Upcoming SlideShare
×

# Analisis Statistika Terhadap Kandungan Gizi Pada Makanan Ringan (Ardita Sukma Perdana 1305030026)

28,033
-1

Published on

7 Likes
Statistics
Notes
• Full Name
Comment goes here.

Are you sure you want to Yes No
• sya lg proses mau tgs akhir, rencana mau ambil judul statistik..kasi masukn donk.

Are you sure you want to  Yes  No
• saya juga anak statistika ITS 2007

Are you sure you want to  Yes  No
Views
Total Views
28,033
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
524
2
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

### Analisis Statistika Terhadap Kandungan Gizi Pada Makanan Ringan (Ardita Sukma Perdana 1305030026)

1. 1. ! "# \$" % & '() ' ) ( *( ) ( ' ) +()(* + ( , -
2. 2. (+ . ! "# \$" % & '() ' ) ( *( ) ( ' ) +()(* + ( , -
3. 3. LEMBAR PENGESAHAN ANALISIS STATISTIKA TERHADAP KANDUNGAN GIZI PADA MAKANAN RINGAN LAPORAN TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan Di Program Studi Diploma Tiga Statistika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Oleh : ARDITA SUKMA PERDANA NRP. 1305 030 026 Disetujui oleh Pembimbing Tugas Akhir : Dr. Ir. Setiawan, MS ( ) NIP. 131 651 428 Mengetahui Ketua Jurusan Statistika FMIPA-ITS Dr. Sonny Sunaryo, M.Si NIP.: 131 843 380 SURABAYA, JUNI 2008
5. 5. STATISTICAL ANALYSIS OF CONTENT NUTRIENT AT SNACK Name : Ardita Sukma Perdana NRP : 1304 030 026 Department : Diploma 3 Statistika FMIPA-ITS Supervisor : Dr. Ir. Setiawan, MS Abstract Snack is a food eaten to eliminate someone hungry some times, gives a few energy supplies to body, or thing eaten to be enjoyed likely. Many snack released by producer doesn't mean it all good to consumed, especially for children that is also need to be paid attention level of nutrient is consisting in each snack. Nutrient is the things required by body to do its function, be arranging energy, builds and looks after network, and arranges life processes. Many things which can arise if the body is lacking of nutrient for example growth can be pursued, defense of body is less, and also can influential to development of mental and ability thinks. Brand of snack called Oops Roasted Beef, Fugu Grilled Cheese, Oops Special Fried Chicken, and Fugu Seaweed has characteristic to fat saturated content. Oops Cheezy Spagheti has highest tendency at total energy variable. Brand of Piattos Barbeku, Piattos Keju, Fugu Seaweed, Fugu Grilled Cheese, Oops Roasted Sweet Corn, and Oops Baked Chicken Tomato has high total carbohydrate variable characteristic. Snacks which has tends to highest at protein variable is Cheetos Keju Amerika which also in a mood for energy variable from fat. Brand of snack which tending to total fat variable are Cheetos Keju Amerika and Kaya King Honey Roasted Peanuts. Oops Baked Chicken Tomato, Oops Roasted Sweet Corn, Fugu Seaweed, my Piattos Barbe, and Piattos Keju has highest tendency to variable Natrium. Key Words: Snack, Tendency
6. 6. KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga terselesaikannya Tugas Akhir ini, dengan judul: ANALISIS STATISTIKA TERHADAP KANGUNGAN GIZI PADA MAKANAN RINGAN Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bimbingan, petunjuk dan juga saran selama penyusunan laporan tugas akhir ini, antara lain kepada : 1. Bapak Dr. Ir. Setiawan, MS selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberi bimbingan, nasihat serta saran sehingga terselesainya laporan tugas akhir ini dengan baik. 2. Bapak Dra. Sonny Sunaryo, M.Si selaku Ketua Jurusan Statistika FMIPA ITS Surabaya. 3. Ibu Ir. Mutiah Salamah, M.Kes selaku Koordinator Tugas Akhir Jurusan Statistika ITS Surabaya. 4. Bapak M Syahid Akbar, SSi, MSi selaku Koprodi 3 Jurusan Statistika ITS Surabaya. 5. Ayah, Ibu, dan adik yang telah memberi motivasi, support dan do’a. 6. Teman-teman semua yang telah memberi dukungan dan menemani sampai terselesainya Tugas Akhir ini. Akhir kata, penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu penulis akan berterima kasih apabila ada saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak demi perkembangan statistika yang lebih baik di kemudian hari. Surabaya, Juni 2008 Penulis
7. 7. DAFTAR ISI Judul halaman ABSTRAK............................................................................... i ABSTRACT............................................................................. ii DAFTAR ISI............................................................................iii DAFFTAR GAMBAR.............................................................v DAFTAR TABEL....................................................................vi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang...................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah................................................. 2 1.3 Batasan Masalah................................................... 3 1.4 Tujuan Penelitian.................................................. 3 1.3 Manfaat Penelitian................................................ 3 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Statistika................................................ 5 2.1.1 Statistika Deskriptif.................................... 5 2.1.2 Analisis Multivariat.................................... 5 2.1.3 Distribusi Normal Multivariat.................... 5 2.1.4 Analisis Komponen Utama......................... 7 2.1.5 Analisis Biplot............................................. 8 2.2 Komposisi Gizi Makanan Ringan........................ 10 2.2.1 Kebutuhan Gizi Anak.................................. 15 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sumber Data..........................................................17 3.2 Identifikasi Variabel..............................................18 3.3 Langkah Analisis.................................................. 18 3.4 Prosedur Penelitian............................................... 20 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Deskriptif................................................ 21 4.1.1 Energi Total................................................. 21
8. 8. 4.1.2 Energi dari Lemak....................................... 22 4.1.3 Lemak Total................................................ 23 4.1.4 Lemak Jenuh................................................24 4.1.5 Protein......................................................... 25 4.1.6 Karbohidrat Total........................................ 26 4.1.9 Natrium........................................................ 27 4.2 Analisis Kecenderungan Merek Makanan Ringan27 4.2.1 Analisis Komponen Utama......................... 28 4.2.2 Analisis Biplot............................................. 29 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan........................................................... 35 5.2 Saran..................................................................... 36 DAFTAR PUSTAKA 37 LAMPIRAN 39
9. 9. DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Diagram Alur....................................................... ....20 Gambar 4.1 Histogram Variabel Energi Total ........................ ....21 Gambar 4.2 Histogram Variabel Energi dari Lemak............... ....22 Gambar 4.3 Histogram Variabel Lemak Total ........................ ....23 Gambar 4.4 Histogram Variabel Lemak Jenuh ....................... ....24 Gambar 4.5 Histogram Variabel Protein ................................. ....25 Gambar 4.6 Histogram Variabel Karbohidrat Total................ ....26 Gambar 4.7 Histogram Variabel Natrium .............................. .... 27 Gambar 4.8 Biplot ................................................................... ....32
10. 10. DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Kebutuhan Gizi ....................................................... ....15 Tabel 3.1 Merek dan Singkatan Makanan Ringan .................. ....17 Tabel 4.1 Analisis Komponen Utama ..................................... ....29 Tabel 4.2 Sudut dari Matriks H (derajat).............................. ....30
11. 11. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makhluk hidup di bumi membutuhkan energi untuk melangsungkan hidupnya dan untuk tumbuh. Energi tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh setiap makhluk hidup baik manusia, hewan dan juga tumbuhan. Energi tersebut dapat diperoleh di alam sekitar tempat tinggal mereka. Energi yang diperlukan oleh tubuh makhluk hidup, terutama manusia dapat diperoleh dari makanan yang dimakan. Makan merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk melangsungkan hidupnya. Makanan ringan adalah suatu makanan yang dimakan guna menghilangkan rasa lapar seseorang sementara waktu, memberi sedikit suplai energi ke tubuh, atau sesuatu yang dimakan untuk dinikmati rasanya. Makanan ringan atau snack ini enak untuk dimakan kapanpun dan dimanapun sebab tidak membutuhkan peralatan untuk memakannya seperti piring dan sebagainya. Makanan ringan saat ini sangat banyak jenisnya dan setiap produsen makanan mengeluarkan lebih dari satu jenis makanan ringan yang berbeda. Pangsa pasar makanan ringan adalah anak-anak namun tidak sedikit remaja juga mengkonsumsi makanan ringan. Selain dapat digunakan untuk menghabiskan waktu, makanan ringan juga dapat digunakan sebagai teman makanan pokok. Banyaknya makanan ringan yang dikeluarkan oleh produsen tidak berarti semua itu baik untuk dikonsumsi, terutama untuk anak-anak yang juga perlu diperhatikan tingkat gizi yang terkandung pada setiap makanan ringan. Gizi merupakan nutrient yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu mengatur energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses- proses kehidupan. Banyak hal yang dapat timbul bila tubuh kekurangan gizi antara lain pertumbuhan dapat terhambat, pertahanan tubuh kurang dan juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan kemampuan berpikir.
14. 14. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 TINJAUAN STATISTIKA 2.1.1 Statistika Deskriptif Statistika Deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. Metode statistika deskriptih yang digunakan adalah Histogram. Histogram merupakan diagram balok yang digunakan untuk menyampaikan data dengan segera informasi yang dikandung sekelompok data dalam bentuk yang sederhana (Walpole, 1995). 2.1.2 Analisis Multivariat Analisis Multivariat adalah analisa statistik yang digunakan untuk mengolah data secara serentak dengan memperhitungkan korelasi antarvariabel. Dengan adanya korelasi antarvariabel, akan menghasilkan kesimpulan yang keliru apabila data dianalisa dengan menggunakan metode univariat karena akan menyebabnya kehilangkan informasi yang terkandung dalam korelasi antar variabel tersebut. Data dapat dikatakan multivariat jika data tersebut didapatkan dari hasil pengukuran lebih dari satu variabel karakteristik atau kriteria pada setiap anggota sampel yang pengolahannya menggunakan Analisis Multivariat (Johnson & Wichern, 2002). 2.1.3 Distribusi Normal Multivariat Data yang dilakukan analisis dengan menggunakan analisis Multivariat haruslah memenuhi asumsi berdistribusi normal multivariat. Hal ini dimaksudkan agar hasil analisis yang didapatkan adalah sah. Analisis multivariat merupakan suatu analisis yang melibatkan banyak variabel (lebih dari dua variabel). Sedangkan distribusi normal Multivariat merupakan
15. 15. suatu bentuk distribusi data statistika yang saling berhubungan dimana variable-variabel dari data yang bersangkutan lebih dari dua data, dengan masing-masing variabel memenuhi sifat normalitas. Variabel acak (X1,X2,X3,...,Xp) berdistribusi normal multivariat dengan parameter dan jika mempunyai probability density function : 1 1 − ( x − µ )' −1 ( x − µ ) Σ f ( x1 , x 2 , x3 ,..., x p ) = p e 2 (2.1) (2π ) 1 2 Σ 2 jika ( x1 , x2 , x3 ,....., x p ) berdistribusi normal multivariat maka − (x − µ )' −1 (x − µ ) berdistribusi χ p . Berdasarkan sifat ini maka 2 pemeriksaan distribusi multinormal dapat dilakukan dengan membuat Q-Q plot dari nilai: ( d i2 = X i − X S −1 X i − X (2.2) ) ( ) dimana i = 1,2,3,...,n. Adapun langkah-langkah untuk membuat plot 2 adalah sebagai berikut : 1. Menghitung jarak tergeneralisasi yang dikuadratkan atau biasa disebut dengan d2j dengan perhitungan pada persamaan (2.2) 2. Mengurutkan nilai d2j dari nilai d2j terkecil sampai nilai d2j terbesar atau d2(1) d2(2) … d2(n) 3. Membuat plot dengan titik koordinat d 2;χ 2 j j − 0 .5 di p, n mana nilai χ 2 j − 0.5 didapatkan dari tabel 2 p, n Plot ini akan membentuk garis lurus jika data berdistribusi Multinormal dan jika terdapat kelengkungan menunjukkan penyimpangan dari normalitas.
16. 16. 2.1.4 Analisis Komponen Utama Analisis komponen utama merupakan suatu teknik mereduksi data multivariat (banyak variabel) yang mencari untuk mengubah (menstransformasi) suatu matriks data awal atau asli menjadi suatu set kombinasi linier yang lebih sedikit akan tetapi menyerab sebagian besar jumlah varian dari data awal (Supranto, 2004). Tujuannya adalah menjelaskan sebanyak mungkin jumlah varian data asli dengan sedikit mungkin komponen utama yang disebut komponen. Banyaknya komponen yang bisa di ekstrak dari data awal atau asli ialah sebanyak variabel yang ada. Katakanlah ada m komponen yang bisa dihasilkan dari p variabel asli, maka komponen m paling banyak adalah m = p, artinya banyak komponen sama dengan banyak variabel. Hal ini tidak baik sebab komponen yang harus dipertahankan adalah sesedikit mungkin, akan tetapi sudah mencakup sebagian besar informasi yang terkandung dalam data asli. Langkah – langkah yang dilakukan dalam transformasi adalah : 1. Menstandartkan masing – masing variabel bebas dengan cara : X ij − X i Z ij = (2.3) Si ( X i ) Dimana, Xij = nilai standart variabel ke–i pengamatan ke–j Zij = nilai standart variabel ke–i pengamatan ke–j X i = Mean (rata–rata) variabel ke-i Si = Standart deviasi ke–i 2. Mencari matriks korelasi dari variabel yang distandartkan (Z1, Z2,...., Zk)
17. 17. 1 r12 ..... r1k P= r21 r1k ...... r2k . . . . . . rk1 rk2 ..... 1 3. Mencari nilai eigen yang dilambangkan λ adalah dengan cara berikut A − λI = 0 (2.4) 4. Mencari vektor eigen yang dinotasikan X dapat dicari dengan menggunakan persamaan : ρX = λ j X Dengan demikian komponen utama ke–j untuk standart Z didapatkan Wj = γ j Z , = γ ij Z i + γ 2 j Z 2 + ....... + γ kj Z k 2.1.5 Analisis Biplot Analisis Biplot merupakan analisis eksplorasi untuk melihat kedekatan antar objek, karakteristik atau peubah penciri setiap objek, dan keterkaitan antar peubah. Analisis ini menggunakan konsep penguraian nilai singular. Analisis biplot diperkenalkan oleh Grabiel pada tahun 1971. Pada dasarnya, analisis ini merupakan suatu upaya untuk memberikan peragaan grafik dari matriks data X dalam suatu plot dengan menunpang tindihkan vektor-vektor dalam ruang berdimensi rendah. Analisis ini digunakan untuk positioning maupun perceptual mapping dari sekumpulan objek (baris dari matrik data X). Dalam prosesnya, analisis biplot memerlukan data dari sejumlah objek dengan atribut-atribut (kolom dari matriks data X), yang diukur dengan skala interval dan rasio. Hasil akhir analisis ini akan diberikan dalam bentuk tampilan gambar dua dimensi yang berisi informasi tentang
18. 18. 1. Posisi relatif objek. Berdasarkan informasi ini dua objek yang memiliki jarak terdekat dikatakan memiliki tingkat kemiripan yang tinggi berdasarkan atribut-atribut yang diamati. 2. Hubungan antar atribut, dari informasi ini akan diketahui mengenai hubungan linier (korelasi) antar atribut serta tingkat kepentingan suatu atribut yang didasarkan pada variannya. 3. Penggabungan informasi (1) dan (2) dikenal dengan istilah bi- plot, akan diketahui ciri-ciri masing-masing objek berdasarkan atribut yang diamati. Landasan analisis ini adalah setiap matriks nXp yang berpangkat [=min{n,p}] dapat digambarkan secara pasti dalam ruang berdimensi r. Bagi matriks yang berpangkat r dan ingin digambarkan dengan baik dalam ruang berdimensi k [= r], dilakukan suatu pendekatan yang optimum dengan suatu matriks berpangkat k berdasarkan kuadrat norma perbedaan terkecil antara keduanya. matriks hasil pendekatan terbaik tersebut digambarkan konfigurasi obyek dan variabel dalam ruang berdimensi k. Supaya memudahkan pemahaman masalah ini, ambil saja nilai k = 2, sehingga pendekatan tersebut dapat digambarkan dalam sumbu-x dan y. Suatu matriks nXp berpangkat k dapat diuraikan sebagai nXp = nGk H’p atau Xij = g’I hj. Hal ini dapat diperoleh melalui penguraian nilai singular (singular value decomposition). Metode Biplot dikembangkan atas dasar Dekomposisi Nilai Singular (DNS) yang merupakan hasil dari penurunan teori-teori matriks (Jollife, 1986). Perhitungan dalam analisis biplot ini didasarkan pada penguraian nilai singular suatu matriks, setiap matriks nXp dapat digambarkan dalam ruang berdimensi r. Suatu matriks nXp dapat diuraikan menjadi nXp = nGp Hp. Dari matriks data : x11 x1i x1 p nXp = xk 1 xki xkp xn1 xni xnp
19. 19. akan dibangkitkan matriks G dan H sebagai berikut: T g 11 g 12 g1 G = g k1 g k2 = gT k g n1 g n2 gT n T h11 h12 h1 H = hi1 hi 2 = h T i h p1 h p2 hT p dimana diinginkan: gT = ( g k1 k ( g k 2 ) representasi dari xk = xk1 T xki xkp ) hT = (hi1 hi 2 ) representasi dari xT = (x1i i i xki xni ) Biplot merupakan nilai vektor G dan vektor H berada dalam ruang yang sama.Nilai amatan variabel ke-j pada objek ke- 1 yang telah dikoreksi terhadap nilai tengahnya adalah Xij = Gi’ Hj. nilai amatan tersebut bertanda positif bila kedua vektor searah, yaitu sudut kedua vektor tersebut ada dalam (0, n/2) dan akan bertanda negatif bila kedua vektor tersebut berlawanan arah, yaitu sudut kedua vector ada dalam (n/2, π ). Nilai Xij yang dekat dengan nol (0) berarti bahwa objek ke-i mempunyai nilai yang mendekati dengan nilai rataan peubah ke-j. 2.2 KOMPOSISI GIZI MAKANAN RINGAN Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dan nutrisi pada tubuh. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.
21. 21. 2. Protein Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Protein merupakan salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). (http://id.wikipedia.org/wiki/protein) Protein yang didapat dari makanan sehari-hari harus diubah terlebih dahulu menjadi asam amino sebelum dapat diserap oleh darah. Protein ada dua jenis yaitu protein hewani dan protein nabati. Nilai protein hewani lebih tinggi dibandingkan bengan protein nabati yang berasal dari sayur-mayur. Nilai protein nabati dapat diperoleh dari campuran bahan makanan nabati atau sayuran yang mengandung protein tinggi seperti beras dengan kacang kedelai atau tempe. Nilai biologis protein tergantung juga dari faktor-faktor lain seperti jumlah masukan energi pada saat mendapat protein dan waktu pemberiannya (Almatsier, 2003). Protein sangat penting bagi pertumbuhan dan pemeliharaan, pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh, mengatur keseimbangan air, memelihara netralitas tubuh, pembentukan antibodi, mengangkut zat-zat gizi, dan sumber energi. Sebagai sumber energi protein ekuivalen dengan karbohidrat, namun protein sebagai sumber energi relatih lebih mahal, baik dalam hargga maupun dalam jumlah energi yang dibutuhkan untuk metabolisme. Banyak energi yang dibutuhkan tubuh anak-anak lebih banyak dari pada jumlah energi yang dibutuhkan oleh orang dewasa.
22. 22. 3. Lemak Lipid atau lemak terdapat dalam makanan kita sehari-hari. Lemak tidak pernah larut dalam plasma darah, kecuali bila berikatan dengan protein tertentu, ia bisa menyatu dan mengambang dalam darah (http://id.wikipedia.org/wiki/lemak). Lemak sama dengan minyak. Orang menyebut lemak secara khusus bagi minyak nabati atau hewani yang berwujud padat pada suhu ruang. Lemak juga biasanya disebutkan kepada berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair. Lemak dan minyak merupakan sumber energi paling padat yang menghasilkan energi lebih banyak dari energi yang dihasilkan oleh karbohidrat dan protein dalam jumlah yang sama. Sebagai simpanan lemak merupakan cadangan energi tubuh paling besar. Simpanan ini merupakan konsumsi berlebihan salah satu kombinasi zat-zat energi yaitu karbodihat, protein, dan lemak. Lemak menghemat penggunaan protein untuk sintesis protein, sehingga protein tidak digunakan sebagai sumber energi. Lemak memperlambat sekresi asam lambung dan memperlambat pengosongan lambung, sehingga lemak memberi resa kenyang lebih lama. Lemak merupakan pelumas dan membantu pengeluaran sisa pencernaan. Lemak juga berfungsi memelihara suhu tubuh. Lapisan lemak yang menyelubungi organ-organ tubuh seperti jantung, hati, dan ginjal membantu menahan organ-organ tersebut tetap ditempatnya dan melindunginya terhadap benturan dan bahaya lain. Kebutuhan lemak dinyatakan secara mutlak. WHO (1990) menganjurkan konsumsi lemak sebanyak 15-30% kebutuhan energi total dianggap baik untuk kesehatan tubuh. Di antara lemak yang dikonsumsi sehari-hari dianjurkan paling banyak 10% dari kebutuhan energi total berasal dari lemak jenuh. Sumber utama lemak adalah minyak tumbuh-tumbuhan seperti minyak kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, kacang kedelai, jagung, mentega, margarin dan juga sumber lemak berasal dari lemak hewan (lemak daging dan ayam), serta
23. 23. makanan yang dimasak dengan lemak atau minyak. Sayur dan buah sangat sedikit mengandung lemak. 4. Energi Ditinjau dari perspektif fisika, setiap sistem fisik mengandung (secara alternatif, menyimpan) sejumlah energi. Atau energi merupakan sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk melakukan segala aktivitasnya. Energi diperoleh dari karbohidrat, protein dan lemak. Energi diperlukan untuk proses pertumbuhan, metabolisme, utilasi bahan makanan dan aktivitas. (http://id.wikipedia.org/wiki/energi) Kebutuhan energi terutama disuplai oleh karbohidrat. Suplai energi bagi pemeliharaan sel lebih diutamakan dari pada suplai protein bagi pertumbuhan. Jika energi dalam makanan sehari-hari tidak cukup, sebagian protein makanan akan dipergunakan sebagai energi hingga mengurangi bagian yang diperlukan untuk pertumbuhan. Kebutuhan energi seseorang menurut FAO/WHO (1985) adalah konsumsi energi berasal dari makanan yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran energi seseorang bila ia mempunyai ukuran dan komposisi tubuh dengan tingkat aktivitas yang sesuai dengan kesehatan jangka panjang, dan yang memungkinkan pemeliharaan aktivitas fisik yang dibutuhkan. Pada anak-anak kebutuhan energi termasuk pada kebutuhan untuk pembentukan jaringan-jaringan baru. Banyaknya energi yang dibutuhkan bergantung pada banyaknya otot yang bergerak, berapa lama dan seberapa berat pekerjaan yang dilakukan. Sumber energi berkonsentrasi tinggi adalah bahan makanan bersumber lemak, seperti lemak, dan minyak, kacang- kacangan dan biji-bijian. Selain itu makanan bersumber karbohidrat seperti padi-padian, umbi-umbian dan juga gula murni. Semua makanan yang dibuat dengan bahan makanan tersebut merupakan sumber energi.
24. 24. 5. Natrium Natrium merupakan satu-satunya elemen yang biasa dikonsumsi dalam bentuk garam yang sedikit banyak murni adalah garam dapur. Konsumsi ini rata-rata 15 gram seorang perhari. Natrium menjaga keseimbangan cairan ekstraselular. Natrumlah yang sebagian besar mengatur tekanan osmosis yang menjaga cairan tidak keluar dari darah dan masuk kedalam sel- sel. Selain itu natrim juga menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh dengan mengimbangi zat-zat yang membentuk asam. Natrium berperan dalam transmisi saraf dan kontraksi otot. Natrium berperan pula dalam absorbsi glukosa dan sebagai alat angkut zat-zat gizi lain melalui membran, terutama melalui membran, terutama melalui dinding usus sebagai pompa natrium. Makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, tidak ada ketepatan kebutuhan natrium sehari (Almatsier, 2003). Kebutuhan natrium didasarkan pada kebutuhan untuk pertumbuhan, kehilangan natrium melalui keringat dan sekresi lainnya. 2.2.1 Kebutuhan Gizi Anak Kebutuhan gizi anak usia antara 1 sampai dengan 12 tahub adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Kebutuhan Gizi Energi Umur (kilo Protein Natrium Karbohidrat Lemak (tahun) kalori) (gram) (gram) (gram) (gram) 1—3 1210 23 0,115 27 25 4—6 1600 29 0.215 34 33 7—9 1900 36 0.287 63 45 10—12 1950 46 0,3 78 56
25. 25. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Survey dilakukan untuk dicatat nilai kandungan gizinya, pada tiap kemasan makanan ringan. Pada survey tersebut didapatkan 33 merek makanan ringan. Adapun merek makanan ringan tersebut ditampilkan pada tabel 3.1 di bawah ini. Tabel 3.1 Merek dan Singkatan Makanan Ringan Nama Singkatan Nama Singkatan Chitato (Keju Supreme) CKS Piattos (Sapi Panggang) PSP Chitato (Ayam) CA Piattos (Barbeku) PB Chitato (Asli) CAS Piattos (Keju) PK Chiki Balls (Coklat) CBC Roller Coaster (Keju) RCK Chiki Balls (Keju) CBK Taro Net (Curly Fries) TCF Chiki Balls (Ayam) CBA Fugu (Seaweed) FS JetZ (Choco Berry) JC Fugu (Grilled Cheese) FG Leo Kerupuk Bawang LKB Oops (Roasted Sweet Corn) OR Leo Kerupuk Stik LKS Oops (Special Fried Chicken) OC Leo Keripik Kentang LKK Oops (Roast Beef) OB Lays (Pizza) LP Oops (Baked Chicken Tomato OT Lays (Rumput Laut) LRL Oops (Cheezy Spaghetti) OS Lays (Salmon Teriyaki) LST Mayasi (Pedas) MP Lays (Asin Klasik) LAK Kaya King (Honey Roasted Peanuts) KH Cheetos (Jagung Bakar) CJB Kaya King (Garlic Roasted Peanuts) KG Cheetos (Ayam Bakar) CAB Tini Wini Biti (Asin) TWBA Cheetos (Keju Amerika) CKA
26. 26. 3.2 Identifikasi Variabel Variabel–variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variabel gizi kandungan makanan ringan yang tertera pada setiap kemasan makanan ringan. Variabel-variabel yang diteliti adalah sebagai berikut. X1 = Energi Total (kilo kalori per 100 gram) X2 = Energi dari Lemak (kilo kalori per 100 gram) X3 = Lemak total ( per 100 gram) X4 = Lemak jenuh (per 100 gram) X5 = Protein (per 100 gram) X6 = Karbohidrat total (per 100 gram) X7 = Natrium (per 100 gram) Variabel di atas tersebut merupakan variabel yang banyak terkandung pada makanan ringan dan juga merupakan kebutuhan gizi yang penting bagi tubuh anak-anak dan juga dapat membantu proses pertumbuhan tubuh, juga sebagai energi untuk melakukan aktivitas tubuh. 3.3 Langkah Analisis Analisis data merupakan suatu proses pengolahan data yang membahas data secara rinci untuk menghasilkan kesimpulan sesuai tujuan penelitian. Adapun analisis data kandungan gizi makanan ringan dilakukan dengan pengujian-pengujian sebagai berikut : a. Untuk menjawab permasalahan pertama langkah yang dilakukan adalah : 1. Melakukan analisis statistik deskriptif dengan Histogram pada variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, dan X7. 2. Menginterpretasikan output dari Histogram tiap-tiap variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, dan X7. b. Untuk menjawab permasalahan kedua langkah-langkah yang dilakukan adalah 1. Melakukan uji asumsi berdistribusi multinormal pada vabiabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, dan X7.
27. 27. 2. Melakukan Analisis Komponen Utama pada variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, dan X7 sehingga terbentuk variabel baru yang lebih kecil. 3. Mengintepretasikan variabel-variabel baru yang terbentuk dari hasil Analisis Komponen Utama. 4. Untuk mengetahui kandungan gizi yang diamati terhadap makanan ringan maka dilakukan analisis dengan menggunakan biplot. 5. Melakukan intepretasi pada hasil biplot tentang kecenderungan gizi terhadap suatu makanan ringan.
28. 28. 3.4 Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang dilakukan dalam laporan ini dapat ditunjukkan oleh Gambar 3.1 berikut. Mulai Studi Pendahuluan Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Identivikasi Variabel Pengumpulan Data Analisis Data : 1. Histogram 2. PCA 3. Biplot Kesimpulan dan Saran Selesai Gambar 3.1 Diagram Alur
29. 29. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Staristika Deskriptif 4.1.1 Energi Total Data variabel energi total pada kandungan gizi makanan ringan dianalisis dengan menggunakan analisis Statistika Deskriptif sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 4.1 berikut. Gambar 4.1 Histogram Variabel Energi Total Gambar 4.1 tersebut menunjukkan bahwa makanan ringan yang memiliki kandungan energi total tertinggi adalah makanan ringan merek OC (Oops Special Friend Chicken) dan OS (Oops Cheezy Spagheti) yaitu sebesar 906,25 kilo kalori per 100 gram. Selanjutnya makanan ringan merek FS (Fugu Seaweed), FG (Fugu Grilled Cheese) dan makanan ringan merek (OB) Oops Roasted Beef memiliki nilai energi total sebesar 875 kilo kalori per 100 gram. Sedangkan makanan ringan yang memiliki nilai energi total yang paling rendah adalah makanan
30. 30. ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries) dengan nilai energi totalnya yaitu 120 kilo kalori per 100 gram. 4.1.2 Energi dari Lemak Adapun hasil output dari analisis deskriptif pada variabel energi dari lemak dapat dilihat pada Gambar 4.2 berikut. Gambar 4.2 Histogram Variabel Energi dari Lemak Energi dari lemak memiliki nilai tertinggi pada makanan ringan merek MP (Mayasi Pedas) sebanyak 475 kilo kalori per 100 gram, di ikuti makanan ringan merek OC (Oops Special Fried Chicken) dan makanan ringan merek OS (Oops Cheezy Spagheti) memiliki kandungan energi dari lemak sebanyak 343,75 kilo kalori per 100 gram. Makanan ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries) memiliki nilai kandungan energi dari lemak yang paling sedikit yaitu 40 kilo kalori per 100 gram. Hal ini dapat dilihat pada gambar 4.2 di atas.
31. 31. 4.1.3 Lemak Total Hasil analisis data pada variabel lemak total dapat dilihat pada Gambar 4.3 berikut. Gambar 4.3 Histogram Variabel Lemak Total Gambar 4.3 di atas menunjukkah bahwa data memiliki kandungan lemak total paling banyak adalah makanan ringan merek KH (Kaya King Honey Rosted Peanutes) sedanyak 50 per 100 gram. Makanan ringan merek CJB (Cheetos Jagung Bakar) memiliki kandungan lemak total sebanyak 44,444 per 100 gram. Kandungan lemak total sebanyak 38,889 dimiliki oleh makanan ringan merek CKA (Cheetos Keju Amerika). Makanan ringan yang memiliki kandungan lemak total peling rendah adalah pada makanan ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries) dengan banyak kandungan lemak totalnya adalah sebesar 6 per 100 gram dan makanan ringan merek JC (JetZ Choco Berry) memiliki kandungan lemak total sebesar 6,25 per 100 gram.
32. 32. 4.1.4 Lemak Jenuh Gambar 4.4 menunjukkan bahwal lemak jenuh pada data kandungan gizi yang tertera pada kemasan makanan ringan ditunjukkan sebagai berikut. Gambar 4.4 Histogram Variabel Lemak Jenuh Hasil dari analisis statistika deskriptif pada data lemak jenuh dapat dilihat pada Lampiran B4, Gambar 4.4 menunjukkan bahwa data memiliki kandungan lemak jenuh tertinggi yaitu sebesar 25 per 100 gram pada makanan ringan merek FS (Fugu Seaweed) dan OC (Oops Special Fried Chicken). Kandungan lemak jenuh sebanyak 22,222 dimiliki oleh makanan ringan merek CKA (Cheetos Keju Amerika), PB (Piattos Barbeku), dan PK (Piattos Keju). Makanan ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries) memiliki kandungan lemak jenuh yang paling rendah yaitu 2 per 100 gram.
33. 33. 4.1.5 Protein Hasil dari analisis statistika deskriptif pada data protein dapat dilihat pada Lampiran B5. Berikut histogram dari variabel protein dapat dilihat pada Gambar 4.5. Gambar 4.5 Histogram Variabel Protein Variabel protein pada Gambar 4.5 di atas menunjukkan bahwa KH (Kaya King Honey Roasted Peanutes) memiliki kandungan protein paling tinggi yaitu sebanyak 35 per 100 gram, sedangkan makanan ringan merek FS (Fugu Seaweed) memiliki kandungan protein sebanyak 25 per 100 gram. Makanan ringan merek KG (Kaya King Garlic Roasted Peanutes) memiliki kandungan protein sebanyak 20 per 100 gram. Sedangkan makanan ringan merek TCF (Taro Net Curly Fries) memiliki kandungan protein terendah yaitu 2 per 100 gram dan makanan ringan merek JC (JetZ Choco Berry) memiliki kandungan protein sebanyak 2,083 per 100 gram.
34. 34. 4.1.6 Karbohidrat Total Gambar 4.6 histogram variabel karbohidrat total dari data kandungan gizi yang tertera pada kemasan makanan ringan menunjukkan sebagai berikut. Gambar 4.6 Histogram Variabel Karbohidrat Total Untuk variabel karbohidrat pada Gambar 4.6 di atas dapat dilihat bahwa makanan ringan merek FS (Fugu Seaweed) memiliki kandungan karbohidrat total tertinggi yaitu sebanyak 193,75 per 100 gram. Makanan ringan merek OR (Oops Roasted Sweet Corn), OC (Oops Special Fried Chicken), OB (Oops Roasted Beef), OT (Oops Baked Chicken Tomato), dan makanan ringan merek OS (Oops Cheezy Spagheti) memiliki kandungan karbohidrat total sebanyak 131,25 per 100 gram. Sedangkan makanan ringan merek MP (Mayasi Pedas) memiliki kandungan kabrohidrat paling rendah yaitu sebanyak 12,587 per 100 gram.
35. 35. 4.1.7 Natrium Data pada variabel natrium dilakukan analisis dengan menggunakan analisis statistika deskriptif, adapun hasilnya dapat dilihat pada Gambar 4.7 berikut. Gambar 4.7 Histogram Variabel Natrium Variabel Natrium, pada Gambar 4.7 di atas dapat menunjukkan bahwa makanan ringan yang memiliki kandungan natrium tertinggi adalah makanan ringan merek PB (Piattos Barbeku) 2,272 per 100 gram, makanan ringan merek OT (Oops Baked Chicken Tomato) memiliki kandungan natrium sebanyak 2,125 per 100 gram. Sedangkan makanan ringan yang memiliki kandungan natrium terendah adalah makanan ringan merek CBC (Chiki Balls Cokelat) yaitu 0,083 per 100 gram. Hal ini dapat dilihat pada gambar 4.7 di atas. 4.2 Analisis Kecenderungan Merek Makanan Ringan Untuk melihat kecenderungan merek makanan ringan terhadap kandungan gizinya dilakukan dengan menggunakan analisis multivariat dalam data kandungan gizi makanan ringan tersebut digunakan Analisis Komponen Utama terlebih dahulu,
38. 38. Analisis Komponen Utama. Matriks G merupakan bentuk dari data merek makanan ringan yang diamati, dan matriks H merupakan matriks variabel kandungan gizi makanan ringan. Bentuk kedua matriks yang dibangkitkan tersebut adalah 33G2 dan 7H2 yang berarti bahwa terdapat 33 buah merek makanan ringan yang dianalisis dan terdapat 2 variabel baru yang terbentuk dari hasil Analisis Komponen Utama dan pada matriks H berarti bahwa terdapat 7 variabel awal dan terbentuk 2 variabel baru dari variabel-variabel awal tersebut dengan hasil dari Analisis Komponen Utama. Matrik G dan H dari data Gizi makanan ringan dapat dilihat pada Lampiran C4 dan Lampiran C5. Dalam analisis Biplot yang diperhatikan untuk menentukan kecenderungan dari data adalah dengan memperhatikan nilai jaraknya atau nilai sudutnya, maka dari itu perlu dilakukan perhitungan nilai sudut antara variabel ke-i dan variabel ke-j yang diperoleh berdasarkan perhitungan matrik korelasinya. Dengan menggunakan matriks korelasi antar variabel i dengan variabel j makadapat dihitung nilai subut antar variabel i dengan variabel j menggunakan invers cos. Adapun hasil perhitungan sudut dengan menggunakan matriks korelasi adalah sebagai berikut: Tabel 4.2 Sudut dari Matriks H (derajat) Energi Energi lemak Lemak Karbohidrat Variabel dari Protein Natrium total total Jenuh total Lemak Energi total 0 Energi dari Lemak 42,54 0 lemak total 49,37 20,23 0 Lemak Jenuh 49,76 59,46 63,55 0 Protein 56,22 61,72 68,44 77,66 0 Karbohidrat total 35,60 74,41 79,21 54,67 69,41 0 Natrium 51,56 77,19 82,32 49,77 79,55 45,75 0
40. 40. Natrium Karbohidrat total FS OT PB OR TCF JC PK Lemak Jenuh CBK OB FG OC MP TWBA OS CBA Energi total (kkal) CBC CKS RCK LKS PSP CAS LKB LP LST CA LAK LRL KG CKA Protein LKK CAB CJB Energi dari Lemak (kkal) lemak total KH Gambar 4.8 Biplot
42. 42. memakan makanan ringan merek PB (Piattos Barbeku), PK (Piattos Keju), FS (Fugu Seaweed), FG (Fugu Grilled Cheese), OR (Oops Roasted Sweet Corn), OC (Oops Special Fried Chicken), OB (Oops Roasted Beef), dan OT (Oops Baked Chicken Tomato). Bagi yang membutuhkan protein untuk tubuh, maka anak tersebut disarankan memakan makanan ringan merek CKA (Cheetos Keju Amerika), begitu pula jika membutuhkan lemak yang banyak maka makanan ringan yang sesuai adalah makanan ringan merek CKA (Cheetos Keju Amerika) dan KH (Kaya King Honey Roasted Peanuts). Jika anak membutuhkan kadar natrium pada tubuh, maka diapat memakan makanan ringan merek OT (Oops Baked Chicken Tomato), OR (Oops Roasted Sweet Corn), FS (Fugu Seaweed), PB (Piattos Barbeku), dan PK (Piattos Keju).