Pedoman Penelitian ISPO
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pedoman Penelitian ISPO

on

  • 2,599 views

Pedoman Penelitian ISPO

Pedoman Penelitian ISPO

Statistics

Views

Total Views
2,599
Views on SlideShare
2,599
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
51
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Thank you for the great information,,,
    That's help me and my friends as well,,,
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pedoman Penelitian ISPO Pedoman Penelitian ISPO Document Transcript

  • 
 PASIAD
INDONESIA

 
 PANDUAN
PROYEK
PENELITIAN 
 IsPO INDONESIAN
SCIENCE
PROJECT
OLYMPIAD
 
 10

  • 

KATA
PENGANTAR


 Panduan
 ini
 dipersiapkan
 untuk
 membantu
 siswa‐siswa
 yang
 mengikuti
 Lomba
 Proyek
 Penelitian
ISPO
 (INDONESIAN
 SCIENCE
 PROJECT
 OLYMPIAD)
 bagi
 siswa‐siswa
 Sekolah
 Menengah.
 Panduan
 ini
ditujukan
 untuk
 memberikan
 informasi
 bagi
 para
 calon
 peserta
 sebelum
 mereka
 mendaftarkan
 diri
 ke
lomba.

 Setiap
 siswa
 yang
 mengikuti
 lomba
 yang
 diprakarsai
 secara
 internasional
 ini,
 
 akan
 diperlakukan
sama
 pada
 setiap
 tahapannya
 dan
 harus
 mengikuti
 peraturan‐peraturan
 yang
 telah
 ditetapkan.
 Hal
 ini
bertujuan
untuk
memudahkan
para
peserta
baik
pada
saat
sebelum
memulai
proses
penelitian,
maupun
saat
evaluasi
atas
karyanya
yang
akan
diberikan.

 Salah
 satu
 tujuan
 dasar
 dari
 lomba
 ini
 adalah
 merangsang
 bakat‐bakat
 muda
 untuk
 berpikir
melakukan
 pengamatan,
 mengembangkan
 dan
 menyelami
 rasa
 ingin
 tahunya,
 sehingga
 dengan
 ini,
evaluasi
penilaian
proyek
akan
didasarkan
pada
hal
yang
paling
penting,
yaitu:
tema
proyek
harus
benar‐benar
 asli
 berasal
 dari
 hasil
 pemikiran
 peserta
 itu
 sendiri.
 Pemikiran
 tersebut
 bisa
 saja
 sederhana,
namun
harus
menarik
dan
mengarah
pada
suatu
solusi
praktis.
Dukungan
dari
universitas
dan
lembaga
penelitian
dimungkinkan
dan
biasa
terjadi
pada
tahap
siswa
akan
menerapkan
hasil
pemikirannya.
Akan
tetapi,
 dukungan
 ini
 hanya
 diperbolehkan
 terbatas
 pada
 pemakaian
 perlengkapan
 laboratorium
 atau
beberapa
 macam
 alat,
 atau
 hanya
 untuk
 mengambil
 beberapa
 teori
 yang
 menjadi
 dasar
 penelitian
tersebut.
 Jika
 siswa‐siswa
 mengikuti
 penelitian
 yang
 sedang
 dilakukan
 di
 universitas
 dan
 kemudian
mengikutsertakan
proyek
tersebut
ke
dalam
lomba
ini
maka
hal
ini
dianggap
telah
melanggar
semangat
dan
tujuan
diadakannya
lomba
ini.

 Sebagai
lampiran,
pada
Panduan
Proyek
Penelitian
ini
kami
berikan
gambaran
umum
tentang
ilmu
pengetahuan
 itu
 sendiri.
 Siswa
 harus
 mengikuti
 semua
 petunjuk
 pelaksanaan
 yang
 tercantum
 pada
panduan
ini
ketika
mereka

menyiapkan
laporan
penelitian
dan
tema
proyek
penelitian
tersebut.

Akhirnya
 kami
 mengucapkan
 terima
 kasih
 sedalam‐dalamnya
 kepada
 tim
 pengajar
 yang
 telah
mempersiapkan
panduan
proyek
ini.
Kami
berharap
semoga
panduan
proyek
ini
bermanfaat
bagi
siswa
yang
mengikuti
lomba
ini
dan
juga
bagi
guru
dan
pengajar
yang
membantu
mereka,
dan
lebih
jauh
bagi
pemuda
pemudi
yang
merupakan
harapan
masa
depan
negara
kita
dalam
bidang
ilmu
pengetahuan
dan
teknologi.

 PANITIA
ISPO
 2


  • APAKAH
YANG
DIMAKSUD
DENGAN
ILMU
PENGETAHUAN
DAN
KERJA
ILMIAH?
Ilmu
 pengetahuan
 adalah
 bagaimana
 manusia
 memahami
 dirinya
 dan
 lingkungannya,
 meneliti
hubungan
dan
pengaruh
hal‐hal
tersebut
antara
satu
dengan
yang
lainnya,
dan
dapat
menjelaskan
dan
menerapkan
 hasilnya
 dengan
 menggunakan
 aktivitas
 dan
 metode
 yang
 ada
 sehingga
 didapatkan
kumpulan
informasi/pengetahuan
yang
lengkap
dan
sistematis
mulai
sejak

awal
hingga
saat
ini.
Perkembangan
 ilmu
 pengetahuan
 yang
 telah
 berlangsung
 selama
 bertahun‐tahun
 merupakan
 bentuk
sumbangsih
bersama
dari
para
ilmuwan
yang
berasal
dari
berbagai
negara
yang
berbeda.
Para
ilmuwan
dapat
 bekerja
 sendiri,
 bersama‐sama
 atau
 secara
 berkelompok
 untuk
 meneliti
 sesuatu.
 Dengan
 pola
kerja,
tema
dan
tempat
penelitian
yang
berbeda‐beda
para
ilmuwan
akan
dapat
saling
bertukar
pikiran
dan
 saling
 berbagi
 ilmu
 pengetahuan.
 Di
 samping
 kerjasama
 dan
 saling
 bertukar
 ilmu
 di
 antara
 para
ilmuwan
 merupakan
 hal
 yang
 sangat
 penting,
 dasar
 sebenarnya
 dari
 ilmu
 pengetahuan
 adalah
kemampuan
manusia
untuk
berpikir
dan
menciptakan
sesuatu.
Langkah‐langkah
 utama
 dari
 sebuah
 penelitian
 ilmu
 pengetahuan
 (metode
 ilmiah)
 adalah:
 melakukan
pengamatan
 untuk
 mengumpulkan
 data,
 menyusun
 data
 yang
 dikumpulkan,
 meneliti/memverifikasi
untuk
 mengetahui
 apakah
 pada
 data
 yang
 disusun
 tersebut
 telah
 sesuai
 susunannya,
 menemukan
sebab
 dari
 kesesuaian
 data
 yang
 disusun
 tersebut,
 dan
 bersama
 para
 ilmuwan
 lainnya
 merangkum
data‐data
 tersebut
 berikut
 hasilnya
 secara
 tertulis
 agar
 mempunyai
 kelanjutan
 bagi
 generasi
selanjutnya.

BAGAIMANA
SEHARUSNYA
SEBUAH
PROYEK
PENELITIAN
DIBUAT?
Proyek
tersebut
haruslah
sebuah
penelitian
ilmu
pengetahuan.
Di
setiap
tahap
penelitian
harus
terlihat
semua
ciri
khas
dari
sebuah
penelitian
ilmu
pengetahuan.
Sebuah
penelitian
harus
dimulai
dari
sebuah
pengamatan.
Pengamatan
dapat
dilakukan
di
habitat
atau
tempat
 aslinya,
 atau
 untuk
 mendapatkan
 pengontrolan
 yang
 lebih
 baik
 dapat
 juga
 dilakukan
 di
laboratorium.
 Secara
 umum
 penelitian
 lebih
 banyak
 dilakukan
 di
 laboratorium
 sehingga
 perubahan‐perubahan
yang
terjadi
dapat
diamati
dan
dikontrol
dengan
lebih
baik
daripada
di
habitat
aslinya.

Pengamatan
ini
dapat
diulangi
beberapa
kali
di
laboratorium
dengan
memilih
salah
satu
hasil
yang
selalu
konstan/tetap
 dari
 hasil‐hasil
 lain
 yang
 berubah‐ubah
 ataupun
 bisa
 juga
 dengan
 mengubah
 cara
pengontrolan.
 Pengamatan
 seperti
 ini
 disebut
 percobaan
 terkontrol.
 Semua
 penelitian
 ilmu
pengetahuan
disusun
berdasarkan
hasil‐hasil
yang
didapat
dari
percobaan‐percobaan.
Oleh
karena
itu,
semua
langkah‐langkah
prosedur
penelitian
yang
telah
disebutkan
sebelumnya
di
sini
adalah
sebuah
hal
yang
biasa
dilakukan.
Dengan
memperhatikan
perubahan‐perubahan
bentuk
fisik
dari
hal
yang
diamati,
kita
 dapat
 melihat
 hubungan
 di
 antara
 hal‐hal
 tersebut.
 Seperti
 yang
 telah
 kita
 ketahui,
 sesuatu
 yang
dapat
diukur
disebut
besaran
fisik,
contohnya
panjang,
tinggi,
waktu,
volume,
panas,
daya
listrik,
kerja,
daya
dan
lain‐lain.
 3


  • Pengukuran
 sebuah
 besaran
 fisik
 didefinisikan
 sebagai
 perbandingan
 antara
 suatu
 benda
 fisik
 dengan
sebuah
besaran
yang
disebut
satuan
ukur.
Besaran
tersebut
akan
diketahui
kuantitasnya
dalam
bentuk
angka.
Angka
yang
didapatkan
ini
disebut
ukuran
besar
atau
nilai
numerik.
Besarnya
setiap
besaran
fisik
tersebut
 disimbolkan
 dengan
 sebuah
 atau
 sekelompok
 huruf.
 Di
 sebelah
 besaran
 setiap
 nilai
 numerik
harus
dituliskan
sistem
satuan
yang
paling
banyak
dipakai
di
dunia
hingga
saat
ini
yaitu
sistem
satuan
SI.
Sebagai
contoh
misalnya
penulisan
volume
sebuah
benda
ditunjukkan
dalam
bentuk
m=2.45
kg.
Selama
 proses
 penelitian,
 semua
 hasil
 pengamatan
 dan
 hasil‐hasil
 pengukuran
 yaitu
 data‐data
 harus
disimpan
 dalam
 bentuk
 tertulis.
 Jika
 besaran‐besaran
 yang
 diukur
 saling
 berhubungan
 maka
 data
tersebut
 harus
 ditulis
 dalam
 bentuk
 tabel
 baris/menyamping
 atau
 dalam
 bentuk
 tabel
 kolom.
 Bentuk
tabel
ini
memudahkan
untuk
melihat
hubungan
di
antara
data‐data
tersebut.

Sebagai
 contoh
 berikut
 ini
 kami
 berikan
 sebuah
 percobaan
 yang
 mengukur
 besarnya
 gaya,
 yang
disimbolkan
 dengan
 (F),
 dan
 perpanjangan
 pegas,
 yang
 disimbolkan
 dengan
 (x),
 yang
 dilakukan
 pada
sebuah
pegas
yang
terbuat
dari
baja.
Hasil
pengukuran
dapat
dituliskan
dalam
bentuk;



 














F(N)

 




































X(mm)

 
 








2,0
 
 
 
 








34

 
 








4,0
 
 
 
 








70

 
 








6,0
 
 
 
 








98
Jika
diperhatikan,
satuan
untuk
F
adalah
Newton,
yang
dituliskan
dengan
(N),
dan
satuan
perpanjangan
x
adalah
millimeter,
yang
ditulis
(mm).
Jika
data‐data
yang
didapatkan
ini
diplot/digambar
pada
sebuah
grafik,
maka
hubungan
antara
besaran‐besarannya
akan
dengan
mudah
dilihat.
Sebuah
grafik
akan
membantu
kita
memahami
langsung
secara
visual
 data‐data
 percobaan
 yang
 disajikan.
 Persamaan
 matematika
 untuk
 dua
 buah
 satuan
 yang
 saling
berhubungan
biasanya
akan
lebih
mudah
didapatkan
dengan
bantuan
grafik.

Jika
 kita
 ingin
 menggambar
 grafik
 dari
 data‐data
 yang
 ada
 di
 tabel
 F‐x
 di
 atas,
 maka
 akan
 didapatkan
grafik
seperti
yang
ada
pada
gambar‐1
berikut.
Hubungan
antara
gaya
F
dan
perpanjangan
x
akan
lebih
mudah
terlihat
melalui
sebuah
garis
perbandingannya.

 
 

 




F
(N)

 
 
 
 
 
 
 
 +

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
+











 
 
 +






















































x
(mm)

 
 
 
 
 Gambar
–
1

 4


  • Jika
 koefisien
 perbandingan
 disimbolkan
 dengan
 k
 dan
 disebut
 juga
 sebagai
 koefisien
 kekakuan
 pegas,
persamaan
 matematika
 antara
 F
 dan
 x
 dapat
 ditulis
 dalam
 bentuk
 F=kx.
 Jadi
 dapat
 terlihat
 bahwa
koefisien
kekuatan
busur

sama
dengan
kemiringan
grafik
tersebut.
Peserta
 
 lomba
 juga
 diharapkan
 menuliskan
 hasil
 penelitiannya
 dalam
 bentuk
 tabel.
 Gambarlah
 data‐data
 yang
 didapatkan
 dalam
 bentuk
 grafik
 dan
 cobalah
 untuk
 mencari
 persamaan
 matematikanya
dengan
 bantuan
 grafik
 tersebut.
 Hindari
 mempresentasikan
 data‐data
 tersebut
 dengan
 menggunakan

tabel
dan
grafik
sekaligus.
Pilihlah
salah
satu
yang
dapat
lebih
jelas
dipahami
untuk
dipresentasikan.
Jika
peserta
 tidak
 memiliki
 ilmu
 yang
 cukup
 untuk
 
 mengukur,
 menyiapkan
 tabel,
 menggambar
 grafik
 dan
melakukan
 analisa,
 maka
 adalah
 tidak
 mungkin
 untuk
 mengharapkan
 adanya
 kesuksesan
 dalam
menyelesaikan
penelitian
dan
mendapatkan
hasil
yang
diinginkan.


BAGAIMANA
CARA
MENULIS
LAPORAN
PROYEK
PENELITIAN?
Menyimpan
 secara
 tertulis
 hasil
 pengukuran
 dan
 pengamatan
 merupakan
 sebuah
 bagian
 yang
 sangat
penting
 dari
 sebuah
 penelitian.
 Hal
 penting
 lainnya
 adalah
 mempublikasikan
 hasil
 penelitian
 tersebut.
Jika
hal
ini
tidak
dilakukan
maka
ilmu
yang
didapatkan
tersebut
harus
disampaikan
pada
orang
lain
atau
dijaga
serta
disimpan
bagi
generasi
selanjutnya.
Salah
 satu
 tahapan
 yang
 paling
 penting
 dari
 proyek
 penelitian
 yang
 kalian
 lakukan
 adalah
 menulis

laporan
 proyek
 penelitian.
 Pada
 laporan
 tersebut
 tidak
 perlu
 dicantumkan
 uraian
 yang
 tidak
 terlalu
penting
dan
berulang‐ulang.
Laporan
diusahakan
mencantumkah
hal‐hal
yang
pokok
dan
dalam
bentuk
yang
 singkat
 dan
 padat.
 Ingatlah
 untuk
 selalu
 mengevaluasi
 laporan
 yang
 kalian
 buat
 dengan
menggunakan
sebuah
sarana
pengukuran.
Laporan
penelitian
merupakan
sebuah
produk
Kerja
Ilmiah.
Laporan
tersebut
mengetengahkan
sebuah
permasalahan,
 kemudian
 mencantumkan
 data‐data
 yang
 dibutuhkan
 untuk
 mendapatkan
 solusi
 dari
permasalahan
 tersebut
 sehingga
 dapat
 didiskusikan
 lebih
 lanjut.
 Ataupun
 bisa
 juga
 setelah
 sebuah
permasalahan
 dirumuskan,
 kita
 jelaskan
 metode
 yang
 ditempuh
 serta
 hasil‐hasil
 yang
 didapatkan.
Laporan
 dapat
 juga
 memuat
 ide‐ide
 kita
 mengenai
 hasil
 yang
 didapatkan
 oleh
 peneliti
 lain.
 Laporan
tersebut
 dapat
 juga
 memuat
 usulan
 untuk
 diadakannya
 penelitian
 baru
 berdasarkan
 hasil
 dari
 peneliti
lain
yang
diragukan
kebenarannya,
berlawanan
hasilnya
atau
tidak
sesuai
dengan
hasil
penelitian
yang
kita
dapatkan.

Laporan
penelitian
harus
disusun
dengan
urutan
seperti
yang
akan
dijelaskan
berikut
ini.
Pengurutan
ini
harus
 diikuti
 untuk
 standardisasi
 laporan
 penelitian.
 Standar
 penulisan
 ini
 akan
 memudahkan
 peneliti
maupun
orang
yang
membaca
hasil
penelitian
tersebut
untuk
mengevaluasi
proyek
penelitian,
jika
perlu
persingkatlah
laporan
tersebut
atau
bahkan
susun
seperti
bentuk
sebuah
buku.



 5


  • TULISLAH
LAPORAN
PROYEK
PENELITIAN
DALAM
URUTAN
SEBAGAI
BERIKUT:
Nama
 Proyek
 :
 Berilah
 sebuah
 nama
 sebagai
 judul
 penelitian
 dalam
 sebuah
 kalimat
 yang
 singkat
 dan
sesuai
dengan
inti
penelitian
serta
dapat
menggambarkan
isi
proyek
yang
akan
disajikan.
Tujuan
 penelitian
 :
 Jelaskanlah
 tujuan
 dari
 penelitian
 ini
 dalam
 satu
 atau
 dua
 kalimat.
 Jika
memungkinkan
urutkanlah
tujuan
tersebut
dalam
bentuk
poin‐poin.
Pendahuluan:
Pada
bagian
ini
peneliti
menyebutkan
hasil‐hasil
penelitian
lain
yang
sesuai
dengan
tema.
Jelaskanlah
 apa
 perbedaan
 penelitian
 yang
 sedang
 dilakukan
 tersebut
 dengan
 penelitian
 lain
 yang
serupa.
Jelaskanlah
juga
bagaimana
manfaat
penelitian
serupa
sebelumnya
pada
penelitian
ini
dan
apa
tujuan
dari
penelitian
ini.

Metode:
 Pada
 bagian
 ini
 dituliskan
 cara
 yang
 dipakai
 pada
 pengamatan
 dan
 batas‐batas
 penelitian.
Harus
 dijelaskan
 secara
 terbuka
 bagaimana
 cara
 pengumpulan
 data
 pada
 mekanisme
 percobaan

penelitian.
 Ciri
 khas
 dasar
 biologi
 dan
 kimiawi
 materi
 dan
 apa
 saja
 alat
 ukur
 penting
 pada
 mekanisme
percobaan
(misalnya,
apa
saja
alat
tersebut,
rentang
pengukuran,
sensitivitas,
dll)
juga
harus
diperjelas.
Misalnya,
 jika
 menggunakan
 sebuah
 voltmeter
 yang
 hambatan
 dalamnya
 10
 Mohm
 maka
 rentang
pengukurannya
 adalah
 2‐220
 V,
 sedangkan
 untuk
 indikator
 tahapan
 adalah
 3,5.
 Kemudian
 penjelasan
tentang
di
mana,
siapa
saja
yang
terlibat,
berapa
lama
waktu
yang
dibutuhkan,
berapa
kali
serta
dalam
kondisi
 apa
 sajakah
 pengulangan
 percobaan
 dilakukan—harus
 jelas,
 ringkas
 dan
 padat.
 Tabel
 data,
grafik,
analisa
dan
perhitungan
juga
dicantumkan
pada
bagian
ini.

Hasil
dan
Diskusi:
Bagian
yang
paling
penting
dari
sebuah
Laporan
penelitian
adalah
bagian
ini.
Bagian
ini
 memuat
 hasil
 yang
 telah
 didapatkan.
 Hasilnya
 dapat
 ditulis
 dalam
 bentuk
 angka/numerik
 dan
beberapa
persamaan
matematika.
Jika
memungkinkan
nilai‐nilai
numerik
diberikan
dalam
bentuk
grafik
atau
 tabel,
 tunjukkan
 perhitungan
 dan
 analisanya.
 Diskusikanlah
 hasilnya
 sambil
 menjelaskan
 batas‐batasan
 yang
 ada.
 Jelaskanlah
 jika
 terdapat
 hal‐hal
 yang
 memberikan
 pengaruh
 negatif
 pada
 hasil.
Sebelum
 mencapai
 bagian
 ini,
 periksa
 kembali
 bagian
 tujuan
 penelitian
 dan
 jelaskan
 seberapa
 jauh
tujuan
tersebut
dicapai.
Jangan
sampai
lupa
untuk
menulis
saran‐saran
tentang
tema
penelitian
tersebut
pada
bagian
ini,
untuk
memberi
jalan
bagi
penelitian
lain
di
bidang
yang
sama
.
Sumber:
Bagian
ini
memuat
penulisan
sumber‐sumber
ilmiah
tertulis
yang
berkaitan
dengan
tema
yang
diambil
 sebagai
 pendukung
 dalam
 urutan
 alfabetis
 dan
 berdasarkan
 nama
 penulisnya.
 Sumber
 harus
ditulis
sesuai
dengan
urutan
di
bawah
ini.

Lemmon,
Kenneth.
1963.
The
Covered
Garden.
Dufour,
Phiadelphia
Webster,
Jhon
G.,
1998.
Medical
Instrumentation
Application
and
Design.
New
York.

 


 6


  • BEBERAPA
 HAL
 BERMANFAAT
 YANG
 HARUS
 DIPERHATIKAN
 PADA
 PAMERAN
HASIL
PENELITIAN


Untuk
 setiap
 siswa
 yang
 akan
 berpartisipasi
 pada
 pameran
 penelitian
 ini
 akan
 disediakan
 sarana
penunjang
 yang
 dapat
 dipakai
 saat
 memamerkan
 hasil
 proyek
 penelitiannya.
 Tujuan
 utama
 dari
pameran
ini
adalah
agar
peserta
dapat
menjelaskan
proses
penelitiannya
langsung
pada
pengunjung.

Hal‐hal
 yang
 berkaitan
 dengan
 penelitian
 seperti
 foto,
 bentuk‐bentuk,
 grafik,
 essai‐tulisan
 harus
disajikan
 pada
 sebuah
 papan
 display
 dalam
 bentuk
 dan
 ukuran
 yang
 dapat
 memudahkan
 pengunjung
untuk
 melihatnya.
 Bawalah
 selalu
 isolasi,
 spidol
 tebal
 berwarna,
 dan
 kertas‐kertas
 kosong.
 Pada
 saat
pameran
peserta
mungkin
ingin
menambahkan
beberapa
hal
pada
papan
display
tersebut.
Jangan
lupa
untuk
membuat
kesan
berpengaruh
pada
pengunjung
melalui
keadaan
umum
pameran
tersebut.
Pamerkanlah
mekanisme,
alat‐alat,
perlengkapan
penunjang
dan
model
terapan
yang
telah
kalian
buat
dan
pakai
selama
proses
penelitian
di
atas
meja
pameran.
Model
terapan
yang
dapat
berfungsi
sesuai
dengan
 tujuan
 penelitian
 masing‐masing
 peserta
 akan
 sangat
 berpengaruh
 pada
 pengunjung
 yang
melihatnya.












 
 
 7


  • 
 HAL‐HAL
YANG
HARUS
DIPERHATIKAN

 
Hal‐hal
yang
dapat
menunjang
pameran
proyek
penelitian
seperti
komputer
dan
perlengkapan
khusus
lainnya
harus
dibawa
sendiri
oleh
peserta.

 
Hal‐hal

khusus
yang
akan
diperhatikan
sebagai
poin
penilaian
pertama

oleh
anggota
juri
adalah:
 
 • Keaslian
dan
daya
cipta
dari
segi
pendekatan
dan
penjelasan
terhadap
masalah
yang
dikemukakan
 • 
 Bakat,
perhatian
dan
ketelitian
pada
perencanaan
dan
pendalaman
permasalahan
 • Penjelasan
terhadap
permasalahan
harus
mencapai
pada
solusi
yang
ingin
dicapai

 • 
 Memberikan
penjelasan
dan
hubungan
sebab
akibat
pada
analisa
permasalahan
 • Kualitas
penulisan
laporan
 • 
 Hal‐hal
khusus
seperti
pencantuman
Yayasan,
lembaga
dan
asosiasi
yang
memberikan
referansi
adalah
suatu
hal
yang
 dipentingkan
 
 Salah
satu
hal
yang
sangat
penting
bahwa
penelitian
harus
asli
dan
benar‐benar
dilakukan
oleh
peserta
sehingga
jika
ternyata
 kriteria
ini
tidak
dipatuhi
maka
tidak
akan
dilakukan
penilaian
pada
hasil
penelitian
tersebut.

 
 Penelitian
 yang
 mengandung
 atau
 diperkirakan
 dapat
 beresiko
 terhadap
 kesehatan
 dan
 keamanan
 umum
 tidak
 akan
 di
 evaluasi
(tidak
diikutsertakan
pada
pameran).
 
 
 Khususnya
proyek‐proyek
penelitian
yang
mengandung
zat
radioaktif,
alat‐alat
percobaan
yang
berbahaya,
toksik
dan
hal‐hal
 yang
dapat
memicu
kangker
tidak
akan
di
evaluasi
(tidak
diikutsertakan
pada
pameran).
 
 Peserta
perlombaan
harus
memperkenalkan
lembaga
atau
individu
yang
membimbingnya,
menjelaskan
sumber
pustaka
dan
 bahan‐bahan
 
 yang
 dipakai
 sewaktu
 melakukan
 proyek
 tersebut
 kepada
 angota
 juri
 pada
 saat
 pelaksanaan
 wawancara
 
 dengan
peserta.
 
 Jika
menurut
pendapat
juri
proyek
penelitian
terkait
dengan
salah
satu
atau
beberapa
dari
syarat‐syarat
di
bawah
ini
maka
 penelitian
tersebut
tidak
akan
dievaluasi,
yaitu:
 
 • Penelitian
mendapat
bantuan
terlalu
atau
berlebihan
dari
tenaga
ahli
 • Memanfaatkan
sumber‐sumber
yang
tidak
mungkin
dicapai
oleh
orang
lain
atau
hanya
dikhususkan
pada
peserta
 
 tersebut
karena
fasilitas
tersebut
belum
bisa
dimanfaatkan
oleh
orang
lain
atau
umum
 Memanfaatkan
penelitian
orang
lain
tanpa
menyebutkan
sumber
aslinya
 • 
 Percobaan
yang
Berkaitan
dengan
Hewan
bagi
siswa
yang
pada
percobaannya
menggunakan
hewan
bertulang
belakang
 
 disarankan
untuk
sebelumnya

melihat
terlebih
dahulu

alternatif
yang
lain.
Alternatif
lain
yang
diusulkan
dituliskan
di
 bawah
ini:
 
 a. Hewak
tak
bertulang
belakang
(misalnya:protozoa,
planaria,
dan
serangga)
 b. Tumbuh‐tumbuhan,
jamur,
dan
ragi
 
 c. Biosel
dan
jaringan
kultur
 d. Mikroorganisme
 
 e. Model‐model
matematika
atau
komputer
 
 
 
 
 
 8


  • 
 
Jika
terpaksa
tetap
menggunakan
hewan
bertulang
belakang
maka
peserta
harus
mematuhi
peraturan
di
bawah
ini:
Proyek‐proyek
percobaan
tidak
boleh
mengandung:
 
 1. Hal
 yang
 diperlukan
 ketika
 membunuh
 hewan
 yaitu
 memotong
 bagian
 badannya,
 memotong
 salah
 satu
 organ
 atau
 jaringannya
dari
badannya
(termasuk
mengambil
darah).
 
 2. Memberikan
 racun,
 salah
 satu
 radioaktif
 atau
 zat‐zat
 asing
 dan
 berbahaya
 serta
 memiliki
 pengaruh
 yang
 tidak
 diketahui
 dengan
 pasti
 (misalnya,
 jenis
 sari‐sari
 dari

tumbuh‐tumbuhan)
 melalui
 suntikan
 atau
 dari
 mulut
 (oral)
 kepada
hewan.
 3. 
 Meninggalkan
hewan‐hewan
dalam
keadaan
lapar
dan
/atau
haus,
memberikan
rasa
sakit,
dan
siksaan
kepada
hewan,
 memberi
gangguan
kepada
mereka
dan
mengancam
kesehatan
mereka.
 
Proyek‐proyek
dalam
bentuk‐bentuk
tersebut
di
atas
tidak
dapat
diikutsertakan.
 
Selain
daripada
hal‐hal
di
atas,
percobaan
berdasarkan
pengamatan
(misalnya,
percobaan
pada
perilaku
hewan
yang
dilakukan
di
 habitat
 alami
 dengan
 tidak
 adanya
 campur
 tangan
 pada
 kehidupan
 hewan
 tersebut)
 atau
 percobaaan‐percobaan
 
 yang
 
menganalisa
 kotoran
 hewan
 atau
 pengukuran
 ciri‐ciri
 fisik
 hewan
 (seperti
 usia,tinggi
 badan,
 berat
 badan
 ,warna,
 kecepatan
metabolis,
dll)
bisa
disetujui
untuk
diikutsertakan.
Hewan‐hewan
yang
dipakai
pada
percobaan
harus
diambil
dari
laboratorium
 
atau
 tempat
 penangkaran
 yang
 sehat,
 teratur
 dan
 higienis
 serta
 harus
 mempunyai
 sertifikat.
 Hewan‐hewan
 yang
 dapat
menularkan
 penyakit
 atau
 dicurigai
 dapat
 menularkan
 penyakit
 dilarang
 untuk
 dipakai
 (terutama
 yang
 dapat
 menular
 pada
 
manusia).
 Keputusan
 tentang
 diperbolehkannya
 pemakaian
 hewan‐hewan
 pada
 percobaan
 berdasarkan
 syarat‐syarat
 di
 atas
adalah
hak
mutak
dari
juri
bidang
ilmu
pengetahuan.
 
Percobaan
 yang
 menyangkut
 manusia
 :
 Pada
 percobaan
 yang
 menyangkut
 pada
 manusia
 harus
 mengikuti
 aturan‐aturan
 di
bawah
ini:
 
 1. Percobaan
 yang
 memerlukan
 bahan
 atau
 zat
 dari
 tubuh
 manusia
 atau
 pengambilan
 darah
 dari
 manusia
 atau
 telah
 
 diambil
sebelumnya
dan
disimpan
untuk
keperluan
penelitian
tersebut
tidak
diperbolehkan.
 2. Percobaan
yang
melibatkan
manusia
harus
mengikuti
batasan‐batasan
berikut:
 
 a) Percobaan‐percobaan
yang
berdasarkan
pada
perlakuan
pada
perorangan
atau
kelompok
tidak
menggangu
dan
 merugikan
para
objek
percobaan.
 
 b) Pengukuran
pada
reaksi
atas
rangsangan
pada
indra
indra
alami
tubuh
(seperti
suara
dan
sinar).
 c) Percobaan‐percobaan
analisa
DNA
menggunakan
contoh
dari
jaringan
rambut
atau
epitel
perasa/lapisan
dalam
 pipi.

 
 3. Agar
 percobaan
 dapat
 terlaksana
 sesuai
 dengan
 syarat‐syarat
 di
 atas
 maka
 individu/kelompok
 individu
 yang
 akan
 menjadi
 objek
 percobaan
 harus
 mengetahui
 sebelumnya
 apa
 yang
 akan
 dicobakan
 secara
 jelas,
 dan
 melakukan
 
 pernyataan
 tertulis
 bahwa
 ia/mereka
 menyetujui
 semua
 prosedur
 yang
 telah
 dijelaskan
 tadi
 (percobaan
 pada
 anak‐ anak
 harus
 mendapat
 izin
 dari
 orang
 tua
 mereka)
 dan
 dibutuhkan
 izin
 tertulis
 dari
 lembaga/komite
 kode
 etik
 
 yang
 
 mendukung
penelitian
tersebut.


 
 
 Semua
keputusan
juri
tidak
dapat
diganggu
gugat
 
 
 
 
 
 9
 

  • HAL‐HAL
SINGKAT
TENTANG
PEMILIHAN,
PROSES,
DAN
PRESENTASI
PROYEK
PENELITIAN
Para
 peneliti
 muda
 yang
 kami
 hormati,
 pilihlah
 topik
 yang
 berkaitan
 dengan
 dunia
 kalian
 dan
 yang
mampu
 menumbuhkan
 motivasi
 (topik
 harus
 asli,
 baru,
 dan
 yang
 terpenting
 adalah
 berasal
 dari
pemikiran
 kalian
 sendiri).
 Kembangkanlah
 rasa
 ingin
 tahu,
 galilah
 hal‐hal
 baru,
 pemikiran
 kritis,
 ilmu
pengetahuan
dari
para
ahli,
inovasi
dan
semangat
kebulatan
tekad
.
Mungkin
tidak
setiap
saat
kalian
bisa
berhasil
atau
memperoleh
hasil
yang
diinginkan.
Tentu
saja,
akan
ada
kegagalan
dan
resiko
yang
tidak
terduga.
Jika
kalian
terus
menanyakan
hal
apa
yang
menyebabkan
kegagalan
tersebut
dan
mencoba
mencari
jawabannya,
maka
terkadang
akan
dapat
diperoleh
hasilnya.
Hal
yang
penting
di
sini
bukanlah
kemenangan,
tetapi
adalah
mencoba
merumuskan
permasalahan
baru
dan
 yang
 belum
 ada
 solusinya,
 serta
 memberikan
 saran‐saran
 agar
 permasalahan
 tersebut
 dapat
dipecahkan.
Jangan
lupa
bahwa
kadang‐kadang
proyek
yang
memberi
harapan
sangat
besar,
hasilnya
bisa
saja
gagal.
Sebaliknya,
 kadang‐kadang
 proyek
 yang
 dianggap
 tidak
 akan
 berhasil
 atau
 tidak
 masuk
 akal,
 pada
akhirnya
bisa

memperoleh
kesuksesan
yang
sebelumnya
tidak
diperhitungkan.
Hal‐Hal
yang
Harus
Diperhatikan
Ketika
Memulai
Proyek
Penelitian:
‐ Pilihlah
tema

‐ Teliti
dan
perhatikanlah
dengan
seksama
tema
tersebut
‐ Ambillah
keputusan
tentang
penelitian
yang
akan
dilakukan
‐ Siapkanlah
sebuah
jadwal
penelitian
‐ Rencanakanlah
percobaan‐percobaan
yang
akan
dilakukan
‐ Bicaralah,
 diskusikan
 dan
 bertukar
 pikiran
 dengan
 guru
 dan
 pembina
 yang
 membantu
 proses
 penelitian
tersebut
‐ Lakukanlah
percobaan‐percobaan
dan
selesaikanlah
proyek
penelitian
‐ Diskusikan
dan
telitilah
hasil‐hasil
yang
didapat
Hal
yang
Harus
Diperhatikan
Ketika
Menulis
Laporan
Proyek
Penelitian:
‐ Judul
bab

‐ Daftar
Isi
‐ Pendahuluan
‐ Percobaan
‐ Diskusi
‐ Hasil
‐ Ucapan
Terima
kasih
‐ Daftar
Pustaka,
Hal
yang
sangat
penting
ketika
melakukan
proyek
penelitian
adalah
mencatatnya
secara
teratur
dalam
buku
harian.
Pencatatan
setiap
tahapan
proyek
yang
dilakukan
akan
sangat
bermanfaat
untuk
menulis
laporan
pada
tahap
selanjutnya.

 10


  • PERATURAN
OLIMPIADE
 
 1. Batas
akhir
pendaftaran
dan
pengiriman
makalah
adalah
10
Januari
2011 
 2. Semua
proyek
yang
masuk
akan
diseleksi
oleh
panitia.
Hanya
proyek
yang
layak
dan
memenuhi
 syarat
yang
berhak
mengikuti
proses
selanjutnya.
 3. Proyek
penelitian
yang
diperlombakan
meliputi
bidang:
 a. ILMU
PENGETAHUAN
ALAM
 ‐ FISIKA
 ‐ KIMIA
 ‐ BIOLOGI
 b. KOMPUTER 
 c. LINGKUNGAN
 d. TEKNOLOGI
 4. Proyek
 yang
 diikutsertakan
 dalam
 kompetisi
 ini
 harus
 asli.
 Proyek
 yang
 tidak
 asli
 tidak
 akan
 diikutsertakan
dalam
penjurian.
 5. Siswa
 yang
 berpartisipasi
 tidak
 sedang
 terdaftar
 sebagai
 siswa
 universitas
 atau
 institusi
 yang
 sederajat
dan
harus
berusia
maksimal
18
tahun
saat
olimpiade
berlangsung.

 6. Proyek
harus
berupa
hasil
suatu
kajian
ilmiah.

 7. Proyek
dilaporkan
dan
dipresentasikan
dalam
bahasa
Indonesia.

 8. Saat
melakukan
pendaftaran,
harus
menyertakan
dokumen
pendukung
sebagai
berikut
:
 a. Formulir
pendaftaran
 b. Satu
halaman
abstraksi
proyek

 c. Laporan
proyek
secara
lengkap
dan
rinci
 d. Pas
foto
terbaru
sebanyak
2
lembar
(foto
diambil
tidak
lebih
dari
3
bulan
yang
lalu)

 9. Laporan
 proyek
 ditulis
 sesuai
 standar
 penulisan
 karya
 ilmiah,
 sistematis
 dengan
 urutan
 pokok
 tulisan
sebagai
berikut
:

 1) Nama
proyek

 2) Tujuan
proyek

 3) Pendahuluan
 4) Metode
Penelitian
 5) Hasil
dan
Pembahasan
 6) Sumber
Referensi
 10. Laporan
 ditulis
 secara
 singkat,
 padat
 dan
 jelas.
 Diperkenankan
 mencantumkan
 hasil
 penelitian
 yang
telah
dilakukan
sebelumnya
dengan
menyertakan
informasi
peneliti
yang
bersangkutan.
 11. Laporan
 proyek
 harus
 diketik
 dengan
 mesin
 tik
 atau
 komputer.
 Jika
 ditulis
 dengan
 tulisan
 tangan,
harus
jelas
dan
mudah
dibaca.
 11


  • 12. Masing‐masing
 peserta
 akan
 disediakan
 meja
 dan
 panel
 pameran.
 Jika
 ada
 tambahan
 alat‐alat
 yang
 diperlukan
 akan
 dibawa
 sendiri
 oleh
 masing‐masing
 peserta.
 Peserta
 memamerkan
 hasil
 akhir
proyek
di
atas
meja
dan
menampilkan
penjelasannya
di
papan.
 13. Peserta
 diperkenankan
 untuk
 membawa
 pendamping
 dari
 pengamat
 atau
 keluarga.
 Seluruh
 biaya
 atau
 pengeluaran
 lain
 dari
 pendamping
 menjadi
 tanggung
 jawab
 peserta.
 Pendamping
 harus
tidak
lebih
dari
2
(dua)
orang
untuk
tiap
tim.
 14. Biaya
akomodasi
dan
konsumsi
ditanggung
panitia.
Sedangkan
tiket
perjalanan
ditanggung
oleh
 peserta.
 15. Kegiatan
olimpiade
akan
berlangsung
selama
3
hari.
 16. Tiap
tim
terdiri
dari
satu
atau
dua
siswa
dan
didampingi
oleh
seorang
guru
pembimbing.

 17. Penghargaan
berupa
medali
dan
sertifikat
akan
diberikan
sesuai
ketentuan
berikut
:
 
 BIDANG
 EMAS
 PERAK
 PERUNGGU
 PENGHARGAAN
 LINGKUNGAN
 1
 2
 2
 2
 TEKNOLOGI
 1
 2
 2
 2
 BIOLOGI
 1
 2
 2
 1
 FISIKA
 1
 1
 1
 1
 KIMIA
 1
 1
 1
 1
 MATEMATIKA
 1
 1
 1
 1
 
 18. Proyek
 yang
 lolos
 tahap
 pertama
 (seleksi
 makalah)
 akan
 dinilai
 oleh
 Tim
 Juri
 ISPO
 dan
 hadiah
 akan
diberikan
pada
saat
upacara
penghargaan.
 19. Penghargaan
akan
diberikan
untuk
masing‐masing
bidang
secara
terpisah.






 12


  • 
 20. Kriteria
penilaian
juri
adalah
sebagai
berikut:

 a. Kriteria
Penilaian
Babak
Penyisihan

 b. Kriteria
Penilaian
Babak
Final


 13


  • 

 21. Kegiatan
ISPO
dilaksanakan
pada
tanggal‐tanggal
berikut
:
 a. Tahap
pertama

 ‐ Batas
akhir
Pendaftaran
dan
Pengiriman
Makalah
 :
10
Januari
2011 
 b. Tahap
kedua

 ‐ Pembukaan
Stand
Penelitian
dan
Penilaian
 
 :
 23
Februari
2011 
 ‐ Penilaian

dan
Pameran
Stand
Penelitian
 
 :
 24
Februari
2011 
 ‐ Pameran,
Pengumuman,

dan
Pemberian
Hadiah
 :
25
Februari
2011 
 
 22. Pendaftaran
ditujukan
kepada
 Sekretariat
ISPO
(Indonesian
Science
Project
Olympiad)
 
 Graha
Diandra Jln.
Warung
Buncit
Raya
No.
2
Jakarta
 Telepon
:
+62.21‐79196110/79196208
 Fax
 

:
+62.21‐79196114
 Atau
melalui
online
di
website
:
www.ispo.or.id
 
 PENDAFTARAN
SECARA
ONLINE
 Pendaftaran
proyek
terdiri
dari
3
hal:
 a. Informasi
tentang
siswa
atau
siswa‐siswa
peserta.

 b. Informasi
tentang
guru
pembimbing
dan
sekolah
asal.
 c. Informasi
tentang
nama
proyek,
bidang
proyek
dan
informasi
singkat
tentang
proyek
 sebanyak
maksimum
300
kata.








 
 14


  • 
 UKURAN
DAN
DESAIN
STAND

 Para
peserta
yang
terhormat,
 Kami
 akan
 menyediakan
 stand
 dan
 meja
 serta
 panel
 untuk
 memamerkan
 proyek
 Anda.
 Kami
 berharap
 ini
 dapat
 dimanfaatkan
 untuk
 menampilkan
 dan
 mendesain
 presentasi
 proyek
 Anda
 sebaik
mungkin.
 Selama
 masa
 olimpiade
 Anda
 diperkenankan
 untuk
 memperkenalkan
 sekolah,
 dan
 kota
 Anda.
 Oleh
 karena
 itu,
 Anda
 diperkenankan
 menyediakan
 brosur,
 foto,
 katalog,
 majalah,
 koran
 dan
 media
 informasi
 lainnya.
 Anda
 juga
 diperkenankan
 memakai
 pakaian
 tradisional
 yang
 akan
 membuat
Anda
tampil
berbeda.

 Bagi
 setiap
 siswa
 yang
 memperoleh
 hak
 untuk
 mementaskan
 proyeknya,
 pihak
 panitia
 
 akan
 memberikan
 meja
 dan
 papan.
 Tujuan
 pameran
 adalah
 untuk
 menjelaskan
 hasil
 kerja
 siswa
 dan
 memperlihatkannya
 kepada
 para
 pengunjung.
 Gunakan
 papan
 
 untuk
 foto,
 bentuk,
 grafik
 dan
 penjelasan.
Atur
sedemikian
rupa
sehingga
papan
dapat
dilihat
dengan
mudah
dalam
bentuk
grup.
 Bawalah
 alat
 elektronik
 untuk
 mempermudah
 apabila
 ada
 perubahan
 mendadak.
 Perhatikan
 pengaturan
 papan
 dan
 stan.
 Pengaturan
 stan
 masuk
 dalam
 kriteria
 penilaian
 dan
 jangan
 lupa
 penampilan
 stan
 dapat
 mempengaruhi
 para
 pengunjung
 stan.
 Pentaskan
 semua
 alat
 dan
 model
 dari
proyek
tersebut
di
atas
meja.

 Denah
 dan
 ukuran
 stan
 yang
 disediakan
 adalah
 seperti
 di
 bawah
 ini.
 Jika
 Anda
 memerlukan
 modifikasi
tertentu
harap
segera
menghubungi
panitia.





 110
cm










 55
cm
 55
cm

 60
cm




 15


  • CONTOH
PROYEK
PENELITIAN


 AUTOMATIC
GREENHOUSE
SENSOR
DESIGN

 Abstract
 The
increasing
in
plantation
productivity
now
becomes
an
urgent
and
important
thing
in
human
life.
The
population
growth
is
unbalanced
with
the
food
production
will
cause
the
famine
and
later,
of
course,
 the
 sorrow
 ness
 in
 human
 life
 as
 Robert
 Malthus
 proposed:
 the
 population
 growth
 act
 as
exponential
sequence,
while
the
food
production
is
act
as
arithmetic
sequence.


 One
solution
to
this
problem
is
to
improve
the
crop
productivity
with
the
use
of
greenhouse
as
a
planting
 site.
 Greenhouse
 has
 been
 wide
 range
 use
 in
 many
 countries
 with
 a
 conventional
 technique
that
causing
the
inefficiency
in
time,
since
it
requires
more
serious
control
and
supervision.



 The
 aim
 of
 this
 project
 is
 to
 construct
 a
 greenhouse
 model,
 which
 can
 automatically
 control
light,
 the
 aeration
 and
 drainage
 process.
 This
 model
 is
 based
 on
 the
 sensory,
 which
 related
 to
 several
factors
in
photosynthesis,
i.e.:
light
and
humidity
(also,
temperature
is
included).

Key
words:
Photosynthesis,
greenhouse
and
sensory




 16


  • I. PREFACE
 The
increasing
in
plantation
productivity
now
becomes
an
urgent
and
important
thing
in
human
life.
The
population
growth
is
unbalanced
with
the
food
production
will
cause
the
famine
and
later,
of
course,
 the
 sorrow
 ness
 in
 human
 life
 as
 Robert
 Malthus
 proposed:
 the
 population
 growth
 act
 as
exponential
sequence,
while
the
food
production
is
act
as
arithmetic
sequence.
 One
solution
to
this
problem
is
to
improve
the
crop
productivity
with
the
use
of
greenhouse
as
a
planting
 site.
 Greenhouse
 has
 been
 wide
 range
 use
 in
 many
 countries
 with
 a
 conventional
 technique
that
causing
the
inefficiency
in
time,
since
it
requires
more
serious
control
and
supervision.



 The
aim
of
this
project
is
to
construct
a
greenhouse
model,
which
can
automatically
control
light
the
aeration
and
drainage
process.
This
model
is
based
on
the
sensory,
which
related
to
several
factors
in
photosynthesis,
i.e.:
light
and
humidity
(also,
temperature
is
included).

 The
benefit
from
this
construction
is
emphasized
on
the
crop
productivity,
especially
to
shorten
the
planting
cycle
so
that
it
can
give
a
maximum
result
and
increase
the
planting
cycle
efficiency
with
the
least
number
of
workers.

II. AIM
 To
 construct
 a
 greenhouse
 model
 that
 can
 automatically
 control
 the
 aeration
 and
 drainage
process.
This
greenhouse
can
be
used
for
increasing
productivity
of
plants
also,
especially
leaves
part.
 
 
 
 17


  • III. BASIC
THEORY
 A. PHOTOSYNTHESIS
 Photosynthesis
 (photo=light,
 synthesis=putting
 together
 is
 the
 process
 of
 converting
 light
 energy
to
chemical
energy
and
storing
it
in
the
bonds
of
sugar.
It
is
affected
by
its
surroundings
and
the
rate
of
photosynthesis
 is
 affected
 by
 the
 concentration
 of
 CO2,
 light
 intensity,
 and
 the
 temperature.
 This
process
occurs
in
plants
and
some
algae.
Plants
need
only
light
energy,
CO2,
and
H2O
to
make
sugar.
The
process
 of
 photosynthesis
 takes
 place
 in
 the
 chloroplasts,
 specifically
 using
 chlorophyll,
 the
 green
pigment
involved
in
photosynthesis.

 Photosynthesis
occurs
in
two
stages.
 1. Light‐dependent
 reaction
 or
 photosynthetic
 reaction
 (also
 called
 the
 Light
 Reaction)
 capture
 the
 energy
of
light
and
use
it
to
make
high‐energy
molecules.











 
 + 
 2
H2O

 +
ATP
 
+
24
NADP 
 

















6
O2
+
ATP
+
24
NADPH
 2. Light‐independent
 reaction
 (also
 called
 the
 Dark
 Reaction)
 uses
 the
 high‐energy
 molecules
 to
 capture
carbon
dioxide
and
make
the
precursors
of
glucose.
 6
CO2
+
ATP
+
NADPH
 
 (CH2O)
+
6
H2O
 
If
two
reactions
above
are
bundled,
will
be
produced
photosynthesis
reaction.
 
6
CO2
+
12
H2O
+
energy
 










C6H12O6
+
6
H2O
+
6
O2
 
 There
 are
three
 factors
 photosynthesis
before
going
any
further:
light
level,
 carbon
dioxide,
 and
temperature.
 18


  • 1. 
 Without
enough
light,
a
plant
cannot
photosynthesize
very
fast,
even
if
there
is
plenty
of
water
 and
carbon
dioxide.
Increasing
the
light
intensity
will
make
the
photosynthesis
faster.
Light
intensity
 or
 quality
 of
 light
 affects
 the
 rate
 of
 photosynthesis.
 When
 light
 intensity
 is
 low,
 the
 rate
 of
 photosynthesis
 is
 proportional
 to
 light
 intensity.
 This
 is
 because
 the
 light
 supplies
 energy
 for
 photosynthesis.

 
 2. 
 Sometimes
 photosynthesis
 is
 limited
 by
 the
 level
 of
 carbon
 dioxide.
 Even
 if
 there
 is
 plenty
 of
 light
 of
 plant
 cannot
 photosynthesize
 if
 it
 has
 run
 out
 of
 carbon
 dioxide.
 If
 carbon
 dioxide
 concentration
is
increased
to
0.4%,
the
rate
of
photosynthesis
will
be
increased
a
few
times.
 3. 
 Temperature
can
be
a
limiting
factor
too.
If
it
gets
too
cold,
the
rate
of
photosynthesis
will
slow
 right
 down.
 Equally,
 plants
 cease
 to
 be
 able
 to
 photosynthesize
 if
 it
 gets
 too
 hot.
 At
 the
 optimum
 temperature,
 which
 may
 between
 25oC
 to
 40oC,
 the
 rate
 of
 photosynthesis
 is
 maximum.
 When
 temperature
 is
 increased
 further,
 there
 is
 a
 rapid
 decrease
 in
 the
 rate
 of
 photosynthesis.
 This
 is
 because
enzymes
are
denatured
by
high
temperature.
 
 Understanding
the
factors,
that
limiting
photosynthesis
enables
greenhouse
farmers
to
maximize
the
conditions
for
plant
growth.
They
often
use
lamps
inside
the
greenhouse
because
burning
paraffin
produces
 carbon
 dioxide
 as
 well
 as
 heat,
 and
 so
 makes
 photosynthesis
 proceed
 faster.
 They
 may
 also
use
artificial
light
to
enable
photosynthesis
to
continue
beyond
daylight
hours.
 
 19


  • B. GREENHOUSE
 1. Greenhouse
Structure
 A
 greenhouse
 (also
 called
 glasshouse
 or
 hothouse)
 is
 a
 structure
 with
 a
 glass
 or
 plastic
 roof
 and
 frequently
 glass
 or
 plastic
 walls.
 It
 heats
 up
 because
 incoming
 solar
 radiation
 from
 the
 sun
 warms
 plants,
soil,
and
other
things
inside
the
building.
Air
warmed
by
the
heat
from
hot
interior
surfaces
is
 retained
in
the
building
by
the
roof
and
wall.
These
structure
range
ion
size
from
small
sheds
to
very
 large
buildings.
 The
glass
used
for
a
greenhouse
works
as
a
selective
transmission
medium
for
different
spectral
 frequencies,
and
its
effect
to
trap
energy
within
the
greenhouse,
which
heats
both
the
plants
and
the
 ground
inside
it.
This
warms
the
air
near
the
ground,
and
this
air
is
prevented
from
rising
and
flowing
 away,
in
addition
to
the
fact
that
infrared
radiation
cannot
pass
through
the
greenhouse
glass.
This
can
 be
 demonstrated
 by
 opening
 a
 small
 window
 near
 the
 roof
 of
 a
 greenhouse,
 the
 temperature
 drops
 considerably.
 The
most
basic
aspects
of
greenhouse
design
are:

 First,
 to
 thermodynamically
 isolate
 the
 system
 to
 stop
 convection
 and
 conduction
 from
 equalizing
the
temperature
with
the
ambient
temperature;

 And
second,
to
provide
a
covering
with
a
controlled
difference
between
the
transparency
in
the
 solar
radiation
band
and
the
terrestrial
thermal
radiation
band.
 
 2. The
Use
of
Greenhouse
 Greenhouse
 effects
 are
 often
 used
 for
 growing
 flowers,
 vegetables,
 and
 fruits.
 Many
 vegetables
and
flowers
are
grown
in
greenhouses
in
late
winter
and
early
springs,
and
then
transplanted
outside
as
 20


  • the
 weather
 warms.
 Started
 plants
 are
 usually
 available
 for
 gardeners
 in
 farmers’
 markets
 at
transplanting
time.
 The
 closed
 environment
 of
 a
 greenhouse
 has
 its
 own
 unique
 requirements,
 compared
 with
outdoor
production.
Pests
and
diseases,
and
extremes
of
heat
and
humidity,
have
to
be
controlled,
and
irrigation
is
necessary
to
provide
water.
Significant
inputs
of
heat
and
light
may
be
required,
particularly
with
winter
production
of
warm‐weather
vegetables.
Special
greenhouse
varieties
of
certain
crops,
like
tomatoes,
are
generally
used
for
commercial
production.
 Greenhouses
are
increasingly
important
in
the
food
supply
of
high
latitude
countries.
The
largest
greenhouse
 complex
 in
 the
 world
 is
 at
 Lamington,
 Ontario
 (close
 to
 Canada’s
 most
 southern
 point)
where
about
200
acres
(0,8
km2)
of
tomatoes
are
entirely
grown
under
glass.
 Greenhouses
 protect
 crops
 from
 too
 much
 heat
 or
 cold,
 shield
 plants
 from
 dust
 storms
 and
blizzards,
 and
 help
 to
 keep
 out
 pests.
 Light
 and
 temperature
 control
 allows
 greenhouses
 to
 turn
 non‐arable
 land
 into
 arable
 land.
 Greenhouse
 can
 feed
 starving
 nations
 where
 crops
 cannot
 survive
 in
 the
harsh
desert
and
arctic
wastes.
 3. Humidity
in
Greenhouse
 If
 we
 want
 to
 have
 a
 greenhouse,
 we
 do
 need
 to
 check
 into
 the
 best
 type
 of
 greenhouse
humidification
to
use.
Humidity
in
a
greenhouse
helps
keep
the
plants
thriving
and
prevents
disease
and
decay.
With
such
a
system,
we
can
monitor
and
control
all
the
factors
of
the
environment
that
can
affect
the
growth
of
plants.
We
need
to
have
the
optimum
levels
of
humidity
as
well
as
the
correct
levels
of
light,
and
temperature.

 One
of
the
systems
you
can
use
to
control
all
these
factors.
From
the
greenhouse
owner,
there
are
several
benefits
can
be
gained
by
using
this
system:

 21


  • a.
Improving
the
uniformity
of
the
plants.
b.
Eliminates
excesses
of
humidity
and
temperature.
c.
Plants
germinate
much
faster.
d.
Productivity
increases
with
using
seedlings.
 With
 humidification
 system,
 there
 is
 very
 little
 condensation.
 This
 enables
 you
 to
 control
 the
humidity
inside
the
greenhouse
when
the
temperatures
outside
are
below
freezing.
At
the
same
time,
this
system
will
prevent
the
plants
from
dehydration
when
the
heat
is
turned
on.

 In
summer,
with
rising
temperatures
outside,
it
is
often
hard
to
keep
humidity
levels
where
they
should
 be.
 With
 a
 system
 installed,
 you
 do
 not
 have
 this
 worry
 and
 the
 plants
 will
 continue
 to
 thrive.
Although
the
expense
of
installation
may
be
a
bit
costly,
it
is
will
save
you
money
over
the
long
term
by
preserving
your
plants.
 C. SENSOR
 1. Sensory
Function
 Sensor
is
a
device
that
is
used
to
convert
energy
from
physics
stimulus
to
electric
current
in
order
to
measure,
control
and
giving
information.
 2. Light
Sensor
 This
 sensor
 is
 sensitive
 to
 light
 which
 able
 to
 respond
 change
 of
 light
 and
 measure
 of
 resistant
value.
The
resistance
variable
that
caused
by
light
change
use
as
dark
and
shining
condition.
This
sensor
can
be
use
as
automatic
switch.
 If
 the
 light
 is
 given
 to
 the
 sensor,
 so
 the
 resistance
 value
 of
 LDR
 will
 decrease,
 and
 the
 contrary
also.
Thus,
LDR
can
detect
light
and
dark
condition.
The
reaction’s
result
of
this
sensor
is
used
to
switch
 22


  • on/off
the
lamp.
The
lamp
will
be
turned
off
when
the
condition
of
the
environment
is
shining,
and
the
contrary
also.
 3. Humidity
and
Temperature
Sensor
 This
 sensor
 is
 used
 to
 detect
 the
 relative
 humidity
 (RH)
 and
 the
 change
 of
 temperature.
 The
information
that
is
received
by
the
sensor
will
be
functioned
to
measure
level
of
humidity
and
condition
of
 area’s
 temperature.
 Output
 results
 of
 humidity
 and
 temperature
 sensor
 will
 be
 proceeding
 by
 a
specified
program.

IV. AUTOMATIC
GREENHOUSE
SENSOR
DESIGN
 As
the
aim
of
this
project,
three
sensors
will
use
in
order
to
make
a
hospitalization
for
light
source,
water
sources,
and
humidity.
These
three
factors
will
control
automatically
by
each
sensor.
 A. GREENHOUSE
CONSTRUCTION
 1.
Material
Construction:
Fiberglass
(Mica)
 2.
Dimension
of
Volume

 
 
 L
(Length)
=
55
cm
 
 
 W
(Width)
=
40
cm
 
 
 H
(Height)
=
55
cm
 
 
 
 23


  • Side
View

 24


  • Figure
wall
construction
 25


  • Front
wall
section
 
 
 
 
 
 

 
 Back
wall
section
 
 
 
 
 
 
 

 26


  • Upper
section
 Left
and
right
roof
section
 
 
 
 
 
 
 
 Bottom
section
 Ground
section







 27


  • B. DESCRIPTION
OF
AUTOMATIC
SENSOR
 There
 are
 three
 conditions
 for
 arranging
 automatically
 by
 sensor.
 First,
 to
 control
 light
 for
photosynthesis.
 Second,
 humidity
 and
 temperature,
 for
 controlling
 area
 condition
 from
 humidity
 and
temperature
extreme.
Sensor
will
detect
the
environment’s
humidity
and
temperature.

 Humidity
 sensor
 will
 detect
 environment’s
 humidity
 condition.
 If
 humidity
 low
 and
 temperature
high,
 water
 pump
 and
 blower
 turn
 on
 to
 pour
 water
 and
 to
 blow
 the
 wind.
 If
 the
 humidity
 high,
 only
blower
 turn
 on.
 Moreover,
 if
 humidity
 low
 and
 temperature
 low,
 only
 water
 pump
 turn
 on.
 To
 help
photosynthesis
process
in
night,
LDR
sensor
turns
on
to
active
lamp,
and
if
there
is
sunshine,
LDR
turn
off
and
the
lamp
off
too.
1. Material
Sensor
 a. Humidity
sensor
(type
series:
Parallax
28018)
 b. Temperature
sensor
 c. LDR
(Light
Dependent
Resistor)
2. Controlled
Output
 a.
 Aquarium
water
pump
(AC,
220
V)
 
 For
giving
more
water
to
plants
if
the
water
intensity
is
low.
 b. Fan
/
blower
(DC
,12
V)
 
 For
decreasing
the
temperature
by
make
a
flowing
air
out
of
the
greenhouse.
 c. Lamp
(
<
7
W)
 
 For
keeping
the
photosynthesis
process
going
on.
 d. Timer
 There
are
two
options
to
control
the
lamp:

 28


  • ‐
Lamps
are
controlled
by
using
timer
that
the
time
has
already
set.
 ‐
Lamps
are
controlled
by
LDR
sensor.
 e. Power
supply
 The
circuit
block
gives
current
electricity
supply
to
whole
system
of
greenhouse.
It
consists
of:
 ‐
5
V,
to
supply
the
minimum
system
 ‐
+
18
V,
to
supply
IC
op‐amp
(operational
amplifier)
 ‐
12
V,
to
direct
DC
blower
 ‐
Alternate
Current
(AC)
220
V,
to
supply
electricity
for
lamp
and













water
pump.
 f. Hosepipe
 
 For
watering
the
plants
when
the
humidity
inside
the
greenhouse
is
low.
3.
 Sensory
System
 a. Diagram
Block







 29


  • b. Flowchart
 1
)
Timing
of
emitting
light
 
 30


  • 2)
Temperature
control

 
 
 
 
 
 
 

 3)
Humidity
control








 31


  • c. Schematic
Electronic
 






 
 
 
 
 
 
 Fig.1
Driver
Electronic
Circuit
of
Fan,
Pump
and
Lamp
 
 Fig.2
Driver
 Component
Layout
of
 Fan,
Pump
and
Lamp
 Fig.3
Driver
 Layout
PCB
 of
Fan,
 Pump
and
 Lamp
 
 32


  • 
 
 
 
 
 
 
 
 Fig.
4
Electronic
Circuit
of
LDR
Sensor
 
 
 
 


 Fig.
5
PCB
Layout
of
LDR
sensor
 
 
 
 
 
 
 
 
 Fig.
6
PCB
Lay
Out
and
Component
Lay
Out
of

Minimum
System
 33


  • 4.
 Sensory
System
Procedure
 At
the
entry
of
data,
there
are
some
options
in
the
menu
to
choose
the
input
timer
data
for
lamp,
adjust
 the
 value
 of
 temperature
 and
 adjust
 the
 value
 of
 humidity
 that
 it
 wants.
 Here
 are
 the
explanations:
a. Emitting
lights
adjustment
 At
the
entry
of
data
for
adjustment
how
long
the
time
of
emitting,
these
are
the
options:
 a) Lamp
will
be
turned
on
for
8
hours
and
will
be
turned
for
16
hours
 b) Lamp
will
be
turned
on
for
12
hours
and
will
be
turned
for
12
hours
 c) Lamp
will
be
turned
on
for
16
hours
and
will
be
turned
for
8
hours
 d) How
long
the
lamp
will
be
used
depends
on
the
user
(user
option)
 For
the
options
1‐3
the
adjustment
for
time
of
emitting
has
already
been
set
up
in
the
memory
of
the
program.
User
only
has
the
optional
to
push
the
particular
buttons.
For
4th
choice,
the
adjustment
to
emit
 the
 light
 will
 be
 handed
 over
 to
 the
 user.
 Emitting
 time
 is
 the
 input
 of
 data
 times
 1
 minute.
 The
meaning
is
if
the
user
pushes
the
number
10
at
menu
for
adjustment
lamp,
so
the
lamp
will
be
turned
on
for
10
minutes
and
will
be
turned
for
23
hours
and
50
minutes.
 The
condition
of
the
lamp
for
on
and
off
will
be
depends
on
its
timer
program.
LDR
Sensor
only
plays
the
role
for
anticipating
the
disturbance.

If
the
timer
program
decided
to
set
the
lamp
in
ON
and
the
condition
of
surrounded
environment
in
cloudy/dark/night
time,
the
lamp
will
be
turned
on.
But,
if
the
program
timer
shows
the
setting
lamp
ON
and
environment
condition
shows
daylight
or
bright,
and
then
the
lamp
will
be
turned
off.

 This
condition
shows
the
efficiency.
It
means
that
if
the
sunlight
that
can
helped
photosynthesize
process,
 so
 the
 lamp
 in
 green
 house
 (for
 the
 timer
 shows
 the
 condition
 of
 the
 lamp
 is
 ON).
 So
 the
function
of
the
lamp
that
has
already
been
set
up
is
to
anticipate
the
situation
that
have
controlled
by
 34


  • timer
 program
 and
 LDR
 sensor.
 So,
 the
 time
 that
 have
 been
 taken
 for
 photosynthesize
 cycle
 will
 be
optimal.

 Data
setting
of
timer
program
 Data
condition
of
LDR
Sensor
 Lamp
 1
=
lamp
is
set
ON
 1
=
cloudy/dark/night
time
 condition
 0
=
lamp
is
set
OFF
 0
=
bright/daylight
 1
 0
 OFF
 1
 1
 ON
 0
 0
 OFF
 0
 1
 ON

 Moreover,
 sensor
 can
 be
 used
 at
 normal
 condition.
 The
 sunshine
 will
 decreased
 frequently
 so
sensor
 will
 not
 turned
 on
 lamps
 directly.
 The
 sensor
 will
 activate
 the
 lamps
 when
 the
 environment’s
condition
has
been
dark.
During
the
time
between
sunshine
starts
to
decrease
until
lamps
turned
on
can
be
used
by
plants
for
taking
rest
and
recharge
the
energy
for
up
coming
photosynthesis.
b. Temperature
adjustment
 The
adjustment
for
temperature
condition
that
it
wants
will
be
the
user’s
decision.
It
means
user
can
set
the
value
of
temperature
that
they
wanted.
The
way
is
user
can
control
the
button
that
already
facilitated
and
then,
the
user
can
see
the
indicator
of
the
temperature
control
at
the
display.
After
the
temperature
has
been
determined,
the
temperature
sensor
will
be
starting
to
work.

 The
setting
of
the
temperature
will
be
detected
fluently
by
the
sensor.
When
the
temperature
at
the
green
house
exceeded
than
its
determination,
and
the
sensor
will
detect
it
and
send
the
signal
to
the
 control
 system.
 The
 control
 system
 will
 be
 activated
 the
 fan.
 The
 fan
 will
 stop
 working
 when
 the
 35


  • temperature
in
the
green
house
environment
has
already
below
the
temperature
setting.
This
cycle
will
be
continuously
happen
and
being
controlled
automatically
c. Humidity
adjustment
 The
 adjustment
 controls
 same
 with
 the
 temperature
 adjustment
 control.
 The
 value
 of
 humidity
that
 happen
 in
 the
 green
 will
 depend
 by
 user’s
 will.
 After
 the
 humidity
 value
 has
 been
 set
 for
 certain
points.
And
then
the
sensor
will
be
activated
and
monitor
it
frequently.

 If
the
humidity
inside
the
green
house
less
than
the
value
of
the
setting
point,
so
the
sensor
will
be
detected
 and
 started
 to
 send
 the
 signal
 to
 the
 control
 system.
 The
 control
 system
 soon
 will
 start
 to
activate
the
fan
to
increase
the
humidity.
If
the
humidity
limit
have
already
fixed,
the
water
pump
will
be
stopped.
This
cycle
also
working
frequently
and
continuously.


 If
the
temperature
is
normal
and
humidity
is
low

 
Programs
will
arrange
the
water
pump.

 The
aim
is
to
give
more
water
to
plants
if
the
water
intensity
is
low
and
make
humidity
 of
greenhouse
normal.
 If
the
temperature
is
high
and
humidity
is
low

 
Programs
will
arrange
the
water
pump
and
fan
or
blower.
 If
the
temperature
is
high
and
humidity
is
high

 
Programs
will
arrange
the
fan
or
blower.

 The
aim
is
for
decreasing
the
temperature
by
make
a
flowing
air
out
of
the
greenhouse.
 
 
 36


  • IV.


EXPERIMENT
 In
this
experiment,
there
is
three
factors
that
could
be
taken
as
a
reference,
that
is
the
condition
of
 greenhouse
 includes
 light
 intensity,
 temperature,
 and
 humidity.
 Here
 report
 from
 20
 seeds
 of
 red
beans
(Arachis
hypogaea)
which
is
used
as
samples.
Those
seeds
have
been
divided
into
two
groups,
10
seeds
 of
 them
 are
 used
 as
 control
 and
 the
 rest
 is
 used
 as
 treatment.
 Control
 plants
 are
 placed
 in
 a
conventional
 greenhouse
 and
 treatment
 plants
 is
 placed
 in
 a
 greenhouse
 with
 sensor.
 This
 report
 is
arranged
after
observation
of
growing
the
plants
during
one
week.
 Height
of
sample
(cm)
 No. Control
 Treatment
 1 33 36 2 24 34 3 32 44 4 33 39 5 20 35 6 25 36 7 29 40 8 28 35 9 29 32 10 25 38 
 
 
 
 37


  • 
 Number
of
branches

 No. Control Treatment 1 3 3
 2 4 5

 3 3 5 4 4 5
 5 4 4
 6 4 5 7 3 5
 8 3 4
 9 3 5 10 4 4








 38


  • 

















 39


  • V. DISCUSSION
 It
is
already
shown
by
the
data
that
the
plants,
which
have
treated
with
a
greenhouse
with
sensor,
will
 have
 an
 enormous
 growth.
 The
 number
 of
 branches
 also
 more
 than
 plants
 that
 treated
 with
 a
conventional
greenhouse.
It
is
also
shown
that
the
optimalization
of
environment’s
condition
can
affect
the
growth
of
plants
and
make
it
grows
up
optimally.

VI. CONCLUSION
 After
through
theoretical
discussion
and
equipment
trial,
could
be
concluded
that
the
aim
of
this
project
has
reached
well.
From
the
experiment
could
be
seen
if
the
automatic
greenhouse
sensor
design
which
is
made
could
increasing
the
productivity
of
plants,
especially
for
leaves
part.

 As
has
been
mentioned
on
the
preface,
the
benefit
from
this
construction
to
emphasize
on
the
crop
 productivity,
 especially
 to
 shorten
 the
 planting
 cycle
 so
 that
 it
 can
 give
 a
 maximum
 result
 and
increase
 the
 planting
 product
 have
 been
 reached.
 Thus
 it
 is
 hoped
 that
 with
 this
 construction,
productivity
 of
 cropping
 can
 be
 continuously
 increased
 so
 it
 can
 handle
 famine
 problem
 around
 the
world.
 
 




 40


  • VII. REFERENCES
• Campbell,
2005,
Biology,
Erlangga,
Jakarta
• Foo
Yuen
Kooi,
2003,
Biology,
Pelangi
SDN.
BHD,
Malaysia
• Cunningham,
Anne
S.
(2000)
Crystal
palaces
:
garden
conservatories
of
the
United
States
Princeton
 Architectural
Press,
New
York,
ISBN
1‐56898‐242‐9
;

• Giacomelli,
Gene
A.
and
William
J.
Roberts1,
Greenhouse
Covering
Systems,
Rutgers
University,
 downloaded
from:
http://ag.arizona.edu/ceac/research/archive/HortGlazing.pdf
on
3‐30‐2005.
• Greenhouse"http://en.wikipedia.org/wiki/Greenhouse"
• Lemmon,
Kenneth
(1963)
The
covered
garden
Dufour,
Philadelphia;

• Muijzenberg,
 Erwin
 W
 B
 van
 den
 (1980)
 A
 history
 of
 greenhouses
 Institute
 for
 Agricultural
 Engineering,
Wageningen,
Netherlands;

• Vleeschouwer,
 Olivier
 de
 (2001)
 Greenhouses
 and
 conservatories
 Flammarion,
 Paris,
 ISBN
 2‐08‐ 010585‐X
;

• Woods,
 May
 (1988)
 Glass
 houses:
 history
 of
 greenhouses,
 orangeries
 and
 conservatories
 Aurum
 Press,
London,
ISBN
0‐906053‐85‐4
;

• www.fairchildsemi.com
KA78XX/KA78XXA,
3
Terminal
1A
Positive
Regulator.
• Data
Sheet
BC
107:
BC109:
BC
109.
Philip
Semi
Conductor.
• www.national.com
.
2001,
LM79XX.
• www.parallax.com
.
Parallax,
sensivion
SHT
II
sensor
module.
Precision
Temperature
and
Humidity
 Measurement
• www.farichildsemi.com
.
LM2902,
LM324/LM34A,
LM224,
Quad
operational
amplifier.
• www.fairchildsemi.com
.
MC78XX/LM78XX/MC78XXA
3
Terminal
1A
Positive
Voltage
Regulator.
• www.atmel.com/
dyn/resources/prod.documents/doc.2487.pdf.
AT89S51
Series.
• www.ee.ud.ac.uk/
facilities/teachlab/info/data/ldr.
 Light
Dependent
Resistor,
1997.


 41