Kontribusi Sikap Siswa Tentang Keselamatan Kerja Terhadap Hasil Belajar Praktek

              [ Suatu Studi di SMK Negeri...
( masukan dan saran : populasi yang yang diambil ternyata terlalu sedikit dan tidak sesuai
dengan populasi target, katakan...
sebagainya.1 Penulis mengamati bahwa, siswa-siswa yang sedang melakukan praktikum lebih
memperhatikan kecepatan pengejaan ...
landasan penguraian mengenai apa yang dimaksud denagn belajar, dibawah ini merupakan
beberapa beberapa definisi belajar me...
Keselamatan Kerja

       Istilah keselamatan kerja dapat didefinisikan dalam dua sudut pandang, yaitu sudut
pandangsecara...
Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif, yaitu suatu metode
penelitian yang bertujuan untuk : (1)...
Populasi target (populasi penelitian yang ingin dicapai) adalah seluruh siswa SMK
Negeri pembangunan Jakarta, Program Stud...
Sebelum kuisioner tersebut digunakan untuk mengambil data penelitian, terlebih dahulu
dilakukan pemeriksaan dan validitas ...
Pada tabel 1.diperlihatkan bahwa siswa yang memiliki nilai terendah sebesar 22.22 %,
siswa yang memiliki nilai tertinggi s...
Tabel 3. Data Sikap dan Hasil Belajar Praktik Teknik Pengendalian

                                           Sikap siswa ...
Kesimpulan yang diambil dari hasil analisa adalah bahw data hasil belajar praktik dari
hasil belajar praktik Teknik Pengen...
DAFTAR PUSTAKA

Winkel W.S. psikologi pengajaran. Jakarta : Gramedia, 1987 .

Suwarno, Pengantar Umum Pendidikan . Surabay...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Jurnal fazri5115070232

2,157 views
2,094 views

Published on

Published in: Technology, Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,157
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
11
Actions
Shares
0
Downloads
60
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jurnal fazri5115070232

  1. 1. Kontribusi Sikap Siswa Tentang Keselamatan Kerja Terhadap Hasil Belajar Praktek [ Suatu Studi di SMK Negeri Pembangunan (SMKN 26) Jakarta ] Carolina,Deborah (5215921886) Alumni Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektronika, pendidikan teknologi dan kejuruan, IKIP Jakarta Fazri Nudiansyah (5115 070 232 ) Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Jakarta Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang positif antara sikap siswa terhadap keselamatan kerja dengan hasil belajar praktik teknik pengendalian dan untuk mengetahui apakah terdapat kontribusi sikap keseelamatan kerja terhadap hasil belajar praktik teknik pengendali Penelitian ini dilaksanakan di SMKN Pembangunan Jakarta. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun akademik 1997/1998, dengan populasi penelitian yaitu siswa kelas tiga elektronika industry. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi . Kata Kunci : sikap, Keselamatan, Hasil Belajar, Teknik Pengendali Abstract This research intent to know what available relationship which positive among student attitude to working safety with yielding learned praktik operation tech and to know what available keseelamatan's attitude contribution job to usufruct praktik's studying Observational controller tech this executed at SMKN Jakarta Development. Executed observational time on thes academic year peculiar semester 1997 / 1998, with observational population which is electronics third class student industry. Method that is utilized is description method Key word : attitude, Safety, Learned result, Controller tech
  2. 2. ( masukan dan saran : populasi yang yang diambil ternyata terlalu sedikit dan tidak sesuai dengan populasi target, katakanya terlalu rumit sehingga pembaca terpaksa disuruh menahan nafas karena kata-katanya terlalu berbelit-belit jadi panjang kata- katanya,penggunaan kata tidak efisien) PENDAHULUAN Belajar merupakan bagian yang terpenting dari sekian macam kebutuhan hidup seseorang, Karena tanpa belajar seseorang akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tuntutan hidup yang senantiasa mengalami perubahan. Belajar juga menolong seseorang untuk mengembangkan kemampuan diridan mencapai kebudayaan yang lebih tinggi dalam hidup bermasyarakat. Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dimasyarakat seseorang harus mendapatkan pendidikan. Pendidikan yang dimaksud merupakan pendidikan formal , yaitu pendidikan yang dilaksanakan dengan serangkaian kegiatan terencana dan terorganisir, termasuk kegiatan dalam rangkaian proses belajar mengajar didalam kelas.1 Pelaksanaan pendidikan ini disertai dengan segala sesuatu yang membahas proses pendidikan tersebut, antara lain adanya tenaga pengajar, kurikulum, metode pengajaran, serta sarana dan prasarana lainnya.2 Hal ini perlu untuk dapat memberikan pengetahuan atas keterampilan sehingga siswa mampu mengembangkan dirinya sendiri. Dalam proses belajar mengajar di SMK, praktik merupakan suatu cara yang praktis, yang diperlukan agar tujuan pemberian suatu materi pelajaran dapat tercapai. Sehingga praktik juga mendukung menyampaikan suatu materi pelajaran agar dapat dimengerti atau diterima oleh siswa. Sebagai contoh SMK Negeri Pembangunan Jakarta, sekolah ini memiliki banyak memiliki pelajaran praktik, antara lain praktik Teknik Pengendali, praktik Komputer, Praktik mesin listrik, dan lain sebagainya. Berdasarkan pengamatan penulis selama menjalankan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMK Negeri Pembangunan Jakarta,ruang kelas untuk melaksanakan praktikum berbeda dengan dengan ruang ruang kelas pemberian materi atau ruang teori. Ruang kelas praktikum digunakan ketika mata pelajaran kejuruan berlangsung, seperti mata pelajaran teknik pengendali , Teknik Komputer, dan lain sebagainya. Ruang kelas teori digunakan ketika mata pelajaran umum berlangsung, seperti mata plajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan lain
  3. 3. sebagainya.1 Penulis mengamati bahwa, siswa-siswa yang sedang melakukan praktikum lebih memperhatikan kecepatan pengejaan tugas yang diberikan oleh guru dibandingkan memperhatikan adanya bahaya kecelakaan yang mungkin terjadi dalam melakukan pengerjaan tersebu. Oleh karena itu sebaiknya sebelum siswa melakukan suatu pekerjaan pada suatu ruang praktik / bengkel, harus memperhatikan prosedur kerja yang berlaku ditempat kerja seperti cara penggunaan peralatan, kesehatandan kebersihan tempat kerja atau lingkungan serta keselamatan kerja, namun dibalik itu ditekankan dalam kehidupan dan lingkungan sekitarnya seperti lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan ber masyarakat, terutama lingkungan termpat berkerja yang dilakukan secara berkesinambungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu pendidikan formal. Sesuai dengan undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia, Istilah pendidikan formal diganti dengan istilah pendidikan dasar (untuk tinggkat TK dan SD), pendidikan menengah (untuk tinggkat SMU dan SMK), dan pendidikan tinggi (untuk tinggkat perguruan tinggi). Tujuan dari pendidikan SMK seperti yang tertera pada kurikulum 1994, yang memberikanbekal kemampuan yang berguna bagi siswa untuk menjadi tenaga kerja yang produktif, adaptip, dan kreatif serta mampu mengembangkan sikap profesianal. Melihat tujuan terebut diatas, tersirat makna pendidikan yangdiberikan pada SMK memiliki kekhususan dibandingkan dengan pendidikan menengah lainnya. Kekhususan tersebut antara lain bahwa pendidikan yang diberikan pada siswa mengutamakan keterampilan dalam upaya menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja yang lebih sesuai tuntutan perubahan pembangunan nasional METODA Hasil Belajar Setiap orang mempunyai semacam teori tentang belajar. Belajar merupakan sesuatu yang telah menjadi objek penelitian bagi banyak ahli ilmu psikologi dan telah melahirkan aneka pandangan mengenai belajar, yang kemudian dikembangkan menjadi teori-teori belajar.1 Sebagai 1 .S.Wingkel, Psikologi Pengajaran (Jakarta :Gramedia, 1985 ), h.20 2 W.Ekosusilo dan R.B.Kasihadi, Dasar-dasar prikologi pendidikan (Jakarta Effhar Publishing, 1987), h. 70.
  4. 4. landasan penguraian mengenai apa yang dimaksud denagn belajar, dibawah ini merupakan beberapa beberapa definisi belajar menurut beberapa psikologi pendidikan Belajar adalah suatu proses yang erat hubungannya dengan perubahan seseorang. Karena hal belajar merupakan seutu yang bersifat pribadi. Menurut Witherington yang dikutip Usman Effendi dan Juhaya S Praja merumuskan bahwa :Belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian, sebagai mana yang dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan pola-pola respons atau tingkah laku yang bar, yang ternyata dalam perubahan keterampilan, sikap, kebiasaan, kesanggupan atau pemahaman. Pengertian Teknik Pengendali Dalam teknik pengendali dikenal suatu istilah yang dinamakan sistem pengendalian.Dibawah ini akan dikekukakan definisi dari sistem pengendalian secara abstrak kemudian dihubungkan ecara khusus dengan pustakaan ilmiah. Sistem adalah seperangkat unsure yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Dan menurut dafinisi lainnya, susunan komponen- komponen fisik yang dihubungkan atau berhubungan sedemikian rupa sehingga membentuk, mengarahkan atau mengatur diri sendiri atau sistem lain. dan/atau bertindak sebagai satu kesatuan yang disebut sistem. Pengertian Sikap Banyak pengertian dan rumusan yang diungkapkan oleh beberapa ahli psikologi untuk menjelaskan tentang sikap sesuai dengan sudut pandang ahli yang merumuskannya.Dalam studi perpustakaan mengenal sikap diuraikan bahwa sikap merupakan produk dari proses sosialisasi dimana seseorang bereaksi dengan ranagsangan yang diterimanya. Jika sikap mengarah pada objek tertentu, berarti bahwa penyesuaian diri terhadap objek tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kesediaan untuk bereaksi dari orang tersebut terhadap objek. Seperti yang dikemikakan oleh M. Ngalim Purwanto, bahwa :Sikap adalah suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang. Suatu kecenderungan untuk bereaksi dengan cara tertentu terhadap suatu perangsang atau situasi yang dihadapi.
  5. 5. Keselamatan Kerja Istilah keselamatan kerja dapat didefinisikan dalam dua sudut pandang, yaitu sudut pandangsecara sempit dan sudut pandang secara luas. Jika dipandang dari sudut yang sempit, definisi keselamatan kerja mencangkup keselamatan kerja yang berada dilingkungan kerja, sedangkan jika dipandang dari sudut yang luas, definisi keselamatan kerja mencangkup semua kegiatan manusia baik dirumah, disekolah, dijalan, ditempat rekan maupun ditempat kerja (pabrik). Keselamatan kerja merupakan suatu usaha dalam melaksanakan pekerjaan agar dapat terhindar dari bahaya-bahaya kecelakaan atau kerugian lain baik bagi si pekerja sendiri, orang lain maupun lungkungan, yang mungkin juga dapat mengakibatkan datangnya maut atu kematian. Keselamatan kerja menurut Suma’mur P.K, dapat dijalankan dengan pembatasan dan tujuannya. Pada pembatasan, keselamatan kerja adalah keselamatan yang telian dengan mesin, pesawat, alat kerja, hahaya proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungan serta cara-cara pengerjaan.53 Tujuan Oprasional Penelitian Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, maka penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui ada atau tidak adanya hubungan yang pisitif antara sikap siswa-siswa SMK terhadap hasil belajar praktik Teknik Pengendali. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Pembangunan (SMK N 26) Jakarta. Waktu penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun akademik 1997/1998. Metode Penelitian
  6. 6. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk : (1) menggambarkan/mendeskripsikan kondisi atau variasi situasi secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada seobjektif mungkin, dan (2) mengetahui sikap, pendapat, keadaan, serta prosedur. Jenis penelitian dari metode deskriptif yang digunakan merupakan studi korelasi, yaitu suatu jenis penelitian yang bertujuan untuk menetapkan besarnya hubungan antara variable- variabel dan untuk menguji hipotesisnya.2 Variabel Penelitian Dari berbagai macam factor yang dapat mempengaruhi hasil belajar yang telah disebutkan dalam bahasan sebelumnya, maka factor yang akan diteliti adalah sikap. Dalam penelitian ini akan diukur 2 variabel. Sikap keselamatan kerja siswa adalah factor yang dapat dipengaruhi, dan dapat disebut variable bebas. Hasil belajar praktik Teknik Pengendali adalah factor yang dapat dipengaruhi, dan terikat maka disebut variable terikat. Dafinisi Operasional Untuk mempermudah pemahaman terhadap variable penelitian yang ad, maka diuraikan definisi operasinal dari variable penelitian ini. Sikap keselamatan kerja siswa, dalah tanggapan atau respon yang diberikan oleh siswa terhadap pernyataan-pernyataan dari instrument sikap, dimana siswa dituntut untuk mengembangkan konsep-konsep dan ide-ide (kognitif), menguasai perasaan atau emosi (afektif). Dan kecenderungan untuk bertindak dalam melaksanakan keselamatan kerja pada praktik Teknik pengendali (konasi). Instrument ini melipuri 3 dimensi, yaitu pengetahuan, perasaan dan kecenderungan bertindak, dan meliputi 5 aspek yang diukur dalam sikap siswa terhadap keselamatan kerja, antara lain lingkungan kerja/praktik, perlengkapan diri sendiri (pakaian praktik), peralatan an komponen yang digunakan dalam melaksanakan praktik, kebersihan dan aspek ketepatan waktu pengerjaan tugas. Teknik Pengambilan Sampel
  7. 7. Populasi target (populasi penelitian yang ingin dicapai) adalah seluruh siswa SMK Negeri pembangunan Jakarta, Program Studi Teknik Elektronika Industri, yang pada tahun 1997/1998 terdaftar sebagai siswa. Sedangkan populasi terjangkau (yang tercapai) adalah seluruh siswa kelas 3 (tiga) Program Studi Elektronika Industri SMK Negeri Pembangunan Jakarta. Sampel penelitian diambil dari populasi yang ada, yaitu seluruh siswa kelas 3 (tiga) Program Studi Teknik Elektronika Industri yang mendapatkan mata pelajaran Teknik Pengendali catur wulan pertama tahun pelajaran 1997/1998. Dengan demikian sampel penelitian yang digunakan disebut sensus, yaitu pengambilan sampel dari seluruh populasi yang ada3. Teknik Pengumpulan Data Data yang digunakan adalah skor dari hasil kuesioner sikap terhadap keselamatan kerja siswa. Data hasil belajar praktik Teknik Pengendali siswa diambil dari nilai tes akhir praktik Teknik Pengendali. Intrumen Penelitian Sikap siswa terhadap keselamatan kerja merupakan suatu kecenderungan untuk bertingkah laku, baik yang dapat dilihat secara langsung maupun dalam dalam bentuk pernyataan atau perkataan , dan untuk mengukurnya dapat digunakan alat yaitu kuesioner sikap sebagai instrument penelitian. Langkah pertama menyusun Skala Likert ini dengan mengumpulkan sejumlah pernyatan positif dan negative sesuai dengan sikap yang hendak diteliti. Respon jawaban untuk pernyataan tersebut dibagi kedalam lima katagori dengan skor masing-masing yaitu : Sangat setuju = 5, Setuju = 4, Ragu-ragu =3, Tidak setuju = 2, dan Sangat tidak setuju = 1.. Skor ini untuk menyatakan positif, sedangkan untukppernyataan negative adalah kebalikan dari pernyataan positif, yaitu : Sangat setuju = 1, Setuju = 2, Rgu-ragu = 3, Tidak setuju = 4, sangat tidak setuju = 5. Jadilah pernyataan instrumen sikap sebanyak 46 butir.
  8. 8. Sebelum kuisioner tersebut digunakan untuk mengambil data penelitian, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan dan validitas instrument yang digunakan. HASIL A. Deskripsi data A.1 Data Sikap Siswa Tentang Keselamatan Kerja Berdasarkan pengumpulan data tentang sikap siswa terhadap keselamatan kerja diperoleh data berupa skor mentah yang diambil sebanyak 36 orang siswa dengan skor terendah = 173, skor tertinggi = 204. Kemudian dari skore mentah tersebut dijadikan nilai bersekala 1 – 10, dengan menggunakan rumus penjabaran nilai, dari penjabaran nilai diperoleh nilai terendah = 3, nilai tertinggi = 9, nilai rata-rata = 5.42, modus =3, median =5 dan simpangan baku 2.03. Distribusi frekuensi untuk sikap siswa tentangkeselamatan kerja adalahsebagai berikut: Tabel 1. Distribusi Nilai Sikap Siswa Tentang Keselamatan Kerja. No Nilai X Frek. Absolut Frek. Ralatif (%) 1 3 8 22.22 2 4 6 16.67 3 5 6 16.67 4 6 5 13.89 5 7 4 11.11 6 8 4 11.11 7 9 3 8.33 Jumlah 30 100.00
  9. 9. Pada tabel 1.diperlihatkan bahwa siswa yang memiliki nilai terendah sebesar 22.22 %, siswa yang memiliki nilai tertinggi sebesar 8.33 %. A.2. Data Hasil Belajar Praktik Teknik Pengendali Dari data hasil belajar praktik Teknik Pengendali diperoleh nilai terendah = 5, nilai tertinggi = 9, nilai rata-rata = 7.06, modus+ 7 dan 8, mediam = 7, dan simpangan baku = 1.37 Tabel 2. Distribusi frekuensi untuk nilai hasil belajar praktik Teknik Pengendali adalah sebagai berikut:: No Nilai X Frek. Absolut Frek. Relatif (%) 1 5 7 19.44 2 6 5 13.89 3 7 9 25.00 4 8 9 25.00 5 9 6 16.67 Jumlah 36 100 . pada tabel 2. Diperlihatkan bahwa siswa yang memiliki nilai terendah sebesar 19.44 %, siswa yang memiliki nilai tertinggi sebesar 16.67 % dan siswa yang paling banyak memiliki nilai 7 dan 8 sebesar 25 %. Untuk melihat perbandingan antara nilai sikap siswa terhadap keselamatan kerja dengan hasil belajar praktik Teknik Pengendali dapat dilihat pada tabel. , dibawah ini.
  10. 10. Tabel 3. Data Sikap dan Hasil Belajar Praktik Teknik Pengendalian Sikap siswa Hasil belajar Jumlah Responden 36 36 Nilai tertinggi 9 9 Nilai terendah 3 5 Nilai rata-rata 5.42 7.06 Simpangan baku 2.03 1.37 B. Pengaujian Persyaratan Analasis Untuk memenuhi persyaratan pengujian analisis, maka sebelum dilakukan pengajuan hipotesis terlebih dahulu dilakukan pengajuan analisis pengujian persyaratan analisis ini meliputi ujian normalitas, uji homogenitas dan uji linieritas b.1. uji Normalitas analisis statistic yang digunakanuntuk menguji normalitas data adalah uji Likkiefors.1 B.1. a. Uji Normalitas Data Sikap Siswa Tentang Keselamatan Kerja Hasil analisa data yang diperoleh dengan uji Lillifors adalah nilai Lo = 0.1388, berdasarkan tabel nilai kritis uji untuk n =36 dan α =0.05 diperoleh dari data nilai L tab = 0.1447, dengan criteria pengujian apabila Lo < Ltab maka data berdistribusi normal.2 Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisa adalah bahwa sikap siswa tentang keselamatan kerja yang diperoleh berdistribusi normal B.1.b Uji Normalitas Data Hasil Belajar Praktik Teknik Pengendalian Hasil analisa data yang diperoleh dengan uji Lilliefors adalah nilai Lo = 0.1438, berdasarkan tabel nilai kritis untuk n =36 dan α = 0.05 diperoleh data nilai L tab = 0.1447 dengan kritis pengujian apabila Lo , L tab maka data berdistribusi normal. 1 Sudjana, Metode Satistik (Nandung : tarsito , 1975 ), h. 466.
  11. 11. Kesimpulan yang diambil dari hasil analisa adalah bahw data hasil belajar praktik dari hasil belajar praktik Teknik Pengendali PEMBAHASAN Dari hasil berbagai perhitungan diperoleh harga koefisien korelasi antara sikap siswa terhadap keselamatan kerja dengan hasil belajar praktik Teknik Pengendali sebesar 0.58. Hal ini berarti bahwa sikap siswa dalam menerapkan keselamatan kerja pada saat praktik Teknik Pengendalian memberikan pengaruh terhadap besarnya hasil belajar praktik Teknik Pengendali. Dari harga koefisien korelasi ini, besarnya kontribusi terhadap hasil belajar praktik Teknik Pengendalian sebesar 33.64 %.Selebihnya sebesar 66.36 % merupakan kontribusi factor lain,meliputi : media mengajar yang digunakan oleh guru untuk menerangkan siswa pada saat praktik Teknik Pengendalian berlangsung, minat siswa dalam melaksanakan keselamatan kerja pada saat praktik Teknik Pengendalian , motofasi, sarana praktik dan kompetensi guru dan metode praktik, lingkungan praktik dan kompetensi guru yang dalam pelaksanaan praktikdibantu oleh pengawas praktik (laboran) KESIMPULAN Setelah dilakukan penelitian kontribusi sikap siswa tantang keselamatan kerja terhadap hasil belajar praktik teknik pengendali, maka dapat diambil kesimpulan Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang positif antara sikap siswa terhadap keselamatan kerja dengan hasil belajar praktik teknik pengendali, serta terdapat kontribusi sikap siswa tentang keselamatan kerja terhadap hasil belajar praktik teknik pengendali sebesar 33.64 %
  12. 12. DAFTAR PUSTAKA Winkel W.S. psikologi pengajaran. Jakarta : Gramedia, 1987 . Suwarno, Pengantar Umum Pendidikan . Surabaya : Rineke Cipta, 1992 . Suryosubroto B. Psikologi Untuk Pendidikan Disekolah. Jakarta : Bina Askara , 1984 . P.K. Suma’mur. Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja. Jakarta : CV Haji Masagung, 1981. Sudjana. Metode Statistik. Bandung :Tarsito, 1989.

×