• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Glasgow coma scale (gcs)
 

Glasgow coma scale (gcs)

on

  • 18,954 views

 

Statistics

Views

Total Views
18,954
Views on SlideShare
18,954
Embed Views
0

Actions

Likes
6
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Glasgow coma scale (gcs) Glasgow coma scale (gcs) Presentation Transcript

    • GLASGOW COMA SCALE ( GCS )
    • Glasgow Coma Scala adalah Scala untuk mengukur kesadaran seseorang
    • Scala ini diperkenalkan tahun 1970 di Glasgow oleh Jennet dan Teasdale
    • Awalnya banyak digunakan untuk menilai derajat kesadaran pasien trauma. Tetapi belakangan GCS diterapkan untuk menilai fungsi kesadaran pasien sebab lain seperti Infeksi, tumor, keracunan maupun gangguan metabolic
    • GCS merupakan standar Internasional yang dipergunakan secara luas termasuk di Indonesia. Sehingga bahasa dokter (petugas medik) satu sama lain sama sama dalam mengintepretasikan kesadaran seseorang
    • GCS  Mudah dan Informatif : Selain penilaian GCS ini dipakai luas karena mudah pelaksanaannya, tidak hanya dokter yang dapat melaksanakannya pemeriksaan itu, tetapi juga perawat yang terlatih. Pemeriksaannya juga dapat diulang-ulang dari waktu kewaktu sebagai sarana observasi
    • Kelebihan GCS
      • adalah menggunakan angka-angka, jadi bila ada penurunan skor, dapat dianggap ada penurunan derajat kesadaran. Hal ini dapat dipakai sebagai prediksi kemungkinan sembuh tidaknya seorang pasien. “Bila nilai GCS pasien tersebut rendah terus dalam waktu lama, kemungkinan ia sembuh kecil, kalaupun sembuh biasanya kemampuan otak pasienpun menurun
    • Kekurangan GCS
      • yaitu tidak dapat digunakan pada anak berumur kurang dari 36 bulan.
    • Tiga Fungsi utama GCS yang dinilai yaitu
      • Pertama E :
        • yaitu EYE atau Respon membuka Mata (N - MAX: 4)
      • Kedua V :
        • yaitu VERBAL atau Suara / Kemampuan bicara (N - MAX: 5)
      • Ketiga M :
        • yaitu MOTORIK yang sama dengan gerakan (N - MAX: 6)
    •  
    • Tabel GLASGOW COMA SCALE
      • Reaksi Membuka Mata ( E )
      • 4 Buka Mata Spontan
      • 3 Buka Mata bila ada rangsangan suara panggilan
      • 2 Buka Mata bila dirangsang nyeri
      • 1 Tidak Buka Mata walaupun dirangsang apapun
    •  
    • Reaksi Berbicara ( V )
      • 5 Komunikasi Verbal baik, jawaban tepat
      • 4 Bingung Disorientasi waktu, tempat, orang
      • 3 Dengan Rangsangan hanya ada kata-kata tetapi tidak berbentuk kalimat
      • 2 Dengan Rangsangan hanya ada suara tetapi tidak berbentukkata-kata
      • 1 Tak ada Suara dengan rangsangan apapun
    • Reaksi Gerakan Lengan /Tungkai ( M )
      • 6 Mengikuti Perintah
      • 5 Mengetahui tempat rangsangan nyeri dengan menolak rangsangan
      • 4 Hanya menarik bagian tubuhnya bila dirangsang nyeri
      • 3 Timbul Fleksi (ditekuk) abnormal bila dirangsang nyeri
      • 2 Timbul ektensi (diluruskan) abnormal bila dirangsang nyeri
      • 1 Tak ada gerakan dengan rangsangan apapun
    • Tiap fungsi mempunyai nilai Maksimal
      • EYE nilai maksimalnya  4
      • VERBAL nilai maksimalnya  5
      • MOTORIK nilai maksimalnya  6
      • Dianggap nilai 4 bila mata pasien bias terbuka lebar dengan spontan dan bila pasien bias diajak komunikasi.
      • Bila dilontarkan pertanyaan dapat menjawab dengan benar maka Verbalnya dinilai 5.
      • Begitu juga MOTORIK, bila pasien dapat menggerak-gerakkan lengan dan tungkai sesuai perintah maka nilainya maksimal 6.
      • Ketiga nilai tersebut selanjutnya dijumlah berarti pasien dianggap sadar baik bila nilai total GCS nya 15
    • Sebaliknya bila semua tidak merespon
      • Maka nilainya masing-masing 1 jadi nilai totalnya 3.
      • Kalau nilai GCS nya diantara 15 dan 3 berarti kesadarannya menurun. Penurunan kesadaran ini bias ringan, sedang atau berat.
      • Dianggap ringan, bilai nilai total GCS nya 14 sampai 13 sedang nilai 12 sampai 9 adalah kesadaran menurun sedang, dan bila kurang dari 9 maka penurunan kesadaran cukup berat
    • EMPAT MIRIP KOMA
      • Selain penilaian dengan menggunaka GCS ini, ada istilah –lstilah yang dipakai untuk menggambarkan derajat kesadaran pasien. Antara lain
        • aletargi ,
        • obtundation,
        • stupor
        • coma .
        • Penilaian ini tergolong lebih sederhana tetapi kurang standart, sebab perbedaan satu pemeriksa dan yang lain kadang-kadang cukup besar
    • LETARGI
      • Secara definisi adalah suatu keadaan dengan gangguan pemusatan perhatian. Pasien mudah sekalai dialihkan perhatiannya dan kemampuan mengingatnya turun. Namun pasien masih mampu berkomunikasi dengan kata-kata, gejala yang nyata adalah pasien tampak sangat mengantuk
    • OBTUNDATION
      • adalah kesadaran yang menjadi tumpul ringan – sedang, sering disertai manurunnya minat atau respon terhadap lingkungan. Bila diajak komunikasi kadang-kadang nyahut kadang-kadang hilang
    • STUPOR
      • Lebih turun lagi kesadarannya, secara klinik setara dengan tidur dalam yaitu pasien tidak dapat dibangunkan penuh atau bangun hanya sebentar, (itupun dengan rangsangan yang keras dan berulang-ulang
    • KOMA
      • Seperti yang diketahui banyak orang, pasien tidak dapat dibangunkan dengan rangsangan sekuat apapun.Pasien hanya berbaring dengan mata tertutup dan tanpa gerakan spontan. Hal ini karena terdapat penurunan fungsi sel-sel saraf disebabkan kerusakan integritas lapisan konteks otak atau batang otak
    • Mati
      • Mati klinis
      • Pada saat pemeriksaan penderita tidak menemukan adanya fungsi sistem perdarahan dan sistem pernapasan  Reversibel
      • Mati biologis
      • Kematian sel / jaringan yang sifatnya menetap. Pada manusia kerusakan paling cepat terjadi pada otak  Irreversibel