1 fisiologi pasca panen

2,383 views
2,199 views

Published on

Published in: Education, Self Improvement
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,383
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
111
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

1 fisiologi pasca panen

  1. 1. 30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 1
  2. 2. SIFAT BAHAN HIDUPSetelah dipanen Bahan Hasil Pertanian masih melakukanrespirasi (hidup)Respirasi menyebabkan produk mengalami perubahanPerlambatan hanya dapat dilakukan sampai batastertentuTahap akhir proses respirasi adalah pelayuan danpembusukan30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 2
  3. 3. 30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 3
  4. 4. Respirasi dan Produksi EtilenRespirasi pemecahan komponen organik (karbohidrat,lemak dan protein) menjadi produk sederhana danenergiAktivitas penting untuk mempertahankan sel hidupPola respirasi & produksi etilen dibagi menjadi 2 :klimakterik dan non-klimakterikProduk dengan laju respirasi tinggi cenderung cepatrusak30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 4
  5. 5. Pengurangan laju respirasi sampai batas tertentutetapi kebutuhan energi sel terpenuhi dapatmemperpanjang daya simpan produk segarManipulasi teknik dapat menggunakan pelapisan(coating), penyimpanan suhu rendah, dan modifikasiatmosfir ruang penyimpanEtilena merupakan senyawa organik sederhanaberperan sebagai hormon pengatur pertumbuhan,perkembangan dan kelayuanKeberadaan etilen memperepat respirasi dankelayuan, oleh sebab perlu disingkirkan atauditekan.30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 5
  6. 6. Role of EthyleneEthylene merupakan hormon yg diproduksi secara alamioleh buah-buahan selama pematangan, jugakeberadaannya memacu proses pematangan.Ethylene diproduksi tetapi tak disimpan oleh buah,sayuran, atau bunga yang sensitif terhadap senyawatersebut. Pengaruhnya adalah kehilangan kualitas, dayasimpan, dan beberapa gejala kerusakan/pembusukan.30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 6
  7. 7. Ethylene ProducersEthylene producers include apples, apricots, avocados,ripening bananas, cantaloupes, honeydew melons, ripekiwifruit, nectarines, papayas, passionfruit, peaches,pears, persimmons, plantains, plums, prunes, quinces,and tomatoes30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 7
  8. 8. Some examples of ethylene effects include:russet spotting of lettuce along the midrib of theleaves;loss of green color in snap beans;increased toughness in turnips and asparagus spears;bitterness in carrots and parsnips;yellowing and abscission of leaves in broccoli, cabbage,Chinese cabbage, and cauliflower;30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 8
  9. 9. accelerated softening of cucumbers, acorn andsummer squash;softening and development of off-flavor inwatermelons;browning and discoloration in eggplant pulp andseed;discoloration and off-flavor in sweet potatoes;sprouting of potatoes;increased ripening and softening of mature greentomatoes (8); andshattering of raspberries and blackberries30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 9
  10. 10. TranspirasiTranspirasi merup. Pengeluaran air dari dalamjaringan produk nabatiFaktor internal berpengaruh (morfologis/anatomis,ratio permukaan/volume, kerusakan disik dan umurpanen)Faktor eksternal berpengaruh ( suhu, RH, pergerakanudara, tekanan atmosfir)Transpirasi berlebihan menyebabkan penguranganberat, daya tarik (layu), tekstur dan nilai giziPengendalian : pelapisan, simpan dingin, modifikasiatmosfir30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 10
  11. 11. Sensitivitas Terhadap SuhuFreeezing injury : kerusakan karena produk disimpan dibawah suhu beku;Chilling injury : kerusakan di atas suhu beku (antara 5-15oC) untuk produk tropis;Heat injury : kerusakan karena sinar matahari ataupanas berlebihan selama penyimpanan30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 11
  12. 12. 30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 12
  13. 13. 30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 13
  14. 14. 30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 14
  15. 15. 30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 15
  16. 16. 30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 16
  17. 17. Kerusakan Patologis dan FisikKerusakan produk nabati akibat aktivitas bakteri,jamur, dan akibat serangan mikroba;Dan sebaliknya juga akibat penanganan yang tidak tepatmenyebabkan kerusakan fisik dapat memicu kerusakanmikroorganisme pada bagian yang luka.30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 17
  18. 18. Perubahan Komposisi KimiawiPigmen (degradasi kloropil, pembentukan karotenoid-antosianin);Karbohidrat (konversi pati -> gula, gula glukosa -> air,CO2 dan panas);Asam organik (berpengaruh pada flavor)30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 18
  19. 19. Terima kasih30/04/13 PostHarvestPhys/SUG/2008 20

×