Pembelajaran pakem

11,651 views
11,480 views

Published on

Pembelajaran pakem

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
11,651
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
232
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pembelajaran pakem

  1. 1. Pembelajaran PAKEM IINovember 5, 2008 — Wahidinhttp://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2008/11/05/pembelajaran-pakem-ii/Mengapa Pakem.Pakem yang merupakan singkatan dari pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan,merupakan sebuah model pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat prinsiputama dalam proses pembelajarannya. Pertama, proses Interaksi (siswa berinteraksi secara aktifdengan guru, rekan siswa, multi-media, referensi, lingkungan dsb). Kedua, proses Komunikasi(siswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lainmelalui cerita, dialog atau melalui simulasi role-play). Ketiga, proses Refleksi, (siswamemikirkan kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari, dan apa yangmereka telah lakukan). Keempat, proses Eksplorasi (siswa mengalami langsung denganmelibatkan semua indera mereka melalui pengamatan, percobaan, penyelidikan dan/atauwawancara).Pelaksanaan Pakem harus memperhatikan bakat, minat dan modalitas belajar siswa, dan bukansemata potensi akademiknya. Dalam pendekatan pembelajaran Quantum (Quantum Learning)ada tiga macam modalitas siswa, yaitu modalitas visual, auditorial dan kinestetik. Denganmodalitas visual dimaksudkan bahwa kekuatan belajar siswa terletak pada indera ‘mata’(membaca teks, grafik atau dengan melihat suatu peristiwa), kekuatan auditorial terletak padaindera ‘pendengaran’ (mendengar dan menyimak penjelasan atau cerita), dan kekuatan kinestetikterletak pada ‘perabaan’ (seperti menunjuk, menyentuh atau melakukan). Jadi, denganmemahami kecenderungan potensi modalitas siswa tersebut, maka seorang guru harus mampumerancang media, metoda/atau materi pembelajaran kontekstual yang relevan dengankecenderungan potensi atau modalitas belajar siswa.Peranan Seorang Guru.Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan, John B. Biggs and Ross Telfer,dalam bukunya “The Process of Learning”, 1987, edisi kedua, menyebutkan paling tidak ada 12aspek dari sebuah pembelajaran kreatif, yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guruyang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa:1. Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuaidengan kecenderungan bakat dan minat mereka,2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawabdalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan,3. Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ideserta gagasan mereka,4. Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati danpenghargaan atas prestasi mereka,5. Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaanlain berikutnya.
  2. 2. 6. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungandengan realitas dan kehidupan nyata.7. Memuji keindahan perbedaan potensi, karakter, bakat dan minat serta modalitas gaya belajarindividu siswa,8. Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyekpembelajaran mandiri,9. Menyatakan kapada para siswa bahwa guru-guru merupakan mitra mereka dan perannyasebagai motivator dan fasilitator bagi siswa.10. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalamusaha meyakinkan minat belajar siswa,11. Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif, kolaboratif, inkuiri dan diskaveri agarterbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa.12. Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan balik dan semangat/gairahpada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam.Selanjutnya bentuk-bentuk pertanyaan yang dapat menggugah terjadinya ”pembelajaran aktif,kreatif, efektif dan menyenangkan” (Pakem), bisa diterapkan antara lain dalam salah satukegiatan belajar kelompok (studi kasus). Menurut Wassermen (1994), pertanyaan-pertanyaanyang memerlukan pemikiran yang dalam untuk sebuah solusi atau yang bersifat mengundang,bukan instruksi atau memerintah. Misalnya dengan menggunakan kata kerja : menggambarkan,membandingkan, menjelaskan, menguraikan atau dengan menggunakan kata-kata: apa, mengapaatau bagaimana dalam kalimat bertanya. Berikut adalah beberapa contoh bentuk pertanyaan yangbisa memberikan respon kreatif terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut.1. Jelaskan bagaimana situasi ini bisa ditangani secara berbeda ?2. Bandingkan situasi ini dengan situasi sekarang !3. Ceriterakan contoh yang sama dengan pengalaman Anda sendiri !Para siswa bisa juga diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang nampaknya sesuaidengan semua skenario. Contoh pertanyaan-pertanyaan berikut dapat memprovokasi siswa untukberpikir tentang kasus yang dibahas.1. Apa yang Anda bayangkan sebagai kemungkinan dari akibat tindakan tersebut ?2. Dengan melihat kebelakang, bagaimana Anda menilai diri Anda sendiri ?3. Dengan mengatakan yang sesungguhnya, apa kesimpulan Anda tentang isu penting itu ?Proses pembelajaran akan berlangsung seperti yang diharapkan dalam pelaksanaan konsepPakem jika peran para guru dalam berinteraksi dengan siswanya selalu memberikan motivasi,dan memfasilitasinya tanpa mendominasi, memberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif,membantu dan mengarahkan siswanya untuk mengembangkan bakat dan minat mereka melaluiproses pembelajaran yang terencana. Perlu dicatat bahwa tugas dan tanggung jawab utama paraguru dalam paradigma baru pendidikan ”bukan membuat siswa belajar” tetapi ”membuatsiswa mau belajar”, dan juga ”bukan mengajarkan mata pelajaran” tetapi ”mengajarkan carabagaimana mempelajari mata pelajaran ”. Prinsip pembelajaran yang perlu dilakukan: ”Janganmeminta siswa Anda hanya untuk mendengarkan, karena mereka akan lupa. Jangan membuat
  3. 3. siswa Anda memperhatikan saja, karena mereka hanya bisa mengingat. Tetapi yakinkan siswaAnda untuk melakukannya, pasti mereka akan mengerti”.Penilaian Hasil Belajar.Sebuah pertanyaan untuk direnungkan. Apakah sebuah ”Penilaian Mendorong Pembelajaran ?”atau apakah ”pembelajaran itu untuk mempersiapkan sebuah tes ? ” atau apakah ’Pembelajarandan Tes’ tersebut dilakukan guna mendapatkan pengakuan tentang kompetensi yang diperlukansiswa atau sekolah? Dalam pelaksanaan konsep Pakem, penilaian dimaksudkan untuk mengukurtingkat keberhasilan siswa, baik itu keberhasilan dalam proses maupun keberhasilan dalamlulusan (output). Keberhasilan proses dimaksudkan bahwa siswa berpartisipasi aktif, kreatif dansenang selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Sedangkan keberhasilan lulusan (output)adalah siswa mampu menguasai sejumlah kompetensi dan standar kompetensi dari setiap MataPelajaran, yang ditetapkan dalam sebuah kurikulum. Inilah yang disebut efektif danmenyenangkan. Jadi, penilaian harus dilakukan dan diakui secara komulatif. Penilaian harusmencakup paling sedikit tiga aspek : pengetahuan, sikap dan keterampilan. Ini tentu sajamelibatkan Professional Judgment dengan memperhatikan sifat obyektivitas dan keadilan. Untukini, pendekatan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) merupakanpendekatan penilaian alternatif yang paling representatif untuk menentukan keberhasilanpembelajaran Model Pakem.Media dan bahan ajar. ”Media dan Bahan Ajar” selalu menjasi penyebab ketidakberhasilansebuah proses pembelajaran di sekolah. Sebuah harapan yang selalu menjadi wacana di antarapara pendidik/guru kita dalam melaksanakan tugas mengajar mereka di sekolah adalah tidaktersedianya ’media pembelajaran dan bahan ajar’ yang cukup memadai. Jawaban para guru inicukup masuk akal. Seakan ada korelasi antara ketersediaan ’media bahan ajar’ di sekolah dengankeberhasilan pembelajarn siswa. Kita juga sepakat bahwa salah satu penyebab ketidakberhasilanproses pemblajarn siswa di sekolah adalah kurangnya media dan bahan ajar. Kita yakin bahwapihak manajemen sekolah sudah menyadarinya. Tetapi, sebuah alasan klasik selalu kita dengarbahwa ”sekolah tidak punya dana untuk itu”!.Dalam pembelajaran Model Pakem, seorang guru mau tidak mau harus berperan aktif, proaktifdan kreatif untuk mencari dan merancang media/bahan ajar alternatif yang mudah, murah dansederhana. Tetapi tetap memiliki relevansi dengan tema mata pelajaran yang sedang dipelajarisiswa. Penggunaan perangkat multimedia seperti ICT sungguh sangat ideal, tetapi tidak semuasekolah mampu mengaksesnya. Tanpa merendahkan sifat dan nilai multimedia elektronik, paraguru dapat memilih dan merancang media pembelajaran alternatif dengan menggunakanberbagai sumber lainnya, seperti bahan baku yang murah dan mudah di dapat, seperti bahan bakukertas/plastik, tumbuh-tumbuhan, kayu dan sebagainya, guna memotivasi dan merangsang prosespembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.Dalam kesempatan melakukan studi banding di Jerman, saya melihat bagaimana seorang gurufisika di sebuah Sekolah Kejuruan (Berlin) menggunakan alat peraga simulasi (Holikopter) yangdibuat dari kertas karton yang diapungkan didepan kelas dengan menggunakan sebuah bloweruntuk memudahkan para siswa dalam memahami prinsip-prinsip yang berkaitan dengan matapelajaran fisika tersebut. Proses pembelajarannya mudah dipahami dan sangat menyenangkan.Media simulasi ini tidak dibeli sudah jadi, tetapi dirancang oleh seorang guru mata pelajaranfisika itu sendiri. Saya kira inilah yang disebut guru yang kreatif. Jadi, model ’pembelajaranaktif, kreatif, efektif dan menyenangkan’, atau yang kita sebut dengan PAKEM itu tidak selalumahal. Unsur kreatifitas itu bukan terletak pada produk/media yang sudah jadi, tetapi lebih pada
  4. 4. pola fikir dan strategi yang digunakan secara tepat oleh seorang guru itu sendiri dalammerancang dan mengajarkan materi pelajarannya.Dalam merancang sebuah media pembelajaran, aspek yang paling penting untuk diperhatikanoleh seorang guru adalah karakteristik dan modalitas gaya belajar individu peserta didik, sepertidisebutkan dalam pendekatan ’Quantum Learning’ dan Learning Style Inventory’. Media yangdirancang harus memiliki daya tarik tersendiri guna merangsang proses pembelajaran yangmenyenangkan. Sementara ini media pembelajaran yang relatif cukup representatif digunakanadalah media elektronik (Computer – Based Learning). Selanjutnya skenario penyajian ’bahanajar’ harus dengan sistem modular dengan mengacu pada pendekatan Bloom Taksonomi. Inidimaksudkan agar terjadi proses pembelajaran yang terstruktur, dinamis dan fleksibel, tanpaharus selalu terikat dengan ruang kelas, waktu dan/atau guru. Perlu dicatat bahwa tujuan akhirmempelajari sebuah mata pelajaran adalah agar para siswa memiliki kompetensi sebagaimanaditetapkan dalam Standar Kompetensi (baca Kurikulum Nasional). Untuk itu langkah/skenariopenyajian pembelajarn dalam setiap topik/mata pelajaran harus dituliskan secara jelas dalamsebuah Modul. Dengan demikian diharapkan para siswa akan terlibat dalam proses pembelajarantuntas (Mastery Learning) dan bermakna (Meaningful Learning).ditulis oleh: Drs. Anwar Fuady, M.EdDalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang sangat baik dancocok untuk situasi dan kondisi siswa. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didikdalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif KreatifEfektif dan Menyenangkan)PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakankegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanankepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantubelajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkandan efektif.A. ALASAN PENERAPAN PAKEMPAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensionaldinilai menjemukan, kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurangoptimalnya penguasaanmateri bagi peserta didik.B. CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEMCiri-ciri/karakteristik PAKEM adalah:a. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didikb. Mendorong kreativitas peserta didik &guruc. Pembelajarannya efektifd. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didikC. PRINSIP PAKEMPrinsip PAKEM antara lain:1. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun emosional2. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru danpeserta diidik3. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah
  5. 5. 4. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apayang telah dilakukanD. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM1. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yangmerupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaianpembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampumengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telahbenar-benar dikuasai dan dicapai.2. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melaluitugas tertentu; (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran; (c) Membantu dan mendorong siswa;(d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik; (e) Menentukan strategipembelajaran; (f) Akuntabilitas lembaga; dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan.3. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan, tertulis, dan perbuatan. Sementara itu,bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap, cek lis, kuesioner, studikasus, dan portofolio.4. Dalam pembelajaran, dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanyadilakukan oleh seorang guru. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebutmemiliki beberapa kelemahan selain keunggulan.E. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM1. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu2. Menentukan kebutuhan pembelajaran3. Membantu dan mendorong siswa4. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik5. Menentukan strategi pembelajaran6. Akuntabilitas lembaga7. Meningkatkan kualitas pendidikanF. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODELPAKEM1. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut.Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran.2. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem, penilaian dirancang sebagaimanadengan penilaian otentik. Artinya, selama pembelajaran itu berlangsung, guru selain sebagaifasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yangdilakukan oleh siswa.IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF EFEKTIF DAN MENYENANGKAN PADA MATA PELAJARAN MATEMATISelasa, 2 February 2010 @ 21:51 WIB - Komputer & Internet
  6. 6. BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangProses Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh guru, dalam menyampaikanmateri yang diajarkan kepada siswa dalam suatu lembaga pendidikan agar dapat mempengaruhi carasiswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengajakpara pesera didik menuju pada perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun sosial. Dalammencapai tujuan tersebut berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru melalui prosespembelajaran. Seperti yang tercantum dalam pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (2005:15) yaitu:Fungsi tujuan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradabanbangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untukberkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada TuhanYang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yangdemokratis serta bertanggung jawab.Dengan mengacu pada tujuan pendidikan nasional maka dengan sendirinya guru dituntut untuk dapatmengembangkan potensi anak didik dengan memperhatikan materi apa yang terkandung pada matapelajaran yang akan diajarkannya karena dengan begitu maka seorang guru mampu memberikan yangterbaik bagi siswanya.Seiring dengan perkembangan zaman serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka kita dituntut untukterus mengadakan pembaharuan disegala lini kehidupan. Terutama yang bersentuhan langsung dengankemajuan ilmu pengetahuan, dimana dalam Sistem yang ada di dalam pendidikan harus terusmengadakan perubahan kearah yang positif. Berbagai teknik pembelajaran, baik itu metode,pendekatan, maupun tata cara atau aturan dalam pembelajaran banyak dirancang untuk menghasilkantransfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa yang lebih optimal. Terkhusus Metode Pembelajaran AktifKretif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM), di mana Hakikat pembelajaran sebenarnya adalah memberirasa nyaman dan betah siswa (anak didik) dalam menerima pelajaran.Menurut John Dewey (1916), Daves (1977; 31) mengatakan: belajar menyangkut apa yang harusdikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, serta mengembangkan inisiatif yang berasal dari siswa dan gurusangat diharapkan sebagai pembimbing dan pengarah dalam proses pembelajaran didalam dan diluarkelas.Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) adalah salah satu pembelajaran inovatifyang memiliki karakteristik aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
  7. 7. 1. Aktif: pengembang pembelajaran ini beranggapan bahwa belajar merupakan proses aktif merangkaipengalaman untuk memperoleh pemahaman baru. Siswa aktif terlibat di dalam proses belajarmengkonstruksi sendiri pemahamannya.2. Kreatif: dimana pengembanganya juga dirancang untuk mampu mengembangkan kreativitas.Pembela haruslah memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, inisiatif, dan kreativitas sertakemandirian siswa sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologisnya.3. Efektif: menyiratkan bahwa pembelajaran harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencapai semuahasil belajar yang telah dirumuskan. Karena hasil belajar itu beragam, karakteristik efektif daripembelajaran ini mengacu kepada penggunaan berbagai strategi yang relevan dengan hasil belajarnya.4. Menyenangkan: pembelajaran yang dilaksanakan haruslah dilakukan dengan tetap memperhatikansuasana belajar yang menyenangkan.Dan sesuai dengan PP No. 19 tahun 2005 Bab IV Pasal 19 ayat 1 menyatakan bahwa ”Prosespembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,menantang, memotivasi peserta didik untuk berpatisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagiprakarsa, keatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik sertapsikologis peserta didik.” Hal tersebut merupakan dasar bahwa guru perlu menyelenggarakanpembelajaan yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM).Pada mata pelajaran matematika, dimana dengan menggunakan Metode Pembelajaran Aktif KreatifEfektif dan Menyenangkan (PAKEM), sangat membantu guru dalam penyajian materi pelajaranmatematika sehingga murid dapat merasa nyaman dan aktif dalam menghadapi mata pelajarantersebut. Berdasarkan survei awal di Sekolah Dasar Inpres Perumnas IV Makassar, diperoleh informasidari guru bahwa berbagai kendala yang masih dihadapi dalam pembelajaran sehingga mempengaruhikualitas pelaksanaan pembelajaran pada suatu mata pelajaran tersebut. dimana kendala tersebut terkaitdengan terbatasnya waktu jam pertemuan dan penguasaan guru dalam menggunakan metodepembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM), dalam pembelajaran tersebut banyakterlibat langsung dengan media pembelajaran yang berada di ruangan kelas sebagai sumber belajarnya.Dan Juga beberapa murid yang tidak menyenangi pelajaran matematika Sehingga menimbulkan motivasiyang kurang dalam pembelajaranya sebagaian murid menggangpap pelajaran matematika cukup sulidbagi mereka sehingga menjadi sesuatu yang menakutkan.Diharapkan dengan mengunakan metode pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan(PAKEM), sesuai dengan Proses pembelajaran pada satuan pendidikan yang diselenggarakan secarainteraktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpatisipasi aktif.sehingga dapat membantu siswa dalam menghadapi pelajaran matematika, dimana nantinya muriddapat aktif dalam pembelajaranya dan menjadikan mata pelajaran matematika menjadi menyenangkan.dan bukan lagi menjadi ketakutan setiap menghadapi pelajaran matematika.
  8. 8. B. Fokus MasalahBerdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :Bagaimana gambaran pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode Pembelajaran Aktif,Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) di Sekolah Dasar Inpres Perumnas IV Makassar ?C. Tujuan PenelitianSehubungan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang akan di capai dalam pelaksanaanpenelitian ini yaitu : untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Metode Pembelajaran Aktif, Kreatif,Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) pada mata pelajaran Matematika kelas V SD Inpres Perumnas IVMakassar.D. Manfaat Hasil PenelitianHasil penelitian ini dapat memberi manfaat secara teoretis dan praktis sebagai berikut:1. Manfaat teoretis:a. Bagi akademik/lembaga pendidikan (KTP), menjadi bahan informasi dan kajian dalam pengembanganpengetahuan, khususnya bidang pendidikan berkaitan dengan kegiatan pembelajaran di sekolah.b. Bagi guru, Khususnya pada SD Inpres Perumnas IV Makassar sebagai bahan masukan agar lebihmemvariasikan metode mengajarnya dengan menggunakan Metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektifdan Menyenangkan (PAKEM) dalam proses pembelajaran.c. Bagi peneliti, sebagai pengalaman yang sangat berharga sehingga menjadi bekal dan acuan dalampenyusunan karya ilmiah selanjutnya.2. Manfaat praktis:a. Bagi guru, sebagai masukan dalam rangka lebih mengefektifkan kegiatan pembelajaran di sekolah,baik pembelajaran secara teori maupun praktek.b. Bagi siswa, sebagai masukan pentingnya mengikuti kegiatan pembelajaran baik teori maupun praktekdalam meningkatkan kemampuan siswa baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotor.E Sistematika PenulisanSistematika penulisan skripsi yang direncanakan terdiri atas lima bab yaitu :
  9. 9. 1. Bab I. Pendahuluan, Yang terdiri atas Latar belakang masalah, fokus masalah, Tujuan penelitian,manfaat penelitian, dan sistematika penulisan2. Bab II. Kajian pustaka dan kerangka pikir3. Bab III. Metode penelitian yang terdiri dari : Pendekatan dan jenis penelitian, Fokus peneliian,desktripsi lokasi penelitian, unit analisis, teknik pengumpulan data, analisis dan validasi data sertajadwal pelaksanaan penelitian.4. Bab IV. Hasil penelitian dan pembahasan yang terdiri dari : analisis deskriptif kualitatif terhadappelaksanaan medel pembelajaran aktif kretif efektif dan menyenangkan (PAKEM)5. Bab V. Kesimpulan dan saran.BAB IIKAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIRA. Kajia Pustaka1. Hakikat Belajar MengajarBelajar menurut bahasa adalah “usaha (berlatih) dan sebagai upaya mendapatkan kepandaian”.Sedangkan menurut istilah yang dipaparkan oleh beberapa ahli, di antaranya oleh Ahmad Fauzi yangmengemukakan belajar adalah “Suatu proses di mana suatu tingkah laku ditimbulkan atau diperbaikimelalui serentetan reaksi atas situasi (atau rangsang) yang terjadi”. Moh.Uzer Usman dan Lilis Setiawatimengartikan “belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antaraindividu dengan individu dan individu dengan lingkungan sehingga mereka lebih mampu berinteraksidengan lingkungannya” Nana Sudjana mengatakan “belajar adalah proses yang aktif, belajar adalahmereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar adalah proses yang diarahkankepada tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar adalah proses melihat, mengamati,memahami sesuatu.” Dari beberapa pengertian belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut,dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku individu dari hasil pengalamandan latihan. Perubahan tingkah laku tersebut, baik dalam aspek pengetahuannya (kognitif),keterampilannya (psikomotor), maupun sikapnya (afektif). Dari pengertian minat dan pengertian belajarseperti yang telah diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar adalah sesuatukeinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang disengaja yang akhirnya melahirkanrasa senang dalam perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan.Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kesatuan yang dari dua kegiatan yang yang searah.Kegiatan belajar adalah kegiatan yang primer dalam kegiatan belajar mengajar tersebut, sedangkankegiatan mengajar merupakan kegiatan sekunder. Sekunder yang dimaksudkan untuk dapat terjadi
  10. 10. kegiatan belajar yang optimal, Situasi yang dapat memungkinkan terjadinya kegiatan belajar yangoptimal adalah suatu situasi di mana siswa dapat berinteraksi dengan guru atau bahkan pembelajaran ditempat tertentu yang telah diatur untuk mencapai tujuan. Selain itu situasi tersebut dapat lebihmengoptimalkan kegiatan belajar bila mengunakan metode atau media yang tepat. Untuk megetahuikeefektifan kegiatan belajar dan pembelajaran maka diadakan evaluasi. Secara umum pembelajaandapat diartikan sebagai proses perubahan dan interaksi dengan lingkungan untuk memenuhi kebutuhanfisik, mental, dan spritual. Hal ini sesuai dengan pendapat sudjanah (1989:28) yaitu:Belajar adalah suatu proses yang di tandai dengan adanya suatu perubahan pada diri seseorang.Perubahan suatu hasi belajar dapat ditunjukkan dalam berabagai bentuk seperti perubahanpengetahuan, sikap, tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kemampuan daya reaksi, daya penerimaandan aspek yang ada pada individu.Belajar merupakan proses internal yang kompleks, yang mana dalam proses internal tersebut adalahseluruh mental yang meliputi rana-rana kognitif, efektif, dan psikomotorik. Proses belajar yangmengaktualisasikan rana-rana tersebut tertuju pada bahan belajar tertentu. Dimana belajar merupakansuatu aktifitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi dalam lingkungan yangmengahasilkan perubahan-peruabahan dalam pengetahuan, keterampilan, dan nilai sikap. Sehinggaberdasarkan uraian tersebut diatas dapat ditandai bahwa kegiatan belajar mengajar merupaka suatukegiatan yang melibatkan beberapa komponen-komponen yang membentuk kegiatan belajar mengajartersebut antara lain adalah:a. Siswa, seorang yang bertindak sebagai pencari, penerima, dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.b. Guru, yakni seorang yang bertindak sebagai pengelola kegiatan belajar mengajar, katalisator kegiatanbelajar mengajar, dan peranan lainya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajaryang efektif.c. Tujuan, pernyataan perubahan perilaku yang diinginkan terjadi pada siswa setelah mengikutikegaiatan belajar mengajar. Perubahan perilaku tersebut mencangkup perubahan kognitif,psikomotorik, dan efektif.d. Isi pelajaran, yakni segala informasi yang berupa fakta, prinsip dan konsep yang diperlukan untukmencapai tujuan.e. Metode, yakni cara yang teratur untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatinformasi dari orang lain , dimana informasi tersebut dibutuhkan mereka untuk mencapai tujuan.f. Media, bahan pembelajaran dengan atau tampa peralatan yang digunakan untuk menyajikaninformasi kepada para siswa agar mereka dapat mencapai tujuan.
  11. 11. g. Evaluasi, cara tertentu yang digunakan untuk menilai suatu proses dan hasilnya.Ada beberapa ciri atau prinsip dalam belajar. Sebagaimana menurut Paul Suparno (1997: 21) yangdijelaskan sebagai berikut :a. Belajar berarti mencari makna. Diciptakan oleh siswa dari apa yang meraeka lihat, dengar, rasakandan alami.b. Konstruksi makna adalah proses yang terus menerus.c. belajar adalah bukan mengumpulkan fakta, tetapi merupakan pengembangan pemikiran denganmembuat pengertian yang baru. Belajar bukanlah hasil perkembangan tetapi perkembangan itu sendiri.d. hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman subjek belajar dengan dunia fisik dan lingkungannya.e. hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui, subjek belajar, tujuan, motivasiyang mempengaruhi proses interaksi dengan bahan yang telah dipelajari.Orang yang memiliki ciri-ciri belajar berarti telah mengalami proses pembelajaran. Untuk mencapaiperubahan-perubahan tersebut, tidak terlepas dari fungsi guru dalam proses pembelajaran. Prosesbelajar mengajar merupakan kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan antara siswa yang belajardengan guru yang mengajar karena dalam proses belajar mengajar akan selalu melibatkan serangkaianperbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik untuk mencapai tujuan tertentu. Kegiatanbelajar mengajar merupakan kegiatan pokok dalam proses pendidikan di sekolah. Berhasil atau tidaknyapendidikan bergantung pada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik.2. Tinjaun Teoritis Tentang PAKEMa. Pengertian PAKEMMenurut Sidi (2005:71) “PAKEM adalah singkatan dari pembelajaran aktif, kreatif, efektif danmenyenangkan”.“Pakem sebagai singkatan pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan merupakan pendekatanpengajaran yang mendudukkan siswa sebagai pelaku utama kegiatan pembelajaran” (Karim, 2006:34).Dalam PAKEM, semua siswa dikondisikan untuk terlibat langsung secara aktif dalam semua kegiatanpembelajaran. Dengan kondisi ini, siswa dituntut kemandiriannya untuk mengalami sendiri objek danperistiwa yang dipelajari sambil berinteraksi, berkomunikasi, dan melakukan refleksi dalam setiapkegiatan pembelajaran. Tanggung jawab belajar ada pada pundak siswa dan peran guru hanya sebatas‘learning facilitator’ (pemerakarsa kondisi belajar).
  12. 12. Aktif pengembang pembelajaran ini beranggapan bahwa belajar merupakan proses aktif merangkaipengalaman untuk memperoleh pemahaman baru. Siswa aktif terlibat di dalam proses belajarmengkonstruksi sendiri pemahamannya. Teori belajar konstruktivisme merupakan titik berangkatpembelajaran ini. Atas dasar itu pembelajaran ini secara sengaja dirancang agar mengaktifkan anak. Didalam implementasinya, seorang guru harus merancang dan melaksanakan kegiatan-kegiatan ataustrategi-strategi yang memotivasi siswa berperan secara aktif di dalam proses pembelajaran. Mengapapembelajaran harus mengaktifkan siswa? Hasil penelitian menunjukkan bahwa kita belajar 10% dariyang kita baca, 20% dari yang kita dengar, 30% dari yang kita lihat, 50% dari yang kita lihat dan dengar,70% dari yang kita ucapkan, dan 90% dari yang kita ucapkan dan kerjakan serta 95% dari apa yang kitaajarkan kepada orang lain (Dryden & Voss, 2000). Artinya belajar paling efektif jika dilakukan secara aktifoleh individu tersebut.Sementara itu, Kreatif dimaksudkan sebagai penghasil karya baru sebagai hasil pemikiran sendiri ataukelompok. Karya-karya ini dapat berbentuk tulisan, gambar, grafik, charta, table, atau metode tigadimensi. Untuk beberapa siswa mungkin mengalami kesulitan untuk menghasilkan karya nyata namunanak-anak ini hanya dapat menghasilkan karya dalam bentuk gagasan, pendapat, dan ucapan. Padatahap awal, karya ini dapat berbentuk tiruan dan pada tahap lanjutan, karya tiruan ini dapat dimodifikasisesuai keperluan atau menghasilkan karya yang sama sekali baru, hasil pemikiran orisinal. PembelajaranAktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) juga dirancang untuk mampu mengembangkankreativitas. Pembelajaran haruslah memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, inisiatif, dan kreativitasserta kemandirian siswa sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologisnya.Kemandirian dan kemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh semuabentuk pembelajaran. Dengan dua bekal itu setiap orang akan mampu belajar sepanjang hidupnya. Ciriseorang pembelajar yang mandiri adalah:a. mampu secara cermat mendiagnosis situasi pembelajaran tertentu yang sedang dihadapinya.b. mampu memilih strategi belajar tertentu untuk menyelesaikan masalah belajarnya.c. memonitor keefektivan strategi tersebut. Dand. termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar tersebut sampai masalahnya terselesaikanSelanjutnya, tentang pengertian Efektif dimaksudkan sebagai efektifitas pencapaian tujuanpembelajaran. Setiap kegiatan pembelajaran senantiasa diarahkan pada pencapaian kompetensi-kompetensi tertentu sehingga keberhasilan kegiatan pembelajaran didasarkan pada seberapa jauhtujuan pembelajaran dicapai. Yang terakhir, makna menyenangkan dimaksudkan agar setiap kegiatanpembelajaran diarahkan pada kegiatan yang menyenangkan yang melibatkan semua siswa sepertipermainan (game), brainstorming (urun gagasan), brainwriting (urun tulisan), bermain peran, dankegiatan menyenangkan lainnya. Prinsip ini sesuai dengan peran pedagogis bahwa belajar dalamsuasana senang. Jadi berdasarkan pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa Pembelajaran AktifKreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) adalah salah bentuk metode mengajar yang didalamnya
  13. 13. terdapat pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Melalui kegiatan pembelajaran yangbersifat interaksif, siswa dapat berpikir lebih banyak untuk dirinya sendiri, dan memperolehketerampilan, pengetahuan, dan sikap untuk persiapan kehidupan masa depannya.Menyenangkan pembelajaran yang dilaksanakan haruslah dilakukan dengan tetap memperhatikansuasana belajar yang menyenangkan. Mengapa pembelajaran harus menyenangkan? Dryden dan Voss(2000) mengatakan bahwa belajar akan efektif jika suasana pembelajarannya menyenangkan. Seseorangyang secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya memerlukan dukungan suasana dan fasilitas belajaryang maksimal. Suasana yang menyenangkan dan tidak diikuti suasana tegang sangat baik untukmembangkitkan motivasi untuk belajar. Anak-anak pada dasarnya belajar paling efektif pada saatmereka sedang bermain atau melakukan sesuatu yang mengasyikkan. Menurut penelitian, anak-anakmenjadi berminat untuk belajar jika topik yang dibahas sedapat mungkin dihubungkan denganpengalaman mereka dan disesuaikan dengan alam berpikir mereka. Yang dimaksudkan adalah bahwapokok bahasannya dikaitkan dengan pengalaman siswa sehari-hari dan disesuaikan dengan duniamereka dan bukan dunia guru sebagai orang dewasa. Apa lagi jika disesuaikan dengan kebiasaan merekadalam belajar.Selain itu dalam pembelajaran Model Pakem, seorang guru mau tidak mau harus berperan aktif, proaktifdan kreatif untuk mencari dan merancang media/bahan ajar alternatif yang mudah, murah dansederhana. Tetapi tetap memiliki relevansi dengan tema mata pelajaran yang sedang dipelajari siswa.Penggunaan perangkat multimedia seperti ICT sungguh sangat ideal, tetapi tidak semua sekolah mampumengaksesnya. Tanpa merendahkan sifat dan nilai multimedia elektronik, para guru dapat memilih danmerancang media pembelajaran alternatif dengan menggunakan berbagai sumber lainnya, sepertibahan baku yang murah dan mudah di dapat, seperti bahan baku kertas/plastik, tumbuh-tumbuhan,kayu dan sebagainya, guna memotivasi dan merangsang proses pembelajaran yang kreatif danmenyenangkan. Dimana Media dan bahan ajar, selalu menjadi penyebab ketidak berhasilan sebuahproses pembelajaran di sekolah. Sebuah harapan yang selalu menjadi wacana di antara parapendidik/guru kita dalam melaksanakan tugas mengajar mereka di sekolah adalah tidak tersedianya’media pembelajaran dan bahan ajar’ yang cukup memadai. Jawaban para guru ini cukup masuk akal.Seakan ada korelasi antara ketersediaan ’media bahan ajar’ di sekolah dengan keberhasilan pembelajarnsiswa. Kita juga sepakat bahwa salah satu penyebab ketidak berhasilan proses pembelajaran siswa disekolah adalah kurangnya media dan bahan ajar. Kita yakin bahwa pihak manajemen sekolah sudahmenyadarinya. Tetapi, sebuah alasan klasik selalu kita dengar bahwa ”sekolah tidak punya dana untukitu”!. Oleh karena itu seorang giri haruslah memiliki kekretifitasan yang tinggi dalam mengajarnya Dalammerancang sebuah media pembelajaran, aspek yang paling penting untuk diperhatikan oleh seorangguru adalah karakteristik dan modalitas gaya belajar individu peserta didik, seperti disebutkan dalampendekatan ’Quantum Learning’ dan Learning Style Inventory’. Media yang dirancang harus memilikidaya tarik tersendiri guna merangsang proses pembelajaran yang menyenangkan. Sementara ini mediapembelajaran yang relatif cukup representatif digunakan adalah media elektronik (Computer – BasedLearning). Selanjutnya skenario penyajian’bahan ajar’ harus dengan sistem modular dengan mengacupada pendekatan Bloom Taksonomi. Ini dimaksudkan agar terjadi proses pembelajaran yang terstruktur,dinamis dan fleksibel, tanpa harus selalu terikat dengan ruang kelas, waktu dan/atau guru. Perlu dicatat
  14. 14. bahwa tujuan akhir mempelajari sebuah mata pelajaran adalah agar para siswa memiliki kompetensisebagaimana ditetapkan dalam Standar Kompetensi (baca Kurikulum Nasional). Untuk itulangkah/skenario penyajian pembelajarn dalam setiap topik/mata pelajaran harus dituliskan secara jelasdalam sebuah Modul. Dengan demikian diharapkan para siswa akan terlibat dalam proses pembelajarantuntas (Mastery Learning) dan bermakna (Meaningful Learning).B. Karakteristik Matematika dan karakteristik siswa Pada Sekolah Dasara. Karakteristik Pelajaran MatematikaMenurut bahasa latin Matematika berasal dari kata “manthanein atau mathema yang berarti Pelajaratau hal yang dipelajari”. Sedangkan menurut bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pastiKemudian menurut istilah, Somardyono mengemukakan bahwa “Matematika adalah produk daripemikiran intelektual manusia.” Ciri utama Matematika adalah penalaran deduktif, yaitu kebenaransuatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehinggakaitan antar konsep atau pernyataan dalam Matematika bersifat konsisten. Namun demikian,pembelajaran dan pemahaman konsep dapat diawali secara induktif melalui pengalaman peristiwanyata atau intuisi. Proses induktif-deduktif dapat digunakan untuk mempelajari konsep Matematika.Kegiatan dapat dimulai dengan beberapa contoh atau fakta yang teramati, membuat daftar sifat yangmuncul (sebagai gejala), memperkirakan hasil baru yang diharapkan, yang kemudian dibuktikan secaradeduktif. Dengan demikian, cara belajar induktif dan deduktif dapat digunakan dan sama-sama berperanpenting dalam mempelajari Matematika. Penerapan cara kerja Matematika diharapkan dapatmembentuk sikap kritis, kreatif, jujur dan komunikatif pada siswa. Pembelajaran suatu pelajaran akanbermakna bagi siswa apabila guru mengetahui tentang objek yang diajarkannya sehingga dapatmengajarkan materi tersebut dengan penuh dinamika dan inovasi dalam proses pembelajarannya.Demikian halnya dengan pembelajaran matematika di Sekolah Dasar, guru SD perlu memahamibagaimana karakteristik matematika. Tidak mudah untuk mencapai kata sepakat diantara ahlimatematika untuk mendefinisikan tentang matematika akan tetapi mereka semua sepakat bahwasasaran dalam pembelajaran matematika tidaklah kongkret.Matematika itu terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksioma-aksioma dan dalil-dalil yang dibuktikan kebenarannya, sehingga matematika disebut ilmu deduktif(Russefendi, 1989: 23).Matematika merupakan pola berfikir, pola mengorganisasikan pembuktian logic, pengetahuan strukturyang terorganisasi memuat sifat-sifat, teori-teori di buat secara deduktif berdasarkan unsur yang tidakdidefinisikan, aksioma, sifat atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya. (Johnson dan Rising, 1972dalam Rusefendi, 1988: 2).Matematika merupakan telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berfikir, suatu seni,suatu bahasa dan suatu alat. (Reys, 1984. Dalam Rusefendi, 1988: 2)
  15. 15. Matematika bukan pengetahuan tersendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapiberadanya karena untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial,ekonomi dan alam. (Kline, 1973, dalam Rusefendi, 1988:2).Dengan demikian dapat dikatakan bahwa matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajaristruktur yang abstrak dan pola hubungan yang ada didalamnya. Ini berarti bahwa belajar matematikapada hakekatnya adalah belajar konsep, struktur konsep dan mencari hubungan antar konsep danstrukturnya. Ciri khas matematika yang deduktif aksiomatis ini harus diketahui oleh guru sehinggamereka dapat membelajarkan matematika dengan tepat, mulai dari konsep-konsep sederhana sampaiyang kompleks. Matematika yang merupakan ilmu deduktif, aksiomatik, formal, hirarkis, abstrak, bahasasymbol yang padat arti dan semacamnya adalah sebuah system matematika. Sistem matematikaberisikan model-model yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan-persoalan nyata. Manfaat lainyang menonjol adalah matematika dapat membentuk pola pikir orang yang mempelajarinya menjadipola piker matematis yang sistematis, logis, kritis dengan penuh kecermatan. Selain mengetahuikarakteristik matematika, guru SD perlu juga mengetahui taraf perkembangan siswa SD secara baikdengan mempertimbangkan karakteristik ilmu matematika dan siswa yang belajar. Anak usia SD sedangmengalami perkembangan dalam tingkat berfikirnya. Taraf berfikirnya belum formal dan relatif masihkongkret, bahkan untuk sebagian anak SD kelas rendah masih ada yang pada tahap pra-kongkret belummemahami hokum kekekalan, sehingga sulit mengerti konsep-konsep operasi, seperti penjumlahan,pengurangan, pembagian, dan perkalian. Sedangkan anak SD pada tahap berfikir kongkret sudah bisamemahami hokum kekekalan, tetapi belum bisa diajak untuk berfikir secara deduktif sehinggapembuktian dalil-dalil matematika sulit untuk dimengerti oleh siswa. Siswa SD kelas atas (lima danenam, dengan usia 11 tahun ke atas) sudah pada tahap berfikir formal. Siswa ini sudah bisa berfikirsecara deduktif.Dari uraian di atas sudah jelas adanya perbedaan karakteristik matematika dan siswa SD. Olehkarenanya diperlukan adanya kemampuan khusus dari seorang guru untuk menjembatani antara duniaanak SD yang sebagian besar belum berfikir secara deduktif untuk mengerti ilmu matematika yangbersifat deduktif. Apa yang dianggap logis dan jelas oleh para ahli matematika dan apa yang dapatditerima oleh orang yang berhasil mempelajarinya (termasuk guru). Bisa jadi merupakan hal yangmembingungkan dan tidak masuk akal bagi siswa SD. Problematika pembelajaran matematika SDsenantiasa menarik diperbincangkan mengingat kegunaannya yang penting untuk mengembangkan polapiker dan prasyarat untuk mempelajari ilmu-ilmu eksak lainnya, tetapi masih dirasakan sulit untukdiajarkan secara mudah oleh guru dan sulit diterima sepenuhnya oleh siswa SD. Kegunaan matematikabagi siswa SD adalah sesuatu yang jelas yang tidak perlu dipersoalkan lagi, terlebih pada erapengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini. Hal yang terpenting untuk segeradipecahkan dalam masalah pembelajaran matematika SD adalah bagaimanakah mengajarkanmatematika sehingga guru dan siswa senang dalam proses belajar mengajar?b. Karakteristik Siswa Sekolah DasarMatematika, menurut Ruseffendi (1991), adalah bahasa symbol; ilmu deduktif yang tidak menerima
  16. 16. pembuktian secara induktif; ilurmu tentang pola keteraturan, dan struktur yang terorganisasi, mulai dariunsure yang tidak didefinisikan keunsur yang didefinisikan, keaksioma atau postulat, dan akhirnya kedalil. Sedangkan hakikat matematika menurut Soedjadi (2000) yaitu memiliki objek kajian yang abstrak,bertumpu pada kesepakatan, dan pola piker deduktif.Siswa Sekolah Dasar umurnya berkisar antara 6 atau 7 tahun, sampai 12 atau 13 tahun. Menurut Piaget,mereka berada pada fase operasional konkret. Kemampuan yang tampak pada fase ini adalahkemampuan dalam proses berfikir untuk meng operasikan kaidah-kaidah logika, meskipun masih terikatdengan objek yang bersifat konkret. Dari usia perkembangan kognitif, siswa SD masih terikat denganobjek konkret yang dapat ditangkap oleh panca indera. Dalam pembelajaran matematika yang abstrak,siswa memerlukan alat bantu berupa media, dan alat peraga yang dapat memperjelas apa yang akandisampaikan oleh guru sehingga lebih cepat dipahami dan dimengerti oleh siswa. Proses pembelajaranpada fase konkret dapat melalui tahapan konkret, semi konkret, semi abstrak, dan selanjutnya abstrak.Dalam matematika setiap konsep yang abstrak yang baru dipahami siswa perlu segera diberi penguatan,agar mengendap dan bertahan lama dalam memori siswa, sehingga akan melekat dalam pola piker danpola tindakannya. Untuk keperluan inilah, maka diperlukan adanya pembelajaran melalui perbuatan danpengertian, tidak hanya sekedar hafalan atau mengingat fakta saja, karena hal ini akan mudah dilupakansiswa. Pepatah Cina mengatakan, “saya mendengar maka saya lupa, saya melihat maka saya tahu, sayaberbuat maka saya mengerti”.Seorang guru akan dapat menyajikan materi matematika dengan baik perlu menguasai bahan kajianmatematika yang akan diajarkannya. Akan tetapi penguasaan terhadap bahan saja tak cukup, namunperlu juga penguasaan strategi dan pendekatan pembelajaran matematika, dalam hal ini adalahmatematika SD. Pembelajaran matematika kadang-kadang terasa sulit, banyak hambatan, banyakkegagalan, baik bagi siswa maupun guru, tetapi dilain pihak kita juga pernah merasa senang dan puas.Ini tentunya merupakan pengalaman sekaligus tantangan untuk bisa menyajikan matematika di kelaslebih banyak hal-hal yang menyenangkan bagi siswa dan guru. Oleh karena itulah, pada kesempatan inikita mencoba untuk i menggali pendekatan dan metode pembelajaran matematika yang memungkinkansiswa untuk belajar matematika lebih baik. Pemilihan pendekatan dan metode pembelajaran yang cocokuntuk suatu konsep matematika perlu memperhatikan hakekat ilmu matematika, hakekat anak SD,kurikulum matematika SD dan teori belajar matematika. Pendekatan belajar mengajar merupakan suatukonsep atau prosedur yang digunakan dalam membahas bahan pelajaran untuk mencapai tujuan belajarmengajar. Sedangkan metode mengajar merupakan suatu cara mengajar yang dapat digunakan untukmengajarkan tiap bahan pelajaran. Tiap pelajaran mempunyai ciri khas tertentu sehingga melahirkanpendekatan tertentu dalam pengajarannya.B. Kerangka PikirKeberhasilan proses pembelajaran tentunya tidak lepas dari guru sebagai sala satu sumber belajar.Peran guru sebagi sumber belajar sangatlah penting dimana guru harus lebih menguasai materipelajaran/bahan ajar. Tidak hanya itu guru harus lebih banyak memiliki bahan referensi, hal ini untukmenjaga agar guru memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang materi yang akan diajarkan.
  17. 17. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guru dituntut untuk lebih menguasai informasidan kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran.Salah satu metode pembelajaran yang dapat membangkitkan minat belajar siswa melalui metodepakem, dimana Hakikat Pakem sebenarnya adalah memberi rasa nyaman dan betah siswa (anak didik)dalam menerima pelajaran. Oleh karena itu Pakem sangat memperhatikan keinginan atau kegemarananak, yakni bermain. Pembelajaran diolah sedemikian rupa sehingga terdapat unsur permainan didalamnya. Mulai pembelajaran dalam bentuk lomba, kerjasama atau diskusi, sampai pembelajaran yangdilakukan di luar kelas. Kemunculan Pakem sebenarnya disebabkan adanya indikasi bahwa siswa jenuhterhadap pembelajaran yang selama ini diterapkan. Pembelajaran yang monoton (tidak kreatif), hanyamendengarkan guru berceramah (pasif, tidak aktif), kurangnya transfer ilmu yang dapat bertahan lamapada siswa (tidak efektif), dan terakhir tentu saja sangat membosankan (tidak menyenangkan).Demikianlah nuansa pembelajaran yang kebanyakan dilakukan oleh guru selama ini. Pembelajaran yangdemikian itu, yang selama ini banyak dilakukan, disebutlah sebagai pembelajaran konvensional. Salahsatu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa, dan beberapa siswa yang tidak menyenangipelajaran matematika Sehingga menimbulkan motivasi yang kurang dalam mengikuti pembelajaranya.Melalui metode PAKEM siswa lebih mudah memahami dan menguasai mata pelajaran matematikakarena di kemas lebih menarik dan menyenangkan.BAB IIIMETODE PENELITIANA. Pendekatan dan Jenis PenelitianPendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu prosedurpenelitian yang menghasilkan data deskriptif tentang pelaksanaan Metode Pembelajaran Aktif, Kretif,Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM). Penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitupenelitian yang bertujuan menggambarkan Metode Pembelajaran Aktif, Kretif, Efektif, danMenyenangkan (PAKEM) khusunya di jenjang sekolah Dasar.B. Fokus PenelitianFokus penelitian ini adalah “gambaran pelaksaan Metode Pembelajaran Aktif, Kretif, Efektif, danMenyenangkan (PAKEM)” batasan fokus penelitian ini tentang bagaimana gambaran pelaksanaanMetode Pembelajaran Aktif, Kretif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) pada mata pelajaranMatematika Di SD Inpres Perumnas IV Makassar.C. Deskripsi Lokasi PenelitianPenelitian ini dilaksanakan di SD Inpres Perumnas IV Makassar yang berlokasi di Jalan Bonto DG Ngiratemakassar. Yang dipimpin oleh seorang kepalah sekolah dengan jumlah Guru 9 orang, 7 guru tetap dan 2
  18. 18. Guru honorer. Dengan jumlah siswa sebanyak 135 orang. Jumlah kelas 6 yang terdiri dari kelas I, Kelas II,Kelas III, Kelas IV, Kelas V, dan Kelas VI.D. Unit analisisKegiatan penelitian ini dilaksanakan di SD Inpres Perumnas IV Makassar dengan subjek penelitian yaituGuru Mata Pelajaran Matematika dan siswa kelas V Sebagai Informan Penelitian.E. Teknik Pengumpulan DataDalam suatu penelitian hal yang sangat penting untuk menentukan kualitas keabsahan dari hasilpenelitian adalah ditentukan dari teknik pengumpulan data maka dalam penelitian ini akan digunakanteknik pengumpulan data antara lain sebagai berikut :1. Teknik observasi :Adalah mengadakan pengamatan secara langsung pada objek yang diteliti dan dimungkinkan untukmemberi penilaian pada objek yang diteliti. Kegiatan observasi ini dilakukan pada pra penelitian (surveyawal) dan pada saat penelitian sesungguhnya berlangsung, observasi ini bertujuan sebagai landasanguna mengamati pelaksanaan metode pembelajran aktif kreatif efektif dan menyenangkan (PAKEM).Untuk kepentingan observasi maka dibuat pedoman observasi.2. Wawancara :Dimaksudkan untuk memperoleh informasi secara lisan dan tatap muka kepada pihak-pihak yangdianggap paling tepat yakni guru bidang studi mata pelajaran matematika sebagai bahan pembahasandan masing – masing siswa kelas V, yang mana isi wawancara tersebut berkaitan dengan pelaksanaanmetode pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan (PAKEM).3. Teknik dokumentasi :Kegiatan dokumentasi dimaksudkan untuk memperoleh data tertulis tentang gambaran umum yangberkaitan dengan pelaksanaan metode pembelajran aktif kreatif efektif dan menyenangkan (PAKEM).F. Teknik AnalisisTeknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan hasilobservasi, wawancara dan dokumentasi, tentang gambaran pelaksanaan metode pembelajran aktifkreatif efektif dan menyenangkan (PAKEM), di SD inpres perumnas tidung makassar.Guna menjamin keakuratan atau validnya data, maka sumber informasi dari hasil wawancara terhadapinforman akan dibandingkan (triangulasi) dengan hasil observasi, sekaligus hasil dari dokumentasi yang
  19. 19. berkaitan dengan kegiatan pembelajaran melalui metode pembelajran aktif kreatif efektif danmenyenangkan (PAKEM). Kelas V Di SD Inpres Perumnas Tidung.G. Jadwal Pelaksanaan PenelitianJadwal penelitian ini dirinci sebagai berikut:1. Penyusunan usulan penelitian 4 minggu2. Pengurusan seminar 1 minggu3. Penggurusan isi penelitian 2 minggu4. Pengumpulan data lapangan 2 minggu5. Analisis data / penyusunan skripsi 4 minggu.DAFTAR PUSTAKAAbimanyu, S. dan Samad, S. (eds). 2003. Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: FIP Universitas NegeriMakassar.Arifin Martoenoes. 2006. Startegi Dan Model Belajar Mengajar. Makassar : Badan Penerbit UNMMakassar.Ahmad Fauzi. 2004. Psikologi Umum. Bandung : CV Pustaka Setia.Bungin Burhan. (eds). 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta : Raja Grafindo persada.Depdiknas. 2008. Konsep Pakem : (hhttp://www.bloggaul.com/rinra/readblog/109877/implementasi-metode-pembelajaran-aktif-kreatif-efektif-dan-menyenangkan-pada-mata-pelajaran-matemati

×