• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
How to cope with tomcat bite
 

How to cope with tomcat bite

on

  • 236 views

Key words: Gejala, pencegahan, pengobatan.

Key words: Gejala, pencegahan, pengobatan.

Statistics

Views

Total Views
236
Views on SlideShare
236
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
3
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    How to cope with tomcat bite How to cope with tomcat bite Presentation Transcript

    • How to Cope with Tomcat Stings Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K)
    • Pendahuluan Istilah sengatan Tomcat sebenarnya tidak benar. Tomcat tidak menyengat maupun menggigit. Sentuhan pada tubuh Tomcat saja sudah cukup memberikan efek beracun pada tubuh manusia. Tomcat termasuk keluarga serangga strain kumbang. Kumbang atau lebih juga tepat disebut Semut Semai. Kumbang ini memiliki ukuran kurang dari 1 cm. Tubuhnya berwarna kuning, gelap di kepala atas, dan “ekor.” Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 2
    • Tengah perut berwarna hijau tua memiliki sepasang sayap keras. Biasanya, muncul merangkak di wilayah sekitar, menyembunyikan sayap dan terlihat lebih seperti semut. Jika terganggu maka akan meningkatkan porsi perut kumbang terlihat seperti kalajengking untuk menakut-nakuti musuh. Dalam tubuh Tomcat ada cairan yang 12 kali lebih kuat dari racun kobra sekalipun. Cairan Hemolimf atau racun disebut sebagai “aederin”. Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 3
    • Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 4
    • Tomcat secara otomatis akan melepaskan cairan racun ketika kontak atau bertabrakan dengan kulit manusia. Tomcat juga akan mengeluarkan cairan racun tersebut pada benda-benda seperti pakaian, handuk, atau benda lainnya. Itu sebabnya, jika terkena seprei, handuk dan peralatan yang diduga terkena racun tomcat harus dicuci. Jika sudah terkena racun Tomcat, untuk pertolongan pertama segera cuci/bilas dengan air bersih dan sabun. Jika muncul seperti setitik bintikbintik merah, segera gosok salep pada kulit dengan Hidrokortison 1%/Betametasone dengan neomycin sulfat 3x sehari. Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 5
    • Tomcat sering muncul ketika hari sebelum malam. Pada waktu orang menyalakan lampu. Tomcat selalu muncul dalam cahaya lampu. Semua serangga memiliki peran dalam penularan penyakit, termasuk Tomcat. Serangga ini memiliki racun yang dapat menyebabkan reaksi pada kulit. Serangga ini ditemukan di kebun atau ladang dan biasanya hanya menimbulkan reaksi pada kulit. Berbeda dengan serangga lain seperti lipan, racun dapat menyebabkan kelumpuhan karena menyerang saraf. Reaksi tubuh terhadap racun Tomcat berbeda beda antara seseorang satu dengan yang lain, ada yang ringan ada yang berat. Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 6
    • Tomcat mempunyai nama latin Paederus riparius, Dinamakan Tomcat karena kesan sepintas melihat serangga ini orang terbayang pada pesawat tempur Amerika Tomcat. Serangga ini tinggal di daerah lembab dan umumnya akan mengikuti cahaya dari lampu, makan hewan seperti kutu dan hama kumbang beras. Tomcat akan mengeluarkan racun dari tubuh atau kontak dengan kulit manusia. Racun ini akan menyebabkan gatal dan juga menyebabkan cedera termal pada kulit. Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 7
    • Pestisida untuk Tomcat adalah ekstrak sayuran yang biasanya mengandung laos, daun nimba dan sereh yang bertujuan untuk membunuh serangga tomcat. Hal-hal lain bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan adalah melalui perilaku masyarakat misalnya dengan menutup pintu dan jendela sebelum menyalakan lampu, karena tomcat adalah serangga yang mengikuti cahaya. Tomcat basanya muncul dengan merangkak dan menyembunyikan sayap dan terlihat lebih seperti semut. Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 8
    • Cairan Hemolimf dalam tubuh (kecuali sayap) hewan ini memiliki potensi racun yang berbahaya. Toksin tersebut diidentifikasi sebagai 'aederin': (C24 H43 N O9) diidentifikasi pada tahun 1953. Tomcat secara otomatis akan melepaskan cairan jika terjadi sentuhan kulit manusia. Bisa tersentuh secara tidak langsung melalui handuk, pakaian atau peralatan lain yang terkontaminasi oleh racun tomcat. Itu sebabnya, jika terkena dermatitis otomatis seperti seprei, handuk dan peralatan yang diduga terkena tomcat beracun untuk dicuci. Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 9
    • Sebenarnya Tomcat berguna untuk mengusir hama, Wereng adalah mangsa Tomcat. Tomcat tidak benar-benar memusuhi manusia. Jadi, mungkin ada aktivitas manusia yang mengganggu kegiatan Tomcat. Di kota-kota Jakarta dan Surabaya, serangga Tomcat biasanya hidup di daerah-daerah yang memiliki pohon-pohon atau tanaman seperti taman kota. Tomcat terbang dengan tubuh yang "berdiri", tidak tertelungkup. Sayap tidak menutupi seluruh tubuh, berbeda dengan serangga yang lain. Seorang yang terkena Tomcat biasanya akan mengalami gatal. Ketika parah, kulit mungkin lecet. Diharapkan untuk tidak panik menghadapi serangan Tomcat karena racun tidak mematikan. Kulit yang telah “digigit” dapat dicuci dengan air sabun antiseptik untuk pertolongan pertama. Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 10
    • Gejala pada Kulit Karakteristik kulit yang terkena Tomcat sangat individual, bisa rigan sampai berat: 1. Muncul warna kemerahan pada kulit 2. Kulit akan terasa gatal 3. Iritasi atau peradangan pada kulit 4. Kulit akan tampak melepuh akibat iritasi 5. Jika parah, maka akan ada nanah di kulit Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 11
    • Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 12
    • Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 13
    • Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 14
    • Pencegahan Untuk pencegahan ”gigitan” Tomcat: 1. Hindari kontak langsung dengan hewan-hewan. Kontak langsung dengan hewan sama saja dengan melampirkan kulit untuk racun. Biasanya kulit akan merasakan panas diikuti dengan munculnya bintikbintik gatal, berair dan tanda hitam di kulit. Jika Anda ingin menyingkirkan binatang itu, gunakan kertas atau pemukul lain, tidak dengan tangan. 3. Pasang kelambu dan juga menutup jendela dan pintu sebelum menyalakan lampu untuk mencegah masuknya kumbang. 5. Pastikan lingkungan rumah bersih 4. Musnahkan tanaman yang tidak terawat dan memastikan kebersihan taman sehingga hewan tidak akan bersarang. Ini adalah cara yang ampuh untuk mengatasi penyakit Tomcat. Pencegahan lebih baik daripada mengobati jadi pastikan rumah bersih dan nyaman sehingga tidak terganggu dari masalah Tomcat. Meskipun serangga ini berguna untuk petani, kita juga harus tetap waspada. Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 15
    • Pengobatan Jika terjadi kontak dengan Tomcat: 1. Segera cuci daerah yang terkena dengan sabun dan air. 2. Reaksi kulit yang parah lebih baik untuk mendapatkan perawatan medis. 3. Pastikan serangga tidak lagi di tempat tidur dan tutup semua jendela ketika malam hari. 4. Bahan seperti larutan antiseptik kalium permanganat (KMnO4) dapat digunakan untuk mencuci. 5. Antiseptik dicampur dengan krim steroid kekuatan rendah dapat mengurangi cedera. 6. Jangan biarkan luka yang masih basah di bawah sinar matahari, karena dapat menimbulkan bekas hitam sulit untuk dihapus. Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 16
    • Thank you Prof Ariyanto Harsono MD PhD SpA(K) 17