Your SlideShare is downloading. ×
KETUA PENGARAHSekretaris PerseroanWAKIL KETUA PENGARAH/PENANGGUNG JAWABVice President KomunikasiPIMPINAN REDAKSIWisnuntoro...
4SURAT PEMBACASaya bekerja di sebuah perusahaan yang banyakberhubungan dengan Pertamina. Karena itu saya sering harusmelak...
5Warta RedaksiMukadimahASIA PASIFIKWarta Pertamina, Agustus 2007Ada cita-cita besar dari Kilang Unit Pengolahan(UP) V Bali...
6EFIENSI & DWartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007Pertamina sedang membenahi kilang-kilangnya. Tujuannya, efisiensi dan d...
7Foto:Kun/Dok.PertaminaWarta Pertamina, Agustus 2007DAYA SAING
8 Warta Pertamina, Juli 2007WartaUtamaSatu dasawarsa yang lalu (1997) WWWWWePePePePePeeeeemenuliskan kalimat menggugat keb...
9Warta Pertamina, Juli 2007saing, Pertamina mau mengalihkan darimengolah minyak mentah jenis sweet crude kesour crude. Itu...
10WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007Masih dalam rangka peningkatan nilaitambah, tapi di luar BTP, dilakukan Kilang UP...
11Warta Pertamina, Agustus 2007“Karena Pertamina secara korporat sudahdiberi target oleh para pemegang saham,” ka-tanya me...
12WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007dan internasional.Dan hal ini didukung oleh letak kota Ba-likpapan di Teluk Balik...
13Warta Pertamina, Agustus 2007Total luas area Kilang UP V Balikpapanadalah 889 hektar. Terdiri atas 339,2hektar luas area...
14WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007CDUCDUCDUCDUCDUDi kompleks Kilang Balikpapan terdapatbeberapa “tempat masak.” Yan...
15Warta Pertamina, Agustus 2007tanki raksasa di Terminal Lawe-lawe dengankapasitas masing-masing 800.000 barel.Selain itu ...
16WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007MENUJU KILANGBERDAYA SAINGSekarang mari kita berbicara bagaimanapeta daya saing k...
17Warta Pertamina, Agustus 2007Direktur Pengolahan menyontohkan, se-karang harga. Perbedaan sweet crude dan sourcrude itu ...
18WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007YANG PALING MUNGKINDI ASIA PASIFIKPasti ada perhitungan tasti ada perhitungan tas...
19Warta Pertamina, Agustus 2007ke Singapura, barangnya datang. Tetapi koman-dannya, yang memang memegang aset, dia bisamel...
20WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007MEMBANGUNKEEKONOMIANKILANGPengantar RedaksiBaru Kilang UP VI Balongan yang sudah ...
21Warta Pertamina, Agustus 2007Tolong jelaskan bagaimana ka-olong jelaskan bagaimana ka-olong jelaskan bagaimana ka-olong ...
22 Warta Pertamina, Agustus 2007LakonFoto:BFR/Dok.PertaminaMenilai perusahaan minyak dan gasbumi, tidak salah jika kita ju...
23Warta Pertamina, Agustus 2007pada Waktuma, fokus untuk dikerjakan sendiri. Kedua,fokus untuk dikerjakan sendiri, namun k...
Wajahnya sering kelihatan di layar televisi untuk mengkampanyekan MillenniumDevelopment Goals (MDGs). Tidak salah, karena ...
26 Warta Pertamina, Agustus 2007MMMMMengapa PBB memiengapa PBB memiengapa PBB memiengapa PBB memiengapa PBB memillllliiiii...
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Migas
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Migas

839

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
839
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
18
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Migas"

  1. 1. KETUA PENGARAHSekretaris PerseroanWAKIL KETUA PENGARAH/PENANGGUNG JAWABVice President KomunikasiPIMPINAN REDAKSIWisnuntoroWAKIL PIMPINAN REDAKSIAdiatma SardjitoREDAKTUR PELAKSANAArya Dwi ParamitaTIM REDAKSIZainal Abidin,Nandang Suherlan,Urip Herdiman K.,Nilawati Dj.DESAIN GRAFISRianti OctaviaFOTOGRAFERDadang Rachmat Pudja,Kuntoro,Burniat FitrantauSIRKULASIIchwanusyafa,HerlambangALAMAT REDAKSIJl. Perwira 2-4 Jakarta,Ruang 301 Kode Pos 10110Telp. 3815946, 3815966Fax. 3815852, 3815936HOME PAGEhttp://www.pertamina.comEMAILbulletin@pertamina.comPENERBITDivisi KomunikasiSekretaris PerseroanPT PERTAMINA (PERSERO)IZIN CETAKDeppen No. 247/SK/DPHM/SIT/1966, tanggal 12 April 1966Pepelrada No. Kep. 21/P/VI/1966 tanggal 14 April 1966Redaksi menerima sumbangannaskah dari dalam maupundari luar Pertamina. Naskahditulis dengan bahasa yangpopuler dan mudahdimengerti, satu setengahspasi, point huruf 12, panjangtiga setengah halaman.Sertakan pula foto atauilustrasi, baik gambar ataupungrafik yang diperlukan danbiodata lengkap penulisbeserta no. rekening bankatas nama penulis.Untuk naskah yang dimuat,kami menyediakan honorsebesar Rp 250.000(dipotong pajak 5%). Naskahyang masuk menjadi milikredaksi dan keputusanpemuatan sepenuhnyamenjadi wewenang redaksi.lakon22• Wahyudi Satoto• Peggy Melati Sukmahulu30EOR, Upaya untukMeningkatkan Produksi Migashilir32Sticker untuk Brandingdan Kualitasnyatekno35Aplikasi Teknologi Neural Networkuntuk Sistem Deteksi Nyala Apiragam37• Conflict of Interest• Antara Aroma dan Khasiat• Membuat Teka-Tekni Silangesai43Dalam Negosiasi, Orang Jepang tidakPernah Mengatakan”Tidak”!resensi44• The Secret• Biarkan Pasar Membajak Merek Andapatrasiana46• Komikstrip : Pak Lurah & Ina• TTS Agustus 20076-21Daftar isiwarta utama24kata merekaErna WitoelarPertamina sedangmembenahikilang-kilangnya.Tujuannya,efisiensi dan dayasaing. Faktorkeekonomian mautidak mau harusmenjadi bahanpertimbangandalammerekonfigurasikilang-kilang yangada. Jugabagaimanameningkatkannilai tambah untukproduk-produkBBM dan nonBBM yangdihasilkannya.
  2. 2. 4SURAT PEMBACASaya bekerja di sebuah perusahaan yang banyakberhubungan dengan Pertamina. Karena itu saya sering harusmelakukan kontak ke fungsi-fungsi tertentu di Pertamina, baikmelalui email mapun telepon.Ada beberapa kali saya menelepon, saya menangkapsuatu kesan yang kurang baik dari para sekretaris atausiapapun yang mengangkat telepon. Saat mereka mengangkattelepon, saya rasa mereka sedang makan sesuatu dan tetapmelanjutkan mengunyahnya sehingga saya merasa terganggusaat menerima jawaban dari mereka.Kalau hal itu terjadi di jam makan siang, saya masihmaklum mungkin saja mereka memang sedang makan siangdan tidak sempat istirahat keluar ruangan karena banyaknyapekerjaan yang harus diselesaikan. Tetapi, saya mengalamikejadian seperti di atas di luar jam istirahat karena biasanyasaya merasa tidak efektif menelepon pada waktu istirahatsiang.Menurut saya, alangkah baiknya kalau memang sedangmakan, entah makan besar atau camilan, dan ada panggilanEtikaMenerimaTelepontelepon yang masuk, segeralah untukmenelan makanan tersebut lebih dahulu.Atau tunggu sampai selesaimengunyahnya, baru kemudianmenerima telepon masuk tersebut. Inidemi menunjukkan bahwa karyawanPertamina, yang katanya sudah berubahini, memahami dan menghayati etikamenerima telepon.Sekali lagi, masukan saya ini tidakada maksud lain kecuali demiperbaikan pelayanan Pertamina kepadastakeholders-nya.Rima IndriyaniKonsultan - Kebon JerukRedaksi : Terima kasih atas kritikdan saran Anda.•Warta Pertamina, Agustus 2007
  3. 3. 5Warta RedaksiMukadimahASIA PASIFIKWarta Pertamina, Agustus 2007Ada cita-cita besar dari Kilang Unit Pengolahan(UP) V Balikpapan. Menjadi kilang terpercayadan unggul di Asia Pasifik. Ketika WePeWePeWePeWePeWePe menghitungsekilas — melalui website— potensi kekuatan nege-ri-negeri sekitar Laut Caspia, lalu Singapura di AsiaTenggara, maka pertanyaan itu muncul Kilang UPV mau bermain di mana? Di titik keunggulan apa?Potensi pasar memang luas. Kebutuhan energinegeri seperti AS, China, Jepang, sungguh tidakterkira. Tetapi sekali lagi, daya saing, keunggulankomparatif dalam pasar bebas tidak boleh di-abaikan.Visi Kilang UP V Balikpapan tidak bolehberhenti pada jargon. Rekonfigurasi yang sedangdirancang saat ini menjadi hal strategis. Harusmampu menambah keunggulan komparatif UP V.Secara historis Balikpapan menyimpan se-mangat untuk menjadi besar. Potensi sumber dayaalam dan akses ke kawasan Lautan Pasifik adalahharapan yang bisa diwujudkan.Sebutlah Balikpapan pada1897, yang dite-mukan adalah wajah kampung nelayan. Keseha-rian ratusan nelayan di daerah ini adalah mencariikan di perairan Teluk Balikpapan.Adalah pemerintah Hindia Belanda yang men-cium adanya kandungan sumber daya alam minyakdi Balikpapan. Maka mereka pun meminjam tanahdari Kerajaan Kutai pada tahun 1863.Selanjutnya Belanda mendapatkan konsesi per-tambangan Mathilda dan kewenangan melakukanusaha pertambangan di daerah Balikpapan. Di-lakukanlah pemboran pada 10 Februari 1897.Menggelontorlah minyak bumi dari sumur Ma-thilda B-1. Lalu pemboran hingga B-40, di mana 9sumur menghasilkan minyak yang cukup untukdiusahakan.Pada waktu hampir bersamaan di dekat Balik-papan, yaitu Semboja dan Sanga-sanga ditemukanminyak dan disalurkan melalui pipa ke Balikpapan.Penemuan ini mendorong dibangunnya kilang pe-ngolahan minyak di Balikpapan pada tahun 1899oleh Shell Transport & Trading Ltd. Beralihlahperkembangan Balikpapan dari industri agraris keindustri dan perdagangan.Sekarang kota ini dikenal sebagai minyak. Ko-tanya bersih, tidak mengenal kemacetan. Pertaminaada di sana, ikut menumbuhkan kota ini.Ada multiplier effect dari perkembangan in-dustri migas di sana. Industri jasa, seperti perda-gangan, transportasi, perbankan, perhotelan, dansebagainya, tumbuh dengan pesat.Kota ini memasang tagline kota berimanberimanberimanberimanberiman,dengan semboyan kubela, kubangun, dan kujaga.Barangkali yang agak berbeda adalah keberadaankendaraan. Ketika WePeWePeWePeWePeWePe datang tahun 1997, kotaini begitu lengang. Boro-boro ada kemacetan. Tapi10 tahun kemudian, ketika WePeWePeWePeWePeWePe kembali ke sana,jumlah kendaraan di jalanan sudah tidak jauhberbeda dengan kondisi pinggiran Jakarta.“Malam Minggu sering macet, Pak,” kata sopir bisyang mengantarkan rombongan wartawan migasdari Jakarta keliling kota itu, akhir Juni 2007 lalu.Hujan mengguyur kota pantai di KalimantanTimur ini sepanjang hari pada ujung Juni lalu. Adaharapan besar di sana. Wassalam.•NSAsia Pasifik bukanlah sebuah benua.Ia sebuah wilayah yang meliputiwilayah negara-negara di benuaAsia, ditambah negara-negara yang bersen-tuhan dengan Samudera Pasifik, samuderaterbesar dan terdalam di dunia.Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesiadijelaskan, Samudera Pasifik membentangdari daerah Antartika di Kutub Selatanhingga ke Arktika di Kutub Utara. Luasnya1/3 luas bumi. Persisnya 166 juta kilometerpersegi. Sehingga, kalau semua benuadimasukkan ke samudera ini, semuanya bisamasuk. Malah masih longgar. Masih ada sisaruang, yang konon luasnya seluas Asia.Samudera Pasifik berbatasan denganAmerika Utara dan Amerika Selatan di ti-mur, dan dengan Asia dan Australia di barat.Jadi, kalau disebut-sebut wilayah AsiaPasifik, ya tinggal sebut saja negara-negaradi benua Asia dan beberapa negara yangtersentuh Samudera Pasifik.Kita jadi teringat pada APEC (AsiaPacific Economic Cooperation) alias kerja samaekonomi Asia Pasifik yang didirikan tahun1989. Dalam catatan eksiklopedi di website,di Wikipedia, dijelaskan, bahwa kerja samaekonomi ini bertujuan untuk mengukuhkanpertumbuhan ekonomi dan mempereratkomunitas negara-negara Asia Pasifik.Anggota APEC kini berjumlah 21 ne-gara. Pada tahun 1989 hanya Amerika Se-rikat, Australia, Brunei, Filipina, India,Jepang, Kanada, Korea Selatan, Malaysia,Selandia Baru, Singapura, Thailand. Tahun1991 bertambah Hongkong, Republik Chi-na (Taiwan), dan Republik Rakyat China.Tahun 1993 masuk menjadi anggota Mek-siko dan Papua Nugini; tahun 1994 adaChili; lalu tahun 1998 muncul Peru, Rusia,dan Vietnam.Itulah wajah Asia Pasifik!Ketika UP V Balikpapan menetapkanVisinya menjadi kilang terpercaya & unggul diAsia Pasifik, dijelaskan pada Misi-nya, yaitumemasok kebutuhan daerah Indonesia ti-mur dan Asia Pasifik secara selektif.Hiruk-pikuk bisnis di wilayah Asia Pa-sifik sungguh sibuk. Pertumbuhan ekonomiChina dan India, menyusul Jepang, KoreaSelatan, Taiwan, dan negar-negara AsiaTenggara, berhadapan dengan kekuatanekonomi AS, Kanada, Australia, SelandiaBaru, dan negeri-negeri non Asia lain.Tetapi kondisi itu juga berarti ada de-mand . Kebutuhan energi AS dan Chinasangat tinggi. Malah kalau menurut sumberdari website keduanya pemakaian energi ter-tinggi di dunia di bawah AS, yaitu Jepang,China, Rusia, Jerman, Korea Selatan, Italia,Perancis, dan Inggris. Ada juga yang me-nyebutkan China merupakan negara terbe-sar kedua konsumen minyak bumi di duniasetelah AS.Sisi yang bisa dimanfaatkan oleh Perta-mina (baca: Pemerintah) adalah peluangbisnis minyak bumi dalam kerangka kerjasama ekonomi regional. Bisa melalui kerang-ka kerja sama APEC atau juga AFTA.Ini barangkali “PR” bagi Pertamina,khususnya UP V Balikpapan, untuk mem-persiapkan diri agar bisa masuk ke dalampergaulan dunia. Apa mungkin?Ketika dunia tertawa melecehkan, pe-patah biarkan anjing menggonggong kafilahberlalu boleh kita pakai. Sungguh. JJJJJohanohanohanohanohanWWWWWolfgang van Goetheolfgang van Goetheolfgang van Goetheolfgang van Goetheolfgang van Goethe bilang, Knowing isnot enough, we must apply.Willing is not enough,we must do.Just do it, begitu kata pabrik sepatu Nike.Setidaknya dalam waktu dekat Pertaminasedang mempersiapkan membangun unitRCC di Balikpapan. Pertamina telah menyi-apkan roadmap kilang Pertamina 2006 -2012, bahkan sampai 2020.Menghitung kekuatan lawan untuk se-terusnya membangun kekuatan sendiri,pantas dilakukan.Singapura dengan tidak memiliki sum-ber daya alam migas, menutup kelemahan-nya itu dengan menguatkan pada posisi se-bagai trader memang ditunjang oleh posisiSingapura sebagai pusat perdagangan ka-wasan Asia yang menonjol.Di kawasan lain Asia, Iran punya geo-strategi energi yang juga kuat. Negeri paramullah ini memiliki posisi geografis sangatmenguntungkan karena memiliki akses keLaut Caspia, kawasan yang mengandungpotensi kekayaan minyak dan gas signifikan.Dan kini perusahaan minyak Rusia Lukoildan perusahaan minyak Kazakh Kasmu-naigas menawarkan kerja sama dengan Ira-nian Northern Drilling Company (NDC)untuk pengembangan kilang minyak di LautCaspia.Lalu untuk sisi distribusi migas, Irandan Afganistan — menurut cerita dari web-site — adalah dua negara tempat lalu lintasekspor migas dari Laut Caspia. Peta sema-cam ini yang akan menyemarakkan “seli-weran” bisnis migas di Asia Pasifik. Suatupeta yang harus dihadapi oleh Kilang UP VBalikpapan yang punya niat menjadi pemainterpercaya dan unggu di wilayah ini.Hanya ada dua kemungkinan di duniabisnis: bersaing atau bekerja sama. Syaratuntuk keduanya, power! • NS
  4. 4. 6EFIENSI & DWartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007Pertamina sedang membenahi kilang-kilangnya. Tujuannya, efisiensi dan dayasaing. Faktor keekonomian mau tidak mauharus menjadi bahan pertimbangan dalammerekonfigurasi kilang-kilang yang ada.Juga bagaimana meningkatkan nilaitambah untuk produk-produk BBM dan nonBBM yang dihasilkannya.
  5. 5. 7Foto:Kun/Dok.PertaminaWarta Pertamina, Agustus 2007DAYA SAING
  6. 6. 8 Warta Pertamina, Juli 2007WartaUtamaSatu dasawarsa yang lalu (1997) WWWWWePePePePePeeeeemenuliskan kalimat menggugat kebera-daan Unit Pengolahan (UP) PangkalanBerandan. Kalimatnya begini:Apa kabar Pangkalan Berandan hari ini —yang merupakan Unit Pengolahan (UP)-I? Cu-kupkah hanya menjadi UP yang “terkecil” dengankapasitas hanya 5.000 barrel per hari? HaruskahUP-I dipertahankan dan puas hanya karena nilaikesejarahan yang dimilikinya saja?Kini status UP I sudah idle. Operasionalkilang ini tidak dijalankan lagi. Karena pasokanminyak mentah sangat minim sehingga tidakekonomis lagi. Sisi keekonomian sebuah kilangmenjadi hal penting. Berapa duit yang dipakaibiaya operasional, berapa duit yang diperolehkemudian, tak bisa lagi dilihat seperti beberapadasarawarsa sebe-lumnya.Apakah Kilang UP VII Kasim juga akandi-idle-kan juga oleh Pertamina?Tidak segampang itu. Karena posisi KilangUP VII Kasim adalah untuk security of supplyBBM di timur Indonesia. Ketika Pertaminasekarang masih memegang PSO (Public ServiceObligation) keamanan suplai di seluruh wilayahtak bisa dinafikan.Walaupun BBM untuk wilayah timur Indo-nesia sebagian juga disuplai dari Kilang UP VBalikpapan, tetapi untuk wilayah darat Papua,misalnya, tentu masih memerlukan pasokandengan tingkat biaya distribusi yang tidaksemahal kalau dikirim dari Balikpapan.Yang menjadi pertanyaan kemudian, ketikaPertamina sedang menggenjot efisiensi, apakahkeberadaan UP VII Kasim masih harus dide-kati hanya dari faktor kepentingan security ofsupply BBM di kawasan itu?Ada kepentingan keekonomian di satu sisi,dan kepentingan keamanan suplai di sisi lain.Tak bisa dikalahkan satu sama lain. Pasti harusada solusi saling menguntungkan untuk dua sisikepentingan itu.Untuk memperbesar efisiensi dalam sebuahproses operasional di kilang migas dilakukandari banyak sisi.Ada yang di luar kontrol perusahaan, yaituharga crude, karena harga crude mengikutihukum pasar. Ketika harga minyak mentahdunia tinggi satu-dua tahun terakhir, biayapengolahan menjadi besar. Kenapa?Dilihat dari cost structure pengolahan mi-nyak, modal untuk penyediaan minyak mentah(crude) merupakan komponen biaya terbesar.Antara 90 - 95 persen dari keseluruhan biayaproduksi BBM.Selebihnya, kebutuhan energi pengilangan(4-6 persen), chemical catalyst (2-3 persen), danlain-lain (1-2 persen).TTTTTANTANTANTANTANTANGAN KETANGAN KETANGAN KETANGAN KETANGAN KETAAAAATTTTTSeperti dijelaskan oleh Direktur Pengo-lahan SSSSSurururururooooosososososo AAAAAtmomartmomartmomartmomartmomartttttoyoyoyoyoyooooo, tantangan kedepan kilang Pertamina adalah masalah sumberpasokan minyak mentah (crude).Saat ini pasokan crude paling besar dariwilayah yang jauh seperti Timur Tengah,Afrika, Rusia.Tantangan kedua, kata Suroso, adalah hargacrude yang tinggi. Padahal seperti diketahui,minyak mentah sebagai bahan baku pengolah-an merupakan komponen terbesar dari suatuproses pengolahan di kilang.Faktor harga crude memang di luar kendaliperusahaan, karena merupakan bagian daridinamika pasar energi minyak dunia. Hargacrude menyentuh pada kisaran 70-an dolar ASper barel.Ketika menghadapi kenyataan harga mi-nyak mentah dunia yang tinggi, tingkat pro-duksi minyak mentah dalam negeri cenderungmenurun.Saat ini produksi minyak mentah Indonesiadalam kisaran 850 MBCD sampai 900 MBCD.Posisi ini dipastikan akan memicu tingkatimpor crude dan produk BBM lebih tinggi lagi,jika tingkat konsumsi BBM dalam negeri terusmeningkat.KILANG PERKILANG PERKILANG PERKILANG PERKILANG PERTTTTTAMINAMINAMINAMINAMINAAAAA HARI INIHARI INIHARI INIHARI INIHARI INIMenghadapi situasi eksternal terakhir ini,kondisi kilang Pertamina tak bisa dibiarkan apaadanya. Setidaknya desain kilang yangditetapkan zaman dulu tidak didasarkan ataskeekonomian.Dulu, kilang-kilang Pertamina dibikindengan desain tidak komersial, karena semata-mata untuk memenuhi kebutuhan BBM dalamnegeri.Suroso mencontohkan, kilang Pertaminatidak diarahkan untuk memproduksi produk-produk yang berharga tinggi seperti petro-kimia.Kini Pertamina dilengkapi oleh Kilang UPII Dumai-Sei Pakning, Provinsi Riau; KilangUP III Plaju dan Sei Gerong, Sumatera Selatan;Kilang UP IV Cilacap, Jawa Tengah; Kilang UPV Balikpapan, Kalimantan Timur; Kilang UPVI Balongan, Jawa Barat; dan Kilang UP VIIKasim, Papua.Kapasitas terpasang seluruh kilang saat inisehari sekitar 1.050 MBCD. Sedangkan rata-rata kapasitas operasi kilang dalam seharinyaberkisar antar 950 MBCD dan 1.000 MBCD.Produksi kilang Pertamina saat ini meme-nuhi 72 persen dari seluruh kebutuhan BBMdomestik sebanyak 1.010 MBCD - 1.030 MB-CD. Atau sekitar 685 MBCD sampai 720MBCD.Pertamina pun menutup kekurangan itudengan mengimpor minyak mentah dan pro-duk BBM sekitar 310 MBCD sampai 325MBCD.BBBBBANGUN KANGUN KANGUN KANGUN KANGUN KOMPLEKSITOMPLEKSITOMPLEKSITOMPLEKSITOMPLEKSITASASASASASSalah satu hal yang bisa dilihat sejauhmanadaya saing kilang-kilang Pertamina dibanding-kan dengan kilang-kilang asing adalah dari sisikompleksitas kilang.Kompleksitas kilang (Positioning RefineryComplexity) untuk menunjukkan jumlah crack-ing dari kilang. Semakin tinggi kompleksitassuatu kilang semakin bagus.Contoh Kilang UP VI Balongan meskipunminyak mentah yang masuk meskipun minyakberat, yaitu minyak mentah dari Duri yang 85persen residu. Tapi karena banyak cracking-nyamaka minyak mentah berat itu bisa menghasil-kan produk-produk. Hampir semua di-crackjadi LPG, Premium, Propylene, dan sebagainya.Kompleksitas kilang Balongan itu menca-pai 9.3. Sebagai perbandingan rata-rata kom-pleksitas kilang-kilang di Amerika Serikat (AS)yang mencapai 10.7. Nilai 10.7 ini menandakanhampir semua minyak mentah yang diolahmenjadi BBM.Kilang Pertamina yang juga cukup tinggikompleksitasnya adalah Kilang Dumai (5.7).“Yang lain-lain itu kompleksitasnya rendahkarena masih banyak menghasilkan LSWR (re-sidu, rrrrrededededed),” jelas Direktur Pengolahan SurosoAtmomartoyo.Meng-crack produk-produk bernilai rendahtampaknya menjadi PR saat ini. Suroso bilang,Pertamina sedang merencanakan untuk me-ningkatkan cracking di Kilang UP IV Cilacapdan UP V Balikpapan yang kompleksitasnyamasih rendah.Konkretnya, di Kilang UP V Balikpapansiap dibangun RCCU dalam rangka mengolahlebih lanjut produk LSWR di Kilang Balik-papan yang mencapai 23,9 persen dari seluruhproduk yang dihasilkan.Keluarnya produk LSWR (Low SuphurWaxy Residue) seakan-akan menjadi momokuntuk kondisi kilang saat ini. Karena hargaLSWR sekitar 50 dolar AS per barel, lebihrendah dari bahan mentahnya sendiri (crude)sebesar 70 dolar AS per barel. “Sehingga bolehdikatakan tidak memberikan nilai kepada kita,”ungkap Suroso.Harga LSWR rendah karena demand-nyamemang rendah. Jepang saja yang suka membeliLSWR hanya pada saat tertentu sebagai energipemanas.BERALIH KEBERALIH KEBERALIH KEBERALIH KEBERALIH KE SOSOSOSOSOUR CRUR CRUR CRUR CRUR CRUDEUDEUDEUDEUDEMasih dalam rangka meningkatkan daya
  7. 7. 9Warta Pertamina, Juli 2007saing, Pertamina mau mengalihkan darimengolah minyak mentah jenis sweet crude kesour crude. Itu yang akan dilakukan di UP VBalikpapan.Sweet crude itu semakin lama semakin ma-hal saja harganya. Beda harga sweet crude dengansour crude sekitar 8-14 dolar AS per barel.Jenis sour crude antara lain dari Middle East.Ketika kilang-kilang Singapura memakaiminyak mentah dari Timur Tengah ini makadari sisi feedstock saja mereka sudah unggul 14dolar AS per barel lebih murah. Itu kalaudibandingkan dengan kilang kita yang masihmemakai sweet crude.“Kita harus bisa bersaing sama mereka.Inilah salah satu pertimbangan kenapa kita maumenggunakan sour crude. Kita saat ini memakaisweet crude. Tapi sweet crude ini mahal karenabanyak peminat,” tegas Suroso.PRPRPRPRPROOOOOYEKYEKYEKYEKYEK TERTERTERTERTEROBOSOBOSOBOSOBOSOBOSANANANANANKetika Pertamina menggelar proyek tero-bosan (Breakthrough Projects/BTP) I, yang di-gelar Agustus/September — November/De-sember 2006. BTP melibatkan seluruh direk-torat. Dan Direktorat Pengolahan sendiri me-lakukan proyek pengolahan LSWR eks UP IVCilacap di UP VI Balongan.Dari LSWR yang semula hanya mengha-silkan produk minyak bakar (IFO) yang berhar-ga murah, menjadi LSWR yang diolah lagisehingga menghasilkan Gasoline, LPG, danPropylene.Juga peningkatan penggunaan Plaju FCCPlant dengan memanfaatkan LSWR dari UPII Dumai.Foto:Kun/Dok.PertaminaKKKKKompleks Kiompleks Kiompleks Kiompleks Kiompleks Kilalalalalang UPng UPng UPng UPng UP VIVIVIVIVIBalongaBalongaBalongaBalongaBalongannnnn ::::: Konfigurasikilang UP VI telah dibuatdengan mempertimbang-kan sisi keekonomiannya.Asumsi pembangunankilang ini sudah tidakberdasarkan cost and feeseperti kilang lain.Pertamina sedangmerekonfigurasi Kilang UPIV Cilacap dan UP VBalikpapan agar memilikikemampuan mengolahproduk bernilai tinggi.
  8. 8. 10WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007Masih dalam rangka peningkatan nilaitambah, tapi di luar BTP, dilakukan Kilang UPII Dumai, yaitu mengolah Kerosene menjadiAvtur.Seperti diketahui, di UP II Dumai diolahsalah satu jenis crude yang cocok untuk Avtur,yaitu Sumatera Light Crude (SLC). SLC memi-liki kandungan Aromatic yang sangat rendah,suatu hal yang diperlukan oleh Avtur.Yang menarik, pembuatan Avtur ini tidakmemerlukan unit khusus. Seperti pernah dije-laskan SSSSSuparlanuparlanuparlanuparlanuparlan dari Penelitian dan Labora-torium Direktorat Pengolahan, pemanfaatancrudeSLC di Kilang Sungai Pakning merupakanpeluang bagi peningkatan nilai tambah produk.Menurutnya, SLC lebih bagus dibikinAvtur karena bahan bakar pesawat ini lebihmahal harganya, ketimbang kalau crudetersebut sekadara dibuat Kerosene.Sedangkan dalam BTP II (Februari - Okto-ber 2007) Direktorat Pengolahan menyodor-kan proyek besar, yaitu Overall Refinery Im-provement and Development Strategy. Tujuan pro-yek ini adalah untuk memperbaiki danmengembangkan kilang agar bisa bersaing.Proyek pertama adalah Refinery StrategicOperation to Meet Gasoline & Gas Oil Spec. Proyekkeduanya berupa Improve of BBS Plant to 100percent Capacity. Proyek ketiga, Cilacap Reconfi-guration, dan proyek keempat adalah BalikpapanReconfiguration.UTILISUTILISUTILISUTILISUTILISASI KILANGASI KILANGASI KILANGASI KILANGASI KILANGSepertinya Direktorat Pengolahan inginmenyapu semua persoalan yang masih menjadiganjalan. Satu hal lagi yang ditekankan Direk-tur Pengolahan Suroso Atmomartoyo adalahutilisasi kilang-kilang Pertamina.Dalam bagian pengarahannya pada acaraRapat Evaluasi Kinerja Unit Process, DirekturPengolahan, Suroso Atmomartoyo mengin-struksikan agar operasi kilang berjalan denganutilisasi penuh. “Di mana permasalahannyaakan kita selesaikan,” katanya memberikan ja-KiKiKiKiKilang UPlang UPlang UPlang UPlang UP IVIVIVIVIV CiCiCiCiCilacap:lacap:lacap:lacap:lacap: Kilang dengan kapasitas produksi terbesar, 348 MBper hari. Posisi kilang ini dalam sistem pengolahan Pertamina sungguh strategisdan oleh karenanya Pertamina memprioritaskan kilang UP IV Cilacap selainUP V Balikpapan untuk direkonfigurasi.minan. Jaminan yang dimaksud adalah jika adapermasalahan menyangkut kendala peralatan,maka bisa langsung ditangani.“Kalaupun terpaksa (tanpa perbaikan, rrrrrededededed),bagaimana kita bisa memaksimalkan dengankondisi yang ada sekarang. Targetnya tetap ha-rus maksimum,” katanya menambahkan.Direktur Pengolahan cepat mengingatkan,bahwa bukan berarti pihaknya mendorongmenaikkan utilisasi operasi kilang tanpa perhi-tungan risiko. Justru proses enjiniring inilah,kata Suroso, yang harus mengelola risiko ope-rasi. Tetapi masalah safety tidak boleh dikor-bankan, “Dan masalah ekonomik yang menjaditarget kita, termasuk mempertimbangkanfaktor sustainability” tegasnya.ORIENTORIENTORIENTORIENTORIENTASIASIASIASIASI TTTTTARARARARARGETGETGETGETGETDalam beberapa kesempatan, DirekturPengolahan Suroso selalu mengingatkan Per-tamina sekarang berorientasi target. Memper-tajam target.Foto:DRP/Dok.Pertamina
  9. 9. 11Warta Pertamina, Agustus 2007“Karena Pertamina secara korporat sudahdiberi target oleh para pemegang saham,” ka-tanya menjelaskan alasannya.Khusus pengolahan, dijelaskan oleh Suro-so, pada masa lalu kalau terjadi pencapaianproduksi pengolahan di bahwa target tidakmasalah, karena langsung ditutup oleh BBMimpor. Yang terpenting saat itu, jumlah BBMterpenuhi, dan Pemerintah menanggung semuakekurangannya.Sekarang, bukan hanya jumlah BBM yangharus dipenuhi. Juga aspek finansial, sejauh-mana pengolahan Pertamina menghasilkanduit.Hanya yang menjadi masalah, tidak semuaaspek dalam proses pengolahan di bawah kon-trol perusahaan. Harga minyak mentah danperubahan kurs, itu tidak di bawah kontrol,karena ditentukan oleh pasar dunia.“Yang berada di bawah kontrol kita adalahbagaimana kita memperoleh added value dari-pada crude melalui operasional,” tegasDirekturPengolahan Suroso.“Untuk mencapai ini diperlukan upaya yangsangat besar, sejauhmana peralatan dan SDMkita mampu mendukung untuk mendapatkanrevenue,” jelas Suroso.Oleh karena itu kebijakan pengolahan Per-tamina sekarang yang berorientasi target jum-lah produksi dan revenue yang dihasilkan. Un-tuk itu Pertamina melakukan upaya melakukanoptimalisasi kilang, yang pada Semester I Ta-hun 2007 ini ada beberapa kilang yang masihdi bawah kapasitasnya.Direktur Pengolahan menekankan agarsetiap unit mengoptimalkan produksi sesuaikapasitas yang ada. “Terlebih untuk unit yangmenghasilkan duit, seperti HCU, RCC, yangmenghasilkan mogas,” tegasnya.Upaya lain mencapai target finansial adalahmelakukan upaya penambahan nilai produk.Terutama produk LSWR yang berharga rendahdisulap menjadi produk-produk bernilai tinggidan harga lumayan. Rekonfigurasi pun dila-kukan, yang sementara ini untuk Kilang UP IVCilacap dan UP V Balikpapan.• NSBalikpapan dikenal sebagai kota minyak.Luas wilayah, 946 km dengan jumlahpenduduk per 20 April 2005 sebanyak535.829 jiwa.Motto kota Balikpapan menurut situsresmi: http://www.balikpapan.go.id/ adalahGGGGGawi Mawi Mawi Mawi Mawi MaaaaanunununununtuntuntuntuntungngngngngWWWWWaja Saja Saja Saja Saja Saaaaampai Kaputingmpai Kaputingmpai Kaputingmpai Kaputingmpai Kaputing(bahasa Banjar) yang artinya apabila memulaisuatu pekerjaan harus sampai selesai pelak-sanaannya.Tetapi terakhir ini (akhir Juni 2007 lalu)di sudut-sudut kota Balikpapan terpampangsemboyan: Balikpapan Kota Beriman, Kubangun,Kujaga, Kubela.Kota ini harus diakui dibangun dan dibe-sarkan oleh keberadaan industri migas (baca:Pertamina). “Kota ini tumbuh dan berkembangbersamaan dengan keberadaan industri minyakdan gas bumi,” ungkap General Manager UPV Balikpapan MMMMMasriasriasriasriasril Ml Ml Ml Ml Moeisoeisoeisoeisoeis kepada 57 orangwartawan migas dari Jakarta yang berkunjungke Kilang UP V Balikpapan, 27 - 28 Juni 2007lalu.Atas peristiwa penemuan sumur Mathilda,Panitia Khusus yang dibentuk Pemda 1 De-sember 1984 memutuskan bahwa hari jadi kotaBalikpapan pada 10 Februari 2007, mengambildri tanggal, bulan, dan tahun ditemukannyasumur minyak di Mathilda.Dalam waktu hampir bersamaan di sekitarBalikpapan, yaitu di daerah Semboja dan Sa-nga-sanga ditemukan minyak yang disalurkanmelalui pipa ke Balikpapan.“Penemuan mendorong dibangunnya ki-lang minyak di Balikapapan pada tahun 1899oleh Shell Transport and Trading Ltd.,” jelasGM Masril Moeis.Kilang itu berkapasitas 5.000 barel perhari. Lalu 1922 kilang Balikpapan dibangunkembali dengan meningkatkan kapasitasnyamenjadi sekitar 30.000 barel per hari.Pada tahun 1948 Kilang Balikpapan I inilalu ditingkatkan lagi kapasitasnya menjadi50.000 barel per hari. Saat itu sekaligus mem-perbaiki kerusakan akibat Perang Dunia II danberoperasi kembali pada tahun 1950.Ketika terjadi pembelian aset Shell olehPertamina, pada tahun 1966 Kilang Balikpapanpun masuk ke dalam aset PN Permina.Permintaan BBM terus meningkat. Makatahun 1980 dibangunlah Kilang Balikpapan IIdengan kapasitas 200.000 barel per hari. Ki-lang ini resmi beroperasi mulai 1 November1983.Sementara Kilang Balikpapan I yang padatahun 1995 sudah berumur sekitar setengahabad, di-up grade dengan dibangunnya kilangbaru berkapasitas 60.000 barel per hari. Upgrading dapat diselesaikan dua tahun kemudian,1997.HARAPAN DARIBALIKPAPAN “Sejak saat itu Kilang UP V Balikpapanmengolah 260.000 barel minyak mentah setiapharinya, guna memasok 25 persen kebutuhanBBM dalam negeri,” beber GM UP V.Pada tahun 2005 dibangun fasilitas FlareGas Recovery dan Hydrogen Recovery System.Proyek ini merupakan hasil kerja sama Peme-rintah Indonesia dan Jepang.HARAPHARAPHARAPHARAPHARAPAN UNTUK BAN UNTUK BAN UNTUK BAN UNTUK BAN UNTUK BALIKPALIKPALIKPALIKPALIKPAPAPAPAPAPANANANANANDijelaskan, dengan adanya kegiatan indus-tri migas di Balikpapan yang diikuti denganpembangunan sarana kilang dan sarana penun-jang seperti perkantoran, perumahan, jalan, dansebagainya.Masril Moeis mengungkapkan, adanyaindustri migas (Pertamina) diikuti pula adanyatenaga kerja di daerah sekitarnya maupun dae-rah lain. Begitu juga kegiatan industri jasa se-perti perdagangan, transportasi, perbankan,perhotelan, dan industri-industri lain yang ber-kembang dengan pesat.Perkembangan ini jelas memberikan dasaryang baik terhadap pertumbuhan kota Balikpa-pan yang semula bertumpu pada ekonomi ag-raris beralih ke ekonomi industri dan perda-gangan.Kini Balikpapan tidak hanya sebagai kotaindustri, namun sebagai kota dagang, pariwi-sata, dan tempat pertemuan berskala nasional
  10. 10. 12WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007dan internasional.Dan hal ini didukung oleh letak kota Ba-likpapan di Teluk Balikpapan yang dekat de-ngan Selat Makassar, serta berfungsi sebagaipintu gerbang menuju Kalimantan Timur.HARAPHARAPHARAPHARAPHARAPAN BEAN BEAN BEAN BEAN BESSSSSARARARARAR ITUITUITUITUITU WWWWWAJAJAJAJAJARARARARARItulah kota Balikpapan, kota yang penuhwarna pantai dan perbukitan dengan peman-dangan hutan yang asri. Kota ini selama enamtahun berturut-turut ditetapkan sebagai kotaterbersih.Dari sumber website Pemda Balikpapan,wilayah kota ini 85 persen berbukit-bukit. Se-kitar 12 persen berupa daerah datar yang sem-pit, terutama di daerah aliran sungai dan sungaikecil, serta pesisir pantai.Entah karena sedang berhujan-hujan, ke-tika WWWWWePePePePePeeeee bersama sejumlah wartawan migasdari Jakarta menelusuri kota Balikpapan disiang hari, akhir Juni 2007 lalu, tidak terasapanas. Iklim tropis yang seharusnya rada-radapanas dan tak layak berjaket tebal di siang hari.Laut di sekitar Pelabuhan Balikpapan terli-hat indah. Terlebih hanya terhalang jalan ber-aspal, hutan nan hijau mewarnai panorama.Kompleks pelabuhan pun masih relatif terjagakebersihannya.Apalagi ketika masuk ke kompleks Per-tamina. “Ini bagus buat syuting,” cetus seorangteman wartawan saat kami menikmati hijauhutan di kiri-kanan dalam laju bis yang tidakterlalu cepat.“Kami bertekad menjadikan Pertamina diBalikpapan berkembang bersama kota Balikpa-pan, ikut mewarnai kehidupan masyarakatyang lebih baik,” tegas Masril Moeis.Tak hanya pihak Pertamina yang mengakuikontribusi keberadaan kegiatan migas BUMNini di Balikpapan. Dalam website Pemda Balik-papan ditulis, bahwa perekonomian kota inibertumpu pada sektor industri yang didominasioleh industri minyak dan gas, perdagangan, danjasa.Kota ini pun memiliki bandar udara ber-skala internasional, yakni Bandara Sepinggan,serta Pelabuhan Semayang, selain pelabuhanminyak yang dimiliki Pertamina.Ada gula ada semut. Barangkali dari per-Suasana kota Balikpapan sekarang.kembangan industri di kota seperti ini, pendu-duk asli dan pendatang yang menetap lama.Mereka berasal dari etnis Jawa Timur, Banjar,Bugis, Makassar. Juga pendatang baru dari Ma-dura, Manado, Gorontalo, Jawa, Sunda, dll.Tak kurang perusahaan-perusahaan asingdan lokal membenamkan investasi di Balik-papan. Hal ini membuat kota Balikpapansebagai kota paling maju di Kalimantan, khu-susnya Kalimantan Timur.Bagi Pertamina, Balikpapan adalah harapanbesar bagi gerak perusahaan di luar Jawa. Khu-susnya wilayah timur Indonesia. Di kota ini adapusat kegiatan Unit Pengolahan (UP V), UnitPemasaran (UPms VI), dan Region KawasanTimur Indonesia (KTI) untuk kegiatan hulu.•NSKilang UP V Balikpapan
  11. 11. 13Warta Pertamina, Agustus 2007Total luas area Kilang UP V Balikpapanadalah 889 hektar. Terdiri atas 339,2hektar luas area kilang dan 549,8 hek-tar luas area sarana umum. Kilang ini terdiriatas KiKiKiKiKilang Ballang Ballang Ballang Ballang Baliiiiikpapan Ikpapan Ikpapan Ikpapan Ikpapan I (dibangun 1922, di-di-upgrade pada tahun 1950 dan dibangun ki-lang baru pada 1995) dan KiKiKiKiKilang Ballang Ballang Ballang Ballang BaliiiiikpapankpapankpapankpapankpapanIIIIIIIIII (dibangun 1980).Kalau orang awam menyimak diagram pro-ses kilang mungkin saja pusing, karena muncul-nya “seliweran” aliran proses ke sana ke mari.Tapi yang jelas, sebuah kilang itu akan ter-diri atas beberapa fasilitas atau unit. Fasilitas-fasilitas ini — katakanlah sebagai dapur — ter-diri atas beberapa “tempat masak.”Minyak mentah (crude) sebagai bahan men-tah dialirkan ke kompleks kilang melalui pipa.WAJAH KILANGHARI INIDari sini diteruskan ke unit-unit tempat masaktadi.Asal tahu saja, untuk menghasilkan satujenis masakan (baca: produk), itu si minyakmentah itu ada yang melalui proses pendek disatu tempat masak langsung menjadi produkakhir.Tetapi ada juga si minyak mentah ini yangkarena karakteristiknya agak berbeda, makaharus melalui beberapa tempat masak, sebelumakhirnya dihasilkan jenis masakan yang sebe-narnya itu-itu juga.Dari satu aliran minyak mentah di ujungakhir proses “masaknya” itu bisa menghasilkanbeberapa jenis produk.Makanya tak aneh, di sebuah kompleks ki-lang minyak itu terdapat beberapa unit denganistilahnya sendiri-sendiri.“Untuk menjadi produk ini ada yang bisalangsung melalui satu proses, tetapi ada jugayang melalui beberapa rangkaian proses, barujadi produk yang sama,” jelas Direktur Pengo-lahan SSSSSurururururooooosososososo AAAAAtmomartmomartmomartmomartmomartttttoyoyoyoyoyooooo kepada 57 war-tawan migas yang berkunjung ke Kilang UP VBalikpapan, 27-28 Juni 2007.Suroso menyontohkan untuk menjadi ba-han bakar jenis diesel itu ada yang melalui pro-ses dari minyak mentah (crude) dalam satu pro-ses langsung menjadi bahan bakar diesel.“Tetapi ada juga untuk menjadi diesel itu harusmelalui beberapa tahapan,” jelasnya.Lalu seperti apa diagram aliran proses diKilang UP V Balikpapan?DIAGRAM INTEGRASI KILANG UP V BALIKPAPAN
  12. 12. 14WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007CDUCDUCDUCDUCDUDi kompleks Kilang Balikpapan terdapatbeberapa “tempat masak.” Yang paling terlihatpenting adalah”Crude Distilling Unit (CDU). DiCDU ini minyak mentah diolah melalui prosesdistilasi berdasarkan titik didih. MenurutKamus Besar Bahasa Indonesia distilasi merupa-kan proses memanaskan benda cair atau padathingga berubah menjadi uap, yang (kemudian)disalurkan ke dalam bejana yang terpisah.Di dua kompleks kilangnya, UP V Balik-papan memiliki dua CDU, yaitu CDU-V di Ki-lang Balikpapan I yang memiliki kapasitas 60MBSD; dan CDU-IV di Kilang Balikpapan IIdengan kapasitas 200 MBSD. Dari dua CDUinilah mengalir berbagai jenis produk.HVUHVUHVUHVUHVUHigh Vacuum Unit (HVU) merupakan unityang mengolah Long Residue dari proses distilasidan mengubahnya menjadi LVGO, HVGO,dan Short Residue.Ada dua HVU, yaitu HVU-III yang ada diKilang Balikpapan I berkapasitas 25 MBSD,dan HVU-II di Kilang Balikpapan II dengankapasitas 81 MBSD.WWWWWax Plantax Plantax Plantax Plantax PlantIni merupakan pabrik lilin yang meleng-kapi Kilang Balikpapan I. Dari pabrik dihasil-kan lilin dengan tipe HSR, HHP, BW, MW,dan FRW, semuanya diekspor ke Jepang.LPG RLPG RLPG RLPG RLPG RecececececoveroveroveroveroveryyyyyDengan kapasitas 6.800 barel per hari, unitpengolah Gas/LPG menjadi produk LPG mixedsebagai bahan bakar rumah tangga. LPG Reco-very berada di lingkungan Balikpapan I.NHTNHTNHTNHTNHTNaphtha Hydro Treater (NHT) berfungsimemurnikan Naphtha sebelum diolah di Plat-former. NHT dengan kapasitas produksi 20MBSD terletak di komplek Kilang BalikpapanII.PlatfomerPlatfomerPlatfomerPlatfomerPlatfomerUnit ini menghasilkan reformate (kom-ponen premium) dengan angka oktan tinggi.Kapasitas Platformer yang ada di KilangBalikpapan II ini adalah 20 MBSD.HCUHCUHCUHCUHCUHydro Cracking Unibon (HCU) berfungsimemproses Hydrocarbon berat menjadiHydrocarbon ringan melalui proses perengkahansecara katalis dengan injeksi gas H2.HCU ada di kompleks Kilang BalikpapanII, yaitu HCU-A dengan kapasitas 27,5 MBSDdan HCU-B dengan kapasitas sama, 27,5MBSD.HHHHH22222 PlantPlantPlantPlantPlantIni adalah Hydrogen Plant. Fungsinya meng-hasilkan gas H2 dengan tingkat kemurnian 97persen. Gas H2 ini digunakan untuk menunjangproses di HCU.Ada dua H2 Plant, dan keduanya ada diKilang Balikpapan II, yaitu H2 Plant-A dan H2Plant-B.PRPRPRPRPRODUKODUKODUKODUKODUK-PR-PR-PR-PR-PRODUK ITU PODUK ITU PODUK ITU PODUK ITU PODUK ITU PUN DIHAUN DIHAUN DIHAUN DIHAUN DIHA-----SILKANSILKANSILKANSILKANSILKANCDU-V di Kilang Balikpapan I menghasil-kan produk Gas/LPG, Light Naphtha, HeavyNaptha, Kerosene, Gas Oil, dan Wax. Tapi Wax inidiproses terlebih dulu di HVU-III dan WaxPlant.Sedangkan CDU-IV yang ada di KilangBalikpapan II mengeluarkan produk Gas/LPG,Light Naphtha, Heavy Naphtha, Kerosene, Gas Oil,dan Avtur.Dari produk-produk tersebut, sebagian adayang tidak mengalami proses lagi, yaituHeavy Naphtha, Kerosene, dan Gas Oil. Tapisebagian besar dari produk-produk yang meng-alami proses pengolahan lagi.Yang mengalami proses lain adalah Gas/LPG yang diolah lagi di LPG Recovery untukmenjadi produk LPG siap pakai.Lalu untuk bikin lilin (Wax) juga harusmelalui HVU III dan Wax Plant.Begitupun untuk sampai menjadi Mogas,maka Heavy Naphtha dari Kilang Balikpapan IIharus masuk ke NHT dan Platformer terlebihdulu.Di luar itu ada Long Residue dari prosespengolahan di CDU-IV diolah lagi di HVU-II (menghasilkan HVGO). Dari situ HVGO,seterusnya masuk HCU-A dan HCU-B.Yang keluar dari HCU-A berupa LightNaphtha dan Heavy Naphtha yang dimasukkanke Platformer. Dari Platformer ini makakeluarlah produk jadi, Mogas.Sementara itu produk yang keluar dariHCU-B berupa Kerosene/Avtur tetap sebagaiAvtur, dan Gas Oil menjadi Smouth Fluid.Sementara itu dari unit H2 Plant-A dan H2Plant-B yang mengolah Natural Gas keluarproduk HVGO yang diolah lebih lanjut,sebagian di HVU-II, menghasilkan LVGO.Sebagian lagi keluar produk HVGO yang lantasdiolah berikutnya di HCU-A dan HCU-Bmenghasilkan sejumlah produk, yaitu LightNaphtha, Heavy Naphtha, Kerosene, dan Gas Oil.Namun demikian, dari H2 Plant-A dan H2Plant-B ini mengeluarkan residue ataukomponen LSWR sebesar 23,9 persen. Jumlahresidue ini lumayan besar.KELENGKAPKELENGKAPKELENGKAPKELENGKAPKELENGKAPAN KILANGAN KILANGAN KILANGAN KILANGAN KILANGSelain unit-unit inti, layaknya sebuah kilangminyak, Kilang UP V Balikpapan dilengkapisejumlah kelengkapan sesuai standar baku yangada.FlarFlarFlarFlarFlare Ge Ge Ge Ge Gas Ras Ras Ras Ras RecececececoveroveroveroveroveryyyyyFlare Gas Recovery System di UP V Balik-papan merupakan proyek antara PemerintahRepublik Indonesia yang diwakili Ditjen MigasDepartemen ESDM dengan NEDO mewakiliPemerintah Jepang.Tujuan proyek ini adalah untuk membe-rikan kontribusi penggunaan energi yang lebihefisien dan mencegah polusi lingkungan ataulindungan lingkungan di Indonesia, khususnyadi Balikpapan.Manfaatnya?(1) Mengurangi emisi CO2 sekitar 221.881 tonper tahun.(2) Penghematan energi, yaitu Fuel Gas yangberhasil di-recovery sebesar 1.256 Nm3 perjam yang menghasilkan energi pembakaransebesar 29,4 x 106 kkal per jam atau setaradengan pengurangan konsumsi Natural Gassebesar + 2,52 MMSCFD.(3) Recovered Hydrocarbon Luquid (LPG Com-ponent) sebanyak 7.092 kg per jam yangdiolah lebih lanjut di Stabilizer CDU IVeksisting.Energi yang dikandung LPG Componenttersebut sebesar + 80,4 x 106 kkal per jam.Dengan demikian, apabila LPG Componentdigunakan pula sebagai bahan bakar, makapengurangan konsumsi bahan bakar yangdihasilkan dari penggunaan Fuel Gas dan LPGComponent adalah 11,9 kl - foe per jam atausetara dengan 86,9 x 103 toe setiap tahunnya.PPPPPowowowowower Planter Planter Planter Planter PlantUntuk keperluan tenaga listrik, UP VBalikpapan memiliki power plant yang didukungoleh 17 unit boiler berkapasitas 1.122 ton perjam yang menggerakkan 8 unit turbingenerator. Tenaga listrik yang dihasilkansebesar 80 mega watt yang mampumenggerakkan operasional kilang sertamemenuhi suplai listrik kompleks perumahan.TTTTTangkiangkiangkiangkiangkiPasti, tangki bagi sebuah kilang menjadikebutuhan yang niscaya. Pasti. UP V Balikpa-pan memiliki fasilitas tangki penyimpananminyak mentah sebanyak 35 buah berkapasitas7.326 MB.UP V Balikpapan juga mempunyai tujuh
  13. 13. 15Warta Pertamina, Agustus 2007tanki raksasa di Terminal Lawe-lawe dengankapasitas masing-masing 800.000 barel.Selain itu ada juga 74 buah tangki produksidengan kapasitas 5.502 MBJJJJJetty & SBMetty & SBMetty & SBMetty & SBMetty & SBMKilang UP V memiliki delapan buah Jettydengan kapasitas 1.000 - 35.000 DWT danSingle Buoy Mooring (SBM), yang digunakansebagai fasilitas unloading crude oil dengankapasitas 150.000 DWT.WWWWWatatatatatererererer TTTTTrrrrreatment Planteatment Planteatment Planteatment Planteatment PlantIni adalah fasiltias untuk kebutuhan airdalam proses operasional kilang. Watertreatment plant adalah fasilitas pengolahan airbersih. Kapasitasnya lumayan gede, 900 m3 perjam. Sumber airnya adalah air baku dari SeiWain dan Deep Well.LaborLaborLaborLaborLaboratatatatatoriumoriumoriumoriumoriumMutu produk adalah hal utama dalamproses pengolahan minyak mentah menjadiproduk BBM dan Non BBM. Pengawasan bakumutu produk ini dimonitoring oleh Labora-torium UP V Balikpapan melalui analisa kri-tikal pada stream unit operasi. Akurasi Labora-torium UP V dijamin oleh Sertifikasi ISO17025.HHHHHydrydrydrydrydrogen Rogen Rogen Rogen Rogen Recececececoveroveroveroverovery Uy Uy Uy Uy UnitnitnitnitnitHydrogen Plant merupakan salah satuproyek kerjasama Pemerintah Indonesia danJepang. Hydrogen Recovery Unit Kilang UPV berkapasits 14000 m3.Tujuan proyek Hydrogen Recovery adalahuntuk mengefisienkan penggunaan energi dikilang UP V. Sebelum dilakukan ProyekHydrogen Recovery Plant ini sisa off gas yangberasal dari low pressure separator hydrocrackerhanya dijadikan fuel gas. Padahal off gas yangtersisa ini masih mengandung 65% hydrogenyang bisa digunakan kembali di kilang.Off gas yang berasal dari low pressure se-parator Hydrocracker tersebut banyak me-ngandung impurities H2S dan NH3. Impuritiesini berbahaya bagi pekerja dan berpotensibahaya pada material kilang. Oleh karena itudibangunlah fasilitas Sweetening Gas. Melaluiproses ini hasil hydrogen dan fuel gas sudahbersih dari gas pengotor dan berbahaya. Di unitini dilakukan pemisahan gas dari partikelimpuritas dengan menggunakan teknologimembran.Teknologi membran ini merupakan tekno-logi ramah lingkungan karena dalam prosesnyatidak menggunakan bahan kimia.NNNNNitritritritritrogen Plantogen Plantogen Plantogen Plantogen PlantUnit ini menghasilkan nitrogen yang digu-nakan untuk purging tanki, sistem perpipaan,dan reaktor. Purging dimaksudkan untukmenghilangkan gas hydrocarbon bila akandilakukan cleaning dan menghilangkan gasimpuritas atau oksigen bila akan dilakukanpengoperasian kembali. Ini untuk mengurangibahaya kebakaran.Nitrogen juga untuk keseimbangan padasistem dry gas seal untuk mengoperasikankompresor.Nitrogen Plant ini menghasilkan 170 nm3nitrogen cair dan 350 nm3 gas nitrogen.Pada kondisi operasi kilang normal, produknitrogen yang digunakan hanya 250 nm3.Namun pada saat emergency atau Turn Aroundkilang, diperlukan nitrogen hingga 500 nm3.Dengan kebutuhan seperti itu, UP V Balik-papan pun memiliki fasilitas tanki penyim-panan nitrogen.DEMI LINGKDEMI LINGKDEMI LINGKDEMI LINGKDEMI LINGKUNGANUNGANUNGANUNGANUNGANIni penting! Demi lingkungan! Karenaoperasi perminyakan itu sarat dengan potensirisiko kerusakan dan pencemaran lingkungan.Tetapi sejak awal, sejak mendesain kilang,fasilitas untuk proses yang ramah lingkungansudah disiapkan.Tentu saja kegiatan pemantauan lingkung-an dilakukan secara integral dengan operasionalKilang Balikpapan. Yang diperhatikan darimulai potensi pencemaran air, tanah dan udara.PPPPPengelolaan lengelolaan lengelolaan lengelolaan lengelolaan limbah cairimbah cairimbah cairimbah cairimbah cairLimbah cair hasil proses pengolahanminyak mentah dapat berupa sludge atau airlimbah buangan.Sludge masih memiliki nilai ekonomis ka-renanya limbah ini dikumpulkan dan ditam-pung kembali memakai Oil Catcher dan dipisah-kan kandungan airnya dengan menggunakanOil Sparator.Sedangkan air limbah buangan diolah ke-mudian dilepas ke perairan jika kandungannyasesuai dengan ketentuan lingkungan.(1) Effluent Water Treatment Plant (EWTP) ber-fungsi untuk mengolah limbah cair sebelumdialirkan ke laut bebas. Kapasitas unit inisekitar 100 m3 per jam.(2) Sour Water Stripper Unit (SWSU) yang digu-nakan untuk memisahkan gas-gas beracundari proses pengolahan minyak.PPPPPemberemberemberemberembersisisisisihan penchan penchan penchan penchan pencemaremaremaremaremaran tanahan tanahan tanahan tanahan tanahUpaya pembersihan pencemaran tanah de-ngan menggunakan mikroorganisme (jamur,bakteri). Itulah yang disebut bioremediasi.Tujuan bioremediasi adalah untuk meme-cah atau mendegradasi zat pencemar menjadibahan yang kurang beracun atau tidak beracun(karbondioksida dan air).Tak hanya dijaga agar tanah tak tercemar.Tapi juga menghijaukan lingkungan, denganpenanaman tumbuhan di area kilang dan seki-tarnya.MMMMMengontrengontrengontrengontrengontrol emisi udarol emisi udarol emisi udarol emisi udarol emisi udaraaaaaSampling emisi udara dilakukan secararutin dengan menggunakan peralatan ContinueEmition Monitoring System (CEMS).Pemantauan buangan udara dilakukan diarea HSC, Flare, dan di setiap stack buanganudara. Selain itu juga di setiap incenerator yangberfungsi untuk membakar gas-gas beracunhasil dari proses pengolahan.Pemantauan limbah cair dilakukan di se-mua area buangan yang menuju ke perairanbebas. Pemantauan ditandai dengan pemasang-an bendera indikasi yang dilakukan setiap hari.Sampling air buangan juga dilaksanakansecara rutin dimulai dari outlet pengelolalimbah hingga ke perairan Teluk Balikpapan.Kondisi air tanah juga dipantau melaluisumur melalui sumur pantau di dalam dansekitar Kilang Balikpapan.• NSSampling emisi udaradilakukan secara rutindengan menggunakanperalatan Continue EmitionMonitoring System (CEMS).Pemantauan buangan udaradilakukan di area HSC,Flare, dan di setiap stackbuangan udara. Selain itujuga di setiap inceneratoryang berfungsi untukmembakar gas-gas beracunhasil dari prosespengolahan. Pemantauanlimbah cair dilakukan disemua area buangan yangmenuju ke perairan bebas.Pemantauan ditandaidengan pemasanganbendera indikasi yangdilakukan setiap hari.
  14. 14. 16WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007MENUJU KILANGBERDAYA SAINGSekarang mari kita berbicara bagaimanapeta daya saing kilang-kilang Pertamina,termasuk Kilang UP V Balikpapan,dibandingkan kilang-kilang dunia. Atau dilihatdari sejauhmana peta pasar sekarang, atausetidaknya hingga 2012 nanti.Efisiensi kilang tahun 2007 ini misalnya,tak bisa sebatas jargon. Pencapaian targetkinerja Semester I 2007 ini untuk kilang-kilangPertamina belum semua ok. Mau tidak mauSemester II 2007 semua harus tercapai.Tapi tampak sekali bagaimana gregetannyaDirektur Pengolahan SSSSSurururururooooosososososoAAAAAtmomartmomartmomartmomartmomartttttoyoyoyoyoyooooopada setiap pemaparan soal konsep penangananbisnis kilang Pertamina saat ini dan ke depan.Dan maunya, Pertamina sekarang ini mela-kukan hal yang konkret-konkret saja. Misalnyapada Rabu, 13 Juni 2007 lalu, di Jakarta Di-rektorat Pengolahan menggulirkan ManagementRefinery Fuel and Refinery Losses sebagai skalaprioritas tema aksi proyek terobosan di unit-unit pengolahan untuk tahap kedua.Jadi begini, pada hari itu seluruh GM UPdikumpulkan di Lt. Ground Gedung Utama,Kantor Pusat Pertamina, Jakarta. AcaranyaChallange Session Direktorat Pengolahan. Diacara itu dibahas kira-kira tema apa yang akanmenjadi prioritas kerja dalam BreakthroughProjects (BTP) Unit Pengolahan untuk fasekedua.Ternyata variabel yang mempunyai penga-ruh besar di kilang adalah refinery fuel dan losses.Pemakaian bahan bakar (refinery fuel) akanmempengaruhi akuntansi.Memang pemakaian besaran target efisien-si pemakaian bahan bakar (refinery fuel) —meminjam penjelasan dari Koordinator Pelak-sana Transformasi Pertamina Agus HAgus HAgus HAgus HAgus Harararararyyyyyantantantantantooooo— tergantung bagaimana karakteristik konfi-gurasi unit process; sistem dan konfigurasi dariheat management system; sistem manajemen yangdigunakan; serta kondisi peralatan dari masing-masing unit operasi atau kilang.Dalam manajemen refinery fuel, program-nya adalah bagaimana meningkatkan efisiensirefinery fuel.Losses BBM pada proses di kilang pastiterjadi. Batas toleransinya adalah 0,5 persen.Tetapi batas toleransi ini pun masih terusdiperjuangkan untuk terus dikurangi.“Kalau losses terlalu banyak, berarti ada satubagian produk yang kita anggap hilang dandalam akuntansi tidak terhitung sebagai pen-dapatan,” papar Agus Haryanto.STRASTRASTRASTRASTRATEGI STEGI STEGI STEGI STEGI SAMPAMPAMPAMPAMPAI 2020AI 2020AI 2020AI 2020AI 2020Urusan manajemen refinery fuel dan refinerylosses adalah salah satu hal konkret yang menjadigawean seluruh UP. Muaranya adalah efisiensi.Efisiensi, seperti ditegaskan Direktur Pe-ngolahan Suroso Atmomartoyo, menjadi priori-tas road map Pengolahan Pertamina antara 2006sampai 2008. “Kita menggenjot efisiensi dankeandalan, serta mengikuti spec untuk kebutuh-an BBM dalam negeri,” beber Suroso di Balik-papan menjawab pertanyaan WWWWWaaaaarta Prta Prta Prta Prta Peeeeerta-rta-rta-rta-rta-minaminaminaminamina, Kamis (28/6).Pertamina memiliki peta perjalanan pro-gram (roadmap) 2006 - 2012, bahkan sampai2020. Menurut Suroso kita akan melihat ling-kungan usaha kita.Lingkungan usaha?Betul, lingkungan usaha kilang di dunia ber-ubah-ubah karena berbagai faktor yang mem-pengaruhinya. Permintaan pasar, harga crude,dan kebijakan setiap perusahaan dalam me-ngembangkan kilangnya.Misalnya, sekarang ketika banyak orangmemakai sweet crude untuk diolah di kilangnya,permintaan jenis minyak mentah yang cukupbaik ini melonjak terakhir ini. Pasti kondisi inimendongkrak biaya pengilangan.Ketika harga jual produk-produk BBM kekonsumen menjadi hal yang menjadi perhi-tungan, efisiensi ditetapkan sebagai isu utama.“Dalam lingkungan usaha itu pesaing-pesaing kita menggunakan sour crude, sehinggakonfigurasi kita juga harus kita ubah, supayakita bisa bersaing. Untuk itu proses crackingkita ditingkatkan,” katanya.“Apakah kita akan menambah kilang lagi?Kita lihat deman-supply regional ini, bagaima-na?” tanya Suroso.Menurut beberapa analis, produk kilangdunia akan berlebih pada tahun 2012. Sehingga2012 margin akan tertekan.Tapi entah berhubungan analisis itu atautidak, beberapa perusahaan meng-cancel proyekkilang yang memang untuk situasi sekarangtidak ekonomis.Contoh Kuwait membatalkan satu proyekkilangnya. Saudi Aramco juga membatalkanbeberapa proyeknya.Ketika margin kilang tertekan, lalu langkahmembatalkan menjadi keputusan beberapaperusahaan, justru dibilang Suroso margin jadimembaik lagi.Pertamina memiliki strategi 2006 - 2012,bahkan menyambung hingga 2020. Lalu stra-tegi itu dipotong-potong menjadi tiga tahunan.“Sampai 2012 ada beberapa proyek yang haruskita selesaikan. Terus sampai 2020,” ungkapSuroso.Ini adalah roadmap Kilang Pertamina.Intinya dari semua ini adalah kita melihat si-tuasi lingkungan, Euro. Tahun 2012 adalah EuroIII, target kita. “Tetapi tergantung dari ling-kungan,” Suroso Atmomartoyo mengulangpenegasannya.MENGOLAHMENGOLAHMENGOLAHMENGOLAHMENGOLAH SOSOSOSOSOUR CRUR CRUR CRUR CRUR CRUDEUDEUDEUDEUDETingkat persaingan di kilang pengolahantampak ada di banyak sisi. Pemilihan jenis crudesekarang menjadi salah satu sisi pertimbangan,mengapa Pertamina melakukan rekonfigurasidengan UP IV Cilacap dan UP V Balikapan.Ketika sour crude lebih murah sekitar 14dolar AS per barel dibandingkan dengan jenisminyak mentah sweet crude, daya saing kilangSingapura menjadi berdaya saing.“Kita harus bisa bersaing. Inilah salah satupertimbangan kenapa kita mau menggunakansour crude. Kita sekarang ini memakai sweetcrude. Tapi sweet crude ini mahal karena banyakpeminat,” beber Direktur Pengolahan SurosoAtmomartoyo.Itulah salah satu program yang diusung UPV Balikpapan.Memang seperti pragmatis. Tetapi kondisipersaingan kilang itu memang berombak-ombak. Tidak bisa ditetapkan secara fixed. Ma-kanya seperti dibilang Suroso, Pertamina dalammenentukan strateginya melihat situasi yangada.Ngomong-ngomong jenis crude yang di-pakai, harganya pun sungguh berbeda. Sweetcrude itu semakin lama semakin mahal.
  15. 15. 17Warta Pertamina, Agustus 2007Direktur Pengolahan menyontohkan, se-karang harga. Perbedaan sweet crude dan sourcrude itu mencapai 14 dolar AS per barel.Kilang-kilang Singapura itu menggunakancrude dari middle east atau campuran. Sehinggaongkos feedstock-nya jauh lebih murah. Dankilang Singapura itu sudah didesain untukmengolah sour crude. Sehingga kalau dikatakankilang Singapura lebih kompetitif ya, karenamemang feedstock-nya sudah menang 14 dolarAS. Sementara kita menggunakan patokanMOPS untuk transaksi kita.Kita harus bisa bersaing sama mereka. Ini-lah salah satu pertimbangan kenapa kita maumenggunakan sour crude. Kita memakai sweetcrude. Tapi sweet crude ini mahal karena banyakpeminat.Bagaimana persediaan dunia?Jangan khawatir, di Indonesia Pertaminabersama Medco memiliki kerja sama mengha-silkan sour crude, yaitu di Tiaka, produksi Med-co dan Pertamina. Dari Tiaka, Sulawesi, kitakirim ke Plaju.Jadi, kita punya gagasan untuk mengubahkilang Balikpapan ini mengolah dari sweet crudemenjadi sour crude. Karena deltanya yang bisamen-drive proyek tersebut. Selain itu, availa-bility dari sour crude ini di dunia lebih banyak.Reserve to production ratio-nya paling tinggi ada-lah middle east, 50 tahun lebih. Suplainya relatiflebih aman. Tapi sekarang mulai ketat, sehinggakita sedang mencari sumber sour crude untukdipakai di Balikpapan. Kalau kita mengandal-kan sweet crude terus margin kita tidak terlalumenarik.Perubahan pemakaian jenis crude ini me-mang berdampak pada komponen-komponenkilang. Termasuk bahan baku yang dipakai olehkilang itu nantinya.Seperti dijelaskan oleh Direktur Pengolah-an, kilang yang bisa mengolah sour crude dansweet crude itu sama-sama CDU-nya, tetapi ma-terial yang dipakai untuk membangun kilangitu beda. Untuk sour crude besinya, kata Suroso,digunakan jenis besi yang tahan korosi, tahansulphur. Jadi harganya akan lebih mahal.Sedangkan untuk kilang yang mengolahsweet crude memakai carbon steel saja bisa. Kalauuntuk sour crude, grade materialnya harus lebihtinggi. Kalau kilang yang biasa mengolah sweetcrude digunakan untuk mengolah sour crude,mungkin umurnya dua bulan besinya sudahkeropos.Masih dijelaskan oleh Suroso, nanti ada lagicrude yang mengandung TAN (total acid num-ber). Istilahnya mengandung carbosilat acid atauasam-asam organik yang tinggi, selain sulfur.Ini juga memakan metal. Metal yang harus di-pakai harus lebih tinggi lagi grade-nya, sehinggabiaya pembuatan kilang menjadi lebih mahal,tapi crude-nya menjadi lebih murah ka-renatidak sembarang kilang bisa mengolah itu.Sebenarnya kalau kita menukik dalam pem-bahasan daya saing, yang namanya UP I Pang-kalan Berandan yang menghasilkan produksipengolahan 5 MBSD tak ekonomis. MakanyaPertamina meng-idle-kan UP tertua ini.Kemudian Kilang Kasim yang mempro-duksi sekitar 10 MBSD. Kilang ini pun didesaindengan dasar cost plus fee. Kalau secara keeko-nomian, kapasitas 10 MBSD ini tidak masuk,tapi dulu dibangun untuk security of supply BBMdi wilayah timur Indonesia.PRPRPRPRPROFIL UPOFIL UPOFIL UPOFIL UPOFIL UP BERDBERDBERDBERDBERDAAAAAYYYYYAAAAA SSSSSAINGAINGAINGAINGAINGUP VI Balongan termasuk yang berdayasaing tinggi. Complexity-nya cukup tinggi, men-capai 9.3. Bandingkan dengan com-plexity rata-rata kilang di Amerika Serikat yang mencapai10.7.Pengertian awamnya, semakin tinggi kom-pleksitas sebuah kilang maka semakin tinggikemungkinan menghasikan produk-produkyang bernilai tambah tinggi.Kompleksitas kilang banyak diidentikkandengan sejauhmana kecanggihan dan kemam-puan kilang yang bersangkutan dalam meng-olah minyak mentah menjadi produk berhargamahal.Lihat saja produk-produknya! Ada Premi-um, Pertamax, Pertamax Plus, Propylene, LPG,dan sebagainya. Harganya lumayan ciamik.Minyak mentah yang diolah di situ adalahcrude dari Duri dan Minas. Memang sih, crudedari dua tempat ini berat. Minas itu residunyasaja 60%. Sedangkan dari Duri mencapai 85%.Tapi di UP VI, RCCU yang bisa meng-cracklagi residunya. Di situ ada ARHDM untukmenghilangkan metal dan carbon, sehinggawaktu di-crack itu RCCU-nya bisa bekerja de-ngan baik.UP yang didesain berdasarkan keekonomi-an ini punya Platformer dan Isomerisasi. Ke-duanya menghasilkan mogas, yaitu premium.UP lain yang memiliki complexity lumayanyang lainnya adalah Kilang UP II Dumai. Disitu ada hydrocracker. Di situ mood-nya atauproduk yang paling banyak diproduksi adalahdiesel dan kerosene.UP lain yang hendak dinaikkan daya saing-nya adalah UP IV Cilacap dan UP V Balik-papan. Setidaknya ini yang menjadi prioritaspada tahun 2007 ini.• NS
  16. 16. 18WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007YANG PALING MUNGKINDI ASIA PASIFIKPasti ada perhitungan tasti ada perhitungan tasti ada perhitungan tasti ada perhitungan tasti ada perhitungan tererererertttttentu me-entu me-entu me-entu me-entu me-ngapa Kingapa Kingapa Kingapa Kingapa Kilang UPlang UPlang UPlang UPlang UP VVVVV BalBalBalBalBaliiiiikpapankpapankpapankpapankpapanhanyhanyhanyhanyhanya ingin menjadi kia ingin menjadi kia ingin menjadi kia ingin menjadi kia ingin menjadi kilang tlang tlang tlang tlang terpererpererpererpererper-----caycaycaycaycaya dan unggul dia dan unggul dia dan unggul dia dan unggul dia dan unggul di AsiAsiAsiAsiAsia Pa Pa Pa Pa Pasifiasifiasifiasifiasifik. Bisak. Bisak. Bisak. Bisak. Bisadijelaskan?dijelaskan?dijelaskan?dijelaskan?dijelaskan? Pertama, kalau dilihat dari pasarkita dari sisi distribusi memungkinkan kita didaerah sekitar Asia Pasifik. Kalau keluar darikawasan itu, maka dari sisi pasar, biaya dis-tribusi saja sudah lebih tinggi.Itu juga sebenarnya sasaran antara. Dengankondisi-kondisi kita sekarang, seperti disam-paikan oleh Direksi, Pertamina ingin masuk kedalam Fortune 500 Regional dalam lima tahundari tahun kita memulai transformasi. Padatahun 2012 diharapkan sudah masuk ke situ.Kenapa ke situ? Karena pesaing-pesaingkita itu kan sebenarnya yang regional itu.Apa yApa yApa yApa yApa yang mau diang mau diang mau diang mau diang mau diandalkan?andalkan?andalkan?andalkan?andalkan? Kalau de-ngan kondisi sekarang, competence factor danefisiensi kilang kita masih rendah. Tapi kitapunya target-target sampai 2012, itu akan kitacapai. Termasuk penambahan fasilitas di kilangkita yang bisa meningkatkan competence factorkita. Target utamanya di Kilang UP IV Cilacapdan Kilang UP V Balikpapan.Angan-angannya bisa dimulai tahun 2008,dan tahun 2010 sudah berproduksi. Itu kitaakan lebih yakin bahwa kita akan bisa bersaingkarena konfigurasi kita sudah tinggi dan me-nambah. Paling tidak 95 persen dari crude bisakita olah menjadi produk-produk yang hargajualnya lebih tinggi daripada harga crude-nya.KKKKKalaupun haralaupun haralaupun haralaupun haralaupun harus ada rus ada rus ada rus ada rus ada redesain atau redesain atau redesain atau redesain atau redesain atau re-e-e-e-e-kkkkkonfiguronfiguronfiguronfiguronfigurasi dari sisi apa yasi dari sisi apa yasi dari sisi apa yasi dari sisi apa yasi dari sisi apa yang harang harang harang harang harusususususdididididilakukan?lakukan?lakukan?lakukan?lakukan? Pertama, secondary process kitakurang. Di situ, ada LSWR yang masih kitaproduksi sekarang ini, sekitar 23,9 persen daritotal feed kita. LSWR harganya di bawah hargacrude.LSWR ini harus kita olah dalam prosesyang disebut cracking, sehingga bisa menjadivalueable product, seperti bisa menjadi kerosenelagi, premium, solar. Penambahan unit crackingitu yang akan kita lakukan.Itu cracker. Ada beberapa opsi yang kitalihat, yaitu proses yang merengkah LSWR yangrantainya panjang menjadi rantai-rantai yanglebih pendek.Di antarDi antarDi antarDi antarDi antara opsi ya opsi ya opsi ya opsi ya opsi yang ada apa saja?ang ada apa saja?ang ada apa saja?ang ada apa saja?ang ada apa saja? AdaRCC seperti di Balongan. Itu salah satu. Bisajuga berupa Cracking seperti dilakukan di UPII Dumai. Itu opsi-opsi yang ada. Itu yang kitapelajari sekarang.KKKKKecececececenderenderenderenderenderungannyungannyungannyungannyungannya ka ka ka ka ke mana?e mana?e mana?e mana?e mana? Kelihat-annya lebih cenderung ke RCC.PPPPPerhitungannyerhitungannyerhitungannyerhitungannyerhitungannya bagaimana? Ka bagaimana? Ka bagaimana? Ka bagaimana? Ka bagaimana? Karararararakakakakak-----ttttteristieristieristieristieristik masingk masingk masingk masingk masing-masing UP-masing UP-masing UP-masing UP-masing UP itu berbeda-itu berbeda-itu berbeda-itu berbeda-itu berbeda-beda?beda?beda?beda?beda? Sebetulnya kombinasi, tergantung jeniscrude yang akan kita pakai. Kemudian jugafaktor lingkungan. Ada pilihan yang mungkinbisa kita lakukan tapi mengeluarkan sesuatutidak bagus untuk lingkungan. Seperti di Du-mai.Itu salah satu pilihan yang bagus, biayanyalebih murah daripada RCC, walaupun gain-nyajuga lebih rendah dibandingkan RCC. Hanyaada pengaruh ke lingkungan.Jadi, banyak pilihan-pilihan teknologi yangpertimbangan-pertimbangannya sekarang se-dang digarap di Kantor Pusat.KKKKKalau kita lalau kita lalau kita lalau kita lalau kita liiiiihat adahat adahat adahat adahat ada RRRRRoaoaoaoaoadmapdmapdmapdmapdmap PPPPPengo-engo-engo-engo-engo-lahan sampai 2012.lahan sampai 2012.lahan sampai 2012.lahan sampai 2012.lahan sampai 2012. Apa prApa prApa prApa prApa progrogrogrogrogram untukam untukam untukam untukam untukUPUPUPUPUPVVVVVdalam prdalam prdalam prdalam prdalam progrogrogrogrogram itu?am itu?am itu?am itu?am itu? Untuk UP V padaawal tahun ini, pertama adalah optimalisasikilang. Pilihan-pilihan optimilasasi kilang su-dah clear. Hanya untuk melakukan itu diperlu-kan terobosan-terobosan dari sistem manaje-men, dari aturan-aturan main yang ada seka-rang.Kalau kita mengadakan barang dengancara-cara seperti sekarang, yang prosesnyapanjang harus tender dan macam-macam, kitaakan kalah bersaing. Prosesnya panjang, se-mentara orang lain untuk memerlukan barang,tinggal telepon barang pun datang.Kadang-kadang memakai prosedur iniseolah-olah akan menghemat biaya, tetapisebenarnya hal itu lebih banyak karena kecuri-gaan-kecurigaan kita bahwa orang lain akan“bermain.” Seharusnya tidak usah banyak pro-sedur, tetapi integritasnya yang kita tingkatkan.SK 036 semangatnySK 036 semangatnySK 036 semangatnySK 036 semangatnySK 036 semangatnya ka ka ka ka kehati-hatiehati-hatiehati-hatiehati-hatiehati-hatiananananankarkarkarkarkarena banyena banyena banyena banyena banyak prak prak prak prak praktaktaktaktaktek kek kek kek kek korororororupsi, tupsi, tupsi, tupsi, tupsi, tetapi dietapi dietapi dietapi dietapi dilain sisi kita juga perlu klain sisi kita juga perlu klain sisi kita juga perlu klain sisi kita juga perlu klain sisi kita juga perlu kecececececepatan prepatan prepatan prepatan prepatan proooooses.ses.ses.ses.ses.MMMMMenurenurenurenurenurututututut Anda bagaimana jalan tAnda bagaimana jalan tAnda bagaimana jalan tAnda bagaimana jalan tAnda bagaimana jalan tengah-engah-engah-engah-engah-nynynynynya?a?a?a?a? Artinya, pertama ada kebijakan dari Di-reksi yang di-up grade. Kedua, bagaimana de-ngan cara itu akuntabilitas perorangan tetapbisa kita jaga.Pak Suroso memberi contoh kepada kita,ada perusahaan kalau beli barang dia teleponPengantar RedaksiTantangan buat kilang-kilang Pertamina semakin berat. Persaingan antarkilang di kawasanregional maupun internasional memperhitungkan keandalan kilang, optimalisasi kilang, efisiensikilang, dan nilai tambah produk. Ketika Kilang UP V Balikpapan menetapkan Visi menjadi kilangterpercaya dan unggul di Asia Pasifik, tantangan buat kilang yang memiliki kapasitas terbesar keduasetelah Kilang UP IV Cilacap ini sungguh berat. General Manager (GM) Kilang UP V BalikpapanMMMMMasriasriasriasriasril Ml Ml Ml Ml Moeisoeisoeisoeisoeis justru menekankan prosedur operasional yang harus dibenahi agar proses perubahanberjalan lebih cepat. “Harus ada perubahan sistem manajemen, mindset, kepemimpinan. Tiga hal iniyang secara bersamaan harus kita lakukan,” jelasnya kepada WWWWWaaaaarta Prta Prta Prta Prta Peeeeertartartartartaminaminaminaminamina di tengah jamuanmakan malam untuk para wartawan migas dari Jakarta, yang mengikuti program OrientasiWartawan Migas (OWM), di UP V Balikpapan, Jumat malam (29/6).
  17. 17. 19Warta Pertamina, Agustus 2007ke Singapura, barangnya datang. Tetapi koman-dannya, yang memang memegang aset, dia bisamelakukan sampling. Begitu ada anak buahnyamembeli dengan harga lebih tinggi denganorang lain membeli di tempat yang sama, adarisiko langsung untuk anak buahnya itu.Jadi, hal-hal itu yang harus dilakukan. Kalausaya beli barang di Matahari, harganya kan fix,mengapa harus tender? Tetapi sistem kita se-karang tidak membolehkan belanja begitu, ka-rena nanti belanja saya akan dibandingkan de-ngan belanja di Tanah Abang.Tidak bisa apple to apple, karena di Matahariada atribut-atribut yang tidak ada di barang diTanah Abang. Saya bisa belanja aman dan lebihcepat.Kita menginap di satu hotel, meminumCoca Cola, harganya Rp 12 ribu. Atau saya tu-run ke bawah membeli Coca Cola dengan hargaRp 4 ribu. Memang lebih murah, tapi untukmembeli barang ke bawah itu, ada proses yangpanjang.Itulah contoh. Yang penting kalau saya belibarang ke satu tempat, tidak lebih mahal di-bandingkan dengan orang lain membeli barangdi tempat yang sama. Tapi jangan dibandingkandengan toko lain yang lebih rendah kualifi-kasinya.Perusahaan kelas dunia yang akan bersaingdengan kita menggunakan cara-cara seperti itu.Kalau kita masih melakukan seperti sekarang,biaya bukannya tambah murah. Karena biayauntuk tender itu memerlukan biaya dan waktu.PPPPPadahal pengadaan hanyadahal pengadaan hanyadahal pengadaan hanyadahal pengadaan hanyadahal pengadaan hanya salah satua salah satua salah satua salah satua salah satuprprprprproooooses dari sebuahses dari sebuahses dari sebuahses dari sebuahses dari sebuah aaaaactionctionctionctionction????? Betul. Terobos-an-terobosan seperti itu yang diperlukan, tetapikita di Indonesia masih serba susah. Kalaumelakukan itu urusannya ada polisi masuk,kejaksaan, auditor, BPKP.Kalau jalan itu sebagai sistem, kemudianada yang ngebut, sekarang ini bukan yangngebutnya yang kita tangkap, tetapi kita pasangbanyak polisi tidur, sehingga pada akhirnyaambulan pun lewat ke sana harus terganggu.Itu soal prosedur. Itu yang harus kita per-baiki. Teknis saja tidak cukup. Kemudian mind-set. Artinya harus memilih orang-orang yangbetul-betul integritasnya tinggi, sehingga pro-ses yang kita sederhanakan bisa berjalan tanpaharus terjadi pelanggaran.IIIIIni masalahni masalahni masalahni masalahni masalah trtrtrtrtrustustustustust. Bagaimana mendo-. Bagaimana mendo-. Bagaimana mendo-. Bagaimana mendo-. Bagaimana mendo-brbrbrbrbrak kak kak kak kak keburebureburebureburaman seperaman seperaman seperaman seperaman seperti ini?ti ini?ti ini?ti ini?ti ini? Pada dasarnyamanusia itu makhluk ekonomi. Dia akan me-lakukan tindakan-tindakan yang paling meng-untungkan dirinya secara ekonomi.Kalau kita menetapkan aturan sementaraorangnya tanpa risiko, orang itu tetap akan me-lakukan hal-hal yang menguntungkan diri dia.Jadi, risiko dalam aturan main itu harusberjalan. Itu yang disebut accountability. Kalauaccountability berjalan, aturan main akan lebihsederhana.Tidak bisa juga, aturan main kita sederha-nakan, tetapi integritas kita abaikan. Tidak bisabegitu.MMMMMemiemiemiemiemillllliiiiih orh orh orh orh orang yang yang yang yang yang berintang berintang berintang berintang berinteeeeegritasgritasgritasgritasgritastinggi, juga berkaitan dengantinggi, juga berkaitan dengantinggi, juga berkaitan dengantinggi, juga berkaitan dengantinggi, juga berkaitan dengan trtrtrtrtrustustustustust. K. K. K. K. Ko-o-o-o-o-mentarmentarmentarmentarmentarAnda?Anda?Anda?Anda?Anda? Kalau bicara transisi, masalahtrust pasti berat. Pada awalnya kita harusmemperpendek aturan main, proses, kemudianmeningkatkan pertanggunjawaban untuk orangyang bersangkutan. Dan tentu saja kita haruspunya cara-cara mengukurnya.Atasan itu bisa memberikan wewenangkepada bagian pengadaan untuk pembelianlangsung, tetapi dia punya konsultan yang akanmemberikan second opinion.Kalau ada orang bajingan, langsung dipecat!Jangan dipindahkan saja. Itu risiko tertinggikalau dia melakukan penyelewengan. Ini se-buah proses yang harus dijalankan.Filosofinya, seperti hukum Tuhan, adasurga dan neraka. Kalau kamu mengikuti atur-an masuk surga dan melanggar masuk neraka.Itu aturan main. Tetapi bagaimana keyakinanadanya aturan itu muncul pada orang kita.Bukti-bukti itu harus kita perlihatkan padasaat proses.Bagaimana untuk membangun kBagaimana untuk membangun kBagaimana untuk membangun kBagaimana untuk membangun kBagaimana untuk membangun ke-e-e-e-e-perperperperpercaycaycaycaycayaan?aan?aan?aan?aan? Kita harus mempercayai anak bu-ah. Tapi bukan melepaskan begitu saja. Perca-yakan saja, tetapi sekali dia melanggar habis dia.Ini yang harus berjalan. Harus ada perubah-an sistem manajemen, mindset, kepemimpinan.Tiga hal ini yang secara bersamaan harus kitalakukan.Bagaimana dengan BTP?Bagaimana dengan BTP?Bagaimana dengan BTP?Bagaimana dengan BTP?Bagaimana dengan BTP? Ada BTPyang dilakukan oleh Kantor Pusat yang lebihke hal-hal strategis, dan unit yang sifatnyaoperasional.Bagaimana di UPBagaimana di UPBagaimana di UPBagaimana di UPBagaimana di UP VVVVV sendiri?sendiri?sendiri?sendiri?sendiri? Kita me-lihat structure cost kita. Apa yang bisa kita ken-dalikan di unit? Di luar crude, biaya produksikita itu yang paling tinggi adalah refinery fuel,itu hampir 70 persen dari total biaya di luarcrude. Artinya kita harus meningkatkan biayadapur kita.(Untuk BTP II di unit-unit DirektoratPengolahan, 13 Juni 2007 lalu, menggulirkanManagement Refinery Fuel and Refinery Lossessebagai skala prioritas tema aksi).UUUUUntuk UPntuk UPntuk UPntuk UPntuk UP VVVVV berberberberberapa tarapa tarapa tarapa tarapa target tget tget tget tget toleroleroleroleroleransiansiansiansiansirrrrrefineefineefineefineefinerrrrry lossey lossey lossey lossey lossesssss dan pengurdan pengurdan pengurdan pengurdan pengurangananganangananganangan rrrrrefineefineefineefineefinerrrrryyyyyfuelfuelfuelfuelfuel????? Pada tahun 2007 ini kita targetkan tole-ransi refinery losses 0,03 persen. Itu kelihatannyakecil. Tapi dari situ kita bisa menghemat sekitar1 juta dolar AS setahun. Tolerable itu kan 0,5persen. Semula kita 0,2 persen.Sedangkan untuk pemakaian refinery fuelsemula 4,6 persen sekarang (2007) ditargetkanpemakaian 4,57 persen dari seluruh cost struc-ture.Tetapi kalau berbicara tahun 2012 kitatargetkan pemakaian refinery fuel menjadi 4,40persen. Kira-kira kita turunkan 13 point.Kalau sampai tahun 2012 kita berpotensimenghemat 9 juta dolar untuk setahun daripengurangan refinery losses dan penguranganrefinery fuel.Apakah prApakah prApakah prApakah prApakah progrogrogrogrogramnyamnyamnyamnyamnya sudah jalan?a sudah jalan?a sudah jalan?a sudah jalan?a sudah jalan? Mu-lai bulan Juni 2007 ini kita sudah proses. Hasil-nya belum terlihat, tapi prosesnya sudah di-mulai.•NS“Kadang-kadang memakaiprosedur ini seolah-olah akanmenghemat biaya, tetapisebenarnya hal itu lebih banyakkarena kecurigaan-kecurigaan kitabahwa orang lain akan “bermain.”Seharusnya tidak usah banyakprosedur, tetapi integritasnya yangkita tingkatkan.”
  18. 18. 20WartaUtamaWarta Pertamina, Agustus 2007MEMBANGUNKEEKONOMIANKILANGPengantar RedaksiBaru Kilang UP VI Balongan yang sudah didesain dengan konfigurasisesuai keekonomian. Komersial. Yang lain? Kilang Pertamina yang lainmasih dengan konfigurasi cost and fee untuk sekedar memenuhikebutuhan BBM dalam negeri. Kompleksitasnya masih rendah, belumsecanggih Kilang UP VI Balongan atau mungkin Kilang UP II Dumai.Direktur Pengolahan SSSSSurururururooooosososososo AAAAAtmomartmomartmomartmomartmomartttttoyoyoyoyoyooooo menjelaskan secaragamblang kepada 57 wartawan media cetak, cyber, dan televisi dari 40media, di Ruang Solar, Kompleks Kilang UP V Balikpapan, Kamis (28/6). Berikut petikannya.
  19. 19. 21Warta Pertamina, Agustus 2007Tolong jelaskan bagaimana ka-olong jelaskan bagaimana ka-olong jelaskan bagaimana ka-olong jelaskan bagaimana ka-olong jelaskan bagaimana ka-rrrrraktaktaktaktakteristieristieristieristieristik kik kik kik kik kilang?lang?lang?lang?lang? Operasi ki-lang boleh dikatakan berbeda denganoperasi industri di tempat lain. Di kilang mi-nyak mentah (crude) diolah akan keluar be-berapa produk. Ada yang langsung melalui satuproses, dan ada juga untuk menjadi produkyang sama harus melalui beberapa rangkaianproses. Tergantung jenis crude yang diolah.Untuk jadi diesel dari crude ada yang lang-sung satu kali proses langsung jadi diesel, tapiada yang harus lewat beberapa tahapan, lewatunit ini, di-crack, diproses lagi, baru jadi diesel.Jadi boleh dikatakan single feed, multi product,multi process.Bagaimana pendekatan membuat kiBagaimana pendekatan membuat kiBagaimana pendekatan membuat kiBagaimana pendekatan membuat kiBagaimana pendekatan membuat kilang?lang?lang?lang?lang?Membangun kilang itu ada dua pende-katan. Pertama, dekat dengan sumbercrude. Ini memudahkan transportasi crude.Kedua, mendekati pasar. Seperti Singa-pura itu tidak punya crude, tapi mengan-dalkan dari impor dipakai untuk dijual kepasar di sekitar situ.Kilang minyak Pertamina awalnyadirancang untuk mengolah crude dalamnegeri dan untuk kebutuhan BBM dalamnegeri. Kilang kita tidak didesain atasdasar keekonomian, karena didesain un-tuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.Pada saat merancang dihitung bera-pa banyak orang Indonesia membutuh-kan diesel? Tahun 1980-an kebutuhandiesel meningkat tajam diperkirakan hingga 16persen per tahun. Makanya saat itu didesainkilang hydrocracker. Karena hydrocracker inimenghasilkan diesel.Terakhir baru Kilang UP VI Balongan di-desain atas dasar keekonomian karena (ketikamendesain Kilang UP VI Balongan, rrrrrededededed) kitamemperkirakan ke depan itu Olefin, Gasolineakan menjadi pasar yang bagus. Maka di Balo-ngan itu didesain kilang RCC. Kilang Balongansudah dihitung dengan MOPS. Sementarakilang yang lain dihitung dengan cost and fee.KKKKKapasitas kiapasitas kiapasitas kiapasitas kiapasitas kilanglanglanglanglang-ki-ki-ki-ki-kilang Plang Plang Plang Plang Pererererertamina…tamina…tamina…tamina…tamina…Produksi minyak mentah Indonesia seka-rang tidak sampai 1 juta barel per hari. Produksikita sekarang antara 850 ribu – 900 ribu barelper hari. Kapasitas kilang kita tetap. Kemudianoperasi kilang kita antara 950 ribu sampai 1 jutabarel per hari. Tergantung dari kondisi margindan keandalan kilang kita.Kebutuhan domestik masih sekitar 1 jutabarel per hari. Produksi Pertamina sendirikurang lebih 72 persen dari seluruh kebutuhandalam negeri. Sisanya adalah impor.Kilang kita mengolah hingga 60 persenminyak mentah dalam negeri. Impornya adayang term import dan ada yang spot import.Spot kita kurang lebih 20 persen. Ini diten-derkan setiap tiga bulan. Sedangkan untuk termimport dilakukan ke NOC seperti Saudi Aram-co (100 ribu barel), Tapis, Malaysia (20 ribubarel), juga membeli ke anak perusahaan se-perti Petral.Pembelian minyak mentah Saudi Aramcodan minyak mentah Tapis menggunakan OSP(Official Selling Price) yang ditetapkan olehmereka. Kita membeli ini dengan sistem CIF(Cost Insurance and Freight). Hanya Saudi Aram-co yang dibeli secara FoB (Free on Board), kitayang mengambil sendiri ke sana. Yang kitamembeli secara CIF.Kita membeli minyak itu memakai hargadasar. Harga dasar untuk minyak mentah In-donesia adalah ICP (Indonesian Crude Price)yang ditentukan oleh Departemen ESDM. Ka-lau minyak dari Arab memakai OSP.Minyak-minyak yang lain ada yang mema-kai OSP seperti Bach Ho (Vietnam) atau adajuga minyak impor basis harganya ICP sepertiNile Blend (Sudan) untuk di Balongan.Ada juga yang memakai basis harga brentyaitu minyak yang ada di pasar. Yang mengaturharga brent itu pasar.Minyak mentah kita 60-70% dibeli lang-sung ke Pemerintah, dengan harga ICP. Kitamembeli dua bulan sebelum waktu pengiriman.Minyak term kita juga dibeli secara lang-sung kepada produser (swasta). Tetapi ada jugayang harus melalui trader milik produser.Seperti Caltex di Dumai tidak jual langsung.Yang menjual minyak mentah dari CaltexDumai adalah trading-nya.Yang terakhir dilakukan dengan tender.Siapapun silakan ikut tender. Kita evaluasi.Terbuka saja, siapa yang mau ikut silakan, asalsesuai yang kita butuhkan, harganya bersaing,ya silakan.Transaksi minyak itu sangat transparan.Tidak disembunyikan. Kalau misalnya Perta-mina membeli minyak, selalu ada di Reuter,CNBC, dan sebagainya. Di pasar Singapura adacatatan transaksi minyak. Pertamina membeliberapa kargo, jumlahnya berapa, harganyaberapa, semua tercatat secara transparan.Jadi hitung-hitungan kita memakai hargapasar semua. Transaksi dengan MOPS. Kalaukompleksitas kilang rendah hasilnya seperti itu.KKKKKeekeekeekeekeekonomionomionomionomionomian kian kian kian kian kilang..lang..lang..lang..lang..Sekarang kita harus berpikir mengenai ke-ekonomian kilang. Karena kalau distribusiBBM ke pelosok-pelosok itu tidak masuk kalaudihitung secara keekonomian. Nah, itulah yangdihitung oleh Pertamina pada alpha 14 persenitu, MOPS plus Alpha 14 persen, yang katanyamalah Alphanya mau dikurangi lagi oleh Peme-rintah.Arus minyak mulai dari pengolahan, pema-saran, distribusi. Dari pengolahan ini ada imporHOMC, impor crude, juga domestic crude masukke pengolahan. Dari pengolahan ke pemasarankita hitung memakai MOPS. Tidakmemakai istilah biaya pokok, karenakita memakai market base. Transaksi daripengolahan ke pemasaran memakaiMOPS.Pemasaran ini yang mendistribusi-kan. Kalau BBM Pemerintah — denganformat PSO — dengan formula MOPSplus Alpha. Alphanya dulu 15%, seka-rang 14,1%, dan katanya mau dipotonglagi.Sedangkan BBM non PSO kita ber-saing dengan pemain lokal, yaitu AKR.Di situ for-mulanya tidak sama, adaMOPS plus 9% dan yang lain. Alphanyatergantung tender. Gross margin seka-rang sedang bagus, meskipun kompleksitirendah karena harganya bagus.Tapi kalau kilang-kilang di dunia itu jadi,margin-nya akan tertekan lagi. Akan turun lagi.OptimalOptimalOptimalOptimalOptimalisasiisasiisasiisasiisasi mamamamamarginrginrginrginrgin...............Jadi, ada margin-nya pemasaran dan adamargin pengolahan. Optimalisasi kita adalahjumlah penjualan, harga jual yang kompetitif,jenis produk, operasi kilang, jenis minyak men-tah yang kita olah, harga minyak, dan hargaproduk. Ini semua kita olah, untuk menentu-kan berapa pengolahan yang paling optimal.Optimalisasi dari total ini dilakukan untukmendapatkan delta yang paling optimal. Pengo-lahan berapa, impor berapa, minyak apa yangsaya beli, karena masing-masing minyak itukomponennya lain-lain. Minyak dan harganyalain-lain.Kita menghitung gross margin ini secara me-nyeluruh. Bahkan kalau kilangnya global se-perti BP, Shell, mereka menghitung secara glo-bal, karena dia harus menghitung untuk di se-mua tempat.Shell itu memiliki navigator yang mempu-nyai program. Kalau BP itu namanya ISD(Integrated Supply and Trading). Jadi dia sudahmengintegrasikan programnya itu. Dioptimali-sasikan di seluruh dunia.• NS
  20. 20. 22 Warta Pertamina, Agustus 2007LakonFoto:BFR/Dok.PertaminaMenilai perusahaan minyak dan gasbumi, tidak salah jika kita juga me-lihat tulang punggungnya, yaitu disektor eksplorasi dan produksi. Untuk itu kamiberbincang-bincang dengan Wahyudi SatotoWahyudi SatotoWahyudi SatotoWahyudi SatotoWahyudi Satoto,Vice President Usaha Baru Pertamina EP yangbaru.Untuk berbicara tentang tugas pokoknyayang baru, Wahyudi merasa siap, karena se-belumnya ia menjabat sebagai Manajer Peren-canaan Strategis Pertamina EP, salah satu fungsidi bawah Usaha Baru, sedikit banyak ia mem-berikan gambaran seperti apa kerjanya nanti.“Di jabatan lama, saya adalah salah satu ma-najer dari fungsi Usaha Baru. Jadi sebenarnyapekerjaan masih sama. Tetapi selanjutnya sayaharus mengkoordinir dan mengintegrasikanpekerjaan dari fungsi-fungsi yang ada di UsahaBaru lainnya agar sejalan dengan visi dariUsaha Baru dalam menunjang usaha Perta-mina EP, yaitu mengoptimalkan pengembanganusaha dan pertumbuhan perusahaan denganmeminimalkan resiko,” kata lulusan dari TeknikGeologi UPN Yogyakarta yang masuk Perta-mina melalui BPST EP Angkatan I tahun 1989.Wahyudi menjelaskan bahwa di bawahUsaha Baru, ada Manajer Perencanaan Stra-tegis, Manajer Pengembangan Akselerasi La-han, Manajer Evaluasi Usaha dan Manajer Pe-masaran Minyak dan Gas Bumi.Menurut Wahyudi, Pertamina EP mengelolaWilayah Kerja (WK) migas yang sangat luassekitar 140.000 km2melalui Kontrak KerjaSama (KKS) dengan BP Migas untuk jangkawaktu 30 tahun, dan saat ini telah menca-nangkan program rencana strategis melaluiRJPP 2006-2014 dimana pada tahun 2014target produksi minyak sebesar 225.000 BOPD(saat ini produksi minyak sekitar 110.000 BO-PD). Untuk mengoptimalkan operasionalpengelolaan seluruh WK dalam mencapai tar-get tersebut akan kesulitan apabila pengelo-laannya dilakukan semuanya dengan SDM danbiaya sendiri. Karena itu untuk mendukung pro-gram percepatan produksi sesuai target yangsudah dicanangkan perlu disusun strategi por-tofolio pengusahaan WK dengan mengelom-pokkan area-area yang menjadi prioritas untukdikerjakan sendiri (dana dan SDM sendiri) danarea-area yang pegelolaannya perlu kerjasamadengan pihak lain. “Di dalam pengelolaanoperasional WK kita perlu bantuan mitra un-tuk risk and reward sharing sesuai denganstrategi portofolio yang telah ditetapkan, kare-na kita harus mempertimbangkan risiko yangakan terjadi ,” tutur alumnus Program MagisterManajemen UGM, ini.Untuk itulah, maka Pertamina EP saat initelah menyusun strategi portofolio pengelolaanWK menjadi lima kelompok. Kelompok perta-Wahjudi Satoto Kendalanya
  21. 21. 23Warta Pertamina, Agustus 2007pada Waktuma, fokus untuk dikerjakan sendiri. Kedua,fokus untuk dikerjakan sendiri, namun karenaketerbatasan dana, memerlukan external fi-nancing. Yang ketiga, area untuk kerjasamaoperasi berupa area eksplorasi yang perlu da-na besar dan risikonya pun cukup besar ataulapangan produksi yang memerlukan teknologilanjut yang memerlukan dana besar seperti pro-gram EOR. Kelompok keempat, area untuk kerjasama operasi berupa marginal field atau brownfield, yaitu lapangan yang di dalam program kerjadan anggaran selalu menempati ranking bawahkarena target produksinya kecil dan perlu pena-nganan khusus. Dan yang terakhir, suatu area yangsangat berisiko dan memerlukan biaya yang sangatbesar, dapat dialokasi untuk carved out (dipisahkandari WK Pertamina EP) selanjutnya dikerjasamakandengan membuat KKS tersendiri dengan BP Migasan-tara Pertamina dan mitra. “Yang kelima itu alternatifterakhir yang belum kita pikirkan, “ tukas Wahyudi.Saat ini, demikian Wahyudi mengatakan, Pertaminalebih berkonsentrasi pada kelompok ketiga dan keempat.Ke depan, tugas Wahyudi akan semakin berat lagi.Ini terkait dengan keinginan pimpinan Pertamina dan Per-tamina EP sendiri. Dirut Pertamina Ari H. Soemarno dalamsatu kesempatan meminta Pertamina EP untuk memikirkankonsep kerja sama untuk suatu area yang lebih luas, danPertamina bisa melakukan kerja sama dengan major oilcompany, yang di dalam penawaran kerja sama itu Perta-mina juga akan memperoleh opportunity atau aset di tem-pat lain.Dengan kata lain, semacam swap atau tukar guling.“Kita menawarkan area kita, dan kita akan mendapatkanopportunity di tempat lain, apakah di Indonesia ini ataudi luar negeri,” lanjut pekerja yang memulai karirnya dibagian Eksplorasi Unit EP IV Daerah Kalimantan tahun1989. Namun Wahyudi mengakui bahwa semua itu harusdalam koridor atau kerangka aturan yang sudah ditetap-kan oleh BP Migas.Soal kendala, Wahyudi mengakui ada kendala walaupersoalannya tidak sepenuhnya di Pertamina. “Kalau duluPertamina sekaligus sebagai regulator, jadi apapun yangkita kerjakan adalah sesuai dengan aturan yang kita ge-nerated sendiri. Sekarang semua harus compliant padaBP Migas,” tukas Wahyudi.Kendala lain adalah masalah waktu. Setelah suatukonsep kerjasama dimatangkan maka Pertamina harusberbicara dengan BP Migas. “Kendalanya di sini adalahperlu waktu yang tersendiri untuk melakukan meeting de-ngan BP Migas, disesuaikan dengan jadwal yang terse-dia dari pajabat-pejabat yang terkait, sebab mereka jugamenangani Kontraktor KKS yang lain dengan total areayang sangat luas,” kilahnya.Wahyudi memberikan contoh untuk penyelesaianperjanjian kontrak KSO yang diselesaikan tahun 2006,membutuhkan waktu hampir satu tahun. “Konsep sudahkita siapkan, sudah matanglah, kita diskusikan, denganjadual pertemuan cukup tiga kali hingga ke finalisasi.Tetapi untuk mencari waktu meeting itu yang jadi kendala,”papar Wahyudi mengakhiri wawancara.•UHK/NDJPPPPPeggy Melati Sukmaeggy Melati Sukmaeggy Melati Sukmaeggy Melati Sukmaeggy Melati Sukma - presenteracara program talkshow Dimensidi TVRI Stasiun Pusat Jakarta (ber-sama pelawak Derry) merasa legadan bersyukur dapat dipercayapimpinan stasiun televisi plat me-rah milik Pemerintah itu, yang se-jak beberapa bulan lalu meng-ubah logo dan kinerjanya. Diha-rapkan dengan tampilnya Peggybersama Derry dapat menjadi mag-nit baru untukmeraih kembali kepercayaan pemirsa TVRI yang sudah beberapawaktu ditinggalkan. Pemilik nama lengkap Raden Peggy Melati Purnama-dewi Sukma yang lahir di Cirebon, 13 Juni 1976 ini juga dikenal se-orang presenter beberapa program TV swasta.Sebagai aktris sinetron Peggy namanya melambung lewat perannyadalam sinetron Gerhana yang populer denan jargon kata Pusiiiiiiing,dan kemudian di-patenkan-nya. Ia juga seorang aktivis sosial sebagaiDuta Pendidikan Kesetaraan Depdiknas RI dan pernah menjadi juru bi-cara perlindungan perempuan Indonesia di Persidangan Tahunan Per-serikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Louzanne, Swiss.Peggy didampingi suaminya, Wisnu Chandra, dengan serius danintens memperhatikan materi pameran yang ditampilkan stand PertaminaKorporat yang diisi oleh PKBL Korporat, PKBL Unit-unit Operasi Pertaminayang menampilkan produk-produk unggulan mitra binaan, termasuk mitrabinaan UP VI Balongan.Ditemui We Pe seusai melihat stand Pertamina pada Pameran PekanCSR 2007, Peggy mengawali ceritanya diseputar roman percintaannyadengan Wisnu Chandra. Menurut Peggy, ’Mulanya hanya sekedar relasi,karena kebetulan kami mempunyai pandangan yang sama tentang aksisosial melalui program peduli perusahaan (CSR) untuk membantu masya-rakat yang sedang membutuhkan.’Pertemuan berlalu seiring dengankesibukan masing-masing. Witing Tresno Jalaran Suko Kulino yang artinyaawalnya suka & cinta berawal dari seringnya bertemu. Mungkin pepatahJawa di atas pas buat kami berdua. Tahun-tahun terakhir, kami seringbertemu untuk membicarakan aksi sosial yang akan dilaksanakan padaprogram selanjutnya, sementara Mas Wisnu bertindak sebagai donaturkegiatan’ katanya dengan sumringah.Jodoh semakin mendekati mereka, saat Wisnu serius mempelajarikeyakinan yang dianut Peggy. Akhirnya bankir papan atas tersebut mem-beranikan diri untuk melamar artis yang pernah menelurkan dua buahalbum lagu populer tersebut. “Masa lalu biar menjadi bagian ceritalampau, aku tidak tertarik untuk melihat ke belakang,” kenangnya.Ketika ditanyakan kapan berbulan madu, Peggy menjawab denganselorohnya yang khas. ”Jangankan berbulan madu, malah pada musimpenghujan kemarin kami sibuk berkeliling Jakarta untuk memberikanbantuan kepada korban banjir mendistribusikan bantuan. Bersama kawan-kawan, kami berkeliling ke kawasan Cilincing, Bukit Duri, KampungMelayu, Marunda, dan beberapa wilayah lain yang sebagian besarrumah warganya dilanda banjir. Biarlah kami menikmati suasana sepertiini. Kami berbahagia karena tenaga dan pikiran kami masih dapat di-rasakan manfaatnya bagi orang-orang yang kurang beruntung nasibnya,”ujar Peggy merendah.•(Achmad Bachrun, Hupmas UP VI Balongan )(Achmad Bachrun, Hupmas UP VI Balongan )(Achmad Bachrun, Hupmas UP VI Balongan )(Achmad Bachrun, Hupmas UP VI Balongan )(Achmad Bachrun, Hupmas UP VI Balongan )Peggy Melati SukmaKetemu Jodohdi Kegiatan CSR
  22. 22. Wajahnya sering kelihatan di layar televisi untuk mengkampanyekan MillenniumDevelopment Goals (MDGs). Tidak salah, karena ia adalah Duta Besar KhususPBB untuk MDGs di kawasan Asia Pasifik ini. Dialah Andi ErAndi ErAndi ErAndi ErAndi Ernanananana AnastasjiAnastasjiAnastasjiAnastasjiAnastasjiaaaaaWWWWWalalalalalinonoinonoinonoinonoinono atau biasa dikenal dengan nama IIIIIrrrrr. Er. Er. Er. Er. Ernanananana WWWWWitititititoelar MSioelar MSioelar MSioelar MSioelar MSi, kelahiran Sengkang, di tepiDanau Tempe, Sulawesi Selatan, 6 Februari 1947. Erna meraih gelar sarjana dari Jurusan TeknikKimia ITB tahun 1974 dan pasca sarjana Ilmu Lingkungan dari UI tahun 1997. Setelah itu iaberkibar sebagai aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dimulai dari Wahana Lingkunganhidup (WALHI), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Yayasan Keanekaragaman Hayati(KEHATIi), Dana Mitra Lingkungan,WWF Indonesia, dan masih banyak lagi. Seumur hidup, Ernamengaku, ia tidak pernah membuat lamaran kerja. “Orang-orang selalu datang pada saya untukmemberi kesempatan saya melakukan sesuatu,” kilahnya.Kiprahnya tidak hanya di dalam negeri saja. Di tingkat internasional pun, Erna pernah menjabatPresiden Organisasi Konsumen Sedunia (1991 – 1997), Selain itu, Erna juga sempat menjadi anggotaMPR-RI periode terakhir (1998 – 1999) sebagai anggota Fraksi Utusan Golongan. Dari sini Erna lalumasuk ke dalam pemerintahan sebagai Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah pada KabinetPersatuan Nasionaldi bawah Presiden Abdurrahman Wahid. Setelah itu, Erna kembali ke habitatnyasebagai orang LSM. Dan sejak tahun 2003, Erna diminta mejadi Duta Besar PBB untuk MDGs diAsia Pasifik.Di tengah kesibukannya menjelang berangkat ke New York, istri dari Rachmat Witoelar dan ibudari tiga putra-putri, ini masih sempat menerima kami untuk perbincangan sekitar 1 jam dikantornya di kawasan Thamrin, pada minggu kedua bulan Juli 2007. Berikut petikannya.
  23. 23. 26 Warta Pertamina, Agustus 2007MMMMMengapa PBB memiengapa PBB memiengapa PBB memiengapa PBB memiengapa PBB memillllliiiiihhhhh Anda untukAnda untukAnda untukAnda untukAnda untuktugas kampanytugas kampanytugas kampanytugas kampanytugas kampanye MDGs di kawasane MDGs di kawasane MDGs di kawasane MDGs di kawasane MDGs di kawasanAsiAsiAsiAsiAsia Pa Pa Pa Pa Pasifiasifiasifiasifiasifik ini?k ini?k ini?k ini?k ini? Ya, tahun 2003, saya ber-temu dengan Direktur Millenium Cam-paign, badan yang bertanggung jawab lang-sung kepada Kofi Annan (Sekjen PBB saatitu – Red), yang menangani kampanye untukmenumbuhkan kesadaran masyarakat duniaakan komitmennya pada MDGs yang sudahditandatangani September 2000 dalam Mil-lennium Declaration. Saya waktu itu sangatkritis terhadap PBB. Saya katakan pada-nya,”PBB jangan memberi kesan di negara-negara kami bahwa MDGs itu adalah goals-nya PBB. Itu tidak benar, karena itu adalahgoals kami sendiri, negara-negara anggotaPBB. Kami sudah lama menangani semuabidang itu, sementara PBB hanyalah wadahdi mana komitmen bersama itu dicetuskandalam Millennium Summit tahun 2000.”Besoknya, beliau lalu minta bertemudengan saya dan bertanya,”Okay, how can youhelp us?”Ya, ampun, ini karena mulut besar sayasendiri hahaha… Jadi saya ketiban tugaslah.Saya ditawarin apa mau jadi konsultan atauduta besar (ambassador) PBB. Pokoknya,membantu mereka.Oh, jadi sebenarOh, jadi sebenarOh, jadi sebenarOh, jadi sebenarOh, jadi sebenarnynynynynya saat itua saat itua saat itua saat itua saat itu AndaAndaAndaAndaAndapunypunypunypunypunya dua pia dua pia dua pia dua pia dua pillllliiiiihan?han?han?han?han? Ya.Ibu ErIbu ErIbu ErIbu ErIbu Erna memina memina memina memina memillllliiiiih atau dipih atau dipih atau dipih atau dipih atau dipillllliiiiih?h?h?h?h? Sayamemilih untuk jadi duta besar. Sebagai kon-sultan, waktu itu billing rate saya 550 dollarsehari. Kalau sebagai duta besar, saya hanyadibayar 1 dollar setahun. Kontraknya demi-kian.KKKKKenapa Ibu Erenapa Ibu Erenapa Ibu Erenapa Ibu Erenapa Ibu Erna pina pina pina pina pillllliiiiih itu?h itu?h itu?h itu?h itu? Heran,ya? Saya tidak dapat apa-apa dari segi finan-sial, malah rugi donk. Tetapi saya melihat,kalau saya mau mempengaruhi pimpinan-pimpinan pemerintahan, badan-badan PBByang bergerak di sana, saya perlu leverage(posisi yang menguntungkan – Red). Sayarundingkan dengan keluarga, suami dananak-anak. Mereka bilang pada saya untukmengambil peran duta besar saja. Anak-anaksudah besar, kami tinggal berdua. Tokh, tidakterlalu perlu lagi mencari duit.Saya selalu kombinasikan dua hal itu. DiLSM saya tidak mendapat duit, tetapi otaksaya dihargai di luar negeri . Dan billing ratesaya kalau bersedia menjadi konsultan ketikaitu sudah tinggi.Jadi, waktu itu, saya pertimbangkan bah-wa akan lebih efektif kalau saya menjadiambassador daripada sebagai konsultan.Bahasa muluknyBahasa muluknyBahasa muluknyBahasa muluknyBahasa muluknya, ini ‘pengabdia, ini ‘pengabdia, ini ‘pengabdia, ini ‘pengabdia, ini ‘pengabdiananananan’’’’’yyyyya?a?a?a?a? Yaaa…pengabdian. Tetapi sebagai kon-sultan, belum tentu perdana menteri ataupresiden Negara-negara Asia Pasifik mau ke-temu saya. Dan saya juga tidak bisa influenceatau mempengaruhi. Jadi niat saya itu sebagaileverage. Pilihannya itu. Sebagai ambassador sayabisa bicara apa saja, dengan siapa saja. Back-ground saya yang dari LSM menyebabkan sayabisa ketemu LSM mana pun, siapa pun kapanpun, leverage saya sebagai dubes bisa memang-gil badan-badan PBB itu. Bukan hanya UNDP,tetapi juga yang lain seperti WHO, UNICEF,UNESCO, dan lain-lain. Semua itu untuk men-dengarkan dari mereka, apa yang sudah merekalakukan, untuk mendukung pencapaian MDGsdi negara ini. Apa yang dilakukan negara ini?Sudah sampai mana? Siapa orang-orangnya? Sa-ya minta datanya, kemudian mereka, ke kantorPBB di negara itu mengatur untuk saya berte-mu dengan orang-orang itu, juga pertemuansaya dengan civil society LSM-LSM di negaraitu, tampil di televisi, diwawancarai medialainnya, dan sebagainya.Itu yang saya lakukan sebagai duta besar.Tugas saya adalah meng-MDGs-kan mereka.Bagaimana Ibu ErBagaimana Ibu ErBagaimana Ibu ErBagaimana Ibu ErBagaimana Ibu Erna melakukan pen-na melakukan pen-na melakukan pen-na melakukan pen-na melakukan pen-dekatan kdekatan kdekatan kdekatan kdekatan kepada pemerintahan-pemerin-epada pemerintahan-pemerin-epada pemerintahan-pemerin-epada pemerintahan-pemerin-epada pemerintahan-pemerin-tahan di kawasantahan di kawasantahan di kawasantahan di kawasantahan di kawasan AsiAsiAsiAsiAsia Pa Pa Pa Pa Pasifiasifiasifiasifiasifik ini, yk ini, yk ini, yk ini, yk ini, yangangangangangkarkarkarkarkaraktaktaktaktakteristieristieristieristieristiknyknyknyknyknya berbeda-beda?a berbeda-beda?a berbeda-beda?a berbeda-beda?a berbeda-beda? Jadi sayamelakukan…bukan hanya kunjungan-kun-jungan negara, tetapi saya juga bicara di forum-forum regional. Setiap kali ESCAPE membikinpertemuan mengenai MDGs, atau UNDPRegional bikin sesuatu yang ada kaitannya de-ngan MDGs, saya diundang. Jadi saya biasabicara di depan forum-forum regional. Dan disana juga saya sering bicara mengenai penting-nya diperhatikan keanekaragaman, diversitynegara dan masyarakat di Asia Pasifik dan ituharus ditangani berbeda-beda.Kalau saya ke negara-negara kawasan ini,itu ada yang lebih terbuka, ada yang tidak. Ka-dang-kadang saya masuk ke suatu negara, ka-rena diundang oleh NGO-nya untuk pertemu-an NGO regional. Kadang-kadang diundangjuga ke perguruan tinggi. Jadi tidak selalu kepemerintahnya. Seperti kalau di India danChina itu, malahan lebih sering dengan pe-merintah lokal, karena mereka terlalu besaruntuk menangiani pencapaian MDGs secarasentralistik. Tetapi banyak pemerintah kotadan lokal yang sangat progresif dalam pen-capaian MDG.Dalam tugas ini apa juga tDalam tugas ini apa juga tDalam tugas ini apa juga tDalam tugas ini apa juga tDalam tugas ini apa juga termasukermasukermasukermasukermasuknenenenenegargargargargara-nea-nea-nea-nea-negargargargargaraaaaa TTTTTimurimurimurimurimur TTTTTengah?engah?engah?engah?engah? Tidak. Ba-tasnya itu di Afghanistan.Sebagai ambassador sayabisa bicara apa saja,dengan siapa saja.Background saya yang dariLSM menyebabkan sayabisa ketemu LSM mana pun,siapa pun kapan pun,leverage saya sebagaidubes bisa memanggilbadan-badan PBB itu. Bukanhanya UNDP, tetapi jugayang lain seperti WHO,UNICEF, UNESCO, danlain-lain. Semua itu untukmendengarkan dari mereka,apa yang sudah merekalakukan, untuk mendukungpencapaian MDGs dinegaranya. Tugas sayaadalah meng-MDGs-kanmereka.

×