Your SlideShare is downloading. ×
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sk 206112106

5,993

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
5,993
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
187
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Oleh: THAUSSIE NURVIGIA DWI PRABOWO PUTRI 206.112.106/FE/AK Kepada FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA 2010
  • 2. SKRIPSI BERJUDULPENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAPPERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Dipersiapkan dan disusun oleh : THAUSSIE NURVIGIA DWI PRABOWO PUTRI 206.112.106/FE/AK telah dipertahankan di depan Tim Penguji pada tanggal : 20 April 2010 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima Pembimbing ( Drs. SAMIN, MM) Jakarta, ………………………2010 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Fakultas Ekonomi Kepala Program Akuntansi (SATRIA YUDHIA WIJAYA SE, MS.AK)
  • 3. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWTyang telah memberi limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapatmenyelesaikan penulisan skripsi ini sesuai dengan tujuan dan waktu yang diharapkandengan judul ”PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAPPERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANGTERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA”. Penyusunan skripsi inidimaksudkan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelarSarjana Ekonomi pada Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi UniversitasPembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa didalam penyusunan skripsi ini banyakmendapat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang telah memberikan segalabantuan, dorongan, dan saran dari awal hingga terselesaikannya penulisan skripsi ini.Oleh karena itu pada kesempatan ini izinkanlah penulis mengucapkan rasa terimakasih yang tulus dan penghormatan yang tinggi kepada:1. Keluarga terutama untuk kedua orang tua tercinta, almarhum papa dan almarhumah mama yang telah memberikan rasa kasih sayang, kesabaran dan motivasi. Penulis persembahkan skripsi ini sebagai wujud bakti dan sayang kepada kalian. Untuk kakak tersayang, terima kasih telah memberikan dukungan, doa, kasih sayang, semangat dan masukan sehingga dapat terselesaikannya penulisan skripsi ini. i
  • 4. 2. Ir. Budiman Djoko Said, MM, selaku Rektor Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta.3. DR. Erna Hernawati, Ak, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta.4. Bapak Satria Yudhia Wijaya, SE, MS. Ak selaku Ketua Program S1 Akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.5. Drs. Samin, MM selaku Dosen Pembimbing skripsi yang telah dengan penuh kesabaran dalam meluangkan waktunya dan telah memberikan saran, nasehat, arahan serta bimbingannya kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta yang dengan segala dedikasinya telah memberikan pengetahuan serta bimbingan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan.7. Keluarga besar Om, Tante, Pakde, Budhe, Kakak-Kakak Sepupu, dan Adik-Adik Sepupu yang selalu memberikan dukungan baik moril maupun materil, selalu memberikan doa dan kasih sayang, semangat, dorongan serta nasehat sehingga dapat terselesaikannya penulisan skripsi ini.8. Special thanks to Andi Aroef dan keluarga besarnya yang telah memberikan dukungan, doa, kesabaran, dan ketulusan yang senantiasa membantu penulis dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini. ii
  • 5. 9. Sahabat-sahabat di Surabaya Gizza, Dinda, Dita, dan Yessie beserta keluarga besarnya yang telah memberikan doa, dukungan, bantuan, masukan, dan nasehat kepada penulis.10. Sahabat-sahabat Fika, Zanita, Iken, Erna, Tere, Prisma, Nisa, Thia, Arista, Abhe, Lanang, Irfan, Putri, Romlih yang telah memberikan dukungan dan doa kepada penulis selama perkuliahan dan dalam menyelesaikan skripisi ini.11. Teman-teman di UPN angkatan 2006 khususnya local C dan Teknik Industri 2006 yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang selama ini telah memberikan bantuan, doa, semangat, dukungan dan saran kepada penulis.12. Kakak-kakak dan adik-adik di UPN Kak Angga, Kak Aam, Kak Ayu, Kak Icha, Kak Sha, Vanni, Mbe, Peppi, June, Syela, Ibun dan yang telah memberikan semangat, bantuan, saran, dan dukungan kepada penulis.13. Pihak-pihak lain yang tidak sempat disebutkan namanya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan kalian. Amin. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini.Oleh sebab itu, penulis menerima kritik dan saran yang membangun gunakesempurnaan di masa mendatang dan pengembangan ilmu pengetahuan. Besarharapan penulis, kiranya skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis lain dan parapembaca. Jakarta, April 2010 iii
  • 6. DAFTAR ISI HalamanKATA PENGANTAR .......................................................................................... iDAFTAR ISI ......................................................................................................... ivDAFTAR GAMBAR ........................................................................................... viiiDAFTAR TABEL ................................................................................................ ixABSTRAK ............................................................................................................ xBAB I : PENDAHULUAN ............................................................................... 1 1.1. Latar Belakang ....................................................................................... 1 1.2. Perumusan Masalah ............................................................................... 7 1.3. Tujuan Penelitian ................................................................................... 7 1.4. Manfaat Penelitian ................................................................................. 8BAB II : TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 9 2.1. Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu ........................................................... 9 2.2. Landasan Teori ....................................................................................... 15 2.2.1. Laporan Keuangan ........................................................................... 15 2.2.1.1. Pengertian Laporan Keuangan ................................................... 15 2.2.1.2. Tujuan Laporan Keuangan ......................................................... 17 2.2.1.3. Pemakai Laporan Keuangan ...................................................... 19 2.2.1.4. Jenis Laporan Keuangan ............................................................ 21 iv
  • 7. 2.2.2. Rasio Keuangan ............................................................................... 22 2.2.2.1. Pengertian Rasio Keuangan .................................................... 22 2.2.2.2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan .................................................... 23 2.2.3. Laba .................................................................................................. 33 2.2.3.1. Pengertian Laba....................................................................... 33 2.2.3.2. Pelaporan Laba ........................................................................ 34 2.2.3.3. Tujuan Pelaporan Laba ........................................................... 35 2.2.4. Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba ........... 37 2.2.4.1. Pengaruh Current Ratio terhadap Perubahan Laba.................... 37 2.2.4.2. Pengaruh Working Capital to Total Assets terhadap Perubahan Laba .......................................................................... 39 2.2.4.3. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Perubahan Laba ......... 40 2.2.4.4. Pengaruh Profit Margin terhadap Perubahan Laba.................... 41 2.3. Kerangka Pemikiran .............................................................................. 42 2.4. Hipotesis................................................................................................. 43BAB III : METODOLOGI PENELITIAN ........................................................ 44 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ..................................... 44 3.1.1. Definisi Operasional......................................................................... 44 3.1.2. Pengukuran Variabel ........................................................................ 45 3.2. Teknik Penentuan Sampel ...................................................................... 46 3.3. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 48 v
  • 8. 3.4. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis ......................................................... 49 3.4.1. Teknik Analisis ................................................................................ 49 3.4.2. Uji Hipotesis ..................................................................................... 52BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.................................... 55 4.1. Deskripsi Obyek Penelitian ................................................................... 55 4.2 Deskripsi Hasil Penelitian ...................................................................... 56 4.2.1. Current Ratio.................................................................................... 56 4.2.2. Working Capital to Total Assets....................................................... 59 4.2.3. Debt to Equity Ratio ......................................................................... 61 4.2.4. Profit Margin.................................................................................... 63 4.2.5. Perubahan Laba ................................................................................ 65 4.3. Analisis Dan Pengujian Hipotesis ......................................................... 67 4.3.1. Analisis Deskriptif............................................................................ 67 4.3.2. Analisis Regresi Berganda .............................................................. 69 4.3.3. Analisis Uji Asumsi Klasik .............................................................. 73 4.3.3.1. Uji Multikolinieritas .................................................................. 73 4.3.3.2. Uji Heteroskedastisitas .............................................................. 74 4.3.3.3. Uji Autokorelasi ........................................................................ 75 4.3.4. Pengujian Hipotesis ......................................................................... 76 4.3.4.1. Pengujian Menyeluruh atau Simultan (Uji F) ............................ 76 4.3.4.2. Pengujian Individu atau Parsial (Uji t) ...................................... 77 vi
  • 9. ii 4.3.4.3. Pengujian Koefisien Determinasi (R2) ...................................... 79 4.4. Pembahasan ........................................................................................... 80BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................... 85 5.1. Kesimpulan ............................................................................................ 85 5.2. Saran ...................................................................................................... 86DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN DAFTAR GAMBAR vii
  • 10. ii HalamanGambar 2.1. Diagram Kerangka Pemikiran ........................................................ 43 DAFTAR TABEL viii
  • 11. ii HalamanTabel 2.1. Matriks Penelitian Terdahulu .............................................................. 12Tabel 4.1. Nama-Nama Perusahaan Yang Menjadi Obyek Penelitian ..................... 55Tabel 4.2. Current Ratio ....................................................................................... 57Tabel 4.3. Working Capital to Total Assets ............................................................ 59Tabel 4.4. Debt to Equity Ratio ............................................................................. 61Tabel 4.5. Profit Margin ....................................................................................... 64Tabel 4.6. Perubahan Laba .................................................................................... 66Tabel 4.7. Descriptive Statistic .............................................................................. 68Tabel 4.8. Data untuk Analisis Regresi Berganda .................................................. 70Tabel 4.9. Hasil Uji Regresi Berganda ................................................................... 71Tabel 4.10. Hasil Uji Multikolinieritas .................................................................... 73Tabel 4.11. Hasil Uji Heteroskedastisitas ................................................................ 74Tabel 4.12. Hasil Uji Autokorelasi .......................................................................... 75Tabel 4.13. Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan ..................................................... 76Tabel 4.14. Hasil Uji Hipótesis Secara Parcial ........................................................ 77Tabel 4.15. Hasil Uji Koefisien Determinasi ........................................................... 79PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ix
  • 12. 2 Oleh: Thaussie Nurvigia Dwi Prabowo Putri ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh rasio-rasio keuanganterhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia selama periode tahun 2004-2008. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebagai obyek perusahaanadalah perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), denganperiode penelitian tahun 2004 sampai 2008 sebanyak 19 perusahaan, sedangkan yangdijadikan obyek penelitian (sampel) yaitu sebanyak enam perusahaan. Teknikpenentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data diujimenggunakan analisis korelasi, analisis regresi berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel current ratio (CR), workingcapital to total assets (WCTA), debt to equity ratio (DER) dan profit margin (PM)secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba. Hasil ujiF menghasilkan Fhitung > Ftabel (2.869 > 2.759) dengan tingkat signifikansi 0.044 <0.05. Secara parsial, current ratio (CR) tidak berpengaruh secara signifikan dannegatif terhadap perubahan laba. Working capital to total assets (WCTA)berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap perubahan laba. Debt to equityratio (DER) tidak berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap perubahan laba.Profit margin (PM) berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap perubahanlaba.Kata Kunci: Perubahan Laba, Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, Profit Margin x
  • 13. BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Perusahaan dapat dikatakan sehat apabila perusahaan dapat bertahan dalam kondisi ekonomi apapun, yang terlihat dari kemampuannya dalam memenuhi kewajiban-kewajiban financial dan melaksanakan operasinya dengan stabil serta dapat menjaga kontinuitas perkembangan usahanya dari waktu ke waktu. Masyarakat luas pada dasarnya mengukur keberhasilan perusahaan berdasarkan kemampuan perusahaan yang terlihat dari kinerja manajemen. Kinerja suatu perusahaan merupakan hasil dari serangkaian proses dengan mengorbankan berbagai sumber daya. Adapun salah satu parameter kinerja tersebut adalah laba. Laba perusahaan diperlukan untuk kepentingan kelangsungan hidup perusahaan dan ketidakmampuan perusahaan dalam mendapatkan laba akan menyebabkan tersingkirnya perusahaan dari perekonomian. Untuk memperoleh laba, perusahaan harus melakukan kegiatan operasional yang didukung oleh adanya sumber daya. Laba (penghasilan bersih) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal (Juliana dan Sulardi, 2003). 1
  • 14. 2 Laporan laba-rugi, yang didalamnya tercantum laba atau rugi yangdialami oleh perusahaan merupakan salah satu laporan keuangan utamaperusahaan yang melaporkan hasil kegiatan dalam meraih keuntungan untukperiode waktu tertentu sedangkan neraca mencantumkan sumber dayaperusahaan. Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untukmemperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yangdicapai oleh perusahaan. Para pelaku bisnis dan pemerintah dalam pengambilankeputusan ekonomi membutuhkan informasi tentang kondisi dan kinerjakeuangan perusahaan. Dari laporan keuangan, perusahaan dapat memperolehinformasi tentang performance (kinerja) perusahaan, aliran kas perusahaan daninformasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan. Oleh karena itu,analisis laporan keuangan sangat diperlukan untuk memahami informasi laporankeuangan. Dalam menganalisis dan menilai kondisi keuangan perusahaan sertaprospek pertumbuhan labanya, ada beberapa teknik analisis yang dapatdigunakan. Salah satu alternatif untuk mengetahui apakah informasi keuanganyang dihasilkan dapat bermanfaat untuk memprediksi pertumbuhan laba,termasuk kondisi keuangan di masa depan adalah dengan melakukan analisisrasio keuangan. Analisis rasio adalah salah satu cara pemrosesan danpenginterprestasikan informasi akuntansi yang dinyatakan dalam artian relatifmaupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara angka yang satudengan angka yang lain dari suatu laporan keuangan (Suhardito dkk,2000).
  • 15. 3Rasio keuangan sering digunakan untuk mengukur kekuatan atau kelemahanyang dihadapi perusahaan di bidang keuangan yang pada dasarnya tidak hanyaberguna bagi kepentingan intern perusahaan, melainkan juga bagi pihakeksternal. Selain itu, rasio keuangan dapat dipakai sebagai sistem peringatanawal (early warning system) terhadap kemunduran kondisi keuangan dari suatuperusahaan. Dengan rasio keuangan, investor dapat dibimbing untuk membuatkeputusan atau perimbangan tentang apa yang akan dicapai oleh perusahaan danbagaimana prospek yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Seperangkat laporan keuangan utama belum dapat memberi manfaatmaksimal bagi pemakai sebelum pemakai menganalisis laporan keuangantersebut lebih lanjut dalam bentuk analisis laporan keuangan yang didalamnyatermasuk analisis terhadap rasio-rasio keuangan. Analisis laporan keuanganmencurahkan perhatian kepada penghitungan rasio agar dapat mengevaluasikeadaan financial masa lalu, sekarang, dan memproyeksikan hasil atau labayang akan datang. Analisis ini dilakukan dengan mengukur hubungan antaraunsur-unsur tersebut dari tahun ke tahun untuk mengetahui arahperkembangannya. Pesatnya perkembangan yang terjadi dalam penyusunan teori akuntansitelah mendorong dilakukannya studi-studi akuntansi yang menghubungkanrasio keuangan dengan fenomena-fenomena akuntansi tertentu, dengan harapanakan dapat ditemukan berbagai kegunaan objektif rasio keuangan. Salah satufenomena-fenomena akuntansi yang terjadi yaitu yang terjadi pada PT. Adira
  • 16. 4Dinamika Multifinance Tbk. Perusahaan tersebut merupakan salah satuperusahaan yang berpotensi meraih keuntungan ditengah minimnya likuiditas diindustri multifinance. Hal ini disebabkan karena PT. Adira mendapat sokongandana dari PT. Bank Danamon Tbk. Per Desember 2008 Bank menyuntik 89 %kebutuhan dana PT. Adira yang mencapai Rp 16,9 triliun. Suntikan diberikanmelalui fasilitas pembiayaan bersama, 99 % ditanggung Bank Danamon dan 1% ditanggung PT. Adira. Hal ini menguntungkan karena pendanaan BankDanamon tidak tercatat dalam akun utang PT. Adira dan ini menyebabkan rasioutang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) PT. Adira menjadi relatif kecil,tercatat 0,43 kali pada tahun 2008 dibandingkan dengan batasan maksimal 10kali. Dengan begitu, per 31 Desember 2008 PT. Adira hanya mencatat utangbank Rp 96 miliar dan utang obligasi Rp 750 miliar. Padahal, piutang PT. Adiradari aktivitas pembiayaannya Rp 17 triliun. Kekuatan prediksi rasio keuangan dalam memprediksi laba selama inimemang sangat berguna dalam menilai performance (kinerja) perusahaan dimasa mendatang. Kekuatan prediksi rasio keuangan ditemukan secara berbedaoleh beberapa peneliti. Peneliti yang mengatakan bahwa Current Ratioberpengaruh signifikan terhadap perubahan laba adalah Meriewaty dan Setyani(2005) dengan menggunakan sampel perusahaan di industri food and beveragesyang terdaftar di BEJ. Sedangkan peneliti yang mengatakan tidak berpengaruhadalah Juliana dan Sulardi (2003) dengan sampel perusahaan manufaktur yanggo public di BEJ, Takarini dan Ekawati (2003) yang menggunakan sampel
  • 17. 5perusahaan manufaktur di pasar modal Indonesia dan Hermanto (2007) dengansampel perusahaan go public di BEJ. Penelitian mengenai pengaruh Working Capital to Total Assets terhadapperubahan laba ditemukan oleh Warsidi dan Pramuka (2000) denganmenggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ dan olehTakarini dan Ekawati (2003). Sedangkan penelitian yang mengemukakanbahwa tidak adanya pengaruh antara Working Capital to Total Assets adalahpenelitian Meriewaty dan Setyani (2005). Penelitian Hermanto (2007) dan penelitian Suhardito dkk (2000) yangmenggunakan sampel perusahaan emiten dan industri perbankan di PT. BESmenunjukkan bahwa adanya pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap perubahanlaba. Sedangkan penelitian Juliana dan Sulardi (2003) menyatakan bahwa tidakada pengaruh antara Debt to Equity Ratio terhadap perubahan laba. Penelitian mengenai pengaruh Profit Margin terhadap perubahan labadilakukan oleh Takarini dan Ekawati (2003) dengan hasil yang menunjukkanadanya pengaruh diantara kedua variabel tersebut. Sedangkan yang mengatakantidak berpengaruh adalah penelitian Juliana dan Sulardi (2003). Dengan tidak konsistennya penelitian-penelitian yang telah dilakukantersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian lebih lanjuttemuan-temuan empiris mengenai rasio keuangan, khususnya yang menyangkutkegunaannya dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang.Jika rasio keuangan dapat dijadikan sebagai prediktor perubahan laba di masa
  • 18. 6yang akan datang, temuan ini tentu merupakan pengetahuan yang cukupberguna bagi para pemakai laporan keuangan yang secara real maupunpotensial berkepentingan dengan suatu perusahaan. Sebaliknya, jika rasiokeuangan ternyata tidak cukup signifikan dalam memprediksi perubahan laba dimasa yang akan datang, hasil penelitian ini akan memperkuat bukti tentanginkonsistensi temuan-temuan empiris sebelumnya. Penelitian ini mengacu kepada penelitian yang telah dilakukansebelumnya oleh Suhardito dkk (2000) dan Takarini dan Ekawati (2003).Perbedaan penelitian ini dibandingkan dengan yang dilakukan Suhardito (2000)dan Takarini dan Ekawati (2003) terletak pada rasio-rasio keuangan yangdianalisis didalam penelitian ini berjumlah 4, sedangkan jumlah rasio keuanganyang dianalisis Suhardito (2000) adalah sebanyak 11 dan Takarini dan Ekawati(2003) sebanyak 18 rasio keuangan. Perbedaan yang terakhir yaitu sampelpenelitian dan lamanya periode penelitian. Penelitian Suhardito (2000)menggunakan sampel pada emiten dan industri perbankan di Bursa EfekSurabaya selama empat tahun (1995-1998) dan sampel penelitian Takarini danEkawati (2003) adalah perusahaan manufaktur di Pasar Modal Indonesia selamaempat tahun (1997-2000). Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalahperusahaan otomotif di Bursa Efek Indonesia dan periode penelitian selamalima tahun (2004-2008). Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini berjudul ”PENGARUHRASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA
  • 19. 7 PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA”.1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, masalah yang diidentifikasi dalam penelitian ini terbatas pada: a. Apakah Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, dan Profit Margin secara simultan berpengaruh terhadap perubahan laba? b. Apakah Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, dan Profit Margin secara parsial berpengaruh terhadap perubahan laba?1.3. Tujuan Penelitian Sesuai dengan perumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Untuk menguji secara empiris pengaruh Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, Profit Margin terhadap perubahan laba secara simultan. b. Untuk menguji secara empiris pengaruh Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, Profit Margin terhadap perubahan laba secara parsial.
  • 20. 81.4. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah : a. Bagi Peneliti Dapat digunakan untuk lebih memperdalam pengetahuan mengenai kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba. b. Bagi Pemakai Laporan Keuangan Dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. c. Bagi Akademisi Dapat digunakan sebagai bahan literatur dan referensi dalam melakukan penelitian selanjutnya mengenai kegunaan prediktif rasio keuangan terhadap perubahan laba di masa yang akan datang.
  • 21. 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1. Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan analisis rasio keuangan yang berpengaruh dalam perubahan laba diantaranya dikutip dari beberapa sumber. Penelitian mengenai perubahan laba antara lain: a. Suhardito dkk (2000) melakukan penelitian tentang analisis kegunaan rasio- rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba. Variabel bebas (independent) yang digunakan berjumlah 11 rasio keuangan emiten dan 19 rasio keuangan industri perbankan. Sampel dari penelitian ini adalah 70 perusahaan emiten dan 13 industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Surabaya selama kurun waktu 1995-1998. Teknik analisis kuantitatif yang digunakan adalah teknik analisis regresi dengan metode pangkat dua terkecil biasa atau OLS (Ordinary Least Squares). Hasil dari penelitian adalah Capital Ratio, Primary Ratio, Gross Profit Margin, dan Return On Equity mampu memprediksikan perubahan laba pada industri perbankan. Sedangkan rasio-rasio keuangan emiten tidak mampu memprediksikan perubahan laba. b. Warsidi dan Pramuka (2000) yang menguji kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 54 perusahaan 9
  • 22. 10 manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1993-1997. Jumlah rasio keuangan yang dianalisis sebanyak 49 rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh rasio keuangan terbukti signifikan untuk digunakan sebagai prediktor laba satu tahun yang akan datang, lima rasio keuangan signifikan untuk digunakan sebagai prediktor laba dua tahun yang akan datang, dan untuk tiga tahun hanya dua rasio yang signifikan.c. Juliana dan Sulardi (2003) yang meneliti mengenai manfaat rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba, membuktikan bahwa secara serempak rasio keuangan mampu memprediksikan perubahan laba. Sementara secara parsial, hanya rasio gross profit margin dan operating profit margin yang mampu memprediksi perubahan laba. Sampel dari penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang menerbitkan laporan keuangan untuk tahun 1998-2000. Sampel yang digunakan sebanyak 52 perusahaan. Penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda (Multiple Regression Analysis). Variabel yang diuji dalam penelitian ini berjumlah tiga, yaitu perubahan laba sebagai variabel dependen, rasio keuangan (Curent Ratio, Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, Net Profit Margin, Debt to Equity, Inventory Turnover, Total Assets Turnover, Return on Investment, Return on Equity, dan Leverage Ratio) sebagai variabel independen, dan ukuran perusahaan sebagai variabel moderating.d. Takarini dan Ekawati (2003) melakukan penelitian tentang analisis rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba terhadap 42 perusahaan
  • 23. 11 manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1997-2000. Delapan belas (18) rasio keuangan digunakan sebagai variabel independen dalam penelitian ini. Logit model (Regression Logistic) merupakan metode analisis data penelitian. Hasil analisis data mengemukakan bahwa hasil penelitian untuk satu tahun ke depan menunjukkan rasio CLE (Current Liabilities to Equity), WCTA (Working Capital to Total Assets), ROE (Return on Eqiuty), dan NPM (Net Profit Margin). Untuk prediksi dua tahun ke depan, yaitu rasio NWS (Net Worth to Sales).e. Meriewaty dan Setyani (2005) melakukan penelitian tentang analisis rasio keuangan terhadap perubahan kinerja pada perusahaan. Sampel diambil dari perusahaan di industri food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dengan periode penelitian dari tahun 1999-2003. Jumlah perusahaan yang digunakan sebanyak 20 perusahaan. Model statistik digunakan dalam penelitian ini untuk menguji tingkat signifikan rasio keuangan terhadap perubahan kinerja. Variabel independen di penelitian ini berjumlah 14 rasio sedangkan variabel dependennya berjumlah dua yaitu Earning After Tax dan Operating Profit. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa rasio keuangan yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan kinerja (untuk EAT) adalah rasio Total Debt to Total Capital Assets, Total Assets Turnover, dan Return on Investment. Kemudian rasio keuangan yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan kinerja (untuk OP) adalah Current Ratio.
  • 24. 12 f. Hermanto (2007) meneliti pengaruh sistem informasi dan rasio keuangan terhadap perubahan laba. Peran sistem informasi dan sembilan rasio keuangan digunakan sebagai variabel independen. Sedangkan variabel dependennya adalah perubahan laba. Sampel penelitian ini untuk variabel peranan sistem informasi adalah manajer departemen sistem informasi serta non-sistem informasi, dan untuk variabel rasio keuangan adalah perusahaan go-public di Bursa Efek Jakarta periode tahun 1994-2003. Model pengujian yang digunakan adalah regresi berganda (Multiple Regression). Hasil dari penelitian tersebut adalah peranan sistem informasi dan rasio keuangan Cash to Total Debt, Total Debt to Total Equity, Equity to Earning Before Tax, Net Income to Equity, dan Sales to Fixed Asset berpengaruh terhadap perubahan laba setahun ke depan. Tabel 2.1 Matrix Penelitian TerdahuluNo. Nama Peneliti Variabel Hasil Penelitian 1. Suhardito dkk Variabel Independen: Hasil dari penelitian adalah (2000) Rasio keuangan emiten: Capital Ratio, Primary Ratio, CR, QR, cash ratio, debt Gross Profit Margin, dan ratio, DER, debt to Return On Equity mampu tangible net worth, memprediksikan perubahan operating cash flow per laba pada industri perbankan. total debt ratio, ROA, Sedangkan rasio-rasio keuangan ROAA, ROI, ROE emiten tidak mampu Rasio keuangan industri memprediksikan perubahan perbankan: laba. Investing policy ratio, QR, banking ratio, loan
  • 25. 13 to asset ratio, liquidity risk, cash ratio, allowance to total loan ratio, primary ratio, risk asset ratio, capital ratio, CAR I, CAR II, deposit risk ratio, GPM, NPM, ROE, gross yield on total assets, ROA, rate of return on loan Variabel Dependen: Perubahan Laba2. Warsidi dan Variabel Independen: Hasil penelitian menunjukkan Pramuka (2000) 49 Rasio keuangan bahwa tujuh rasio keuangan terbukti signifikan untuk Variabel Dependen: digunakan sebagai prediktor Perubahan Laba laba satu tahun yang akan datang, lima rasio keuangan signifikan untuk digunakan sebagai prediktor laba dua tahun yang akan datang, dan untuk tiga tahun hanya dua rasio yang signifikan.3. Juliana dan Variabel Independen: Hasil penelitian membuktikan Sulardi (2003) CR, GPM, OPM, NPM, bahwa secara serempak rasio DER, ITO, TATO, ROI, keuangan mampu ROE, dan Leverage memprediksikan perubahan Ratio laba. Sementara secara parsial, hanya rasio gross profit margin Variabel Dependen: dan operating profit margin Perubahan Laba yang mampu memprediksi perubahan laba.4. Takarini dan Variabel Independen: Hasil analisis data Ekawati (2003) TLTA, NWTLFA, CLI, mengemukakan bahwa hasil CLE, OITL, CR, QR, penelitian untuk satu tahun ke CFTL, CFCL, WCTA, depan menunjukkan rasio CLE STA, INWC, QAI, (Current Liabilities to Equity), NWS, NPM, ROA, WCTA (Working Capital to
  • 26. 14 ROE, dan RETA. Total Assets), ROE (Return on Eqiuty), dan NPM (Net Profit Variabel Dependen: Margin). Untuk prediksi dua Perubahan Laba tahun ke depan, yaitu rasio NWS (Net Worth to Sales).5. Meriewaty dan Variabel Independen: Hasil uji statistik menunjukkan Setyani (2005) CR, QR, WCTA, DER, bahwa rasio keuangan yang debt to total capital berpengaruh signifikan terhadap assets ratio, long term perubahan kinerja (untuk EAT) debt to equity ratio, adalah rasio Total Debt to Total TATO, ITO, average Capital Assets, Total Assets day’s inventory ratio, Turnover, dan Return on WCTO, GPM, NPM, Investment. Kemudian rasio ROI, dan ROE. keuangan yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan Variabel Dependen: kinerja (untuk OP) adalah EAT dan OP Current Ratio.6. Hermanto Variabel Independen: Hasil dari penelitian tersebut (2007) Peran sistem informasi, adalah peranan sistem informasi cash to total debt, dan rasio keuangan Cash to current asset to current Total Debt, Total Debt to Total liabilities, inventory to Equity, Equity to Earning sales, total debt to Before Tax, Net Income to equity, total assets to net Equity, dan Sales to Fixed Asset income, equity to EBIT, berpengaruh terhadap net income to equity, perubahan laba setahun ke sales to fixed assets, dan depan. sales to total assets. Variabel Dependen: Perubahan Laba
  • 27. 152.2. Landasan Teori2.2.1. Laporan Keuangan2.2.1.1. Pengertian laporan Keuangan Laporan keuangan diperoleh dari proses berjalannya sistem akuntansi. Akuntansi atau Accounting merupakan bahasa bisnis yang dapat memberikan informasi tentang kondisi bisnis dan hasil usaha pada suatu waktu atau periode tertentu. Laporan keuangan yang dihasilkan dari sistem atau proses akuntansi tidak dapat dibuat secara mudah, tetapi harus dibuat dan disusun sesuai dengan aturan atau standar yang berlaku. Hal ini perlu dilakukan agar laporan keuangan mudah dibaca dan dimengerti. Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan digunakan sebagai alat penguji dari pekerjaan pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji saja tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan agar pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengambil suatu keputusan. Dalam hal laporan keuangan, kewajiban setiap perusahaan adalah untuk membuat dan melaporkan keuangan perusahaannya pada suatu periode tertentu. Hal yang dilaporkan kemudian dianalisis untuk dapat diketahui kondisi dan posisi perusahaan terkini. Laporan keuangan juga menentukan langkah apa yang dilakukan perusahaan sekarang dan ke depan, dengan melihat berbagai persoalan yang ada baik kelemahan maupun kekuatan yang dimiliki perusahaan.
  • 28. 16 Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007:03:07) mendefinisikanlaporan keuangan sebagai berikut:”Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan.Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalamberbagai cara seperti, misalnya sebagai laporan arus kas atau laporan arusdana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakanbagian integral dari laporan keuangan.” Menurut Kasmir (2009:07), laporan keuangan adalah laporan yangmenunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatuperiode tertentu. Menurut Harahap (2006:105), laporan keuangan menggambarkankondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu ataujangka waktu. Menurut Juliana dan Sulardi (2003), laporan keuangan didefinisikansebagai berikut:”Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yangbertujuan untuk menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerjaserta perubahan posisi keuangan yang bermanfaat besar bagi pemakaidalam pengambilan keputusan.” Munawir (2004:02) mendefinisikan laporan keuangan sebagaiberikut:”Pada dasarnya laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yangdapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangandan aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingandengan data atau aktivitas perusahan tersebut.”
  • 29. 17 Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang berupa data keuangan dan aktivitas dari suatu perusahaan yang bertujuan untuk memberi gambaran mengenai kondisi keuangan, hasil usaha, serta kinerja perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.2.2.1.2. Tujuan Laporan Keuangan Secara umum, laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada periode tertentu. Laporan keuangan mampu memberikan informasi keuangan kepada pihak dalam dan luar perusahaan yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan. Ikatan Akuntan Indonesia No. 01 (2007:05:1.2) merumuskan tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepada manajemen. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi:
  • 30. 18a. Aktiva merupakan harta atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan, baik pada saat tertentu maupun periode tertentu.b. Kewajiban merupakan utang kepada pihak lain yang timbul karena memperoleh pinjaman (kredit) atau karena pembelian suatu barang atau jasa yang pembayarannya dilakukan secara angsuran.c. Ekuitas merupakan hak yang dimiliki oleh perusahaan.d. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian. Pendapatan merupakan hasil dari penjualan barang atau jasa yang dibebankan kepada langganan atau yang menerima jasa. Beban merupakan semua biaya yang telah dikenakan dan dapat dikurangkan pada penghasilan. Keuntungan dan kerugian adalah naiknya dan turunnya nilai ekuitas dari transaksi yang sifatnya insindentil dan bukan kegiatan utama entitas dan dari transaksi kejadian lainnya yang mempengaruhi entitas selama satu periode tertentu.e. Arus kas merupakan aliran penerimaan dan pengeluaran kas atau setara kas dari suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. Dengan memperoleh laporan keuangan, suatu perusahaan akan dapatmengetahui kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh. Laporankeuangan tidak hanya untuk dibaca tetapi juga untuk dimengerti dandipahami mengenai posisi keuangan perusahaan saat ini.
  • 31. 192.2.1.3. Pemakai Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun berdasarkan berbagai tujuan. Tujuan utamanya adalah untuk kepentingan pemilik dan manajemen perusahaan serta memberikan informasi kepada berbagai pihak yang sangat berkepentingan terhadap perusahaan. Hal ini berarti, pembuatan dan penyusunan laporan keuangan ditujukan untuk memenuhi kepentingan berbagai pihak, baik pihak intern maupun ekstern perusahaan. Pihak yang paling berkepentingan adalah pemilik usaha dan manajemen. Yang dimaksud dengan pihak luar adalah pihak yang mempunyai hubungan baik langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan. Masing-masing pihak memiliki kepentingan tersendiri tergantung dari sudut pandang. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan terdiri dari (Kasmir, 2009:18): a. Pemilik atau Pemegang Saham Pemilik adalah pihak yang memiliki usaha. Hal ini tercermin dari kepemilikan saham yang dimilikinya. Pemilik atau pemegang saham berkepentingan untuk melihat kondisi dan posisi perusahaan, untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan perusahaan dalam suatu periode serta menilai kinerja manajemen atas target yang telah ditetapkan.
  • 32. 20b. Manajemen Bagi pihak manajemen, laporan keuangan yang dibuat merupakan cermin kinerja dalam suatu periode tertentu. Nilai penting laporan keuangan bagi manajemen adalah alat untuk menilai dan mengevaluasi kinerja dalam pencapaian target dan tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu periode serta untuk melihat kemampuan manajemen mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki perusahaan.c. Kreditor Kreditor adalah pihak penyandang dana bagi perusahaan, seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Bagi perusahaan yang telah mendapat pinjaman, laporan keuangan dapat menyajikan informasi tentang penggunaan dana yang diberikan serta kondisi keuangan seperti likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas perusahaan. Bagi perusahaan calon debitur, laporan keuangan dapat menjadi sumber informasi untuk menilai kelayakan perusahaan untuk menerima kredit yang akan diberikan.d. Pemerintah Arti penting laporan keuangan bagi pihak pemerintah adalah untuk menilai kejujuran perusahaan dalam melaporkan seluruh keuangan perusahaan yang sesungguhnya dan untuk mengetahui kewajiban perusahaan terhadap negara termasuk jumlah pajak yang harus dibayar kepada negara.
  • 33. 21 e. Investor Investor adalah pihak yang akan menanamkan dana di suatu perusahaan. Dengan laporan keuangan, investor dapat melihat prospek atau keuntungan yang akan diperoleh (dividen) serta perkembangan nilai saham ke depan. Dengan begitu, investor dapat mengambil keputusan untuk membeli saham atau tidak.2.2.1.4. Jenis Laporan Keuangan Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan terdiri dari beberapa jenis tergantung dari maksud dan tujuan pembuatan laporan keuangan. Dalam prakteknya, perusahaan diharuskan untuk menyusun beberapa jenis laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, terutama untuk kepentingan diri sendiri maupun untuk kepentingan pihak lain. Laporan keuangan utama menurut IAI (2007:07:1.3) terdiri dari: a. Neraca Neraca atau disebut juga posisi keuangan menggambarkan posisi keuangan (harta, utang, dan modal) perusahaan dalam suatu tanggal tertentu. b. Laporan Laba-Rugi Laporan laba-rugi melaporkan seluruh hasil dan biaya untuk mendapatkan hasil dan laba (rugi) perusahaan selama suatu periode tertentu.
  • 34. 22 c. Laporan Perubahan Ekuitas Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki pada saat ini. Laporan ini akan dibuat apabila terjadi perubahan modal. d. Laporan Arus Kas Laporan arus kas melaporkan jumlah kas yang dihasilkan dan digunakan oleh perusahaan melalui tiga tipe aktivitas yaitu operasi, investasi, dan pendanaan. e. Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang memberikan informasi apabila terdapat laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu.2.2.2. Rasio Keuangan2.2.2.1. Pengertian Rasio Keuangan Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan financial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. Dengan analisis keuangan, dapat diketahui kekuatan serta kelemahan yang dimiliki oleh seorang Business Enterprises. Rasio dapat memberikan indikasi apakah perusahaan masih memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban financialnya, besarnya piutang yang cukup rasional, efisiensi manajemen
  • 35. 23 persediaan, perencanaan pengeluaran investasi yang baik, dan struktur modal yang sehat sehingga tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat dicapai. Menurut Harahap (2006:297), rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). Menurut Horne (Kasmir;2009:104), mendefinisikan rasio keuangan adalah sebagai berikut: “Rasio keuangan merupakan indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka yang lainnya dalam satu periode maupun beberapa periode.” Menurut Brigham dan Houston (2006:94), rasio keuangan dirancang untuk membantu dalam mengevaluasi suatu laporan keuangan. Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan adalah indeks yang mempunyai hubungan relevan dan signifikan antara dua angka dalam pos-pos laporan keuangan dengan membandingkan angka-angka tersebut dalam satu periode atau beberapa periode dalam rangka membantu mengevaluasi suatu laporan keuangan.2.2.2.2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan Untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan rasio keuangan dapat dilakukan dengan beberapa rasio keuangan. Setiap rasio keuangan memiliki tujuan, kegunaan, dan arti tertentu. Kemudian,
  • 36. 24setiap hasil rasio yang diukur diinterpretasikan sehingga menjadi berartibagi pengambilan keputusan. Menurut Kasmir (2009:127), jenis rasio keuangan terdiri darisebagai berikut:a. Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Jenis-jenis dari rasio likuiditas antara lain: 1) Rasio Lancar (Current Ratio) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. 2) Rasio Cepat (Quick Ratio) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan. 3) Rasio Kas (Cash Ratio) merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. 4) Rasio Perputaran Kas merupakan rasio yang mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan.
  • 37. 25 5) Inventory to Net Working Capital merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.b. Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Jenis-jenis rasio solvabilitas antara lain: 1) Debt Ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. 2) Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. 3) Long Term Debt to Equity Ratio merupakan rasio antara utang jangka panjang dengan modal sendiri. 4) Times Interest Earned merupakan rasio untuk mencari jumlah kali perolehan bunga. 5) Fixed Charge Coverage merupakan rasio yang dilakukan apabila perusahaan memperoleh utang jangka panjang atau menyewa aktiva berdasarkan kontrak sewa (lease contract).c. Rasio Aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan (penjualan, persediaan, penagihan piutang, dan lainnya) atau rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Jenis-jenis rasio aktivitas antara lain:
  • 38. 26 1) Perputaran Piutang merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini akan berputar dalam satu periode. 2) Perputaran Persediaan merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam persediaan ini berputar dalam suatu periode. 3) Perputaran Modal Kerja merupakan salah satu rasio untuk mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu. 4) Fixed Assets Turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode. 5) Total Assets Turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva.d. Rasio Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Jenis-jenis rasio profitabilitas antara lain: 1) Profit Margin on Sales merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan.
  • 39. 27 2) Return on Investment merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. 3) Return on Equity merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. 4) Laba Per Lembar Saham Biasa merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Berdasarkan jenis-jenis rasio keuangan diatas, terdapat tiga rasiokeuangan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu:a. Rasio Likuiditas Penyebab utama kejadian kekurangan dan ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya adalah akibat kelalaian manajemen perusahaan dalam menjalankan usahanya dan perusahaan yang tidak memiliki cukup dana untuk menutupi utang yang jatuh tempo. Kemudian, sebab lainnya adalah sebelumnya pihak manajemen perusahaan tidak menghitung rasio yang diberikan sehingga tidak mengetahui kondisi perusahaan yang dalam keadaan tidak mampu lagi karena nilai utangnya lebih tinggi dari aktiva lancarnya. Analisis keuangan yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk membayar utang atau kewajibannya dikenal dengan nama analisis rasio likuiditas.
  • 40. 28 Menurut Kasmir (2009:129), rasio likuiditas diartikan sebagaiberikut:“Rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuanperusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Fungsi rasiolikuiditas adalah untuk menunjukkan atau mengukur kemampuanperusahaan dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo, baikkewajiban kepada pihak luar perusahaan maupun didalam perusahaan.Rasio likuiditas atau sering disebut sebagai rasio modal kerja yangmerupakan rasio untuk mengukur seberapa likuidnya suatuperusahaan.” Jenis rasio likuiditas yang digunakan adalah sebagai berikut:1) Rasio Lancar (Current Ratio) Rasio lancar atau current ratio (CR) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Rasio lancar dapat dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan. Rumus untuk mencari rasio lancar atau current ratio dapat digunakan sebagai berikut: Current Assets Current Ratio = Current Liabilities Dari hasil pengukuran rasio, apabila rasio lancar rendah, dapat dikatakan bahwa perusahaan kurang modal untuk membayar utang. Namun, apabila hasil pengukuran rasio tinggi, kondisi
  • 41. 29 perusahaan belum dapat dikatakan baik, hal ini dapat terjadi karena tidak adanya penggunaan kas dengan sebaik mungkin.2) Working Capital to Total Assets Ratio Working capital to total assets ratio adalah ukuran bersih pada aktiva lancar perusahaan terhadap modal perusahaan. Modal kerja bersih adalah selisih antara aktiva lancar dikurangi hutang lancar. Karakteristik likuiditas benar-benar ditentukan secara jelas dikarenakan sebuah perusahaan yang mengalami kerugian operasi yang terus menerus akan menyusutkan aktiva lancar sehubungan dengan total aktiva. Diantara penilaian terhadap rasio likuiditas, rasio ini terbukti paling berharga. Rasio ini dapat juga digunakan sebagai alat diskriminan dalam menentukan suatu kebangkrutan. Working capital to total assets ratio (WCTA) merupakan likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja. Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung Working Capital to Total Assets Ratio adalah sebagai berikut: Current Assets - Current Liabilities Working Capital to Total Assets = Total Assets Rendahnya rasio working capital to total assets disebabkan karena suatu perusahaan yang mengalami kerugian operasional
  • 42. 30 secara terus menerus yang nantinya akan mengurangi aktiva lancar yang berkaitan dengan total aktiva.b. Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio) Untuk menjalankan operasinya setiap perusahaan memiliki berbagai kebutuhan, terutama yang berkaitan dengan dana agar perusahaan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dalam mendanai usahanya, perusahaan memiliki beberapa sumber dana. Sumber-sumber dana yang dapat diperoleh adalah pinjaman atau modal sendiri. Setiap sumber dana memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing. Oleh karena itu, dengan adanya kelebihan dan kekurangan masing-masing dana maka perlu disiasati agar dapat saling menunjang. Keputusan untuk memilih menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman harus digunakan beberapa perhitungan yang matang. Perhitungan tersebut dikenal dengan nama rasio solvabilitas. Menurut Kasmir (2009:151), rasio solvabilitas diartikan sebagai berikut: ”Rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Ini berarti besarnya jumlah utang yang digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan usahanya jika dibandingkan dengan menggunakan modal sendiri.” Rasio solvabilitas yang tinggi akan berdampak timbulnya resiko kerugian yang lebih besar, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa ada kesempatan untuk memperoleh laba yang besar. Sebaliknya, rasio
  • 43. 31 solvabilitas yang rendah akan mempunyai resiko kerugian lebih kecil dan mengakibatkan rendahnya tingkat hasil pengembalian (return) pada saat perekonomian tinggi. Rasio solvabilitas yang digunakan adalah Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Equity Ratio adalah rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan atau berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang. Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio ini adalah sebagai berikut: Total Liabilities Debt to Equity Ratio = Equity Semakin besar rasio akan semakin baik. Sebaliknya dengan rasio yang rendah, semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik dan semakin besar batas pengamanan bagi peminjam jika terjadi kerugian atau penyusutan terhadap nilai aktiva. Rasio ini memberikan petunjuk umum tentang kelayakan dan resiko keuangan perusahaan.c. Rasio Profitabilitas Tujuan akhir yang ingin dicapai perusahaan adalah memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal. Dengan memperoleh laba yang maksimal seperti yang telah ditargetkan, perusahaan dapat
  • 44. 32mensejahterahkan pemilik, karyawan, serta meningkatkan mutu produkdan melakukan investasi baru. Untuk mengukur tingkat keuntungansuatu perusahaan, digunakan rasio profitabilitas. Menurut Kasmir (2009:196), mengartikan rasio profitabilitassebagai berikut:”Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuanperusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini dapat jugamemberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan.Hal ini ditunjukkan oleh adanya laba yang dihasilkan dari penjualandan pendapatan investasi. Inti dari penggunaan rasio ini adalah untukmenunjukkan efisiensi perusahaan.” Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalahProfit Margin Ratio atau Rasio Margin Laba terhadap Penjualan. ProfitMargin Ratio (PM) adalah salah satu rasio yang digunakan untukmengukur margin laba atas penjualan. Rasio ini menunjukkanpendapatan bersih perusahaan atas penjualan. Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio ini adalahsebagai berikut: Earnings After Tax Profit Margin = Sales Semakin besar rasio ini maka semakin baik karena dianggapkemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi .
  • 45. 332.2.3. Laba2.2.3.1. Pengertian Laba Setiap perusahaan menginginkan laba atau sering disebut juga dengan keuntungan (profit). Laba diperlukan oleh perusahaan untuk dapat melangsungkan kehidupan perusahaan. Oleh karena itu, agar perusahaan dapat terus eksis didalam perekonomian maka diharapkan perusahaan akan mendapatkan laba. Menurut Wild et.al (2005:25) mendefinisikan laba sebagai berikut: “Laba (earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode yang bersangkutan. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan atau penurunan ekuitas sebelum distribusi kepada dan kontribusi dari pemegang ekuitas.” Menurut Warren et.al (2005:25), laba bersih atau keuntungan bersih (net income atau net profit) merupakan kelebihan pendapatan terhadap beban-beban yang terjadi. Menurut Soemarso (2005:230), laba adalah selisih lebih pendapatan atas beban sehubungan dengan kegiatan usaha. Menurut Juliana dan Sulardi (2003), laba didefinisikan sebagai berikut: “Laba (penghasilan bersih) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.”
  • 46. 34 Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa laba adalah perkiraan atas kenaikan (penurunan) ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal yang diakibatkan karena adanya kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode dalam bentuk pemasukan (pendapatan lebih besar dari beban) atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban.2.2.3.2. Pelaporan Laba Laba (earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode bersangkutan, sedangkan pos-pos dalam laporan laba-rugi merinci bagaimana laba diperoleh. Laporan laba-rugi menyediakan rincian pendapatan, beban, untung, dan rugi perusahaan untuk suatu periode waktu. Menurut Warren et.al (2005:25), menyatakan bahwa: “Laporan laba-rugi melaporkan pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu berdasarkan konsep penandingan. Konsep ini diterapkan dengan menandingkan beban dengan pendapatan yang dihasilkan selama periode terjadinya beban tersebut. Laporan laba-rugi juga melaporkan kelebihan pendapatan terhadap beban-beban yang terjadi yang disebut dengan laba bersih atau keuntungan bersih. Sebaliknya, jika beban melebihi pendapatan, maka disebut rugi bersih.” Menurut Wild et.al (2005:25), penentuan laba berdasarkan sebagai berikut: ”Laba ditentukan dengan menggunakan dasar akrual (accrual basis) dalam akuntansi. Dalam akuntansi akrual, pendapatan diakui saat perusahaan menjual barang atau menyerahkan jasa, terlepas dari saat diterimanya kas.
  • 47. 35 Demikian juga beban, pengakuannnya sama dengan pendapatan, terlepas dari pembayaran kas.” Berdasarkan beberapa pandangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penentuan laba adalah dengan cara menselisihkan antara pendapatan dengan beban sehubungan dengan kegiatan usaha. Oleh karena itu, kunci kelayakan penentuan laba atau rugi adalah menentukan jumlah pendapatan yang dihasilkan dan jumlah beban yang terjadi dalam periode yang bersangkutan.2.2.3.3. Tujuan Pelaporan Laba Pengukuran yang berbeda atas laba bersih perusahaan dapat berguna untuk tujuan berbeda, tetapi terdapat manfaat dari penerimaan umum laba bersih untuk tujuan pelaporan eksternal. Tujuan utama dari pelaporan laba adalah memberikan informasi yang berguna bagi mereka yang paling berkepentingan dalam laporan keuangan. Salah satu tujuan dasar yang paling penting untuk semua pemakai laporan keuangan adalah kebutuhan untuk membedakan antara modal yang diinvestasikan dan laba sebagai bagian dari proses deskriptif dari akuntansi. Tujuan pelaporan laba yang lebih spesifik mencakup (Hendriksen, 2000:331):
  • 48. 36a. Laba sebagai suatu Pengukur Efisiensi Operasi efisiensi dari sebuah perusahaan mempengaruhi baik aliran dividen saat ini maupun penggunaan modal yang diinvestasikan untuk memberikan aliran dividen masa depan. Pengukuran efisiensi perusahaan memberikan dasar untuk keputusan-keputusan. Jika modal yang digunakan oleh perusahaan konstan dari tahun ke tahun, angka laba berguna bagi pengukuran efisiensi perusahaan. Laba tahun berjalan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dan membuat sejumlah pertimbangan mengenai laba tahun depan dapat sesuai dengan sasaran yang layak. Tetapi, jika modal yang diinvestasikan berubah dari tahun ke tahun, laba harus dipertimbangkan dengan beberapa besaran yang berubah, seperti modal yang diinvestasikan atau total pendapatan.b. Laba sebagai Alat Peramal Laba masa depan diharapakan oleh banyak investor sebagai faktor utama dalam meramalkan distribusi dividen masa depan dan perkiraan dividen merupakan faktor yang penting dalam menentukan nilai berjalan dari lembar-lembar saham atau dari perusahaan secara keseluruhan. Pemegang obligasi dan kreditor jangka pendek juga berkepentingan dalam laba masa depan. Semakin besar harapan laba bagi perusahaan maka semakin besar penerapan bahwa kreditor akan
  • 49. 37 menerima imbalan tahunan dan semakin besar penerapan bahwa kreditor akan menerima pembayaran pokok pada saat utang jatuh tempo. c. Laba sebagai Pengambilan Keputusan Manajerial Laba digunakan oleh manajemen untuk tujuan keputusan dan pengendalian. Dalam hal ini manajemen harus memastikan bahwa sifat arbitrer dari alokasi dan penandingan diminimalisasikan atau dinetralkan. Netralisasi hanya dicapai jika keputusan-keputusan tidak dipengaruhi oleh prosedur alokasi dan penandingan yang diterapkan dalam pengukuran laba.2.2.4. Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba2.2.4.1. Pengaruh Current Ratio terhadap Perubahan Laba Current Ratio menunjukkan sejauh mana aktiva lancar memenuhi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rasio lancar dapat dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan. Apabila rasio lancar rendah, dapat dikatakan bahwa perusahaan kurang modal untuk membayar hutang. Namun, apabila hasil pengukuran rasio tinggi, belum dikatakan bahwa kondisi perusahaan sedang baik dan belum menjamin akan dapat dibayarnya utang perusahaan yang sudah jatuh tempo karena proporsi atau distribusi dari aktiva lancar yang tidak menguntungkan
  • 50. 38(Munawir,2004). Informasi ini dapat mempengaruhi kepercayaan parakreditur jangka pendek dalam memberikan pinjamannya kepada perusahaanyang digunakan untuk membiayai kegiatan usahanya untuk menghasilkanlaba. Pengaruh current ratio terhadap perubahan laba adalah semakintinggi nilai current ratio maka laba bersih yang dihasilkan perusahaansemakin rendah, karena rasio lancar yang tinggi menunjukkan adanyakelebihan aktiva lancar yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan.Dari segi profitabilitas, nilai current ratio yang tinggi belum tentu baikwalaupun dari segi likuiditas menunjukkan resiko yang rendah. Dalampenelitian sebelumnya ada beberapa peneliti yang menggunakan currentratio dalam pengaruhnya terhadap perubahan laba yaitu Meriewaty danSetyani (2005) menguji analisis rasio keuangan terhadap perubahan kinerja.Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa current ratiomempunyai kemampuan signifikan dan berpengaruh positif terhadap kinerjaperusahaan yang diukur dari operating profit-nya. Dengan adanya pengaruh yang signifikan dan positif antara currentratio dengan perubahan laba diasumsikan bahwa current ratio mempunyaipengaruh terhadap perubahan laba yang akan datang.
  • 51. 392.2.4.2. Pengaruh Working Capital to Total Assets terhadap Perubahan Laba Working capital to total assets menunjukkan hubungan antara total aktiva dengan modal kerja dan menunjukkan jumlah modal kerja yang dapat diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah total aktiva. Working capital to total assets yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan modal kerja yang mungkin disebabkan rendahnya turnover persediaan, piutang atau adanya saldo kas yang terlalu besar. Menurut Altman yang dikutip oleh Takarini dan Ekawati (2003) yang mengatakan bahwa suatu perusahaan yang mengalami kerugian operasional secara terus menerus akan mengurangi aktiva lancar yang berkaitan dengan total aktiva, akan menyebabkan rendahnya rasio working capital to total assets. Selain itu, Takarini dan Ekawati (2003) menunjukkan bahwa semakin tinggi rasio suatu perusahaan maka probabilitas perusahaan dikategorikan sebagai perusahaan yang profitable. Penelitian yang dilakukan oleh Takarini dan Ekawati (2003) yang menguji analisis rasio working capital to total assets dalam memprediksi perubahan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio working capital to total assets mempunyai kemampuan yang signifikan dalam memprediksi perubahan laba dan mempunyai pengaruh yang positif dengan perubahan laba. Penelitian lain yang mendukung hasil penelitian tersebut adalah penelitian yang dilakukan oleh Warsidi dan Pramuka (2000) yang
  • 52. 40 mengevaluasi kegunaan rasio working capital to total assets dalam memprediksi perubahan laba. Penelitian ini menujukkan bahwa rasio working capital to total assets mampu memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan dating dan mempunyai pengaruh yang positif. Berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya maka dapat diasumsikan bahwa rasio working capital to total assets mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap perubahan laba.2.2.4.3. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Perubahan Laba Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan. Bagi perusahaan, semakin besar rasio akan semakin baik. Sebaliknya, dengan rasio yang rendah maka akan semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik dan semakin besar batas pengamanan bagi peminjam jika terjadi kerugian atau penyusutan terhadap nilai aktiva (Kasmir, 2009). Debt to equity ratio mempunyai dampak yang buruk, karena tingkat hutang yang semakin tinggi berarti beban bunga akan semakin besar dan ini menunjukkan keuntungan berkurang. Makin tinggi debt to equity ratio, makin besar financial leverage dan makin besar proporsi dana kreditor yang digunakan untuk menghasilkan laba.
  • 53. 41 Pengaruh rasio debt to equity ratio terhadap perubahan laba telah diteliti oleh Hermanto (2007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh signifikan dan positif terhadap perubahan laba. Penelitian lain yang mendukung hasil penelitian tersebut adalah penelitian Suhardito dkk (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh siginfikan dan negatif terhadap perubahan laba. Berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya maka dapat diasumsikan bahwa debt to equity ratio mempunyai pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap perubahan laba.2.2.4.4. Pengaruh Profit Margin terhadap Perubahan Laba Profit margin menunjukkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini juga bisa diinterpretasikan sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya (ukuran efisiensi) di perusahaan pada periode tertentu. Semakin besar rasio ini maka semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi (Harahap, 2006). Perusahaan yang sehat seharusnya memiliki profit margin positif yang menandakan bahwa perusahaan tersebut menghasilkan laba bersih. Pengaruh rasio profit margin terhadap perubahan laba perusahaan adalah semakin tinggi nilai rasio ini maka laba bersih yang dihasilkan juga
  • 54. 42 akan semakin meningkat karena penjualan bertambah lebih besar daripada biaya usahanya. Takarini dan Ekawati (2003) melakukan analisis rasio profit margin dalam memprediksi perubahan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio profit margin mampu untuk digunakan dalam memprediksi perubahan laba dan berpengaruh positif. Dengan adanya hasil penelitian tersebut, maka telah diuji dan dibuktikan bahwa rasio profit margin mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba.2.3. Kerangka Pemikiran Dalam penelitian ini akan diteliti mengenai hubungan antara rasio-rasio keuangan dan laba. Dari penelitian-penelitian sebelumnya dan teori yang cukup kuat diterima bahwa rasio-rasio keuangan mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba. Rasio-rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat rasio, yaitu current ratio, working capital to total assets, debt to equity ratio, dan profit margin.
  • 55. 43 Gambar 2.1 Diagram Kerangka Pemikiran RASIO KEUANGAN RASIO LIKUIDITAS CR (X1) WCTA (X2) RASIO SOLVABILITAS PERUBAHAN DER (X3) LABA (Y) RASIO PROFITABILITAS PM (X4) UJI REGRESI BERGANDA2.4. Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan pada bagian terdahulu maka hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, dan Profit Margin secara simultan berpengaruh terhadap perubahan laba. H2: Current Ratio berpengaruh terhadap perubahan laba. H3: Working Capital to Total Assets berpengaruh terhadap perubahan laba. H4: Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap perubahan laba. H5: Profit Margin berpengaruh terhadap perubahan laba.
  • 56. 44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel3.1.1. Definisi Operasional Definisi operasional diperlukan agar konsep yang digunakan dapat diukur secara empiris serta menghindari terjadi kesalahan penafsiran yang berbeda. Definisi operasional dari variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Variabel Independen (X) 1) Current Ratio (X1) adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. 2) Working Capital to Total Assets (X2) adalah rasio yang mengindikasikan likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja. 3) Debt to Equity Ratio (X3) adalah rasio untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan. 4) Profit Margin (X4) adalah rasio yang menunjukkan pendapatan bersih atas penjualan sebagai ukuran keuntungan. 44
  • 57. 45 b. Variabel Dependen (Y) 1) Perubahan Laba adalah kenaikan atau penurunan atas laba yang dihasilkan perusahaan yang terjadi dalam suatu periode dengan periode lainnya.3.1.2. Pengukuran Variabel Dalam penelitian ini, pengukuran variabel-variabel yang digunakan dapat dijelaskan sebagai berikut: a. CR (Current Ratio) yang membandingkan aktiva lancar dengan utang lancar. Skala yang digunakan adalah skala rasio dengan menggunakan satuan persen. Current Assets Current Ratio = Current Liabilities b. WCTA (Working Capital to Total Assets) yang membandingkan modal kerja bersih dengan total aktiva. Dimana modal kerja bersih diperoleh dari selisih antara aktiva lancar dengan utang lancar. Skala yang digunakan adalah skala rasio dengan menggunakan satuan persen. Current Assets - Current Liabilities Working Capital to Total Assets = Total Assets c. DER (Debt to Equity Ratio) yang membandingkan total utang dengan ekuitas. Skala yang digunakan adalah skala rasio dengan menggunakan satuan persen.
  • 58. 46 Total Liabilities Debt to Equity Ratio = Equity d. PM (Profit Margin) yang membandingkan laba bersih dengan penjualan. Skala yang digunakan adalah skala rasio dengan menggunakan satuan persen. Earnings After Tax Profit Margin = Sales e. Perubahan Laba (Y) yang merupakan selisih laba tahun yang diteliti dengan laba tahun sebelumnya yang kemudian dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya. Skala yang digunakan adalah skala rasio dengan menggunakan satuan persen. (Yit − Yit −1 ) ∆Y = it Y it - 1 Dimana: ∆ Y = Perubahan Laba it Y = Laba Bersih tahun yang diteliti it Yit −1 = Laba Bersih tahun sebelumnya3.2. Teknik Penentuan Sampel Penentuan sampel yang akan dipilih ditetapkan berdasarkan kriteria- kriteria berikut ini:
  • 59. 47a. Populasi Populasi yang menjadi obyek penelitian ini adalah perusahaan yang tergolong dalam kelompok otomotif dan komponennya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama lima periode yaitu tahun 2004-2008. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 19 perusahaan.b. Sampel Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Purposive sampling yaitu teknik yang digunakan dalam penentuan sampel yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan berdasarkan pertimbangan tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 perusahaan. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Perusahaan yang tergolong dalam kelompok otomotif dan komponennya yang terdaftar secara berturut-turut di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian yaitu tahun 2004-2008 sebanyak 19 perusahaan. 2) Perusahaan telah mempublikasikan laporan keuangan per 31 Desember untuk tahun 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008 sebanyak 15 perusahaan. 3) Selama periode penelitian, perusahaan tidak mengalami rugi mulai tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 sebanyak 6 perusahaan.
  • 60. 483.3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan adalah dengan cara sebagai berikut: a. Jenis Data Data yang diperlukan untuk mendukung penelitian ini merupakan data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumber utama (perusahaan) yang dijadikan objek penelitian. Data tersebut berupa laporan keuangan (annually report) perusahaan-perusahaan yang tergolong dalam kelompok otomotif dan komponennya selama lima periode yaitu tahun 2004-2008. b. Sumber Data Sumber data yang diperoleh untuk penelitian ini yaitu diperoleh melalui situs homepage Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id. c. Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara sebagai berikut: 1) Penelitian Kepustakaan (Library Research) Penelitian dengan cara membaca dan mempelajari literatur seperti buku- buku, jurnal, koran, dan berbagai macam sumber tertulis lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. 2) Teknik Observasi Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder sehingga prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi
  • 61. 49 terhadap laporan keuangan, yang disediakan oleh perusahaan itu sendiri yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia.3.4. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis Dalam melakukan analisis dan uji hipotesis, prosedur yang dilakukan dibantu dengan menggunakan program komputer yaitu SPSS 16.0 for Windows dan Microsoft Excel 2007.3.4.1. Teknik Analisis Teknik analisis yang digunakan dalam melakukan pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh CR, WCTA, DER, dan PM sebagai variabel bebas (independent variabel) terhadap perubahan laba sebagai variabel terikat (dependent variabel). Pembuktian terhadap hipotesis pada penelitian ini menggunakan model regresi berganda dengan empat variabel bebas sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Dimana: Y = Variabel Perubahan Laba a = Konstanta b1, b2, b3, b4 = Koefisien regresi X1 = Variabel CR
  • 62. 50 X2 = Variabel WCTA X3 = Variabel DER X4 = Variabel PM e = Error Term Sebelum melakukan uji hipotesis, sesuai dengan ketentuan bahwadalam uji regresi linier berganda harus dilakukan uji asumsi klasik terlebihdahulu agar penelitian tidak bias dan untuk menguji kesalahan model regresiyang digunakan dalam penelitian. Pengujian asumsi klasik yang dilakukanyaitu:a. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah antar variabel independen mengandung korelasi atau tidak. Hasil pengujian multikolinieritas dapat dilihat berdasarkan nilai Variance Inflation Factor (VIF). Dasar pengambilan keputusan: 1) VIF > 10 Antar variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) terjadi korelasi/multikolinieritas. 2) VIF < 10 Antar variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) tidak terjadi korelasi/multikolinieritas.
  • 63. 51b. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Dasar pengambilan keputusan: 1) Probabilitas > 0.05 Bebas dari heteroskedastisitas. 2) Probabilitas < 0.05 Terkena heteroskedastisitas.c. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah terjadi korelasi antar anggota sampel yang diurutkan berdasarkan waktu. Konsekuensi dari adanya autokorelasi dalam model regresi adalah varian sampel tidak dapat menggambarkan varian populasinya. Diagnosa adanya autokorelasi dilakukan melalui pengujian terhadap nilai uji Durbin Watson (uji DW). Dasar pengambilan keputusan: 1) DW < 1.21 Terjadi autokorelasi. 2) 1.21 < DW < 1.65 Tidak dapat tersimpulkan. 3) 1.65 < DW < 2.35 Tidak terjadi autokorelasi. 4) 2.35 < DW < 2.79 Tidak dapat tersimpulkan. 5) DW > 2.79 Terjadi autokorelasi.
  • 64. 523.4.2. Uji Hipotesis Pengujian terhadap model regresi berganda pada penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pengujian menyeluruh atau simultan (uji F), pengujian individu atau parsial (uji t), dan uji koefisien determinasi (R2). a. Pengujian Menyeluruh atau Simultan (Uji F) Untuk mengetahui bahwa variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). Formulasi hipotesis: 1) H0 : β1 = β2 = β3 = β4 = 0 Variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). 2) H0 : β1 = β2 = β3 = β4 ≠ 0 Variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). Dasar pengambilan keputusan: 1) - Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima. - Jika Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak. 2) Berdasarkan nilai probabilitas (signifikansi) dasar pengambilan keputusannya adalah:
  • 65. 53 a) Jika probabilitas > 0.05 maka H0 diterima. b) Jika probabilitas < 0.05 maka H0 ditolak.b. Pengujian Individu atau Parsial (Uji t) Untuk mengetahui bahwa variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). Formulasi hipotesis: 1) Variabel CR mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β1 = 0 CR tidak terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β1 ≠ 0 CR terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. 2) Variabel WCTA mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β2 = 0 WCTA tidak terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β2 ≠ 0 WCTA terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. 3) Variabel DER mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β3 = 0 DER tidak terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β3 ≠ 0 DER terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. 4) Variabel PM mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β4 = 0 PM tidak terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β4 ≠ 0 PM terdapat pengaruh terhadap perubahan laba.
  • 66. 54 Dasar pengambilan keputusan: 1) - Jika thitung < ttabel atau –thitung > -ttabel, maka H0 diterima. - Jika thitung > ttabel atau –thitung < -ttabel, maka H0 ditolak. 2) Berdasarkan nilai probabilitas (signifikansi) dasar pengambilan keputusannya adalah: a) Jika probabilitas > 0.05 maka H0 diterima. b) Jika probabilitas < 0.05 maka H0 ditolak.c. Uji Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi (R2) berguna untuk mengukur seberapa besar peranan variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara bersama-sama menjelaskan perubahan yang terjadi pada variabel dependen (perubahan laba).
  • 67. 55 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN4.1. Deskripsi Obyek Penelitian Obyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang tergolong dalam kelompok Otomotif dan Komponennya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2004-2008 (5 tahun). Berikut nama-nama perusahaan yang menjadi obyek dalam penelitian ini: Tabel 4.1 Nama-Nama Perusahaan Yang Menjadi Obyek Penelitian No. Nama Perusahaan Kode 1. Astra International Tbk. ASII 2. Indo Kordsa (Branta Mulia) Tbk. BRAM 3. Hexindo Adiperkasa Tbk. HEXA 4. Intraco Penta Tbk. INTA 5. Selamat Sempurna Tbk. SMSM 6. United Tractors Tbk. UNTR Sumber: www.idx.co.id Adapun perusahaan-perusahaan yang dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan peneliti dengan menggunakan metode purposive sampling. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: 2) Perusahaan yang tergolong dalam kelompok otomotif dan komponennya yang terdaftar secara berturut-turut di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian yaitu tahun 2004-2008. 55
  • 68. 56 3) Perusahaan telah mempublikasikan laporan keuangan per 31 Desember untuk tahun 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008. 4) Selama periode penelitian, perusahaan tidak mengalami rugi mulai tahun 2004 sampai dengan tahun 2008.4.2. Deskripsi Hasil Penelitian Data penelitian ini didasarkan pada laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi setiap perusahaan. Dalam penelitian ini perubahan laba merupakan variabel dependen, sedangkan rasio-rasio keuangan yang digunakan sebagai variabel independen adalah Current Ratio (CR), Working Capital to Total Assets (WCTA), Debt to Equity Ratio (DER), Profit Margin (PM).4.2.1. Current Ratio Current ratio dalam penelitian ini adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dalam hal ini, current ratio diukur dengan membandingkan aktiva lancar dengan utang lancar. Besarnya current ratio pada 6 sampel perusahaan otomotif adalah sebagai berikut:
  • 69. 57 Tabel 4.2 Current Ratio Current Ratio No. Perusahaan (Dalam %) 2004 2005 2006 2007 2008 1. Astra International 106.04 73.73 78.38 91.24 132.17 Tbk. 2. Indo Kordsa (Branta 270.07 285.88 393.43 497.61 219.28 Mulia) Tbk. 3. Hexindo Adiperkasa 177.82 132.08 111.12 115.24 140.37 Tbk. 4. Intraco Penta Tbk. 220.87 202.07 337.44 256.63 214.90 5. Selamat Sempurna 183.24 196.13 198.87 170.92 181.79 Tbk. 6. United Tractors Tbk. 184.08 155.41 134.11 133.94 163.62Sumber: Ikhtisar Keuangan Perusahaan (diolah) Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa nilai Current Ratio (CR)tahun 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008. Nilai CR tertinggi untuk tahun 2004,2005, 2006, 2007, dan 2008 secara berturut-turut yaitu PT. Indo Kordsa(Branta Mulia) Tbk (270,07%; 285,88%; 393,43%; 497,61%; 219,28%) dannilai CR terendah secara berturut-turut yaitu PT. Astra International Tbk(106,04%; 73,73%; 78,38%; 91,24%; 132,17%). Dalam tabel 4.2 diatas, dapat dilihat bahwa current ratio (CR) masing-masing perusahaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan maupunpenurunan. Peningkatan dapat disebabkan karena adanya peningkatan dariaktiva lancarnya baik itu adanya penambahan kas yang dapat diperoleh karenabertambahnya penjualan secara tunai ataupun karena pelunasan piutang,peningkatan piutang karena belum tertagih, dan peningkatan persediaan
  • 70. 58karena masih terdapat persediaan yang tersimpan di gudang. Selain itu bisadikarenakan adanya penurunan dari utang lancarnya yang disebabkan karenaperusahaan telah melunasi kewajiban lancarnya. Dampak dari tingginya rasioini akan menghasilkan laba yang rendah. Sedangkan penurunan rasio ini dapat disebabkan karena adanyapenurunan aktiva lancar dan peningkatan utang lancar. Penurunan aktivalancar bisa disebabkan karena adanya pengurangan kas yang digunakan untukmembayar utang ataupun membeli bahan baku, pelunasan piutang, danberkurangnya jumlah persediaan yang tersimpan di gudang. Sedangkanpeningkatan utang lancar disebabkan karena perusahaan memperolehtambahan dana dari pihak kreditor ataupun perusahaan belum melunasikewajiban lancarnya. Dampak dari rendahnya rasio ini akan menghasulkanlaba yang tinggi. Dari tabel diatas, dapat dilihat PT. Indo Kordsa (Branta Mulia) Tbkmemiliki nilai CR yang tinggi selama lima tahun. Dengan nilai CR tersebutdapat dilihat dalam tabel 4.5, PT. Indo Kordsa (Branta Mulia) Tbkmenghasilkan profit margin (PM) yang rendah. Sedangkan PT. AstraInternational Tbk menghasilkan CR yang rendah selama lima tahun tetapidlam tabel 4.5 PT. Astra International Tbk menghasilkan PM yang tinggi.
  • 71. 594.2.2. Working Capital to Total Assets Working capital to total assets adalah rasio yang mengindikasikan likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja. Working capital to total assets dalam penelitian ini diukur dengan membandingkan modal kerja bersih terhadap total aktiva. Dimana modal kerja bersih merupakan selisih antara aktiva lancar dengan utang lancar. Besarnya working capital to total assets pada 6 sampel perusahaan Otomotif adalah sebagai berikut: Tabel 4.3 Working Capital to Total Assets Working Capital to Total Assets No. Perusahaan (Dalam %) 2004 2005 2006 2007 2008 1. Astra International 2.00 -9.41 -7.49 -2.94 10.71 Tbk. 2. Indo Kordsa (Branta 32.61 36.64 40.84 46.86 31.81 Mulia) Tbk. 3. Hexindo Adiperkasa 35.55 19.05 6.46 9.77 24.96 Tbk. 4. Intraco Penta Tbk. 48.41 45.67 59.43 54.61 47.44 5. Selamat Sempurna 27.64 28.55 28.63 23.74 26.87 Tbk. 6. United Tractors Tbk. 25.42 18.79 12.22 13.71 21.93 Sumber: Ikhtisar Keuangan Perusahaan (diolah) Berdasarkan tabel 4.3 dapat dilihat nilai Working Capital to Total Assets (WCTA) tahun 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008 dengan nilai WCTA tertinggi berturut-turut PT. Intraco Penta Tbk (48,41%; 45,67%; 59,43%;
  • 72. 6054,61%; 47,44%) dan nilai WCTA terendah berturut-turut PT. AstraInternational Tbk (2%; -9,41%; -7,49%; -2,94%; 10,71%). Dalam tabel 4.3 diatas, terlihat bahwa PT. Astra International Tbkdalam beberapa tahun menghasilkan nilai WCTA negatif (-). Hal inimenunjukkan bahwa dalam tahun tersebut perusahaan tidak dapatmenjalankan opersional perusahaan yang baik. Nilai negatif tersebutdisebabkan karena tingginya nilai utang lancar perusahaan. Tetapi dalamkondisi demikian, PT. Astra International Tbk masih menghasilkan nilai profitmargin (PM) yang tinggi. Hal ini dapat disebabkan kemungkinan perusahaanmasih dapat memperoleh bahan baku dari pihak supplier secara kredit.Supplier ini merupakan langganan PT. Astra International Tbk. Selain ituperusahaan memberikan kepercayaan yang tinggi kepada supplier dalam halpelunasan bahan baku dan perusahaan telah memiliki nama sehinggakepercayaan yang diberikan semakin kuat. Rendahnya rasio ini akan berakibat dalam tingginya laba yangdihasilkan. Sedangkan tingginya rasio ini akan menghasilkan laba yangrendah. Ini dapat dilihat dari PT. Intraco Penta Tbk yang menghasilkanWCTA yang tinggi selama lima tahun. Tetapi dalam tabel 4.5, PT. IntracoPenta Tbk menghasilkan profit margin (PM) yang rendah. Sedangkan PT.Astra International Tbk menghasilkan WCTA yang rendah selama lima tahuntetapi dalam tabel 4.5 laba yang dihasilkan PT. Astra International Tbk tinggi.
  • 73. 614.2.3. Debt to Equity Ratio Debt to equity ratio dalam penelitian ini adalah rasio untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan. Dalam hal ini, debt to equity ratio diukur dengan membandingkan total utang dengan ekuitas. Besarnya debt to equity ratio pada 6 sampel perusahaan otomotif adalah sebagai berikut: Tabel 4.4 Debt to Equity Ratio Debt to Equity Ratio No. Perusahaan (Dalam %) 2004 2005 2006 2007 2008 1. Astra International 127.52 180.84 140.77 116.87 121.41 Tbk. 2. Indo Kordsa (Branta 118.07 86.63 61.00 48.36 48.11 Mulia) Tbk. 3. Hexindo Adiperkasa 124.69 210.22 248.46 263.41 200.16 Tbk. 4. Intraco Penta Tbk. 472.60 179.81 167.84 169.87 246.06 5. Selamat Sempurna 71.38 55.32 53.13 65.65 62.48 Tbk. 6. United Tractors Tbk. 116.94 157.97 143.80 125.87 104.61 Sumber: Ikhtisar Keuangan Perusahaan (diolah) Dari tabel 4.4 dapat dilihat bahwa nilai Debt to Equity Ratio (DER) tertinggi untuk tahun 2004 yaitu DER PT. Intraco Penta Tbk (472,60%) dan nilai Debt to Equity Ratio (DER) yang rendah yaitu PT. Selamat Sempurna Tbk (71,38%). Sedangkan untuk tahun 2005 dan 2006 nilai DER yang tinggi yaitu PT. Hexindo Adiperkasa Tbk (210,22% dan 248,46%) dan DER yang
  • 74. 62rendah yaitu PT. Selamat Sempurna Tbk (55,32% dan 53,13%). Untuk tahun2007, nilai DER yang tinggi yaitu PT. Hexindo Adiperkasa Tbk (263,41%)dan nilai yang rendah yaitu PT. Indo Kordsa (Branta Mulia) Tbk (48,36%).Tahun 2008, nilai DER tertinggi yaitu PT. Intraco Penta Tbk (246,06%) dannilai DER terendah (48,11%) yaitu PT. Indo Kordsa (Branta Mulia) Tbk. Dalam tabel 4.4 diatas, dapat dilihat bahwa debt to equity ratio (DER)masing-masing perusahaan mengalami peningkatan ataupun penurunan.Peningkatan rasio ini dapat desebabkan karena tingginya total utang yangdimiliki oleh perusahaan dan rendahnya jumlah modal (ekiutas) perusahaan.Total utang yang tinggi dapat disebabkan karena perusahaan memperolehpenambahan dana dari pihak kreditor atau perusahaan melakukan pelunasanatas utang lancarnya. Sedangkan penurunan rasio ini dapat disebabkan karenaadanya jumlah total utang yang rendah atau jumlah modal (ekuitas) yangtinggi. Jumlah total utang yang rendah diindikasikan oleh adanya pelunasandari utang lancarnya. Dampak dari tingginya rasio ini akan menghasilkan laba yang rendahdan sebaliknya rendahnya rasio ini akan menghasilkan laba yang tinggi. Halini dapat dilihat dari tabel diatas, PT. Hexindo Adiperkasa Tbk dan PT.Intraco Penta Tbk menghasilkan nilai DER yang tinggi. Kemudian dapatdilihat dalam tabel 4.5 bahwa dua perusahaan tersebut menghasilkan profitmargin (PM) yang rendah walaupun dalam tahun 2004, 2005, dan 2008 untukPT. Hexindo Adiperkasa Tbk nilai PM-nya tinggi. Hal ini dapat disebabkan
  • 75. 63 karena adanya tingginya tingkat penjualan (pendapatan) perusahaan tersebut. Sehingga beban utang yang tinggi masih dapat tertutupi oleh jumlah pendapatan yang diperoleh perusahaan untuk tahun-tahun tersebut. Untuk PT. Selamat Sempurna Tbk dan PT. Indo Kordsa (Branta Mulia) Tbk nilai DER yang dihasilkan rendah. Dalam tabel 4.5, nilai PM yang dihasilkan adalah tinggi hanya untuk PT. Selamat Sempurna Tbk. Sedangkan PM yang dihasilkan PT. Indo Kordsa (Branta Mulia) Tbk adalah rendah. Ini dapat disebabkan adanya tingkat pendapatan yang rendah yang diperoleh perusahaan. Selain itu, dalam tabel 4.2 CR perusahaan ini tinggi. Ini berarti aktiva lancar perusahaan ini tinggi. Kemungkinan jumlah persediaan yang tersimpan tinggi sehingga menambah jumlah beban perusahaan yaitu beban pemeliharaan dan perawatan. Sehingga pendapatan yang diperoleh tidak mampu menutupi beban yang ada.4.2.4. Profit Margin Profit margin adalah rasio yang menunjukkan pendapatan bersih atas penjualan sebagai ukuran keuntungan. Profit margin dalam penelitian ini diukur dengan membandingkan laba bersih dengan penjualan. Besarnya profit margin pada 6 sampel perusahaan Otomotif adalah sebagai berikut:
  • 76. 64 Tabel 4.5 Profit Margin Profit Margin No. Perusahaan (Dalam %) 2004 2005 2006 2007 2008 1. Astra International 12.03 8.84 6.69 9.29 9.47 Tbk. 2. Indo Kordsa (Branta 2.88 6.77 1.22 2.53 5.79 Mulia) Tbk. 3. Hexindo Adiperkasa 9.18 6.87 2.82 2.71 9.15 Tbk. 4. Intraco Penta Tbk. 0.78 2.29 1.16 1.34 2.05 5. Selamat Sempurna 7.85 7.63 7.51 7.55 6.76 Tbk. 6. United Tractors Tbk. 12.36 7.91 6.78 8.22 9.54Sumber: Ikhtisar Keuangan Perusahaan (diolah) Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat dilihat bahwa nilai Profit Margin(PM) untuk tahun 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008 dengan nilai PMtertinggi tahun 2004 dan 2008 yaitu PT. United Tractors Tbk (12,36% dan9,54%) dan nilai PM terendah tahun 2004 dan 2008 yaitu PT. Intraco PentaTbk (0,78% dan 2,05%). Untuk tahun 2005 dan 2007, nilai PM yang tinggiyaitu PT. Astra International Tbk (8,84% dan 9,29%) dan nilai PM yangrendah yaitu PT. Intraco Penta Tbk (2,29% dan 1,34%). Sedangkan untuktahun 2006, nilai PM tertinggi yaitu PT. Selamat Sempurna Tbk (7,51%) dannilai PM terendah yaitu PT. Intraco Penta Tbk (1,16%). Dari tabel 4.5 tersebut, dapat dilihat bahwa masing-masing perusahaanselama lima tahun ada yang mengalami peningkatan dan penurunan nilaiprofit margin (PM). Peningkatan rasio ini dapat disebabkan karena adanya
  • 77. 65 penurunan jumlah penjualan atau pendapatan yang diperoleh perusahaan dan peningkatan laba bersih perusahaan. Tingginya laba bersih disebabkan karena jumlah penjualan atau pendapatan yang lebih besar daripada jumlah beban yang ada di perusahaan. Kalaupun meningkat jumlah peningkatan laba bersih lebih besar daripada peningkatan beban. Penurunan rasio ini disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah penjualan atau pendapatan yang diperoleh perusahaan dan penurunan laba bersih perusahaan. Laba bersih rendah karena adanya jumlah beban yang lebih besar dari jumlah penjualan atau pendapatan. Selain itu peningkatan beban yang lebih besar daripada peningkatan penjualan atau pendapatan dapat mengakibatkan laba menjadi rendah.4.2.5. Perubahan Laba Perubahan laba dalam penelitian ini dinilai sebagai kenaikan atau penurunan atas laba yang dihasilkan perusahaan yang terjadi dalam suatu periode tertentu. Dalam hal ini, perubahan laba dihitung dengan menselisihkan laba tahun yang diteliti dengan laba tahun sebelumnya lalu kemudian dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya. Besarnya perubahan laba pada 6 perusahaan Otomotif adalah sebagai berikut:
  • 78. 66 Tabel 4.6 Perubahan Laba Perubahan Laba No. Perusahaan (Dalam %) 2004 2005 2006 2007 2008 1. Astra International 22.25 0.96 -31.98 75.62 40.98 Tbk. 2. Indo Kordsa (Branta -42.66 181.69 -84.67 113.77 142.09 Mulia) Tbk. 3. Hexindo Adiperkasa 115.03 6.95 -59.67 25.60 415.90 Tbk. 4. Intraco Penta Tbk. 25.30 230.85 -60.74 34.64 141.16 5. Selamat Sempurna 19.78 14.58 0.67 21.38 13.88 Tbk. 6. United Tractors Tbk. 220.96 -4.45 -11.45 60.48 78.21Sumber: Ikhtisar Keuangan Perusahaan (diolah) Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat nilai perubahan laba tahun 2004,2005, 2006, 2007, dan 2008. Nilai perubahan laba tertinggi untuk tahun 2004yaitu PT. United Tractors Tbk (220,96%) dan nilai perubahan laba terendahyaitu PT. Indo Kordsa (Branta Mulia) Tbk (-42,66%). Untuk tahun 2005, nilaiperubahan laba yang tinggi yaitu PT. Intraco Penta Tbk (230,85%) dan nilaiyang rendah yaitu PT. United Tractors Tbk (-4,45%). Sedangkan untuk tahun2006, nilai perubahan laba tertinggi yaitu PT. Selamat Sempurna Tbk (0,67%)dan nilai terendah yaitu PT. Indo Kordsa (Branta Mulia) Tbk (-84,67%). Nilaiperubahan laba tahun 2007 dengan nilai tertinggi yaitu PT. Indo Kordsa(Branta Mulia) Tbk (113,77%) dan nilai terendah yaitu PT. Selamat SempurnaTbk (21,38%). Dan nilai perubahan laba yang tinggi untuk tahun 2008 yaitu
  • 79. 67 PT. Hexindo Adiperkasa Tbk (415,90%) dan nilai yang rendah yaitu PT. Selamat Sempurna Tbk (13,88%). Dalam tabel 4.6 diatas, terdapat cukup banyak perusahaan dalam beberapa tahun yang diberi tanda (-). Negatif dalam hal ini menunjukkan bahwa laba bersih yang dihasilkan sebelumnya lebih besar dibandingkan laba bersih yang dihasilkan tahun yang diteliti. Ini mengindikasikan bahwa perusahaan mengalami penurunan laba. Dimana laba dapat menurun karena adanya peningkatan dalam jumlah beban yang diiringi dengan tetapnya nilai penjualan atau pendapatan yang diperoleh dengan asumsi nilai pendapatan masih lebih besar dari nilai beban dalam perusahaan.4.3. Analisis dan Pengujian Hipotesis Sebelum melakukan pengujian hipotesis peneliti terlebih dahulu melakukan perhitungan rasio-rasio pada variabel independen dan melakukan perhitungan perubahan laba pada masing-masing perusahaan sebagai variabel dependen.4.3.1. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif dilakukan agar dapat memberikan gambaran terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan empat variabel independen yang bertujuan untuk mengetahui hubungan current ratio (CR), working capital to total assets (WCTA), debt to
  • 80. 68equity ratio (DER) dan profit margin (PM) terhadap perubahan laba. Variabeldependen dalam penelitian ini menggunakan perubahan laba. Deskriptifvariabel atas data yang dilakukan selama lima tahun, sehingga jumlah datasecara keseluruhan yang diamati berjumlah 30 sampel untuk perusahaanotomotif. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan SPSS (StatisticalProduct and Service Solution) versi 16.0 diperoleh hasil perhitungan sebagaiberikut: Tabel 4.7 Descriptive Statistic Mean Std. Deviation N PERUBAHAN LABA (Y) .5690 1.04408 30 CR (X1) 1.9195 .93393 30 WCTA (X2) .2535 .17964 30 DER (X3) 1.4299 .87697 30 PM (X4) .0620 .03367 30 Sumber: Data diolah Dari tabel 4.7 diatas diketahui bahwa jumlah sampel yang digunakandalam penelitian ini adalah sebanyak 6 sampel dan disebabkan karena jangkawaktu observasi selama 5 tahun maka N = 30. Selain itu, diketahui bahwarata-rata Perubahan Laba sebesar 0.5690 dengan standar deviasi sebesar1.04408. CR (Current Ratio) memiliki rata-rata 1.9195 dengan standar deviasisebesar 0.93393. WCTA (Working Capital to Total Assets) memiliki rata-rata0.2535 dengan standar deviasi sebesar 0.17964. DER (Debt to Equity Ratio)
  • 81. 69 memiliki rata-rata 1.4299 dengan standar deviasi sebesar 0.87697. PM (Profit Margin) memiliki rata-rata 0.0620 dengan standar deviasi sebesar 0.03367. Nilai rata-rata yag tertera diatas dapat digunakan sebagai indikasi bahwa nilai dari masing-masing rasio atau variabel yang dihasilkan lebih besar dari nilai rata-rata tersebut dapat dikatakan bahwa kondisi perusahaan baik. Dan sebaliknya jika nilai dari masing-masing rasio atau variabel yang dihasilkan lebih kecil dari nilai rata-rata tersebut dapat dikatakan bahwa kondisi perusahaan dalam keadaan yang buruk. Sehingga pihak manajemen perlu melakukan evaluasi dalam tahun yang bersangkutan untuk mendapatkan solusi agar perusahaan dapat kembali baik.4.3.2. Analisis Regresi Berganda Analisis ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel independen yaitu Current Ratio (CR), Working Capital To Total Assets (WCTA), Debt To Equity Ratio (DER), dan Profit Margin (PM) terhadap variabel dependen Perubahan Laba. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka untuk mengetahui nilai persamaan regresi dan nilai koefisien korelasi dipergunakan data pada tabel 4.8 dibawah ini:
  • 82. 70 Tabel 4.8 Data untuk Analisis Regresi BergandaNo. Kode Tahun CR WCTA DER PM Perubahan Laba 1. ASII 2004 1.0604 0.0200 1.2752 0.1203 0.2225 2005 0.7373 -0.0941 1.8084 0.0884 0.0096 2006 0.7838 -0.0749 1.4077 0.0669 -0.3198 2007 0.9124 -0.0294 1.1687 0.0929 0.7562 2008 1.3217 0.1071 1.2141 0.0947 0.4098 2. BRAM 2004 2.7007 0.3261 1.1807 0.0288 -0.4266 2005 2.8588 0.3664 0.8663 0.0677 1.8169 2006 3.9343 0.4084 0.6100 0.0122 -0.8467 2007 4.9761 0.4686 0.4836 0.0253 1.1377 2008 2.1928 0.3181 0.4811 0.0579 1.4209 3. HEXA 2004 1.7782 0.3555 1.2469 0.0918 1.1503 2005 1.3208 0.1905 2.1022 0.0687 0.0695 2006 1.1112 0.0646 2.4846 0.0282 -0.5967 2007 1.1524 0.0977 2.6341 0.0271 0.2560 2008 1.4037 0.2496 2.0016 0.0915 4.1590 4. INTA 2004 2.2087 0.4841 4.7260 0.0078 0.2530 2005 2.0207 0.4567 1.7981 0.0229 2.3085 2006 3.3744 0.5943 1.6784 0.0116 -0.6074 2007 2.5663 0.5461 1.6987 0.0134 0.3464 2008 2.1490 0.4744 2.4606 0.0205 1.4116 5. SMSM 2004 1.8324 0.2764 0.7138 0.0785 0.1978 2005 1.9613 0.2855 0.5532 0.0763 0.1458 2006 1.9887 0.2863 0.5313 0.0751 0.0067 2007 1.7092 0.2374 0.6565 0.0755 0.2138 2008 1.8179 0.2687 0.6248 0.0676 0.1388 6. UNTR 2004 1.8408 0.2542 1.1694 0.1236 2.2096 2005 1.5541 0.1879 1.5797 0.0791 -0.0445 2006 1.3411 0.1222 1.4380 0.0678 -0.1145 2007 1.3394 0.1371 1.2587 0.0822 0.6048 2008 1.6362 0.2193 1.0461 0.0954 0.7821Sumber: Data diolah Dengan menggunakan SPSS 16.0 data pada tabel 4.8 diatas diolahuntuk dapat menunjukkan adanya pengaruh atau tidak antara variabel
  • 83. 71independen (current ratio, working capital to total assets, debt to equity ratio,profit margin) dengan variabel dependen (perubahan laba). Berikut ini adalahhasil analisis regresi berganda: Tabel 4.9 Hasil Uji Regresi Berganda Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients CoefficientsModel B Std. Error Beta t Sig.1 (Constant) -2.205 1.290 -1.709 .100 CR -.014 .384 -.013 -.037 .971 WCTA 3.638 1.700 .626 2.140 .042 DER .318 .280 .267 1.135 .267 PM 22.983 8.258 .741 2.783 .010a. Dependent Variable: PERUBAHAN LABASumber: Data diolah Dari tabel uji regresi berganda diatas maka diperoleh persamaanregresi berganda sebagai berikut: Y = -2.205 – 0.014 CR + 3.638 WCTA + 0.318 DER + 22.983 PM Dari persamaan diatas diketahui konstanta sebesar -2.205 menyatakanbahwa jika Current Ratio bernilai nol (CR=0), Working Capital to TotalAssets bernilai nol (WCTA=0), Debt to Equity Ratio bernilai nol (DER=0),dan Profit Margin bernilai nol (PM=0) maka nilai perubahan laba sebesar -2.205. Current Ratio (CR) mempunyai koefisien regresi sebesar -0.014menyatakan bahwa setiap penambahan 1% current ratio (CR) (dengan asumsi
  • 84. 72bahwa nilai koefisien variabel lain tetap atau tidak berubah) maka akanmenurunkan perubahan laba sebesar 0.014. Namun sebaliknya, jika currentratio (CR) turun 1% (dengan asumsi bahwa nilai koefisien variabel lain tetapatau tidak berubah) maka perubahan laba diprediksi mengalami peningkatansebesar 0.014. Working Capital to Total Assets (WCTA) mempunyai koefisienregresi sebesar 3.638 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% workingcapital to total assets (WCTA) (dengan asumsi bahwa nilai koefisien variabellain tetap atau tidak berubah) maka akan meningkatkan perubahan labasebesar 3.638. Namun sebaliknya, jika working capital to total assets(WCTA) turun 1% (dengan asumsi bahwa nilai koefisien variabel lain tetapatau tidak berubah) maka akan menurunkan perubahan laba sebesar 3.638. Debt to Equity Ratio (DER) mempunyai koefisien regresi sebesar0.318 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% debt to equity ratio (DER)(dengan asumsi bahwa nilai koefisien variabel lain tetap atau tidak berubah)maka akan meningkatkan perubahan laba sebesar 0.318. Namun sebaliknya,jika debt to equity ratio (DER) turun 1% (dengan asumsi bahwa nilaikoefisien variabel lain tetap atau tidak berubah) maka akan menurunkanperubahan laba sebesar 0.318. Profit Margin (PM) mempunyai koefisien regresi sebesar 22.983menyatakan bahwa setiap penambahan 1% profit margin (PM) (denganasumsi bahwa nilai koefisien variabel lain tetap atau tidak berubah) maka
  • 85. 73 akan meningkatkan perubahan laba sebesar 22.983. Namun sebaliknya, jika profit margin (PM) turun 1% (dengan asumsi bahwa nilai koefisien variabel lain tetap atau tidak berubah) maka akan menurunkan perubahan laba sebesar 22.983.4.3.3. Analisis Uji Asumsi Klasik4.3.3.1. Uji Multikolinieritas Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah antar variabel independen mengandung korelasi atau tidak. Jika Variance Inflation Factor (VIF) < 10 maka antar variabel independen (CR, WCTA, DER dan PM) tidak terjadi multikolinieritas. Berikut ini adalah hasil uji multikolinieritas: Tabel 4.10 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF 1 (Constant) CR .233 4.296 WCTA .320 3.121 DER .495 2.019 PM .386 2.587 a. Dependent Variable: PERUBAHAN LABA Sumber: Data diolah Dari hasil tabel 4.10 diatas diketahui bahwa nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari CR (Current Ratio) sebesar 4.296, WCTA (Working
  • 86. 74 Capital to Total Assets) sebesar 3.121, DER (Debt to Equity Ratio) sebesar 2.019, dan PM (Profit Margin) sebesar 2.587. Nilai VIF untuk semua variabel independen masih lebih kecil dari pada 10 (VIF < 10). Maka dapat disimpulkan bahwa keempat variabel independen penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas.4.3.3.2. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Pengambilan keputusan dalam penelitian ini dengan melihat angka probabilitas. Jika probabilitas > 0.05 maka bebas dari heteroskedastisitas. Berikut ini hasil uji heteroskedastisitas: Tabel 4.11 Hasil Uji Heteroskedastisitas Correlations Unstandardized Residual Spearman’s rho CR Sig. (2-tailed) .787 WCTA Sig. (2-tailed) .701 DER Sig. (2-tailed) .908 PM Sig. (2-tailed) .949 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Sumber: Data diolah
  • 87. 75 Hasil uji pada tabel 4.11 diatas, diketahui bahwa nilai probabilitas untuk CR (Current Ratio), WCTA (Working Capital to Total Assets), DER (Debt to Equity Ratio), dan PM (Profit Margin) berturut-turut adalah sebesar 0.787, 0.701, 0.908, dan 0.949. Nilai probabilitas untuk semua variabel independen menunjukkan nilai yang lebih besar dari 0.05 (probabilitas > 0.05). Dengan ini dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukannya masalah heteroskedastisitas pada model regresi.4.3.3.3. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah terjadi korelasi antar anggota sampel yang diurutkan berdasarkan waktu. Diagnosa adanya autokorelasi dilakukan melalui pengujian terhadap nilai uji Durbin Watson (uji DW). Jika nilai uji Durbin Watson (DW) menunjukkan angka 1.65 sampai 2.35 maka tidak terjadi autokorelasi. Berikut ini hasil uji autokorelasi: Tabel 4.12 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Durbin- Model R R Square Square the Estimate Watson 1 .561a .315 .205 .93095 2.383 a. Predictors: (Constant), PM, DER, WCTA, CR b. Dependent Variable: PERUBAHAN LABA Sumber: Data diolah
  • 88. 76 Dari hasil tabel uji autokorelasi tersebut diketahui bahwa nilai Durbin Watson (DW) sebesar 2.383. Angka tersebut berada diantara 2.35 sampai 2.79 maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti (berada di daerah keragu-raguan).4.3.4. Pengujian Hipotesis4.3.4.1. Pengujian Menyeluruh atau Simultan (Uji F) Untuk mengetahui bahwa variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.13 Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan ANOVAb Sum of Model Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 9.946 4 2.487 2.869 .044a Residual 21.667 25 .867 Total 31.613 29 a. Predictors: (Constant), PM, DER, WCTA, CR b. Dependent Variable: PERUBAHAN LABA Sumber: Data diolah Dari uji ANOVA (Analysis of Varians) atau uji F, menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 2.869 sedangkan Ftabel sebesar 2.759 dengan df pembilang = 4, df penyebut = 25 dan taraf signifikan   = 0.05 sehingga
  • 89. 77 Fhitung > Ftabel. Dengan demikian maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh secara signifikan antara current ratio (CR), working capital to total assets (WCTA), debt to equity ratio (DER), dan profit margin (PM) secara simultan atau bersama-sama terhadap perubahan laba. Dari tabel 4.13 dapat dilihat bahwa tingkat signifikansi sebesar 0.044 lebih kecil dari taraf yang ditentukan   = 0.05 mengindikasikan bahwa CR, WCTA, DER, dan PM secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba.4.3.4.2. Pengujian Individu atau Parsial (Uji t) Untuk mengetahui bahwa variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
  • 90. 78 Tabel 4.14 Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients CoefficientsModel B Std. Error Beta t Sig.1 (Constant) -2.205 1.290 -1.709 .100 CR -.014 .384 -.013 -.037 .971 WCTA 3.638 1.700 .626 2.140 .042 DER .318 .280 .267 1.135 .267 PM 22.983 8.258 .741 2.783 .010a. Dependent Variable: PERUBAHAN LABASumber: Data diolah Dari tabel diatas diketahui bahwa current ratio (CR) memiliki thitungsebesar -0.037 sedangkan ttabel sebesar -2.052 sehingga –thitung > -ttabeldengan probabilitas signifikansi untuk variabel CR sebesar 0.971 lebih besardaripada taraf signifikansi 0.05. Maka H0 diterima dan H1 ditolak sehinggadapat disimpulkan bahwa secara parsial CR tidak berpengaruh secarasignifikan terhadap perubahan laba. Nilai thitung untuk working capital to total assets (WCTA) adalahsebesar 2.140 sedangkan ttabel sebesar 2.052 sehingga thitung > ttabel denganprobabilitas signifikansi sebesar 0.042 yang artinya lebih kecil dari tarafnyata signifikansi sebesar 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secaraparsial WCTA berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan laba. Danmenandakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.
  • 91. 79 Debt to equity ratio (DER) memiliki thitung sebesar 1.135 sedangkan ttabel sebesar 2.052 sehingga thitung < ttabel dengan probabilitas signifikansi sebesar 0.267 yang artinya lebih besar dari taraf nyata signifikansi sebesar 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial DER tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan laba. Dan menandakan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Profit margin (PM) memiliki thitung sebesar 2.783 sedangkan ttabel sebesar 2.052 sehingga thitung > ttabel dengan probabilitas signifikansi sebesar 0.010 yang artinya lebih kecil dari taraf nyata signifikansi sebesar 0.05. Maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial PM berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan laba.4.3.4.3. Pengujian Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi (R2) berguna untuk mengukur seberapa besar peranan variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara bersama- sama menjelaskan perubahan yang terjadi pada variabel dependen (perubahan laba). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
  • 92. 80 Tabel 4.15 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate 1 .561a .315 .205 .93095 a. Predictors: (Constant), PM, DER, WCTA, CR b. Dependent Variable: PERUBAHAN LABA Sumber: Data diolah Dari tabel diatas diketahui bahwa koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.315 atau sebesar 31,5%. Hal ini berarti 31,5% dari variabel perubahan laba bisa dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel current ratio (CR), working capital to total assets (WCTA), debt to equity ratio (DER), dan profit margin (PM). Sedangkan sisanya sebesar 68,5% dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel-variabel (faktor-faktor atau rasio-rasio keuangan) yang lain.4.4. Pembahasan Dalam penelitian ini yaitu pengaruh perubahan laba dengan menggunakan current ratio (CR), working capital to total assets (WCTA), debt to equity ratio (DER), dan profit margin (PM) sebagai variabel bebas. Dari hasil pengujian statistik diperoleh hasil bahwa antara current ratio (CR), working capital to total assets (WCTA), debt to equity ratio (DER), profit margin (PM) sebagai variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan
  • 93. 81terhadap perubahan laba. Dengan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar0.315 yang berarti bahwa 31,5% perubahan laba dapat dijelaskan oleh keempatvariabel independen. Dari presentase yang tergolong rendah tersebutmenunjukkan bahwa masih terdapat pengaruh dari faktor lain yang tidakdimasukkan dalam penelitian ini. Secara simultan dengan uji F menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar2.869 sedangkan Ftabel sebesar 2.759 dengan taraf signifikan   = 0.05 sehunggaFhitung > Ftabel. Dengan demikian maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinyaterdapat pengaruh secara signifikan antara current ratio (CR), working capitalto total assets (WCTA), debt to equity ratio (DER), dan profit margin (PM)secara simultan atau bersama-sama terhadap perubahan laba. Terlihat pulatingkat signifikansi sebesar 0.044 lebih kecil dari taraf yang ditentukan   = 0.05mengindikasikan bahwa pengaruh CR, WCTA, DER, dan PM secara bersama-sama terhadap perubahan laba signifikan. Secara parsial dengan uji t variabel current ratio (CR) terhadapperubahan laba diperoleh suatu gambaran bahwa CR memiliki thitung sebesar -0.037 sedangkan ttabel sebesar -2.052 sehingga –thitung > -ttabel dengan tingkatsignifikansi sebesar 0.971 lebih besar daripada taraf signifikansi 0.05. Maka H0diterima dan H1 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial CRtidak berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap perubahan laba. Darihasil tersebut menunjukkan bahwa current ratio bukan proksi yang baik bagiperubahan laba yang akan datang. Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yang
  • 94. 82dilakukan oleh Meriewaty dan Setyani (2005) yang menyatakan bahwa CRberpengaruh signifikan dan positif terhadap perubahan laba. Ketidaksesuaianhasil ini dipengaruhi oleh faktor antara lain seperti adanya persediaan bahanbaku dan barang dalam proses yang tidak siap untuk dijual yang terdapat dalamcurrent assets, sehingga besarnya komponen ini akan meningkatkan CR tetapitidak menghasilkan laba karena perusahaan harus mengeluarkan biaya untukmemproses persediaan tersebut menjadi barang jadi yang siap untuk dijual.Selain itu, persediaan yang apabila jumlahnya berlebihan tidak menghasilkanlaba karena perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk biaya perawatandan kerusakan secara fisik. Hal yang lainnya adalah hasil penjualan, laba danperubahan-perubahan kondisi operasi perusahaan tidak dipertimbangkansehingga kurang mencerminkan laba yang direalisasikan di masa yang akandatang. Pengaruh current ratio (CR) adalah negatif. Dimana CR tinggicenderung mengalami penurunan perubahan laba dan CR rendah cenderungmengalami peningkatan perubahan laba. Secara parsial dengan uji t variabel working capital to total assets(WCTA) terhadap perubahan laba menunjukkan bahwa working capital to totalassets (WCTA) memiliki thitung sebesar 2.140 sedangkan ttabel sebesar 2.052sehingga thitung > ttabel dengan tingkat signifikansi sebesar 0.042 yang artinyalebih kecil dari taraf nyata signifikansi sebesar 0.05. Maka H0 ditolak dan H1diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial WCTA berpengaruhsecara signifikan dan positif terhadap perubahan laba. Hasil penelitian ini
  • 95. 83mendukung penelitian yang dilakukan oleh Takarini dan Ekawati (2003) danpenelitian Warsidi dan Pramuka (2000) yang menyatakan bahwa WCTAberpengaruh signifikan dan positif terhadap perubahan laba. Hal ini menujukkanbahwa working capital to total assets (WCTA) merupakan suatu ukuran bagipemakai laporan keuangan untuk melihat kemampuan menghasilkan laba masayang akan datang dari suatu perusahaan. WCTA yang tinggi cenderungmengalami peningkatan perubahan laba sedangkan perusahaan dengan WCTArendah cenderung mengalami penurunan perubahan laba. Bila WCTA rendahini berarti adanya pengurangan dari segi aktiva lancarnya yang berkaitan dengantotal aktiva sehingga dapat mengakibatkan perusahaan mangalami kerugian. Secara parsial dengan uji t variabel debt to equity ratio (DER) terhadapperubahan laba menunjukkan bahwa debt to equity ratio (DER) memiliki thitungsebesar 1.135 sedangkan ttabel sebesar 2.052 sehingga thitung < ttabel dengantingkat signifikansi sebesar 0.267 yang artinya lebih besar dari taraf nyatasignifikansi sebesar 0.05. Maka H0 diterima dan H1 ditolak sehingga dapatdisimpulkan bahwa secara parsial DER tidak berpengaruh secara signifikan danpositif terhadap perubahan laba. Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yangdilakukan oleh Hermanto (2007) dan Suhardito dkk (2000). Dengan hasiltersebut menunjukkan bahwa DER tinggi cenderung mengalami peningkatanperubahan laba sedangkan dengan DER rendah cenderung mengalamipenurunan. Hal ini dikarenakan semakin tinggi DER berarti mengindikasikanbahwa total hutang yang tinggi dimana banyaknya dana kreditor yang masuk
  • 96. 84sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan atau meningkatkan laba. Danatersebut dapat digunakan dalam membantu proses barang untuk siap dijual.Sehingga dapat meningkatkan penjualan atau pendapatan perusahaan. Secara parsial dengan uji t variabel profit margin (PM) terhadapperubahan laba menujukkan bahwa profit margin (PM) memiliki thitung sebesar2.783 sedangkan ttabel sebesar 2.052 sehingga thitung > ttabel dengan tingkatsignifikansi sebesar 0.010 yang artinya lebih kecil dari taraf nyata signifikansisebesar 0.05. Maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkanbahwa secara parsial PM berpengaruh secara signifikan dan positif terhadapperubahan laba. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa profit margin (PM)merupakan proksi yang baik bagi perubahan laba. Hasil ini sesuai denganpenelitian yang dilakukan oleh Takarini dan Ekawati (2003) yang menyatakanbahwa PM berpengaruh signifikan dan positif terhadap perubahan laba.Kemampuan PM dalam pengaruhnya terhadap perubahan laba dimungkinkankarena rasio ini berhubungan dengan efisiensi perusahaan dalam memproduksi,administrasi, pemasaran, pendanaan, dan penentuan harga. Pengaruh yangpositif memberikan arti bahwa setiap kenaikan rasio PM dapat menaikkanperubahan laba dan setiap penurunan rasio PM dapat menurunkan perubahanlaba. Rasio ini bertambah disebabkan oleh bertambahnya laba bersih danpenjualan atau pendapatan, jika bertambahnya penjualan lebih besar daribertambahnya biaya usaha maka akan mengakibatkan bertambahnya laba dimasa yang akan datang. Dan sebaliknya, rasio ini berkurang disebabkan oleh
  • 97. 85berkurangnya laba bersih dan penjualan atau pendapatan, jika berkurangnyapenjualan lebih kecil dari berkurangnya biaya usaha maka akan mengakibatkanmenurunnya laba di masa yang akan datang.
  • 98. 86 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya dan pengujian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: a. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa current ratio (CR), working capital to total assets (WCTA), debt to equity ratio (DER), dan profit margin (PM) secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba. Hal ini ditunjukkan dengan menggunakan uji F dengan tingkat signifikansi sebesar 0.044 (P value < 0.05). b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio (CR) secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap perubahan laba. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji t dengan thitung sebesar -0.037 dan tingkat signifikansi sebesar 0.971 (P value > 0.05). c. Hasil penelitian menunjukkan bahwa working capital to total assets (WCTA) secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap perubahan laba. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji t dengan thitung sebesar 2.140 dan tingkat signifikansi sebesar 0.042 (P value < 0.05). 86
  • 99. 87 d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio (DER) secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap perubahan laba. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji t dengan thitung sebesar 1.135 dan tingkat signifikansi sebesar 0.267 (P value > 0.05). e. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profit margin (PM) secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap perubahan laba. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji t dengan thitung sebesar 2.783 dan tingkat signifikansi sebesar 0.010 (P value < 0.05). f. Pengaruh current ratio (CR), working capital to total assets (WCTA), debt to equity ratio (DER), dan profit margin (PM) terhadap perubahan laba sebesar 31,5%. Sedangkan 68,5% dijelaskan oleh faktor-faktor variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.5.2. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan diatas mala penulis menyarankan sebagai berikut: a. Bagi para pemakai laporan keuangan yang akan mengambil suatu keputusan hendaknya tidak hanya mengandalkan data mengenai current ratio (CR), working capital to total assets (WCTA), debt to equity ratio (DER), dan profit margin (PM) tetapi perlu juga memperhatikan faktor-faktor lain dan rasio-rasio lain dalam hubungannya dengan perubahan laba seperti ukuran perusahaan, faktor ekonomi, efek industri, rasio aktivitas (ITO, TATO.
  • 100. 88 RTO), rasio profitabilitas lainnya (ROE, GPM), rasio solvabilitas lainnya (DR), rasio likuiditas lainnya (QR).b. Bagi perusahaan diharapkan lebih memperhatikan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan cara mengefektifkan dan mengefisiensi penggunaan biaya, me-manage utang, mengatur penggunaan dana eksternal dalam hal ekspansi dan pembiayaan operasi perusahaan di masa mendatang, dan mempertahankan modal kerja yang baik dan efisien.c. Bagi peneliti selanjutnya untuk memperbanyak variabel atau menggunakan variabel lain, selain itu memperbanyak sampel penelitian agar hasil penelitian selanjunya menjadi lebih tepat dan akurat.
  • 101. 89 DAFTAR PUSTAKAAnonim, 2008, Buku Pedoman Penyusunan Usulan Penelitian dan Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jakarta.Brigham, Eugene F. dan Houston, Joel F., 2006, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi 10, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.Harahap, Sofyan Syafri, 2006, Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.___________________, 2007, Teori Akuntansi, Edisi Revisi, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.Hendriksen, Eldon S. dan Breda, michael F. Van, 2000, Teori Akunting, Edisi Kelima, Penerbit Interaksara, BatamHermanto, Suwardi B., 2007, “Pengaruh Sistem Informasi dan Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba”, Usahawan, November, No. 11, Th. XXXVI, hal. 31-41.Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), 2007, Standar Akuntansi Keuangan Per September 2007, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.Juliana, Romy Uly. dan Sulardi, 2003, “Manfaat Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba Perusahaan Manufaktur”, Jurnal Bisnis dan Manajemen, Vol. 3, No.2, hal. 108-126.Kasmir, 2009, Analisis Laporan Keuangan, Penerbit Rajawali Pers, Jakarta.Meriewaty, Dian. dan Setyani, Astuti Yuli, 2005, “Analisis Rasio Keuangan terhadap Perubahan Kinerja pada Perusahaan di Industri Food and Beverages yang Terdaftar di BEJ”, Simposium Nasional Akuntansi VIII, 15-16 September, hal. 277-287.Munawir, S., 2004, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Penerbit Liberty, Yogyakarta.Priyatno, Dwi, 2009, Mandiri Belajar SPSS, Penerbit MediaKom, Yogyakarta.
  • 102. 90Santosa, Purbayu Budi. dan Ashari, 2005, Analisis Statistik dengan Miscrosoft Excel dan SPSS, Penerbit Andi, Yogyakarta.Santoso, Singgih. dan Tjiptono, Fandy, 2001, Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS, Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.Sartono, R. Agus, 2001, Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Edisi 4, Penerbit BPFE, Yogyakarta.Soemarso, 2005, Akuntansi Suatu Pengantar, Edisi 5, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.Suhardito, Bambang. dkk, 2000, “Analisis Kegunaan Rasio-Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba Emiten dan Industri Perbankan di PT. Bursa Efek Surabaya”, Simposium Nasional Akuntansi III, hal. 600-618.Takarini, Nurjanti. dan Ekawati, Erni, 2003, “Analisis Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba pada Perusahaan Manufaktur di Pasar Modal Indonesia”, Ventura, Desember, Vol. 6, No. 3, hal. 253-270.Warren, et al., 2005, Accounting-Pengantar Akuntansi, Edisi 21, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.Warsidi. dan Pramuka, Bambang Agus, 2000, “Evaluasi Kegunaan Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba di Masa yang Akan Datang: Suatu Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di BEJ”, Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi, Vol. 2, No. 1.Wild, John J. et al., 2005, Financial Statement Analysis-Analisis Laporan Keuangan, Edisi 8, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.www.idx.co.id : http://202.155.2.90/corporate_actions/new_info_jsx/jenis_informasi/01_lapor an_keuangan/
  • 103. 91 LAMPIRAN 1 CURRENT RATIO PERUSAH AAN OTOMOTIFNo. Kode Tahun Current Assets Current Liabilities CR1. ASII 2004 Rp 13,761,766,000,000.00 Rp 12,978,507,000,000.00 1.0604 2005 Rp 16,158,641,000,000.00 Rp 21,917,215,000,000.00 0.7373 2006 Rp 15,731,494,000,000.00 Rp 20,070,497,000,000.00 0.7838 2007 Rp 19,474,163,000,000.00 Rp 21,343,163,000,000.00 0.9124 2008 Rp 35,531,000,000,000.00 Rp 26,883,000,000,000.00 1.32172. BRAM 2004 Rp 885,767,000,000.00 Rp 327,977,000,000.00 2.7007 2005 Rp 963,197,000,000.00 Rp 336,923,000,000.00 2.8588 2006 Rp 837,970,000,000.00 Rp 212,991,000,000.00 3.9343 2007 Rp 911,770,000,000.00 Rp 183,230,000,000.00 4.9761 2008 Rp 978,226,294,000.00 Rp 446,099,086,000.00 2.19283. HEXA 2004 Rp 516,764,000,000.00 Rp 290,614,000,000.00 1.7782 2005 Rp 838,826,000,000.00 Rp 635,092,000,000.00 1.3208 2006 Rp 777,234,000,000.00 Rp 699,476,000,000.00 1.1112 2007 Rp 1,022,265,000,000.00 Rp 887,073,000,000.00 1.1524 2008 Rp 1,596,053,000,000.00 Rp 1,137,060,000,000.00 1.40374. INTA 2004 Rp 690,073,000,000.00 Rp 312,438,000,000.00 2.2087 2005 Rp 785,901,000,000.00 Rp 388,923,000,000.00 2.0207 2006 Rp 702,514,000,000.00 Rp 208,189,000,000.00 3.3744 2007 Rp 772,833,000,000.00 Rp 301,144,000,000.00 2.5663 2008 Rp 1,009,143,874,552.00 Rp 469,590,963,317.00 2.14905. SMSM 2004 Rp 396,040,000,000.00 Rp 216,137,000,000.00 1.8324 2005 Rp 386,289,000,000.00 Rp 196,960,000,000.00 1.9613 2006 Rp 412,789,000,000.00 Rp 207,571,000,000.00 1.9887 2007 Rp 474,854,000,000.00 Rp 277,815,000,000.00 1.7092 2008 Rp 555,214,717,486.00 Rp 305,410,849,490.00 1.81796. UNTR 2004 Rp 3,766,964,000,000.00 Rp 2,046,390,000,000.00 1.8408 2005 Rp 5,603,942,000,000.00 Rp 3,605,967,000,000.00 1.5541 2006 Rp 5,402,542,000,000.00 Rp 4,028,416,000,000.00 1.3411 2007 Rp 7,036,656,000,000.00 Rp 5,253,733,000,000.00 1.3394 2008 Rp 12,883,590,000,000.00 Rp 7,874,135,000,000.00 1.6362
  • 104. 92 LAMPIRAN 2 WORKING CAPITAL TO TOTAL ASSETS PERUSAHAAN OTOMOTIFNo. Kode Tahun Current Assets Current Liabilities Total Assets WCTA 1. ASII 2004 Rp 13,761,766,000,000.00 Rp 12,978,507,000,000.00 Rp 39,145,053,000,000.00 0.0200 2005 Rp 16,158,641,000,000.00 Rp 21,917,215,000,000.00 Rp 61,166,666,000,000.00 -0.0941 2006 Rp 15,731,494,000,000.00 Rp 20,070,497,000,000.00 Rp 57,929,290,000,000.00 -0.0749 2007 Rp 19,474,163,000,000.00 Rp 21,343,163,000,000.00 Rp 63,519,598,000,000.00 -0.0294 2008 Rp 35,531,000,000,000.00 Rp 26,883,000,000,000.00 Rp 80,740,000,000,000.00 0.10712. BRAM 2004 Rp 885,767,000,000.00 Rp 327,977,000,000.00 Rp 1,710,352,000,000.00 0.3261 2005 Rp 963,197,000,000.00 Rp 336,923,000,000.00 Rp 1,709,355,000,000.00 0.3664 2006 Rp 837,970,000,000.00 Rp 212,991,000,000.00 Rp 1,530,173,000,000.00 0.4084 2007 Rp 911,770,000,000.00 Rp 183,230,000,000.00 Rp 1,554,863,000,000.00 0.4686 2008 Rp 978,226,294,000.00 Rp 446,099,086,000.00 Rp 1,672,766,471,000.00 0.31813. HEXA 2004 Rp 516,764,000,000.00 Rp 290,614,000,000.00 Rp 636,109,000,000.00 0.3555 2005 Rp 838,826,000,000.00 Rp 635,092,000,000.00 Rp 1,069,514,000,000.00 0.1905 2006 Rp 777,234,000,000.00 Rp 699,476,000,000.00 Rp 1,204,104,000,000.00 0.0646 2007 Rp 1,022,265,000,000.00 Rp 887,073,000,000.00 Rp 1,383,840,000,000.00 0.0977 2008 Rp 1,596,053,000,000.00 Rp 1,137,060,000,000.00 Rp 1,838,946,000,000.00 0.24964. INTA 2004 Rp 690,073,000,000.00 Rp 312,438,000,000.00 Rp 780,040,000,000.00 0.4841 2005 Rp 785,901,000,000.00 Rp 388,923,000,000.00 Rp 869,208,000,000.00 0.4567 2006 Rp 702,514,000,000.00 Rp 208,189,000,000.00 Rp 831,846,000,000.00 0.5943 2007 Rp 772,833,000,000.00 Rp 301,144,000,000.00 Rp 863,818,000,000.00 0.5461 2008 Rp 1,009,143,874,552.00 Rp 469,590,963,317.00 Rp 1,137,218,196,524.00 0.47445. SMSM 2004 Rp 396,040,000,000.00 Rp 216,137,000,000.00 Rp 650,930,000,000.00 0.2764 2005 Rp 386,289,000,000.00 Rp 196,960,000,000.00 Rp 663,138,000,000.00 0.2855 2006 Rp 412,789,000,000.00 Rp 207,571,000,000.00 Rp 716,686,000,000.00 0.2863 2007 Rp 474,854,000,000.00 Rp 277,815,000,000.00 Rp 830,050,000,000.00 0.2374 2008 Rp 555,214,717,486.00 Rp 305,410,849,490.00 Rp 929,753,183,773.00 0.26876. UNTR 2004 Rp 3,766,964,000,000.00 Rp 2,046,390,000,000.00 Rp 6,769,367,000,000.00 0.2542 2005 Rp 5,603,942,000,000.00 Rp 3,605,967,000,000.00 Rp 10,633,839,000,000.00 0.1879 2006 Rp 5,402,542,000,000.00 Rp 4,028,416,000,000.00 Rp 11,247,846,000,000.00 0.1222 2007 Rp 7,036,656,000,000.00 Rp 5,253,733,000,000.00 Rp 13,002,619,000,000.00 0.1371 2008 Rp 12,883,590,000,000.00 Rp 7,874,135,000,000.00 Rp 22,847,721,000,000.00 0.2193
  • 105. 93 LAMPIRAN 3 DEBT TO EQUITY RATIO PERUSAHAAN OTOMOTIFNo. Kode Tahun Total Liabilities Equity DER 1. ASII 2004 Rp 19,425,440,000,000.00 Rp 15,233,543,000,000.00 1.2752 2005 Rp 36,935,513,000,000.00 Rp 20,424,345,000,000.00 1.8084 2006 Rp 31,498,444,000,000.00 Rp 22,375,766,000,000.00 1.4077 2007 Rp 31,511,736,000,000.00 Rp 26,962,594,000,000.00 1.1687 2008 Rp 40,163,000,000,000.00 Rp 33,080,000,000,000.00 1.21412. BRAM 2004 Rp 839,159,000,000.00 Rp 710,744,000,000.00 1.1807 2005 Rp 712,179,000,000.00 Rp 822,095,000,000.00 0.8663 2006 Rp 508,484,000,000.00 Rp 833,625,000,000.00 0.6100 2007 Rp 432,352,000,000.00 Rp 894,006,000,000.00 0.4836 2008 Rp 480,181,057,000.00 Rp 998,024,806,000.00 0.48113. HEXA 2004 Rp 352,999,000,000.00 Rp 283,110,000,000.00 1.2469 2005 Rp 724,753,000,000.00 Rp 344,761,000,000.00 2.1022 2006 Rp 858,554,000,000.00 Rp 345,549,000,000.00 2.4846 2007 Rp 1,003,049,000,000.00 Rp 380,791,000,000.00 2.6341 2008 Rp 1,226,286,000,000.00 Rp 612,660,000,000.00 2.00164. INTA 2004 Rp 643,812,000,000.00 Rp 136,228,000,000.00 4.7260 2005 Rp 558,570,000,000.00 Rp 310,638,000,000.00 1.7981 2006 Rp 521,270,000,000.00 Rp 310,576,000,000.00 1.6784 2007 Rp 543,728,000,000.00 Rp 320,090,000,000.00 1.6987 2008 Rp 808,594,720,711.00 Rp 328,623,475,813.00 2.46065. SMSM 2004 Rp 244,958,000,000.00 Rp 343,158,000,000.00 0.7138 2005 Rp 227,268,000,000.00 Rp 410,835,000,000.00 0.5532 2006 Rp 239,648,000,000.00 Rp 451,062,000,000.00 0.5313 2007 Rp 316,557,000,000.00 Rp 482,204,000,000.00 0.6565 2008 Rp 341,289,214,734.00 Rp 546,221,696,384.00 0.62486. UNTR 2004 Rp 3,629,278,000,000.00 Rp 3,103,595,000,000.00 1.1694 2005 Rp 6,485,918,000,000.00 Rp 4,105,713,000,000.00 1.5797 2006 Rp 6,606,651,000,000.00 Rp 4,594,437,000,000.00 1.4380 2007 Rp 7,216,432,000,000.00 Rp 5,733,335,000,000.00 1.2587 2008 Rp 11,644,916,000,000.00 Rp 11,131,607,000,000.00 1.0461
  • 106. LAMPIRAN 4 PROFIT MARGIN PERUSAHAAN OTOMOTIFNo. Kode Tahun Earnings After Tax Sales PM 1. ASII 2004 Rp 5,405,506,000,000.00 Rp 44,923,909,000,000.00 0.1203 2005 Rp 5,457,285,000,000.00 Rp 61,731,635,000,000.00 0.0884 2006 Rp 3,712,097,000,000.00 Rp 55,508,135,000,000.00 0.0669 2007 Rp 6,519,273,000,000.00 Rp 70,182,960,000,000.00 0.0929 2008 Rp 9,191,000,000,000.00 Rp 97,064,000,000,000.00 0.0947 2. BRAM 2004 Rp 42,421,000,000.00 Rp 1,472,678,000,000.00 0.0288 2005 Rp 119,496,000,000.00 Rp 1,764,996,000,000.00 0.0677 2006 Rp 18,314,000,000.00 Rp 1,500,835,000,000.00 0.0122 2007 Rp 39,149,000,000.00 Rp 1,547,112,000,000.00 0.0253 2008 Rp 94,775,520,000.00 Rp 1,637,886,215,000.00 0.0579 3. HEXA 2004 Rp 91,418,000,000.00 Rp 995,576,000,000.00 0.0918 2005 Rp 97,771,000,000.00 Rp 1,423,317,000,000.00 0.0687 2006 Rp 39,428,000,000.00 Rp 1,395,736,000,000.00 0.0282 2007 Rp 49,522,000,000.00 Rp 1,825,358,000,000.00 0.0271 2008 Rp 255,485,000,000.00 Rp 2,792,630,000,000.00 0.0915 4. INTA 2004 Rp 5,440,000,000.00 Rp 701,756,000,000.00 0.0078 2005 Rp 17,998,000,000.00 Rp 786,522,000,000.00 0.0229 2006 Rp 7,066,000,000.00 Rp 608,332,000,000.00 0.0116 2007 Rp 9,514,000,000.00 Rp 710,996,000,000.00 0.0134 2008 Rp 22,943,741,774.00 Rp 1,120,471,853,236.00 0.0205 5. SMSM 2004 Rp 57,371,000,000.00 Rp 730,962,000,000.00 0.0785 2005 Rp 65,737,000,000.00 Rp 861,531,000,000.00 0.0763 2006 Rp 66,175,000,000.00 Rp 881,116,000,000.00 0.0751 2007 Rp 80,325,000,000.00 Rp 1,064,055,000,000.00 0.0755 2008 Rp 91,471,918,506.00 Rp 1,353,586,085,743.00 0.0676 6. UNTR 2004 Rp 1,099,633,000,000.00 Rp 8,895,977,000,000.00 0.1236 2005 Rp 1,050,729,000,000.00 Rp 13,281,246,000,000.00 0.0791 2006 Rp 930,372,000,000.00 Rp 13,719,567,000,000.00 0.0678 2007 Rp 1,493,037,000,000.00 Rp 18,165,598,000,000.00 0.0822 2008 Rp 2,660,742,000,000.00 Rp 27,903,196,000,000.00 0.0954
  • 107. 95 LAMPIRAN 5 PERUBAHAN LABA PERUSAHAAN OTOMOTIF PerubahanNo. Kode Tahun Laba Bersih (Y it) Laba Bersih (Y it-1) Laba 1. ASII 2004 Rp 5,405,506,000,000.00 Rp 4,421,583,000,000.00 0.2225 2005 Rp 5,457,285,000,000.00 Rp 5,405,506,000,000.00 0.0096 2006 Rp 3,712,097,000,000.00 Rp 5,457,285,000,000.00 -0.3198 2007 Rp 6,519,273,000,000.00 Rp 3,712,097,000,000.00 0.7562 2008 Rp 9,191,000,000,000.00 Rp 6,519,273,000,000.00 0.40982. BRAM 2004 Rp 42,421,000,000.00 Rp 73,977,181,000.00 -0.4266 2005 Rp 119,496,000,000.00 Rp 42,421,000,000.00 1.8169 2006 Rp 18,314,000,000.00 Rp 119,496,000,000.00 -0.8467 2007 Rp 39,149,000,000.00 Rp 18,314,000,000.00 1.1377 2008 Rp 94,775,520,000.00 Rp 39,149,000,000.00 1.42093. HEXA 2004 Rp 91,418,000,000.00 Rp 42,513,776,397.00 1.1503 2005 Rp 97,771,000,000.00 Rp 91,418,000,000.00 0.0695 2006 Rp 39,428,000,000.00 Rp 97,771,000,000.00 -0.5967 2007 Rp 49,522,000,000.00 Rp 39,428,000,000.00 0.2560 2008 Rp 255,485,000,000.00 Rp 49,522,000,000.00 4.15904. INTA 2004 Rp 5,440,000,000.00 Rp 4,341,744,083.00 0.2530 2005 Rp 17,998,000,000.00 Rp 5,440,000,000.00 2.3085 2006 Rp 7,066,000,000.00 Rp 17,998,000,000.00 -0.6074 2007 Rp 9,514,000,000.00 Rp 7,066,000,000.00 0.3464 2008 Rp 22,943,741,774.00 Rp 9,514,000,000.00 1.41165. SMSM 2004 Rp 57,371,000,000.00 Rp 47,898,402,338.00 0.1978 2005 Rp 65,737,000,000.00 Rp 57,371,000,000.00 0.1458 2006 Rp 66,175,000,000.00 Rp 65,737,000,000.00 0.0067 2007 Rp 80,325,000,000.00 Rp 66,175,000,000.00 0.2138 2008 Rp 91,471,918,506.00 Rp 80,325,000,000.00 0.13886. UNTR 2004 Rp 1,099,633,000,000.00 Rp 342,610,000,000.00 2.2096 2005 Rp 1,050,729,000,000.00 Rp 1,099,633,000,000.00 -0.0445 2006 Rp 930,372,000,000.00 Rp 1,050,729,000,000.00 -0.1145 2007 Rp 1,493,037,000,000.00 Rp 930,372,000,000.00 0.6048 2008 Rp 2,660,742,000,000.00 Rp 1,493,037,000,000.00 0.7821
  • 108. 96 LAMPIRAN 6 DATA UNTUK ANALISIS REGRESI BERGANDA DAN KORELASINo. Kode Tahun CR WCTA DER PM Perubahan Laba 1 ASII 2004 1.0604 0.0200 1.2752 0.1203 0.2225 2005 0.7373 -0.0941 1.8084 0.0884 0.0096 2006 0.7838 -0.0749 1.4077 0.0669 -0.3198 2007 0.9124 -0.0294 1.1687 0.0929 0.7562 2008 1.3217 0.1071 1.2141 0.0947 0.40982 BRAM 2004 2.7007 0.3261 1.1807 0.0288 -0.4266 2005 2.8588 0.3664 0.8663 0.0677 1.8169 2006 3.9343 0.4084 0.6100 0.0122 -0.8467 2007 4.9761 0.4686 0.4836 0.0253 1.1377 2008 2.1928 0.3181 0.4811 0.0579 1.42093 HEXA 2004 1.7782 0.3555 1.2469 0.0918 1.1503 2005 1.3208 0.1905 2.1022 0.0687 0.0695 2006 1.1112 0.0646 2.4846 0.0282 -0.5967 2007 1.1524 0.0977 2.6341 0.0271 0.2560 2008 1.4037 0.2496 2.0016 0.0915 4.15904 INTA 2004 2.2087 0.4841 4.7260 0.0078 0.2530 2005 2.0207 0.4567 1.7981 0.0229 2.3085 2006 3.3744 0.5943 1.6784 0.0116 -0.6074 2007 2.5663 0.5461 1.6987 0.0134 0.3464 2008 2.1490 0.4744 2.4606 0.0205 1.41165 SMSM 2004 1.8324 0.2764 0.7138 0.0785 0.1978 2005 1.9613 0.2855 0.5532 0.0763 0.1458 2006 1.9887 0.2863 0.5313 0.0751 0.0067 2007 1.7092 0.2374 0.6565 0.0755 0.2138 2008 1.8179 0.2687 0.6248 0.0676 0.13886 UNTR 2004 1.8408 0.2542 1.1694 0.1236 2.2096 2005 1.5541 0.1879 1.5797 0.0791 -0.0445 2006 1.3411 0.1222 1.4380 0.0678 -0.1145 2007 1.3394 0.1371 1.2587 0.0822 0.6048 2008 1.6362 0.2193 1.0461 0.0954 0.7821
  • 109. 97 LAMPIRAN 7 OUTPUT SPSS 16.0Descriptive Statistic Descriptive Statistics Mean Std. Deviation NPERUBAHAN LABA .5690 1.04408 30CR 1.9195 .93393 30WCTA .2535 .17964 30DER 1.4299 .87697 30PM .0620 .03367 30
  • 110. 98 Correlations Correlations PERUBAHAN LABA CR WCTA DER PMPearson Correlation PERUBAHAN LABA 1.000 -.005 .182 .018 .264 CR -.005 1.000 .783 -.241 -.564 WCTA .182 .783 1.000 .059 -.607 DER .018 -.241 .059 1.000 -.390 PM .264 -.564 -.607 -.390 1.000Sig. (1-tailed) PERUBAHAN LABA . .490 .168 .463 .079 CR .490 . .000 .099 .001 WCTA .168 .000 . .379 .000 DER .463 .099 .379 . .017 PM .079 .001 .000 .017 .N PERUBAHAN LABA 30 30 30 30 30 CR 30 30 30 30 30 WCTA 30 30 30 30 30 DER 30 30 30 30 30 PM 30 30 30 30 30
  • 111. 99Regression Variables Entered/RemovedbModel Variables Entered Variables Removed Method1 PM, DER, WCTA, . Enter CRaa. All requested variables entered.b. Dependent Variable: PERUBAHAN LABA Model Summaryb Adjusted R Std. Error of theModel R R Square Square Estimate Durbin-Watson1 .561a .315 .205 .93095 2.383a. Predictors: (Constant), PM, DER, WCTA, CRb. Dependent Variable: PERUBAHAN LABA ANOVAbModel Sum of Squares df Mean Square F Sig.1 Regression 9.946 4 2.487 2.869 .044a Residual 21.667 25 .867 Total 31.613 29a. Predictors: (Constant), PM, DER, WCTA, CRb. Dependent Variable: PERUBAHAN LABA
  • 112. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Correlations Collinearity StatisticsModel B Std. Error Beta t Sig. Zero-order Partial Part Tolerance VIF1 (Constant) -2.205 1.290 -1.709 .100 CR -.014 .384 -.013 -.037 .971 -.005 -.007 -.006 .233 4.296 WCTA 3.638 1.700 .626 2.140 .042 .182 .393 .354 .320 3.121 DER .318 .280 .267 1.135 .267 .018 .221 .188 .495 2.019 PM 22.983 8.258 .741 2.783 .010 .264 .486 .461 .386 2.587a. Dependent Variable: PERUBAHAN LABA
  • 113. 101 Coefficient CorrelationsaModel PM DER WCTA CR1 Correlations PM 1.000 .606 .078 .486 DER .606 1.000 -.278 .616 WCTA .078 -.278 1.000 -.679 CR .486 .616 -.679 1.000 Covariances PM 68.187 1.403 1.096 1.539 DER 1.403 .078 -.132 .066 WCTA 1.096 -.132 2.890 -.443 CR 1.539 .066 -.443 .147a. Dependent Variable: PERUBAHAN LABA
  • 114. Correlations Unstandardized CR WCTA DER PM ResidualSpearmans rho CR Correlation Coefficient 1.000 .941** -.360 -.577** -.051 Sig. (2-tailed) . .000 .051 .001 .787 N 30 30 30 30 30 WCTA Correlation Coefficient .941** 1.000 -.150 -.608** -.073 Sig. (2-tailed) .000 . .430 .000 .701 N 30 30 30 30 30 DER Correlation Coefficient -.360 -.150 1.000 -.218 .022 Sig. (2-tailed) .051 .430 . .247 .908 N 30 30 30 30 30 PM Correlation Coefficient -.577** -.608** -.218 1.000 -.012 Sig. (2-tailed) .001 .000 .247 . .949 N 30 30 30 30 30 Unstandardized Residual Correlation Coefficient -.051 -.073 .022 -.012 1.000 Sig. (2-tailed) .787 .701 .908 .949 . N 30 30 30 30 30**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
  • 115. 103 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test CR WCTA DER PM PERUBAHAN LABAN 30 30 30 30 30Normal Parametersa Mean 1.9195 .2535 1.4299 .0620 .5690 Std. Deviation .93393 .17964 .87697 .03367 1.04408Most Extreme Absolute .178 .071 .140 .191 .194Differences Positive .178 .061 .137 .171 .194 Negative -.103 -.071 -.140 -.191 -.097Kolmogorov-Smirnov Z .977 .389 .765 1.046 1.062Asymp. Sig. (2-tailed) .295 .998 .602 .224 .209a. Test distribution is Normal.
  • 116. BIODATA PENELITINama : Thaussie Nurvigia Dwi Prabowo PutriTempat Tgl Lahir : Surabaya, 05 September 1988Alamat : Jl. Soka Lestari II Blok F-28 Rt. 005/Rw. 007 Jaksel 12440No Telepon : 085695361987/02145634752Email : Littlewish_nez@yahoo.comLatar Belakang Pendidikan1994-2000 : Sekolah Dasar Negeri Barata Jaya II Surabaya2000-2003 : Sekolah Menengah Pertama SLTPN 19 Surabaya2003-2006 : Sekolah Menengah Atas SMAN 1 Surabaya2006-2010 : UPN ”Veteran” Jakarta, S1 Akuntansi

×