Alkaloid fenolik

2,929 views
2,626 views

Published on

slide presentasi fitokimia

Published in: Health & Medicine
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,929
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
20
Actions
Shares
0
Downloads
52
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Alkaloid fenolik

  1. 1. ALKALOID FENOLIK DESSY ALVIONITA / 11023184Kelompok 6 : FERA DWI RAHAYU S. / 11023191 ARI RAHMAWATI / 11023194
  2. 2. DEFINISI ALKALOID adalah senyawa organik yangmengandung atom N yang berasal dari asmamino. ALKALOID FENOLIK adalah alkaloid yangmengandung gugus fenol.
  3. 3. IDENTIFIKASI UMUM REAKSI SANCHEZ  Sampel + lar 0.3% vanilin dalam HCl pekat dipanaskan dalam tangas air warna merah sampai ungu
  4. 4. CONTOHCephalin HCl Morfin 7,8 Didehydro-4-5-epoxy-17-methylmorphinan-3,6 diol
  5. 5. TANAMAN PENGHASIL Litsea firma : lastorfillin, norlastofilin Cephaelis ipecacuanhae : cephaelin Papaver somniferum : morfin
  6. 6. CEPHAELIN C28H38N2O4 Alkaloid utama di akar ipeka
  7. 7. SIFAT FISIKA KIMIAKelarutan: sedikit larut dalam air, larut dalam eterBM : 466.612
  8. 8. TANAMAN PENGHASIL Ipecacuanhae Radix yang terdapat dalam tanaman Cephalis ipecacuanhae kandungan alkaloid: emetin 72%, cephaelin 26%, psychotrina 2%
  9. 9. METODE EKSTRAKSI  Diekstrak dari Cephaelis ipecacuanhae Simplisia Tambahkan Masukkan ke labu dihaluskan dikocok eter Tambahkan eter dan Tambah amn. amn hidroksida Diekstraksi dg asam sulfat Hidroksidasampai bereaksi basa dikocok lagi Ekstraksi dgn Hasil diuapkan di Eter menguap, eter sampai tangas air didapat alkaloid tidak keruh
  10. 10. CEPHAELIN DALAM BIDANG MEDIS  Sebagai Emetik  Prekusor emetin emetin disintesis dari cephaelin dengan jalan metilasi cephaelin.
  11. 11. MORFIN Kata "morfina" berasal dari Mofeus, dewa mimpidalam mitologi Yunani. Morfin merupakan amina tersier yang mengandungsebuah radikal hidroksi alkoholik dan radikal hidroksifenolik. Radikal hidroksi fenolik ini yang menyebabkanmorfin larut dalam alkali dan membentuk warna denganFeri Klorida. Morfin adalah hasil olahan dari opium / candumentah. Morfin merupakan alkaloida utama dari opium( C17H19NO3 ) .
  12. 12. SIFAT FISIKA KIMIAOrganoleptis : Warna: putih Bentuk : serbuk hablur atau hablur jarum mengkilat Bau: tidak berbau Rasa : rasa pahitTitik Lebur : melebur pada suhu 254-256 °C.Reduktor yang dapat mereduksi iodat, klorat, perak nitrat atau alkali permanganat.
  13. 13. Kelarutan :1 bagian di 5000 air, 1 di 210 etanol, 1 di 1220 kloroform, dan 1 dari 125 gliserol; praktis tidak larut dalam eter. (Sardjono, 2008)Dalam bentuk garam HCl, larut dalam 25 bagian air dan dalam lebih kurang 50 bagian etanol 90% ; praktis tidak larut dalam kloroform dan eter . (FI ed. III)
  14. 14. IDENTIFIKASI Larutan zat dalam air +1 tetes FeCl3 biru yang hilang dengan penambahan asam/ etanol 95% /jk dipanaskan. Zat dilarutkan dalam campuran H2SO4 encer & air (1:19) + KI coklat kuning. Zat + H2SO4 + FeCl3 à dipanaskan dalam air mendidih biru + HNO3 merah tua /coklat. Reaksi FROHDE: ungu lalu menjadi hijau. Zat+larutan 1% NH4 molibdat dalam H2SO4 p →warna Reaksi MARQUIS: ungu dalam waktu singkat. Zat + 4 tetes formalin + 1 ml H2SO4 pekat (melalui dinding tabung) → warna. (Moffat et al., 2005)
  15. 15. TANAMAN PENGHASIL Papaver somniferum Apiun, poppy, opium
  16. 16. Papaver somniferum (apiun) merupakantanaman berbatang basah dengan tinggi 1,5 cm.berdaun jarang, melekat pada batang, danberlekuk. Buah kotak, berbentuk bundar,merunjung, tidak berbulu, beruang banyak,bersekat, berdinding tebal, berwarna kuningcoklat, panjang 8 cm, dan lebar 3,5 cm. bijiberukuran kecil (1 mm), berbentuk ginjal, danberwarna putih (Redaksi Agromedia, 2008).
  17. 17. GETAH OPIUM Morfin terjadi secara alami dalam opium sejauh 9-17% berat, tergantung pada sumber opium. Saat bunga-bunga yg hanya berumur beberapahari itu sudah menjadi buah yang masak, penuai akanmulai menuainya dengan cara memotong tangkaibuah tersebut. Untuk narkotika diperoleh dengan cara menyayatbuahnya hingga mengeluarkan getah putih yanglengket. Setelah kering, getah tersebut akan berubahwarna menjadi kecoklatan. Kandungan getah tersebutberisi campuran narkotika alami alkaloid, termasukmorfin.
  18. 18. METODE EKSTRAKSI Opium dipotong-potong, Morfin diekstraksi dari opium dicampur dengan air mendidih (pemanasan) refiltrasi Residu II Residu I dengan airPasta homogen difiltrasi Filtrat I Filtrat IIDitambah amn klorida Filtrat diuapkan Dituang dalam air sampai stgh volume kapur mendidih endapan Morfin akan Dipekatkan smp terpresipitasi beratnya 2x opium Filtrat yg digunakan Endapan difiltrasi Disaring-dicuci dg HCl (dimurnikan) ResiduRekristalisasi morfin HCl
  19. 19. MORFIN DALAM BIDANG MEDIS Analgesik Efek analgesik morfin timbul berdasarkan 3 mekanisme: (1) morfin meninggikan ambang rangsang nyeri (2) morfin dapat mempengaruhi emosi, artinya morfin dapat mengubah reaksi yang timbul dikorteks serebri pada waktu persepsi nyeri diterima oleh korteks serebri dari thalamus (3) morfin memudahkan tidur dan pada waktu tidur ambang rangsang nyeri meningkat.
  20. 20.  Prekusor Metilmorfin kodein diperoleh dengan cara metilasi morfin karena kadar morfin dalam opium jauh lebih besar daripada kadar kodein dalam opium. Khasiatnya sebagai analgesik, antitusif, sedatif.
  21. 21.  Prekusor Diasetilmorfin dan Metamfetamin Diperoleh dengan cara asetilasi morfin. Khasiatnya analgesik dan sedatif. Limbah dari pengolahan morfin menjadi diasetilmorfin adalah metamfetamin
  22. 22. SUMBERAnonim. 1979. Farmakope Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: DepKes RI.Sumardjo, Damin. 2006. Pengantar Kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata 1 Fakultas Bioeksakta. Jakarta: EGC.Barbier, Andre. 1950.“The Extraction of Opium Alkaloids” http://www.unodc.org/unodc/en/data- and-analysis/bulletin/bulletin_1950-01- 01_3_page004.html (diakses pada 7 Oktober 2012)K.S.2007. “Opiates for The Masses” http://www.nature.com/news/2007/070919/full/44 9268a/box/1.html (diakses pada 7 Oktober 2012)

×