RANCANGAN PENGEMBANGAN DESAIN
PERPUSTAKAAN DIGITAL
Bay: Ardi Yus Aryadi
Nim: 1220010034
Makalah Perpustakaan Digital dan P...
Mengingat pentingnya pengembangan perpustakaan digital sebagai
sarana penyimpanan koleksi digital dalam jumlah yang relati...
3. FTP Server. Untuk

mengirimkan permintaan layanan melalui

“jalur” HTTP (Hypertext Transfer Protocol), permintaan layan...
b. Perangkat Lunak
 Sistem operasi

: Linux Kernel 2.4x

 Web server

: Apache 1.3.31

 Scripting server

: PHP 5; akti...
CD-ROM, VGAATI Radion 7000 16MB Gbe NIC, Tower
530W non-redundant.
b. Perangkat Lunak
 Sistem operasi

: Linux Kernel 2.4...
simbol yang mewakili, fakta tindakan, benda dan sebagainya. Dalam
perancangan perpustakaan digital ini institusi kami meng...
9. Tabel unggah secara mandiri, tabel ini berfungsi sebagai tempat
penyipanan koleksi-koleksi yang di unggah langsung oleh...
9. Apakah support seperti training, bantuan online, dan sejenisnya
tersedia, dan dalam bahasa apa?
10. Implikasi dalam hal...
Selain itu perpustakaan juga harus memastikan apakah ada update
software terbaru. Oleh karena itu, pengelola perpustakaan ...
koleksi digital, khusunya karya hasil penelitian dan jurnal, hendaknya
perpustakaan lebih memperhatikan empat prinsip tent...
1. Peraturan Deposit
Peraturan deposit yaitu peraturan yang bisa diterapkan
perpustakaan, sebagai dasar hukum pengembangan...
c. Sumber Daya Manusia (SDM)
Setelah

mengaplikasikan

perpustakaan

digital,

pimpinan

perpustakaan juga perlu memastika...
5. Pendidik yaitu mendesain dan mengembangkan program pelatihan

dan materi untuk staf lain dan pengguna.
d. Plagiarisme
D...
KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembangunan
perpustakaan digital di perlukan sebuah eval...
DAFTAR PUSTAKA

Tedd, Lucy A. dan Large, Andrew. 2005. Digital Library: Principles and
Practice in a Global Environment. M...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Rancangan pengembangan desain

829 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
829
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
92
Actions
Shares
0
Downloads
16
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rancangan pengembangan desain

  1. 1. RANCANGAN PENGEMBANGAN DESAIN PERPUSTAKAAN DIGITAL Bay: Ardi Yus Aryadi Nim: 1220010034 Makalah Perpustakaan Digital dan Portal Informasi Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta A. Pendahuluan Perpustakaan tidak dapat dipahami sebatas sebagai sebuah gedung atau akomodasi fisik tempat menyimpan buku semata. Akan tetapi, secara sederhana dapat dinyatakan bahwa perpustakaan adalah suatu unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, “ruang khusus”, dan kumpulan koleksi sesuai dengan jenis perpustakaannya (Qalyubi dkk, 2007:3). Sebagai sebuah unit kerja yang bergerak dalam pengolahan informasi dari berbagi macam jenis koleksi, perpustakaan selalu berhubugan erat dengan teknologi informasi dalam pengolahan koleksi, hal ini dikarenakan peran perpustakaan sebagai pelestarian dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan, tempat rujukan bagi para pencari ilmu, dan para pengembang karya-karya ilmiah. Penerapan teknologi informasi di perpustakaan saat ini sudah menjadi sebuah keharusan karena berkaitan dengan saran penyimpanan, kemudahan akses, kecepatan akses, keakuratan informasi dalam memberikan layanan kepada pemustaka. Selain itu penerapan teknologi informasi di perpustakaan juga dapat di fungsikan dalam sistem manajemen perpustakaan yang mencakup bidang pekerjaan pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelahan anggota, statistik dan sebagainya. Hal ini dapat di wujudkan dengan penerapan teknologi informasi perpustakaan berupa pengembangan perpustakaan digital. Selain itu kehadiran perpustakaan digital semakin memudahkan pencarian informasi dengan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
  2. 2. Mengingat pentingnya pengembangan perpustakaan digital sebagai sarana penyimpanan koleksi digital dalam jumlah yang relatif banyak, ketersediaan informasi dalam jangka panjang serta dapat menghemat media/ruang penyimpanan guna meningkatkan pelayanan perpustakaan terhadap akses bahan pustaka (institutional repository). Berkaitan dengan masalah di atas maka institusi kami merasa perlu untuk mendesain sebuah sistem perpustakaan digital, untuk meningkatkan akses layanan terhadap istitutional repositoy dalam format digital. B. Rancagan Perpustakaan Digital Sebelum kita melakukan rancangan perpustakaan digital menurut Tedd dan Large (2005:191) mengatakan pembangunan perpustakaan digital terlebih dahulu harus dilakukan analisis terhadap kebutuhan pengguna. Pengguna merupakan unsur utama dalam sebuah sistem automasi perpustakan. Dalam pembangunan sistem perpustakaan hendaknya selalu dikembangkan melalui konsultasi dengan pengguna-penggunanya yang meliputi pustakawan, staf yang nantinya sebagai operator atau teknisi serta para anggota perpustakaan (pemustaka) Konsultasi dengan pengguna bertujuan untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan mereka. Selain konsultasi pada penguna, staf perpustakaan juga harus dilibatkan karena, berkaitan dengan pelaksanaan sistem, yang menempatkan staf yang nantinya sebagai operator atau teknisi serta bertujuan agar bisa memberikan sumbansi dalam perencanaan sistem perpustakaan digital. Setelah tahap konsultasi dilakukan selanjutnya kita akan menentukan perencanaan pembagunan perpustakaan digital yang meliputi: a. Memilih Perangkat Untuk membut sebuah perputakaan yang berbasis digital diperlukan beberapa peralatan yang mendukung perpustakaan diantara eralatan yang dibutuhkan ialah: 1. Server web dan aplikasi perpustakaan digital. 2. Server database. terselenggaranya
  3. 3. 3. FTP Server. Untuk mengirimkan permintaan layanan melalui “jalur” HTTP (Hypertext Transfer Protocol), permintaan layanan dari pemakai juga bisa dilakukan melalui “jalur” FTP (file Transfer Protocol). Jika HTTP mengirimkan berkas Hypertext yaitu halaman web untuk ditampilkan di layar pengguna, maka FTP dirancang khusus untuk melakukan kirim/terima berkas melalui jaringan komputer. 4. Printer Server, komputer ini bertugas untuk menerima permintaanpermintaan pencetakan, mengatur antriannya dan memprosesnya. 5. Proxy server, Server ini juga bisa digunakan untuk pengaturan keamanan penggunaan internet untuk membatasi akses ke situssitus yang tidak diperkenankan misalnya situs berbau pornografi maupun pornoaksi. Adapun komponen-komponen yang akan digunakan yaitu: 1. Web server yang akan digunakan dalam perancagan perpustakaan digital meliputi: a. Perangkat Keras Untuk web server dibutukan spesifikasi hardware yang digunakan akan digunakan yaitu XEON 3.0 GHz EM64T, L2 Cache 2MB, 1GB DDR2 ECC SDRAM, Single Channel U320 SCSI, 73GB HDD 10K SCSI Hot-SWAPPABLE, 48x CDROM, VGAATI Radion 7000 16MB Gbe NIC, Tower 530W non-redundant
  4. 4. b. Perangkat Lunak  Sistem operasi : Linux Kernel 2.4x  Web server : Apache 1.3.31  Scripting server : PHP 5; aktifkan modus MYSQL, Modus Curl, Modus Dbase, Modul php_soap. 2. Database Server yang akan digunakan dalam perancagan perpustakaan digital meliputi: a. Perangkat Keras Untuk database server dibutukan spesifikasi hardware yang digunakan akan digunakan yaitu XEON 3.0 GHz EM64T, L2 Cache 2MB, 1,5GB DDR2 ECC SDRAM, Single Channel U320 SCSI, 2x73GB HDD 10K SCSI Hot-SWAPPABLE, 48x CD-ROM, VGAATI Radion 7000 16MB Gbe NIC, Tower 530W non-redundant. b. Perangkat Lunak  Sistem Oprasi : Linux Kernal 2.4.x  Database : MySQl v5.1 3. Backup Server a. Perangkat Keras Untuk beckup server dibutukan spesifikasi hardware yang digunakan akan digunakan yaitu XEON 3.0 GHz EM64T, L2 Cache 2MB, 1,5GB DDR2 ECC SDRAM, Single Channel U320 SCSI, 2x73GB HDD 10K SCSI Hot-SWAPPABLE, 48x
  5. 5. CD-ROM, VGAATI Radion 7000 16MB Gbe NIC, Tower 530W non-redundant. b. Perangkat Lunak  Sistem operasi : Linux Kernel 2.4x  Web server : Apache 1.3.31  Scripting server : PHP 5; aktifkan modus MYSQL, Modus Curl, Modus Dbase, Non Aktif modul php_soap.  Database :MySQL v5.1 4. Komputer untuk operator dibutuhkan perangkat tambahan untuk proses digitalisasi dokumen yang meliputi: Scanner, Audio converter to digital, Video converter to digital. Adapun spesifik sistem pada komputer operasional dan komputer penelusuran bahan pustaka yaitu:  Prosessor : Intel Pentium IV/Up  Sistem harddisk : 40 GB  Memori : 256 MB  Sistem Operasi : Windos Xp  Program : Interbase client for windows  Jaringan komputer lokal 5. Hub LAN gunakan untuk menghubungkan server dengan komputer operator dan klien sehingga bisa dilakukan pendistribusian data serta daya yang lain. 6. Koneksi ke Internet digunakan untuk melakukan aktifitas yang terhubung dengan jaringan internet, seperti upload data, sharing dengan digital library lain serta layanan bagi pengunjung online. b. Perencanaan Basis Data Menurut Supriyanto (2008:69) basis data dapat diartikan sebagai bahan baku informasi, yang dapat didefinisikan sebagi kelompok simbol-
  6. 6. simbol yang mewakili, fakta tindakan, benda dan sebagainya. Dalam perancangan perpustakaan digital ini institusi kami mengunakan basis data Database Management System (DBMS) karena Database Management System (DBMS) memiliki beberapa kelebihan seperti: Data disusun mulai dari bits, bytes, fielda, record dan database. Pengunaan basis data dalam sistem informasi Database Management System (DBMS) yang memungkinkan untuk menyimpan data, pemeliharaan data, pengelolaan akses, keamanan, dan pengintegerasian. Selain itu DBMS menyediakan fasilitas untuk mengedit, menambah, menghapus, menampilkan mencari, memilih, mengurutkan dan mencetak data. Berikut rancagan basis data yang akan dibangun di perpustakaan meliputi: 1. Tabel administrator, tabel ini digunakan untuk penyimpan data user serta hanya terdapat satu administrator yang mengelola kegiatan repository dan user ini disebut sebagai super admin. 2. Tabel mahasiswa, adalah tabel untuk menyimpan daftar anggota yang sudah di daftar oleh administrator. 3. Tabel dosen, adalah tabel untuk menyimpan data-data dosen yang telah didaftar oleh administrtor. 4. Tabel jurnal, adalah tabel untuk menyimpan koleksi-koleksi jurnal. 5. Tabel tugas akhir, adalah tabel untuk menyimpan koleksi tugas, akhir mahasiswa. 6. Tabel karya tulis, adalah tabel yang digunakan untuk menyipan karya tulis mahasiswa, dosen dan karya tulis yang dihasilkan oleh lembaga. 7. Tabel pegunjung, tabel punjung digunakan untuk menyimpan data pegunjung dan komentar. 8. Tabel Download, tabel ini merupakan tabel yang digunakan untuk menyimpan data yang berupa jurnal, tugas akhir, karya ilmiah mahasiswa. Untuk bisa di downlaod oleh onggota yang sudah terdaftar sebagai anggota.
  7. 7. 9. Tabel unggah secara mandiri, tabel ini berfungsi sebagai tempat penyipanan koleksi-koleksi yang di unggah langsung oleh pemustaka dan dosen. Setelah data diunggah secara mandiri tugas pustakawan untuk menseleksi koleksi-koleksi yang masuk. 10. Tabel komentar, adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data komentar. 11. Tabel antar muka, tabel ini difungsikan sebagai forum sosialisasi antara pengguna dengan pustakawan (admin). c. Software Perpustakaan Digital Pemilihan software dalam pengembagan perpustakaan digital harus dilakukan sebuah pertimbangan yang matang karena berkaitan dengan sistem yang akan dibangun. Menurut Tedd dan Large (2005:195) adapun proses yang harus dilakukan dalam pemilihan software aplikasi untuk perpustakaan digital, adapun panduan seleksi yaitu: 1. Apakah software tersebut mampu memenuhi kebutuhan yang diinginkan? 2. Berapa banyak kebutuhan yang diinginkan dapat dipenuhi oleh produk tersebut? 3. Standar-standar yang digunakan dalam produk tersebut tepat? 4. Apakah user interface yang disediakan sesuai dan mudah digunakan serta terdapat dalam beberapa bahasa yang diperlukan? Jika tidak, apakah produk tersebut dapat dikembangan berdasarkan bahasa yang dibutuhkan? 5. Apakah fitur yang tersedia dapat digunakan untuk searching dan browsing informasi yang terdapat dalam perpustakaan digital? 6. Bagaimana pengalaman institusi lain yang telah menggunakan produk tersebut? 7. Bagaimana reputasi dari organisasi menghasilkan produk tersebut? 8. Bagaimana reputasi dari supplier lokal? atau lembaga yang
  8. 8. 9. Apakah support seperti training, bantuan online, dan sejenisnya tersedia, dan dalam bahasa apa? 10. Implikasi dalam hal aspek hukum dari penggunaan produk tersebut? Menurut Supriyanto (2008:108) strategi dalam pemilihan software, tentu banyak kriteria yang harus diperhatikan, berikut beberapa kriteria dalam memilih software yaitu: 1. Kegunaan, fasilitas dan laporan yang ada sesuai dengan kebutuhan dan menghasilkan informasin tepat waktu (realtime) dan relevan untuk proses pengambilan keputusan. 2. Ekonomi, biaya yang dikeluarkan sebanding untuk mengaplikasikan software sesuai dengan hasil yang didapat. 3. Kendala, dapat menangani operasi kerja dengan frekuensi besar dan terus-menerus. 4. Sederhana, menu-menu yang disediakan dapat dapat dipelajari dengan mudah dan interaktif dengan pengguna. 5. Dapat diaplikasikan di beberapa jenis sistem-sistem informasi dan institusi serta memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Setelah melakukan pengamatan secara terperinci tentang pemilihan software serta mempertimbangkan beberapa pendapat di atas maka institusi kami memilih mengunakan aplikasi Eprint dalam pengembangan perpustakaan digital. Karena dengan mengunakan aplikasi Eprint dirasakan, staf pengelola sudah memahami seluk beluk Eprint. Selain itu fitur-fitur yang disediakan dapat dipelajari relatif mudah dan interaktif dengan pengguna. Selain itu fitur-fitur yang tersedia dapat digunakan untuk searching dan browsing informasi yang terdapat dalam perpustakaan digital d. Instalasi Software Instalasi sistem perpustakaan digital dapat menjadi proses yang panjang dan dibutuhkan waktu yang relatif lama, karena berkaitan dengan sistem yang telah di instalisi dapat diterima atau tidak oleh pengguna.
  9. 9. Selain itu perpustakaan juga harus memastikan apakah ada update software terbaru. Oleh karena itu, pengelola perpustakaan digital perlu tahu kapan dan apakah ada update software terbaru sehingga dapat diaplikasikan pada perpustakaan digital telah dikelola. e. Menjalankan Sistem (Backup) dan Evalusasi Sistem Tahap terakhir yaitu menjalankan sistem yang sudah dirancang, setelah sistem berjalan kita harus melakukan backup terhadap data yang tersimpan pada server, database, website, dan software secara berkala, ini bertujuan utuk mengamankan data dari bahaya hilang, rusak dan lain sebagainya dari kerusakan sistem. setelah itu dilakukan proses evaluasi menurut Tedd dan Large (2005:201) tahap evaluasi penting dilakukan untuk menjaga stabilitas berjalannya perpustakaan digital. Beberapa teknik evaluasi dapat dilakukan, evaluasi berdasarkan pendapat pengguna ataupun melihat transaksi pemustaka. Atau bisa juga mengunakan evaluasi sistem dengan model TAM (Technology Acceptance Model). C. Persoalan dalam Pengembangan Perpustakaan Digital Pembangunan perpustakaan digital tidak hanya berhenti pada penyediaan koleksi digital beserta infrastruktur pendukungnya. Pustakawan sebagai pengelola perpustakaan digital juga perlu memperhatikan isu-isu terkait dengan koleksi digital yang dimiliki. Adapun isu-isu yang menghadang dalam pengembangan atau membangun perpustakaan digital yaitu: a. Hak Cipta (Copy right) Dalam Pasal 1 ayat 1 UU Hak Cipta No.19 Tahun 2002 bahwa menerangkan bahwa hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasanpembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengelolaan koleksi digital yang berhubungan dengan hak cipta harus ada prosedur dan kaidah etis dalam pengolalaan koleksi digital maupun penggadaan koleksi digital. Dalam mengelola sumber-sumber
  10. 10. koleksi digital, khusunya karya hasil penelitian dan jurnal, hendaknya perpustakaan lebih memperhatikan empat prinsip tentang kaidah atau aturan digitalisasi seperti halnya yang dikatakan oleh Edmon Markarim dan Brian Amy Prastyo dalam Pendit (2007:166) yaitu: 1. Privasi: Menyangkut kerahasiaan berarti masalah keamanan database koleksi digital. Pihak perpustakaan juga memberikan batasan-batasan terhadap koleksi local content yang akan diakses, misalnya pengguna tidak dapat men-download file-nya. Tujuannya agar tidak terjadi penjiplakan atau pembajakan ciptaan digital secara besar besaran. 2. Properti: Mengenai kewajiban serah karya cetak dan rekam yang sudah diserahkan ke perpustakaan adalah milik sepenuhnya perpustakaan, karena sudah ada kesepakatan atau lisensi di atas surat pernyataan terlebih dahulu. 3. Akurasi atau Keaslian: Hal ini diatur dalam Pasal 25 ayat 1 UU Hak Cipta No.19 Tahun 2002 bahwa: “informasi elektronik tentang informasi manajemen hak pencipta tidak boleh ditiadakan atau diubah”. Berdasarkan pasal tersebut, maka perpustakaan dalam mendigitalkan koleksi tetap mencantumkan identitas penulis aslinya, dan tugas perpustakaan hanya mempublikasikan informasi. 4. Hak Akses: semua koleksi local content dapat diakses secara bebas dan dapat dibaca secara keseluruhan (full text). Akan tetapi, pengguna tidak dapat men-download file digital tersebut karena berkaitan dengan aspek keaslian dari identitas si penulis karya digital. Untuk mengatisipasi perpustakaan tersadung masalah hak cipta berkaitan dengan pengembangan koleksi digital, maka perpustakaan atau institusi pengelola informasi perlu membuat sebuah aturan lembaga untuk mengatur, bagaimana koleksi itu didapat dan cara penyajiannya dalam repository. Adapun aturan yang bisa diterapkan diperpustakaan meliputi:
  11. 11. 1. Peraturan Deposit Peraturan deposit yaitu peraturan yang bisa diterapkan perpustakaan, sebagai dasar hukum pengembangan koleksi digital. 2. Trade-Secrecy Trade-secrecy adalah pembatasan akses informasi pada sebuah organisasi penandatanganan yang biasanya persetujuan dilakukan sebelumnya. Dengan dengan cara menyediakan formulir perjanjian antara lembaga dan penulis. Penulis harus menyetujui hasil karyanya dipublikasikan secara digital oleh perpustakaan sesuai dengan aturan dan perjanjian yang berlaku. Mengedit hasil karya dengan menambahkan informasi pencipta karya tersebut, dan membatasi hak akses misalnya tidak bisa di-copy tapi hanya bisa dibaca. 3. Copy Left Copy left yaitu suatu kebijakan yang bisa digunakan oleh perpustakaan agar tidak terkena masalah hukum yang berkaitan dengan pengadaan koleksi digital. 4. Doktrin Fair Use Doktrin Fair Use yaitu pengecualian tentang ketentuan hukum mengenai hak cipta memungkinkan penggunaan suatu ciptaan tanpa seizin dari pemegang haknya sepanjang tidak merugikan kepentingan yang wajar dari sipencipta b. Peservasi Sumber-Sumber Digital Menurut Pendit (2009:166) Untuk menjamin keberadaan koleksi digital agar dapat diakses setiap saat, tidak jarang pengelola perpustakaan digital perlu menyediakan beberapa format yang berbeda, format pdf, words, jpg. dan lain sebagainya. Selain itu dalam pengolahan perpustakaan digital perlu melakukan migrasi perpindahan koleksi digital secara berkala agar koleksi digital tersebut bisa terjaga ketersediannya dalam jangka waktu yang lama.
  12. 12. c. Sumber Daya Manusia (SDM) Setelah mengaplikasikan perpustakaan digital, pimpinan perpustakaan juga perlu memastikan bahwa para pustakawan yang bekerja di dalamnya memiliki kecakapan dalam hal teknologi informasi. Salah satu cara dalam meningkatkan kecakapan pustakawan yaitu: 1. Melakukan dasar pelatihan IT. 2. Pemahaman bagaimana ICT dapat membantu pekerjaan pustakawan 3. Keamanan dan kesehatan dalam penggunaan ICT. 4. Mengetahui bagaimana cara menemukan sesuatu untuk pemustaka dalam kepentingan pemustaka. 5. Menggunakan ICT untuk mensupport mengembangkan kegiatan mereka. 6. Menggunakan ICT untuk mensupport pemustaka untuk melakukan pembelajaran yang efektif. 7. Menjamin adanya manajemen ICT yang efektif di perpustakaan. 8. Bagaimana cara penggunaan ICT untuk memperbaiki profesionalitas dan untuk mengurangi beban birokrasi dan administrasi. Selain itu untuk meningkatkan kecakapan pustakawan dalam bidang IT (Tedd dan Large, 2005:197), menyebutkan yaitu: 1. Navigator Net yaitu keterampilan mencari lebih jauh terhadap website serta menvalidasi pengguna layanan. 2. Teknologi Informasi yaitu keterampilan desain web, pemasangan dan memperbarui informasi, menyiapkan dan mengelola database; 3. Konsultan informasi yaitu analisis dan diagnosis kebutuhan pengguna, akan kesadaran sumber informasi, membangun kemitraan dengan penyedia informasi lain, dan desain informasi; 4. Manager informasi yaitu perencanaan strategis, isu digitalisasi, hak cipta, hak kekayaan intelektual;
  13. 13. 5. Pendidik yaitu mendesain dan mengembangkan program pelatihan dan materi untuk staf lain dan pengguna. d. Plagiarisme Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:639) menyebutkan plagiarisme atau penjiplakan merupakan suatu kegiatan mencuri karangan orang lain; mengutip karangan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya atau mengaku sebagai karangannya sendiri. Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh perpustakaan berkaitan dengan masalah plagiarisme yaitu melakukan sosialisasi kepada para petugas perpustakaan serta pengguna perpustakaan bagaimana cara mengutip yang baik dan benar. Selain itu pihak perpustakaan juga bisa membatasi hak akses, yang hanya memfokuskan pada data hanya dapat di baca dan di simpan tetapi tidak bisa di copy dan paste.
  14. 14. KESIMPULAN Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembangunan perpustakaan digital di perlukan sebuah evaluasi terhadap kebutuhan pengguna perpustakaan selain itu juga terdapat beberapa komponen dalam perancangan perpustakaan digital yang meliputi pemilihan perangkat keras, perangkat lunak, perencanaan basis data yang akan dikembangkan, pemilihan software yang akan digunakan. Selain komponen tersebut perpustakaan yang akan membangun perpustakaan digital juga harus paham terhadap isu-isu yang berkaitan dengan pengembangan koleksi digital yang berkaitan dengan hak cipta, preservasi, sumber daya manusia dan masalah plagiatisme.
  15. 15. DAFTAR PUSTAKA Tedd, Lucy A. dan Large, Andrew. 2005. Digital Library: Principles and Practice in a Global Environment. Munchen: K.G. Saur. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa. Pendit, Putu Laxman. 2007. Perpustakaan Digital: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Jakarta: CV. Sagung Seto. ____________________. 2009. Perpustakaan Digital: Kesinambungan dan Dinamika. Jakarta: Cita Karya Karsa. Presiden Republik Indonesia. 2002. “Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta” http://www.dgip.go.id/ebhtml/hki/filecontent.php?fid=5011/ dalam diakses pada 13-06-2013 pukul 08:52 WIB. Qalyubi, Syihabuddin dkk. 2007. Dasar-Dasar Ilmu perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Supriyanto, Wahyu dan Muhsin, Ahad. 2008. Teknologi Informasi Perpustakaan : Strategi Perencanaan Perpustakaan Digital. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Undang-Undang Republik Indonesia. 2007. Undang-Undang Republik Indonesia No 43 tahun 2007: Tentang Perpustakaan.

×