AIRASIA   Now Every One Can Fly Ario Dipoyono (0865190099) Desy Satriana Anas (0865190078)
Profile <ul><li>Nama : Airasia Group </li></ul><ul><li>Anak Usaha : </li></ul><ul><ul><li>Airasia Malaysia (AK) </li></ul>...
Sejarah <ul><li>Awalnya AirAsia dimiliki oleh DRB-HICOM milik Pemerintah Malaysia namun maskapai ini memiliki beban yang b...
Sejarah <ul><li>Pada november 2007 Airasia membentuk Airasia X dengan harga tiket yang lebih murah dan jarak penerbangan y...
STP <ul><li>Segmentasi </li></ul><ul><li>Segmen pasar yang ditarget oleh AirAsia adalah kalangan  menengah kebawah  dan go...
STP <ul><li>Positioning </li></ul><ul><li>Positioning dari air asia adalah maskapai penerbangan dengan  biaya rendah  sehi...
SWOT <ul><li>STRENGTHS (Kekuatan) </li></ul><ul><li>Kekuatan dari Airasia adalah kemampuan nya dalam mengelola penerbangan...
SWOT <ul><li>THREATS  (Ancaman)  </li></ul><ul><li>Ancaman yang nyata pada saat ini adalah mulai munculnya airline dengan ...
Low Cost Carrier Ala Airasia <ul><li>Konsep Low Cost Carrier Airasia </li></ul><ul><ul><li>Tidak Ada Tiket </li></ul></ul>...
<ul><li>Terima kasih </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Airasia

5,736 views
5,645 views

Published on

Published in: Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,736
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
191
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Airasia

  1. 1. AIRASIA Now Every One Can Fly Ario Dipoyono (0865190099) Desy Satriana Anas (0865190078)
  2. 2. Profile <ul><li>Nama : Airasia Group </li></ul><ul><li>Anak Usaha : </li></ul><ul><ul><li>Airasia Malaysia (AK) </li></ul></ul><ul><ul><li>Thai Airasia (FD) </li></ul></ul><ul><ul><li>Airasia Indonesia (QZ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Airasia X (D7) </li></ul></ul><ul><li>Hub Base : Kuala Lumpur Internasional Airport (Malaysia) </li></ul>
  3. 3. Sejarah <ul><li>Awalnya AirAsia dimiliki oleh DRB-HICOM milik Pemerintah Malaysia namun maskapai ini memiliki beban yang berat dan akhirnya dibeli oleh mantan eksekutif Time Warner, Tony Fernandes, pada 2 Desember 2001. Tony melakukan turnaround dan AirAsia berhasil membukukan laba pada 2002 dengan berbagai rute baru dan harga promosi serendah 10 RM bersaing dengan Malaysia Airlines. </li></ul><ul><li>Pada 2003, dibukalah pangkalan kedua di Bandara Senai, Johor Bahru dekat Singapore dan AirAsia melakukan penerbangan internasionalnya ke Thailand. Sejak Januari 2004 dibukalah Thai Airasia dan dilakukanlah berbagai penambahan rute seperti ke Singapore dan Indonesia. Penerbangan ke Makau dimulai pada Juni 2004. Januari 2005 Airasia membentuk Indonesia Airasia, sedangkan penerbangan ke Manila dan Xiamen dimulai pada April 2005. Rute lain yang akan dibuka adalah ke Vietnam, Kamboja, Filipina dan Laos. </li></ul>
  4. 4. Sejarah <ul><li>Pada november 2007 Airasia membentuk Airasia X dengan harga tiket yang lebih murah dan jarak penerbangan yang jauh. </li></ul><ul><li>Air Asia, yang berkembang lebih cepat dari pesawat turbo jet-nya, memang fenomenal. Dari sebuah perusahaan yang punya utang hampir Rp 100 milyar di tahun 2001, kemudian Tony Fernandes, tiba-tiba menjelma menjadi perusahaan LCC terkemuka di Asia dengan keuntungan bersih sekitar Rp 567 milyar pada pertengahan tahun 2007. ApalagiAir Asia “hanya” bermain di kelas bawah – dalam kelompok yang disebut “Low Cost Carrier”. </li></ul>
  5. 5. STP <ul><li>Segmentasi </li></ul><ul><li>Segmen pasar yang ditarget oleh AirAsia adalah kalangan menengah kebawah dan golongan konsumen yang tidak begitu mementingkan layanan tetapi berfokus pada harga . </li></ul><ul><li>Targeting </li></ul><ul><li>Target dari AirAsia adalah Konsumen yang mementingkan harga rendah dan tidak mementingkan service. </li></ul>
  6. 6. STP <ul><li>Positioning </li></ul><ul><li>Positioning dari air asia adalah maskapai penerbangan dengan biaya rendah sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk terbang. Ini lah yang mengapa airasia mampunya slogan “Now Everyone Can Fly” </li></ul>
  7. 7. SWOT <ul><li>STRENGTHS (Kekuatan) </li></ul><ul><li>Kekuatan dari Airasia adalah kemampuan nya dalam mengelola penerbangan dengan harga yang murah dengan kualitas layanan standart. </li></ul><ul><li>OPPORTUNITIES (Peluang) </li></ul><ul><li>Peluang dalam bisnis penerbangan berbiaya murah (loc Cost Carrier) sangat besar dan terbuka, dan segmen kelas ini tidak dibidik oleh Airline yang sudah mapan seperti Singapore Air, Malysia Air, Garuda Indonesia (Flag Carrier) </li></ul>
  8. 8. SWOT <ul><li>THREATS (Ancaman) </li></ul><ul><li>Ancaman yang nyata pada saat ini adalah mulai munculnya airline dengan biaya rendah lainnya misalnya Tigerair. </li></ul><ul><li>WEAKNESSES (Kelemahan) </li></ul><ul><li>Kelemahan dari airasia adalah penerapan konsep LCC dengan sistem booking barat tidak bisa diterima khususnya di Indonesia, sehingga bisnis Airasia di Indonesia mengalami kelemahan. Apalagi mendapatkan tekanan ayang kuat dari perusahaan nasional semacam Lion Air, Batavia Air dan Sriwijaya Air. </li></ul>
  9. 9. Low Cost Carrier Ala Airasia <ul><li>Konsep Low Cost Carrier Airasia </li></ul><ul><ul><li>Tidak Ada Tiket </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak Ada Makan dan Minum </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak Ada Service Tambahan </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak Ada Bagasi Gratis </li></ul></ul><ul><ul><li>Mempersingkat Waktu Ground di Appron </li></ul></ul><ul><ul><li>Booking Via Internet </li></ul></ul><ul><ul><li>Low Cost Carrier Terminal </li></ul></ul><ul><ul><li>Penerbangan maksimal 3 Jam </li></ul></ul><ul><ul><li>Satu tipe pesawat </li></ul></ul><ul><ul><li>Penjualan via Internet Online </li></ul></ul>
  10. 10. <ul><li>Terima kasih </li></ul>

×