• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Social Studies
 

Social Studies

on

  • 3,787 views

Ini merupakan tugas Mata Kuliah Problematika Pendidikan IPS di Program Pasca Sarjana Dikdas IPS. ...

Ini merupakan tugas Mata Kuliah Problematika Pendidikan IPS di Program Pasca Sarjana Dikdas IPS.
Hasil terjemahan dari Buku Social Studies_Jhon Jarolimek.
Bila hasil terjemahan masih kurang pas mohon masukannya. dan semoga bisa bermanfaat.

Statistics

Views

Total Views
3,787
Views on SlideShare
1,516
Embed Views
2,271

Actions

Likes
0
Downloads
14
Comments
0

6 Embeds 2,271

http://belajarpkn-yuk.blogspot.com 2249
http://www.belajarpkn-yuk.blogspot.com 13
http://belajarpkn-yuk.blogspot.com.au 5
http://translate.googleusercontent.com 2
http://webcache.googleusercontent.com 1
http://belajarpkn-yuk.blogspot.com.br 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Social Studies Social Studies Presentation Transcript

      • READING REPORT
      • (PENDIDIKAN NILAI, MORAL DAN KARAKTER)
      • MATA KULIAH:
      • Problematika Pendidikan Dasar IPS
      • (Dibimbing oleh: Dra. Siti Malikha Towaf, MA., Ph.D)
      • Oleh:
      • Soekardi Arif Widijanto
      • NIM 102 103 509 290
      • UNIVERSITAS NEGERI MALANG
      • PROGRAM PASCA SARJANA
      • PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR IPS
      • Juni 2011
    • Peragaan Drama Siswa SD GEORGE WASHINGTON BETSY ROSS Ibu Ross sebentar lagi kita akan menjadi negara merdeka, kita memerlukan sebuah bendera. George Ross adalah angggota dewan kita dan paman dari suamimu. Dia mengatakan bahwa anda dapat menjahit dengan baik sehingga anda dapat membuat bendera negara baru kita Saya merasa sangat tersanjung untuk mencobanya Jendral Washington. Benar adanya kalau saya adalah seorang tukang jahit tapi saya tidak pernah membuat bendera. Apa yang ada di pikiran anda? Kami telah membawa desainnya. Benderanya seharusnya mempunyai garis merah dan putih. Garisnya berjumlah 13. Masing-masing garis menunjukkan setiap negara bagian serta mempunyai 13 bintang dengan latar belakang warna biru Saya melihat bahwa bintang anda mempunyai 6 sudut, Jendral Washington. Menurut saya bintang dengan lima sudut akan terlihat lebih baik Baiklah, kerjakan yang menurut anda yang terbaik Ibu Ross. Bendera tersebut harus disetujui oleh Kongres Kontinental. Kongres tidak mau benderanya berwarna merah, putih, dan biru. Kami akan mengecek kembali dalam beberapa minggu. Selamat tinggal Ibu Ross Selamat Tinggal Jenderal
    • Setiap tahun drama seperti di atas ditampilkan berulang-ulang diratusan kelas di seluruh Amerika.
      • Bagaimana seseorang mengevaluasi aktifitas ini dalam hal pendidikan pelajaran IPS?
      • Walaupun dramatisasi sejarah awal Amerika berdasarkan pada kisah nyata, namun detil yang ditampilkan mungkin tidak akurat.
      • Apakah hal tersebut penting?
      • Apakah seharusnya guru melibatkan siswa?
      • Apa tujuan dari aktifitas seperti itu?
    • Dari Sudut Pandang Pedagogis kegiatan drama mempunyai 2 nilai penting
      • Pertama , memotivasi siswa.
      • Siswa menikmati keterlibatannya dalam drama
      • Ketertarikan alami mereka akan drama dapat digunakan sebagai alat yang ampuh dalam kegiatan belajar.
      • Kedua , menyentuh siswa dalam mendapatkan informasi. Siswa melakukan penelitian mereka sendiri agar dapat menciptakan ulang situasi yang dipelajari seakurat mungkin melalui pementasan drama yang dramatis.
    • BAHASA PENDIDIKAN AFEKTIF Pendidikan Afektif adalah istilah umum yang menggambarkan beragamnya aktifitas sosial yang berkaitan dengan perkembangan perasaan dan emosi. Sistem klasifikasi Krathwohl, Bloom dan Masia menjelaskan lima tingkat tujuan dalah ranah afektif: (1) mendapatkan, (2) bereaksi, (3) menilai, (4) organisasi, dan (5) karakterisasi. Pendidikan afektif meliputi studi tentang seni dan kemanusiaan serta terkait dengan:
    • Nilai bisa didefinisikan = Standar yang digunakan oleh individu dan kelompok sosial untuk menentukan nilai beberapa perilaku, kriteria membuat keputusan, konsep abstrak sehingga tidak bisa diamati secara langsung. Kita beranggapan pengaruh suatu nilai tertentu berasal dari perilaku seseorang. Perilaku = suatu kehendak atau kecenderungan untuk merespon dengan cara tertentu. Karakter = konsep ringkasan yang mengacu pada reputasi seseorang yang mempunyai nilai dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan seseorang yang mempunyai kekuatan moral untuk hidup sesuai dengan nilai dan kepercayaan tersebut. Pendidikan karakter telah menjadi tujuan pendidikan sekolah umum abad ini, kebanyakan gagal dalam bidang IPS. Karena dalam banyak kegiatan implementasinya selalu berkaitan dengan indoktrinasi Moral = Perkembangan moral harus dilakukan dengan mendidik seseoarng dengan bentuk pelaksanaan yang diinginkan oleh masyarakat .
    • PENDIDIKAN NILAI Pendidikan nilai memperhatikan nilai umum dan nilai personal . Contoh Nillai Umum = kemerdekaan, keadilan, kesamaan, kejujuran, mempertimbangkan orang lain, individualisme, harga diri manusia, tanggungjawab, dan kejujuran. Relatif Timbul karena adanya konsensus Nilai personal = nilai yang mempengaruhi seseorang untuk mengambilan keputusan dikehidupannya. Interpretasi seseorang akan nilai-nilai umum Menjalankan nilai-nilai umum dalam kehidupan pribadi seseorang.
    • PENDIDIKAN MORAL DAN KARAKTER PERKEMBANGAN DI AMERIKA: (hal menarik) Tujuan pendidikan harus berkaitan dengan pendidikan moral dan karakter yang menjadi komponen penting pada jasa pendidikan bahkan sebelum pendirian republik ini. Usaha untuk mencapai tujuan tersebut banyak dilakukan pada sekolah-sekolah umum di abad 19 dan awal abad 20. Sekolah-sekolah Amerika tidak terlalu memperhatikan hal ini. Edward A. Wynne mengacu pada sebuah praktek „ Great Tradition “ dan menyatakan bahwa „Penyebaran nilai moral menjadi perhatian dominan pendidikan dari seluruh kultur sepanjang sejarah ini“. Sekolah-sekolah umum di negara ini menjadi sekolah sekuler dan bukannya menjadi sekolah religius. Konsekuensi dari hal tersebut adalah sumber moral harus segera ditemukan di organisasi sosial sebagai tatan sosial, keadilan, dan konsep kontrak sosial. Selanjutnya secara lengkap hal. 8 reading report
    • Pendidikan karakter dan pengembangan moral adalah suatu proses komplek yang harus memasukkan kesempatan-kesempatan untuk bereksperimen atas apa yang diajarkan . Kadang-kadang seseorang harus berperilaku seperti yang diharapkan dan dia harus mau mematuhi baik ada yang mengawasi atau tidak; dia juga harus merasa tidak nyaman ketika seseorang berlaku tidak sesuai dengan nilai-nilai; ketika dia harus mempunyai kesadaran yang akan menuntun perilaku kita . Para pengajar diharapkan tidak hanya memberi perintah pada pengetahuan dan kemampuan namun juga untuk memberikan contoh dan model kepada anak-anak tentang pelaksanaan moral dan karakter yang baik. Di dalam kelas dan seluruh lingkungan sekolah juga harus memberikan contoh nilai-nilai, kepercayaan, dan tingkah laku yang diharapkan oleh program IPS terefleksikan pada perilaku anak-anak yang mempelajarinya .
    • KONTEKS PEMBELAJARAN
      • Ketika sampai pada pendidikan nilai, kepercayaan, moral dan karakter seorang anak maka kita tidak bisa lepas dari konteks sosial dan guru sebagai manusia.
      KONTEKS SOSIAL Materi pelajaran dan kemampuan bisa dipelajari secara efektif dengan membaca atau dengan komputer atau media canggih lain. Bekerja dengan teman sekelas dapat membuat siswa mencapai tujuan belajar akademis namun tidak secara kritis. Siswa yang tinggal di daerah terpencil mungkin bisa belajar di rumah dan belajar pelajaran dasar dan juga keterampilan. KONTEKS GURU Guru adalah orang yang bertanggungjawab dalam menciptakan lingkungan kelas yang bisa menanamkan nilai-nilai yang harus dipelajari siswa Guru bertanggung jawab atas hubungan antar siswa di kelas agar saling menghormati dan menghargai serta memberikan contoh-contoh nilai-nilai demokratis yang dilakukan orang dewasa. Pengelolaan kelas dalam mewujudkan interaksi sosial manjadi laboratorium nilai-nilai dan moral serta tempat pembentukan karakter siswa. Namun jenis pembelajaran seperti yang ada pada Bab atau kegiatan di atas, ini perlu untuk diajarkan oleh seseorang dan dipelajari di bawah situasi sosial yang telah diatur dengan dibimbing guru. (TIDAK DILEPAS BEGITU SAJA)
    • TERIMA KASIH
    • TERIMA KASIH
      • Kelas – kelas yang didukung pendidikan karakter menunujukkan penurunan drastis perilaku negatif yang dapat menghambat keberhasilan akademik ( Berkowitz )