Media and Bird Flu 22.7.10

  • 29 views
Uploaded on

These slides were presented during a pandemic tabletop exercise in Riau in 2010

These slides were presented during a pandemic tabletop exercise in Riau in 2010

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
29
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
1
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide
  • Ass.Wr. Wb. Perkenalkan nama saya, Iwan Hasan, Communication for Development Specialist untuk UNICEF Indonesia. Saya bekerja di UNICEF dan setiap hari berhubungan erat dengan media, mencoba mencari solusi terbaik untuk memenangkan perang melawan flu burung.
  • Mengapa UNICEF ambil peran dalam pengendalian flu burung dan kesiapsiagaan pandemi flu? Karena ingin menyelamatkan anak-anak seperti gadis mungil dari Garut ini. Riau baru saja mencatat kasus flu burung yang menewaskan anak berusia 4 tahun. Itualh mengapa kami mendukung kegiatan ini dan saya berada disini. Untuk bersama mendiskusikan cara terbaik memenangkan perang terhadap flu burung.
  • Saya akan membicarakan tema Peran Media dalam Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Pandemi Influenza. Peran penting ini dibagi menjadi dua: pentingnya media bagi petugas kesehatan yang menangani langsung kasus dan pentingnya peran pemberitaan flu burung bagi media itu sendiri.
  • Sebuah kajian dari para peneliti ilmu komunikasi di sebuah perguruan tinggi di AS menunjukkan bahwa fakta terkini tentang gejala, penularan, dan kematian akan mencerdaskan pembaca, pendengar, dan pemirsa media.

    Implikasinya:
    Para petugas kesehatan diharapkan memberikan fakta yang jujur, transparan, akurat, dan terkini kepada jurnalis.
    Media diharapkan mempelajari fakta dan data yang diberikan tersebut guna mengkaji keakuratan dan kekinian data tersebut.
  • Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip Komunikasi Pascakasus (Ooutbreak Communications).
    Cepat, berarti para dokter atau juru bicara Rumah Sakit dan atau Dinas Kesehatan setempat harus cepat memberikan informasi kepada media setelah kasus diduga telah terjadi. Untuk media, juga diharapkan memberitakan secepat mungkin kemungkinan kasus setelah mendapat verifikasi berita (hal ini membantu pemerintah, karena pemerintah juga menggunakan metode rumor tracking dan media monitoring).
    Jujur, artinya para juru bicara terpilih menceritakan kondisi terkini yang mereka dapat verifikasi, termasuk jujur bahwa konfirmasi dari Litbangkes Kemenkes kemungkinan baru didapat dalam beberapa hari ke depan, atau jujur menyatakan bahwa sumber infeksi tidak diketemukan dan berarti resiko penularan makin tinggi. Media juga harus jujur menyatakan bahwa kalau kasus terduga (suspek) ya terduga, belum pasti flu burung dan bisa dinyatakan negatif.
    Transparan, mengharuskan para juru bicara memperlihatkan kemampuan dan sarana yang mereka miliki, akui kelebihan dan kekurangan mereka. Termasuk dalam hal keterbatasan sarana meneliti perilaku virus. Bagi media, transparan ialah menyatakan posisi mereka terhadap kasus flu burung. Nyatakan kalau memang redaksi media menempatkan flu burung sebagai prioritas pemberitaan, sehingga masyarakat tahu kemana mereka harus mencari berita tentang penyakit tersebut.
    Terkini, juru bicara kesehatan wajib menyiarkan perkembangan terkini, misalnya laporan hasil konfirmasi kasus yang didapat dari Litbangkes, tanpa mengulur waktu. Sedangkan media, wajib memberitakan info terkini meski bukan bad news dan tidak sexy. Misalnya, kewajiban melaporkan bahwa kasus terduga ternyata negatif.
    Libatkan masyrakat. Juru bicara kesehatan diharapkan menyampoaikan pesan-pesan dimana masyarakat dapat melindungi diri mereka dari virus flu burung, misalnya dengan menegaskan pentingnya Tanggap Flu Burung: Cuci tangan, masak dengan matang semua produk unggas, laporkan kalau ada unggas sakit/mati, segera periksa ke dokter apabila kena gejala flu berat. Jauhi pesan yang bersifat patron-client, seperti : Pemerintah akan pastikan tidak ada lagi flu burung.
  • Fakta di Indonesia. Ada peningkatan pengetahuan tentang flu burung. Namun…belum disertai dengan perubahan perilaku yang diperlukan. Misalnya: penyesuaian cara memelihara, mentransportasikan unggas dan cara merespon flu.
  • Aspirasi masyarakat: mereka butuh semua jalur komunikasi kesehatan dihidupkan. Penyuluhan langsung rumah ke rumah adalah idaman mereka, sedangkan sosialisasi via rapat warga dan pertemuan di puskesmas harus dikemas dengan menarik, menghibur, dan jauh dari membosankan dan menceramahi. Media tidak jadi idaman karena mereka butuh akses (harus beli koran, dengar siaran radio pada jam tertenti, dan menonton berita kesehatan pada jam tertentu pula).
  • Pesan bagi juru bicara kesehatan: sering-seringlah buat jumpa pers.
    Pesan bagi media: laporkan berulang kali berita kesehatan. Perubahan perilaku terjadi dalam periode tertentu.
  • Pemberitaan media mendorong perubahan perilaku, meski belum se-ideal yang dibutuhkan untuk menghentikan penyebaran flu burung
  • Komitmen dan perhatian media = perhatian masyarakat
  • Good news is good news. Tidak pernah salah memberitakan kemajuan, pencapaian, karena bisa menumbuhkan semangat bersama.
  • Peran baru media: perjuangkan jurnalisme empati, melihat berita dari mata peminat berita (berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan ketersediaan)
  • Peran Baru Media: Media berfungsi sebagai surveilans

Transcript

  • 1. Media Role on Avian Influenza Control and Pandemic Preparedness
  • 2. why we are fighting the bird flu battle
  • 3. “Media stories that include factual information on disease symptoms, mortality and infection rates leave readers with a more accurate view of the risks.” Mc Master University in Hamilton, Ontario, Canada
  • 4. Outbreak Communications 1. Rapid 2. Honest 3. Transparent 4. Updated 5. Participatory/ crowd-sourced
  • 5. Adul t Schoo l kids Comm. Leaders Comm. Agents What DO people know? Source: UNICEF-TNS KAP Study 2008
  • 6. “When a certain disease receives repeated coverage in the press, people tend to focus on it and perceive it as a real threat” Meredith Young Mc Master University in Hamilton, Ontario, Canada
  • 7. Adul t School kids Comm. Leaders Comm. Agents Always … Do people DO what is necessary? ● Among poultry owner, there seems to be a significant improvement in their way to handle poultry Total (Attribute was not asked) (Attribute was not asked) Source: UNICEF-TNS KAP Study
  • 8. “…public concern and media coverage are strongly correlated with each other.” Peter Sandman, Risk Communication expert, Princeton University
  • 9. Kasus Flu Burung di Indonesia Turun Rabu, 29 Oktober 2008 | 22:08 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Kasus flu burung di Indonesia jumlahnya menurun… apresiasi kepada seluruh masyarakat yang memberi kontribusi atas menurunnya jumlah kasus flu burung tersebut. Apresiasi tersebut terutama ditujukan kepada keluarga-keluarga, rumah tangga, anak-anak sekolah dan masyarakat secara
  • 10. Responsible reporting in public health ●To ensure that they are conveying accurate information, not only about the disease itself, but also about the way in which it is spreading. ●Journalists must be able to probe beneath the surface of what they are being told to judge the robustness of the information they are being given.
  • 11. But… “..Media coverage has died down too quickly, and avian flu hasn’t been hooked clearly enough to pandemic and other emerging and re-emerging threat.”