Your SlideShare is downloading. ×
TOKOH DAN PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORERMuhammad Abdul MannanIa adalah seorang guru besar di Islamic Research and Training In...
pencapaian yang diperoleh (perceived achievement). Pada tahap ini perlu melakukan review atasprinsip yang ditetapkan pada ...
11. Tindakan-tindakan hukum untuk menjamin dipenuhinya tingkat hidup minimal (basic need)12. Menetapkan kebijakan pajak se...
Islam menggabungkan kepercayaan akan hari akhir dengan kepercayaan terhadap Allah. Hal inimemiliki dua pengaruh:a. hasil p...
baik dan kecemerlangan akademis. Menurut Profesor ini, Chapra adalah orang yang terbaik yangpernah dikenalnya, bukan hanya...
e. interpensi Negara2. keuangan publica. zakatzakat merupakan kewajiban public bagi seorang muslim sebagaimana sholat, pua...
Instument makro ekonomi menurut choundhury ada empat yakni:1. penghapusa bunga, agar terciptanya rasa persatuan dan persau...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Tokoh dan pemikiran islam kontemporer

17,161

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
17,161
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
263
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Tokoh dan pemikiran islam kontemporer"

  1. 1. TOKOH DAN PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORERMuhammad Abdul MannanIa adalah seorang guru besar di Islamic Research and Training Institute, Islamic DevelopmentBank, Jeddah. Gelar M.A diperoleh di Bangladesh, M.A in Economics dan Ph.D di Michigan,USA. Ia termasuk salah satu pemikir ekonomi Islam kontemporer yang cukup menonjol. Hal inidapat dilihat dari banyaknya karya tulis yang telah dihasilkan salah satu karya tulisnya adalahIslamic Economics: Theory and Practice yang terbit tahun 1970 dan telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.Sebagai seorang ilmuwan, ia mengembangkan ekonomi Islam berdasarkan pada beberapasumber hukum yaitu :• Al-Qur’an• Sunnah Nabi• Ijma’• Ijtihad atau Qiyas• Prinsip hukum lainnyaDari sumber-sumber hukum Islam di atas ia merumuskan langkah-langkah operasional untukmengembangkan ilmu ekonomi Islam yaitu :A. Menentukan basic economic functions yang secara umum ada dalam semua sistem tanpamemperhatikan ideologi yang digunakan, seperti fungsi konsumsi, produksi dan distribusiB. Menetapkan beberapa prinsip dasar yang mengatur basic economic functions yangberdasarkan pada syariah dan tanpa batas waktu (timeless), misal sikap moderation dalamberkonsumsiC. Mengidentifikasi metode operasional berupa penyusunan konsep atau formulasi, karena padatahap ini pengembangan teori dan disiplin ekonomi Islam mulai dibangun. Pada tahap ini mulaimendeskripsikan tentang apa (what), fungsi, perilaku, variabel dsbD. Menentukan (prescribe) jumlah yang pasti akan kebutuhan barang dan jasa untuk mencapaitujuan (yaitu : moderation) pada tingkat individual atau aggregate.E. Mengimplementasikan kebijakan yang telah ditetapkan pada langkah keempat. Langkah inidilakukan baik dengan pertukaran melalui mekanisme harga atau transfer payments.F. Melakukan evaluasi atas tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya atau atas target bagaimanamemaksimalkan kesejahteraan dalam seluruh kerangka yang ditetapkan pada langkah keduamaupun dalam dua pengertian pengembalian (return), yaitu pengembalian ekonomi dan non-ekonomi, membuat pertimbangan-pertimbangan positif dan normatif menjadi relatif tidakberbeda atau tidak penting.G. Membandingkan implementasi kebijakan yang telah ditetapkan pada langkah dengan
  2. 2. pencapaian yang diperoleh (perceived achievement). Pada tahap ini perlu melakukan review atasprinsip yang ditetapkan pada langkah kedua dan merekonstruksi konsep-konsep yang dilakukanpada tahap ketiga, keempat dan kelima.Tahapan-tahapan yang ditawarkan oleh Mannan cukup konkrit dan realistik. Hal ini berangkatdari pemahamannya bahwa dalam melihat ekonomi Islam tidak ada dikhotomi antara aspeknormatif dengan aspek positif. Secara jelas Mannan mengatakan :” Beberapa ekonom Muslim juga mencoba untuk mempertahankan perbedaan antara ilmu positifdengan normatif, sehingga dengan cara demikian mereka membangun analisa ilmu ekonomiIslam dalam kerangka pemikiran barat. Sedangkan ekonom yang lain mengatakan secarasederhana bahwa ilmu ekonomi Islam adalah ilmu normatif. Dalam ilmu ekonomi Islam, aspek-aspek positif dan normatif dari ilmu ekonomi Islam saling terkait dan memisahkan kedua aspekini akan menyesatkan dan menjadi counter productive.Dalam mengembangkan ilmu ekonomi Islam, maka langkah pertama adalah menentukan basiceconomic functions yang secara sederhana meliputi tiga fungsi yaitu konsumsi, produksi dandistribusi. Lima prinsip dasar yang berakar pada syariah untuk basic economic functions berupafungsi konsumsi yakni prinsip righteousness, cleanliness, moderation, beneficence dan morality.Perilaku konsumsi seseorang dipengaruhi oleh kebutuhannya sendiri yang secara umumkebutuhan manusia terdiri dari necessities, comforts dan luxuries.Pada setiap aktivitas ekonomi aspek konsumsi selalu berkaitan erat dengan aspek produksi.Dalam kaitannya dengan aspek produksi, Mannan menyatakan bahwa sistem produksi dalamnegara (Islam) harus berpijak pada kriteria obyektif dan subyektif. Kriteria obyektif dapat diukurdalam bentuk kesejahteraan materi, sedangkan kriteria subyektif terkait erat dengan bagaimanakesejahteraan ekonomi dapat dicapai berdasarkan syariah Islam. Jadi dalam sistem ekonomikesejahteraan tidak semata-mata ditentukan berdasarkan materi saja, tetapi juga harusberorientasi pada etika Islam.Aspek lain selain konsumsi dan produksi yang tidak kalah pentingnya adalah aspek distribusipendapatan dan kekayaan. Mannan mengajukan rumusan beberapa kebijakan untuk mencegahkonsentrasi kekayaan pada sekelompok masyarakat saja melalui implementasi kewajiban yangdijustifikasi secara Islam dan distribusi yang dilakukan secara sukarela.Rumusan kebijakan tersebut adalah :1. Pembayaran Zakat dan ‘Ushr (pengambilan dana pada tanah ‘Ushriyah yaitu tanah jazirahArab dan negeri yang penduduknya memeluk Islam tanpa)2. Pelarangan riba baik untuk konsumsi maupun produksi3. Pemberian hak untuk sewa ekonomi murni (pendapatan yang diperoleh usaha khusus yangdilakukan oleh seseorang) bagi semua anggota masyarakat4. Implementasi hukum waris untuk meyakinkan adanya transfer kekayaan antar generasi5. Mendorong pemberian pinjaman lunak6. Mencegah penggunaan sumberdaya yang dapat merugikan generasi mendatang7. Mendorong pemberian Infaq dan shadaqah untuk fakir miskin8. Mendorong organisasi koperasi asuransi9. Mendorong berdirinya lembaga sosial yang memberikan santunan kepada masyarakatmenengah ke bawah10. Mendorong pemberian pinjaman aktifa produktif kepada yang membutuhkan
  3. 3. 11. Tindakan-tindakan hukum untuk menjamin dipenuhinya tingkat hidup minimal (basic need)12. Menetapkan kebijakan pajak selain zakat dan ‘Ushr untuk meyakinkan terciptanya keadilansocial.Monzer KahfMonzer Kahf merupakan orang pertama yang mengaktualisasikan analisis penggunaan institusiislam (seperti zakat) terhadap agregat ekonomi, seperti simpanan investasi, konsumsi danpendapatan. Hal ini bias dilihat dari buku nya yang berjudul “ekonomi islam : telaah analitikterhadap fungsi sisitem ekonomi”Yang paling utama dan terpenting dari pemikiran Kahf adalah pandangannya terhadap ekonomisebagai bagian tertentu dari agama. Karena baginya agama dengan definisi yang dihadapkanpada kepercayaan dan perilaku manusia, perilaku ekonomi pastinya menjadi salah satu aspekagama.A. Asumsi Dasar KahfKahf memiliki asumsi dasar atau paradigma bagaimana seharusnya systemekonomi Islam itu, dibawah ini adalah asumsi dasar tersebut.1. Islamic ManAdalah orang dapat menerima tiga pilar system ekonomi Islam, maka setiap keputusanekonominya pasti akan berbeda dengan orang yang menganut system ekonomi konvensional.adapun pilar- pilar ekonomi Islam yaitu:a. Segala sesuatau adalah milik Allah, manusia adalah khalifahnya,b. Tuhan itu satu hanya hukum Allah yang dapat diberlakukanc. Kerja adalah kebajikan, kemalasan adalah sifat buruk oleh karenanyadiperlukan sikap memperbaiki diri sendiri2. NegaraNegara adalah pembuat rencana dan pengawas. menurut Kahf, objek dari kebijakan negara yaitua. memaksimalisasi tingkat penggunaan sumberdaya alamb. meminimalisir gap distribusic. membuat peraturan bagi pelaku ekonomi untuk menjamin ditaatinya“peraturan pemerintah”Untuk mencapai ketiganya, negara menggunakan kebijakan fiskal dan moneter, alat produksi dandistribusi serta kekuatan hukum. “Islamic Man” dan Negara harus bekerja sama dalam mencapaitujuanteori-teori monzher kahf:a. teori konsumsi1. rasionalisme islam.Rasionalisme adalah satu istilah yang paling bebas digunakan dalam ekonomi, karena segalasesuatu dapat dirasionalisasikan dan mengacu pada bebverapa perangkat aksioma yang relevan.Rasionalisme dalam islam dinyatakan sebagai alternative yang konsisten dengan nilai-nilaiislam.2. kepercayaan akan hari akhir
  4. 4. Islam menggabungkan kepercayaan akan hari akhir dengan kepercayaan terhadap Allah. Hal inimemiliki dua pengaruh:a. hasil pemilihan suatu tindakan disusun atas dua hal yaitu akibat tindakan di kehidupansekarang dan akibat dikehidupan akhirat nanti.b. jumlah alternative pemakaian pendapatan seseorang dinaikan dengan pemasukan dari semuahkeuntungan yang didapat diakhirat nanti.3. konsep kesuksesandalam islam, kesuksesan itu dipandang dari segi taat kepada Allah dan pelarangan akanpenimbunan harta.4. konsep kekayaanHarta adalah karunia Allah. Oleh karena itu, harta harus digunakan untuk kepentingan danpemenuhan kebutuhan manusia.5. konsep islam tentang “barang”Barang-barang harus bermanfaat secara moral dan juga dapat dipertukarkan di pasar.b. teori produksiTujuan produksi yaitu sebaggai upaya untuk meningkatkan kondisi materialnya sekaligusmoralnya dan sebagai sarana untuk mencapai tujuanya di hari akhir kelak mempunyai tigaimplikasi penting yaitu:• produk-produk yang menjauhkan manusia dari nilai-nilai moralnya.• Aspek social produksi ditekankan dan secara ketat dikaitkan dengan proses produksi.• Masalah ekonomi timbul karena kemalasan dank e alfaan manusia dalam usahanya untukmengambil manfaat sebesar basarnya dari anugrah Allah, baik sumber manusiawi maupun darisumber islami.M. Umer ChapraLahir pada 1 Februari 1933, Bombay India adalah salah satu ekonom kontemporer Muslim yangpaling terkenal pada zaman modern ini di timur dan barat. Ayahnya bernama Abdul KarimChapra. Chapra dilahirkan dalam keluarga yang taat beragama, sehingga ia tumbuh menjadisosok yang mempunyai karakter yang baik. Keluarganya termasuk orang yang berkecukupansehingga memungkinkan ia mendapatkan pendidikan yang baik.Masa kecilnya ia habiskan ditanah kelahirannya hingga berumur 15 tahun. Kemudian ia pindah ke Karachi untuk meneruskanpendidikannya disana sampai meraih gelar Ph.D dari Universitas Minnesota. Dalam umurnyayang ke 29 ia mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Khairunnisa Jamal Mundia tahun1962, dan mempunyai empat anak, Maryam, Anas, Sumayyah dan Ayman.Latar Belakang dan PendidikanDalam karir akademiknya DR. M. Umer Chapra mengawalinya ketika mendapatkan medali emasdari Universitas Sindh pada tahun 1950 dengan prestasi yang diraihnya sebagai urutan pertamadalm ujian masuk dari 25.000 mahasiswa. Setelah meraih gelar S2 dari Universitas Karachi padatahun 1954 dan 1956, dengan gelar B.Com / B.BA ( Bachelor of Business Administration ) danM.Com / M.BA ( Master of Business Administration ), karir akademisnya berada pada tingkattertinggi ketika meraih gelar doktoralnya di Minnesota, Minneapolis. Pembimbingnya, Prof.Harlan Smith, memuji bahwa Chapra adalah seorang yang baik hati, mempunyai karakter yang
  5. 5. baik dan kecemerlangan akademis. Menurut Profesor ini, Chapra adalah orang yang terbaik yangpernah dikenalnya, bukan hanya dikalangan mahsiswa namun juga seluruh fakultas.DR. Umer Chapra terlibat dalam berbagai organisasi dan pusat penelitian yang berkonsentrasipada ekonomi Islam. Saat ini dia menjadi penasehat pada Islamic Research and Training Institute(IRTI) dari IDB Jeddah. Sebelumnya ia menduduki posisi di Saudi Arabian Monetary Agency(SAMA) Riyadh selama hampir 35 tahun sebagai penasihat peneliti senior. Aktivitasnya dilembaga-lembaga ekonomi Arab Saudi ini membuatnya di beri kewarganegaraan Arab Saudioleh Raja Khalid atas permintaan Menteri Keuangan Arab Saudi, Shaikh Muhammad Aba al-Khail. Lebih kurang selama 45 tahun beliau menduduki profesi diberbagai lembaga yangberkaitan dengan persoalan ekonomi diantaranya 2 tahun di Pakistan, 6 tahun di AmerikaSerikat, dan 37 tahun di Arab Saudi. Selain profesinya itu banyak kegiatan ekonomi yangdikutinya, termasuk kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga ekonomi dan keuangan duniaseperti IMF, IBRD, OPEC, IDB, OIC dan lain-lain.Pemikiranya:1. mengkritik kapitalismeKritik-kritik penting terhadap kapitalisme yaitu:• Kapitalisme sering dianggap kurang produktif disbanding system kolektif yang merencanakanpembangunan dengan cermat• Kapitalisme tidak cukup kompetitip. Motip laba dan perjuangan yang kompetitip seringmenyebabkan kecendrungan monopoli.• Kapitalisme tidak selali mempertahankan tingkat kesempatan kerja yang lebih tinggi. Dalamkeadaan depresi sumber daya produksi diboroskan dan pendapatan nasional ditahan dibawahkemungkinan maksimum.•2.Mengkritik sosialismeKonsep analisis tentang sosialisme adalah alienasi atau keterasingan timbul dalam suatumasyarakat kapitalis sebagai akibat dari eksploitasi kaum borjuis terhadap kaum poletar. Alienasiakan hilang apabila masyarakat bebas kelas sudah ditegakkan dan satu-satunya cara umtukmengakhiri alienasi adalah menghapuskan kepemilikan pribadi sebagai penyebab utamanya.Akan tetapi strategi marxis tentang kepemilikan Negara atas seluruh sarana produksi terhadapbanyak kelemahan.3.Negara sejahteraFilsafat Negara sejahtera mengakui full employement dan distribusi pendapatan dan kekayaanyang adil sebagai bagaian dari pokok Negara. Hal ini menuntut peran Negara yang lebih aktifdalam bidang ekonomi di bandingkan perannya dibawah paham kapitalis laissez faire ataubahkan teori Keynes.3.Ilmu ekonomi islam1. prinsip-prinsip paradigma islama. rasional ekonomi manb. positivismec. keadiland. pareto optimum
  6. 6. e. interpensi Negara2. keuangan publica. zakatzakat merupakan kewajiban public bagi seorang muslim sebagaimana sholat, puasa dan haji yangharus dikeluarkan proporsi tertentu terhadap kekeyaan atau output bersihnya hasil zakat ini tidakbias dibelanjakan oleh pemerintah sesuai kehendak hatinya.b. pajakparaq ulama klasik hanya mendukung pemberlakuan pajak yang adil dan selaras dengansemangat islam. System pajak yang mereka anggap adil paling tidak harus memenuhi tiga syaratyaitu;1. pajak harus dipungut untuk membiayai hal-hal yang benar-brnar dianggap perlu untukkepentingan mewujudkan maqosid.2. beban pajak tidak boleh terlalu memberatkan dibandingkan dengan kemampuan3. harta pajak harus dibelanjakan secara hati-hati sesuai dengan tujuan awalMasudu Alam choundhuryMasudul alam choundhury adalah professor universitas cape breton nova scotia, canada. Beliautelah memberikan kuliah secara luas pada sejumlah universitas dan institute profesional dibanyak negara salah satunya di universitas indonesia.Dalam berbagai bukunya beliau menjelaskan bahwa pendekatan ekonomi islam itu perlumenggunakan shuratic process, atau pendekatan syuro. Syura bukan demokrasi, katachoundhury. Shuratic process adalah methodologi individual digantikan oleh sebuah konsensuspara ahli dan pelaku pasar dalam menciftakan keseimbangan ekonomi dan perilaku pasar.Individualisme yang merupakan ide dasar konvensional tidak dapat lagi bertahan, karena tidakmengidahkan adanya distribusi yang tepat, sehingga terciptalah sebuah jurang pemisah antarayang kaya dan yang miskin.Menurutnya ada tida prinsip dasar ekonomi islam yaitu :1. prinsip persatuan dan persaudaraan, dalam konteks ekonomi islam prinsip persatuan danpersaudaraan adalah hal terpenting karena didalamnya diajarkan bagaimana seseorang salingberhubungan dan saling membutuhkan satu sama lainya dengan penuh kebenaran dan tanggungjawab terhadap allah swt.2. prinsip kerja dan produktivitas, prinsip ini terbagi atas gaji individual harus sebanding denganjumlah dan kategori pekerjaan yang mereka kerjakan maksudnya apa yang mereka kerjakansebanding dengan gaji atau upah yang mereka terima.3. prinsip distribusi kekayaan , distributive justice yaitu menghendaki adanya keadilan distribusikekayaan melalui pembayaran zakat, sedekah, dan infak agar tidak merugikan orang lain ataumenabung dengan sistem bagi hasil yang mana tujuanya agar tidak terjadi jurang pemisah yangsangat dalam antara sikaya dan simiskin.
  7. 7. Instument makro ekonomi menurut choundhury ada empat yakni:1. penghapusa bunga, agar terciptanya rasa persatuan dan persaudaraan islam melarang adanyabungan dalam transaksi seperti dalam tawar menawar, oleh karena itu dalam sistem ekonomiislam tidak menggunakan riba agar terhindar dari penggunaan suku bunga dengan menggunakanprinsip proffit and loss sharing (bagi hasil) pada finansial inter mediation yang lebih adil agartercipta perekonomian yang lebih stabil dan efesien dan melarang kegiatan-kegiatan yang nonproduktif, berbahaya, haram dan dana tidak baik.2. Dengan menggunakan instrument bagi hasil atau mudharabah adalah suatu pembagian bentukkeuntungan sistem didalam islam, yang mana mitra membantu tenag a kerja atau perusahaandengan perjanjian yang sesuai kontrak untuk berbagi keuntungan. Dia mengartikan mudharabahsebagai suatu kerja sama kemitraan.3. Penghapusan pemborosan konsumsi, masyarakat islami memprioritaskan kepada alat-alatkeperluan dan kenyamanan hidup serta mencari keridha an Allah.4. iinstrument zakat, peranan zakat dalam distribusi kekayaan sangatlah penting oleh karena itupendapatan atau aset kekayaan yang telah mencapai nishab wajib mengengeluarkan zakat.

×