Your SlideShare is downloading. ×
Metode Memilih Berdasarkan Kinerja Masa Lalu
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Metode Memilih Berdasarkan Kinerja Masa Lalu

1,859
views

Published on

Dalam menggunakan hak pilihnya, calon pemilih dapat menggunakan metode memilih berdasarkan kinerja masa lalu, dengan memperhatikan pengelompokan partai, kontribusi nyata, dan pemberitaan di media …

Dalam menggunakan hak pilihnya, calon pemilih dapat menggunakan metode memilih berdasarkan kinerja masa lalu, dengan memperhatikan pengelompokan partai, kontribusi nyata, dan pemberitaan di media massa.

Published in: Education

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,859
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
116
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Metode Memilih Berdasarkan Kinerja Masa Lalu
  • 2. 38 Partai politik tingkat nasional + 6 partai lokal aceh
  • 3.  
  • 4. Pengelompokan Partai Kontribusi Nyata Pemberitaan di Media
  • 5. Pengelompokan Partai
    • Partai Pemerintah
    • Partai Non-Pemerintah
    • Partai Baru
  • 6. Partai Pemerintah Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
  • 7. Penting Diketahui
    • Keberhasilan atau kegagalan Pemerintah adalah hasil kerja kelompok Partai Pemerintah di dalam kabinet koalisi
    • Tidak boleh satupun partai dari kelompok Partai Pemerintah yang mengklaim keberhasilan Pemerintah sebagai hasil kerja partainya saja.
    • Kegagalan Pemerintah adalah tanggung jawab bersama kelompok Partai Pemerintah
  • 8. Partai Non-Pemerintah PDI Perjuangan, Partai Bintang Reformasi, Partai Damai Sejahtera, Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Pelopor, PNI Marhaenisme, dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia
  • 9. Penting Diketahui
    • Kelompok Partai Non-Pemerintah adalah partai-partai yang tidak termasuk dalam kabinet koalisi pimpinan Presiden SBY
    • Kelompok ini seharusnya menjadi oposisi yang efektif atau kekuatan penyeimbang terhadap Pemerintah
  • 10. Partai Baru Partai Hanura, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Gerindra, Partai Barisan Nasional, Partai Perjuangan Indonesia Baru, Partai Kedaulatan, Partai Persatuan Daerah, Partai Pemuda Indonesia, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Karya Perjuangan, Partai Matahari Bangsa, Partai Republika Nusantara, Partai Nasional Benteng Kemerdekaan, Partai Patriot, Partai Demokrasi Kasih Bangsa, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Kebangkitan Nasional Ulama, Partai Merdeka, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah, Partai Sarikat Indonesia, dan Partai Buruh.
  • 11. Penting Diketahui
    • Meski secara kelembagaan belum dapat diketahui kinerjanya, namun tokoh-tokoh pengusung atau pendiri partai-partai dalam kelompok Partai Baru mungkin saja memiliki kualitas yang baik
    • Kualitas tokoh setidak-tidaknya dapat dinilai dari latar belakang pendidikan, pekerjaan dan pengalaman organisasi
  • 12. Kontribusi Nyata
    • Partai politik atau kadernya melakukan kegiatan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh calon pemilih atau lingkungan disekitar calon pemilih
    • Dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum masa pemilu
  • 13. Pemberitaan di Media Massa
    • Seberapa banyak pemberitaan negatif di media massa yang diketahui calon pemilih
    • Pemberitaan dapat menyangkut partai politik, tokoh-tokoh partai atau calon anggota legislatifnya
  • 14. Langkah Menentukan Pilihan
    • Nilailah kinerja Pemerintah dengan jujur. Apabila Pemerintah dinilai berhasil, pilih salah satu dari Partai Pemerintah.
    • Apabila Pemerintah dinilai gagal, singkirkan kelompok Partai Pemerintah dan mulai menilai partai dalam kelompok Partai Non-Pemerintah dan Partai Baru
    • Apabila ada beberapa partai politik yang terpilih, cobalah kerucutkan lagi dengan melihat dari kontribusi nyatanya dan pemberitaan di media massa
    • Caleg dipilih dari partai politik yang telah melalui saringan pengelompokan partai, kontribusi nyata dan pemberitaan di media massa
    • Apabila tidak ada caleg yang dianggap berkualitas, diperbolehkan memilih partai politik saja
    • Suara yang diberikan kepada partai saja akan diakumulasikan sebagai ”tabungan” partai politik untuk mencapai minimal 2,5% perolehan suara sah di tingkat nasional sebagai syarat untuk mendudukkan wakilnya di DPR dan minimal 25% perolehan suara sah di tingkat nasional sebagai syarat mengajukan calon presiden
  • 15. Ingat!
    • Tidak ada pilihan yang benar atau salah dalam pemungutan suara nanti
    • Yang perlu dilakukan oleh calon pemilih adalah menentukan pilihan dengan pertimbangan yang rasional
  • 16. Selamat Memilih!
    • Indonesian Society for Civilized Election
    • www.iscel.org

×