Ukhuwah islamiyah

870 views
557 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
870
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
32
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ukhuwah islamiyah

  1. 1. UKHKUWAH ISLAMIYAH SALMAN AL FARUUQ
  2. 2. "Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara" (alHujurat [49]: 10
  3. 3. "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk ber-hadap-hadapan diatas dipan-dipan" (al-Hijr [15]: 47).
  4. 4. "Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu kerana nikmat itu, sebagai orangorang yang bersaudara" (Ali 'Imran [3]: 103). Nikmat =persaudaraan
  5. 5. Tali Islam yang terkuat adalah wala' (loyal) kerana Allah, memusuhi kerana Allah, cinta kerana Allah, dan benci kerana Allah 'Azzawa Jalla.“(Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab al-Mu'jam al-Kabir, no. 11537 dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu)
  6. 6. KEUTAMAAN DAN PAHALA
  7. 7. tujuh golongan yang mendapat perlindungan dari Allah pada hari kiamat, yang tiada lindungan kecuali lindungan-Nya adalah: "Dua orang yang menjalin tali cinta kerana Allah, mereka bersua dan berpisah kerena-Nya.” "Orang-orang yang saling mencintai demi keagungan-Ku akan diberikan padanya mimbar dari cahaya yang dicemburui (ghibthah) oleh para Nabi dan syuhada.(hadith Qudsi) “Cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling mencintai kerena Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling bersilaturahim kerena Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling menasihati kerena Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling mengunjungi kerena Aku; cinta-Ku mesti bagi orang-orang yang saling memberi kerena Aku.(hadith Qudsi) "Tidaklah dua orang saling mencintai kerana Allah, kecuali yang paling besar cintanya di antara keduanya adalah yang lebih mulia.(H.R Bukhori)
  8. 8. Suatu saat, 'Abdah bin Abu Lubabah bertemu Mujahid rahimahullah. Tiba-tiba Mujahid menjabat tangannya, lalu berkata: "Jika dua orang yang saling mencintai kerana Allah berjumpa, lalu salah seorang di antara mereka menjabat tangan dan tersenyum kepadanya, maka 'dosa-dosanya berguguran seperti gugurnya dedaunan dariatas pohon." Abdah berkata: "Perbuatan itu (berjabat tangan dan senyum) terlalu ringan." Mujahid menjawab: "Jangan katakan seperti itu, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka" (&l-Anfal [8]: 63). Ketika mendengar jawaban tersebut, Abdah bergumam: "Tahulah aku, ia lebih mengerti dariku”.(tafsir Ibnu Katsir) Al Walid bin Abu Mughits menuturkan dengan sanad hampir sama ( Ibid)
  9. 9. Ali bin Abu Thalib kepada putranya al-Hasan: “Anakku! Orang asing adalah yang tidak mempunyai sahabat karib. Seorang bijak berkata: "Harta simpanan paling berharga adalah sahabat yang setia.” Ada pula yang berkata: "Sahabat yang selalu siap membantu ibarat lengan dan bahu. Al-Kindi berkata: "Sahabat adalah seorang manusia, dia itu dirimu, hanya saja ia adalah orang lain.“ Orang-orang bijak berkata: "Banyak sahabat yang lebih mencintai kita daripada saudara kandung sendiri.“ Ibnul-Mu'taz berkata: "Kerana permusuhan, seorang kerabat menjadi jauh; kerana cinta, orang asing menjadi dekat. Khalid bin Shafwan berkata: "Orang yang paling lemah adalah yang enggan mencari sahabat, dan lebih lemah lagi adalah orang yang meninggalkan kawan yang dekat dengannya.“ Beberapa orang bijak berkata: "Orang yang tidak suka berkawan, niscaya dimusuhi dan menderita. Aku bersumpah, kawan-kawan yang jujur adalah simpanan yang paling berharga dan bekal yang paling utama."
  10. 10. Menurut al-Mawardi, ada contoh yang sama dengan ungkapan al-Kindi tersebut, yaitu katakata Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu ketika membagikan tanah untuk Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu, Abu Bakar mencatat pernyataannya dalam sepucuk surat dan mengangkat beberapa orang saksi, di antaranya adalah Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu. Namun ketika Thalhah mendatangi Umaruntuk memberi cap (tanda persetujuan) di atas surat tersebut, Umar menolak. Maka dengan nada marah Thalhah mencari Abu Bakar seraya berkata: "Demi Allah, aku tak mengerti apakah engkau (Abu Bakar) yang menjadi khalifah atau Umar?" Abu Bakar menjawab: "Yang menjadi khalifah itu Umar, tapi dia adalah aku. "
  11. 11. Ibnul-Mu'taz: "Siapa yang menjalin persahabatan, nescaya sahabatnya itu akan menjadi penolong baginya.“ Sufyan rahimahullah bertutur: "Jika saya bertemu dengan salah seorang sahabat dekat, lalu tinggal selama satu bulan bersamanya, tentu aku akan bertambah pandai kerena pertemuan itu.“ “Sesungguhnya serigala memburu kambing yang menyendiri.“(HR Ahmad|hasanpotongan hadith) Sesungguhnya syaitan bersama orang yang menyendiri, dan dia menjauh dari kumpulan dua orang“(H.R Tirmidzi)
  12. 12. "Demi masa! Sesungguhnya manusia benarbenar berada dalam kerugian, kecuali orangorang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan saling menasihati dengan kebenaran, dan saling menasihati dengan kesabaran" (al- 'Ashr [103]: 1-3) kata-kata Umar radhiyallahu 'anhu: "Jika bukan kerana tiga hal, aku lebih menyukai kematian; sujud bersimpuh di hadapan Allah, menghadiri berbagai pertemuan guna memetik kata-kata yang baik seperti memetik buah kurma yang berkualitas, atau mengarungi perjalanan di jalan Allah 'Azza wa Jalla."
  13. 13. Dalam kitab Adabud-Dunya wad-Din, alMawardi berkata: "Menurut al-Makmun, sahabat terbagi dalam tiga golongan. 1. Golongan pertama ibarat makanan yang merupakan kebutuhan mutlak. 2. Golongan kedua ibarat ubat, ia tidak diperlukan kecuali dalam waktu-waktu tertentu saja. 3. Golongan ketiga ibarat penyakit, kehadirannya tidak diharapkan selamanya. 
  14. 14. " Al-Mawardi meneruskan kata-katanya: "Aku bersumpah bahwa sesungguhnya manusia tidak keluar dari apa yang digambarkan oleh al-Makmun. Hanya saja manusia yang diibaratkan sebagai penyakit, menurutku tidak masuk dalam golongan sahabat melainkan musuh yang berselimut, ia menampakkan cinta agar tidak terbuka kedok jahatnya. Untuk itu, ia menjadi sahabat selama masih boleh berpurapura, namun menjadi musuh ketika kejahatannya terbuka… Kerena kita mengeluarkan orang yang diibaratkan sebagai penyakit dari golongan sahabat, bererti hanya dua golongan yang sebenarnya boleh dikategorikan sebagai sahabat, yaitu yang diumpamakan sebagai makanan dan obat, dengan alasan bahwa makanan adalah penopang hidup dan obat sebagai penjaga kesehatannya. Golongan yang paling utama adalah yang diibaratkan sebagai makanan, kerena ia diperlukan kapan saja. Jika terdapat perbedaan antara satu sahabat dengan lainnya, maka harus diperlakukan sesuai dengan kelebihan masing-masing. Barangsiapa yang memiliki sifat dasar yang lebih baik maka kepercayaan terhadapnya semakin besar pula, .. dan sejauh kepercayaan itulah perasaan menyukainya akan terbentuk.“
  15. 15. Secara global, pergaulan baik adalah faktor penyebab kekalnya ukhuwah. "Pergaulan baik" merupakan ungkapan yang menghimpun seluruh sarana yang dapat meningkatkan hubungan antara diri Anda dengan sahabat Anda. Dapat pula diartikan sebagai: akhlak mulia yang ditunjukkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam wasiatnya: “Bertakwalah kepada Allah dimana saja engkau berada. Ikuti-lah kejelekan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan tadi akan menghapus kejelekan, dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.” Abu 'Atahiyah berkata: Ali Ibnu Haitsam ditanya, "Apa kewajiban seseorang terhadap sahabatnya?" Ia menjawab: "Menyimpan rahsianya, simpati ketika dalam kesusahan, dan memaafkan kesalahannya
  16. 16. Seorang Badui (masyarakat pedalaman Arab/nomad) pernah ditanya: "Siapakah orang yang paling baik pergaulannya?" Ia menjawab: "Ia adalah orang yang jika dekat mau memberi, jika berpisah memuji, jika disakiti memberi maaf, dan jika ditekan tetap lapang dada. Siapa yang mendapatkan orang seperti ini, maka dia telah beruntung dan sukses." Seorang dari suku Quraisy berkata: "Bergaullah dengan manusia sehingga jika engkau jauh, mereka merindukanmu, dan jika engkau mati, mereka menangisimu.“
  17. 17. Adapun pembahasan detail mengenai masalah ini mencakup aspek-aspek yang tidak terbatas selama masih dajam lingkup tema pergaulan yang baik.
  18. 18.    TAMAK AKAN KENIKMATAN DUNIA LALAI MENJALANKAN IBADAH TUNTUNAN AGAMA TIDAK SANTUN DALAM BERBICARA ◦ contoh Gaya Bicara yang tidak Etis  MELANGGAR Berbicara dengan Nada Suara yang Tinggi atau Menggunakan Kata-Kata yang Kasar 2) Tidak Mendengar Sarannya, Enggan Menatapnya ketika Berbicara atau Memberi salam, tidak Menghargai Keberadaannya 3) Bergurau Secara Berlebihan 4) Sering Mendebat dan Membantah 5) Kritikan Keras yang Melukai Perasaan MENGIKUTI PRASANGKA MENCAMPURI MASALAH PERIBADI 1)  DAN
  19. 19.           SIKAP ACUH MENGADAKAN PEMBICARAAN RAHASIA KERAS KEPALA, ENGGAN MENERIMA NASIHAT DAN SARAN SERING MEMBANTAH, BERBEDA SIKAP DAN HOBI, BERSIKAP SOMBONG DAN KASAR MEMBERI TEGURAN DI DEPAN ORANG LAIN SERING MENEGUR, TIDAK TOLERAN, CENDERUNG NEGATIVE THINKING, ENGGAN MEMAAFKAN MUDAH PERCAYA TERHADAP HASUTAN ORANG ORANG YANG MENGADU DOMBA DAN MEMENDAM DENGKI MEMBUKA RAHASIA MENGINGKARI JANJI DAN KESEPAKATAN TANPA ALASAN YANG KUAT SELALU MENCERITAKAN PERKARA YANG MEMBANG-KITKAN KESEDIHANNYA DAN SUKA MENYAMPAIKAN BERITA YANG MEMBUAT RESAH
  20. 20.       EGOIS, AROGAN. TIDAK BEREMPATI DENGAN PENDERITAAN SAUDARA, DAN TIDAK MEMPERHATIKAN MASALAH SERTA KEPERLUAN-KEPERLUANNYA MENUTUP DIRI, BERLEBIHAN, MEMBEBANI, DAN MENGHITUNG-HITUNG KEBAIKANNYA KEPADAMU ENGGAN MENGUNGKAPKAN PERASAAN CINTA, MENUNJUKKAN INDIKASI ATAU HAL-HAL YANG DAPAT MENYUBURKANNYA, DAN ENGGAN MEMBELA SAHABAT KETIKA 3DISEBUT AIBNYA MELUPAKANNYA KERANA SIBUK MENGURUSI ORANG LAIN DAN KURANG SETIA SUKA MENONJOLKAN KELEBIHAN PRIBADI, MENCARI MUKA DI DEPAN OBJEK DAKWAH [MAD'U], DAN INGIN MENGUASAI MADU’ DENGAN CARA MENUNGGANGI SAHABAT TERLALU CINTA
  21. 21. TERIMA KASIH SEE YOU NEXT TIME

×