Your SlideShare is downloading. ×
Vol2 no2 ekka_pujo
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Vol2 no2 ekka_pujo

818
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
818
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
11
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 109 SISTEM PENGGAJIAN PADA PERUSAHAAN EKSPEDISI MUATAN KAPAL LAUT (Payroll Systems on Cargo Ships Freight Forwarders) Ekka Pujo Ariesanto Akhmad Jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga, Program Diploma Pelayaran, Universitas Hang Tuah Abstrak: P.T. “R” Surabaya, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa ekspedisi muatan kapal laut dan trucking. Sebelumnya data penggajian perusahaan sebagian dikerjakan secara manual, yaitu pencatatan absensi, jumlah jam kerja, dan jam lembur menggunakan tulis tangan dan perhitungan gaji menggunakan program MS Office Excel. Sistem penggajian manual perusahaan memiliki kelemahan antara lain membuat laporan slip gaji karyawan harus mengumpulkan semua berkas berupa gaji pokok, uang makan, lembur, transportasi, dan tunjangan. Hal ini mengakibatkan pemrosesan data terlambat. Perusahaan ingin mengembangkan sistem penggajian berbasis komputer. Analisis sistem penggajian menggunakan analisis kinerja (performance), informasi (information), ekonomi (economy), kendali (control), efisiensi (efficiency), layanan (service) dan analisis kebutuhan sistem. Analisis sistem tersebut mampu mengenali kelemahan sistem penggajian yang lama dan memberikan usulan perbaikan pada sub sistem; penggajian, data induk pegawai, dan adminitrasi trucking. Desain sistem penggajian yang telah dibuat dapat menggambarkan Diagram Konteks, Data Flow Diagram (DFD) level 0, DFD level 1, Entity Relational Diagram (ERD), dan Model Relasional untuk sub sistem; penggajian, data induk pegawai, dan adminitrasi trucking. Kata kunci: ekspedisi muatan kapal laut, trucking, analisis sistem, desain sistem, sistem penggajian. Abstract: P.T. “R” Surabaya, a company that specializes in ship freight forwarding services and trucking. Previously most of the company payroll data is done manually, which is recording attendance, number of hours worked, and overtime hours using hand writing and salary calculations using MS Office Excel program. Manual payroll system weaknesses, among others, the company has made a report employee paychecks must collect all the files in the form of base salary, meal allowance, overtime, transportation, and allowances. This resulted in delayed processing of the data. The company wants to develop a computer-based payroll system. Analysis of payroll system using performance analysis, information, economy, control, efficiency, service and systems requirements analysis. Analysis of the system is able to recognize the old payroll system weaknesses and provide suggestions for improvements to the sub-systems; payroll, employee master data, and administrative trucking. Payroll system design which has been made to describe the Context Diagram, Data Flow Diagrams (DFD) level 0, level 1 DFD, Entity Relational Diagram (ERD), and the Relational Model for sub- systems; payroll, employee master data, and administrative trucking Keywords: ship . freight forwarding services, trucking, analysis system, design system, payroll system. Alamat korespondensi: Ekka Pujo Ariesanto Akhmad, Program Diploma Pelayaran, Universitas Hang Tuah, Jalan A. R. Hakim 150, Surabaya. e-mail: jurnal_pdp@yahoo.co.id PENDAHULUAN PT. “R” Surabaya adalah perusahaan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL), yaitu perusahaan yang membantu pemilik barang membukukan muatan pada agen pelayaran, mengurus dokumen dengan Bea Cukai dan instansi terkait lainnya, dan membawa barang dari gudang pemilik barang ke gudang di dalam pelabuhan di pelabuhan muat. Sedangkan di pelabuhan bongkar EMKL membantu pemilik barang mengurus pemasukan barang dengan bea cukai, menerima muatan dari pelayaran, dan membawa barang dari pelabuhan ke gudang pemilik barang. PT. R juga bergerak di bidang penyewaan truk (trucking). Sejak dua tahun terakhir PT. R melakukan pembayaran gaji kepada pegawai dengan cara manual, yaitu pencatatan absensi, jumlah jam kerja, dan jam lembur menggunakan tulis tangan dan perhitungan gaji menggunakan program MS Office Excel.
  • 2. 110 Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, Volume 2, Nomor 2, Maret 2012 Sistem penggajian yang berlaku di perusahaan adalah sebagai berikut. Setiap pegawai diwajibkan untuk melakukan absensi pada mesin pencatat waktu sebelum dan sesudah bekerja, kemudian administrasi mengumpulkan absensi tiap pegawai dan memeriksa serta menghitung jumlah keseluruhan jam kerja dan jam lembur tiap pegawai untuk dimasukkan dalam catatan waktu. Catatan waktu tersebut diserahkan ke bagian personalia yang memindahkan data yang ada ke jurnal harian pegawai. Selain itu kepala kendaraan juga menghitung jumlah premi, uang makan, retribusi organda, retribusi tol, dan pengeluaran lain dari masing-masing sopir truk kontainer. Pada akhir bulan, bagian personalia akan menghitung jumlah gaji yang harus dibayarkan, berdasarkan data yang ada pada jurnal harian pegawai, daftar bonus, serta data pegawai untuk menentukan gaji kepada bagian gaji dan upah, yang bertugas membagikan gaji dan upah kepada pegawai. Bagian gaji dan upah juga bertanggung jawab dalam pembuatan kuitansi sebagai bukti tanda terima gaji. Sistem penggajian perusahaan mempunyai kelemahan antara lain proses penghitungan gaji menggunakan waktu yang lama karena tabel (data store) yang terpisah-pisah atau tidak terpadu, terjadi selisih jumlah digit atau selisih perhitungan jam lembur, dan perhitungan yang lain. Perusahaan akan mengembangkan sistem informasi kepegawaian dengan berbantuan komputer untuk kepentingan penggajian di perusahaan. Sistem tersebut diberi nama Sistem Informasi Penggajian. Sistem harus dapat mengeluarkan daftar gaji pegawai dan slip gaji pegawai, serta dapat mencetak data induk pegawai. Pegawai di perusahaan terdiri atas dua kelompok, yaitu pegawai tetap dan sopir truk kontainer yang dikontrak secara khusus. Ada tiga laporan yang berkaitan dengan keberadaan sopir truk kontainer ini yang harus dihasilkan oleh sistem, yaitu distribusi sopir, daftar upah sopir, lokasi pengangkutan barang. Ketentuan penggajian untuk kelompok sopir kontainer berbeda dengan ketentuan penggajian pegawai tetap. Setiap minggu para sopir kontainer mendapat upah mingguan yang besarnya bisa berbeda untuk setiap orang. Bila sopir kontainer terlibat dalam pengangkutan barang ke atau dari pelabuhan, dia akan mendapatkan bayaran yang besarnya bisa berbeda untuk setiap lokasi eksportir/importir barang. Potongan terhadap gaji sopir adalah pinjaman, bila sopir tersebut memiliki hutang terhadap perusahaan. Sedangkan ketentuan penggajian untuk pegawai tetap di perusahaan adalah sebagai berikut. Gaji pokok pegawai berbeda-beda tergantung jabatan pegawai. Jabatan setiap pegawai diputuskan oleh Pimpinan. Pegawai di perusahaan mendapatkan beberapa macam tunjangan, yaitu: Tunjangan jabatan, yang masing- masing berbeda untuk setiap jabatan. Uang makan dan transportasi, dikalikan dengan hari masuk kerja. Lembur, dihitung dengan mengalikan jumlah jam lembur dengan indeks lembur. Bonus, besar total bonus diputuskan oleh Pimpinan dan dibagi merata kepada seluruh karyawan. Selain tunjangan, pegawai tetap dikenakan potongan, yakni Pajak Penghasilan (Pph21). Dari latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan masalah yakni, Bagaimana mengolah dan membuat laporan data induk pegawai? Bagaimana mengolah dan membuat slip gaji karyawan? Bagaimana mengolah dan membuat slip upah sopir?
  • 3. Ekka Pujo A. A.: Sistem Penggajian Pada Perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut 111 Bagaimana membuat laporan daftar gaji dan rekap daftar gaji karyawan? Bagaimana membuat laporan daftar upah dan rekap daftar upah sopir? Bagaimana membuat laporan distribusi sopir dan lokasi angkut barang? Pengembangan sistem penggajian mempunyai beberapa batasan sebagai berikut. 1. Analisis kelayakan sistem tidak dilakukan pada pengembangan sistem penggajian. 2. Perancangan dilakukan pada subsistem; penggajian, data induk pegawai, dan administrasi trucking. 3. Perancangan tidak dilakukan pada perhitungan potongan jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) dan potongan koperasi. 4. Perancangan dilakukan pada laporan yang dihasilkan oleh sistem penggajian, yaitu daftar gaji dan daftar upah, rekap daftar gaji dan rekap daftar upah, slip gaji dan slip upah. 5. Perancangan sistem tidak menyangkut konfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras sistem. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui analisis dan desain sistem penggajian untuk mengolah dan membuat laporan; penggajian, data induk pegawai, dan administrasi trucking di perusahaan EMKL berbasis komputer. Pembayaran gaji Menurut Marom (2000:24-25), status gaji karyawan pada dasarnya dibagi menjadi dua kelompok, dengan gaji tetap dan tidak tetap (sering disebut sebagai upah/honor). Beban gaji relatif lebih mudah diawasi karena telah ditentukan standarnya. Terhadap upah/honor perlu pengamatan lebih teliti karena dihitung berdasar jam kerja yang diperoleh dari daftar hadir/unit prestasi yang dihasilkan dikalikan dengan tarif upah per jam atau per unit prestasi masing-masing karyawan. Upah biasanya dibayarkan secara mingguan. Sistem penggajian supir kontainer dan kru pada PT ”R” menggunakan sistem premi plus dropping. Dengan sistem ini sopir dan kenek dibayar sejumlah uang tertentu untuk setiap satu rit ataupun satu pulang-pergi (PP). Sistem ini biasanya digabung dengan sistem Dropping yang meliputi uang BBM, Tol, dan Retribusi Terminal. Pengertian analisis sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan- hambatan yang terjadi dan kebutuhan- kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan- perbaikannya (Jogiyanto, 2001:129). Menurut Al Fatta (2007:47), analisis sistem informasi terbagi menjadi tiga tahap analisis yaitu kelemahan sistem yang sedang berjalan, kebutuhan sistem baru, dan kelayakan sistem yang meliputi kelayakan teknik, hukum, ekonomi, operasional, dan lain- lain. Pengertian desain sistem Menurut Jogiyanto (2001:197), desain sistem dapat diartikan sebagai berikut. 1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem. 2. Pendefinisian dari kebutuhan- kebutuhan fungsional. 3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi. 4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk. 5. Desain sistem dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
  • 4. 112 Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, Volume 2, Nomor 2, Maret 2012 6. Desain sistem termasuk menyangkut konfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem. Tahap desain sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu 1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem. 2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. METODE PENELITIAN Analisis kelemahan sistem yang sedang berjalan menggunakan kerangka PIECES yang menguraikan analisis ke dalam enam fokus analisis kelemahan yaitu kinerja (performance), informasi (information), ekonomi (economy), kendali (control), efisiensi (effiency), dan layanan (service). Analisis kebutuhan sistem baru meliputi analisis kebutuhan sistem fungsional dan non fungsional. Analisis kebutuhan sistem non fungsional terdiri dari operasional, keamanan, informasi, dan kinerja. Pendekatan desain sistem yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah secara atas-turun (top down). Perancangan dimulai dari bentuk yang paling global, yaitu Diagram Konteks kemudian diagram konteks ini diturunkan sampai bentuk yang paling detil. Menurut Pohan (1997:174) langkah-langkah secara lebih rinci dari strategi perancangan untuk desain sistem informasi ini adalah sebagai berikut. 1. Pertama Diagram Konteks dibuat, diagram konteks yaitu model yang menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan. Untuk menggambarkan diagram konteks, deskripsikan data apa saja yang dibutuhkan sistem dan dari mana sumbernya serta informasi apa saja yang akan dihasilkan sistem dan ke mana informasi tersebut akan diberikan. 2. Setelah berhasil menggambarkan diagram konteks, diagram konteks ini diturunkan menjadi bentuk yang lebih detil, yaitu Data Flow Diagram (DFD) level 0. Untuk menurunkan diagram konteks menjadi DFD level 0, analisis sistem untuk mendefinisikan proses apa saja yang terdapat dalam sistem. 3. Bila terdapat proses dalam DFD level 0 yang dirasa kurang detil, proses tersebut diturunkan untuk mendapatkan DFD level 1 dari proses tersebut. Jika masih ditemukan proses yang kurang detil, maka tahap ini diulang sampai seluruh proses yang ada dirasakan cukup detil. 4. Dari diagram konteks, dapat dilihat informasi apa saja yang mengalir dari dan ke dalam sistem. Bentuk detil dari informasi tersebut digambarkan sebagai formulir dan struktur informasi tersebut dituliskan sebagai Kamus Data (Data Dictionary). 5. Untuk setiap proses paling detil dari DFD yang telah dibuat, proses dapat dideskripsikan secara lebih jelas dengan menggunakan Spesifikasi Proses. 6. Langkah berikutnya adalah pembuatan Entity Relationship Diagram (ERD) dan Model Relasional sistem serta kelengkapan model relasional yaitu definisi atribut, yang merupakan rancangan basis data dari sistem. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis sistem yang sedang berjalan Hasil analisis PIECES yang dilakukan pada sistem penggajian PT ”R” adalah sebagai berikut. Jenis Analisis Kinerja (Performance) Kelemahan sistem lama Sistem penggajian secara manual berpotensi menimbulkan kesalahan
  • 5. Ekka Pujo A. A.: Sistem Penggajian Pada Perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut 113 dalam pemrosesan data. Selain itu, pemrosesan data akan memakan banyak waktu. Sistem yang diajukan Sistem berbasis komputer, yaitu menggunakan perangkat lunak untuk proses perhitungan gaji secara otomatis. Jenis Analisis Informasi (Information) Kelemahan sistem lama Sistem penggajian manual menyebabkan proses informasi berlangsung lama. Sistem yang diajukan Teknologi berbasis komputer maka proses informasi akan berlangsung cepat. Jenis Analisis Ekonomi (Economy) Kelemahan sistem lama Dalam jangka panjang biaya yang dibutuhkan akan cukup besar karena harus mengeluarkan biaya untuk menggaji karyawan bagian gaji dan upah. Sistem yang diajukan Dalam jangka pendek, biaya yang dibutuhkan akan cukup besar. Tetapi untuk jangka panjang lebih sedikit, karena hanya mengeluarkan biaya perawatan komputer. Jenis Analisis Kendali (Control) Kelemahan sistem lama Sistem penggajian secara manual akan sulit melakukan kendali karena pemrosesan data dilakukan oleh manusia, sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan sangat besar. Sistem yang diajukan Sistem berbasis komputer akan memudahkan kendali sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan dapat ditekan. Jenis Analisis Efisiensi (Efficiency) Kelemahan sistem lama Sistem penggajian secara manual kurang efisien karena perlu melakukan dokumentasi secara manual. Sistem yang diajukan Sistem berbasis komputer lebih efisien karena dokumentasi akan dilakukan secara otomatis. Jenis Analisis Layanan (Service) Kelemahan sistem lama Pelayanan pada karyawan akan memakan banyak waktu karena harus menunggu pemrosesan data. Sistem yang diajukan Pelayanan pada karyawan akan lebih cepat karena pemrosesan dan pengecekan data dilakukan dengan komputer. Analisis Kebutuhan Sistem Fungsional Sistem harus bisa menampilkan pendataan karyawan dan sopir. a. Pengguna dapat menampilkan jumlah karyawan dan sopir yang bekerja di perusahaan tersebut. b. Pengguna dapat menampilkan kelompok karyawan menurut jabatan. c. Pengguna dapat mencetak kartu karyawan dan sopir. d. Sistem harus bisa menampilkan jumlah gaji karyawan dan upah sopir. e. Pengguna dapat memproses gaji karyawan sesuai jabatan. f. Pengguna dapat menampilkan rekap absen dari karyawan dan sopir. g. Pengguna dapat menampilkan jumlah gaji karyawan dan upah sopir. h. Pengguna dapat mencetak slip gaji karyawan atau upah sopir. i. Pengguna dapat menampilkan laporan gaji karyawan dan upah sopir setiap bulannya. Analisis Kebutuhan Sistem Non Fungsional 1. Operasional a. Menggunakan sistem operasi Windows XP SP 2. b. Menggunakan processor Intel Pentium IV atau yang lebih tinggi. c. Menggunakan memori 256 hingga 512 MB RAM. d. Printer jenis tinta untuk mencetak slip gaji dan upah,
  • 6. 114 Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, Volume 2, Nomor 2, Maret 2012 daftar pegawai, dan laporan penggajian. 2. Keamanan Keamanan sistem penggajian dilengkapi kata sandi (password) untuk sistem aplikasi maupun basis datanya sehingga hanya dapat diakses oleh admin saja, sedangkan pengguna biasa tidak bisa. 3. Informasi a. Digunakan untuk menginformasikan apabila password yang digunakan salah. b. Digunakan untuk menampilkan slip gaji atau upah sopir. 4. Kinerja Waktu untuk memproses gaji karyawan dan upah sopir dibatasi satu menit ditambah cetak slip gaji dan upah sopir. Diagram konteks dan DFD levelled Diagram konteks dibuat oleh analis sistem setelah menganalisa terlebih dahulu sistem informasi yang akan dibuat. Diagram konteks sistem penggajian dapat dilihat pada gambar 1. Aliran informasi akan digambarkan dengan Data Flow Diagram (DFD). DFD level 0 sistem penggajian dapat dilihat pada gambar 2 dan DFD level 1 proses penggajian dapat dilihat pada gambar 3, 4, dan 5. Personalia 1 Sistem Penggajian Pimpinan Pegawai Administrasi Trucking gaji pokok tunj. jabatan lembur absen pot. pph 21 daftar pegawai daftar gaji rekap daftar gaji distribusi sopir daftar upah sopir lokasi muat barang rekap daftar upah pemesanan trucking bonus slip gaji slip upah data induk pegawai penjadwalan trucking Gambar 1. Diagram konteks sistem penggajian Flow_23 Flow_22 1 Penggajian 2 Data Induk Pegawai 3 Administrasi Trucking Data Induk Pegawai Premi Personalia Pimpinan Pegawai Administrasi Trucking gaji pokok tunj. jabatan lembur absen pot. pph 21 daftar gaji daftar upah sopir bonus daftar pegawai slip gaji slip upah data induk pegawai pemesanan dan penjadwalan trucking Gambar 2. DFD level 0 sistem penggajian
  • 7. Ekka Pujo A. A.: Sistem Penggajian Pada Perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut 115 Personalia Jabatan 1 Pencatatan Tunj Jabatan 1.1 Tunj. jabatan 3 Pencatatan Bonus 1.2 Pimpinan Bonus Bonus Lembur 4 Perhitungan gaji 1.3 5 Pembuatan slip gaji 1.4 Pegawai Slip gaji Gaji Data Induk Pegawai 6 Pencatatan Gaji Pokok 1.5 7 Pencatatan lembur 1.6 8 Pembuatan daftar gaji 1.8 9 Pencatatan Absen 1.7 Gaji pokok Jabatan 1 Personalia Gaji pokok Lembur Daftar gaji Absen Absen Gambar 3. DFD level 1 proses penggajian Pegawai 1 Pencatatan Data Induk Pegawai 2.1 Data induk pegawai Personalia Daftar pegawai Data Induk Pegawai 10 Pembuatan Daftar Pegawai 2.2 Gambar 4. DFD level 1 proses data induk pegawai
  • 8. 116 Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, Volume 2, Nomor 2, Maret 2012 Administrasi Trucking 1 Pencatatan Jadwal Truk 3.3 Jadwal truk Personalia Data penyewa truk Jadwal Truk 10 Pencatatan penyewa truk 3.1 Penyewa Truk 11 Pencatatan Data Truk 3.4 Data truk Truk 12 Pencatatan Sewa Truk 3.2 Order Trucking Pemesanan sewa truk Data Induk Pegawai 13 Pembuatan Upah Sopir 3.5 Premi 14 Laporan Daftar Upah Sopir 3.7 15 Laporan Lokasi Angkut Barang 3.8 16 Laporan Distribusi Sopir 3.6 Distribusi sopir truk Daftar upah sopir Lokasi angkut barang Gambar 5. DFD level 1 proses administrasi trucking Proses DFD Levelled mencakup proses- proses sebagai berikut. 1. Penggajian 1.1 Pencatatan tunjangan jabatan 1.2 Pencatatan bonus 1.3 Perhitungan gaji 1.4 Pembuatan slip gaji 1.5 Pencatatan gaji pokok 1.6 Pencatatan lembur 1.7 Pencatatan absen 1.8 Pembuatan daftar gaji 2. Data Induk Pegawai 2.1 Pencatatan data induk pegawai 2.2 Pembuatan daftar pegawai 3. Administrasi Trucking 3.1 Pencatatan penyewa truk 3.2 Pencatatan sewa truk 3.3 Pencatatan jadwal truk 3.4 Pencatatan data truk 3.5 Pembuatan upah sopir 3.6 Laporan distribusi sopir 3.7 Laporan daftar upah sopir 3.8 Laporan lokasi angkut barang
  • 9. Ekka Pujo A. A.: Sistem Penggajian Pada Perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut 117 Data Store DFD Levelled mempunyai data store/tabel sebagai berikut. • Data induk pegawai • Jabatan • Bonus • Gaji pokok • Lembur • Absen • Gaji • Premi • Penyewa truk • Order trucking • Jadwal truk • Truk Formulir dan Data Dictionary Setiap informasi yang merupakan data masukan maupun keluaran digambarkan bentuk formulirnya. Data dictionary digunakan untuk melihat bentuk/struktur dari data dan informasi yang terlibat dalam sistem. Spesifikasi Proses (Process Specification) Proses dari DFD dapat dideskripsikan lebih jelas dengan menggunakan Spesifikasi Proses. Entity Relationship Diagram dan Model Relasional Entity Relationship Diagram (ERD) dibuat untuk menggambarkan hubungan antar setiap data dari sistem. Model yang digunakan sebagai acuan dari pembuatan ERD adalah DFD (data store) serta Data Dictionary. Setelah ERD digambarkan, lalu ERD tersebut dideskripsikan dengan model relasional. Entity Relationship Diagram Rancangan Entity Relationship Diagram (ERD) dari sistem penggajian berbasis komputer dapat dilihat pada gambar 6. Gambar 6 . ERD sistem penggajian berbasis komputer User Grup 1 Absen Perusahaan Truk Pegawai Tetap Order Trucking Lembur Peti Kemas Jadwal Truk Penyewa Truk Jabatan 1 n n 1n 1 1 1 Sopir Gaji Pokok Premi Data Induk Pegawai Pot Pph 21 Gaji Bonus n n 1 n 1n 1 n n 1 n n 1 1 n 1 n
  • 10. 118 Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, Volume 2, Nomor 2, Maret 2012 Model Relasional Model relasional di bawah ini menggambarkan ERD di atas (nama entity disebutkan setelah daftar untuk setiap tabel, setelah tanda *). User(nama_user, password, nama_grup) * User Pegawai(nik, status_pegawai) * Data Induk Pegawai Peg_Tetap(nik, nama, alamat, kota, tempat_lahir, tgl_lahir, kode_jabatan, status, pendidikan) * Pegawai Tetap Sopir(nik, nama_sopir, alamat, kota, tempat_lahir, tgl_lahir, no_SIM, no_KTP) * Sopir Jabatan(kode_jabatan, nama_jabatan, tunj_jabatan) * Jabatan Gaji_Pokok(nik, kode_jabatan, gaji_pokok) * Gaji Pokok Bonus(no_sk_bonus, tgl_sk_bonus, bonus, bulan) * Bonus Lembur(nik, jam_lembur, bulan) * Lembur Absen(nik, juml_masuk, juml_sakit, juml_ijin, juml_bolos, bulan) * Absen Pot_Pph21(nik, pot_pph21) * Pot Pph21 Gaji(nik, nama, gaji_pokok, tunj_jabatan, tunj_makan, lembur, bonus, pot_pph21) * Gaji Pegawai Tetap Premi(nik, nama_sopir, no_polisi, tgl_muat, tempat_muat, premi, b/s premi, sisa premi, retribusi organda, retribusi tol, uang_makan_sopir, uang_makan_kernet, biaya_inap, biaya_stuffing, biaya_tambahan_muatan, biaya_potongan_muatan) * Premi Penyewa_Truk(kode_penyewa, nama_perush, alamat, no_telpon, e-mail, nama_kontak, no_kontak) * Penyewa Truk Order_Trucking(kode_order, tgl_order, tgl_muat, waktu_mulai, tempat_muat, jenis_barang, perkiraan_waktu_kembali, perkiraan_tgl_kembali, status, penjual, tempat_antar) * Order Trucking Peti_Kemas(kode_peti_kemas, jenis_peti_kemas, kode_order, kode_truk) * Peti Kemas Truk(kode_truk, merk, model, thn_pembuatan, kapasitas, panjang, service_terakhir, penggunaan_terakhir, deskripsi, status, tempat_berada, kondisi, nama_sopir, no_polisi, tahun_registrasi) * Truk Jadwal_Truk(kode_jadwal, tgl_berangkat, tempat_berangkat, waktu_mulai, perkiraan_tgl_kembali, perkiraan_waktu_kembali, status) * Jadwal Truk Model relasional dan definisi atribut akan digunakan untuk pendefinisian tabel-tabel yang digunakan dalam sistem. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Analisis sistem penggajian menggunakan analisis kinerja (performance), informasi (information), ekonomi (economy), kendali (control), efisiensi (efficiency), layanan (service) dan analisis kebutuhan sistem. Analisis sistem tersebut mampu mengenali kelemahan sistem penggajian yang lama dan memberikan usulan perbaikan pada sub sistem; penggajian, data induk pegawai, dan adminitrasi trucking. Desain sistem penggajian yang telah dibuat dapat menggambarkan Diagram Konteks, Data Flow Diagram (DFD) level 0, DFD level 1, Entity Relational Diagram (ERD), dan Model Relasional untuk sub sistem; penggajian, data induk pegawai, dan adminitrasi trucking. Ada dua waktu yang dicatat untuk pegawai yakni, waktu hadir yang merupakan jumlah waktu karyawan tetap berada di perusahaan dan waktu kerja yang merupakan waktu yang digunakan sopir truk kontainer untuk mengambil atau mengantar barang dari perusahaan ke atau dari pelabuhan. Untuk mencatat waktu hadir digunakan kartu hadir atau daftar hadir. Untuk mencatat waktu kerja sopir truk kontainer digunakan kartu jam kerja. Jumlah gaji dan upah yang menjadi hak setiap karyawan untuk jangka waktu
  • 11. Ekka Pujo A. A.: Sistem Penggajian Pada Perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut 119 pembayaran gaji dan upah tertentu dihitung dalam daftar gaji dan upah. Atas dasar daftar gaji dan upah ini, bagian gaji dan upah mengeluarkan kas untuk keperluan pembayaran gaji dan upah karyawan. Untuk distribusi gaji dan upah karyawan dibuat dokumen rekapitulasi gaji dan upah. Penghasilan setiap karyawan tetap yang diterima setiap periode pembayaran gaji selama setahun dikumpulkan ke dalam kartu penghasilan karyawan tetap. Catatan penghasilan karyawan tetap yang dicatat dalam catatan tersebut digunakan untuk perhitungan pajak penghasilan karyawan tetap yang terutang oleh setiap karyawan tetap dalam tahun pajak tertentu. Saran Perusahaan dapat menggunakan analisis dan desain sistem penggajian berbasis komputer ini untuk melanjutkan tahap pengembangan sistem berikutnya, yaitu tahap implementasi sistem penggajian. DAFTAR PUSTAKA 1. Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Ed. 1. Yogyakarta: Andi. 2. Hartono, Jogiyanto. 2001. Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Ed. 2. Cet. 2. Yogyakarta: Andi. 3. Marom, Chairul. 2000. Sistem Akuntansi Perusahaan Dagang. Jakarta: Penerbit PT. Grasindo. 4. Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Edisi ke-3, Cetakan ke-3. Jakarta: Salemba Empat. 5. Pohan, Husni Iskandar dan Kusnassriyanto Saiful Bahri. 1997. Pengantar Perancangan Sistem. Jakarta: Penerbit Erlangga. 6. Setiawan, Alexander. dkk. 2011. Implementasi Sistem Penjadwalan Trucking dan Heavy Equipment Rental dengan Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Surabaya: Universitas Kristen Petra. 7. Sudjoko. 2006. Aplikasi Jasa Angkutan. Tasikmalaya: Penerbit Gunung Roay. 8. Suyono, R. P. 2005. Shipping: Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut. Ed. 3, Cet. 1. Jakarta: Penerbit PPM. 9. Winarko, Edi. 2006. Perancangan Database dengan Power Designer 6.32. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.