• Save
Tata kampung Surabaya
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
958
On Slideshare
902
From Embeds
56
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
0

Embeds 56

http://arkom.or.id 56

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Penataan Kampung Terpadu Bersama Komunitas
  • 2. PEMBELAJARAN DARI SURABAYA 2003-sekarang
  • 3. PETA KOTA SURABAYA Lokasi Kawasan KAMPUNG-KAMPUNG PAGUYUBAN WARGA STREN KALI SURABAYA GUNUNGSARI I GUNUNGSARI II BRATANG SEMAMPIR KEBRAON KARANGPILANG
  • 4. JARAK KE TEMPAT KERJALokasi ini bagi mereka sangat strategis karena tempat kerja mereka sangat dekat, dimanamayoritas kurang dari 1 km sehingga biaya transport murah. GUNUNG SARI I Di Rumah Kerja Di Luar Dg Jarak Ke Tempat Kerja Antara 0-20 Km KEBRAON & KARANG Di Rumah 56.1% PILANG Umumnya Berjarak 0 - 15 Km < 1 km JAGIR Di Rumah & Industri Rungkut + 2 - 5 Km 8.8% 1-2 km PAGESANGAN, + 2 - 5 Km 6.2% KEBONSARI DAN 2,1-3 km JAMBANGAN 5.4% 3,1-4 km BRATANG Rungkut, Kawasan Sendiri > 4 km 23.4%
  • 5. PENDAPATAN 45 < 500.000 42.5 500.001-1.000.000 40 1.000.001-1.500.000 35 33.1 > 1.500.000 Persentase 30 25 20 15 13.7 10.7 10 5 0 Pendapatan Keluarga GUNUNG SARI I 700.000 - 4.000.000 Rata2 1.500.000 KEBRAON & KARANG PILANG 200.000 - 5.000.000 Rata2 500.000Merupakan masyarakat berpenghasilan rendah JAGIR 200.000 - 5.000.000 Rata2 500.000dimana mayoritas berpenghasilan di bawah Rp PAGESANGAN, KEBONSARI DAN 200.000 - 5.000.000500.000 JAMBANGAN Rata2 750.000 BRATANG 500.000 - 15.000.000 Rata2 1.000.000
  • 6. konsep kampung JOGO KALI•prinsip ‘kampung JOGO KALI’ (menjagakebersihan sungai, menjaga lingkungan kampungyang sehat dan tidak mencemari sungai,menghadapkan bangunan/ rumah ke arah sungai,menjaga ikatan sosial dan budaya kampung)• menguatkan sistem tabungan yang sudahberjalan di kampung, sebagai modal untukmerenovasi kampung dan rumahnya• membuat sistem pengolahan limbah rumahtangga dan praktek kampung ramah lingkungan(BIOGAS, septik tank komunal, kompos)• konsep kampung berkepadatan rendah: rumah-rumah di pinggir sungai dihadapkan ke sungai ,peremajaan wajah rumah , ditingkat 2-3 lantai,membuat jalan inspeksi dan penghijauan secaraswadaya
  • 7. Aktifitas Komunitas dalam Penataan KampungPhysical/Environmental/Economic aspects:• Perencanaan kampung (site planning);• Pembangunan fasilitas bersama: jalan, pengolahan air limbah, penerangan lampu jalan, balai warga, tempat bermain anak, ruang ekonomi bersama• Sebagai model penataan kampung miskin di tepi sungai• Pembongkaran dan pemotongan rumah dan dihadapkan ke sungai;• Pengolahan limbah padat dan cair;• Pembuatan biopori;• Peghijauan kampung;• Kelompok tabungan perempuan• Mengembangkan sistem kesehatan alami (herbal)Socio-political aspects:• Kelompok per 10 rumah; tim penataan kampung; organisasi komunitas (PWSS)• Jaminan keamanan bermukim• Partisipasi aktif komunitas miskin dalam pengambilan kebijakan publik kota• Perubahan kebijakan di tingkat Kota• Membangun kolaborasi terus menerus bersama media, perguruan tinggi, pemerintah dan profesional
  • 8. rencana kampung BRATANGKonsep kampung:1. Desain tanggul dan jalan inspeksi 100000.0 lebar 5m2. Desain rumah tingkat dengan modul rumah 4m x 6,5m3. Penataan dan optimalisasi lahan untuk ruang bersama dan terbuka hijau4. Sistem pengolahan limbah rumah tangga dan usaha rumah tangga secara komunal (septiktank, sumur resapan) U 100000.0 A 3 00 .0 3 00 .0 A
  • 9. Kompetisi dilakukansebagaimedia negoisasikepada pemerintahdaerah.
  • 10. Pemenang kompetisi:Wiyoga NurdiansyahRumah DUSUN (deret susun)