Your SlideShare is downloading. ×
Isa1 ism2002 resume
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Isa1 ism2002 resume

5,708
views

Published on


3 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Mantap. makalah presentasi yang bagus.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • good presentation ISM-Code
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • good summary and clear presentation.
    but would be better, if the checklist could be attached also.

    cerrio.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
5,708
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
217
Comments
3
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PERSYARATAN ISM CODE (2002)BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 1
  • 2. MARITIME REGULATION ISM CODE STCW MARPOL SOLAS ILLC / PGMI CLASSIFICATION COLLREG etc. 2
  • 3. MARITIME REGULATION CREW STCW 95 ISM CODE OPERATIONAL PROCEDURE ISPS CODE SOLAS MARPOL SHIP ILLC/ PGMI CLASS Etc…. 3
  • 4. MARITIME REGULATION vs SHIP’S ACCIDENT MARITIME KECELAKAAN REGULATION KAPAL TECHNICAL HUMAN HUMAN TECHNICAL ASPECT ASPECT ERROR & NATURAL 80 % 20% 80 % 20% 4
  • 5. LAIK LAUT (SEAWORTHINESS) LAIK LAUTSebelum Juli 1998 CLASS STATUTORY HARDWARE1 Juli 1998 LAIK LAUT SAFETY MANAGEMENT CLASS STATUTORY (ISM CODE) HARDWARE SOFTWARE1 Juli 2004 LAIK LAUT SAFETY MANAGEMENT SECURITY CLASS STATUTORY (ISM CODE) (ISPS CODE) HARDWARE SOFTWARE 5
  • 6. MENGAPA HARUS ADA ISM Code ?l Kecelakaan sering terjadi karena faktor manusia & manajemen.l Perlunya organisasi yang memberi dukungan atas kebutuhan operasional kapal yang aman dan perlindungan lingkungan.l Untuk memenuhi dan mempertahankan standar keselamatan & perlindungan lingkungan.l Bukan hanya Hardware yang diperiksa, namun juga Software (manajemen). PENDAHULUAN 6
  • 7. KEJADIAN KECELAKAAN KANDASNYA MV.EXXON VALDES (MARET 1989, DI ALASKA), KARENA : • MUALIM III TIDAK MAMPU MELAKUKAN MANUVER DENGAN BAIK KARENA KELELAHAN, AKIBAT PEKERJAAN YANG BERLEBIHAN. • KESALAHAN PERUSAHAAN MENEMPATKAN NAKHODA YANG DALAM KEADAAN TIDAK SIAP (SUKA MINUMAN KERAS). • ABK TIDAK MEMPUNYAI JAM ISTIRAHAT CUKUP. 7
  • 8. KEJADIAN KECELAKAAN Herald of Free Enterprise & Estonia – ISM Code, Long. Bulkhead on car deck & new stability rules for Ro-Ro shipsTENGGELAMNYA MV.HERALD OF FREE ENTERPRICE (1987) : • DEWAN DIREKSI TIDAK MENUNJUKKAN ADANYA SUATU TANGGUNG JAWAB. • MANAJEMEN LEVEL ATAS HINGGA SUPERINTENDENT TIDAK SALING MENUNJANG. • PEMBAGIAN TUGAS, TANGGUNG JAWAB & WEWENANG TIDAK JELAS. • ORGANISASI DARAT LAMBAN BERTINDAK DAN KURANG TEGAS. 8
  • 9. KEJADIAN KECELAKAAN Scandinavian Star – Training problems, STCW 9
  • 10. KEJADIAN KECELAKAAN Bulk carrier – Reinforcement of hull structure 10
  • 11. KEJADIAN KECELAKAAN Erika – IACS Actions 11
  • 12. KEJADIAN KECELAKAAN 12
  • 13. KEJADIAN KECELAKAAN Prestige – Crude Oil Spill 13
  • 14. KEJADIAN KECELAKAAN Prestige – Crude Oil Spill 14
  • 15. KEJADIAN KECELAKAANPrestige – Crude Oil Spill 15
  • 16. KEJADIAN KECELAKAAN Prestige - Demo 16
  • 17. KEJADIAN KECELAKAAN Prestige – Environment Damage 17
  • 18. Kejadian Kecelakaan 18
  • 19. APA ITU ISM Code ?SUATU PERATURAN MANAJEMEN INTERNASIONAL UNTUKMENGOPERASIKAN KAPAL DENGAN AMAN DAN MELINDUNGILINGKUNGAN. LEGALITAS : • RESOLUSI IMO No.A.741(18) & AMANDEMEN MSC.104(73) • SOLAS 1974 CHAPTER IX • SK. DIRJEN HUBLA No. PY.67/1/6-96 tgl . 12 Juli 1996 PENDAHULUAN 19
  • 20. STRUKTUR ISM CODEZ TERDIRI DARI 2 BAGIAN § PART A : IMPLEMENTATION (ELEMEN 1 S/D 12) § PART B : CERTIFICATION & VERIFICATION (ELEMEN 13 S/D 16)Z ELEMEN YANG DIRUBAH : 1, 7 dan 13Z ELEMEN YANG DITAMBAH : 14, 15 dan 16 § Elemen 14 : Interim Certification § Elemen 15 : Verification § Elemen 16 : Forms of Certificates PENDAHULUAN 20
  • 21. ISM CODE (revised 2002)Terdiri :• Amandemen SOLAS Chapter IX “Management for the safe operation of Ship”• Resolusi A.741(18) dan amandemen oleh MSC.104(73) “ISM Code Requirements” (dari 13 menjadi 16)• Resolusi A.913(22) “Revised Guidelines on implementation of the ISM Code by Administration” PENDAHULUAN 21
  • 22. PERSYARATAN ISM CODE (2002) 1. UMUM 2. KEBIJAKAN KESELAMATAN & PERLINDUNGAN LINGKUNGAN 16. FORMAT SERTIFIKAT 3. TANGGUNG JAWAB & 15. PERATURAN VERIFIKASI WEWENANG ORGANISASI14. SERTIFIKAT SEMENTARA 4. DESIGNATED PERSON ASHORE ISM CODE (DPA)13. SERTIFIKASI & VERIFIKASI 2002 PERIODIK 5. TANGGUNG JAWAB & WEWENANG NAKHODA 12. VERIFIKASI, REVIEW & EVALUASI PERUSAHAAN 6. SUMBER DAYA & PERSONEL 11. DOKUMENTASI 7. RENCANA OPERASIONAL KAPAL 8. KESIAPAN MENGHADAPI 10. PERAWATAN KAPAL SITUASI DARURAT & PERALATANNYA 9. LAPORAN & ANALISA KECELAKAAN / KETIDAK- KETIDAK-SESUAIAN PENDAHULUAN 22
  • 23. ISM Code SECARA SINGKATl BERUPA SISTEM MANAJEMEN KESELAMATANl MANDATORYl ADA 16 ELEMEN PERSYARATANl SISTEM HARUS DIDOKUMENTASIKAN DAN DIBUKTIKAN.l KOMITMEN DARI TOP MANAJEMENl KEJELASAN ORGANISASI DARAT & KAPALl KEJELASAN JOB DESCRIPTION (DARAT/KAPAL)l OPERASI KAPAL DENGAN ABK TERLATIHl MEMENUHI STANDAR NASIONAL / INTERNASIONAL BERKAITAN DENGAN KESELAMATAN DAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN.l SIAP TERHADAP SITUASI DARURATl PROSEDUR & PETUNJUK KERJAl INTERNAL AUDIT & TINJAUAN MANAJEMENl SERTIFIKASI PENDAHULUAN 23
  • 24. 1. UMUM1.1. DIFINISI1.1.1. ISM CODE The International Management Code for the Safe Operation of Ships and for Pollution Prevention. ELEMEN 1 24
  • 25. 1.1.2. ‘PERUSAHAAN’l PEMILIK KAPAL atau SUATU ORGANISASI atau BAREBOAT CHARTERl BERTANGGUNG JAWAB OPERASIONAL KAPAL danl MELAKUKAN KEGIATAN SESUAI PERSYARATAN Code1.1.3. ‘PEMERINTAH’ (ADMINISTRATION)l PEMERINTAH NEGARA BENDERA KAPAL.l BERTANGGUNG JAWAB ADMINISTRASI ISM Code UTK. PERUSAHAAN YANG MENGOPERASIKAN KAPAL SESUAI NEGARA BENDERA KAPAL DAN KAPALNYA.l MELAKUKAN VERIFIKASI DAN SERTIFIKASI ISM Code ATAU MENUNJUK BADAN SERTIFIKASI YANG DIAKUI.l MENGATUR ATURAN DAN PEMBERLAKUAN ISM Code. ELEMEN 1 25
  • 26. 1.2.1. SASARAN ISM Codel MENJAMIN KESELAMATAN KAPAL DI LAUTl MENCEGAH TERJADINYA KORBAN JIWA / LUKA-LUKAl MENGHINDARI KERUSAKAN LINGKUNGAN (LAUT)l MENCEGAH RUSAK/HILANGNYA KAPAL & CARGO1.2.2. SASARAN MANAJEMEN KESELAMATANPERUSAHAANl MELAKUKAN CARA OPERASIONAL KAPAL YANG AMANl MEMBERIKAN LINGKUNGAN KERJA YANG AMANl SIAP MENGHADAPI SEMUA RESIKO YG.DIIDENTIFIKASI.l MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERSONIL (DARAT/LAUT).l SIAP DALAM SITUASI DARURAT DALAM HAL KESELAMATAN MAUPUN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN. ELEMEN 1 26
  • 27. 1.2.3. SISTEM KESELAMATAN HARUS MENJAMIN :l TERPENUHINYA PERATURAN YANG DIPERSYARATKAN.l MEMPERHATIKAN CODE, PERATURAN DAN STANDAR YANG DIREKOMENDASIKAN OLEH IMO, PEMERINTAH, BADAN KLASIFIKASI DAN INDUSTRI MARITIM LAINNYA.1.3. PENERAPANl SECARA INTERNASIONAL BERLAKU BAGI SEMUA JENIS KAPALl PEMBERLAKUAN SECARA DOMESTIK DISERAHKAN KEPADA MASING-MASING PEMERINTAH. ELEMEN 1 27
  • 28. PEMBERLAKUAN PELAYARAN INTERNASIONAL MULAI SEMUA UKURAN GT=500 GT=5001 Juli 1998 KPL PENUMPANG KPL TANGKI MINYAK KPL PENUMPANG KECEPATAN TINGGI KPL TANGKI BAHAN KIMIA KPL PENUMPANG PENYEBERANGAN KPL PENGANGKUT GAS CAIR KPL PENGANGKUT MUATAN CURAH KPL BARANG KECEPATAN TINGGI1 Juli 2002 --- KPL BARANG LAINNYA MODU DEFINISI KAPAL KECEPATAN TINGGI : KECEPATAN MAXIMUM (m/s) > 3,7 . V 0.1667 DIMANA : V = DISPLACEMENT (m3) 28
  • 29. Pemberlakuan pelayaran Domestik Mulai Semua Ukuran 100<x<300 = 300 GT = 500 GT 150<x5001 Juli 1998 Kpl.Penumpang Ferry Kpl Tangki kimia Kpl Barang kec. Tinggi kec.1 Juli 1999 Kpl tangki lainnya Kpl tangki gas cair1 Juli 2000 Bulk Carrier1 Juli 2002 Ferry Kpl Peti Kemas1 Juli 2003 MODU1 Juli 2004 Kpl Barang lainnya1 Juli 2006 Kpl Tangki Gas Cair Kpl Tangki Kimia Kpl Barang Kecepatan tinggi 29
  • 30. 1.4. PERSYARATAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATANl KEBIJAKAN KESELAMATAN & PERLINDUNGAN LINGKUNGAN.l STRUKTUR ORGANISASI DAN URAIAN TUGASl GARIS KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI DARAT/KAPAL DAN ANTARA PETUGAS DARAT DGN AWAK KAPAL.l MEMILIKI PROSEDUR TERDOKUMENTASI, YAITU : ê OPERASI NORMAL KAPAL DENGAN AMAN ê PERLINDUNGAN LINGKUNGAN ê PELAPORAN KECELAKAAN / KETIDAK-SESUAIAN ê KESIAPAN DALAM SITUASI DARURAT ê INTERNAL AUDIT DAN TINJAUAN MANAJEMEN ELEMEN 1 30
  • 31. 2. KEBIJAKAN KESELAMATAN & PERLINDUNGANLINGKUNGANl PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB & KOMITMEN DARI TOP MANAJEMEN DALAM KESELAMATAN OPERASIONAL KAPAL DAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN.2.1. KEBIJAKAN MENJELASKAN BAGAIMANA MEMENUHISASARAN (1.2)l MENGUTAMAKAN ASPEK KESELAMATAN/LINGKUNGANl MENDUKUNG OPERASIONAL KAPAL DENGAN AMAN.l PENYEMPURNAAN SISTEM KESELAMATAN SECARA MENERUS.l TANGGAP TERHADAP SEGALA RESIKO DAN SIAP MENGHADAPI SITUASI DARURAT (DARAT/KAPAL). ELEMEN 2 31
  • 32. 2.2. PENERAPAN KEBIJAKANl KEBIJAKAN DIIMPLEMENTASIKAN & DIKENDALIKAN.l SEMUA LINI ORGANISASI, BAIK DARAT/KAPAL.l KEBIJAKAN DIPAHAMI DAN DIMENGERTI OLEH SETIAP PERSONIL YANG TERLIBAT.l SOSIALISASI KEBIJAKAN DENGAN CARA : ê EDARAN, FAMILIRISASI, PENYULUHAN, INDUCTION TRAINING, MAJALAH PERUSAHAAN, SPANDUK, POSTER, KARTU PEGAWAI, PUBLIKASI INTERNAL, DALAM KONTRAK KERJA DSB. ELEMEN 2 32
  • 33. 3. TANGGUNG JAWAB & WEWENANG PERUSAHAAN.3.1. PERUSAHAAN PENANGGUNG JAWAB IMPLEMENTASI ISM Codel JIKA PEMILIK MENYERAHKAN TANGGUNG JAWAB KEPADA PIHAK LAIN MAKA HARUS MELAPORKAN KEPADA PEMERINTAH.l ORGANISASI YANG DITUNJUK HARUS DAPAT MENUNJUKKAN SURAT PENUNJUKAN TERSEBUT.l INFORMASI YANG DISAMPAIKAN : NAMA KAPAL, NO.REGISTRASI, CALLSIGN, TYPE, GT, NAMA PEMILIK & ALAMAT, NAMA ORGANISASI YANG DITUNJUK UTK MELAKSANAKAN ISM & PENJELASAN SINGKAT TTG. TANGGUNG JAWAB ISM Code. ELEMEN 3 33
  • 34. 3.2. ORGANISASI & URAIAN TUGASl STRUKTUR ORGANISASI (DARAT & KAPAL).l HUBUNGAN ANTARA ORGANISASI DARAT DGN. KAPALl DOKUMENTASI URAIAN TUGAS (TANGGUNG JAWAB & WEWENANG) UTK. JABATAN YANG BERKAITAN DENGAN SMS.l SENTRALISASI ATAU DESENTRALISASIl UKURAN ORGANISASI SESUAI DENGAN JUMLAH ARMADA, TIPE KAPAL, SISTEM (MANUAL / OTOMASI / KOMPUTER), MISI, JANGKAUAN OPERASI DSB.l TEAM TANGGAP DARURAT ELEMEN 3 34
  • 35. 3.3. TERSEDIANYA SUMBER DAYAl PERUSAHAAN MENJAMIN TERSEDIANYA DUKUNGAN SUMBER DAYA YANG DIBUTUHKAN DPA.l SUMBER DAYA YANG DIMAKSUD A.L : ê PERALATAN. ê SDM (TERLATIH & BERPENGALAMAN). ê DANA. ê WAKTU. ê INFORMASI ê INSPEKSI / INTERNAL AUDIT KE KAPALl DUKUNGAN BUKAN HANYA MORIL, TAPI JUGA MATERIAL.l KOMITMEN MANAJEMEN HARUS DAPAT DIBUKTIKAN. ELEMEN 3 35
  • 36. 4. PETUGAS YG. DITUNJUK (DPA)l DESIGNATED PERSON ASHORE (DPA)l BERADA DI DARAT.l DAPAT SATU ORANG ATAU LEBIH.l POSISI DPA DALAM ORGANISASI, INDEPENDEN ATAU DIRANGKAP.l MEMPUNYAI AKSES LANGSUNG KE TOP MANAJEMENl TUGAS & TANGGUNG JAWAB, MELIPUTI : ê IMPLEMENTASI SMS DALAM PERUSAHAAN & KAPAL. ê SEBAGAI PENGHUBUNG PERSONIL KAPAL DENGAN TOP MANAJEMEN DLM HAL KESELAMATAN. ê KENDALI DOKUMEN SMS. ê INTERNAL AUDIT DAN TINJAUAN MANAJEMEN. ê MEMIMPIN TEAM TANGGAP DARURAT DI DARAT. ê KOORDINASI FAMILIRISASI DAN PELATIHAN SMS. ELEMEN 4 36
  • 37. 5.1. TANGGUNG JAWAB NAKHODAl SEPERTI DPA, TAPI LINGKUPNYA HANYA DI KAPAL.l DOKUMENTASI TANGGUNG JAWAB, MELIPUTI : 5.1.1 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN & SMS DI KAPAL. 5.1.2 MEMOTIVASI ABK DALAM PELAKSANAAN SMS. 5.1.3 MEMBERIKAN INSTRUKSI & PERINTAH DGN. JELAS & MUDAH. 5.1.4 MEMPERHATIKAN ATURAN YG. DIPERSYARATKAN 5.1.5 MELAKUKAN EVALUASI SMS (SAFETY MEETING) dan MELAPORKAN KEKURANGAN SMS. ELEMEN 5 37
  • 38. 5.2. MENJAMIN SMS DITERAPKAN OLEH NAKHODAl PERNYATAAN ‘KEWENANGAN LEBIH DARI NAKHODA’ (MASTER OVERRIDING AUTHORITY) DALAM HAL KESE- LAMATAN & PERLINDUNGAN LINGKUNGAN.l KEWENANGAN YANG DIBERIKAN, MELIPUTI :êBEBAS MEMBERIKAN PERINTAH YANG BERHUBUNGAN DGN KESELAMATAN & LINGKUNGAN.êMELEBIHI KEWENANGAN DARI PERSONIL LAIN DI KAPAL.êKEWENANGAN DALAM SITUASI NORMAL MAUPUN DARURAT DAN DAPAT MINTA BANTUAN DARI DARAT, BILA DIPERLUKAN.l NAKHODA HARUS MENJAMIN BAHWA :êKEBIJAKAN PERUSAHAAN TENTANG ASPEK KESELAMATAN & PERLINDUNGAN LINGKUNGAN DIMENGERTI OLEH PERWIRA & ABK.êASPEK KESELAMATAN & PERLINDUNGAN LINGKUNGAN MENDAPAT PRIORITAS UTAMA.êPERWIRA & ABK TELAH MELAKSANAKAN KEBIJAKAN DAN PROSEDUR DALAM SMS. ELEMEN 5 38
  • 39. 6. SUMBER DAYA & PERSONIL6.1. NAKHODAl PERUSAHAAN HARUS MENJAMIN BAHWA NAHKODA : 6.1.1 MEMILIKI KEMAMPUAN DALAM MEMIMPIN DAN MEMBERIKAN PERINTAH. 6.1.2 MEMAHAMI, MENGERTI DAN MENGUASAI SMS. 6.1.3 DIBERIKAN DUKUNGAN YANG DIPERLUKAN AGAR TANGGUNG JAWABNYA DAPAT DILAKSANAKAN.l TERLATIH & BERPENGALAMAN SESUAI TIPE KAPAL. ELEMEN 6 39
  • 40. 6.2. PERWIRA DAN AWAK KAPALl SETIAP KAPAL DIAWAKI OLEH CREW YANG MEMILIKI KRITERIA : ê BERKUALIFIKASI, BERSERTIFIKAT DAN SEHAT. ê MEMENUHI PERSYARATAN PENGAWAKAN KAPAL. NASIONAL (KEPMEN. 70/1998) & INTERNATIONAL (STCW ‘95).l SAFE MANNING CERTIFICATE.l DOKUMEN SEBAGAI BUKTI OBYEKTIF, A.L. : IJAZAH PELAUT, SERTIFIKAT KETRAMPILAN, BUKU PELAUT, CV, PASPORT, SURAT KESEHATAN, PKL, DATA KELUARGA, EVALUASI KONDITE, FAMILIRISASI DLL. Checklist ELEMEN 6 40
  • 41. 6.3. FAMILIRISASI AWAK KAPALl AWAK KAPAL BARU ATAU TRANSFER HARUS DIBERI FAMILIRISASI SEBELUM NAIK KAPAL.l FAMILIRISASI DILAKUKAN SESUAI JABATANNYA & ASPEK KESELAMATANl DOKUMENTASI DARI FAMILIRISASI (FORM/CHECKLIST).l DILAKUKAN DI DARAT DAN DIATAS KAPAL.l FAMILIRISASI MELIPUTI : êKEBIJAKAN KESELAMATAN / LINGKUNGAN êDOKUMEN SMS êTUGAS & TANGGUNG JAWAB SESUAI JABATAN êPEMAHAMAN ASPEK KESELAMATAN Checklist êLETAK PERALATAN KESELAMATAN & PENCEGAHAN PENCEMARAN êPERAN SITUASI DARURAT êKONDISI DAN LAY-OUT KAPAL LAY- ELEMEN 6 41
  • 42. 6.4. PEMAHAMAN TERHADAP PERATURANl SETIAP PERSONIL (KAPAL / DARAT) MEMAHAMIPERATURAN TERKAIT.l PERATURAN SESUAI DENGAN TIPE KAPAL.l PERATURAN INTERNASIONAL / NASIONAL.l SOLAS & MARPOL.l PEMAHAMAN MELALUI : êPROSEDUR & INSTRUKSI TERTULIS êTRAINING, FAMILIRISASI DAN PENYULUHAN êPUBLIKASI INSTRUKSI / SIRKULAR êPENYEDIAAN BUKU PERATURAN êPHOTO, GAMBAR, POSTER êPELATIHAN KESELAMATAN (SAFETY DRILL) êVIDEO êTANDA & RAMBU KESELAMATAN 42
  • 43. Checklist 43
  • 44. 44
  • 45. 45
  • 46. 6.5. TRAINING / PELATIHANl PROSEDUR TRAINING & PELAKSANAANNYA.l TRAINING UNTUK PERSONIL DARAT & LAUT.l TRAINING SESUAI KEBUTUHAN JABATAN & FUNGSI.l TRAINING DAPAT DILAKUKAN IN-HOUSE / EXTERN.l MELIPUTI : êFAMILIRISASI PERALATAN, MESIN & SISTEM KAPAL. êFAMILIRISASI PERALATAN BARU. êFAMILIRISASI AWAK KAPAL BARU / TRANSFER. êFAMILIRISASI TIPE KAPAL & TIPE CARGO. êFAMILIRISASI KEBIJAKAN & SMS êTRAINING ISM CODE, INTERNAL AUDIT, BST, AFF, TF (STCW) DSB. êSAFETY DRILL, YAITU LATIHAN SEKOCI, KEBAKARAN, P3K DSB.l KENDALI CATATAN PELATIHAN (OBJ. EVIDANCE DIFILE PER PERSONIL). 46
  • 47. 6.6. BAHASA KOMUNIKASIl BAHASA YANG DIGUNAKAN DALAM BERKOMUNIKASI.l TERTULIS DAN LISAN.l DINYATAKAN DALAM SMS.l BISA SATU ATAU LEBIH DARI SATU BAHASA.l TIDAK MENGGUNAKAN KATA-KATA SULIT ATAU BAHASA ASING.l DALAM BAHASA SEHARI-HARI.l KALIMAT PENDEK DAN JELAS.l TIDAK MEMBUAT ARTI GANDA / BEDA PERSEPSI.l SISTEMATIS DAN BERURUTAN..6.7. CARA BERKOMUNIKASIl KEBIJAKAN, PROSEDUR, INSTRUKSI, CHECKLIST DAN FORM DANl KOMUNIKASI ANTAR PERSONIL TERLIBAT DALAM BAHASA YANG DIMENGERTI .l KHUSUSNYA UNTUK KAPAL YG DIAWAKI ABK DARI BEBERAPA NEGARA. ELEMEN 6 47
  • 48. 7. PROSEDUR / RENCANA OPERASI KAPALl MENYUSUN PROSEDUR/INSTRUKSI TERTULIS DALAM PENGOPERASIAN KAPAL.l PROSEDUR NORMAL OPERASI KAPAL DAN YANG BERKAITAN DENGAN KESELAMATAN DAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN.l PROSEDUR SESUAI DGN TIPE KAPAL & TIPE CARGO.l MELIPUTI : ê PROSEDUR DI PELABUHAN ê PROSEDUR PERSIAPAN BERLAYAR ê PROSEDUR BERLAYAR ê PROSEDUR AKAN TIBA PELABUHAN ê PROSEDUR BONGKAR MUAT DLL. ELEMEN 7 48
  • 49. PENGOPERASIAN RUTIN KAPAL• PERINTAH NAKHODA (STANDING ORDER / NIGHT ORDER DAN LAIN-LAIN) LAIN-• RENCANA BERLAYAR (VOYAGE PLAN)• KOREKSI PETA NAVIGASI• PROSEDUR BERLAYAR DALAM KEADAAN CUACA BURUK• PROSEDUR BERLAYAR DALAM JARAK PANDANG TERBATAS• PERSIAPAN BERLAYAR• PERSIAPAN MASUK PELABUHAN / SANDAR• TUGAS JAGA (DECK / ENGINE)• PILOT EMBARKATION / DISEMBARKATION• SISTEM KOMUNIKASI (DALAM KAPAL / KELUAR KAPAL)• PROSEDUR MUATAN (BONGKAR MUAT, CARGO RECORD BOOK, CARGO SECURING MANUAL, STOWAGE PLAN)• STABILITY & LOADING MANUAL DAN LAIN-LAIN LAIN- 49
  • 50. PENGOPERASIAN RUTIN KAPAL (Cont..)• P&A MANUAL UNTUK KAPAL TANGKI KIMIA DAN KAPAL PENGANGKUT GAS• PROSEDUR PENANGANAN BARANG-BARANG BERBAHAYA (DANGEROUS GOODS)• CARGO TRANSFER (TANKER); TANK CLEANING; COW (TANKER)• SAMPAH (GARBAGE MANAGEMENT MANUAL, GARBAGE RECORD BOOK)• BUNKER (DI PELABUHAN; SHIP TO SHIP TRANSFER)• PENGISIAN LOG BOOK (DECK; ENGINE; RADIO; MANOUVRE BOOK;OIL RECORD BOOK DAN LAIN-LAIN)• ENGINE OPERATION (CHECK LIST PERSIAPAN ENGINE, SPARE PART, CMS, TES PESAWAT-PESAWAT PENTING; ONE HOUR NOTICE DAN LAIN-LAIN)• LEGO JANGKAR• IZIN KERJA PANAS (HOT WORK PERMIT)• IZIN MASUK RUANG TERTUTUP (ENCLOSED SPACE ENTRY)• DAN LAIN-LAIN 50
  • 51. CHECKLISTv Checklist yang dimaksud, a.l : • Persiapan berlayar • Berlayar • Tiba di pelabuhan • Jaga di pelabuhan • Pemeriksaan Peralatan Navigasi • Pemeriksaan Peralatan Keselamatan • Pemeriksaan Peralatan Permesinan • Pemeriksaan Alarm • Hot Work Permit • Bongkar Muat / Cargo • Entry Close Space • Bunker • Memasuki alur sempit • Cuaca Buruk • Pandangan terbatas • dll Checklist ELEMEN 7 51
  • 52. 8. KESIAPAN SITUASI DARURAT8.1. PROSEDUR SITUASI DARURAT (CONTIGENCY PLAN)l MENYUSUN PROSEDUR MENGATASI SITUASI DARURATl SEBAGAI ANTISIPASI TERHADAP RESIKO YANG MUNGKIN TERJADI.l SUSUN PROSEDUR SESUAI TIPE KAPAL & TIPE CARGO.l RENCANA KEADAAN DARURAT BERUPA LANGKAH TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN.l DI KAPAL ADA MUSTER LIST, DI DARAT ADA TEAM TANGGAP DARURAT.l MEMBANTU KESIAPAN ABK DALAM MENGHADAPI KEADAAN DARURAT.l SEBAGAI DASAR UNTUK TINDAKAN PENYELAMATAN.l BERSIFAT MEMPERTAHANKAN.l PEDULI DAN AWAS, BAHWA KESELAMATAN SENANTIASA TERANCAM. ELEMEN 8 52
  • 53. BEBERAPA SITUASI DARURAT :l UMUM : ê TABRAKAN, KEBAKARAN, LEDAKAN, KEBOCORAN, TUMPAHAN MINYAK, KANDAS DSB.l MUATAN : ê MUATAN BERGESER/MIRING, HILANG MUATAN, KEBOCORAN RADIO AKTIF, KEBOCORAN RACUN/BAHAN KOROSI, PEMANASAN GAS CAIR.l KERUSAKAN PERALATAN PENTING : ê JANGKAR HILANG, MESIN INDUK/BANTU, MESIN KEMUDI, RADAR, GENERATOR LISTRIK DSB.l MANUSIA : ê TEROR, PEMBAJAKAN, ORANG JATUH KELAUT, PINGSAN DALAM RUANG TERTUTUP, CIDERA/LUKA SERIUS, PEMBERONTAKAN DSBWEWENANG NAKHODA :l BERTANGGUNG JAWAB PENUH DI KAPAL, TERUTAMA KESELAMATAN.l MEMBUAT KEPUTUSAN AKHIR.l TIDAK ADA YANG DAPAT MENCABUT KEWENANGAN TERSEBUT. ELEMEN 8 53
  • 54. ISI CONTIGENCY PLAN :l IDENTIFIKASI KEADAAN DARURAT.l USAHA PENCEGAHAN. ê USAHA AWAL / PREVENTIF YG HARUS DILAKUKAN UTK.MENCEGAH TERJADINYA KEJADIAN BERBAHAYA.l TINDAKAN / RESPON YANG HARUS DILAKUKAN. ê DIJELASKAN SECARA SISTIMATIS TINDAKAN YG.HARUS DILAKUKAN PADA SETIAP KEADAAN DARURAT.l TANGGUNG JAWAB MASING-MASING PERSONIL (DARAT/KAPAL).l KOMUNIKASI (TELEPON, TELEX, FAX, FREKWENSI DSB) ê KAPAL TERDEKAT, STATION PANTAI, INSTANSI SETEMPAT, POLISI COASTGUARD, PELABUHAN TERDEKAT, KANTOR PUSAT, ASURANSI, PEMILIK MUATAN, KELUARGA KORBAN, RUMAH SAKIT DSB.l MENGHADAPI WARTAWAN / PERS ê SIAPA YANG BERHAK DAN APA YANG PERLU DIINFORMASIKAN.l PERMINTAAN BANTUAN ê DALAM KONDISI BAGAIMANA & SIAPA YANG MENENTUKANl PELATIHAN ê RENCANA PELATIHAN MENGHADAPI SITUASI DARURAT. ê PELAKSANAAN DAN PELAPORANNYA. ELEMEN 8 54
  • 55. MUSTER LIST & EMERGENCY INSTRUCTIONS• DITAMPILKAN DI ANJUNGAN, KAMAR MESIN DAN RUANG AKOMODASI AWAK KAPAL• MENUNJUKKAN TUGAS & PERAN DALAM SITUASI DARURAT• DALAM BAHASA YANG DIMENGERTI OLEH AWAK KAPAL (INDONESIA & INGGRIS) 55
  • 56. 8.2. LATIHAN KESELAMATAN (SAFETY DRILL)l SUSUN RENCANA/JADWAL LATIHAN KESELAMATAN.l SESUAI SOLAS TRAINING MANUAL.l LATIHAN DILAKUKAN SECARA REGULER & MELIBATKAN SELURUH ABK SERTA SELURUH ABK HARUS TAHU PERANNYA DALAM SITUASI DARURAT.l LATIHAN MELIPUTI : ê PERAN SEKOCI DAN PERAN KEBAKARAN. ê LATIHAN PENCEMARAN MINYAK. ê LATIHAN P3K. ê LATIHAN KEMUDI DARURAT, MAN OVERBOARD DLL.l CATAT HASIL LATIHAN DI LOG BOOK DAN LAPORKAN KE DPA.l DPA / SAFETY DEPT. MENGEVALUASI PELAKSANAAN LATIHAN. 56
  • 57. SAFETY DRILL• MUSTER LIST.• PERAN KEBAKARAN (FIRE DRILL).• PERAN MENINGGALKAN KAPAL (ABANDON SHIP DRILL).• POLA PANGGULANGAN PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DARI KAPAL (SOPEP/SMEP).• LATIHAN / PERAGAAN PEMAKAIAN ALAT KESELAMATAN.• PERAGAAN ORANG JATUH KE LAUT (MAN OVERBOARD DRILL).• PENGUJIAN KEMUDI DARURAT• LAPORAN KECELAKAAN KAPAL (KANDAS, TUBRUKAN, KEBAKARAN,KERUSAKAN MESIN INDUK, GENERATOR LISTRIK, MESIN KEMUDI DAN LAIN-LAIN)• KOMUNIKASI DALAM MARA BAHAYA Checklist Drill Matrix 57
  • 58. 8.3. KESIAPAN ORGANISASI DARATl PERUSAHAAN HARUS SIAP MEMBERIKAN DUKUNGAN DALAM SETIAP KEJADIAN DARURAT.l SUSUN ORGANISASI TEAM TANGGAP DARURAT DAN URAIKAN TUGAS-TUGASNYA.l TEAM SIAP DIHUBUNGI 24 JAM.l TEAM DIPIMPIN OLEH DPA.l LATIHAN ORGANISASI DARAT (TABLE TOP DRILL). Checklist ELEMEN 8 58
  • 59. 9. PELAPORAN-ANALISA ‘NC’/KECELAKAAN Dilaporkan ke Nakhoda Ketidak- Ketidak- sesuaian Atasi, Atasi , jika mampu Kecelakaan Laporkan ke DPA atau Dept. terkait Situasi Darurat Near Misses Pelajari laporan Evaluasi dan Analisa sebabnya Tentukan tindakan perbaikan/pencegahan Laksanakan Perbaikan Perbaiki Prosedur atau Pelaksanaan Cek pelaksanaan perbaikan Sistem Manajemen Keselamatan Informasikan kepada Armada lain makin disempurnakan Cegah kejadian tidak terulang kembali ELEMEN 9 59
  • 60. 9.1. PELAPORAN & ANALISA KETIDAK-SESUAIAN,KECELAKAAN & KEJADIAN BERBAHAYAlSUSUN PROSEDUR PELAPORAN KETIDAK-SESUAIAN, KECELAKAAN & KEJADIAN BERBAHAYA.lKENDALIKAN LAPORAN DAN BAGAIMANA TINDAK LANJUTNYA.lBUKTIKAN HASIL EVALUASI & TINDAK-LANJUTNYA.lKEJADIAN YANG PERLU DILAPORKAN, MELIPUTI : ê NC DARI AUDIT, REKOMENDASI KLASIFIKASI, DEFISIENSI PSC / SYAHBANDAR, CLAIM ASURANSI, CLAIM PELANGGAN, KELUHAN INTERNAL, KECELAKAAN, KEBAKARAN, NYARIS TERJADI (NEAR MISSES), KEBOCORAN, KANDAS, KECELAKAAN KERJA, KEHILANGAN MUATAN, KERUSAKAN MUATAN, KESALAHAN NAVIGASI DSB.lJENIS PELAPORAN : ê LAPORAN KECELAKAAN, LAPORAN AUDIT (INTERNAL / BKI), LAPORAN INSPEKSI, LAPORAN SURVEY, LAPORAN PSC/SYAHBANDAR, PENGADUAN PELANGGAN, LAPORAN NAKHODA DSB. ELEMEN 9 60
  • 61. 9.1. PELAPORAN & ANALISA KETIDAK-SESUAIAN,KECELAKAAN & KEJADIAN BERBAHAYAl EVALUASI PENYEBABNYA DENGAN CARA : ê ISHIKAWA, DATA STATISTIK, PARETO DIAGRAM, BENCHMARK DSB.l SELIDIKI HINGGA AKAR PENYEBABNYA.l KENDALI KETIDAK-SESUAIAN, MELIPUTI : ê IDENTIFIKASI, DOKUMENTASI, EVALUASI, DISPOSISI, PEMBUKTIAN.l TENTUKAN PENANGGUNG JAWAB ATAS KETIDAK-SESUAIAN.l HARUS DISETUJUI OLEH PERSONIL BERWENANG.l PERLU PERHATIAN BAGI PERSONIL TERKAIT LAINNYA Checklist ELEMEN 9 61
  • 62. 9.2. TINDAKAN PERBAIKANl SUSUN PROSEDUR BAGAIMANA KENDALI TINDAKAN PERBAIKAN DAN PENCEGAHAN.l TENTUKAN STATUS TINDAKAN PERBAIKAN (URGEN, RAHASIA, BIASA DSB).l TENTUKAN SIAPA PENANGGUNG JAWAB TINDAKAN PERBAIKAN.l TENTUKAN JANGKA WAKTU PENYELESAIANNYA.l APAKAH PELAKSANAANNYA ATAU DOKUMEN SMS YANG DIPERBAIKI.l PERIKSA ULANG APAKAH TINDAKAN PERBAIKAN TELAH EFEKTIF DILAKSANAKAN.l INFORMASIKAN KEPADA YANG LAIN, AGAR TIDAK TERULANG KEMBALI (PREVENTIF). ELEMEN 9 62
  • 63. 10. PEMELIHARAAN KAPAL & PERALATAN10.1. PROSEDUR PEMELIHARAANl SUSUN PROSEDUR PEMELIHARAAN, BAIK UNTUK ORGANISASI DARAT MAUPUN PERSONIL KAPAL (ABK).l PROSEDUR PLAN MAINTENANCE SYSTEM (PMS).l PROSEDUR KENDALI SERTIFIKAT KAPAL.l PERAWATAN SESUAI PERSYARATAN : ê PEMERINTAH, KLASIFIKASI, PABRIK PEMBUAT DAN HAL LAIN YANG DIPERSYARATKAN.l CARA PEMERIKSAAN PERALATAN (PERIODE, CARA, PELAPORAN, PENANGGUNG-JAWAB DSB.)l MELIPUTI : ê LAMBUNG, PERMESINAN, NAVIGASI, KESELAMATAN. ELEMEN 10 63
  • 64. LINGKUP PEMELIHARAAN KAPALl LAMBUNG, PELAT KULIT, SAMBUNGAN LAS DSB.l MESIN INDUKl MESIN BANTUl INSTALASI LISTRIKl PERALATAN KESELAMATAN (SEKOCI, B.A., FIREMAN OUTFIT DSB)l PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN (PORTABLE, FOAM, CO2 DSB)l PERALATAN NAVIGASI (RADAR, NAVTEC, LAMPU DSB)l PERALATAN KOMUNIKASI (GMDSS, VHF, BATTERY DSB)l PENCEGAH PENCEMARAN (OWS, SOPEP DSB).l SISTEM ALARM (SMOKE DETECTOR, INDIKATOR DSB)l PERLENGKAPAN JANGKARl PERALATAN BONGKAR MUATl SISTEM GAS INERTl SISTEM BALASl DSB. ELEMEN 10 64
  • 65. 10.2. PELAKSANAAN PEMELIHARAAN10.2.1 INSPEKSI RUTIN SESUAI INTERVAL.10.2.2 SETIAP KETIDAK-SESUAIN/DEFISIENSI DILAPORKAN.10.2.3 TINDAKAN PERBAIKAN YANG SESUAI HARUS DILAKUKAN, KHUSUSNYA PRIORITAS ASPEK KESELAMATAN.10.2.4 CATATAN PERAWATAN & TINDAK-LANJUTNYA HARUS DIKENDALIKAN.l MISALKAN : LAPORAN SUPERINTENDENT, PERMINTA- AN KAPAL, LAPORAN SURVEY KLAS, LAPORAN KERU- SAKAN PERALATAN, CHECKLIST PEMERIKSAAN, LAPORAN DEFISIENSI ASURANSI/TERMINAL, LAPORAN PSC, LAPORAN SYAHBANDAR DSB. ELEMEN 10 65
  • 66. 10.3 PERALATAN KRITIS DI KAPALl IDENTIFIKASI SISTEM & PERALATAN PENTING YANG MENYEBABKAN SITUASI BERBAHAYA JIKA ALAT TSB TIDAK BERFUNGSI.l TENTUKAN CARA PERAWATAN & PEMERIKSAANNYA.l TENTUKAN PERALATAN & CARA PENGUJIAN THD PERALATAN CADANGAN/BACK-UP YG JARANG DIGUNAKAN.l MELIPUTI : MESIN INDUK DAN MESIN BANTU, SISTEM PROPULSI, STEERING GEAR, POMPA KEBAKARAN, NAVIGASI DSB.10.4 PERAWATAN RUTINl PERSYARATAN 10.2 DAN 10.3 DILAKUKAN DALAM PELAKSANAAN PERAWATAN RUTIN.l BAIK OLEH TEHNISI DI DARAT MAUPUN ABK. ELEMEN 10 66
  • 67. PERALATAN KRITIS / DARURAT l SISTEM ALARM (KEBAKARAN, CO2/GAS DSB). l QUICK CLOSING VALVE l PERALATAN KEMUDI DARURAT l GENERATOR LISTRIK DARURAT l POMPA PEMADAM KEBAKARAN DARURAT l ALAT KOMUNIKASI DARURAT l ALAT PENERANGAN DARURAT l MESIN INDUK l KEMUDI l SISTEM PROPULSI l DSBPERALATAN DARURAT / CADANGAN, DIJAMIN BAHWA : l SIAP DAN SEKETIKA DAPAT DIOPERASIKAN l TANPA PERSIAPAN ATAU MENUNGGU BEBERAPA WAKTU l BEROPERASI PADA KEMAMPUAN PENUH ELEMEN 10 67
  • 68. RECORD PEMELIHARAAN KAPAL• PLAN MAINTENANCE SYSTEM• INVENTORY LIST (DECK, ENGINE, RADIO, SAFETY & NAVIGATION)• DECK / ENGINE/ RADIO-MAINTENANCE RECORD• CATATAN LAPORAN SURVEY KLASIFIKASI, LAPORAN SURVEY SUPERINTENDENT, LAPORAN STATUTORY SURVEY.• REPAIR LIST, DOCK REPORT• LAPORAN KERUSAKAN, DAFTAR PERMINTAAN SPARE PART/ KOMPONEN (REQUISITION LIST)• REPORT / CHECK LIST PENGUJIAN PESAWAT-PESAWAT PENTING• LAPORAN PEMELIHARAAN BULANAN / TRIWULAN; ENGINE ABSTRACT LOG• LAPORAN PORT STATE CONTROL• DAN LAIN-LAIN Checklist 68
  • 69. 11. DOKUMENTASI11.1. PROSEDUR KENDALI DOKUMENl SUSUN PROSEDUR KENDALI DOKUMEN SMS.l TANGGUNG JAWAB DPA.l TENTUKAN METODA PERUBAHAN DOKUMEN SMS & SIAPA YANG BERHAK MENYETUJUI.l IDENTIFIKASI DENGAN NOMER DOKUMEN, JUDUL, TANGGAL DAN EDISI TERBIT.l KENDALI DAFTAR DISTRIBUSI DAN CATATAN PERUBAHAN.l TENTUKAN STATUS CONTROLLED COPY DAN UNCONTROLLED COPY. ELEMEN 11 69
  • 70. STRUCTURE OF SAFETY SYSTEM DOCUMENTATION Level 1 Safety Manual Philosophies & Menggambarkan secara garis WHAT IS / ARE Policyv besar latar belakang, kebijakan belakang, OUR OBJECTIVE(s) ? WHY dan sasaran perusahaan. perusahaan. Level 2 Procedures Principles, strategies Menggambarkan mengenai suatu WHAT, WHEN, HOW WE & process proses / fungsi dan interaksi satu WHERE, WHO OPERATE ? tahap / bagian dengan tahap / bagian yang lain. Level 3 Work Instruction & Current HOW Supporting Doc. Practice Menggambarkan mengenai Work Instruction, Job Desc, Desc,WHAT TOOLS DO I NEED bagaimana aktivitas di suatu forms, checklist,FOR IMPLEMENTING Report, Circular, Tech. references bagian/ bagian/ fungsi dilaksanakan. dilaksanakan.THE PROCEDURE ? etc Membuktikan bahwa policy dan Records PROOF prosedure dilaksanakan. dilaksanakan. ELEMEN 11 70
  • 71. PRACTICE vs WRITTEN PROCEDURESWRITTEN PROCEDURE “gap” should be minimized gap by implementing the written procedure PRACTICE PRACTICE “gap” should be minimized gap by writting the practice into documented procedure. NO WRITTEN PROCEDURE ELEMEN 11 71
  • 72. 11.2. KENDALI DOKUMEN11.2.1 DOKUMEN YANG BERLAKU BERADA DI LOKASI YANG RELEVAN. TENTUKAN DOKUMEN ATAU PROSEDUR YANG HARUS TERSEDIA PADA SETIAP DEPARTEMEN / KAPAL.11.2.2 PERUBAHAN DOKUMEN DIPERIKSA DAN DISETUJUI OLEH PERSONIL YANG BERWENANG.11.2.3 DOKUMEN YANG TIDAK BERLAKU HARUS DIMUSNAHKAN. OBSOLETE DOKUMEN SATU SET DIKENDALIKAN OLEH DPA. Checklist ELEMEN 11 72
  • 73. 11.3. DOKUMEN SMSl DOKUMEN TERTULIS YANG DIGUNAKAN UNTUK IMPLEMENTASI SMS DISEBUT PEDOMAN MANAJEMEN KESELAMATAN.l SUSUN DOKUMEN DALAM FORMAT BAKU, STANDAR DAN EFEKTIF.l SETIAP KAPAL MEMBAWA DOKUMEN SMS SESUAI DENGAN TIPE KAPALNYA. ELEMEN 11 73
  • 74. PENGENDALIAN DOKUMEN• MANUAL ISM & PERUBAHANNYA• DAFTAR SURAT KAPAL, SERTIFIKAT DAN MASA BERLAKUNYA• DAFTAR DOKUMEN KAPAL & BUKU-BUKU REFERENSI• DAFTAR GAMBAR KAPAL; PETUNJUK OPERASI DAN PETUNJUK / SYMBOL ALAT -KESELAMATAN.• DAFTAR PETA• CREW LIST• DAFTAR DOKUMENTASI AWAK KAPAL 74
  • 75. 12. VERIFIKASI, REVIEW & EVALUASI12.1. INTERNAL AUDITl MEMERIKSA PELAKSANAAN DAN EFEKTIFITAS SMS.l BERDASARKAN CODE DAN PROSEDUR TERTULIS.l JADWAL INTERNAL AUDIT.l PELAPORAN AUDIT & DISTRIBUSINYA.l PERIKSA SISTEM, BUKAN PERSON.l LAKUKAN SECARA ACAK / RANDOM.l MAKIN BANYAK TEMUAN, MAKIN BAIK.l KETIDAK-SESUAIAN BUKAN SEBAGAI KESALAHAN, NAMUN DIANGGAP SEBAGAI KESEMPATAN UNTUK MEMPERBAIKI DAN MENYEMPURNAKAN SISTEM. ELEMEN 12 75
  • 76. 12.2. EVALUASI SMSl EVALUASI EFEKTIFITAS PELAKSANAAN SMS.l RAPAT MANAJEMEN REVIEW ê MINIMAL 1 X / TAHUN. ê MELIBATKAN TOP MANAJEMEN, DPA & MANAJER. ê SUSUN AGENDA & BUAT NOTULEN RAPAT.l SAFETY MEETING ê DIPIMPIN NAKHODA. ê EVALUASI PELAKSANAAN SMS DI KAPAL ê TENTUKAN PERIODE PERTEMUAN. ê SUSUN AGENDA DAN BUAT NOTULEN RAPAT. ê LAPORKAN KE DPA & DIEVALUASI.l HASIL AUDIT JUGA DIBICARAKAN DALAM RAPAT.l SEMPURNAKAN KEBIJAKAN, PROSEDUR, FORM ATAU PELAKSANAANNYA. ELEMEN 12 Checklist 76
  • 77. 12.3. PROSEDUR INTERNAL AUDITl SUSUN PROSEDUR INTERNAL AUDIT & TINDAKAN PERBAIKAN.l TANGGUNG JAWAB DPA.l KENDALI INTERNAL AUDIT & TINDAKAN PERBAIKAN.l TENTUKAN FREKWENSI INTERNAL AUDIT (MINIMUM SETAHUN SEKALI).l PERSIAPAN DAN CHECKLISTl TEMUKAN KETIDAK-SESUAIAN.l PELAPORAN DAN TINDAKAN PERBAIKAN.l FOLLOW UP DARI TINDAKAN PERBAIKAN.l KENDALI DARI CATATAN INTERNAL AUDIT (OLEH DPA). ELEMEN 12 77
  • 78. 12.4. INDEPENDENSI AUDITORl INTERNAL AUDITOR HARUS INDEPENDEN DARI UNIT KERJA YANG DIAUDIT.l OBYEKTIF & TIDAK TERJADI CONFLICT INTEREST.l BUKAN MENCARI KESALAHAN (INTEREGATOR), TAPI SEBAGAI VALUE ADDER.l MENGUASAI SMS DAN SISTEM DALAM PERUSAHAAN.l MEMILIKI KEMAMPUAN DALAM TATA CARA AUDIT.l DAFTAR INTERNAL AUDITOR PERUSAHAAN.l JIKA TIDAK MEMUNGKINKAN : ê MENGGUNAKAN INTERNAL AUDITOR DARI LUAR. ê DI KAPAL : NAKHODA MENGAUDIT BAG. MESIN DAN KKM MENGAUDIT BAGIAN DEK. ELEMEN 12 78
  • 79. 12.5. TINDAK-LANJUT HASIL AUDITl SELESAI AUDIT, DISAMPAIKAN TEMUAN KETIDAK- SESUAIAN.l AUDITEE MENERIMA HASIL TEMUAN & MENYATAKAN RENCANA TINDAKAN PERBAIKAN.l TANDA-TANGAN AUDITEE & AUDITOR.l AUDITEE MELAKSANAKAN TINDAKAN PERBAIKAN. ELEMEN 12 79
  • 80. 12.6. WAKTU PENYELESAIAN TINDAKAN PERBAIKAN.l AUDITEE MENYATAKAN PERKIRAAN WAKTU PENYELESAIAN TINDAKAN PERBAIKAN.l JANGKA WAKTU YANG WAJAR & DISEPAKATI OLEH AUDITOR.l PADA SAAT JATUH TEMPO, AUDITOR MEMERIKSA EFEKTIFITAS PELAKSANAAN TINDAKAN PERBAIKAN.l JIKA OK, NC DITUTUP (CLOSE OUT).l JIKA BELUM SELESAI, TERBITKAN NC BARU. ELEMEN 12 80
  • 81. EXTERNAL AUDIT SISTEM KENDALIKENDALI SISTEM KENDALI PROSEDUR KENDALI PROSES TINDAKAN KOREKSI TINDAKAN PENCEGAHAN KONTROL KENDALI STANDAR / PROSEDUR PELAK- PELAK- PENGU- PENGU- INTERNAL TINJAUAN RULES INSTRUKSI SANAAN KURAN AUDIT MANAJEMEN KELUHAN KEBIJAKAN MANAJEMEN TINDAKAN KOREKSI TINDAKAN PENCEGAHAN EFEKTIVITAS SISTEM ELEMEN 12 81
  • 82. PART B : ELEMEN 1313.1. DOCUMENT OF COMPLIANCE (DOC).l KAPAL DIOPERASIKAN OLEH PERUSAHAAN YANG TELAH MEMILIKI SERTIFIKAT DOC / INTERIM DOC.l TIPE KAPAL HARUS SESUAI DENGAN SERTIFIKAT DOC.13.2. PENERBITAN DOCl SERTIFIKAT DOC PERMANEN DITERBITKAN OLEH PEMERINTAH.l BKI DITUNJUK ATAS NAMA PEMERINTAH INDONESIA.l MASA BERLAKU DOC : 5 TAHUNl DOC SEBAGAI BUKTI BAHWA PERUSAHAAN MEMENUHI ISM CODE13.3. TYPE KAPAL DALAM DOCl DALAM DOC TERTERA TYPE KAPAL SESUAI PERMOHONAN SAAT INITIAL AUDITl PENAMBAHAN TYPE KAPAL HARUS MELALUI AUDIT TAMBAHAN DOC SMC ELEMEN 13 82
  • 83. 13.4. MEMPERTAHANKAN DOCl DOC DIPERTAHANKAN MELALUI AUDIT TAHUNANl SAAT AUDIT TAHUNAN ADALAH 3 BULAN SEBELUM / SESUDAH DARI ULANG TAHUN SERTIFIKAT (DOC).13.5. PENCABUTAN DOCl DOC DICABUT, APABILA AUDIT TAHUNAN TIDAK DILAKSANAKANl DOC DICABUT, APABILA DITEMUKAN MAJOR NCl DOC DICABUT, BERARTI SEMUA SMC JUGA DICABUT13.6. SALINAN DOC UNTUK SETIAP KAPALl COPY DOC HARUS ADA DI SETIAP KAPAL YANG DIOPERASIKAN.l DITUNJUKKAN KALAU ADA PEMERIKSAAN (PSC).13.7. SAFETY MANAGEMENT CERTIFICATE (SMC)l SETIAP KAPAL MEMILIKI SERTIFIKAT SMC.l MASA BERLAKU SMC : 5 TAHUNl TIPE KAPAL HARUS SESUAI DENGAN SERTIFIKAT DOCl DOC LEBIH DAHULU DARIPADA SMC ELEMEN 13 DOC SMC 83
  • 84. PART B : ELEMEN 1313.8. MEMPERTAHANKAN SMCl SMC DIPERTAHANKAN MELALUI AUDIT ANTARA/INTERMEDIATEl SAAT AUDIT INTERMEDIATE ADALAH ANTARA ULANG TAHUN KE 2 HINGGA KE 3 DARI TANGGAL ULANG TAHUN SMCDOC # # # # 6 BULAN0 1 2 3 4 5SMC 12 BULAN 6 BULAN50 1 2 3 4 # = 3 BULAN SEBELUM / SETELAH ULANG TAHUN SERTIFIKAT ELEMEN 13 DOC SMC 84
  • 85. PART B : ELEMEN 1313.9. PENCABUTAN SMCl SMC DICABUT, APABILA DOC DICABUTl SMC DICABUT, APABILA AUDIT ANTARA TIDAK DILAKSANAKANl SMC DICABUT, APABILA DITEMUKAN MAJOR NC13.10. & 13.11 PEMBARUAN DOC / SMC 3 bln 3 bln 3 bln Th #5 ELEMEN 13 85
  • 86. ELEMEN 14 : Interim Certification14.1. PENERBITAN INTERIM DOCl UNTUK PERUSAHAAN YANG BARU DIDIRIKAN ataul TIPE KAPAL BARU DITAMBAHKAN DALAM DOC YG SUDAH DIMILIKI DENGAN SYARAT : l MEMILIKI MANUAL SMS l MEMPUNYAI SCHEDULE IMPLEMENTASI SMS SELAMA MASA BERLAKU DOC INTERIMl MASA BERLAKU TIDAK BOLEH LEBIH DARI 12 BULANl SALINAN DOC INTERIM HARUS TERSEDIA DIATAS KAPAL14.2. PENERBITAN INTERIM SMCl UNTUK KAPAL BARU DIBANGUN ataul KAPAL YANG BARU BERGABUNG DENGAN PERUSAHAAN ataul KAPAL BERGANTI BENDERA KAPALl MASA BERLAKU TIDAK BOLEH LEBIH DARI 6 BULANl SALINAN DOC INTERIM HARUS TERSEDIA DIATAS KAPAL ELEMEN 14 86
  • 87. ELEMEN 14 : Interim Certification14.3. PERPANJANGAN INTERIM SMCl INTERIM SMC DAPAT DIPERPANJANG TIDAK BOLEH LEBIH DARI 6 BULAN DARI TANGGAL HABISNYA INTERIM SMC YG LAMA14.4. SYARAT PENERBITAN INTERIM SMC1. DOC / INTERIM DOC SESUAI DENGAN TIPE KAPAL2. MEMILIKI MANUAL SMS3. MEMILIKI SCHEDULE UNTUK AUDIT DALAM 3 BULAN4. NAKHODA & AWAK KAPAL MEMAHAMI SMS5. INSTRUKSI PENERAPAN SMS DIBERIKAN SEBELUM KAPAL BERLAYAR6. SMS DALAM BAHASA YANG DIMENGERTI AWAK KAPAL ELEMEN 14 87
  • 88. ELEMEN 15 : Verification15.1. PELAKSANAAN VERIFIKASIl VERIFIKASI / AUDIT ISM CODE DILAKSANAKAN DENGAN PROSEDUR YANG DISETUJUI OLEH PEMERINTAHELEMEN 16 : Forms of Certificatel FORMAT DOC / SMC SESUAI DENGAN APPENDIX DARI ISM CODEl HARUS DITERJEMAHKAN DALAM 2 BAHASA (INGGRIS / PERANCIS)l ENDORSEMEN SERTIFIKAT ELEMEN 15 & 16 88