PERTALIAN MAKNA KATA By:Arief13597

6,290 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,290
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
69
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

PERTALIAN MAKNA KATA By:Arief13597

  1. 1. PERTALIAN MAKNA KATA Bentuk kata mengacu pada cara pengucapan dan penulisan suatau kata. Dalam pemakaian bahasa, ternyata tidak sedikit bentuk kata yang memiliki pertalian. Hal ini dapat dilihat, baik pada cara pengucapan, bentuk tulisan, maupun dalam pemaknaannya. Pertalian bentuk kata dibedaka menjadi berikut ini. 1. SINONIM Sinonim adalah dua kata atau lebih yang memiliki makna yang sama atau hampir sama. Ciri bahwa kata-kata itu bersinonim adalah kemampuannya untuk saling menggantikan. Contoh : 1. Wajah Anto ceria sekali hari ini. 2. Wajah Anto cerah sekali hari ini. Kata ceria dan cerah dalam kalimat diatas bersinonim. Keduanya dapat saling menggantikan. Contoh : 1. Anggota DPR mencela kelambanan pemerintah pusat dalam menangani musibah gempa bumi di Bengkulu. 2. Anggota DPR mengkritik kelambanan pemerintah pusat dalam menangani musibah gempa bumi di Bengkulu. Kata mencela dan mengkritik dalam kalimat di atas dapat saling menggantikan. Karena itu, keduanya bersinonim. Namun demikian, perlu dicatat bahwa pertalian antara kata-kata itu tidak selamanya kompak. Dalam konteks lain, kata-kata tersebut bisa menjadi berlainan maknanya. Perhatikan contoh berikut ini. 1. Hari ini langit sangat cerah. 2. Hari ini langit sangat ceria. (?) Dalam kata tersebut, kata ceria tidak dapat menggantikan kata cerah. Dengan demikian, kedua kata tersebut tidak lagi bersinonim.
  2. 2. Contoh kata yang bersinonim : 1. Abad à masa 100 tahun 2. Absen à tak hadir 3. Abdi à pembantu 4. Bagan à gambar denah, skema 5. Bagasi à tempat barang/muatan 6. Bahari à laut 7. Bimbang à ragu, waswas 8. Bosan à jenuh 9. Cacat à cela 10.Cambuk à cemeti, pecut 11.Campak à buang, penyakit cacar 12.Culas à tidak jujur 13.Daftar à catatan, urusan 14.Dahak à lendir 15.Data à catatan
  3. 3. 2. ANTONIM Antonim adalah pertalian antara dua kata atau lebih yang maknanya saling berlawanan atau bertentangan. Ada tiga jenis antonim, yaitu berikut ini. 1. Jenis I Sebagaimana yang diperlihatkan oleh pasangan kata hidup-mati. Cirinya bila salah satu disangkal, artinya sama dengan yang lainnya. Bila dikatakan tidak hidup, sama artinya dengan mati. Demikian pula sebaliknya, bila dikatakan tidak mati, artinya hidup. 2. Jenis II Sebagaimana diperlihatkan oleh pasangan kata pintar-bodoh. Cirinya bila salah satu disangkal, belum tentu artinya sama dengan yang lain. Bila dikatakan tidak pintar, belum tentu artinya bodoh. Bisa juga hal itu berarti jenius atau agak pintar. 3. Jenis III Sebagaimana diperlihatkan oleh pasangan kata suami-istri. Cirinya yang satu menjadi syarat bagi yang lainnya. Seorang bisa disebut suami apabila ia memiliki istri. Demikian sebaliknya, seorang wanita pun tidak bisa di sebut istri bila ia masih lajang. Contoh kata-kata yang berantonim : Absen >< Hadir Asik >< Santai Bahaya >< Aman Bengis >< Jinak,sabar Condong >< Tegak Curiga >< Jujur Dekil >< Bersih Diam >< Bergerak Enggan >< Giat Ganas >< Jinak Gelap >< Terang Habis >< Ada Hampa >< Berisi Jauh >< Dekat Jelek >< Bagus Kerdil >< Jangkung Ketat >< Longgar Landai >< Curam Malas >< Rajin Muda >< Tua Noda >< Suci Pandai >< Bodoh
  4. 4. 1. Homonim 2. Homonim 3. HOMONIM Homonim adalah pertalian antara dua kata atau lebih yang bentuk penulisannya dan cara pengucapannya sama, tetapi maknanya berbeda. Perhatikan contoh berikut ini. 1. Dalam buku karangan saya, dijelaskan buku-buku yang ada pada jari-jari manusia. 2. Bisa ular kobra bisa mengakibatkan kematian. 3. Maaf, saya tidak sanggup melihat beruang itu karena saya tidak beruang untuk membiayainya. 4. Beruang kutub tersebut harus dipelihara di tempat yang beruang dan dingin. 5. Geting-genting berterbangan disapu badai, suasana pun semakin genting. 4. HOMOFON Homofon adalah pertalian antara dua kata atau lebih yang sama pengucapannya, tetapi bentuk penulisan dan maknanya berbeda. Perhatikan contoh berikut ini. 1. Bang Ahmad lebih senang menabung di Bank Muamalat. 2. Bunga kol yang kemarin dipanen ayah telah diangkut oleh mobil colt milik paman. 3. Kalau dia tidak memberikan sanksi yang berat, saya masih sangsi, apakah dia benar-benar mau tobat? 5. HOMOGRAF Homograf adalah pertalian antara dua kata atau lebih yang sama bentuk penulisannya, tetapi cara pengucapan dan maknanya berbeda. Perhatikan contoh berikut ini. 1. Setelah apel bendera, Alam memakan apel dengan lahapnya. 2. Wajahnya kembali berseri-seri, setelah tahu kesebelasan kesayangannya bermain seri dengan kesebelasan tangguh dari itali. 3. Pejabat teras yang mengepalai departemen ayahku bekerja, sedang duduk di teras rumahnya.
  5. 5. 6. POLISEMI Polisemi adalah gejala keragaman makna yang dimiliki oleh sebuah kata. Polisemi terbentuk karena pergeseran makna atau penafsiran yang berbeda. Perhatikan contoh berikut ini. 1. A. Kepala adikku memar karena ditimpuk batu oleh temannya. B. Usia Paman Kini telah kepala empat C. Ayahnya belum lama ini diangkat menjadi kepala sekolah. 2.` A. Tupai itu jatuh dari pohon nangka. B. Arif jatuh hati kepada putri paman. C. Harga cabai kembali jatuh. D.Korban kembali berjatuhan dalam kerusuhan yang terjadi kemarin sore. E. Setelah mengalami jatuh bangun, akhirnya ayah menjadi pengusaha tersukses di kotaku. Untuk lebih jelas, perhatikan tabel berikut ini. Pengucapan Penulisan Makna Sinonim Berbeda Berbeda Sama Antonim Berbeda Berbeda Bertentangan Homonim Sama Sama Berbeda Homograf Berbeda Sama Berbeda Homofon Sama Berbeda Berbeda polisemi Sama Sama beragam

×