah atas (analisis, teknis) atau keduanya. (Amstrong, 2002: 4) 6. Kecerdasan interpersonal Menurut Amstrong (2002: 199)Kemampuan mempersepsi dan membedakan suara hati, maksud motivasi serta perasaan orang lain. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada ekspresi wajah, suara, gerak isyarat; kemampuan membedakan berbagai macam tanda interpersonal; dan kemampuan menangani seara efektif tanda tersebut, dengan tindakan pragmatis tertentu (misalnya mempengaruhi sekelompok orang untuk melakukan tindakan tertentu) 7. Kecerdasan intrapersonal 21
  21. 21. Kemampuan untuk memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Kecerdasan ini meliputi kemampuan diri yang akurat (kekuatan dan keterbatasan diri), kesadaran akan suasana hati, maksud, motivasi, temperamen, dan keinginan dan juga kemampuan berdisiplin diri, memahami dan menghargai diri. (Gunawan, 2003: 238) 8. Kecerdasan Naturalis Keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies-flora dan fauna di lingkungan sekitar. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada fenomena alam lainnya dan bagi mereka yang dibesarkan di lingkungan perkotaan, kemampuan membedakan benda tak hidup, seperti mobil, sepatu karet, dan sampul kaset CD. 8. Pembahasan Langkah-langkah yang disusun untuk meningkatkan prestasi belajar kolaborasi musik antara lain: a. Perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1) Guru merencanakan pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan membuat rencana pelajaran 2) Guru menyiapkan sarana prasarana dalam hal ini adalah audio visual (Tape Recorder) dan membuat pertanyaan-pertanyaan disesuaikan dengan rencana pelajaran 3) Menyusun soal ulangan harian, dan 4) Menyusun lembar observasi serta menyusun jadwal kolaborasi 5) Pendakatan yang digunakan adalah pendekatan konseptual b. Pelaksanaan metode diskusi kolaborasi musik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1) Menjadikan suasana kelas yang kondusif dengan menggunakan musik sebagai pembuka pembelajaran dan pembatasan waktu 2) Melakukan pembelajaaran yang menyenangkan 3) Membimbing siswa tanpa ada paksaan 4) Mengaktifkan siswa 5) Mendemonstrasikan kegiatan 6) Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan komunikatif dan kooperatif c. Evaluasi pembelajaran dengan menggunakan musik 1) Guru tetap berkeliling dan membimbing dengan memberikan penilaian 22
  22. 22. 2) Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Authentic Assesment. d. Peningakatan prestasi belajar dengan metode diskusi kolaborasi dengan musik 1) Memberikan stimulus/stimuli, memberikan penguatan, menggunakan musik, memberikan hadiah, menstranfer pelajaran dengan menyenangkan. 2) Memberikan penilaian yang positip kepada anak tanpa ancaman. 3) Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pemberian tugas. Metode diskusi kolaborasi musik memberikan efek positif terhadap kenyamanan proses belajar dengan tema-tema yang sudah ditentukan dalam uji tindakan. Siswa terpacu untuk mengikuti diskusi secara baik dan terlibat aktif di dalamnya. Kenyamanan ini membuat siswa tidak merasa terkengkang dan tertekan mengikuti proses diskusi. Kenyamanan ini karena mereka dapat secara santai dan serius dalam berdiskusi dengan siswa lainnya. Materi diskusi diuraikan secara serius, dan fungsi guru sebagai fasilitator dapat terus dijalankan. Metode diskusi berkolaborasi musik ini menguatkan tesis bahwa musik dapat mengurangi ketegangan seseorang ketika menyelesaikan sebuah persoalan. Dalam berpikir, seseorang yang secara psikologis tidak dibawah tekanan jelas dapat berpikir jernih. Pada gilirananya siswa dapat mengungkapkan segenap potensinya sesuai dengan bahan-bahan yang dikuasainya. Memang awalnya peneliti menemukan banyak kesulitan dalam menghidupkan diskusi dan membiasakan siswa mendengarkan musik sambil berdiskusi. Lambat laun, melalui intervensi dan fungsi fasilitator sebagai guru, maka siswa dapat berperan serta mengikuti setiap diskusi. Setiap tema dalam diskusi diberikan pada pertemuan sebelumnya, siswa dengan demikian dapat mempersiapkan diri dengan materi yang diperolehnya, baik dari guru maupun dari buku-buku yang dibacanya. Model ini tidak hanya mengaktifkan siswa untuk tidak tergantung pada guru, melainkan juga mampu belajar secara mandiri. Kemandirian ini juga dibuktikan dalam setiap proses diskusi, sehingga siswa mampu mengembangkan sendiri setiap materi yang diberikan oleh guru. Namun demikian, guru atau peneliti dalam proses diskusi tetap berperan aktif untuk memberikan fasilitasi sekaligus juga materi-materi yang dianggap perlu diperdalam. Peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam sebagaimana tersebut di atas, memberikan bukti empirik bahwa metode diskusi yang berkolaborasi musik dapat digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran. Meskipun banyak juga 23
  23. 23. kelemahan di dalamnya, tetapi minimal, metode ini perlu juga diujicobakan oleh setiap guru. Bisa jadi metode ini sangat sesuai diberikan untuk kategori siswa yang tingkat partisipasinya di kelas sangat rendah. C. Simpulan Metode diskusi berkolaborasi musik secara teoritis dapat digunakan untuk mengingkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam. D. Rekomendasi Berdasarkan hasil kajian dan pembahasan, berikut ini penulis dikemukakan saran kepada Widyaiswara pengampu mata diklat Model-model Pembelajaran PAI sebagai berikut: 1. Untuk menambah wawasan guru dalam menyusun skenario pembelajaran, maka sebaiknya widyaiswara menyampaikan salah satu alternatif penerapan model pembelajaran dengan metode diskusi kelompok berkolaborasi musik. 2. Peningkatan kualitas pelaksanaan diklat di Balai Diklat Keagamaan Surabaya khususnya pada Mata Diklat Model-model Pembelajaran, widyaiswara perlu melakukan inovasi pembelajaran, sehingga dapat memperkaya wawasan guru peserta diklat. E. DAFTAR PUSTAKA Amstrong, phD, Thomas, 2002, Sekolah Para Juara, Bandung: Mizan Media Utama Arikunto, 2001, Metodologi Penelitian suatu Pendekatan Praktis, Yogyakarta: PT. Metro Putra Gunawan, 2003, Genius Learning Strategy, Jakarta; Gramedia Pustaka Utama Hernowo, Bu Slim, 2004, Learning Cenetr, Bandung: Mizan Hardner, Howard, 2003, Kecerdasan Majemuk Teori dalam Praktek, Jakarta: Interaksi Lewin, May, 2005, How to Multiply Your Child’s Integence, Jakarta: PT. Indek. Muklis, 2005, Balita pun Perlu Membaca, Depdiknas Riyanto, Yatim, 2001, Metodologi Penelitian Pendidikan, Surabaya: SIC

×