Your SlideShare is downloading. ×
0
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Ekspose Penanggulangan Bencana Alam
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Ekspose Penanggulangan Bencana Alam

20,786

Published on

Published in: Business, Economy & Finance
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
20,786
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PEMERINTAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT OLEH : Drs.Gandi Wartha Manik,SE,ME Sekretaris Daerah Kabupaten Pakpak Bharat LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN BENCANA DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT
  • 2. Letak geografis Kabupaten pakpak bharat terletak di wilayah pantai barat sumatera utara yaitu:2.00 - 3.00 lu dan 96.00 - 98.00 bt Ketinggian: 250- 1500 meter dpl. LuasWilayah : 121.830 Ha Keadaan lereng dan kemiringan tanah : - Datar (o°- 8°) ........................... = 6.396 Ha - Berombak (8°-15°) ................... = 3.348 Ha - Bergelombang (15°-25°) .......... = 21.619 Ha - Curam (25°-40°) ...................... = 6.397 Ha - Terjal (>40°) ........................... = 84.070 Ha
  • 3. Kabupaten Pakpak Bharat terdiri dari 8 Kecamatan dan 52 Desa dengan jumlah penduduk 38.286 jiwa. 8.216 1.962 698 804 1.763 251 638 729 1.371 TANGGA RUMAH 31 17 36 46 43 26 23 56 46 (Jiwa/Ha) PENDUDUK KEPADATAN 52 38.286 1.218,30 JUMLAH 10 8.130 473,62 Sitellu Tali Urang Jehe 8 6 3.745 102,56 Siempat Rube 7 6 5.153 109,19 Tinada 6 10 8.491 194,81 Kerajaan 5 4 1.098 41,30 Pagindar 4 5 3.076 125,88 Pergetteng-getteng Sengkut 3 5 3.066 53,02 Sitellu Tali Urang Julu 2 6 5.527 117,92 Salak 1 (Jiwa) (Km 2 ) DESA PENDUDUK WILAYAH JUMLAH JUMLAH LUAS KECAMATAN NO
  • 4.
    • Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat.
    • Membangun dan mengembangkan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada sektor pertanian, agroindustri.
    • Membangun sarana dan prasarana Daerah.
    • Meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan agama dalam kehidupan sehari-hari
    • Mendorong pengembangan kualitas pendidikan, masyarakat dan sumber daya manusia.
    • Meningkatkan rasa keadilan, kesehatan, kesetaraan, kebersamaan dan rasa persatuan dalam masyarakat
    • Meningkatkan kualitas dan sistem pembinaan aparatur pemerintahan, memberantas KKN.
    • Mendorong penegakan hukum yang konsisten dan meningkatkan rasa aman masyarakat
    TERWUJUDNYA MASYARAKAT KABUPATEN PAKPAK BHARAT YANG SEJAHTERA , BERIMAN, BERPENDIDIKAN, BERKEADILAN YANG DIDUKUNG OLEH TATA PEMERINTAH A N YANG BERSIH M I S I V I S I KABUPATEN PAKPAK BHARAT
  • 5. POTENSI PEREKONOMIAN
    • 1. SEKTOR PERTANIAN
    • - Palawija (Padi Sawah, Padi Gogo, Jagung, Ketela Rambat, dll)
    • - HORTIKULTURA (TOMAT, CABE, SAYUR MAYUR DAN BUAH-BUAHAN)
    • 2. SEKTOR PERKEBUNAN RAKYAT ( KOPI, NILAM, GAMBIR, KARET, KELAPA SAWIT DAN KEMENYAN)
    • 3. SEKTOR PETERNAKAN (KERBAU, BABI, KAMBING, AYAM BURAS)
    • 4. SEKTOR PERIKANAN ( IKAN NILA, IKAN MAS, IKAN LELE DAN IKAN JURUNG)
    • 5. SEKTOR PERTAMBANGAN DAN PENGALIAAN (BAHAN GALIAN “C”)
    • 6. SEKTOR INDUSTRI/PENGOLAHAAN ( INDUSTRI KAYU DAN KERAJINAN)
    • 7. SEKTOR PERDAGANGAN (HOTEL, RESTORAN/RUMAH MAKAN, PEDAGANG
    • BESAR DAN KECIL)
    • 8. SEKTOR JASA-JASA (PEMERINTAHAN DAN SWASTA)
    • 9. SEKTOR PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI (ANGKUTAN JALAN RAYA)
  • 6.
    • Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, manusia atau oleh keduanya yang mengakibatkan korban penderitaan manusia, keinginan harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana, prasarana, fasilitas umum, serta menimbulkan gangguan terhadap kehidupan dan penghidupan masyarakat.
    • Penanggulangan Bencana adalah upaya atau tindakan-tindakan yang dilakukan untuk menanggulangi dampak dari bencana.
    pengertian
  • 7.
    • 1. Tanah Longsor
    • Faktor Penyebab :
      • Topografi dan kemiringan lereng
      • Sebahagian besar wilayah Pakpak Bharat berada pada daerah yang bergelombang dan berbukit-bukit. Daerah yang memiliki kemiringan terjal di atas 40 ° adalah sekitar 67,02 % dari seluruh luas wilayah.
      • Tanah peka erosi, struktur tanah di beberapa daerah didominasi tanah lempung berpasir
      • Curah hujan yang relatif tinggi, curah hujan pertahun rata-rata 311 MM dengan jumlah hari hujan 135 hari/tahun (Tahun 2007)
      • Kerusakan vegetasi tanaman penutup lahan akibat penebangan hutan (termasuk penebangan kayu rakyat)
    • 2. Gempa Bumi
    • Faktor Penyebab :
    • Wilayah Pakpak Bharat terletak disekitar zona wilayah gempa bumi aktif yang dikenal dengan patahan sumatera
    potensi bencana di wilayah pakpak bharat
  • 8.
    • Preventif : Merupakan strategi penanggulangan yang mengutamakan pencegahan terjadinya bencana
    • Rehabilitatif : Merupakan strategi untuk mengatasi dampak fisik, sosial maupun ekonomi dari bencana
    strategi penanggulangan bencana
  • 9.
    • Membentuk SATLAK PBP Kab. Pakpak Bharat dgn SK Bupati Pakpak Bharat No. 466 Tahun 2007 ttg perubahan SK Bupati Pakpak Bharat No. 16 Tahun 2006 ttg pembentukan SATLAK PBP Kab. Pakpak Bharat.
    • Mengakomodasi anggaran penanggulangan bencana dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam setiap tahun anggaran
    • Mengatur dan mengawasi pemanfaatan ruang dengan mengarahkan pelaksanaan kegiatan pembangunan dan aktivitas dunia usaha ke luar daerah rawan bencana
    • Menerapkan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar ketentuan pemanfaatan ruang.
    kebijakan pemkab pakpak bharat dalam penanggulangan bencana
  • 10.
    • Mekanisme Internal, yaitu unsur masyarakat di lokasi bencana yg secara umum melaksanakan fungsi pertama dan utama dlm penanggulangan bencana.
    • Mekanisme Eksternal, yaitu penanggulangan bencana secara terorganisir oleh lembaga Pemerintah maupun Swasta antara lain SATLAK PBP dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
    mekanisme penanggulangan bencana Penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan saat terjadinya bencana tetapi yang lebih penting adalah setelah (pasca) bencana karena pada saat itu korban mengalami tekanan mental akibat hilangnya harta benda dan nyawa sanak saudara.
  • 11.
    • Melakukan pemantauan secara rutin terhadap potensi dan peristiwa bencana atas koordinasi Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Kab upaten Pakpak Bharat .
    • - Aparatur Pemerintah di Tingkat Kecamatan dan Desa
    • secara periodik maupun insidentil melaporkan
    • peristiwa bencana yang terjadi di wilayah masing-
    • masing kepada Pemerintah Kabupaten
    • - Anggota Masyarakat Pada Komunitas Masing –
    • masing juga melakukan pemantauan terhadap
    • potensi ancaman bencana dan melakukan langkah-
    • langkah awal penanggulangan secara swadaya
    • 2….
    langkah-langkah penanggulangan bencana
  • 12.
    • Melakukan sosialisasi tentang potensi ancaman bencana dan mekanisme penanggulangan bencana kepada masyarakat dan instansi pemerintah
    • Melakukan upaya penyelamatan , pencarian dan evakuasi terhadap korban bencana
    • Melakukan upaya tanggap darurat berupa pemberian tempat penampungan sementara, bantuan pangan dan pelayanan medis bagi korban bencana;
    • 5….
  • 13.
    • Mel aksanakan program penanggulangan pasca bencana berupa rehabilitasi fisik maupun non fisik terhadap korban bencana ;
    • Merencanakan program relokasi (pemindahan) penduduk dari daerah-daerah rawan bencana;
    • Mendorong masyarakat untuk melestarikan dan menggalakkan kearifan-kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi bencana antara lain, gotong-royong, Serikat Tolong-menolong.
    • Mengefektifkan Koordinasi dengan Satlak Penanggulangan Bencana Propinsi dan Daerah yang Berbatasan.
  • 14. PROGRAM SEKTORAL PEMERINTAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA
    • Reboisasi Kawasan Hutan
    • Pembangunan Talud/Tembok penahan jalan rawan longsor
    • Penghijauan Daerah-daerah rawan longsor
    • Pemeliharaan daerah aliran sungai
    • Pembangunan Drainase
    • Pembentukan Peraturan Zonasi pemanfaatan ruang
    • Pemetaan Daerah Rawan Bencana
  • 15. dasar hukum penanggulangan bencana
    • UU No. 24 Tahun 2007 ttg Penanggulangan Bencana;
    • KEPRES No. 3 Tahun 2001 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi;
    • KEPMENDAGRI No. 13 Tahun 2003 ttg Pedoman Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi di Daerah
    • Keputusan Sekretaris BAKORNAS PBP No. 1 Tahun 2001 ttg Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat BAKORNAS PBP;
    • Keputusan Sekretaris BAKORNAS PBP No. 2 Tahun 2001 ttg Pedoman Umum Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi.
  • 16.
    • NJUAH-NJUAH
    • LIAS ATE …
    • SALAK, JULI 2008.
    • SEKRETARIS DAERAH
    • KABUPATEN PAKPAK BHARAT
    • Drs. GANDI WARTHA MANIK, SE, ME

×