Teks Anekdot
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Teks Anekdot

on

  • 293 views

Pengertian Teks Anekdot

Pengertian Teks Anekdot

Statistics

Views

Total Views
293
Views on SlideShare
291
Embed Views
2

Actions

Likes
0
Downloads
7
Comments
0

1 Embed 2

https://twitter.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Teks Anekdot Teks Anekdot Presentation Transcript

  • Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar. Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya, apakah terkenal atau tidak, biasanya di suatu tempat yang dapat diidentifikasi. Namun, seiring waktu, modifikasi pada saat penceritaan kembali dapat mengubah sebuah anekdot tertentu menjadi sebuah fiksi, sesuatu yang diceritakan kembali tapi "terlalu bagus untuk nyata".
  • Kata 'anekdot' dalam (Yunani: "tidak diterbitkan", secara literal "tidak dikeluarkan") berasal dari Procopius of Caesarea, penulis biografi dari Justinian I, yang membuat sebuah karya berjudul Ἀνέκδοτα (Anekdota, secara beragam diterjemahkan dengan Memoar yang tak diterbitkan atau Kisah Rahasia), yaitu sebuah koleksi kejadian-kejadian singkat dari kehidupan pribadi dari istana Bizantin. Secara bertahap, makna anekdot di pakai untuk setiap kisah singkat yang digunakan untuk menekankan atau mengilustrasikan apapun poin yang si penulis inginkan.
  • ABSTRAKSI: Singapura termasuk salah satu Negara yang bersih, bagi sesiapa yang membuang sampah sembarangan bisa didenda, termasuk puntung rokok sekalipun. ORIENTASI: Suatu ketika si Jeki sedang berlibur, tapi nampaknya ia tak tahu akan adanya aturan itu, ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. KRISIS: Oleh sebab rokok sudah hampir habis dibuanglah begitu saja dan persis jatuh di sisi kaki kanannya. Tanpa disangka tanpa dinyana, tiba tiba datang petugas, “Tahukah anda, bahwa anda telah melakukan pelanggaran?!!.” Tegas petugas. “Tidak tahu, apa gerangan yang telah saya perbuat?!!” Jawab Azam. “Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok!!.” Tegasnya lagi. REAKSI: Lalu, dengan sigap Azam menjawab, “oh…, maaf terjatuh…,” dan lalu diambilnya puntung rokok itu serta langsung dihisapnya lagi…. ??!!!!! KODA: Lalu Azam berjalan meninggalkan petugas yang kebingungan.
  • ABSTRAKSI : Suatu hari, dua orang perampok mencegat sebuah mobil mewah. Mereka menodongkan pistol pada empat orang pria berpakaian necis di dalamnya. ORIENTASI : Didukung lalu lintas yang sedang lengang, mereka segera menodongkan pistol sambil berkata.. KRISIS : “Serahkan uang kalian,” kata perampok itu. Seseorang yang berdasi menjawab dengan congkak. “Beraninya kalian merampok kami. Aku adalah anggota DPR, pria di sampingku adalah pejabat pajak. Dua orang di belakang adalah kepala keuangan di kementerian pemerintah. Kami baru rapat membahas anggaran,” katanya. REAKSI : Kedua perampok cuma tersenyum lalu kembali menodong para pejabat. “Kalau begitu tuan-tuan, kembalikan uang kami yang kalian rampok,” kata perampok itu KODA : Lalu, seorang berdasi itu segera menutup kaca mobilnya dan ngebut secepat mungkin
  • ABSTRAKSI : Budi berhasil mengorupsi dana bantuan sosial di lembaga yang dipimpinnya Rp20 miliar. ORIENTASI : Dia pun pergi naik haji menggunakan uang korupsi. KRISIS : Saat rukun melempari setan atau jumrah, Budi heran kenapa batu yang dilemparnya selalu kembali dan mengenai dirinya. Rasanya sakit juga. REAKSI : Pada lemparan keenam, batu yang dilempar Budi kembali lagi mengenai kepalanya. Tiba-tiba bisikan keras terdengar di telinganya. “Bung, sesama setan jangan lempar-lempar batu dong!” KODA : Setelah itu, Budi lari ketakutan meninggalkan area itu.