BAB I                             PENDAHULUAN       Di Indonesia terdapat 129 gunung berapi aktif salah satunya terdapat d...
1.6 Informasi      Sebelum melakukan perjalanan informasi didapat dari Sabena Bungsu   dalam bentuk informasi lisan (cerit...
3. Nama                    : Nani Rukmini   Alamat                  : Kerenceng Rt.03 Rw.11 Ds.Bojong Malaka              ...
1.9 Rancangan Operasi Perjalanan  Hari,                            Waktu                     Kegiatan                    L...
05.00 – 05.30   Bangun Tidur (Shalat Subuh)        Pondok Saladah                         05.30 – 08.00   Masak dan Member...
Jumlah Memasak               Penggunan Air / 1       Jumlah Penggunaan Air     Selama 3 Hari        X      Kali Memasak   ...
Tegal Panjang adalah suatu area padang rumput yang dikelilingi olehhutan campuran. Sekilas Imperata cylindrica atau alang-...
Pangalengan, melewati daerah perkebunan Garut Selatan (Perkebunan Sedepdan Malabar) hingga perkebunan Cileuleuy (lama perj...
Cadangan batuan beku cukup berlimpah, berupa lava berkomposisiandesit dan andesitbasaltik, dimanfaatkan menjadi batu belah...
melalui sektor timurlaut, yakni melalu kampung Panday, melewati Pos   Pengamatan G, Papandayan (berposisi di kampung Puspa...
15 Juli, Di Kawah Baru terjadi peristiwa letusan Lumpur 1993 -        sekarang Kegiatan G. Papandayan terbatas pada kepula...
H1      Kebun          Tegal           Bervariasi:       3,5 km         13.00 – 16.25         wortel         Panjang      ...
mikro/ Elef jurusan pangalengan – cibutarua dengan waktu tempuh sekitar 120menit yang biayanya Rp. 10.000,- / orang, alter...
Tim melakukan orientasi medan di kampung papandayan dan selanjutnyamengeplot titik awal pendakian di koordinat 0796423 – 9...
kembali menanjak namun tidak lama berselang sekitar 15 menit mendaki medanrelatif landai dengan sesekali turun dan menanja...
pada pukul 15.00 wib Tim kembali bergerak kembali dengan medan perjalananmasih bervariatif: menanjak, menurun dan landai, ...
− Pembuka jalur barjalan terlalu cepat sehingga anggota tim yang lain         memerlukan tenaga lebih untuk mengikutinya, ...
Kemudian Tim memasuki hutan di koordinat 080125 – 919425 denganvegetasi pohon besar khas hutan hujan tropis yang juga ditu...
Pada pukul 12.25 wib Tim beristirahat makan siang orientasi medan masihsulit dilakukan, selama mempersiapkan makan siang s...
sore saat itu, sedangkan jalur yang ada cukup membingungkan dimana jalurterlihat bercabang. Akhirnya Tim memutuskan untuk ...
Karena jalan ini merupakan jalan yang lazim dilewati orang-orang yangingin berwisata ke papandayan dengan medan cukup mena...
menyusuri lembahan dan lereng punggungan mempersempit jangkauan       pandangan sewaktu melakukan orientasi medan.   − Kes...
Medan pertama yang dilewati menuju kawah dan pondok saladah berupajalan yang hampir semua berbatu, terlihat di sisi kiri d...
kira-kira 3 meter dan di sepanjang sisi sungai terhampar batu-batu kawah yangrelatif besar.                             ( ...
pohon cantigi dengan kondisi medan yang relatif datar, beberapa plot masihberupa padang rumput      yang cukup luas. Padan...
Selanjutnya dari cisurupan naik mikro/ Elef jurusan Cikajang – Bandung denganwaktu tempuh sekitar 270 menit (4,5 jam) yang...
Berdasarkan hasil pembahasan perjalanan yang telah dilakukan mengenaiekspedisi tegal panjang – papandayan, selanjutnya dap...
Berdasarkan hasil pembahasan perjalanan yang telah dilakukan mengenaiekspedisi tegal panjang – papandayan, maka diajukan b...
Studies Foundationhttp://dgawe.indonetwork.co.id/1179014/holiday-in-paradise-at-tegalpanjang.htm http://garutkab.go.idhttp...
Alat/ Jenis                    Waktu Tempuh             Biaya                                                             ...
1. Iuran anggota                       Rp. 410.000,-    2. Sumbangan Alumni                    Rp. 150.000,-Pengeluaran : ...
Sendok)- Sleeping bag                    1 Buah / Orang- Jas Hujan / Ponco               1 Buah / Orang- Alat Tulis       ...
Lampiran 4                                   PerbekalanTabel Perbekalan               Daftar Perbekalan                 Ju...
16. Soun                                    2 bungkus        Rp. 2.400   17. Tepung Sajiku                           1 bun...
Lampiran 6                               Akomodasi1. Rumah kang Ryan Sofian2. Bakso     @ Rp. 5.000 x 7 = Rp. 35.000      ...
GlosariumAlternatif    :   Pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinanAndesit       :   Batuan KerasBasaltic      :   ...
Orientasi       : Peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dsb) yg tepat                  dan benar; Pandangan yg ...
38
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Laporan

5,753 views
5,648 views

Published on

contoh laporan

0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,753
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN Di Indonesia terdapat 129 gunung berapi aktif salah satunya terdapat diJawa Barat, tepatnya di Kabupaten Garut yakni Gunung Papandayan. Sebelahutara Gunung Papandayan terdapat padang savanna (eurih) yang cukup luas yangdikenal dengan sebutan Tegal Panjang. Hal ini memotivasi kami sebagai generasimuda yang sekaligus sebagai anggota organisasi pecinta alam SMA Negeri 1Baleendah Arupadhatu untuk melakukan perjalanan ekspedisi tegal panjang –papandayan.1.1 Nama Kegiatan EKSPEDISI TEGAL PANJANG – PAPANDAYAN1.2 Waktu dan Tempat Hari : Jum’at s/d Minggu Tanggal : 3 – 5 Juli 2009 Tempat : Tegal Panjang – Papandayan1.3 Tujuan 1. Merealisasikan Program kerja Organisasi Pecinta Alam SMA Negeri Baleendah Arupadhatu periode 2008 -2009 2. Pemenuhan salah satu syarat penempuhan nomor anggota Organisasi Pecinta Alam SMA Negeri 1 Baleendah Arupadhatu 3. Merealisasikan rancangan operesi ekspedisi tegal panjang papandayan 3-5 juli 2009.1.4 Bentuk Kegiatan Penjelajahan Gunung Hutan1.5 Data Peta Topografi AMS, Judul Peta Pangalengan, Sheet 4521 III, Series T725, Skala 1: 50.000, Tahun 1962 1
  2. 2. 1.6 Informasi Sebelum melakukan perjalanan informasi didapat dari Sabena Bungsu dalam bentuk informasi lisan (cerita), mengenai Tegal Panjang (jalur tegal panjang) Gunung Jaya dan Gunung Kondang. Setelah melakukan perjalanan, informasi dicari dari sumber lain yakni internet dan buku-buku.1.7 Struktur Tim Pembimbing : Endang Iswara Ketua : Risha Gustiani Hamzah Bendahara : Asifa Fitriani Komandan Operasi : Dean Arif Lukman Perbekalan : Nani Rukmini Dokumentasi : Ryan Sofian Peralatan dan Perlengkapan : Firdaus Erichson Riang1.8 Biodata Tim 1. Nama : Asifa Fitriani Alamat : Komp.Barujati No.22 Rt.01 Rw.16 Kec.Ciparay Kab.Bandung Tempat, tanggal lahir : Tangerang, 27 Maret 1993 Golongan darah :A Angkatan : Muara Senja 2. Nama : Risha Gustiani Hamzah Alamat : Jalan Laswi Jelekong No.31 Rt.01 Rw.02 Kec.Baleendah Kab.Bandung Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 17 Agustus 1993 Golongan darah :O Angkatan : Muara Senja 2
  3. 3. 3. Nama : Nani Rukmini Alamat : Kerenceng Rt.03 Rw.11 Ds.Bojong Malaka Kec.Baleendah Kab.Bandung Tempat, tanggal lahir : Bandung, 26 Oktober 1992 Golongan darah :A Angkatan : Muara Senja4. Nama : Firdaus Erichson Riang Alamat : Kp.Paminggir No.34 Rt.02 Rw.11 Ds.Manggungharja Kec.Ciparay Kab.Bandung Tempat, tanggal lahir : Bandung, 16 Mei 1990 Golongan darah :B Angkatan : Lima Belas5. Nama : Ryan Sofian Alamat : Jl.Stasiun Gg.Kakatua I No.12 Rt.01 Rw.04 Ds.Banjaran Kec.Banjaran Kab.Bandung Tempat, tanggal lahir : Bandung, 25 Februari 1990 Golongan darah :A Angkatan : Lima Belas6. Nama : Dean Arif Lukman Alamat : Kp.Citureupjati Rt.03 Rw.10 Ds.Neglasari Kec.Banjaran Kab.Bandung Tempat, tanggal lahir : Bandung, 19 Juli 1986 Golongan darah :A Angkatan : Mega Belantara7. Nama : Endang Iswara Alamat : Jl.Batukarut No.45 Ds.Banjaran Wetan Kec.Banjaran Kab.Bandung Tempat, tanggal lahir : Bandung, 15 Desember 1983 Golongan darah :O Angkatan : Kabut Haruman 3
  4. 4. 1.9 Rancangan Operasi Perjalanan Hari, Waktu Kegiatan Lokasi Tanggal 07.00 Berkumpul Rumah Ryan ( Banjaran ) 07.00 - 0730 Persiapan Pemberangkatan Rumah Ryan 07.30 - 08.30 Perjalanan Menuju Pangalengan Terminal Banjaran Jum’at, 3 Juli 2009 08.30 – 10.30 Perjalanan Pangalengan - Cibutarua Terminal Pangalengan 10.30 – 12.00 Perjalanan menuju Tegal Panjang Cibutarua / Kp. Papandayan 12.00 – 13.00 ISOMA Kebun Sayuran 13.00 – 17.00 Melanjutkan Perjalanan Menuju Hutan Rimba Tegal Panjang 17.00 – 18.00 Mendirikan Camp Tegal Panjang 18.00 – 20.00 ISOMA Tegal Panjang 20.00 – 21.00 Evaluasi Kegiatan Tegal Panjang 21.00 – 05.00 Istirahat Tegal Panjang 05.00 – 05.30 Bangun Tidur (Shalat Subuh) Tegal Panjang 05.30 – 08.00 Masak dan Membereskan Camp Tegal Panjang Sabtu, 4 Juli 2009 08.00 – 09.00 Sarapan dan Packing Tegal Panjang 09.00 – 12.00 Perjalanan Manuju Pondok Saladah Hutan Rimba 12.00 – 13.00 ISOMA Hutan Rimba 13.00 – 16.00 Melanjutkan Perjalanan Hutan Rimba 16.00 – 18.00 Mendirikan Camp Pondok Saladah 18.00 – 20.00 ISOMA Pondok Saladah 20.00 – 21.00 Evaliasi Pondok Saladah 21.00 – 05.00 Istirahat Pondok Saladah 4
  5. 5. 05.00 – 05.30 Bangun Tidur (Shalat Subuh) Pondok Saladah 05.30 – 08.00 Masak dan Membereskan Camp Pondok Saladah 08.00 – 08.30 Sarapan Pondok Saladah 08.30 – 09.00 Packing Pondok Saladah 09.00 – 12.00 Perjalanan Menuju Parkiran Wana Minggu, 5 Juli 2009 Pondok Saladah Wista Papandayan 12.00 – 13.00 ISOMA Parkiran Papandayan 13.00 – 13.30 Parkiran Papandayan - Cisurupan Parkiran Papandayan 13.30 – 17.30 Cisurupan - M.Toha Cisurupan 17.30 – 18.30 M.Toha - Banjaran M. Toha 18.30 – 19.30 ISOMA Rumah Ryan 19.30 – 20.00 Evaluasi Perjalanan Rumah Ryan 20.00 Pulang Kerumah Masing-Masing -1.10Rancangan Menu MakanJum’at, Pagi Makanan Jadi Bawaan Dari Rumah Siang Mie + Telor3 Juli Malam Nasi + Jamur + Pindang Tongkol2009Sabtu, Pagi Nasi Goreng + Tempe + Dendeng Siang Mie + Telor +4 Juli Malam Nasi + Asin + Tempe + Sarden2009Minggu, Pagi Nasi + Dendeng + Bakso + Soun + Wortel Siang Mie + Telor5 Juli20091.11 Perkiraan Penggunaan AirPenggunaan Air Untuk Memasak 5
  6. 6. Jumlah Memasak Penggunan Air / 1 Jumlah Penggunaan Air Selama 3 Hari X Kali Memasak = Untuk Memasak 6 kali 1200 ml 7.200 mlPenggunaan Air Untuk Minum Jumlah Penggunaan Jumlah Jumlah Penggunaan Air Anggota X Air / 1 Hari X Hari = Untuk Minum 7 Orang 1200 ml 3 Hari 25.200 mlJumlah penggunaan air untuk makan dan minum = 32.400 mlselama 3 hari BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK EKSPEDISI2.1 Tegal Panjang 6
  7. 7. Tegal Panjang adalah suatu area padang rumput yang dikelilingi olehhutan campuran. Sekilas Imperata cylindrica atau alang-alang mendominasihamparannya (kerimbunan rata-ratanya mencapai hampir 70 %). Tegal Panjang terletak di Pangalengan Kabupaten Garut dengan dikelilingigunung-gunung, diantaranya disebelah utara terdapat Gunung Kondang, disebelah timur Gunung Jaya, disebelah selatan tardapat Gunung Puntang danGunung Papandayan.2.2 Papandayan 2.2.1 Keterangan Umum Nama Gunung Api : Gunung Papandayan Nama Kawah : Kawah Mas, Kawah Nangklak, Kawah Manuk Kawah sekitar G.Papandayan : Tegal Alun-alun dan Tegal Brungbung. Lokasi a. Administrasi : Kabupaten Garut, Jawa Barat b. Posisi Geografi : 7019’00" LS dan 10704400"BT Ketinggian : a. 2665 mdpl b. 1950 m di atas dataran kota Garut. Kota Terdekat : Garut Tipe Gunung api : Strato tipe A Pos Pengamatan : Terletak pada ketinggian 1050 mdpl di kampung Pusparendeng, Desa Pakuwon, Kec.Cisurupan. 2.2.2 Cara Pencapaian Kawah Mas G. Papandayan dapat dicapai dari Bandung dengan kendaraan bermotor melalui 2 jalan alternatif. Jalan alternatif pertama, melalui kota Garut (lama perjalanan sekitar 2 jam), lalu menuju Kecamatan Cisurupan (lama perjalanan sekitar 20 menit) dan dari sini dilanjutkan hingga Kawah Mas (lama perjalanan sekitar 25 menit). Jalan alternatif kedua, melalui 7
  8. 8. Pangalengan, melewati daerah perkebunan Garut Selatan (Perkebunan Sedepdan Malabar) hingga perkebunan Cileuleuy (lama perjalanan sekitar 3 jam),dari sini dilanjutkan menuju Kawah Mas (lama perjalanan sekitar 30 menit).2.2.3 Demografi Konsentrasi pemukiman penduduk berada di sektor Timur Laut,Tenggara dan Timur- Tenggara yakni di Kecamatan Bayongbong, Cikajangdan Cisurupan. Sedangkan pemukiman penduduk di sektor utara, baratlaut,barat, baratdaya dan selatan jumlahnya relatif sedikit. Dengan luas wilayah 3 065,19 Km², setiap Km² di Kabupaten Garutrata-rata dihuni oleh 753 jiwa dengan sebaran yang tidak merata pada setiapkecamatannya dan terakumulisasi di daerah perkotaan, khususnya dikecamatan Tarogong Kidul dengan tingkat kepadatan penduduk setiap Km²nya mencapai 4.846 jiwa sedangkan tingkat kepadatan terendah terdapat diKecamatan Berdasarkan data Depatremen Agama Kabupaten Garut pada tahun2008, Penduduk beragama Islam sekitar 2.220.156, Katholik 1.455, Protestan1.788, Hindu 193 dan Budha 1.289. 2.2.4 Inventarisasi Sumber Daya Gunung Api a. Batuan Beku ( Gambar 1. Batuan Beku ) 8
  9. 9. Cadangan batuan beku cukup berlimpah, berupa lava berkomposisiandesit dan andesitbasaltik, dimanfaatkan menjadi batu belah dan batulempengan untuk keperluan bahan bangunan dan batu hias sertapengerasan jalan dan pembuatan jembatan.b. Belerang (Sulfur) ( Gambar 2. Belerang / Sulfur )Cadangan belerang (sulfur) cukup berlimpah, terutama di Kawah Mas(puncak G.Papandayan), dipergunakan untuk pembuatan pupuk. Aksesjalan menuju Kawah Mas sudah beraspal dengan kondisi relatif baik,kecuali antara tempat parkir dan Kawah Mas.c. Kaolin (Gambar 3. Kaolin)Cadangan kaolin relatif sedikit, terutama terdapat di sekitar G. Walirang,Kawah Mas dan di sebaran endapan guguran puing (debris avalanchedeposit). Biasanya dipergunakan untuk pembuatan porselin dan obat-obatan.e. Wisata GunungapiTerdapat di sekitar puncak G. Papandayan, yakni di Kawah Mas. Untukobjek camping yang cukup representatif, adalah di sekitar Tegal Alun-alun dan Tegal Brungbung. Panorama alam yang cukup memukau,terdapat di sektor barat, baratlaut dan utara, terutama karena hamparanperkebunan tehnya. Bagi penggemar hiking, dapat melakukannya 9
  10. 10. melalui sektor timurlaut, yakni melalu kampung Panday, melewati Pos Pengamatan G, Papandayan (berposisi di kampung Pusparendeng), kampung Pangauban (dengan kemiringan lereng relatif kecil, yakni berkisar antara 5o dan 10o). Dari sini menuju puncak G.Papandayan sektor timurlaut melewati punggungan berkemiringan lereng antara 30o dan 45o. Lama perjalanan berkisar 5-6 jam2.2.5 SEJARAH LETUSAN A. Data aktivitas Kegiatan gunungapi Papandayan yang tercatat dalam sejarah, yakni sejak tahun 1772 hingga tahun 1927, perinciannya adalah sebagai berikut1) : 1772 11-12 Agustus, terjadi letusan besar dari kawah pusat, awan panas yang dilontarkan memakan korban jiwa lebih kurang 2951 orang dan menghancurkan 40 buah perkampungan. 1882 28 Mei, terdengar suara gemuruh terus menerus dari arah utara kampung Campaka Warna, diduga berasal dari G. Papandayan 1923 11 Maret, terjadi letusan lumpur beserta lontaran batu-batu dilontarkan hingga jarak 150 m. Terdapat 7 buah lubang letusan dalam Kawah Baru dan letusan ini didahului oleh gempa bumi yang terasa di Cisurupan. 1924 25 Januari, Kawah Mas suhunya naik dari 364o menjadi 500o, kemudian terjadi letusan lumpur di Kawah Mas dan Kawah Baru. 16 Desember, terdengar suara gemuruh dan ledakan dari Kawah Baru, hutan di sekitar kawah menjadi gundul karena tertimpah bahan lontaran (batu dan lumpur). Bahan lontaran tersebut dilontarkan ke arah timur, dan lumpurnya hampir mencapai kampung Cisurupan. 1925 21 Pebruari, terjadi letusan lumpur pada Kawah Nangklak, disusul dengan semburan lumpur disertai dengan emisi gas kuat. 1926 Terjadi letusan preatik (mengandung lumpur dan sulfur) di Kawah Mas. Pada tahun 1927 Di Kawah Mas terjadi letusan preatik yang terdiri dari lumpur bercampur belerang. Di kawah Baru, terjadi letusan lumpur belerang. 1928 16-18 Februari, terjadi kenaikan temperatur di Kawah Mas. 1942 15-16 Agustus, Di Kawah Mas terbentuk kawah baru. 1993 10
  11. 11. 15 Juli, Di Kawah Baru terjadi peristiwa letusan Lumpur 1993 - sekarang Kegiatan G. Papandayan terbatas pada kepulan asap fumarola dan solfatara serta bualan Lumpur dan air panas di sekitar Kawah Mas dan Kawah Baru (kawah termuda G.Papandayan). B. Karakter Letusan Karakter letusan G. Papandayan, adalah berupa erupsi eksplosif preatomagmatik berskala menengah (dimanifestasikan oleh sejumlah endapan aliran dan jatuhan piroklastik). Secara berangsur, kekuatan erupsi G. Papandayan melemah dan cenderung menghasilkan erupsi epusif magmatik (dimanifestasikan oleh sejumlah lelehan lava berkomposisi andesit /andesit basaltik). C. Periode Letusan Periode letusan G. Papandayan berkisar antara 1 dan 151 tahun, dengan rincian berikut: setelah meletus pada tahun 1772, letusan berikutnya adalah tahun 1923. Setelah letusan 1923, ritme letusan semakin sering, yakni pada tahun 1924, 1925, dan terakhir pada tahun 1926. Setelah tahun 1923, tidak terjadi lagi letusan dari Kawah Mas (kawah pusat termuda G.Papandayan)2). D. Tipe Letusan Tipe letusan G. Papandayan adalah letusan eksplosif (pada awal pembentukkan, dimanifestasikan dengan sejumlah endapan aliran dan jatuhan piroklastik) dan letusan epusif (dimanifestasikan dengan sejumlah leleran lava berkomposisi andesit andesit basaltik). BAB III PEMBAHASAN PERJALANAN3.1 Tabel Operasi H Taw Tak Medan Jarak Waktu 11
  12. 12. H1 Kebun Tegal Bervariasi: 3,5 km 13.00 – 16.25 wortel Panjang Landai, (3 jam 25 (0798093- (08007292- menanjak dan menit) 9194206) 91953088) menurun H2 Tegal Parkir Bervariasi: 7 km 09.00 – 20.00 panjang Papandaya Landai, (11 jam) (08007292 n menanjak dan -91953088 (080215-91 menurun ) 9120) H3 Parkir Pondok Bervariasi: 2,75 km 08.00 – 10.10 Papandaya saladah Landai, *(ket: pergi (2 jam 10 n (080070-91 menanjak dan – pulang menit) (080215-9 8955) menurun total 5,5 *(ket: pergi – 19120) km) pulang total 4 jam 10 menit)Ket: Taw: Titik Awal Tak: Titik Akhir3.2 Hari pertama, 3 Juli 2009 Tim berkumpul di kediaman rumah Ryan yang betempat di Banjaran padapukul 07.00 wib, kemudian briefing sampai dengan pukul 07.45 wib danselanjutnya mulai bergerak ke titik awal operasi tegal panjang – papandayan yaituKampung Papandayan. Cara pencapaian menuju kampung papandayan yaitu naikangkutan kota jurusan Banjaran – Pangalengan dengan waktu tempuh sekitar 60menit yang biayanya Rp. 6.000,- / orang, alternative lain angkutan yang dapat digunakan adalah mikro/ Elef atau bus jurusan Bandung – Pangalengan, tim tiba dipangalengan pada pukul 08.40 wib. Selanjutnya dari terminal Pangalengan naik 12 ( Gambar 4. Angkutan Pangalengan-Cibutarua )
  13. 13. mikro/ Elef jurusan pangalengan – cibutarua dengan waktu tempuh sekitar 120menit yang biayanya Rp. 10.000,- / orang, alternatif lain yaitu angkutan desa jeniscolt jurusan pangalengan – papandayan yang biayanya Rp. 10.000,- / orangnamun angkutan ini sering kali penuh oleh penduduk setempat karenaketerbatasan kapasitas penumpang yang cukup sedikit, angkutan-angkutan inihanya beroperasi 1 kali dalam sehari dan jadwal berangkatnya dari terminalpangalengan pada pukul 09.00 wib, kondisi jalan yang di lewati pada awalnyacukup baik namun setelah melewati kampung sedep kondisi jalan rusak parah,tim tiba di kampung cibutarua pada pukul 10.41 wib. ( Gambar 5. Kampung Papandayan ) Kemudian tim bergerak menuju kampung papandayan dengan melewatijalan alternative yang biasa dilalui oleh penduduk setempat dengan waktu tempuhsekitar 15 menit, dan tim tiba di kampung papandayan pada pukul 11.00 wib. ( Gambar 6. Medan Perkebunan Teh ) 13
  14. 14. Tim melakukan orientasi medan di kampung papandayan dan selanjutnyamengeplot titik awal pendakian di koordinat 0796423 – 9193557, vegetasi disekitar kawasan ini berupa perkebunan teh dan cuaca waktu itu berawan. Timbergerak menuju koordinat 0798155 – 9194152, medan yang di lewati berfariatiflandai, menanjak dan menurun dengan kontur berbukit-bukit, vegetasi mulaiberubah dari perkebunan teh menjadi kebun sayuran yang saat itu sedang ditanami sayuran wortel, pohon-pohon tinggi mulai terlihat satu persatu disepanjangkebun sayuran, cuaca masih berawan seperti pertanda akan turunnya hujan.Waktu menunjukan pukul 12.10 dan tim telah mencapai titik koordinat 0798155 –9194152, di sini terdapat pondok para petani kebun sayuran yang merupakantempat bermukim terakhir sebelum memasuki hutan. Tim memutuskan untukberistirahat dan makan siang, selama mempersiapkan makan siang sebagianangota tim melakukan sosialisasi kepada petani yang sedang berada di sekitar itu,kami mendapatkan informasi tentang jalur menuju tegal panjang. ( Gambar 7. Sosialisasi Dengan Petani Kebun ) Sesudah makan siang tepat pada pukul 13.00 wib Tim melanjutkanperjalanan kembali, tak lama selepas dari perkebunan sayuran tim mulaimemasuki hutan dengan vegetasi pohon pinus dan rerumputan ilalang, medanyang dilewati cukup menanjak, cuaca masih berawan, sekitar 30 menit mendakiTim tiba di punggungan dan kemudian turun kelembahan menyebrangi sungai dikoordinat 0798904 – 9194902 disini kami mengisi kembali perbekalan air, medan 14 ( Gambar 8. Batas Kebun Dan Hutan )
  15. 15. kembali menanjak namun tidak lama berselang sekitar 15 menit mendaki medanrelatif landai dengan sesekali turun dan menanjak namun tidak terlalu curam. Medan yang kami lalui adalah lembahan sehingga vegetasi yang dominanadalah pepohonan besar khas hutan hujan tropis yang ditutupi tumbuhan lumutpertanda kelembaban yang cukup tinggi, juga terdapat tumbuhan paku (pakishaji), teretep (bulus) dan anggrek. Akhirnya kami beristirahat di koordinat0799704 – 9194651 untuk melaksanakan shalat dhuhur jarum jam menunjukanpukul 14.30 wib, ( Gambar 9. Medan Hutan Menuju Tegal Panjang) 15 ( Gambar 10. Medan Jurang )
  16. 16. pada pukul 15.00 wib Tim kembali bergerak kembali dengan medan perjalananmasih bervariatif: menanjak, menurun dan landai, kondisi cuacapun masihbarawan, tidak lama setelah kami mulai bergerak kembali kami sempat memplotpeta kembali di koordinat 0799887 – 9194803 untuk memastikan arah pergerakankami. Kembali kami melintasi sungai kecil dan sekitar pukul 16.25 wib Tim tibadi Tegal Panjang dengan koordinat 0800729 – 9194802, Vegetasi langsungberubah terhampar luas padang ilalang membuat seluruh anggota Tim terpesonadan sejenak melepas lelah dengan menikmati suasana tegal panjang, sorepunmenjelang kegiatan pengambilan dokumentasi menjadi salah satu kegiatan favoritsore itu. Selesai pengambilan dokumentasi sore, Tim mulai disibukan kembalidengan tugasnya masing-masing untuk mempersiapkan camp. ( Gambar 11. Savana Tegal Panjang ) Pada pukul 19.30 wib kami makan malam dengan menu malam itu yaitu:nasi, ayam, dan jamur crispy. Selesai makan malam pada pukul 20.00 wib hujanmulai turun dan kegiatan berlanjut pada evaluasi perjalanan hari pertama,evaluasi berlangsung dari pukul 20.15 wib, hasil evaluasi hari pertama diambilkesimpulan: − Perjalanan cukup lancar, 16
  17. 17. − Pembuka jalur barjalan terlalu cepat sehingga anggota tim yang lain memerlukan tenaga lebih untuk mengikutinya, namun setelah di jelaskan bahwa tugas pembuka jalur adalah untuk memastikan jalurnya tepat sehingga tidak merepotkan anggota yang ada di belakanGunungya, dan anggota yang dibelakang pembuka jalur diberi kebebasan untuk mengambil inisiatif istirahat sendiri dengan interval waktu tidak cukup lama, masalah tersebut dapat diatasi, − Kesehatan anggota Tim: satu anggota yang bernama Nani menderita perut kembung (mules) namun dapat di atasi dengan meminum obat antangin sedangkan yang lainnya dalam kondisi sehat, − Perbekalan masih cukup untuk 3 hari kedepan, − Untuk perencanaan hari kedua: Tim akan bergerak menuju Papandayan, dengan bangun paling lambat pukul 06.00 wib dan mulai bergerak pada pukul 09.00 wib sesuai dengan perencanaan awal. Evaluasipun selesai pada pukul 21.10 wib dan kegiatan hari itupun ditutupdengan acara bebas dan beristirahat.3.2 Hari kedua, 4 Juli 2009 Pada pukul 05.15 wib sebagian anggota Tim mulai bangun, cuaca pagi ituberkabut namun sekitar pukul 05.50 wib kabut perlahan-lahan pergi dan mentaripagipun mulai tampak keemasan. Kegiatan pagi itu diisi dengan pengambilandokumentasi kembali dilanjutkan persiapan pergerakan hari kedua dan seluruhanggota Tim sibuk dengan tugasnya masing-masing, pada pukul 08.05 kamimakan pagi dengan menu: nasi, ayam, capcay dan gorengan tempe. Tim mulaibergerak menuju Papandayan pada pukul 09.00 wib dengan melewati vegetasipadang savana, dengan medan perjalanan landai, dan cuaca waktu itu cukupcerah. 17 ( Gambar 12. Camp Tegal Panjang )
  18. 18. Kemudian Tim memasuki hutan di koordinat 080125 – 919425 denganvegetasi pohon besar khas hutan hujan tropis yang juga ditutupi tumbuhan lumut,anggrek, jawer kotok, dan pohon bambu hutan, medan yang dilewati cukupmenanjak dengan cuaca cukup cerah kami mengikuti jalur yang yang sudah adadengan terus berusaha berorientasi medan karena jalur yang kami lalui belumtentu menuju Papandayan. Tim mulai kesulitan dalam orientasi medan dimanasinyal GPS sulit untuk didapatkan sehingga kami harus dengan cermat memilihjalur mana yang akan diambil, kamipun melanjutkan perjalanan kembali vegetasisepanjang perjalanan masih tetap di dominasi pohon besar khas hutan hujan tropissehingga sangat sulit untuk mendapatkan sinyal GPS, medan yang dilaluibervariatif menanjak, landai dan menurun kami bergerak kebanyakan dilerengpunggungan dengan sesekali menyebrang punggungan dan lembahan. ( Gambar 13. Tegal Panjang ) 18 ( Gambar 14. Batas Savana Dengan Hutan )
  19. 19. Pada pukul 12.25 wib Tim beristirahat makan siang orientasi medan masihsulit dilakukan, selama mempersiapkan makan siang sebagian angota timberusaha untuk melekukan orientasi medan dengan mencari petunjuk alam berupapuncakan ataupun punggungan dan juga sinyal GPS, akhirnya setelah sekian lamaberusaha kamipun mendapatkan sinyal GPS dan kamipun langsung memplotnyadipeta dengan koordinat 0802256 - 9193404 Tim mulai bingung dengan posisinyasaat itu karena telah melenceng sangat jauh dari rencana jalur semula. Pada pukul13.15 wib Tim melanjutkan perjalanan kembali masih mengikuti jalur yang sudahada dengan sesekali menemukan tanda tali rapia yang diikatkan di pohon, padapukul 14.30 wib terjadi kecelakaan yang menimpa anggota Tim yang bernamaEndang Iswara (john), jari tengah pada tangan kanannya sobek cukup dalamtersayat golok sewaktu jatuh, sehingga dilakukan pertolongan gawat daruratdengan membersihkan luka dengan betadine dan menutupnya menggunakan kainkasa yang direkatkan dengan plester dengan luka tersebut Tim memutuskan untuksegera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit atau PUSKESMAS terdekat namunposisi Tim kala itu masih belum jelas karena sulitnya melakukan orientasi medan.Perjalananpun dilanjutkan kembali, cuaca berubah waktu itu, hujan turun namuntidak lama cuaca cerah kembali, pada pukul 15.40 wib kami dapat sinyal GPSsehingga bisa melakukan orientasi medan dan hasil yang didapatkan waktu itukami telah melenceng sangat jauh dari jalur yang telah direncanakan. Tim punsegera berembuk dengan berbagai pertimbangan diantaranya harus segeramengevakuasi korban ke Dokter, RS atau Puskesmas terdekat, waktu yang mulai 19 ( Gambar 15. Medan Hutan Menuju Papandayan )
  20. 20. sore saat itu, sedangkan jalur yang ada cukup membingungkan dimana jalurterlihat bercabang. Akhirnya Tim memutuskan untuk mengambil salah satu jaluryang mengarah ke timur dengan medan turun dengan pertimbangan kami melihatpipa (selang) yang biasa digunakan petani untuk mengairi kebun, dan waktu yangcukup pendek dengan fisik yang sudah terkuras. Setelah turun sekitar 15 menitjalur tersebut berakhir di sungai, hal ini telah kami duga sebelumnya, kemudiankami memotong kompas menyebrangi sungai merintis jalur sendiri denganpertimbangan jalan besar (jalan raya) yang menuju Papandayan ada di sebelahselatan dan juga mengikuti pipa (selang) petani tadi, kemudian kami mendakilereng punggungan yang cukup curam, pada pukul 17.05 wib di balik ilalang danpepohonan kami akhirnya sampai di perkebunan sayuran milik penduduksetempat. Tim memutuskan mengevakuasi korban ke Puskesmas Cisurupan dengandiantar ojeg yang ada di perkebunan tersebut, sedangkan anggota yang lainnyaakan melanjutkan perjalanan menuju Papandayan. Sesaat setelah salah satuanggota tim kami yang mengalami kecelakaan di evakuasi ke puskesmas untuk diberi tindakan medis selanjutnya, sejenak kami beristirahat dan memakan makananringan untuk menambah tenaga yang sudah terkuras habis. Waktu itu sekitar pkl.18.00 wib kami melanjutkan perjalanan menuju Papandayan, kali ini jalan yangkami tempuh adalah jalan besar beraspal. Disini kami tidak menggunakan GPSdan alat navigasi lainnya 20 ( Gambar 16. Sungai Yang Tim Lewati )
  21. 21. Karena jalan ini merupakan jalan yang lazim dilewati orang-orang yangingin berwisata ke papandayan dengan medan cukup menanjak. Hari mulai gelap,kami pun terus berjalan dengan sesekali kendaraan bermotor melewati kami, kira-kira pukul 20.00 kami sampai di area perkemahan Gunung Papandayan dengankondisi fisik yang mulai lemah, cuaca pada waktu itu cukup cerah, sejenak kamiberistirahat dan tak lama kami di sambut oleh pengelola daerah wisatapapandayan lalu kami dimintai keterangan mengenai asal, nama organisasi,jumlah personil dan data lainnya untuk kelengkapan data pengunjung daerahwisata papandayan . Kebetulan waktu itu tim pengelola wisata papandayan sedangmenghimpun dana untuk kegiatan semacam perbaikan dan penghijauan daerahsekitar papandayan, kami pun memberikan sumbangan seadanya sebesar Rp.11.000,-. Segera setelah selesai berurusan dengan para pengurus papandayan,kami membuat camp di perkemahan sekitar area parkiran Papandayan yangsituasi saat itu mulai terlihat banyak orang dari berbagai kota berdatangan. Taklama ketika kami masih membuat camp, datanglah salah satu anggota tim kamiyang sebelumnya sempat terpisah karena harus dievakuasi ke puskesmas, dengankondisi tangan luka yang dibalut perban. Lukanya sudah mulai membaik karenacepat-cepat diobati dan tim pun kembali lengkap. Setelah selesai membuat camp,kami memasak dengan porsi yang lebih dengan pertimbangan untuk menggantitenaga yang terkuras habis seharian, kami makan malam pada pukul 21.00 denganmenu makan malam waktu itu nasi dengan lauknya, dendeng, asin pindang dantempe. Kemudian dilanjutkan evaluasi yang dimulai pukul 22.00 wib. Kesimpulan evaluasi hari kedua : − Perjalanan tidak sesuai dengan rencana dimana kami melenceng cukup jauh dari jalur yang sudah di rencanakan dengan perhitungan waktu awal (sesuai rencana: 5 jam) menjadi 10 jam, hal ini dikarenakan beberapa factor diantaranya; sulitnya untuk melakukan orientasi medan selama perjalanan dikarenakan masih lebatnya pepohonan, pergerakan tim yang 21
  22. 22. menyusuri lembahan dan lereng punggungan mempersempit jangkauan pandangan sewaktu melakukan orientasi medan. − Kesehatan anggota Tim: anggota yang bernama Endang Iswara (john) mengalami kecelakaan tersayat golok pada jari tengah tangan kanan dan telah di beri penanggulangan medis pertolongan gawat darurat oleh tim dan selanjutnya di evakuasi ke puskesmas terdekat, dan kondisi anggota lainnya dalam keadaan sehat. − Kondisi perbekalan masih cukup untuk 2 hari kedepan. − Untuk perencanaan hari ketiga: Tim dibagi menjadi dua regu; regu 1 bergerak menuju pondok saladah Papandayan dan regu 2 stand by di camp untuk membereskan camp dan juga mempersiapkan makan siang. Bangun paling lambat pukul 06.00 wib dan mulai bergerak pada pukul 09.00 wib. Evaluasipun selesai pada pukul 23.10 wib dan kegiatan hari itupun ditutupdengan acara bebas dan beristirahat.3.3 Hari ketiga, 5 Juli 2009 Pada pukul 05.15 wib sebagian anggota Tim mulai bangun, cuaca pagi itucukup cerah sehingga salah satu anggota tim dapat mendokumentasikan matahariterbit pagi itu. Kondisi kesehatan salah satu anggota tim yang bernama AsifaFitriani mengalami demam lalu segera meminum obat dan sekitar 2 jam kemudiankembali sehat. Kemudian tim melakukan persiapan pergerakan hari ketiga danseluruh anggota tim sibuk dengan tugasnya masing-masing, pada pukul 08.00 wibdengan sarapan makanan ringan regu 1 mulai bergerak menuju kawah dan pondoksaladah sedangkan regu 2 tinggal di camp untuk menemani anggota yang sakit,untuk mempersiapkan makan siang dan untuk membongkar camp untuk persiapankembali ke Bandung. 22 ( Gambar 17. Kawah Papandayan )
  23. 23. Medan pertama yang dilewati menuju kawah dan pondok saladah berupajalan yang hampir semua berbatu, terlihat di sisi kiri dan kanan tebing-tebing batuyang menjulang tinggi dan disepanjang sisi jalan ditumbuhi pohon cantigi yangterhampar luas. Setelah berjalan kira-kira 200 meter, kami melewati kawahGunung Papandayan yang bernama Kawah Emas, Kawah ini merupakan objekwisata utama Gunung Papandayan. Terlihat dari jauh kepulan asap yang cukupbesar muncul dari mulut kawah bahkan sepanjang daerah ini kami selaludikagetkan oleh letupan-letupan kecil di sekeliling kami. Di medan ini tak nampaksatupun pepohonan yang tumbuh atau hanya sekedar tumbuhan lumut pun tak adayang terlihat oleh kami. Berbeda dengan situasi hari sebelumnya, hari iniperjalanan kami nampak ramai, disepanjang jalan banyak orang berlalulalangmereka mempunyai tujuan yang sama yaitu ke kawah dan pondok saladah.Setelah melewati kawah kami kembali menemukan vegetasi pohon cantigi namunpada plot tertentu masih pada kelimpahan yang rendah dengan tinggi pohonsekitar 0.5 sampai 2 meter. Medan yang dilewati 18. Pohon Cantigi di Pondok Saladah) sesekali menurun , ( Gambar bervariasi, kadang menanjak dansebagian membentuk lembahan yang masih jarang ditumbuhi pohon cantigi.Cuaca pada waktu itu sangat panas, sebelum akhirnya tiba di medan yang sangatmenanjak kami menemukan sungai kawah yang membatasi kami dengan suhunyayang dingin. Sungai ini memiliki kedalaman rata-rata 30 cm dengan lebar sungai 23
  24. 24. kira-kira 3 meter dan di sepanjang sisi sungai terhampar batu-batu kawah yangrelatif besar. ( Gambar 19. Lawang Angin) Setelah menyebrangi sungai, kami menyusuri jalan setapak diantarapohon-pohon cantigi yang medannya menanjak hingga akhirnya tiba di medanyang cukup landai berupa jalan yang cukup besar dengan lebar jalan 5 meter.Disisi kiri kami membentang tebing yang cukup tinggi yang kami duga dibaliktebing ini pondok saladah. Di depan kami melihat tempat seperti pintu gerbangyang akan menuju suatu tempat, yakni bernama Lawang Angin. ( Gambar 20. Air di Pondok Saladah) Di tempat ini terdapat dataran yang cukup luas dengan kelimpahan rumputyang cukup tinggi. Jika ditelusuri, jalan ini akan mengantarkan kami menujuPangalengan sehingga kami merubah jalur ke arah kiri menyusuri jalan setapakdengan vegetasi pohon cantigi yang mencapai ketinggian kira-kira 6 meter.Setelah berjalan 20 menit dari Lawang Angin, kami tiba di Pondok Saladah,waktu itu jam menunjukan pukul 10.10 wib. Kawasan ini masih di dominasi 24
  25. 25. pohon cantigi dengan kondisi medan yang relatif datar, beberapa plot masihberupa padang rumput yang cukup luas. Padang rumput ini biasa dijadikantempat berkemah oleh para pengunjung pondok saladah. Diantara padang rumputini kami banyak menemukan pohon Edelweis yang membuat tempat ini tampakindah. Sejenak kami merebahkan diri dan beristirahat sambil menikmatipemandangan yang ada. Setelah menyantap makanan yang kami bawa, segerakami mendokumentasikan pemandangan Pondok Saladah dari berbagai eksposure.Pengambilan foto didukung kondisi cuaca yang waktu itu sedang cerah. ( Gambar 21. Pondok Saladah) Setelah berada di Pondok Saladah kira-kira 30 menit, kami pulang melaluirute yang sama seperti rute kami berangkat hingga akhirnya tiba di camp tempatkami bermalam pada pukul 12.10. Regu yang kebagian tugas tinggal dicampsudah menyiapkan makan siang Dari Papandayan Tim bergerak pulang menuju Banjaran Kab. Bandungpada pukul 13.00 wib, tim naik angkutan jenis colt bak terbuka jurusanPapandayan – Cisurupan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit yang biayanyaRp. 7.000,- / orang, jalan menuju ke cisurupan dari papandayan cukup baik, dantim tiba di cisurupan pada pukul 13.30 wib. ( Gambar 22. Parkiran Papandayan ) 25
  26. 26. Selanjutnya dari cisurupan naik mikro/ Elef jurusan Cikajang – Bandung denganwaktu tempuh sekitar 270 menit (4,5 jam) yang biayanya Rp. 15.000,- / orang,angkutan tersebut melewati tol Cileunyi – Moh.Toha dan kemudian Tim turun diGerbang Tol. Moh.Toha, Tim tiba di Moh. Toha (Bandung) pada pukul 18.00wib. Senjutnya dari Moh.Toha naik angkutan kota jurusan Tegalega – Banjarandengan waktu tempuh sekitar 60 menit yang biayanya Rp.3.500,- / orang, tim tibadi Banjaran di kediaman rumah Ryan pada pukul 19.00 wib.( Gambar 23. Angkutan Papandayan-Cisurupan ) ( Gambar 24. Angkutan Cisurupan-Bandung ) Kesimpulan evaluasi hari ketiga : − Perubahan rencana yang dibuat pada hari kedua telah terlaksana pada hari ketiga. − Kesehatan anggota Tim: anggota yang bernama Asifa Fitriani mengalami demam − Kondisi perbekalan masih cukup untuk 1 hari kedepan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN4.1 Kesimpulan 26
  27. 27. Berdasarkan hasil pembahasan perjalanan yang telah dilakukan mengenaiekspedisi tegal panjang – papandayan, selanjutnya dapat ditarik kesimpulan: 1. Salah satu program kerja dewan pengurus organisa pecinta alam arupadatu SMAN 1 Baleendah yakni pelaksanaan ekspedisi anggota muda telah terlaksana,dengan bentuk kegiatan ekspedisi penjelajahan gunung hutan. 2. Di harapkan dengan terlaksananya ekspedisi tegal panjang papandayan dan di susunnya laporan ekspedisi tegal panjang papandayan memenuhi syarat-syarat penempuhan nomor anggota organisasi pencinta alam Arupadhatu. 3. Bahwa perjalanan Tegal Panjang – Papandayan secara garis besar berjalan sesuai dengan perencanaan awal. Untuk operasi tegal panjang – papandayan, terdapat kendala pada masalah navigasi dimana kami melenceng dari jalur yang telah direncanakan semula sesuai dengan rancangan operasi (ROP), dikarenakan kemampuan kami tentang navigasi dan penguasaan medan perjalanan yang masih kurang, dan juga sinyal Global Position System (GPS) yang sulit kami dapatkan dikarenakan kerapatan hutan yang masih tinggi. 4. Terjadi kecelakaan yang cukup serius pada salah satu anggota tim, diakibatkan kelalaian dalam menggunakan golok tebas. Hal ini terjadi karena konsentrasi yang mulai kurang akibat stamina yang mulai menurun. Peralatan dan perlengkapan yang kami gunakan sudah mendukung perjalanan kami, sehingga untuk peralatan dan perlengkapan kami tidak ada kendala. 5. Untuk Perbekalan yang kami bawa sudah mendukung stamina kami selama perjalanan, dan jumlah perbekalan yang kami bawa cukup untuk 4 hari sedangkan perjalanan yang kami lakukan hanya memakan waktu 3 hari. 6. Biaya yang kami habiskan selama perjalanan sebesar Rp.543.400/- dan dana yang telah kami kumpulkan sebesar Rp.560.000/- sehingga mengalami surplus sebesar Rp16.600/-4.2 Saran 27
  28. 28. Berdasarkan hasil pembahasan perjalanan yang telah dilakukan mengenaiekspedisi tegal panjang – papandayan, maka diajukan beberapa saran yangdiharapkan dapat bermanfaat bagi perjalanan selanjutnya, diantaranya: 1. Persiapan fisik, mental dan perencanaan perjalanan yang baik merupakan suatu hal yang penting dalam mendukung keberhasilan suatu perjalanan. 2. Untuk kelancaran dan keamanan perjalanan kemampuan akan ilmu Navigasi dan penguasaan medan perjalanan yang akan ditempuh sangat dibutuhkan. 3. Pengetahuan Pertolongan Gawat Darurat sangat dibutuhkan untuk mengatasi kecelakaan-kecelakaan yang terjadi selama perjalanan, dan perlengkapan medis diupayakan sedemikian lengkap sesuai dengan yang dibutuhkan pada pertolongan gawat darurat. 4. Peralatan dan perlengkapan disarankan selengkap mungkin disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, yang telah memenuhi prosedur keamanan. 5. Perbekalan yang akan dibawa hendaknya mampu mendukung stamina selama perjalanan dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana jumlah perbekalan yang dibawa disarankan lebih dari yang dibutuhkan dalam rencana perjalanan. 6. Anggaran Biaya disarankan diperhitungkan dengan sangat cermat sesuai dengan kebutuhan perjalanan dan dipusatkan pada satu orang. DAFTAR PUSTAKADjaendi. 2008. Ganesa Bahan Galian. Bandung:CV.ArmikoPartowidagdo, Widjajono. 2009. Energi di Indonesia. Bandung:Development 28
  29. 29. Studies Foundationhttp://dgawe.indonetwork.co.id/1179014/holiday-in-paradise-at-tegalpanjang.htm http://garutkab.go.idhttp://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2006/04/catatan-perjalanan-tegal- panjang.htmhttp://mmlubis.multiply.com/journal/item/9/Tegalpanjang_Tempat_Ilalang_ Bersenandunghttp://portal.vsi.esdm.go.id/joomla/index.php?option=com_wrapper&Itemid=105http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.phphttp://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=17741 Lampiran 1 TransportasiTabel Transportasi 29
  30. 30. Alat/ Jenis Waktu Tempuh Biaya Transportasi Banjaran – Angkutan kota 60 menit Rp. 6.000,- Pangalengan (colt) Pangalengan – 120 menit Rp. 10.000,- Mikro/ Elef Cibutarua Papandayan – 30 menit Rp. 7.000,- Colt bak terbuka Cisurupan Cisurupan - (moh.Toha) 270 menit Rp. 15.000,- Mikro/ Elef Bandung Bandung (Moh. Angkutan kota 60 menit Rp. 3.500,- Toha) – Banjaran (colt) Jumlah per orang Rp. 41.500,- Total (7 orang x Rp. 41.500,-) Rp 290.500,- Lampiran 2 Laporan KeuanganTabel KeuanganKeterangan Debet KreditPemasukan : 30
  31. 31. 1. Iuran anggota Rp. 410.000,- 2. Sumbangan Alumni Rp. 150.000,-Pengeluaran : 1. Transportasi Rp. 290.500,- 2. Perlengkapan Rp. 42.000,- 3. Perbekalan Rp. 164.900,- 4. Akomodasi Rp. 35.000,- 5. Lain – lain Rp. 11.000,- - Sumbangan perbaikan saluran air Wana Wisata Gunung PapandayanTotal Rp. 560.000,- Rp. 543.400,-Saldo Kas Rp. 16.600,- Lampiran3 Pealatan dan perlengkapanTabel PeralatanDaftar Peralatan JUMLAHA. Pribadi- Carriel 1 Buah / Orang- Mattras 1 Buah / Orang- Pakaian Ganti Disesuaikan kebutuhan- Alat Makan (Piring Plastik, Gelas Plastik, 1 Buah / Orang 31
  32. 32. Sendok)- Sleeping bag 1 Buah / Orang- Jas Hujan / Ponco 1 Buah / Orang- Alat Tulis 1 Buah / Orang- Plastik Sampah 1 Buah / Orang- Senter 1 Buah / Orang- Alat Jahit 1 Buah / Orang- Kaos Kaki Ganti 1 Buah / OrangB. Kelompok- Tenda Dome 1 Set- Playsite 1 Buah- GPS Garmin 12 XL version 2.01 1 Buah- Kompas Prisma (Bidik) 1 Buah- Kompas Sunto 1 Buah- Kompas orientering 1 Buah- Peta Tofografi 1 Buah- Proyektor 1 Buah- Nesting 2 Set- Kompor Trangia 1 Buah- Kompor spirtus 1 Buah- Wajan 1 Buah- Golok 2 Buah- Pisau 1 Buah- Susuk 1 Buah- Termos 2 Buah- Kompan 4 BuahTabel PerlengkapanPerlengkapan Keterangan- Spirtus Rp.30.000- Lilin Rp.9.000- Peralatan Mandi (Pribadi)- Tissu (Pribadi)Tabel Perlengkapan MedisPerlengkapan Medis KeteranganBetadine (Pribadi)Kain Kassa (Pribadi)Promag (Pribadi)Diapet (Pribadi)Paracetamol (Pribadi)Tolak Angin (Pribadi)Antangin Rp. 3.000 32
  33. 33. Lampiran 4 PerbekalanTabel Perbekalan Daftar Perbekalan Jumlah Harga 1. Beras 8 ltr (Pribadi) 2. Mie Instan 28 buah (Pribadi) 3. Telur ayam 6 butir (Pribadi) 4. Makanan ringan - Rp. 17.000 5. Saus 1 pak Rp. 4.000 6. Asin 2 ons Rp. 3.000 7. Wortel ¼ kilo Rp. 1.500 8. Ayam 1 ekor Rp. 24.000 9. Jamur 2 ons Rp. 6.000 10. Tempe 3 bungkus Rp. 6.000 11. Bakso 2 bungkus kecil Rp. 3.500 12. Dendeng 2 kilo Rp. 24.000 13. Pindang ¼ kilo Rp. 7.000 14. Cornet 2 buah Rp. 21.000 15. Minyak kelapa 1.5 kilo Rp. 12.000 33
  34. 34. 16. Soun 2 bungkus Rp. 2.400 17. Tepung Sajiku 1 bungkus Rp. 1.500 18. Garam 1 bungkus Rp. 600 19. Coklat 2 bungkus Rp. 20.000 20. Air mineral 3 botol 600 ml Rp. 6.000 Jumlah Rp. 164.900,- Lampiran 5 Menu MakanTabel Menu Makan HARI 1Makan PagiMakan Siang Nasi, Mie, Telur,Makan Malam Nasi, Ayam Bakar, Jamur Crispy HARI 2Makan Pagi Nasi, Ayam Bakar, Tempe Crispy, CapcayMakan Siang Nasi, Mie, TelurMakan Malam Nasi, Dendeng, Tempe, Asin Pindang HARI 3Makan Pagi Makanan ringanMakan Siang Nasi, Dendeng, Kornet, Bakso, Asin PindangMakan Malam Bakso 34
  35. 35. Lampiran 6 Akomodasi1. Rumah kang Ryan Sofian2. Bakso @ Rp. 5.000 x 7 = Rp. 35.000 35
  36. 36. GlosariumAlternatif : Pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinanAndesit : Batuan KerasBasaltic : Silika rendahBelerang : Benda bukan logam yg berwarna kuning muda, jika dibakar bernyala biru merah, asapnya berbau busuk, banyak dipakai untuk bahan obat dan industri, terdapat di daerah (di kawah) gunung berapi, SulfurCrispy : RenyahDokumentasi : Pengumpulan, pemilihan, pengolahan, dan penyimpanan informasi dalam bidang pengetahuan; Pemberian atau pengumpulan bukti dan keterangan (spt gambar, kutipan, guntingan koran, dan bahan referensi lain)Dominan : Bersifat sangat menentukan karena kekuasaan; PengaruhEksplosif : Mudah meledakEmisi : PancaranEndapan : Sesuatu yg bercampur dng barang cair yg telah turun ke bawah dan bertimbun di dasar (spt ampas kopi yg bertimbun di dasar mangkuk); Bahan lepas yg mengendap dan terhampar di dasar laut, danau, sungai, atau rawaErupsi : Letusan gunung api; Semburan sumber minyak dan uap panasEvaluasi : PenilaianFavorit : Yang diharapkan (dijagokan, diunggulkan) untuk menjadi juara Kesayangan; KegemaranGas : Zat ringan yg sifatnya spt udara (dl suhu biasa tidak menjadi cair)Jamur : Jenis tumbuhan yang tidak berdaun dan tidak berbuah, berkembang biak dengan spora, biasanya berbentuk payung, tumbuh di daerah berair atau lembap atau batang busukKaolin : Tanah liat lunak, halus, dan putih, terjadi dr pelapukan batuan granit, dijadikan bahan untuk membuat porselen atau untuk bahan campuran membuat kain tenun, kertas, karet, obat-obatan, dsbKompas : Alat untuk mengetahui arah mata angin (biasanya berbentuk spt jam yg berjarum besi berani yg menunjuk arah utara dan selatan); Pedoman arahKomposisi : Susunan; Tata susunLava : Bahan vulkanis dalam keadaan cair yg keluar dari kepundan gunung berapi; laharLetusan : Letusan yang berasal dari dapur magma yang naik ke neck (korok)Preatik gunung berapi dan keluar melalui rekahan yang terjadi akibat tekanan yang berasal dari dapur magma.Lumut : Tumbuhan hijau atau kuning kecil-kecil yang banyak tumbuh dan berkelompok membentuk bantalan (hamparan) menyerupai beledu pd batu, kayu, tanah, atau tembok yg lembapManifestasi : Perwujudan sebagai suatu pernyataan perasaan atau pendapat 36
  37. 37. Orientasi : Peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dsb) yg tepat dan benar; Pandangan yg mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan;Panorama : Pemandangan alam yg bebas dan luasPengamatan : Pengawasan terhadap perbuatan (kegiatan, keadaan) orang lain; Perbuatan mengamati dengan penuh; PenelitianPeriode : Kurun waktu; Lingkaran waktu (masa):Plester : Perekat untuk menampal (menutup) luka dansebagainyaPosisi : Letak; Kedudukan (orang, barang)Preatik : Jenis letusan yang keluar dari rekahan atau celah gunung berapi.Puing : Kepingan atau sisa peninggalan reruntuhan bangunanPuskesmas : Pusat kesehatan masyarakatRelatif : Tidak mutlak,Representatif : Dapat (cakap, tepat); MewakiliSilika : Bagian terbesar dari pasir dan batu pasir; KristalSinyal : Tanda isyarat (lampu merah, bunyi, larangan parkir, dsb); Tiang dansebagainya yang menjadi (atau berisi) tanda isyaratStrato Tipe A : Tipe gunung berapi yang masih mempunyai bentuk yang sempurnaSurplus : Jumlah yang melebihi hasil biasanya; BerkelebihanTropis : Daerah tropik (sekitar khatulistiwa); Beriklim panasVariatif : Bersifat variasiVegetasi : Kehidupan (dunia) tumbuh-tumbuhan atau (dunia) tanam-tanaman 37
  38. 38. 38

×