PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA      PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR                 DI BURS...
SKRIPSI BERJUDULPENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAPPERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK...
KATA PENGANTAR         Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWTyang telah memberi limpa...
2. Ir. Budiman Djoko Said, MM, selaku Rektor Universitas Pembangunan Nasional   ”Veteran” Jakarta.3. DR. Erna Hernawati, A...
9. Sahabat-sahabat di Surabaya Gizza, Dinda, Dita, dan Yessie beserta keluarga   besarnya yang telah memberikan doa, dukun...
DAFTAR ISI                                                                                                             Hal...
2.2.2. Rasio Keuangan ............................................................................... 22              2.2....
3.4. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis ......................................................... 49       3.4.1. Teknik An...
ii           4.3.4.3. Pengujian Koefisien Determinasi (R2) ...................................... 79      4.4. Pembahasan ...
ii                                                                                            HalamanGambar 2.1. Diagram K...
ii                                                                                                   HalamanTabel 2.1. Mat...
2                                       Oleh:                       Thaussie Nurvigia Dwi Prabowo Putri                   ...
BAB I                             PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang           Perusahaan dapat dikatakan sehat apabila perusa...
2       Laporan laba-rugi, yang didalamnya tercantum laba atau rugi yangdialami oleh perusahaan merupakan salah satu lapor...
3Rasio keuangan sering digunakan untuk mengukur kekuatan atau kelemahanyang dihadapi perusahaan di bidang keuangan yang pa...
4Dinamika Multifinance Tbk. Perusahaan tersebut merupakan salah satuperusahaan yang berpotensi meraih keuntungan ditengah ...
5perusahaan manufaktur di pasar modal Indonesia dan Hermanto (2007) dengansampel perusahaan go public di BEJ.       Peneli...
6yang akan datang, temuan ini tentu merupakan pengetahuan yang cukupberguna bagi para pemakai laporan keuangan yang secara...
7    PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK    INDONESIA”.1.2. Perumusan Masalah           Berdasarkan latar bel...
81.4. Manfaat Penelitian           Manfaat penelitian ini adalah :    a. Bagi Peneliti       Dapat digunakan untuk lebih m...
9                                     BAB II                             TINJAUAN PUSTAKA2.1. Hasil-Hasil Penelitian Terda...
10   manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1993-1997.   Jumlah rasio keuangan yang dianalisis sebanya...
11   manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1997-2000.   Delapan belas (18) rasio keuangan digunakan s...
12      f. Hermanto (2007) meneliti pengaruh sistem informasi dan rasio keuangan         terhadap perubahan laba. Peran si...
13                      to asset ratio, liquidity                      risk, cash ratio,                      allowance to...
14                      ROE, dan RETA.                Total Assets), ROE (Return on                                       ...
152.2. Landasan Teori2.2.1. Laporan Keuangan2.2.1.1. Pengertian laporan Keuangan               Laporan keuangan diperoleh ...
16       Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007:03:07) mendefinisikanlaporan keuangan sebagai berikut:”Laporan keuangan me...
17              Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa       laporan keuangan merupakan hasil akhir...
18a. Aktiva merupakan harta atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan,   baik pada saat tertentu maupun periode tertentu...
192.2.1.3. Pemakai Laporan Keuangan               Laporan keuangan disusun berdasarkan berbagai tujuan. Tujuan       utama...
20b. Manajemen          Bagi   pihak manajemen,     laporan keuangan yang        dibuat   merupakan cermin kinerja dalam s...
21       e. Investor                   Investor adalah pihak yang akan menanamkan dana di suatu           perusahaan. Deng...
22        c. Laporan Perubahan Ekuitas           Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang berisi jumlah dan       ...
23        persediaan, perencanaan pengeluaran investasi yang baik, dan struktur        modal yang sehat sehingga tujuan me...
24setiap hasil rasio yang diukur diinterpretasikan sehingga menjadi berartibagi pengambilan keputusan.       Menurut Kasmi...
25   5) Inventory to Net Working Capital merupakan rasio yang digunakan       untuk mengukur atau membandingkan antara jum...
26   1) Perputaran Piutang merupakan rasio yang digunakan untuk       mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu p...
27   2) Return on Investment merupakan rasio yang menunjukkan hasil       (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam...
28       Menurut Kasmir (2009:129), rasio likuiditas diartikan sebagaiberikut:“Rasio likuiditas merupakan rasio yang mengg...
29   perusahaan belum dapat dikatakan baik, hal ini dapat terjadi karena   tidak adanya penggunaan kas dengan sebaik mungk...
30       secara terus menerus yang nantinya akan mengurangi aktiva lancar       yang berkaitan dengan total aktiva.b. Rasi...
31   solvabilitas yang rendah akan mempunyai resiko kerugian lebih kecil   dan mengakibatkan rendahnya tingkat hasil penge...
32mensejahterahkan pemilik, karyawan, serta meningkatkan mutu produkdan melakukan investasi baru. Untuk mengukur tingkat k...
332.2.3. Laba2.2.3.1. Pengertian Laba               Setiap perusahaan menginginkan laba atau sering disebut juga        de...
34               Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa laba        adalah perkiraan atas kenaikan ...
35        Demikian juga beban, pengakuannnya sama dengan pendapatan, terlepas        dari pembayaran kas.”               B...
36a. Laba sebagai suatu Pengukur Efisiensi            Operasi efisiensi dari sebuah perusahaan mempengaruhi baik   aliran ...
37           menerima imbalan tahunan dan semakin besar penerapan bahwa kreditor           akan menerima pembayaran pokok ...
38(Munawir,2004). Informasi ini dapat mempengaruhi kepercayaan parakreditur jangka pendek dalam memberikan pinjamannya kep...
392.2.4.2. Pengaruh Working Capital to Total Assets terhadap Perubahan Laba                Working capital to total assets...
40        mengevaluasi kegunaan rasio working capital to total assets dalam        memprediksi perubahan laba. Penelitian ...
41               Pengaruh rasio debt to equity ratio terhadap perubahan laba telah        diteliti oleh Hermanto (2007). H...
42       akan semakin meningkat karena penjualan bertambah lebih besar daripada       biaya usahanya.               Takari...
43                                       Gambar 2.1                             Diagram Kerangka Pemikiran             RAS...
44                                         BAB III                         METODOLOGI PENELITIAN3.1. Definisi Operasional ...
45      b. Variabel Dependen (Y)         1) Perubahan Laba adalah kenaikan atau penurunan atas laba yang             dihas...
46                                         Total Liabilities               Debt to Equity Ratio =                         ...
47a. Populasi   Populasi yang menjadi obyek penelitian ini adalah perusahaan yang   tergolong dalam kelompok otomotif dan ...
483.3. Teknik Pengumpulan Data          Teknik pengumpulan data dilakukan adalah dengan cara sebagai berikut:    a. Jenis ...
49            terhadap laporan keuangan, yang disediakan oleh perusahaan itu sendiri            yang diperoleh dari websit...
50          X2               =   Variabel WCTA          X3               =   Variabel DER          X4               =   Va...
51b. Uji Heteroskedastisitas   Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model   regresi terjadi ketida...
523.4.2. Uji Hipotesis             Pengujian terhadap model regresi berganda pada penelitian ini      dilakukan dalam tiga...
53       a) Jika probabilitas > 0.05 maka H0 diterima.       b) Jika probabilitas < 0.05 maka H0 ditolak.b. Pengujian Indi...
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Sk 206112106
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Sk 206112106

6,085

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
6,085
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
188
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sk 206112106

  1. 1. PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Oleh: THAUSSIE NURVIGIA DWI PRABOWO PUTRI 206.112.106/FE/AK Kepada FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA 2010
  2. 2. SKRIPSI BERJUDULPENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAPPERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Dipersiapkan dan disusun oleh : THAUSSIE NURVIGIA DWI PRABOWO PUTRI 206.112.106/FE/AK telah dipertahankan di depan Tim Penguji pada tanggal : 20 April 2010 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima Pembimbing ( Drs. SAMIN, MM) Jakarta, ………………………2010 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Fakultas Ekonomi Kepala Program Akuntansi (SATRIA YUDHIA WIJAYA SE, MS.AK)
  3. 3. KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWTyang telah memberi limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapatmenyelesaikan penulisan skripsi ini sesuai dengan tujuan dan waktu yang diharapkandengan judul ”PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAPPERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANGTERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA”. Penyusunan skripsi inidimaksudkan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelarSarjana Ekonomi pada Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi UniversitasPembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa didalam penyusunan skripsi ini banyakmendapat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang telah memberikan segalabantuan, dorongan, dan saran dari awal hingga terselesaikannya penulisan skripsi ini.Oleh karena itu pada kesempatan ini izinkanlah penulis mengucapkan rasa terimakasih yang tulus dan penghormatan yang tinggi kepada:1. Keluarga terutama untuk kedua orang tua tercinta, almarhum papa dan almarhumah mama yang telah memberikan rasa kasih sayang, kesabaran dan motivasi. Penulis persembahkan skripsi ini sebagai wujud bakti dan sayang kepada kalian. Untuk kakak tersayang, terima kasih telah memberikan dukungan, doa, kasih sayang, semangat dan masukan sehingga dapat terselesaikannya penulisan skripsi ini. i
  4. 4. 2. Ir. Budiman Djoko Said, MM, selaku Rektor Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta.3. DR. Erna Hernawati, Ak, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta.4. Bapak Satria Yudhia Wijaya, SE, MS. Ak selaku Ketua Program S1 Akuntansi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.5. Drs. Samin, MM selaku Dosen Pembimbing skripsi yang telah dengan penuh kesabaran dalam meluangkan waktunya dan telah memberikan saran, nasehat, arahan serta bimbingannya kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta yang dengan segala dedikasinya telah memberikan pengetahuan serta bimbingan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan.7. Keluarga besar Om, Tante, Pakde, Budhe, Kakak-Kakak Sepupu, dan Adik-Adik Sepupu yang selalu memberikan dukungan baik moril maupun materil, selalu memberikan doa dan kasih sayang, semangat, dorongan serta nasehat sehingga dapat terselesaikannya penulisan skripsi ini.8. Special thanks to Andi Aroef dan keluarga besarnya yang telah memberikan dukungan, doa, kesabaran, dan ketulusan yang senantiasa membantu penulis dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini. ii
  5. 5. 9. Sahabat-sahabat di Surabaya Gizza, Dinda, Dita, dan Yessie beserta keluarga besarnya yang telah memberikan doa, dukungan, bantuan, masukan, dan nasehat kepada penulis.10. Sahabat-sahabat Fika, Zanita, Iken, Erna, Tere, Prisma, Nisa, Thia, Arista, Abhe, Lanang, Irfan, Putri, Romlih yang telah memberikan dukungan dan doa kepada penulis selama perkuliahan dan dalam menyelesaikan skripisi ini.11. Teman-teman di UPN angkatan 2006 khususnya local C dan Teknik Industri 2006 yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang selama ini telah memberikan bantuan, doa, semangat, dukungan dan saran kepada penulis.12. Kakak-kakak dan adik-adik di UPN Kak Angga, Kak Aam, Kak Ayu, Kak Icha, Kak Sha, Vanni, Mbe, Peppi, June, Syela, Ibun dan yang telah memberikan semangat, bantuan, saran, dan dukungan kepada penulis.13. Pihak-pihak lain yang tidak sempat disebutkan namanya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan kalian. Amin. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini.Oleh sebab itu, penulis menerima kritik dan saran yang membangun gunakesempurnaan di masa mendatang dan pengembangan ilmu pengetahuan. Besarharapan penulis, kiranya skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis lain dan parapembaca. Jakarta, April 2010 iii
  6. 6. DAFTAR ISI HalamanKATA PENGANTAR .......................................................................................... iDAFTAR ISI ......................................................................................................... ivDAFTAR GAMBAR ........................................................................................... viiiDAFTAR TABEL ................................................................................................ ixABSTRAK ............................................................................................................ xBAB I : PENDAHULUAN ............................................................................... 1 1.1. Latar Belakang ....................................................................................... 1 1.2. Perumusan Masalah ............................................................................... 7 1.3. Tujuan Penelitian ................................................................................... 7 1.4. Manfaat Penelitian ................................................................................. 8BAB II : TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 9 2.1. Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu ........................................................... 9 2.2. Landasan Teori ....................................................................................... 15 2.2.1. Laporan Keuangan ........................................................................... 15 2.2.1.1. Pengertian Laporan Keuangan ................................................... 15 2.2.1.2. Tujuan Laporan Keuangan ......................................................... 17 2.2.1.3. Pemakai Laporan Keuangan ...................................................... 19 2.2.1.4. Jenis Laporan Keuangan ............................................................ 21 iv
  7. 7. 2.2.2. Rasio Keuangan ............................................................................... 22 2.2.2.1. Pengertian Rasio Keuangan .................................................... 22 2.2.2.2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan .................................................... 23 2.2.3. Laba .................................................................................................. 33 2.2.3.1. Pengertian Laba....................................................................... 33 2.2.3.2. Pelaporan Laba ........................................................................ 34 2.2.3.3. Tujuan Pelaporan Laba ........................................................... 35 2.2.4. Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba ........... 37 2.2.4.1. Pengaruh Current Ratio terhadap Perubahan Laba.................... 37 2.2.4.2. Pengaruh Working Capital to Total Assets terhadap Perubahan Laba .......................................................................... 39 2.2.4.3. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Perubahan Laba ......... 40 2.2.4.4. Pengaruh Profit Margin terhadap Perubahan Laba.................... 41 2.3. Kerangka Pemikiran .............................................................................. 42 2.4. Hipotesis................................................................................................. 43BAB III : METODOLOGI PENELITIAN ........................................................ 44 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ..................................... 44 3.1.1. Definisi Operasional......................................................................... 44 3.1.2. Pengukuran Variabel ........................................................................ 45 3.2. Teknik Penentuan Sampel ...................................................................... 46 3.3. Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 48 v
  8. 8. 3.4. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis ......................................................... 49 3.4.1. Teknik Analisis ................................................................................ 49 3.4.2. Uji Hipotesis ..................................................................................... 52BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.................................... 55 4.1. Deskripsi Obyek Penelitian ................................................................... 55 4.2 Deskripsi Hasil Penelitian ...................................................................... 56 4.2.1. Current Ratio.................................................................................... 56 4.2.2. Working Capital to Total Assets....................................................... 59 4.2.3. Debt to Equity Ratio ......................................................................... 61 4.2.4. Profit Margin.................................................................................... 63 4.2.5. Perubahan Laba ................................................................................ 65 4.3. Analisis Dan Pengujian Hipotesis ......................................................... 67 4.3.1. Analisis Deskriptif............................................................................ 67 4.3.2. Analisis Regresi Berganda .............................................................. 69 4.3.3. Analisis Uji Asumsi Klasik .............................................................. 73 4.3.3.1. Uji Multikolinieritas .................................................................. 73 4.3.3.2. Uji Heteroskedastisitas .............................................................. 74 4.3.3.3. Uji Autokorelasi ........................................................................ 75 4.3.4. Pengujian Hipotesis ......................................................................... 76 4.3.4.1. Pengujian Menyeluruh atau Simultan (Uji F) ............................ 76 4.3.4.2. Pengujian Individu atau Parsial (Uji t) ...................................... 77 vi
  9. 9. ii 4.3.4.3. Pengujian Koefisien Determinasi (R2) ...................................... 79 4.4. Pembahasan ........................................................................................... 80BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................... 85 5.1. Kesimpulan ............................................................................................ 85 5.2. Saran ...................................................................................................... 86DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN DAFTAR GAMBAR vii
  10. 10. ii HalamanGambar 2.1. Diagram Kerangka Pemikiran ........................................................ 43 DAFTAR TABEL viii
  11. 11. ii HalamanTabel 2.1. Matriks Penelitian Terdahulu .............................................................. 12Tabel 4.1. Nama-Nama Perusahaan Yang Menjadi Obyek Penelitian ..................... 55Tabel 4.2. Current Ratio ....................................................................................... 57Tabel 4.3. Working Capital to Total Assets ............................................................ 59Tabel 4.4. Debt to Equity Ratio ............................................................................. 61Tabel 4.5. Profit Margin ....................................................................................... 64Tabel 4.6. Perubahan Laba .................................................................................... 66Tabel 4.7. Descriptive Statistic .............................................................................. 68Tabel 4.8. Data untuk Analisis Regresi Berganda .................................................. 70Tabel 4.9. Hasil Uji Regresi Berganda ................................................................... 71Tabel 4.10. Hasil Uji Multikolinieritas .................................................................... 73Tabel 4.11. Hasil Uji Heteroskedastisitas ................................................................ 74Tabel 4.12. Hasil Uji Autokorelasi .......................................................................... 75Tabel 4.13. Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan ..................................................... 76Tabel 4.14. Hasil Uji Hipótesis Secara Parcial ........................................................ 77Tabel 4.15. Hasil Uji Koefisien Determinasi ........................................................... 79PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ix
  12. 12. 2 Oleh: Thaussie Nurvigia Dwi Prabowo Putri ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh rasio-rasio keuanganterhadap perubahan laba pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia selama periode tahun 2004-2008. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebagai obyek perusahaanadalah perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), denganperiode penelitian tahun 2004 sampai 2008 sebanyak 19 perusahaan, sedangkan yangdijadikan obyek penelitian (sampel) yaitu sebanyak enam perusahaan. Teknikpenentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data diujimenggunakan analisis korelasi, analisis regresi berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel current ratio (CR), workingcapital to total assets (WCTA), debt to equity ratio (DER) dan profit margin (PM)secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan laba. Hasil ujiF menghasilkan Fhitung > Ftabel (2.869 > 2.759) dengan tingkat signifikansi 0.044 <0.05. Secara parsial, current ratio (CR) tidak berpengaruh secara signifikan dannegatif terhadap perubahan laba. Working capital to total assets (WCTA)berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap perubahan laba. Debt to equityratio (DER) tidak berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap perubahan laba.Profit margin (PM) berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap perubahanlaba.Kata Kunci: Perubahan Laba, Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, Profit Margin x
  13. 13. BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Perusahaan dapat dikatakan sehat apabila perusahaan dapat bertahan dalam kondisi ekonomi apapun, yang terlihat dari kemampuannya dalam memenuhi kewajiban-kewajiban financial dan melaksanakan operasinya dengan stabil serta dapat menjaga kontinuitas perkembangan usahanya dari waktu ke waktu. Masyarakat luas pada dasarnya mengukur keberhasilan perusahaan berdasarkan kemampuan perusahaan yang terlihat dari kinerja manajemen. Kinerja suatu perusahaan merupakan hasil dari serangkaian proses dengan mengorbankan berbagai sumber daya. Adapun salah satu parameter kinerja tersebut adalah laba. Laba perusahaan diperlukan untuk kepentingan kelangsungan hidup perusahaan dan ketidakmampuan perusahaan dalam mendapatkan laba akan menyebabkan tersingkirnya perusahaan dari perekonomian. Untuk memperoleh laba, perusahaan harus melakukan kegiatan operasional yang didukung oleh adanya sumber daya. Laba (penghasilan bersih) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal (Juliana dan Sulardi, 2003). 1
  14. 14. 2 Laporan laba-rugi, yang didalamnya tercantum laba atau rugi yangdialami oleh perusahaan merupakan salah satu laporan keuangan utamaperusahaan yang melaporkan hasil kegiatan dalam meraih keuntungan untukperiode waktu tertentu sedangkan neraca mencantumkan sumber dayaperusahaan. Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untukmemperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yangdicapai oleh perusahaan. Para pelaku bisnis dan pemerintah dalam pengambilankeputusan ekonomi membutuhkan informasi tentang kondisi dan kinerjakeuangan perusahaan. Dari laporan keuangan, perusahaan dapat memperolehinformasi tentang performance (kinerja) perusahaan, aliran kas perusahaan daninformasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan. Oleh karena itu,analisis laporan keuangan sangat diperlukan untuk memahami informasi laporankeuangan. Dalam menganalisis dan menilai kondisi keuangan perusahaan sertaprospek pertumbuhan labanya, ada beberapa teknik analisis yang dapatdigunakan. Salah satu alternatif untuk mengetahui apakah informasi keuanganyang dihasilkan dapat bermanfaat untuk memprediksi pertumbuhan laba,termasuk kondisi keuangan di masa depan adalah dengan melakukan analisisrasio keuangan. Analisis rasio adalah salah satu cara pemrosesan danpenginterprestasikan informasi akuntansi yang dinyatakan dalam artian relatifmaupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara angka yang satudengan angka yang lain dari suatu laporan keuangan (Suhardito dkk,2000).
  15. 15. 3Rasio keuangan sering digunakan untuk mengukur kekuatan atau kelemahanyang dihadapi perusahaan di bidang keuangan yang pada dasarnya tidak hanyaberguna bagi kepentingan intern perusahaan, melainkan juga bagi pihakeksternal. Selain itu, rasio keuangan dapat dipakai sebagai sistem peringatanawal (early warning system) terhadap kemunduran kondisi keuangan dari suatuperusahaan. Dengan rasio keuangan, investor dapat dibimbing untuk membuatkeputusan atau perimbangan tentang apa yang akan dicapai oleh perusahaan danbagaimana prospek yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Seperangkat laporan keuangan utama belum dapat memberi manfaatmaksimal bagi pemakai sebelum pemakai menganalisis laporan keuangantersebut lebih lanjut dalam bentuk analisis laporan keuangan yang didalamnyatermasuk analisis terhadap rasio-rasio keuangan. Analisis laporan keuanganmencurahkan perhatian kepada penghitungan rasio agar dapat mengevaluasikeadaan financial masa lalu, sekarang, dan memproyeksikan hasil atau labayang akan datang. Analisis ini dilakukan dengan mengukur hubungan antaraunsur-unsur tersebut dari tahun ke tahun untuk mengetahui arahperkembangannya. Pesatnya perkembangan yang terjadi dalam penyusunan teori akuntansitelah mendorong dilakukannya studi-studi akuntansi yang menghubungkanrasio keuangan dengan fenomena-fenomena akuntansi tertentu, dengan harapanakan dapat ditemukan berbagai kegunaan objektif rasio keuangan. Salah satufenomena-fenomena akuntansi yang terjadi yaitu yang terjadi pada PT. Adira
  16. 16. 4Dinamika Multifinance Tbk. Perusahaan tersebut merupakan salah satuperusahaan yang berpotensi meraih keuntungan ditengah minimnya likuiditas diindustri multifinance. Hal ini disebabkan karena PT. Adira mendapat sokongandana dari PT. Bank Danamon Tbk. Per Desember 2008 Bank menyuntik 89 %kebutuhan dana PT. Adira yang mencapai Rp 16,9 triliun. Suntikan diberikanmelalui fasilitas pembiayaan bersama, 99 % ditanggung Bank Danamon dan 1% ditanggung PT. Adira. Hal ini menguntungkan karena pendanaan BankDanamon tidak tercatat dalam akun utang PT. Adira dan ini menyebabkan rasioutang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) PT. Adira menjadi relatif kecil,tercatat 0,43 kali pada tahun 2008 dibandingkan dengan batasan maksimal 10kali. Dengan begitu, per 31 Desember 2008 PT. Adira hanya mencatat utangbank Rp 96 miliar dan utang obligasi Rp 750 miliar. Padahal, piutang PT. Adiradari aktivitas pembiayaannya Rp 17 triliun. Kekuatan prediksi rasio keuangan dalam memprediksi laba selama inimemang sangat berguna dalam menilai performance (kinerja) perusahaan dimasa mendatang. Kekuatan prediksi rasio keuangan ditemukan secara berbedaoleh beberapa peneliti. Peneliti yang mengatakan bahwa Current Ratioberpengaruh signifikan terhadap perubahan laba adalah Meriewaty dan Setyani(2005) dengan menggunakan sampel perusahaan di industri food and beveragesyang terdaftar di BEJ. Sedangkan peneliti yang mengatakan tidak berpengaruhadalah Juliana dan Sulardi (2003) dengan sampel perusahaan manufaktur yanggo public di BEJ, Takarini dan Ekawati (2003) yang menggunakan sampel
  17. 17. 5perusahaan manufaktur di pasar modal Indonesia dan Hermanto (2007) dengansampel perusahaan go public di BEJ. Penelitian mengenai pengaruh Working Capital to Total Assets terhadapperubahan laba ditemukan oleh Warsidi dan Pramuka (2000) denganmenggunakan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ dan olehTakarini dan Ekawati (2003). Sedangkan penelitian yang mengemukakanbahwa tidak adanya pengaruh antara Working Capital to Total Assets adalahpenelitian Meriewaty dan Setyani (2005). Penelitian Hermanto (2007) dan penelitian Suhardito dkk (2000) yangmenggunakan sampel perusahaan emiten dan industri perbankan di PT. BESmenunjukkan bahwa adanya pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap perubahanlaba. Sedangkan penelitian Juliana dan Sulardi (2003) menyatakan bahwa tidakada pengaruh antara Debt to Equity Ratio terhadap perubahan laba. Penelitian mengenai pengaruh Profit Margin terhadap perubahan labadilakukan oleh Takarini dan Ekawati (2003) dengan hasil yang menunjukkanadanya pengaruh diantara kedua variabel tersebut. Sedangkan yang mengatakantidak berpengaruh adalah penelitian Juliana dan Sulardi (2003). Dengan tidak konsistennya penelitian-penelitian yang telah dilakukantersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian lebih lanjuttemuan-temuan empiris mengenai rasio keuangan, khususnya yang menyangkutkegunaannya dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang.Jika rasio keuangan dapat dijadikan sebagai prediktor perubahan laba di masa
  18. 18. 6yang akan datang, temuan ini tentu merupakan pengetahuan yang cukupberguna bagi para pemakai laporan keuangan yang secara real maupunpotensial berkepentingan dengan suatu perusahaan. Sebaliknya, jika rasiokeuangan ternyata tidak cukup signifikan dalam memprediksi perubahan laba dimasa yang akan datang, hasil penelitian ini akan memperkuat bukti tentanginkonsistensi temuan-temuan empiris sebelumnya. Penelitian ini mengacu kepada penelitian yang telah dilakukansebelumnya oleh Suhardito dkk (2000) dan Takarini dan Ekawati (2003).Perbedaan penelitian ini dibandingkan dengan yang dilakukan Suhardito (2000)dan Takarini dan Ekawati (2003) terletak pada rasio-rasio keuangan yangdianalisis didalam penelitian ini berjumlah 4, sedangkan jumlah rasio keuanganyang dianalisis Suhardito (2000) adalah sebanyak 11 dan Takarini dan Ekawati(2003) sebanyak 18 rasio keuangan. Perbedaan yang terakhir yaitu sampelpenelitian dan lamanya periode penelitian. Penelitian Suhardito (2000)menggunakan sampel pada emiten dan industri perbankan di Bursa EfekSurabaya selama empat tahun (1995-1998) dan sampel penelitian Takarini danEkawati (2003) adalah perusahaan manufaktur di Pasar Modal Indonesia selamaempat tahun (1997-2000). Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalahperusahaan otomotif di Bursa Efek Indonesia dan periode penelitian selamalima tahun (2004-2008). Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini berjudul ”PENGARUHRASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA
  19. 19. 7 PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA”.1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, masalah yang diidentifikasi dalam penelitian ini terbatas pada: a. Apakah Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, dan Profit Margin secara simultan berpengaruh terhadap perubahan laba? b. Apakah Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, dan Profit Margin secara parsial berpengaruh terhadap perubahan laba?1.3. Tujuan Penelitian Sesuai dengan perumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Untuk menguji secara empiris pengaruh Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, Profit Margin terhadap perubahan laba secara simultan. b. Untuk menguji secara empiris pengaruh Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, Profit Margin terhadap perubahan laba secara parsial.
  20. 20. 81.4. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah : a. Bagi Peneliti Dapat digunakan untuk lebih memperdalam pengetahuan mengenai kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba. b. Bagi Pemakai Laporan Keuangan Dapat digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. c. Bagi Akademisi Dapat digunakan sebagai bahan literatur dan referensi dalam melakukan penelitian selanjutnya mengenai kegunaan prediktif rasio keuangan terhadap perubahan laba di masa yang akan datang.
  21. 21. 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1. Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan analisis rasio keuangan yang berpengaruh dalam perubahan laba diantaranya dikutip dari beberapa sumber. Penelitian mengenai perubahan laba antara lain: a. Suhardito dkk (2000) melakukan penelitian tentang analisis kegunaan rasio- rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba. Variabel bebas (independent) yang digunakan berjumlah 11 rasio keuangan emiten dan 19 rasio keuangan industri perbankan. Sampel dari penelitian ini adalah 70 perusahaan emiten dan 13 industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Surabaya selama kurun waktu 1995-1998. Teknik analisis kuantitatif yang digunakan adalah teknik analisis regresi dengan metode pangkat dua terkecil biasa atau OLS (Ordinary Least Squares). Hasil dari penelitian adalah Capital Ratio, Primary Ratio, Gross Profit Margin, dan Return On Equity mampu memprediksikan perubahan laba pada industri perbankan. Sedangkan rasio-rasio keuangan emiten tidak mampu memprediksikan perubahan laba. b. Warsidi dan Pramuka (2000) yang menguji kegunaan rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba di masa yang akan datang. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 54 perusahaan 9
  22. 22. 10 manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1993-1997. Jumlah rasio keuangan yang dianalisis sebanyak 49 rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh rasio keuangan terbukti signifikan untuk digunakan sebagai prediktor laba satu tahun yang akan datang, lima rasio keuangan signifikan untuk digunakan sebagai prediktor laba dua tahun yang akan datang, dan untuk tiga tahun hanya dua rasio yang signifikan.c. Juliana dan Sulardi (2003) yang meneliti mengenai manfaat rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba, membuktikan bahwa secara serempak rasio keuangan mampu memprediksikan perubahan laba. Sementara secara parsial, hanya rasio gross profit margin dan operating profit margin yang mampu memprediksi perubahan laba. Sampel dari penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang menerbitkan laporan keuangan untuk tahun 1998-2000. Sampel yang digunakan sebanyak 52 perusahaan. Penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda (Multiple Regression Analysis). Variabel yang diuji dalam penelitian ini berjumlah tiga, yaitu perubahan laba sebagai variabel dependen, rasio keuangan (Curent Ratio, Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, Net Profit Margin, Debt to Equity, Inventory Turnover, Total Assets Turnover, Return on Investment, Return on Equity, dan Leverage Ratio) sebagai variabel independen, dan ukuran perusahaan sebagai variabel moderating.d. Takarini dan Ekawati (2003) melakukan penelitian tentang analisis rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba terhadap 42 perusahaan
  23. 23. 11 manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1997-2000. Delapan belas (18) rasio keuangan digunakan sebagai variabel independen dalam penelitian ini. Logit model (Regression Logistic) merupakan metode analisis data penelitian. Hasil analisis data mengemukakan bahwa hasil penelitian untuk satu tahun ke depan menunjukkan rasio CLE (Current Liabilities to Equity), WCTA (Working Capital to Total Assets), ROE (Return on Eqiuty), dan NPM (Net Profit Margin). Untuk prediksi dua tahun ke depan, yaitu rasio NWS (Net Worth to Sales).e. Meriewaty dan Setyani (2005) melakukan penelitian tentang analisis rasio keuangan terhadap perubahan kinerja pada perusahaan. Sampel diambil dari perusahaan di industri food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dengan periode penelitian dari tahun 1999-2003. Jumlah perusahaan yang digunakan sebanyak 20 perusahaan. Model statistik digunakan dalam penelitian ini untuk menguji tingkat signifikan rasio keuangan terhadap perubahan kinerja. Variabel independen di penelitian ini berjumlah 14 rasio sedangkan variabel dependennya berjumlah dua yaitu Earning After Tax dan Operating Profit. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa rasio keuangan yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan kinerja (untuk EAT) adalah rasio Total Debt to Total Capital Assets, Total Assets Turnover, dan Return on Investment. Kemudian rasio keuangan yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan kinerja (untuk OP) adalah Current Ratio.
  24. 24. 12 f. Hermanto (2007) meneliti pengaruh sistem informasi dan rasio keuangan terhadap perubahan laba. Peran sistem informasi dan sembilan rasio keuangan digunakan sebagai variabel independen. Sedangkan variabel dependennya adalah perubahan laba. Sampel penelitian ini untuk variabel peranan sistem informasi adalah manajer departemen sistem informasi serta non-sistem informasi, dan untuk variabel rasio keuangan adalah perusahaan go-public di Bursa Efek Jakarta periode tahun 1994-2003. Model pengujian yang digunakan adalah regresi berganda (Multiple Regression). Hasil dari penelitian tersebut adalah peranan sistem informasi dan rasio keuangan Cash to Total Debt, Total Debt to Total Equity, Equity to Earning Before Tax, Net Income to Equity, dan Sales to Fixed Asset berpengaruh terhadap perubahan laba setahun ke depan. Tabel 2.1 Matrix Penelitian TerdahuluNo. Nama Peneliti Variabel Hasil Penelitian 1. Suhardito dkk Variabel Independen: Hasil dari penelitian adalah (2000) Rasio keuangan emiten: Capital Ratio, Primary Ratio, CR, QR, cash ratio, debt Gross Profit Margin, dan ratio, DER, debt to Return On Equity mampu tangible net worth, memprediksikan perubahan operating cash flow per laba pada industri perbankan. total debt ratio, ROA, Sedangkan rasio-rasio keuangan ROAA, ROI, ROE emiten tidak mampu Rasio keuangan industri memprediksikan perubahan perbankan: laba. Investing policy ratio, QR, banking ratio, loan
  25. 25. 13 to asset ratio, liquidity risk, cash ratio, allowance to total loan ratio, primary ratio, risk asset ratio, capital ratio, CAR I, CAR II, deposit risk ratio, GPM, NPM, ROE, gross yield on total assets, ROA, rate of return on loan Variabel Dependen: Perubahan Laba2. Warsidi dan Variabel Independen: Hasil penelitian menunjukkan Pramuka (2000) 49 Rasio keuangan bahwa tujuh rasio keuangan terbukti signifikan untuk Variabel Dependen: digunakan sebagai prediktor Perubahan Laba laba satu tahun yang akan datang, lima rasio keuangan signifikan untuk digunakan sebagai prediktor laba dua tahun yang akan datang, dan untuk tiga tahun hanya dua rasio yang signifikan.3. Juliana dan Variabel Independen: Hasil penelitian membuktikan Sulardi (2003) CR, GPM, OPM, NPM, bahwa secara serempak rasio DER, ITO, TATO, ROI, keuangan mampu ROE, dan Leverage memprediksikan perubahan Ratio laba. Sementara secara parsial, hanya rasio gross profit margin Variabel Dependen: dan operating profit margin Perubahan Laba yang mampu memprediksi perubahan laba.4. Takarini dan Variabel Independen: Hasil analisis data Ekawati (2003) TLTA, NWTLFA, CLI, mengemukakan bahwa hasil CLE, OITL, CR, QR, penelitian untuk satu tahun ke CFTL, CFCL, WCTA, depan menunjukkan rasio CLE STA, INWC, QAI, (Current Liabilities to Equity), NWS, NPM, ROA, WCTA (Working Capital to
  26. 26. 14 ROE, dan RETA. Total Assets), ROE (Return on Eqiuty), dan NPM (Net Profit Variabel Dependen: Margin). Untuk prediksi dua Perubahan Laba tahun ke depan, yaitu rasio NWS (Net Worth to Sales).5. Meriewaty dan Variabel Independen: Hasil uji statistik menunjukkan Setyani (2005) CR, QR, WCTA, DER, bahwa rasio keuangan yang debt to total capital berpengaruh signifikan terhadap assets ratio, long term perubahan kinerja (untuk EAT) debt to equity ratio, adalah rasio Total Debt to Total TATO, ITO, average Capital Assets, Total Assets day’s inventory ratio, Turnover, dan Return on WCTO, GPM, NPM, Investment. Kemudian rasio ROI, dan ROE. keuangan yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan Variabel Dependen: kinerja (untuk OP) adalah EAT dan OP Current Ratio.6. Hermanto Variabel Independen: Hasil dari penelitian tersebut (2007) Peran sistem informasi, adalah peranan sistem informasi cash to total debt, dan rasio keuangan Cash to current asset to current Total Debt, Total Debt to Total liabilities, inventory to Equity, Equity to Earning sales, total debt to Before Tax, Net Income to equity, total assets to net Equity, dan Sales to Fixed Asset income, equity to EBIT, berpengaruh terhadap net income to equity, perubahan laba setahun ke sales to fixed assets, dan depan. sales to total assets. Variabel Dependen: Perubahan Laba
  27. 27. 152.2. Landasan Teori2.2.1. Laporan Keuangan2.2.1.1. Pengertian laporan Keuangan Laporan keuangan diperoleh dari proses berjalannya sistem akuntansi. Akuntansi atau Accounting merupakan bahasa bisnis yang dapat memberikan informasi tentang kondisi bisnis dan hasil usaha pada suatu waktu atau periode tertentu. Laporan keuangan yang dihasilkan dari sistem atau proses akuntansi tidak dapat dibuat secara mudah, tetapi harus dibuat dan disusun sesuai dengan aturan atau standar yang berlaku. Hal ini perlu dilakukan agar laporan keuangan mudah dibaca dan dimengerti. Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan digunakan sebagai alat penguji dari pekerjaan pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji saja tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan agar pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengambil suatu keputusan. Dalam hal laporan keuangan, kewajiban setiap perusahaan adalah untuk membuat dan melaporkan keuangan perusahaannya pada suatu periode tertentu. Hal yang dilaporkan kemudian dianalisis untuk dapat diketahui kondisi dan posisi perusahaan terkini. Laporan keuangan juga menentukan langkah apa yang dilakukan perusahaan sekarang dan ke depan, dengan melihat berbagai persoalan yang ada baik kelemahan maupun kekuatan yang dimiliki perusahaan.
  28. 28. 16 Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2007:03:07) mendefinisikanlaporan keuangan sebagai berikut:”Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan.Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalamberbagai cara seperti, misalnya sebagai laporan arus kas atau laporan arusdana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakanbagian integral dari laporan keuangan.” Menurut Kasmir (2009:07), laporan keuangan adalah laporan yangmenunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatuperiode tertentu. Menurut Harahap (2006:105), laporan keuangan menggambarkankondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu ataujangka waktu. Menurut Juliana dan Sulardi (2003), laporan keuangan didefinisikansebagai berikut:”Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yangbertujuan untuk menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerjaserta perubahan posisi keuangan yang bermanfaat besar bagi pemakaidalam pengambilan keputusan.” Munawir (2004:02) mendefinisikan laporan keuangan sebagaiberikut:”Pada dasarnya laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yangdapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangandan aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingandengan data atau aktivitas perusahan tersebut.”
  29. 29. 17 Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang berupa data keuangan dan aktivitas dari suatu perusahaan yang bertujuan untuk memberi gambaran mengenai kondisi keuangan, hasil usaha, serta kinerja perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.2.2.1.2. Tujuan Laporan Keuangan Secara umum, laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada periode tertentu. Laporan keuangan mampu memberikan informasi keuangan kepada pihak dalam dan luar perusahaan yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan. Ikatan Akuntan Indonesia No. 01 (2007:05:1.2) merumuskan tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepada manajemen. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi:
  30. 30. 18a. Aktiva merupakan harta atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan, baik pada saat tertentu maupun periode tertentu.b. Kewajiban merupakan utang kepada pihak lain yang timbul karena memperoleh pinjaman (kredit) atau karena pembelian suatu barang atau jasa yang pembayarannya dilakukan secara angsuran.c. Ekuitas merupakan hak yang dimiliki oleh perusahaan.d. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian. Pendapatan merupakan hasil dari penjualan barang atau jasa yang dibebankan kepada langganan atau yang menerima jasa. Beban merupakan semua biaya yang telah dikenakan dan dapat dikurangkan pada penghasilan. Keuntungan dan kerugian adalah naiknya dan turunnya nilai ekuitas dari transaksi yang sifatnya insindentil dan bukan kegiatan utama entitas dan dari transaksi kejadian lainnya yang mempengaruhi entitas selama satu periode tertentu.e. Arus kas merupakan aliran penerimaan dan pengeluaran kas atau setara kas dari suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. Dengan memperoleh laporan keuangan, suatu perusahaan akan dapatmengetahui kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh. Laporankeuangan tidak hanya untuk dibaca tetapi juga untuk dimengerti dandipahami mengenai posisi keuangan perusahaan saat ini.
  31. 31. 192.2.1.3. Pemakai Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun berdasarkan berbagai tujuan. Tujuan utamanya adalah untuk kepentingan pemilik dan manajemen perusahaan serta memberikan informasi kepada berbagai pihak yang sangat berkepentingan terhadap perusahaan. Hal ini berarti, pembuatan dan penyusunan laporan keuangan ditujukan untuk memenuhi kepentingan berbagai pihak, baik pihak intern maupun ekstern perusahaan. Pihak yang paling berkepentingan adalah pemilik usaha dan manajemen. Yang dimaksud dengan pihak luar adalah pihak yang mempunyai hubungan baik langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan. Masing-masing pihak memiliki kepentingan tersendiri tergantung dari sudut pandang. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan terdiri dari (Kasmir, 2009:18): a. Pemilik atau Pemegang Saham Pemilik adalah pihak yang memiliki usaha. Hal ini tercermin dari kepemilikan saham yang dimilikinya. Pemilik atau pemegang saham berkepentingan untuk melihat kondisi dan posisi perusahaan, untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan perusahaan dalam suatu periode serta menilai kinerja manajemen atas target yang telah ditetapkan.
  32. 32. 20b. Manajemen Bagi pihak manajemen, laporan keuangan yang dibuat merupakan cermin kinerja dalam suatu periode tertentu. Nilai penting laporan keuangan bagi manajemen adalah alat untuk menilai dan mengevaluasi kinerja dalam pencapaian target dan tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu periode serta untuk melihat kemampuan manajemen mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki perusahaan.c. Kreditor Kreditor adalah pihak penyandang dana bagi perusahaan, seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Bagi perusahaan yang telah mendapat pinjaman, laporan keuangan dapat menyajikan informasi tentang penggunaan dana yang diberikan serta kondisi keuangan seperti likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas perusahaan. Bagi perusahaan calon debitur, laporan keuangan dapat menjadi sumber informasi untuk menilai kelayakan perusahaan untuk menerima kredit yang akan diberikan.d. Pemerintah Arti penting laporan keuangan bagi pihak pemerintah adalah untuk menilai kejujuran perusahaan dalam melaporkan seluruh keuangan perusahaan yang sesungguhnya dan untuk mengetahui kewajiban perusahaan terhadap negara termasuk jumlah pajak yang harus dibayar kepada negara.
  33. 33. 21 e. Investor Investor adalah pihak yang akan menanamkan dana di suatu perusahaan. Dengan laporan keuangan, investor dapat melihat prospek atau keuntungan yang akan diperoleh (dividen) serta perkembangan nilai saham ke depan. Dengan begitu, investor dapat mengambil keputusan untuk membeli saham atau tidak.2.2.1.4. Jenis Laporan Keuangan Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan terdiri dari beberapa jenis tergantung dari maksud dan tujuan pembuatan laporan keuangan. Dalam prakteknya, perusahaan diharuskan untuk menyusun beberapa jenis laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, terutama untuk kepentingan diri sendiri maupun untuk kepentingan pihak lain. Laporan keuangan utama menurut IAI (2007:07:1.3) terdiri dari: a. Neraca Neraca atau disebut juga posisi keuangan menggambarkan posisi keuangan (harta, utang, dan modal) perusahaan dalam suatu tanggal tertentu. b. Laporan Laba-Rugi Laporan laba-rugi melaporkan seluruh hasil dan biaya untuk mendapatkan hasil dan laba (rugi) perusahaan selama suatu periode tertentu.
  34. 34. 22 c. Laporan Perubahan Ekuitas Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki pada saat ini. Laporan ini akan dibuat apabila terjadi perubahan modal. d. Laporan Arus Kas Laporan arus kas melaporkan jumlah kas yang dihasilkan dan digunakan oleh perusahaan melalui tiga tipe aktivitas yaitu operasi, investasi, dan pendanaan. e. Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang memberikan informasi apabila terdapat laporan keuangan yang memerlukan penjelasan tertentu.2.2.2. Rasio Keuangan2.2.2.1. Pengertian Rasio Keuangan Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan financial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. Dengan analisis keuangan, dapat diketahui kekuatan serta kelemahan yang dimiliki oleh seorang Business Enterprises. Rasio dapat memberikan indikasi apakah perusahaan masih memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban financialnya, besarnya piutang yang cukup rasional, efisiensi manajemen
  35. 35. 23 persediaan, perencanaan pengeluaran investasi yang baik, dan struktur modal yang sehat sehingga tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat dicapai. Menurut Harahap (2006:297), rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). Menurut Horne (Kasmir;2009:104), mendefinisikan rasio keuangan adalah sebagai berikut: “Rasio keuangan merupakan indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka yang lainnya dalam satu periode maupun beberapa periode.” Menurut Brigham dan Houston (2006:94), rasio keuangan dirancang untuk membantu dalam mengevaluasi suatu laporan keuangan. Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa rasio keuangan adalah indeks yang mempunyai hubungan relevan dan signifikan antara dua angka dalam pos-pos laporan keuangan dengan membandingkan angka-angka tersebut dalam satu periode atau beberapa periode dalam rangka membantu mengevaluasi suatu laporan keuangan.2.2.2.2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan Untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan rasio keuangan dapat dilakukan dengan beberapa rasio keuangan. Setiap rasio keuangan memiliki tujuan, kegunaan, dan arti tertentu. Kemudian,
  36. 36. 24setiap hasil rasio yang diukur diinterpretasikan sehingga menjadi berartibagi pengambilan keputusan. Menurut Kasmir (2009:127), jenis rasio keuangan terdiri darisebagai berikut:a. Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Jenis-jenis dari rasio likuiditas antara lain: 1) Rasio Lancar (Current Ratio) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. 2) Rasio Cepat (Quick Ratio) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan. 3) Rasio Kas (Cash Ratio) merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. 4) Rasio Perputaran Kas merupakan rasio yang mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan.
  37. 37. 25 5) Inventory to Net Working Capital merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.b. Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Jenis-jenis rasio solvabilitas antara lain: 1) Debt Ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. 2) Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. 3) Long Term Debt to Equity Ratio merupakan rasio antara utang jangka panjang dengan modal sendiri. 4) Times Interest Earned merupakan rasio untuk mencari jumlah kali perolehan bunga. 5) Fixed Charge Coverage merupakan rasio yang dilakukan apabila perusahaan memperoleh utang jangka panjang atau menyewa aktiva berdasarkan kontrak sewa (lease contract).c. Rasio Aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan (penjualan, persediaan, penagihan piutang, dan lainnya) atau rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Jenis-jenis rasio aktivitas antara lain:
  38. 38. 26 1) Perputaran Piutang merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini akan berputar dalam satu periode. 2) Perputaran Persediaan merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam persediaan ini berputar dalam suatu periode. 3) Perputaran Modal Kerja merupakan salah satu rasio untuk mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu. 4) Fixed Assets Turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode. 5) Total Assets Turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva.d. Rasio Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Jenis-jenis rasio profitabilitas antara lain: 1) Profit Margin on Sales merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan.
  39. 39. 27 2) Return on Investment merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. 3) Return on Equity merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. 4) Laba Per Lembar Saham Biasa merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Berdasarkan jenis-jenis rasio keuangan diatas, terdapat tiga rasiokeuangan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu:a. Rasio Likuiditas Penyebab utama kejadian kekurangan dan ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya adalah akibat kelalaian manajemen perusahaan dalam menjalankan usahanya dan perusahaan yang tidak memiliki cukup dana untuk menutupi utang yang jatuh tempo. Kemudian, sebab lainnya adalah sebelumnya pihak manajemen perusahaan tidak menghitung rasio yang diberikan sehingga tidak mengetahui kondisi perusahaan yang dalam keadaan tidak mampu lagi karena nilai utangnya lebih tinggi dari aktiva lancarnya. Analisis keuangan yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk membayar utang atau kewajibannya dikenal dengan nama analisis rasio likuiditas.
  40. 40. 28 Menurut Kasmir (2009:129), rasio likuiditas diartikan sebagaiberikut:“Rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuanperusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Fungsi rasiolikuiditas adalah untuk menunjukkan atau mengukur kemampuanperusahaan dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo, baikkewajiban kepada pihak luar perusahaan maupun didalam perusahaan.Rasio likuiditas atau sering disebut sebagai rasio modal kerja yangmerupakan rasio untuk mengukur seberapa likuidnya suatuperusahaan.” Jenis rasio likuiditas yang digunakan adalah sebagai berikut:1) Rasio Lancar (Current Ratio) Rasio lancar atau current ratio (CR) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Rasio lancar dapat dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan. Rumus untuk mencari rasio lancar atau current ratio dapat digunakan sebagai berikut: Current Assets Current Ratio = Current Liabilities Dari hasil pengukuran rasio, apabila rasio lancar rendah, dapat dikatakan bahwa perusahaan kurang modal untuk membayar utang. Namun, apabila hasil pengukuran rasio tinggi, kondisi
  41. 41. 29 perusahaan belum dapat dikatakan baik, hal ini dapat terjadi karena tidak adanya penggunaan kas dengan sebaik mungkin.2) Working Capital to Total Assets Ratio Working capital to total assets ratio adalah ukuran bersih pada aktiva lancar perusahaan terhadap modal perusahaan. Modal kerja bersih adalah selisih antara aktiva lancar dikurangi hutang lancar. Karakteristik likuiditas benar-benar ditentukan secara jelas dikarenakan sebuah perusahaan yang mengalami kerugian operasi yang terus menerus akan menyusutkan aktiva lancar sehubungan dengan total aktiva. Diantara penilaian terhadap rasio likuiditas, rasio ini terbukti paling berharga. Rasio ini dapat juga digunakan sebagai alat diskriminan dalam menentukan suatu kebangkrutan. Working capital to total assets ratio (WCTA) merupakan likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja. Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung Working Capital to Total Assets Ratio adalah sebagai berikut: Current Assets - Current Liabilities Working Capital to Total Assets = Total Assets Rendahnya rasio working capital to total assets disebabkan karena suatu perusahaan yang mengalami kerugian operasional
  42. 42. 30 secara terus menerus yang nantinya akan mengurangi aktiva lancar yang berkaitan dengan total aktiva.b. Rasio Solvabilitas (Leverage Ratio) Untuk menjalankan operasinya setiap perusahaan memiliki berbagai kebutuhan, terutama yang berkaitan dengan dana agar perusahaan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dalam mendanai usahanya, perusahaan memiliki beberapa sumber dana. Sumber-sumber dana yang dapat diperoleh adalah pinjaman atau modal sendiri. Setiap sumber dana memiliki kelebihan dan kekurangan masing- masing. Oleh karena itu, dengan adanya kelebihan dan kekurangan masing-masing dana maka perlu disiasati agar dapat saling menunjang. Keputusan untuk memilih menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman harus digunakan beberapa perhitungan yang matang. Perhitungan tersebut dikenal dengan nama rasio solvabilitas. Menurut Kasmir (2009:151), rasio solvabilitas diartikan sebagai berikut: ”Rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Ini berarti besarnya jumlah utang yang digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan usahanya jika dibandingkan dengan menggunakan modal sendiri.” Rasio solvabilitas yang tinggi akan berdampak timbulnya resiko kerugian yang lebih besar, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa ada kesempatan untuk memperoleh laba yang besar. Sebaliknya, rasio
  43. 43. 31 solvabilitas yang rendah akan mempunyai resiko kerugian lebih kecil dan mengakibatkan rendahnya tingkat hasil pengembalian (return) pada saat perekonomian tinggi. Rasio solvabilitas yang digunakan adalah Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Equity Ratio adalah rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan atau berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang. Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio ini adalah sebagai berikut: Total Liabilities Debt to Equity Ratio = Equity Semakin besar rasio akan semakin baik. Sebaliknya dengan rasio yang rendah, semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik dan semakin besar batas pengamanan bagi peminjam jika terjadi kerugian atau penyusutan terhadap nilai aktiva. Rasio ini memberikan petunjuk umum tentang kelayakan dan resiko keuangan perusahaan.c. Rasio Profitabilitas Tujuan akhir yang ingin dicapai perusahaan adalah memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal. Dengan memperoleh laba yang maksimal seperti yang telah ditargetkan, perusahaan dapat
  44. 44. 32mensejahterahkan pemilik, karyawan, serta meningkatkan mutu produkdan melakukan investasi baru. Untuk mengukur tingkat keuntungansuatu perusahaan, digunakan rasio profitabilitas. Menurut Kasmir (2009:196), mengartikan rasio profitabilitassebagai berikut:”Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuanperusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini dapat jugamemberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan.Hal ini ditunjukkan oleh adanya laba yang dihasilkan dari penjualandan pendapatan investasi. Inti dari penggunaan rasio ini adalah untukmenunjukkan efisiensi perusahaan.” Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalahProfit Margin Ratio atau Rasio Margin Laba terhadap Penjualan. ProfitMargin Ratio (PM) adalah salah satu rasio yang digunakan untukmengukur margin laba atas penjualan. Rasio ini menunjukkanpendapatan bersih perusahaan atas penjualan. Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio ini adalahsebagai berikut: Earnings After Tax Profit Margin = Sales Semakin besar rasio ini maka semakin baik karena dianggapkemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi .
  45. 45. 332.2.3. Laba2.2.3.1. Pengertian Laba Setiap perusahaan menginginkan laba atau sering disebut juga dengan keuntungan (profit). Laba diperlukan oleh perusahaan untuk dapat melangsungkan kehidupan perusahaan. Oleh karena itu, agar perusahaan dapat terus eksis didalam perekonomian maka diharapkan perusahaan akan mendapatkan laba. Menurut Wild et.al (2005:25) mendefinisikan laba sebagai berikut: “Laba (earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode yang bersangkutan. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan atau penurunan ekuitas sebelum distribusi kepada dan kontribusi dari pemegang ekuitas.” Menurut Warren et.al (2005:25), laba bersih atau keuntungan bersih (net income atau net profit) merupakan kelebihan pendapatan terhadap beban-beban yang terjadi. Menurut Soemarso (2005:230), laba adalah selisih lebih pendapatan atas beban sehubungan dengan kegiatan usaha. Menurut Juliana dan Sulardi (2003), laba didefinisikan sebagai berikut: “Laba (penghasilan bersih) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.”
  46. 46. 34 Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa laba adalah perkiraan atas kenaikan (penurunan) ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal yang diakibatkan karena adanya kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode dalam bentuk pemasukan (pendapatan lebih besar dari beban) atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban.2.2.3.2. Pelaporan Laba Laba (earnings) atau laba bersih (net income) mengindikasikan profitabilitas perusahaan. Laba mencerminkan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode bersangkutan, sedangkan pos-pos dalam laporan laba-rugi merinci bagaimana laba diperoleh. Laporan laba-rugi menyediakan rincian pendapatan, beban, untung, dan rugi perusahaan untuk suatu periode waktu. Menurut Warren et.al (2005:25), menyatakan bahwa: “Laporan laba-rugi melaporkan pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu berdasarkan konsep penandingan. Konsep ini diterapkan dengan menandingkan beban dengan pendapatan yang dihasilkan selama periode terjadinya beban tersebut. Laporan laba-rugi juga melaporkan kelebihan pendapatan terhadap beban-beban yang terjadi yang disebut dengan laba bersih atau keuntungan bersih. Sebaliknya, jika beban melebihi pendapatan, maka disebut rugi bersih.” Menurut Wild et.al (2005:25), penentuan laba berdasarkan sebagai berikut: ”Laba ditentukan dengan menggunakan dasar akrual (accrual basis) dalam akuntansi. Dalam akuntansi akrual, pendapatan diakui saat perusahaan menjual barang atau menyerahkan jasa, terlepas dari saat diterimanya kas.
  47. 47. 35 Demikian juga beban, pengakuannnya sama dengan pendapatan, terlepas dari pembayaran kas.” Berdasarkan beberapa pandangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penentuan laba adalah dengan cara menselisihkan antara pendapatan dengan beban sehubungan dengan kegiatan usaha. Oleh karena itu, kunci kelayakan penentuan laba atau rugi adalah menentukan jumlah pendapatan yang dihasilkan dan jumlah beban yang terjadi dalam periode yang bersangkutan.2.2.3.3. Tujuan Pelaporan Laba Pengukuran yang berbeda atas laba bersih perusahaan dapat berguna untuk tujuan berbeda, tetapi terdapat manfaat dari penerimaan umum laba bersih untuk tujuan pelaporan eksternal. Tujuan utama dari pelaporan laba adalah memberikan informasi yang berguna bagi mereka yang paling berkepentingan dalam laporan keuangan. Salah satu tujuan dasar yang paling penting untuk semua pemakai laporan keuangan adalah kebutuhan untuk membedakan antara modal yang diinvestasikan dan laba sebagai bagian dari proses deskriptif dari akuntansi. Tujuan pelaporan laba yang lebih spesifik mencakup (Hendriksen, 2000:331):
  48. 48. 36a. Laba sebagai suatu Pengukur Efisiensi Operasi efisiensi dari sebuah perusahaan mempengaruhi baik aliran dividen saat ini maupun penggunaan modal yang diinvestasikan untuk memberikan aliran dividen masa depan. Pengukuran efisiensi perusahaan memberikan dasar untuk keputusan-keputusan. Jika modal yang digunakan oleh perusahaan konstan dari tahun ke tahun, angka laba berguna bagi pengukuran efisiensi perusahaan. Laba tahun berjalan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dan membuat sejumlah pertimbangan mengenai laba tahun depan dapat sesuai dengan sasaran yang layak. Tetapi, jika modal yang diinvestasikan berubah dari tahun ke tahun, laba harus dipertimbangkan dengan beberapa besaran yang berubah, seperti modal yang diinvestasikan atau total pendapatan.b. Laba sebagai Alat Peramal Laba masa depan diharapakan oleh banyak investor sebagai faktor utama dalam meramalkan distribusi dividen masa depan dan perkiraan dividen merupakan faktor yang penting dalam menentukan nilai berjalan dari lembar-lembar saham atau dari perusahaan secara keseluruhan. Pemegang obligasi dan kreditor jangka pendek juga berkepentingan dalam laba masa depan. Semakin besar harapan laba bagi perusahaan maka semakin besar penerapan bahwa kreditor akan
  49. 49. 37 menerima imbalan tahunan dan semakin besar penerapan bahwa kreditor akan menerima pembayaran pokok pada saat utang jatuh tempo. c. Laba sebagai Pengambilan Keputusan Manajerial Laba digunakan oleh manajemen untuk tujuan keputusan dan pengendalian. Dalam hal ini manajemen harus memastikan bahwa sifat arbitrer dari alokasi dan penandingan diminimalisasikan atau dinetralkan. Netralisasi hanya dicapai jika keputusan-keputusan tidak dipengaruhi oleh prosedur alokasi dan penandingan yang diterapkan dalam pengukuran laba.2.2.4. Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba2.2.4.1. Pengaruh Current Ratio terhadap Perubahan Laba Current Ratio menunjukkan sejauh mana aktiva lancar memenuhi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rasio lancar dapat dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan. Apabila rasio lancar rendah, dapat dikatakan bahwa perusahaan kurang modal untuk membayar hutang. Namun, apabila hasil pengukuran rasio tinggi, belum dikatakan bahwa kondisi perusahaan sedang baik dan belum menjamin akan dapat dibayarnya utang perusahaan yang sudah jatuh tempo karena proporsi atau distribusi dari aktiva lancar yang tidak menguntungkan
  50. 50. 38(Munawir,2004). Informasi ini dapat mempengaruhi kepercayaan parakreditur jangka pendek dalam memberikan pinjamannya kepada perusahaanyang digunakan untuk membiayai kegiatan usahanya untuk menghasilkanlaba. Pengaruh current ratio terhadap perubahan laba adalah semakintinggi nilai current ratio maka laba bersih yang dihasilkan perusahaansemakin rendah, karena rasio lancar yang tinggi menunjukkan adanyakelebihan aktiva lancar yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan.Dari segi profitabilitas, nilai current ratio yang tinggi belum tentu baikwalaupun dari segi likuiditas menunjukkan resiko yang rendah. Dalampenelitian sebelumnya ada beberapa peneliti yang menggunakan currentratio dalam pengaruhnya terhadap perubahan laba yaitu Meriewaty danSetyani (2005) menguji analisis rasio keuangan terhadap perubahan kinerja.Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa current ratiomempunyai kemampuan signifikan dan berpengaruh positif terhadap kinerjaperusahaan yang diukur dari operating profit-nya. Dengan adanya pengaruh yang signifikan dan positif antara currentratio dengan perubahan laba diasumsikan bahwa current ratio mempunyaipengaruh terhadap perubahan laba yang akan datang.
  51. 51. 392.2.4.2. Pengaruh Working Capital to Total Assets terhadap Perubahan Laba Working capital to total assets menunjukkan hubungan antara total aktiva dengan modal kerja dan menunjukkan jumlah modal kerja yang dapat diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah total aktiva. Working capital to total assets yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan modal kerja yang mungkin disebabkan rendahnya turnover persediaan, piutang atau adanya saldo kas yang terlalu besar. Menurut Altman yang dikutip oleh Takarini dan Ekawati (2003) yang mengatakan bahwa suatu perusahaan yang mengalami kerugian operasional secara terus menerus akan mengurangi aktiva lancar yang berkaitan dengan total aktiva, akan menyebabkan rendahnya rasio working capital to total assets. Selain itu, Takarini dan Ekawati (2003) menunjukkan bahwa semakin tinggi rasio suatu perusahaan maka probabilitas perusahaan dikategorikan sebagai perusahaan yang profitable. Penelitian yang dilakukan oleh Takarini dan Ekawati (2003) yang menguji analisis rasio working capital to total assets dalam memprediksi perubahan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio working capital to total assets mempunyai kemampuan yang signifikan dalam memprediksi perubahan laba dan mempunyai pengaruh yang positif dengan perubahan laba. Penelitian lain yang mendukung hasil penelitian tersebut adalah penelitian yang dilakukan oleh Warsidi dan Pramuka (2000) yang
  52. 52. 40 mengevaluasi kegunaan rasio working capital to total assets dalam memprediksi perubahan laba. Penelitian ini menujukkan bahwa rasio working capital to total assets mampu memprediksi perubahan laba satu tahun yang akan dating dan mempunyai pengaruh yang positif. Berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya maka dapat diasumsikan bahwa rasio working capital to total assets mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap perubahan laba.2.2.4.3. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Perubahan Laba Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan. Bagi perusahaan, semakin besar rasio akan semakin baik. Sebaliknya, dengan rasio yang rendah maka akan semakin tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik dan semakin besar batas pengamanan bagi peminjam jika terjadi kerugian atau penyusutan terhadap nilai aktiva (Kasmir, 2009). Debt to equity ratio mempunyai dampak yang buruk, karena tingkat hutang yang semakin tinggi berarti beban bunga akan semakin besar dan ini menunjukkan keuntungan berkurang. Makin tinggi debt to equity ratio, makin besar financial leverage dan makin besar proporsi dana kreditor yang digunakan untuk menghasilkan laba.
  53. 53. 41 Pengaruh rasio debt to equity ratio terhadap perubahan laba telah diteliti oleh Hermanto (2007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh signifikan dan positif terhadap perubahan laba. Penelitian lain yang mendukung hasil penelitian tersebut adalah penelitian Suhardito dkk (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh siginfikan dan negatif terhadap perubahan laba. Berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya maka dapat diasumsikan bahwa debt to equity ratio mempunyai pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap perubahan laba.2.2.4.4. Pengaruh Profit Margin terhadap Perubahan Laba Profit margin menunjukkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini juga bisa diinterpretasikan sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya (ukuran efisiensi) di perusahaan pada periode tertentu. Semakin besar rasio ini maka semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi (Harahap, 2006). Perusahaan yang sehat seharusnya memiliki profit margin positif yang menandakan bahwa perusahaan tersebut menghasilkan laba bersih. Pengaruh rasio profit margin terhadap perubahan laba perusahaan adalah semakin tinggi nilai rasio ini maka laba bersih yang dihasilkan juga
  54. 54. 42 akan semakin meningkat karena penjualan bertambah lebih besar daripada biaya usahanya. Takarini dan Ekawati (2003) melakukan analisis rasio profit margin dalam memprediksi perubahan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio profit margin mampu untuk digunakan dalam memprediksi perubahan laba dan berpengaruh positif. Dengan adanya hasil penelitian tersebut, maka telah diuji dan dibuktikan bahwa rasio profit margin mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba.2.3. Kerangka Pemikiran Dalam penelitian ini akan diteliti mengenai hubungan antara rasio-rasio keuangan dan laba. Dari penelitian-penelitian sebelumnya dan teori yang cukup kuat diterima bahwa rasio-rasio keuangan mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba. Rasio-rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat rasio, yaitu current ratio, working capital to total assets, debt to equity ratio, dan profit margin.
  55. 55. 43 Gambar 2.1 Diagram Kerangka Pemikiran RASIO KEUANGAN RASIO LIKUIDITAS CR (X1) WCTA (X2) RASIO SOLVABILITAS PERUBAHAN DER (X3) LABA (Y) RASIO PROFITABILITAS PM (X4) UJI REGRESI BERGANDA2.4. Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan pada bagian terdahulu maka hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Current Ratio, Working Capital to Total Assets, Debt to Equity Ratio, dan Profit Margin secara simultan berpengaruh terhadap perubahan laba. H2: Current Ratio berpengaruh terhadap perubahan laba. H3: Working Capital to Total Assets berpengaruh terhadap perubahan laba. H4: Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap perubahan laba. H5: Profit Margin berpengaruh terhadap perubahan laba.
  56. 56. 44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel3.1.1. Definisi Operasional Definisi operasional diperlukan agar konsep yang digunakan dapat diukur secara empiris serta menghindari terjadi kesalahan penafsiran yang berbeda. Definisi operasional dari variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Variabel Independen (X) 1) Current Ratio (X1) adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. 2) Working Capital to Total Assets (X2) adalah rasio yang mengindikasikan likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja. 3) Debt to Equity Ratio (X3) adalah rasio untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan. 4) Profit Margin (X4) adalah rasio yang menunjukkan pendapatan bersih atas penjualan sebagai ukuran keuntungan. 44
  57. 57. 45 b. Variabel Dependen (Y) 1) Perubahan Laba adalah kenaikan atau penurunan atas laba yang dihasilkan perusahaan yang terjadi dalam suatu periode dengan periode lainnya.3.1.2. Pengukuran Variabel Dalam penelitian ini, pengukuran variabel-variabel yang digunakan dapat dijelaskan sebagai berikut: a. CR (Current Ratio) yang membandingkan aktiva lancar dengan utang lancar. Skala yang digunakan adalah skala rasio dengan menggunakan satuan persen. Current Assets Current Ratio = Current Liabilities b. WCTA (Working Capital to Total Assets) yang membandingkan modal kerja bersih dengan total aktiva. Dimana modal kerja bersih diperoleh dari selisih antara aktiva lancar dengan utang lancar. Skala yang digunakan adalah skala rasio dengan menggunakan satuan persen. Current Assets - Current Liabilities Working Capital to Total Assets = Total Assets c. DER (Debt to Equity Ratio) yang membandingkan total utang dengan ekuitas. Skala yang digunakan adalah skala rasio dengan menggunakan satuan persen.
  58. 58. 46 Total Liabilities Debt to Equity Ratio = Equity d. PM (Profit Margin) yang membandingkan laba bersih dengan penjualan. Skala yang digunakan adalah skala rasio dengan menggunakan satuan persen. Earnings After Tax Profit Margin = Sales e. Perubahan Laba (Y) yang merupakan selisih laba tahun yang diteliti dengan laba tahun sebelumnya yang kemudian dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya. Skala yang digunakan adalah skala rasio dengan menggunakan satuan persen. (Yit − Yit −1 ) ∆Y = it Y it - 1 Dimana: ∆ Y = Perubahan Laba it Y = Laba Bersih tahun yang diteliti it Yit −1 = Laba Bersih tahun sebelumnya3.2. Teknik Penentuan Sampel Penentuan sampel yang akan dipilih ditetapkan berdasarkan kriteria- kriteria berikut ini:
  59. 59. 47a. Populasi Populasi yang menjadi obyek penelitian ini adalah perusahaan yang tergolong dalam kelompok otomotif dan komponennya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama lima periode yaitu tahun 2004-2008. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 19 perusahaan.b. Sampel Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Purposive sampling yaitu teknik yang digunakan dalam penentuan sampel yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan berdasarkan pertimbangan tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 perusahaan. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Perusahaan yang tergolong dalam kelompok otomotif dan komponennya yang terdaftar secara berturut-turut di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian yaitu tahun 2004-2008 sebanyak 19 perusahaan. 2) Perusahaan telah mempublikasikan laporan keuangan per 31 Desember untuk tahun 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2008 sebanyak 15 perusahaan. 3) Selama periode penelitian, perusahaan tidak mengalami rugi mulai tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 sebanyak 6 perusahaan.
  60. 60. 483.3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan adalah dengan cara sebagai berikut: a. Jenis Data Data yang diperlukan untuk mendukung penelitian ini merupakan data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumber utama (perusahaan) yang dijadikan objek penelitian. Data tersebut berupa laporan keuangan (annually report) perusahaan-perusahaan yang tergolong dalam kelompok otomotif dan komponennya selama lima periode yaitu tahun 2004-2008. b. Sumber Data Sumber data yang diperoleh untuk penelitian ini yaitu diperoleh melalui situs homepage Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id. c. Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara sebagai berikut: 1) Penelitian Kepustakaan (Library Research) Penelitian dengan cara membaca dan mempelajari literatur seperti buku- buku, jurnal, koran, dan berbagai macam sumber tertulis lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. 2) Teknik Observasi Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder sehingga prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi
  61. 61. 49 terhadap laporan keuangan, yang disediakan oleh perusahaan itu sendiri yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia.3.4. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis Dalam melakukan analisis dan uji hipotesis, prosedur yang dilakukan dibantu dengan menggunakan program komputer yaitu SPSS 16.0 for Windows dan Microsoft Excel 2007.3.4.1. Teknik Analisis Teknik analisis yang digunakan dalam melakukan pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh CR, WCTA, DER, dan PM sebagai variabel bebas (independent variabel) terhadap perubahan laba sebagai variabel terikat (dependent variabel). Pembuktian terhadap hipotesis pada penelitian ini menggunakan model regresi berganda dengan empat variabel bebas sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Dimana: Y = Variabel Perubahan Laba a = Konstanta b1, b2, b3, b4 = Koefisien regresi X1 = Variabel CR
  62. 62. 50 X2 = Variabel WCTA X3 = Variabel DER X4 = Variabel PM e = Error Term Sebelum melakukan uji hipotesis, sesuai dengan ketentuan bahwadalam uji regresi linier berganda harus dilakukan uji asumsi klasik terlebihdahulu agar penelitian tidak bias dan untuk menguji kesalahan model regresiyang digunakan dalam penelitian. Pengujian asumsi klasik yang dilakukanyaitu:a. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah antar variabel independen mengandung korelasi atau tidak. Hasil pengujian multikolinieritas dapat dilihat berdasarkan nilai Variance Inflation Factor (VIF). Dasar pengambilan keputusan: 1) VIF > 10 Antar variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) terjadi korelasi/multikolinieritas. 2) VIF < 10 Antar variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) tidak terjadi korelasi/multikolinieritas.
  63. 63. 51b. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Dasar pengambilan keputusan: 1) Probabilitas > 0.05 Bebas dari heteroskedastisitas. 2) Probabilitas < 0.05 Terkena heteroskedastisitas.c. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah terjadi korelasi antar anggota sampel yang diurutkan berdasarkan waktu. Konsekuensi dari adanya autokorelasi dalam model regresi adalah varian sampel tidak dapat menggambarkan varian populasinya. Diagnosa adanya autokorelasi dilakukan melalui pengujian terhadap nilai uji Durbin Watson (uji DW). Dasar pengambilan keputusan: 1) DW < 1.21 Terjadi autokorelasi. 2) 1.21 < DW < 1.65 Tidak dapat tersimpulkan. 3) 1.65 < DW < 2.35 Tidak terjadi autokorelasi. 4) 2.35 < DW < 2.79 Tidak dapat tersimpulkan. 5) DW > 2.79 Terjadi autokorelasi.
  64. 64. 523.4.2. Uji Hipotesis Pengujian terhadap model regresi berganda pada penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pengujian menyeluruh atau simultan (uji F), pengujian individu atau parsial (uji t), dan uji koefisien determinasi (R2). a. Pengujian Menyeluruh atau Simultan (Uji F) Untuk mengetahui bahwa variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). Formulasi hipotesis: 1) H0 : β1 = β2 = β3 = β4 = 0 Variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). 2) H0 : β1 = β2 = β3 = β4 ≠ 0 Variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). Dasar pengambilan keputusan: 1) - Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima. - Jika Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak. 2) Berdasarkan nilai probabilitas (signifikansi) dasar pengambilan keputusannya adalah:
  65. 65. 53 a) Jika probabilitas > 0.05 maka H0 diterima. b) Jika probabilitas < 0.05 maka H0 ditolak.b. Pengujian Individu atau Parsial (Uji t) Untuk mengetahui bahwa variabel independen (CR, WCTA, DER, dan PM) secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (perubahan laba). Formulasi hipotesis: 1) Variabel CR mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β1 = 0 CR tidak terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β1 ≠ 0 CR terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. 2) Variabel WCTA mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β2 = 0 WCTA tidak terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β2 ≠ 0 WCTA terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. 3) Variabel DER mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β3 = 0 DER tidak terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β3 ≠ 0 DER terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. 4) Variabel PM mempunyai pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β4 = 0 PM tidak terdapat pengaruh terhadap perubahan laba. H0 : β4 ≠ 0 PM terdapat pengaruh terhadap perubahan laba.

×