• Like
Kepemimpinan dalam olahraga
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Kepemimpinan dalam olahraga

  • 1,674 views
Published

Kepemimpinan dalam olahraga

Kepemimpinan dalam olahraga

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,674
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
24
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Dalam konteks pembinaan olahraga berprestasi, pelatih merupakan figur sentral. Peran penting pelatih tidak hanya menyusun dan melaksanakan program latihannya, akan tetapi juga berperan sebagai teman, kakak bahkan pengganti orang tua. Menurut Sudrajat (1996) hasil penelitian menunjukkan bahwa para atlet menunjukkan ketergantungan yang besar kepada pelatihnya.
  • 2. Melatih pada hakikatnya merupakan upaya mempengaruhi orang atau sejumlah orang, dalam hal ini adalah para atlet untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan yang efektif diperlukan sejumlah pengetahuan dan keterampilan seorang pelatih. Banyak pelatih yang secara teratur dan berkesinambungan menghasilkan atlet/tim yang berprestasi, namun juga banyak pelatih yang gagal dalam hal tersebut.
  • 3. • Pelatih atau kepelatihan merupakan terjemahan dari istilah “coach” dan “coaching” sekarang ini bukan lagi monopoli yang dipakai dalam dunia olahraga, tetapi telah merambah jauh kebidang- bidang lain seperti militer, perusahaan, pendidikan, dan seni. • Jadi pelatih yaitu sebagai teknisi yang bertugas melatih seseorang atau sekelompok orang untuk menguasai keterampilan tertentu.
  • 4. • Dalam penelitian Hendry (1960) menyatakan bahwa pelatih juga harus memiliki intelegensi yang tinggi, realistik, praktis, percaya diri, inventif, dan mampu mengambil keputusan. • Menurut Ogilvie dan Tutko (1966) menyatakan bahwa para pelatih profesional umumnya memiliki kekuatan mental dan dapat menjaga ketegangan yang terkait dengan tekanan, penonton, dan reaksi-reaksi yang muncul.
  • 5. 1. Pola Kepemimpinan Otoriter 2. Pola Kepemimpinan Permisif 3. Pola Kepemimpinan Otoritatif
  • 6. Pola kepemimpinan otoriter apabila seorang pelatih ingin menguasai seluruh kegiatan pelatihan, termasuk kehidupan para atletnya. Pelatih yang menerapkan pola kepemimpinan otoriter sering dipakai sebagai referensi oleh pelatih yang ingin atletnya berprestasi, tanpa mau memperhatikan kepentingan atlet.
  • 7. Dalam pola kepemimpinan ini pelatih cenderung kurang tegas. Atlet menentukan sendiri apa yang dikehendaki, pelatih tidak mempunyai kewibawaan dihadapan atletnya. Pelatih juga memberi kebebasan terhadap atletnya tanpa ada norma-norma yang harus ditaati, semua diserahkan sepenuhnya pada atlet dan pelatih tidak mau tahu.
  • 8. Dalam pola ini, pelatih bertindak penuh pertimbangan dan memperhatikan keadaan, perasaan dan pendapat atlet. Pelatih sering berdiskusi dengan atlet mengenai tindakan- tindakan yang harus diambil, menerangkan alasan dari peraturan yang ada dan mendiskusikan setiap ada perselisihan. Pelatih dalam situasi seperti ini akan menjadikan suasana hangat, terbuka dan bila atlet mengalami kesulitan maka pelatih pun bersedia membantu.
  • 9. istilah manager secara fungsional diartikan sebagai orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, mengarahkan dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran organisasi. Jadi pada intinya, pelatih harus memiliki kemampuan dan keterampilan managemen agar bisa menjalankan fungsi pelatih yaitu perencanaan, pengorganisasian dan mengontrol.
  • 10. Disini pelatih harus dapat mendesain sasaran-sasaran managemen ke dalam program jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam menentukan perencanaan disyaratkan adanya kemampuan konsepsional dan berpikir imajinatif.
  • 11. Untuk mencapai tujuan ini maka pelatih perlu mengorganisasikan sumber-sumber yang dimiliki untuk kemudian mendayagunakan secara optimal.
  • 12. Pengendalian mencakup pengawasan dan evaluasi. Keseluruhan kegiatan, mulai dari fungsi perencanaan, pengorganisasian hingga pengendalian hakikatnya merupakan satu kesatuan sistem kontrol.
  • 13. Kompetensi yang harus dimiliki pelatih, mengutip dari UU No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Dalam pasal 10 bahwa kompetensi guru mencakup: 1. Kompetensi Pedagogik: kemampuan mengelola peserta didik. 2. Kemampuan Kepribadian: kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. 3. Kompetensi Sosial: kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. 4. Kompetensi Profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi: kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.
  • 14. Berkaitan dengan kepemimpinan transformasional, ada 4 karakteristik yang menonjol, yaitu: karisma, inspirasional, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Kepemimpinan jenis transaksional, memotivasi para pengikut dan mengarahkannya pada kepentingan diri pemimpin sendiri, termasuk pertukaran kepentingan diantara berbagai pihak, manakala hal itu dianggap menguntungkan sang pemimpin.